Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Lokakarya Adat Seni Budaya Warga Masyarakat Tangerang yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Majemuk Indonesia (HMMI) di Aula Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tangerang, Kec. Curug, Minggu (18/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang kaya akan keberagaman, mulai dari adat istiadat, seni tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
“Kabupaten Tangerang memiliki keberagaman adat dan seni budaya yang sangat kaya. Ini merupakan modal sosial yang besar untuk membangun daerah yang harmonis, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan bahwa adat dan seni budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan ada nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda
“Adat dan seni budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi warisan luhur yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita tanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati dirinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mendukung segala upaya pengembangan dan pelestarian seni budaya serta berbagai kearifan lokal lainnya melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah daerah akan terus hadir dan mendukung pelestarian adat serta seni budaya melalui kebijakan, program, dan sinergi dengan komunitas budaya, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.
Pihaknya berharap lokakarya tersebut dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan program nyata yang dapat menjadi rujukan kebijakan pelestarian budaya daerah nantinya
“Saya berharap dari lokakarya ini lahir gagasan-gagasan konstruktif dan rekomendasi yang dapat kita tindak lanjuti bersama demi kemajuan budaya di Kabupaten Tangerang,” harapnya.
Bupati pun menyampaikan apresiasi kepada HMMI atas terselenggaranya lokakarya tersebut sebagai ruang diskusi dan perumusan langkah konkret pelestarian budaya.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada HMMI yang telah berinisiatif menyelenggarakan lokakarya ini. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan langkah nyata dalam melestarikan adat dan seni budaya masyarakat Tangerang,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh perwakilan unsur Forkopimda, Plh. Sekda Iwan Firmansyah, perwakilan pemerintah provinsi dan daerah, para tokoh adat, tokoh seni dan budaya, budayawan, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya lokal. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak masyarakat untuk terus memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta meneladani kesabaran dan keikhlasan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat menghadiri peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah di Majlis Talim Raudlatul Falah, Desa Pasir Muncang Kec. Jayanti, Minggu (18/01/26)
"Marilah kita jadikan momentum peringatan Isra Miraj ini sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun di tengah masyarakat. Mari kita tanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah," ajak Wabup Intan.
Menurut dia, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bukan hanya menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, tetapi juga mengandung pelajaran penting bagi kehidupan umat Islam, khususnya tentang perintah shalat sebagai tiang agama dan kebutuhan rohani yang membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim.
"Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan kebutuhan rohani yang membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim. Shalat yang khusyuk akan mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta menumbuhkan ketenangan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat," tandasnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi umat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan sejahtera.
"Semoga melalui kegiatan ini, kita semua dapat mengambil hikmah Isra Miraj untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mari teladani kesabaran dan keikhlasan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian agar senantiasa mendapatkan pertolongan dan kemuliaan dari Allah SWT," ujarnya.
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi segenap panita dan semua pihak yang telah mendukung serta membantu penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Majlis Talim Raudlatul Falah yang telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah serta membangun masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius dan berakhlak mulia," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang kembali menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Tangerang dalam beberapa hari terakhir.
Pada Sabtu (17/01/2026), BPBD Kabupaten Tangerang secara serentak mendistribusikan bantuan logistik ke beberapa wilayah terdampak, di antaranya Desa Carenang dan Desa Kandawati Kecamatan Gunung Kaler, Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga, Desa Patrasana Kecamatan Kresek, serta Desa Rawaboni Kecamatan Pakuhaji.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“BPBD Kabupaten Tangerang terus berupaya merespons cepat kondisi di lapangan. Bantuan logistik ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir serta memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat,” ujar Ahmad Taufik.
Adapun bantuan logistik yang disalurkan kali ini meliputi gula pasir 60 Kg, beras ukuran 3.5 Kg sebanyak 350 karung, mie instan 200 Dus, minyak goreng 200 litrr, air mineral 200 dus, sarden 280 kaleng, Teh 120 pack, 25 paket family kids serta 25 paket kids wear.
BPBD Kabupaten Tangerang juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan kecamatan dan desa setempat guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman serta kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta warga Perum Graha Pesona, khususnya warga RW. 10 agar memanfaatkan Gedung Serbaguna (GSG) untuk memperkuat kebersamaan, gotong-royong dan kepedulian sosial demi kemajuan bersama.
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat meresmikan GSG Warga RW. 10 Perum Graha Pesona Kel. Mekarbakti Kec. Panongan, Sabtu (17/01/26)
"Saya minta kepada seluruh warga RW. 10 Graha Pesona ini, manfaatkan GSG yang sudah terbangun ini untuk memperkuat kebersamaan, gotong-royong dan kepedulian sosial demi kemajuan bersama seluruh warga," pinta Wabup Intan
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong dan menguatkan tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan, seperti yang telah ditunjukkan oleh warga Graha Pesona RW 10. Dia juga menegaskan bahwa dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat merupakan fondasi kuat suksesnya pembangunan yang berkelanjutan.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkand terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga Graha Pesona RW 10 yang telah menjaga nilai luhur gotong royong ini. Nilai inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat kita, sekaligus fondasi dalam membangun lingkungan yang rukun, aman, dan sejahtera," ujarnya
Menurut dia, GSG yang sudah terbangun kokoh merupakan cerminan wajah dan kebanggaan warga RW. 10 serta wujud dari hasil pembangunan yang sesungguhnya dimulai dari, oleh dan untuk semua warga.
"Mari kita jaga dan rawat gedung ini bersama-sama. Karena gedung ini milik kita semua, hasil dari kebersamaan kita, dan akan kembali manfaatnya untuk seluruh warga," tandasnya
Dia juga menambahkan Pemkab Tangerang melalui Dinas Koperasi telah mengadakan program Inkubasi UMKM. Melalui, program inkubasi tersebut, UMKM yang sudah diseleksi akan diberikan bimbingan, pendampingan dan pelatihan serta bantuan lainnya
"Silahkan nanti UMKM yang ada di sini daftarkan ke Dinas Koperasi. Setelah diseleksi nanti UMKM akan diberikan bimbingan, pelatihan, pendampingan dan bantuan lainnya, bagaimana meningkatkan kualitas produk sampai dengan teknik pemasarannya," jelasnya
Dia berharap Gedung Serba Guna ini ke depan dapat menjadi rumah bersama bagi warga seperti tempat bermusyawarah mempererat silaturahmi dan kebersamaan, serta ruang tumbuhnya berbagai kegiatan positif, baik sosial, keagamaan, pendidikan, kepemudaan maupun peningkatan ekonomi warga.
Sementara itu, Ketua RW. 10 Perum Graha Pesona, Ahmad Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan anggota DPRD, pihak kecamatan dan kelurahan yang telah merealisasikan pembangunan GSG warga. Menurut dia, GSG tersebut akan menjadi pusat aktifitas warga mulai dari olahraga, sosial dan peningkatan ekonomi warga.
"Terima kasih kepada pemerintah daerah dan anggota DPRD yang telah merealisasikan pembangunan GSG ini. GSG warga Graha Pesona ini selain untuk sebagai pusat aktifitas olahraga, Posyandu dan sosial lainnya tapi juga akan kami gerakan untuk meningkatkan ekonomi warga," ujarnya
Pada peresmian tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Tangerang, Plt. Camat Panongan, Forkopimcam, Lurah Mekarbakti, Binamas, Babinsa, ketua RW. 10, para ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung titik lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga ikut memasak bersama ibu-ibu di dapur umum serta makan bersama warga terdampak banjir. Jumat, (16/1/26).
Bupati Tangerang hadir didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut disambut hangat oleh masyarakat setempat.
“Hari ini kami bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, Pak Camat, alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dalam dialognya bersama warga, Bupati menyampaikan bahwa masyarakat mengusulkan beberapa langkah penanganan banjir, di antaranya pembangunan tanggul di Sungai Cidurian serta pembangunan pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri
“Tadi sudah disampaikan oleh warga bahwa penanganannya salah satunya adalah pembangunan tanggul di Sungai Cidurian dan pembuatan pintu air antara Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri. Permohonan-permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan tanggul dan pintu air tersebut memerlukan ijin dan koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat. Namun demikian, Pemkab Tangerang akan terus berupaya agar pembangunan pintu air dapat direalisasikan lebih cepat.
“Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Dia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya terus memantau dan turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.
“Sudah lima hari ini, kami turun langsung ke lokasi banjir, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, dan hari ini di Jayanti. Kami tidak hanya datang bertemu warga lalu pulang, tetapi mendengarkan aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya,” jelasnya
Lanjut dia, secara keseluruhan banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, mencakup 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah daerah, para camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Tangerang tidak bisa dilakukan Pemkab Tangerang sendiri namun harus melibatkan lintas sektor, sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.
“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pusat dalam hal ini kementrian PU. Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami lakukan,” jelas Iwan
Ia menambahkan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh persoalan drainase, tetapi juga alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu serta perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan
“Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Ini semua akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga harus merubah perilakunya agar lebih peduli pada lingkungannya masing-masing,” tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Ribuan jamaah memadati kawasan Komplek Al-Istiqlaliyyah, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya Al-Istiqliyyah, Kamis malam (15/1/26).
Peresmian masjid tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Acara berlangsung khidmat dan sarat nilai religius serta budaya, dengan kehadiran para Paduka Yang Mulia raja dan sultan Nusantara yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj dan peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga pengingat akan pentingnya membangun peradaban yang berlandaskan iman, akhlak, dan persatuan.
“Masjid ini bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan rumah suci tempat sujud, pusat persaudaraan, serta mercusuar nilai-nilai keimanan dan peradaban. Dari masjid inilah diharapkan lahir doa-doa yang menguatkan dan langkah-langkah kebaikan bagi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menambahkan, keberadaan Masjid Kasepuhan Tangerang Raya diharapkan menjadi pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat, sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Mari kita makmurkan masjid ini bersama-sama. Semoga dari tempat ini tumbuh masyarakat yang berakhlak mulia, rukun, dan Kabupaten Tangerang senantiasa diberkahi Allah SWT,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga menerima penganugerahan pin kehormatan dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya, adat dan persatuan bangsa.
Acara peresmian juga turut dihadiri langsung oleh pimpinan Ponpes Al Istiqlaliyyah Abuya Tohawi Romli (Abah Entoh) dan unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta jamaah dari berbagai wilayah Tangerang Raya. (Red)
Subang, lensafokus.id — Maraknya peredaran obat keras golongan G tanpa izin resmi di wilayah Kabupaten Subang kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sebuah kios yang berlokasi di Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem, dilaporkan oleh Lembaga Pemantau Independen Tindak Pidana Korupsi (LPI TIPIKOR) ke Polsek Ciasem karena diduga kuat menjual obat keras secara ilegal. Jumat (16/1/2026).
Namun ironisnya, saat awak media bersama LPI TIPIKOR dan didampingi anggota Polsek Ciasem mendatangi lokasi yang dilaporkan, kios tersebut justru sudah dalam kondisi tutup dan tidak terlihat adanya aktivitas penjualan. Kondisi ini sontak memunculkan tanda tanya besar di kalangan pelapor maupun masyarakat sekitar.
Situasi tersebut dinilai janggal dan menimbulkan dugaan adanya permainan yang sistematis dan terstruktur. Pasalnya, berdasarkan keterangan LPI TIPIKOR, kios tersebut sebelumnya diduga aktif menjual obat golongan G tanpa izin resmi dan telah lama meresahkan warga.
“Informasi yang kami terima, kios ini bukan baru beroperasi. Aktivitas penjualan obat keras diduga sudah berlangsung cukup lama,” ungkap perwakilan LPI TIPIKOR.
Dalam laporannya, LPI TIPIKOR juga menyebut adanya seorang koordinator lapangan (korlap) berinisial P, yang diduga mengetahui bahkan mengoordinasikan aktivitas penjualan obat keras ilegal tersebut. Nama tersebut kini menjadi salah satu titik fokus yang diharapkan dapat ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Lebih jauh, LPI TIPIKOR menduga adanya indikasi kongkalikong atau kerja sama tidak sehat antara oknum tertentu dengan pihak penjual obat, sehingga informasi terkait rencana penindakan atau pengecekan lapangan diduga bocor terlebih dahulu. Dugaan ini masih bersifat klaim awal, namun dinilai perlu ditindaklanjuti secara serius demi membuka tabir peredaran obat ilegal di wilayah Ciasem.
Sementara itu, pihak Polsek Ciasem menyampaikan bahwa kepolisian tetap terbuka terhadap laporan masyarakat. Aparat menegaskan akan melakukan pendalaman serta penyelidikan lanjutan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan sekitar.
Di sisi lain, LPI TIPIKOR menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Lembaga tersebut menilai peredaran obat keras tanpa izin merupakan ancaman serius bagi keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda, serta mencederai rasa keadilan jika dibiarkan tanpa penindakan tegas.
“Kami akan terus mengawal dan mendorong penegakan hukum yang transparan dan adil di Kabupaten Subang. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegas LPI TIPIKOR.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait status kios maupun pihak-pihak yang diduga terlibat. (Asp)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Pakuhaji, Kamis (15/1/26).
Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Pakuhaji menyerahkan bantuan logistik dan meninjau langsung sejumlah titik banjir.
“Hari ini kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang sedang terdampak musibah banjir. Kami juga melihat kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi akar permasalahan penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut,” ujar Bupati Measyal Rasyid
Pihaknya memastikan kondisi kesehatan warga terdampak, khususnya warga yang sakit mendapatkan pelayanan dan penanganan yang optimal. Untuk itu, dia menginstruksikan Puskesmas setempat untuk melakukan jemput bola dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami minta Puskesmas aktif melakukan jemput bola, terutama bagi warga yang sakit dan tidak bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan. Jangan sampai ada warga yang terlambat mendapatkan pelayanan medis,” tegasnya.
Bupati Tangerang juga menginstruksikan agar lokasi-lokasi dapur umum terus ditambah guna memastikan kebutuhan makanan warga terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik.
“Saya minta dapur umum ditambah agar kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bisa terpenuhi dengan baik, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya melakukan penanganan darurat sekaligus langkah-langkah lanjutan untuk meminimalkan risiko banjir dan memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
Adapun bantuan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir meliputi: beras, mi instan, sarden, air mineral, perlengkapan bayi (baby kits), pakaian anak (kidswear) dan selimut
Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa lokasi, yakni Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji, Desa Pangkalan Kecamatan Teluknaga, serta Posko Polsek Pakuhaji. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 8 Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Balaraja, Kamis (15/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, jajaran pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pendirian dan pembangunan MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang. Ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkarakter, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menegaskan bahwa peresmian MTs Negeri 8 ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan berbasis keagamaan, guna mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Pihaknya berharap keberadaan MTs Negeri 8 di Kecamatan Balaraja dapat semakin memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat sekitar serta menjadi pusat pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Kami berharap madrasah ini mampu mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Pihaknya pun mendorong pengelola madrasah untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, mutu tenaga pendidik, serta pengelolaan pendidikan agar MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi.
"Dengan diresmikannya MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap pemerataan layanan pendidikan semakin meningkat dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Balaraja dan sekitarnya," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id –Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, melakukan monitoring pelaksanaan Gerebek Posyandu dan menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan bergizi dan susu di Posyandu Tulip 5, Desa Jambe, Kecamatan Jambe, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita, Kamis (15/01/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan pelayanan dan pendampingan kesehatan masyarakat di tingkat desa bahkan sampai ke tingkat RT dan RW. Program Gerebek Posyandu ini menjadi langkah strategis multisektor untuk memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berjalan optimal serta memperkuat pencegahan stunting sejak usia dini. Pelaksanaan program ini juga semakin memperkuat layanan kesehatan bagi ibu dan anak.
“Melalui program Gerebek Posyandu, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh Posyandu aktif, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi multisektor antara pemerintah, kader Posyandu, masyarakat, akademisi dan swasta,” ujar Wabup Intan
Lanjut dia, program Gerebek Posyandu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara serentak dan berkala di seluruh Kabupaten Tangerang, sepanjang tahun 2026. Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurunkan angka stunting, serta menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
“Monitoring ini dilakukan secara bergiliran dan berkeliling ke seluruh Posyandu di wilayah Kabupaten Tangerang, baik yang dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Wakil Bupati, maupun yang diwakili oleh camat dan ketua TP PKK kecamatan masing-masing,” imbuhnya
Menurut dia, pelaksanaan program Gerebek Posyandu tidak hanya pelayanan fisik, namun juga diisi dengan edukasi kesehatan kepada para orang tua, ibu hamil dan kader Posyandu. Edukasi tersebut menekankan pentingnya pola asuh yang tepat, asupan gizi seimbang, serta upaya pencegahan stunting yang harus dimulai sejak masa kehamilan.
“Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi lengkap bagi bayi sebagai perlindungan dasar terhadap berbagai penyakit serta upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan melalui pemeriksaan kehamilan rutin dan persalinan yang aman,” tandasnya
Pelaksanaan Gerebek Posyandu Tulip 5, Desa Jambe Dalam menyasar 65 daduta (bawah dua tahun), 256 balita, dan 12 ibu hamil yang berada di lingkup sasaran pelayanannya. Seluruh sasaran mendapatkan pelayanan yang meliputi penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, serta konsultasi kesehatan. Kegiatan Gerebek Posyandu Tulip 5 ini juga turut dihadiri oleh Camat Jambe, Ketua TP PKK Kecamatan Jambe, Kepala Desa Jambe, Ketua TP PKK Desa Jambe, serta para kader Posyandu yang selama ini berperan aktif dalam mendampingi dan melayani masyarakat.
“Kehadiran kami dan para pemangku kepentingan lainnya ini menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan nasional dan daerah,” pungkasnya. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
