KOTA BOGOR, lensafokus.id — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor mematangkan seluruh persiapan sebagai salah satu tuan rumah ajang Pekan Olahraga Provinsi XV Jawa Barat (Porprov Jabar 2026).

Kota Hujan siap menyambut kedatangan sekitar 7.800 atlet dan official dari berbagai daerah di Jawa Barat. Tidak hanya sebagai tuan rumah, Kota Bogor juga menerjunkan lebih dari 500 atlet lokal untuk berlaga di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menyatakan bahwa secara garis besar kesiapan tempat pertandingan (venue) hingga penyusunan anggaran telah berjalan di jalur yang benar.

"Secara umum kami sudah siap menyambut para atlet dan official. Tinggal sentuhan akhir di beberapa titik," kata Anas di sela kegiatan Jumat Sehat di PWI Kota Bogor, Jumat (30/10/2026).

Anas menjelaskan, Kota Bogor bakal mempertandingkan total 28 cabang olahraga (cabor) yang terdiri dari 25 cabor utama dan 3 anak cabor.

Sebagian besar pertandingan akan dipusatkan di GOR Pajajaran, meliputi cabor Petanque, Panahan, Drumband, Panjat Tebing, Tarung Derajat, Judo.

Sementara itu, arena Gymnasium dialokasikan untuk beberapa pertandingan indoor lainnya.

Namun, untuk cabor yang membutuhkan bentang alam atau fasilitas khusus, lokasinya digeser ke luar Kota Bogor seperti gantole di Majalengka, paralayang di kawasan Puncak, menembak di Cimahi, dayung di Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

Kesiapan Kota Bogor turut diamini oleh tim Technical Delegate (TD) dari KONI Jawa Barat yang telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Selain kesiapan sarana, Kota Bogor juga mencatatkan prestasi dari segi tata kelola administrasi. Kota ini menjadi daerah tercepat yang merampungkan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Keolahragaan, SOP Keuangan, rencana anggaran biaya (RAB).

Mengenai aspek pendanaan, Anas mengungkapkan bahwa alokasi anggaran sempat mengalami penyesuaian dari komitmen awal Rp563 miliar menjadi Rp52 miliar. Penyesuaian ini sempat menyisakan kekurangan sebesar Rp8 miliar.

Melalui langkah efisiensi dan kolaborasi dengan berbagai pihak sponsor, kekuarangan tersebut berhasil ditekan secara signifikan hingga tersisa Rp2,8 miliar.

"Kami terus berhemat dan menggandeng sponsor supaya kekurangan ini bisa semakin kecil," ujar Anas.

Di sisi lain, dukungan dana operasional dan hibah tercatat mengalami peningkatan seperti hibah pakaian PBD cabor aik dari Rp500 juta menjadi di atas Rp1 miliar, anggaran kegiatan naik dari Rp1 miliar menjadi Rp3,8 miliar.

Terkait dengan adanya kendala akses di sekitar arena wall climbing (panjat tebing) dan jalur sungai Cisadane, Anas mengarahkan publik untuk tidak khawatir. Hal tersebut dipicu oleh proyek galian pemasangan trotoar yang saat ini masih berjalan.

Dispora memastikan seluruh perbaikan tanah, rumput, dan fasilitas pendukung yang terdampak akan tuntas sebelum peluit pertama pertandingan dibunyikan. (Zulfi kusuma)

BOGOR, lensafokus.id — EIGER meresmikan EIGER Nature di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai destinasi ekowisata yang memadukan petualangan, edukasi, dan pelestarian alam. Mengusung tema “Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia”.

EIGER Nature hadir untuk mempererat hubungan antara alam, budaya, dan manusia. Peresmian EIGER Nature turut dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi M.Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Berangkat dari perjalanan hampir empat dekade di dunia petualangan, EIGER meyakini bahwa alam bukan hanya tempat untuk dijelajahi, tetapi juga kehidupan yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Founder & Chairman EIGER Group, Ronny Lukito, menyampaikan bahwa pengembangan EIGER Nature merupakan bagian dari upaya EIGER untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia.

“Selama hampir empat dekade, alam Indonesia telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi perjalanan EIGER. Melalui EIGER Nature, kami ingin belajar memberikan kembali, dengan menjaga alam, merawat kehidupan, dan mengajak lebih banyak orang untuk menghargai kekayaan yang kita miliki. Sebab, warisan terbaik bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi alam yang tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujar Ronny, Selasa (27/10/26).

IMG 20261029 WA0000

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, mengapresiasi dedikasi tim EIGER Nature selama kurang lebih lima tahun dalam membangun dan mengembangkan destinasi ini. Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan, keselamatan wisatawan, dan pelestarian alam.

“Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Widiyanti.

Ia menambahkan bahwa investasi pariwisata berkualitas tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari manfaat ekonomi bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. EIGER Nature diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing wisata alam Indonesia.

Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa alam merupakan aset utama yang menjadi fondasi pengembangan EIGER Nature. Karena itu, destinasi ini tidak hanya mengajak pengunjung menikmati keindahan alam, tetapi juga membangun kepedulian untuk menjaganya.

“Aset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya. Kami juga berharap apa yang kami bangun di Megamendung ini dapat menjadi berkat bagi alam, budaya, dan manusia yang hidup di atasnya,” ujar Imanuel.

EIGER Nature akan mulai membuka kunjungan bagi publik secara bertahap pada 2 November 2026. EIGER Nature berharap kehadirannya dapat menghadirkan pengalaman petualangan bermakna sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam, budaya, dan Indonesia. (Zulfi Kusuma)

BOGOR, lensafokus.id — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor terus menyiapkan terobosan baru dalam penataan transportasi publik. Tidak hanya berfokus pada penguraian kemacetan, Dishub kini mulai menyentuh akar persoalan angkutan kota (angkot) konvensional yang terdampak era digitalisasi serta masalah kelebihan pasokan (over supply).

Langkah tersebut diwujudkan melalui penyusunan rancangan besar (grand design) transformasi angkutan umum yang lebih modern, ramah lingkungan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menyampaikan bahwa pengelolaan angkutan umum merupakan salah satu dari tiga pilar utama penataan transportasi di Kota Bogor. Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah banyaknya armada angkot konvensional yang sudah berusia di atas 20 tahun.

"Kondisi armada yang sudah uzur tidak hanya menurunkan kenyamanan penumpang, tetapi juga memicu ketidakefisienan operasional di jalan raya," ujar Sujatmiko, Selasa (27/10/2026).

Sebagai langkah solutif, Dishub akan menggalakkan program konversi dan rasionalisasi armada secara bertahap hingga akhir tahun. Peremajaan ini diarahkan untuk memenuhi standar pelayanan publik yang lebih tinggi, mulai dari penggunaan armada ramah lingkungan, pengintegrasian rute, fasilitas pembayaran nontunai (e-money), hingga penyediaan fasilitas ramah difabel.

Program modernisasi ini dirancang untuk memperkuat trayek pengumpan (feeder) dan koridor angkutan yang sudah ada. Skema ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara jumlah pasokan dan permintaan (supply and demand), sehingga keberlanjutan usaha para pemilik angkot tetap terjaga sembari memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Dukungan terhadap langkah inovatif ini juga datang dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Ana Ismawati. Ia menilai bahwa keterbukaan dan inovasi digital menjadi kunci penting dalam membenahi sistem transportasi perkotaan.

"Dengan sistem pembayaran digital dan fasilitas yang inklusif, transportasi publik di Kota Bogor diharapkan dapat bertransformasi total menjadi moda transportasi pilihan utama yang modern, aman, dan nyaman," kata Ana. (Zulfi Kusuma)

Bogor, lensafokus.id — Pemerintah Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, terus melakukan pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas desa melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu) Akselerasi Kabupaten Bogor. Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi rehabilitasi kantor desa, pembangunan Dayeuh Pajajaran, serta pengaspalan jalan lingkungan sebagai penunjang akses menuju kawasan tersebut.

Kepala Desa Sukanegara, H. Ahmad Yani, S.Pd., menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi wilayah desa.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah rehabilitasi kantor Desa Sukanegara dengan volume pekerjaan 16 meter x 6 meter. Kegiatan ini bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Akselerasi dengan nilai anggaran sebesar Rp362.120.000.

IMG 20261026 WA0015

Rehabilitasi kantor desa diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan lingkungan kerja aparatur desa sehingga pelayanan administrasi dan kebutuhan masyarakat dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

Selain rehabilitasi kantor desa, Pemerintah Desa Sukanegara juga melaksanakan pembangunan Dayeuh Pajajaran yang berlokasi di Kampung Dayeuh, RW 03, dengan nilai anggaran sebesar Rp300.000.000.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya penataan dan pengembangan kawasan desa. Keberadaan Dayeuh Pajajaran diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan potensi lokal di wilayah Desa Sukanegara.

Untuk menunjang aksesibilitas menuju kawasan Dayeuh Pajajaran, pemerintah desa juga merealisasikan kegiatan pengaspalan jalan lingkungan dengan panjang 200 meter, lebar 2,2 meter, dan ketebalan 0,04 meter atau 4 sentimeter. Pekerjaan tersebut didanai melalui Bankeu Akselerasi dengan nilai anggaran sebesar Rp136.850.000.

IMG 20261026 WA0028

Peningkatan kualitas jalan lingkungan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar akses menuju kawasan pembangunan, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jalan tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Saat di konfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa (27/10/2026). Ahmad Yani menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Bogor beserta Wakil Bupati Bogor atas realisasi program Bantuan Keuangan Akselerasi yang dialokasikan untuk desa-desa di Kabupaten Bogor.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor dan Bapak Wakil Bupati Bogor yang telah merealisasikan program Bantuan Keuangan Akselerasi bagi desa-desa di Kabupaten Bogor. Program ini sangat bermanfaat karena hasil pembangunannya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.” Ucapnya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut menjadi dukungan bagi pemerintah desa untuk terus melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dan prioritas di wilayah masing-masing.

“Kami berharap program Bantuan Keuangan Akselerasi ini dapat terus berlanjut sehingga pembangunan di desa semakin merata. Kami di Pemerintah Desa Sukanegara berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan pembangunan dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Seluruh kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama masyarakat Desa Sukanegara. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan partisipasi warga dalam mendukung pembangunan di lingkungan desa. (Asp)

JAKARTA, lensafokus.id — Idachi Fitness resmi dibuka di kawasan Jembatan Lima, Jakarta Barat, Minggu (25/10/2026). Peresmian pusat kebugaran tersebut berlangsung meriah, diawali atraksi barongsai dan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita oleh pemilik Idachi Fitness, Liong Kong Sui.

Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, mulai dari purnawirawan TNI, personel TNI-Polri, tokoh masyarakat, pengurus organisasi, pengusaha, hingga para ketua perkumpulan dari wilayah Jabodetabek.

Atraksi dua barongsai berwarna merah dan emas menjadi pembuka acara. Diiringi tabuhan tambur, pertunjukan tersebut menarik perhatian para tamu undangan sekaligus menjadi simbol harapan akan keberuntungan, kemajuan, dan keberhasilan usaha yang baru diresmikan.

IMG 20261026 WA0008

Suasana semakin semarak saat Liong Kong Sui melakukan pemotongan pita sebagai tanda dibukanya Idachi Fitness untuk masyarakat umum. Prosesi tersebut disaksikan para tamu undangan yang hadir dalam kegiatan peresmian.

Beberapa tokoh yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mantan Menteri Agama RI dan mantan Wakil Panglima TNI; Mayjen TNI (Purn) Fachrizal; serta sejumlah perwira TNI dan Polri.

Turut hadir Kolonel Laut Heru Priyantara, Kolonel Laut Iswantono, Kolonel CBA M. Risal, Kolonel Laut Muddan, Kolonel Laut (Purn) Budi Iswantono, Kolonel Laut (Purn) Wawan, Mayor Inf Endik, Mayor Inf Tubagus Abdul Karim yang disebut sebagai Danramil Jakarta Barat, serta Serka Inf Syarif Hidayat yang disebut sebagai Babinsa Jakarta Barat.

Dari unsur kepolisian, hadir AKP Sudargo, Wakapolsek Tambora, beserta jajaran Polsek Tambora.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Umum PTK Indonesia Yordanus dan Ketua Dewan Pengawas PTK Indonesia Tjhai Leonardi, bersama jajaran pengurus dan anggota organisasi tersebut. Sejumlah ketua perkumpulan se-Jabodetabek, tokoh masyarakat, pengusaha, serta kerabat pemilik Idachi Fitness turut menghadiri acara.

Kehadiran para undangan dari berbagai latar belakang menjadi bagian dari momentum silaturahmi sekaligus dukungan terhadap hadirnya fasilitas kebugaran baru di Jakarta Barat.

Dalam sambutannya, Liong Kong Sui menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam peresmian Idachi Fitness.

Ia menilai dukungan dari keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur organisasi menjadi motivasi bagi pengelola untuk mengembangkan usaha dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diawali dengan tarian barongsai yang membawa berkah, hari ini dengan penuh rasa syukur saya sendiri melakukan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya Idachi Fitness,” ujar Liong Kong Sui.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Mayjen TNI (Purn) Fachrizal, jajaran TNI-Polri, pengurus PTK Indonesia, para ketua perkumpulan se-Jabodetabek, serta seluruh tamu undangan yang menghadiri acara tersebut.

“Kehadiran Bapak/Ibu sekalian adalah kehormatan, energi dan motivasi terbesar bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Idachi Fitness diperkenalkan sebagai pusat kebugaran dengan konsep modern yang menyediakan peralatan latihan, instruktur, serta lingkungan berolahraga yang dirancang untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan aktivitas fisik, dan membangun pola hidup sehat.

Selain menjadi tempat berolahraga, Idachi Fitness juga diharapkan dapat menjadi ruang interaksi sosial yang positif bagi para anggotanya melalui kegiatan kebugaran dan komunitas.

Rangkaian acara peresmian ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, makan bersama, serta sesi foto dengan para tamu kehormatan. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Universitas Tangerang Raya (UNTARA) mulai menjajaki pengembangan kajian ilmiah mengenai konsep Bank Air melalui kerja sama dengan Sudirman Indra, penggagas sekaligus penggiat Bank Air.

Kerja sama tersebut diumumkan dan ditandatangani langsung oleh Rektor UNTARA, Prof. Ir. H. Mohammad Mardiyana, M.M., Ph.D., D.B.A., di tengah prosesi Wisuda ke-7 UNTARA.

Penandatanganan perjanjian itu menjadi langkah awal pengembangan dan pendalaman kajian riset serta jurnal Bank Air, guna mendorong konsep pengelolaan air tanah berbasis kearifan lokal agar dapat dikaji secara akademis dan ilmiah.

Sudirman Indra menjelaskan, Bank Air merupakan sistem atau konsep pengelolaan air tanah yang mengedepankan prinsip menyerap, menyimpan, dan mengembalikan cadangan air ke dalam tanah.

IMG 20261107 WA0023

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam menjaga ketersediaan cadangan air tanah sekaligus mendukung upaya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Prof. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., MEI, serta Effendi Nurifansyah selaku Ketua Komite Tetap Pengembangan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Kadin Pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Sudirman Indra juga menyerahkan buku berjudul Bank Air dan Tol Air di Bawah Sungai kepada Prof. Budi Djatmiko.

Kerja sama antara UNTARA dan penggagas Bank Air ini diharapkan dapat membuka ruang penelitian, pengembangan gagasan, serta penyusunan publikasi ilmiah terkait pengelolaan air tanah. Dengan pendalaman melalui riset perguruan tinggi, konsep Bank Air diharapkan dapat dikaji lebih komprehensif dari sisi ilmiah maupun potensi penerapannya di masyarakat. (Asp)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Hasil pelatihan keterampilan yang diberikan pemerintah daerah mulai diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat. Alumni pelatihan pangkas rambut binaan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang berkolaborasi dengan AirNav Indonesia menggelar kegiatan cukur rambut gratis bagi sekitar 60 santri Pondok Pesantren Al-Hasyimiyah, Kecamatan Neglasari, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan sosial yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tersebut berlangsung di Ponpes Al-Hasyimiyah, Jalan Pembangunan 3, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Sebanyak enam barber diterjunkan untuk memberikan layanan pangkas rambut kepada para santri.

Aksi ini dimotori Ahmadin, salah satu alumni pelatihan Dinsos Kota Tangerang, bersama wadah Pangkas Rambut binaan Dinsos. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan keterampilan yang diperoleh melalui program pelatihan pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

PIC kegiatan sekaligus alumni pelatihan Dinsos Kota Tangerang, Ahmadin, mengatakan kegiatan itu lahir dari keinginan para alumni untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi sosial.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan antusiasme santri sangat tinggi. Ini bukti nyata hasil pelatihan dari Dinsos Kota Tangerang bisa memberi dampak nyata. Langkah ini menjadi awal bagi kami para alumni untuk terus berkembang dan mandiri secara ekonomi," ujar Ahmadin.

Kolaborasi tersebut turut mendapat dukungan AirNav Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan BUMN yang beroperasi di sekitar wilayah pesantren itu tidak hanya mendukung pelaksanaan kegiatan sosial, tetapi juga berencana membantu pengembangan usaha para alumni.

Perwakilan TJSL AirNav Indonesia, Hasanudin, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memfasilitasi sarana penunjang berupa box container barber sebagai wadah usaha bagi alumni binaan Dinsos Kota Tangerang.

Selain itu, AirNav Indonesia juga menyiapkan rencana pelatihan keterampilan mencukur bagi para santri. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang lahirnya santripreneur yang memiliki keterampilan dan mampu mandiri secara ekonomi.

Pimpinan Ponpes Al-Hasyimiyah, H. Saeful Bahri, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, layanan cukur gratis sangat membantu kebutuhan para santri sekaligus meringankan biaya yang biasanya dikeluarkan untuk menggunakan jasa tukang cukur.

"Program cukur gratis ini luar biasa dan sangat kami apresiasi. Kegiatan ini sangat membantu operasional santri yang biasanya harus memanggil tukang cukur berbayar. Kami juga sangat menyambut baik rencana pelatihan mencukur bagi pengurus dan santri di masa mendatang sebagai bekal keterampilan praktis saat terjun ke masyarakat," kata Saeful. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang resmi menggelar acara pengukuhan pengurus yang dirangkaikan dengan kegiatan jalan sehat massal dan peluncuran mobil ambulans gratis pada Sabtu (7/11/2026). Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting bagi PKB untuk mengokohkan komitmennya hadir langsung di tengah-tengah masyarakat.

Wakil Ketua Umum DPP PKB, Muhammad Rano Alfath, S.H., M.H., hadir langsung dalam acara tersebut. Dalam arahannya, Rano menegaskan bahwa peluncuran ambulans ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PKB untuk menghadirkan program yang berdampak nyata bagi rakyat.

"Kita targetnya setiap kecamatan ada satu ambulans dari PKB. Ini salah satu perintah dari Ketua Umum untuk bikin program nyata, dan ambulans adalah salah satu pelayanan yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Rano Alfath saat memberikan pesan kepada para kader.

Ia juga menambahkan bahwa konsolidasi hari ini menjadi langkah awal partai dalam menyongsong agenda politik ke depan. "Dengan adanya jalan sehat, launching ambulans, dan pengukuhan DPC ini, kita sudah mulai memanaskan mesin untuk pembenahan di 2027. PKB hari ini programnya adalah hadir dan berkhidmat bersama masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang, Ustur Ubadi, menjelaskan bahwa pengadaan ambulans ini akan dilakukan secara bertahap hingga menyentuh seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

"Hari ini adalah bagian dari rangkaian pengukuhan partai PKB Kabupaten Tangerang. Di antaranya jalan sehat dan launching ambulans. Memang target kita adalah 29 kecamatan, tetapi hari ini baru siap 19 unit mobil ambulans. Insyaallah sisanya segera menyusul agar bisa membersamai masyarakat Kabupaten Tangerang. Melalui jalan sehat ini, kami juga ingin mengampanyekan gaya hidup sehat kepada warga," tutur Ustur Ubadi.

Selain peluncuran ambulans, kemeriahan acara semakin memuncak dengan adanya pembagian berbagai hadiah doorprize menarik, mulai dari peralatan rumah tangga, sepeda, unit sepeda motor, hingga hadiah utama paket ibadah umroh gratis untuk 4 orang pemenang.

Suasana haru sempat menyelimuti panggung utama saat pengundian hadiah utama umroh dibacakan. Keajaiban menimpa sepasang suami istri asal Kecamatan Sepatan yang mendapatkan rezeki tak terduga melalui dua kupon yang ditarik secara acak.

Awalnya, nomor kupon milik Ahmad Sukiro dibacakan sebagai pemenang paket umroh. Tak berselang lama, nomor kupon yang dipegang oleh anak perempuannya, Zaiyan Hanifatul Sana, juga keluar sebagai pemenang umroh. Atas kesepakatan keluarga, dua jatah umroh tersebut akhirnya diberikan kepada Ahmad Sukiro dan sang istri, Ibu Juhaeriyah, sehingga keduanya bisa berangkat bersama-sama ke tanah suci.

Sambil menahan tangis bahagia, Ahmad Sukiro menceritakan bahwa hadiah ini merupakan buah dari konsistensi doa malam yang ia panjatkan bersama istrinya.

"Alhamdulillah, ini rezeki yang selama ini saya doakan setiap malam bersama istri saya. Saya sangat berterima kasih kepada partai PKB, khususnya kepada Bapak Rano Alfath dan Bapak Ustur Ubadi yang sudah menyelenggarakan acara ini, sehingga saya bisa mendapatkan undian umroh yang selama ini kami impikan. Semoga partai PKB jaya selalu," ucap Ahmad Sukiro dengan nada bergetar.

Acara pengukuhan dan jalan sehat ini sukses mengumpulkan ribuan kader dan simpatisan, sekaligus menegaskan kesiapan DPC PKB Kabupaten Tangerang dalam memperkuat kerja-kerja kemanusiaan dan politik di wilayah Tangerang. (Mala)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama petugas gabungan TNI-Polri menertibkan sejumlah bangunan liar yang berdiri di sepanjang Jalan Arya Kemuning, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Jumat (6/11/2026).

Penertiban tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi fasilitas umum, khususnya trotoar, agar dapat digunakan kembali sebagaimana mestinya sebagai jalur bagi pejalan kaki.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, mengatakan bahwa langkah penertiban dilakukan karena sejumlah bangunan telah memanfaatkan trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.

“Kami mengambil langkah tegas menertibkan sejumlah bangunan liar yang selama ini menyalahgunakan trotoar. Kemarin, kami juga menerjunkan alat berat untuk membongkar langsung bangunan liar tersebut,” ujar Teguh, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, penertiban tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Menurut Teguh, sebelum pembongkaran dilakukan, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi secara berkala serta menyampaikan imbauan kepada pemilik bangunan agar melakukan pembongkaran secara mandiri.

Namun, karena masih terdapat sejumlah bangunan yang belum dibongkar, petugas akhirnya melakukan penertiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sebelum dibongkar, kami sudah melakukan sosialisasi berkala, namun karena ada sejumlah bangunan yang belum dibongkar, kami terpaksa membongkarnya saat itu juga sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tambahnya.

Pemkot Tangerang berharap penertiban tersebut dapat mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki sehingga tercipta lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk ikut menjaga dan memanfaatkan fasilitas umum sesuai peruntukannya demi menciptakan ketenteraman serta ketertiban di lingkungan masing-masing. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah melepas Kontingen Festival Olahraga Masyarakat (FORPROV) II Banten Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Gedung Graha Pemuda, Jumat (06/11/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan yang juga Ketua KORMI Kab. Tangerang menekankan kepada seluruh anggota kontingen FORPROV agar terus menjaga semangat kebersamaan, keberanian dan mental dalam setiap pertandingan serta tidak menyia-nyiakan pengorbanan yang telah dilakukan

"Bukan piala biasa yang akan kita bawa pulang, tapi bukti nyata dari keringat, latihan keras, dan mental baja anak-anak kita. Ini membuktikan bahwa tradisi bangsa, semangat kebersamaan, dan daya juang orang Kabupaten Tangerang itu tidak ada tandingannya," tegas Wabup Intan

Menurut dia, olahraga rekreasi dan olahraga tradisional ini punya kekuatan magis yang bisa menyatukan masyarakat tanpa sekat. Tua, muda, anak-anak, semua lebur jadi satu, ketawa bersama, bergerak bersama, sehat bersama. Peran KORMI bersama pemerintah daerah terus memastikan masyarakat bukan hanya hidup, tapi benar-benar menikmati hidup dengan sehat dan gembira.

"Daerah yang maju itu bukan hanya dilihat dari gedung-gedungnya yang tinggi, atau jalan-jalannya yang lebar. Tapi dilihat dari seberapa ceria warganya, seberapa bugar tubuhnya, dan seberapa kuat jiwa sportivitasnya," tandasnya

Wabup Intan juga berpesar agar para atlet, pelatih dan ofisial untuk berani berjuang dan menjunjung tinggi sportivitas serta mampu bersikap ksatria dalam setiap pertandingan

"Berikan yang terbaik. Tunjukkan kalau latihan berbulan-bulan itu tidak ada yang sia-sia. Kedua, junjung tinggi sportivitas. Menang itu bonus, tapi kehormatan dan sikap saling menghargai antar sesama itu adalah segalanya," serunya

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk para pelatih, orang tua, panitia, dan seluruh pihak yang tidak pernah lelah mendukung dunia olahraga rekreasi di Kabupaten Tangerang.

Ketua Kontingen FORPROV II Banten Kabupaten Tangerang, Untung Saputra melaporkan bahwa FORPROV II Banten tahun 2026 akan dilaksanakan di Kota Tangerang, pada tanggal 7-10 November 2026. Kabupaten Tangerang mengirimkan total sebanyak 448 orang pada ajang tersebut

"Kontingen Kabupaten Tangerang total berjumlah 448 orang, dengan rincian: 356 orang atlet dari 31 cabang olahraga, pelatih 62 orang, kemudian pengurus dan panitia monitoring dan evaluasi sebanyak 30 orang," ungkap Untung

Lanjut dia, kontingen Kabupaten Tangerang telah siap berjuang maksimal dan bertekad mempersembahkan yang terbaik untuk

Seluruh atlet dan pengurus yang tergabung dalam kontingen Kabupaten Tangerang telah melalui proses persiapan yang matang, penuh disiplin, serta kerja keras tanpa batas.

"Dengan moto, datang, bertanding dan menang. Kami bertekad untuk tidak sekadar hadir melawan tetapi membawa pulang medali emas sebanyak-banyaknya," ujarnya. (Red)

BOGOR – Geliat bisnis properti di Indonesia mulai bangkit. Sejumlah proyek pembangunan infrastuktur yang dibangun pemerintah, rupanya memicu semangat investasi di bidang ini. Seperti PT Summarecon Agung Tbk melalui Summarecon Bogor yang belum lama ini sukses membukukan penjualan total 486 unit rumah dan kaveling bangun mandiri hanya dalam waktu dua hari. 
Kehadiran Summarecon Bogor rupanya mendapat respons baik dari masyarakat, tercatat hampir 1.300 calon konsumen melakukan pendaftaran untuk membeli rumah atau kaveling bangun mandiri di dua cluster tersebut. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp1.5 miliar hingga Rp15 miliar. Total nilai penjualan dua cluster ini tercatat senilai Rp1.5 triliun lebih.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Summarecon, Sharif Benyamin. Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap produk Summarecon Bogor, karena didukung nama Summarecon, dan lantaran produk Summarecon Bogor yang bersifat limited edition.
“Limited Edition dikarenakan penyiapan lahan membutuhkan waktu cukup lama dan saleable-nya yang sangat rendah, hal ini membuat jumlah produk Summarecon Bogor sangat terbatas dan hanya bisa dirilis satu sampai dua kali dalam satu tahun,” ujar Sharif Benyamin melalui keterangan resminya, kemarin. 
Sharif juga mengatakan, minat masyarakat juga semakin tinggi dengan beragam keistimewaan yang dimiliki Summarecon Bogor. “Seperti lokasinya yang bersisian langsung dengan Kota Bogor, memiliki akses tol langsung melalui pintu tol Bogor Selatan, dan juga berada di ketinggian 300 - 500 meter di atas permukaan laut,” jelasnya.  
Kawasan ini memang menjadi favorit, lantaran memiliki pemandangan empat gunung yang sangat indah (Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Salak, Gunung Pancar), pemandangan lapangan golf Gunung Geulis (36 holes) dan juga pemandangan City View. “Kami berbahagia sekali dan sangat bersyukur, kerja keras kami selama ini membuahkan hasil yang sangat membanggakan,” kata Sharif.
Presiden Direktur Summarecon Adrianto P. Adhi menambahkan, dengan hasil penjualan yang sangat baik di Summarecon Bogor, menambah keyakinan dan rasa optimistis bahwa target marketing sales pihaknya di tahun ini dapat tercapai. Hal ini pun menjadi bukti bahwa industri properti tanah air mulai bangkit meskipun di masa pandemi. “Kami berharap melalui pencapaian ini akan memberikan sentimen positif dan penyemangat bagi pertumbuhan industri properti Indonesia,” tandas Adrianto.
Sekilas tentang PT Summarecon Agung Tbk, Summarecon adalah salah satu perusahaan properti terkemuka di Indonesia, yang telah berdiri sejak tahun 1975. Summarecon mengembangkan Kelapa Gading yang kini lebih dikenal menjadi Summarecon Kelapa Gading. Summarecon berhasil mengembangkan kawasan Kelapa Gading menjadi kota terpadu modern seluas 550 ha dan menjadi tempat tinggal yang diminati masyarakat kelas menengah dan menengah ke atas. 
Setelah sukses dengan Summarecon Kelapa Gading, Summarecon mengembangkan kawasan kota terpadu Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Mutiara Makassar dan Summarecon Bogor. Seluruh kawasan yang dikembangkan terintegrasi dengan area komersial, pusat perbelanjaan, dan fasilitas sosial lainnya seperti sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, dan taman. (red)

TANGERANG - Alfamart ingin lebih memberikan kontribusinya pada masyarakat, bukan hanya untuk menyediakan kebutuhan masyarakat sehari-hari, tapi juga memajukan industri kecil menengah. 

TANGERANG - Keseriusan Ciputra Group dalam mendukung program pemerintah dalam hal penyediaan hunian berkualitas dengan segala kelengkapan fasilitasnya terjawab dengan hadirnya kota baru terpadu Citra Maja Raya.

Proyek Citra Maja Raya yang merupakan proyek Joint Operation antara PT. Ciputra Residence, PT. Hanson International Tbk, dan PT Putra Asih Laksana, dimulai pembangunannya sejak 2015 dan telah menunjukkan progress yang significant hingga saat ini. 

TANGERANG - Kebutuhan seseorang akan makanan tidak akan pernah habis, sehingga makanan selalu menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha. Setiap bisnis makanan membawa konsep kuliner yang berbeda-beda. Salah satu konsep yang cukup potensial untuk bisnis kuliner adalah catering.

TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang melepas Tim Sepak Bola Desa Kadu Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang di Pekan Olahraga Desa Pordes (Pordes), pelepasan dilaksanakan di Kopimorning bagian umum setda Kabupaten Tangerang, Selasa (19/11/2019).

TANGERANG, lensafokus.id - Kontingen Senam Provinsi Banten cabang Senam Pencegahan Osteoporosis, kembali meraih medali emas di ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) V tahun 2019, yang diadakan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (19/11/2019). 

TANGERANG, lensafokus.id - Bertepatan dengan peringatan hari Sumpah pemuda Kadisporabudpar Kabupaten Tangerang bersama Camat Mekar Baru resmi membuka acara pekan olahraga kecamatan mekar baru, Selasa (29/10/2019). 

TANGERANG, lensafokus.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang meraih empat medali di hari pertama perhelatan Pekan Olahraga Wartawan Banten (Porwaban) 2019, Kamis (24/10/2019).

TANGERANG, lensafokus.id - Jelang pertandingan eksibisi Porwaban 2019, tim futsal SIWO PWI Kabupaten Tangerang rutin melakukan pertandingan futsal persahabatan dengan tim futsal ternama.

PAKUHAJI - Pemerintah Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang melalui Bidang Pembinaan Masyarakat melaksanakan Kegiatan Pembinaan bagi generasi muda dalam pencegahan Bahaya Narkoba, HIV dan AIDS, bertempat di Aula Kantor Desa Laksana.

TANGERANG - Aktivis Kesehatan Kabupaten Tangerang meminta agar Bupati Tangerang tebitkan Peraturan Bupati Tentang Pencegahan Tuborculosis atau sering disebut TBC, karena penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis dinilai sudah menghawatirkan, Selasa (25/6/2019).

JAKARTA - Diabetes melitus dianggap sebagai penyakit yang hanya bisa diidap orang dewasa. Namun, itu tak sepenuhnya benar, sebab penyakit menular satu ini tak mengenal usia, termasuk usia anak-anak.

TANGERANG-Ribuan orang berkumpul di depan panggung acara Anniversary 9th Brigade Barisan King Serpong (BBKS) di Lapangan Malibu, BSD, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu, (9/9/2018).

TANGERANG-Jalan-jalan ke kawasan Graha Raya, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jangan lupa mampir ke Bakmi Jowo Bu Citro Solo yang terletak di Ruko Fortune.

TANGERANG, lensafokus.id – Praktik intervensi politik dalam penempatan jabatan strategis pemerintahan menjadi persoalan serius yang patut mendapat perhatian publik. Ketika kompetensi, prestasi, dan integritas tidak lagi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jenjang karier, negara berisiko kehilangan kepercayaan terhadap sistem profesionalisme yang selama ini dibangun.

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: masihkah kemampuan dan prestasi menjadi ukuran keberhasilan seseorang, atau justru kedekatan dengan kekuasaan politik yang kini lebih menentukan masa depan karier?

Sudirman Indra, Penemu Bank Air, menilai bahwa kondisi tersebut berpotensi merusak tatanan profesionalisme, terutama di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), akademisi, peneliti, serta kalangan ilmuwan.

Menurutnya, sistem merit yang seharusnya menjadi landasan dalam pengembangan karier dan promosi jabatan berpotensi kehilangan makna apabila keputusan lebih banyak dipengaruhi kepentingan politik dan kedekatan personal.

Penempatan jabatan yang tidak mengedepankan kompetensi menjadi ancaman bagi terciptanya birokrasi yang profesional. Mereka yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan prestasi justru berisiko tersisih apabila tidak mempunyai kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.

Padahal, jabatan publik bukanlah hadiah politik, melainkan amanah yang harus diberikan kepada individu berdasarkan kapasitas, integritas, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab.

Jika praktik semacam ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik ikut mengalami kemunduran.

Negara membutuhkan tenaga profesional dan ilmuwan yang bekerja berdasarkan keahlian, bukan individu yang hanya mengandalkan loyalitas kepada kepentingan kelompok tertentu.

Dampak yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya sikap apatis di kalangan akademisi, peneliti, dan generasi muda yang sedang membangun karier profesional.

Kerja keras melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan publikasi ilmiah seolah kehilangan arti apabila hasil dan kompetensi tidak menjadi pertimbangan dalam menentukan kesempatan maupun posisi strategis.

Muncul pertanyaan kritis yang patut direnungkan bersama: Untuk apa belajar sungguh-sungguh, melakukan penelitian, menghasilkan inovasi, dan bekerja dengan benar jika pada akhirnya kepentingan politik lebih menentukan?

Kondisi tersebut berpotensi melahirkan budaya pragmatisme dan oportunisme. Generasi muda bisa kehilangan motivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan karena merasa bahwa prestasi bukan lagi jaminan memperoleh kesempatan yang adil.

Apabila kepercayaan terhadap sistem profesionalisme terus melemah, negara bukan hanya kehilangan sumber daya manusia berkualitas, tetapi juga berisiko kehilangan generasi yang memiliki semangat membangun melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.

Persoalan ini tidak hanya menyangkut karier individu, tetapi juga menyentuh kepentingan yang lebih besar, yakni masa depan bangsa dan ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penempatan pejabat pada posisi strategis, termasuk sektor yang berkaitan dengan keamanan, pertahanan, dan tata kelola negara, harus mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, integritas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepentingan politik yang terlalu dominan dalam pengambilan keputusan strategis dapat menimbulkan persoalan serius, terutama apabila mengesampingkan profesionalisme dan mekanisme pengawasan.

Cinta Tanah Air tidak cukup diwujudkan melalui pidato, slogan, ataupun simbol kebangsaan. Nasionalisme harus tercermin melalui keadilan, integritas, tanggung jawab, dan keberanian menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Pemerintahan yang kuat tidak dibangun melalui kedekatan politik semata, melainkan melalui sistem yang memberikan ruang kepada orang-orang terbaik untuk mengabdi.

Karena itu, penerapan sistem merit harus benar-benar dijalankan secara konsisten. Proses promosi, mutasi, dan pengisian jabatan harus berlangsung transparan, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Negara juga perlu memberikan perlindungan terhadap independensi akademisi, peneliti, dan ilmuwan agar mereka dapat terus berkarya tanpa dibayangi kepentingan politik.

Jangan sampai negara berubah menjadi panggung sandiwara, ketika mereka yang memiliki kemampuan hanya menjadi penonton, sementara jabatan dan kesempatan justru diperebutkan melalui kekuatan politik.

Negara ini membutuhkan orang-orang yang mampu bekerja, berpikir, berinovasi, dan mengabdi, bukan sekadar mereka yang pandai membangun kedekatan dengan kekuasaan.

Sebab, ketika ilmu pengetahuan dikalahkan oleh kepentingan politik dan profesionalisme dikorbankan demi loyalitas, yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan karier seseorang, melainkan masa depan bangsa. (Red)

Pemerintahan daerah (Pemda), baik di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten, merupakan penyelenggara pemerintahan yang memiliki kewenangan otonom di wilayahnya masing-masing. Di tingkat provinsi dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur, di tingkat kota oleh wali kota dan wakil wali kota, serta di tingkat kabupaten oleh bupati dan wakil bupati.

Pasangan kepala daerah dan wakilnya merupakan satu paket kepemimpinan yang dipilih secara demokratis melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dengan dukungan partai politik pengusung, untuk masa jabatan lima tahun. Idealnya, pasangan ini berjalan seiring, saling melengkapi, dan bahu-membahu menjalankan amanah rakyat.

Namun, pertanyaan klasik yang kerap muncul adalah: bagaimana sesungguhnya pembagian peran antara kepala daerah dan wakilnya dalam penyelenggaraan pemerintahan?

Secara normatif, tugas kepala daerah meliputi memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang ditetapkan bersama DPRD, menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, serta menjalankan kewenangan lain sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara itu, wakil kepala daerah berperan sebagai perpanjangan tangan kepala daerah, membantu pelaksanaan tugas pemerintahan, memberikan saran dan pertimbangan, mewakili kepala daerah ketika berhalangan, serta melaporkan secara berkala jalannya roda pemerintahan.

Realitas politik menunjukkan bahwa keharmonisan kepala daerah dan wakilnya sering kali tidak bertahan lama. Di berbagai daerah, friksi bahkan keretakan hubungan kerap terjadi meski usia kepemimpinan masih seumur jagung. Fenomena yang populer disebut “pisah ranjang” atau pecah kongsi ini bukan lagi cerita baru dalam dinamika pemerintahan daerah di Indonesia.

Tak jarang, pihak yang memilih mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir adalah wakil kepala daerah. Alasannya beragam, mulai dari perbedaan pandangan dan prinsip, ketidakharmonisan komunikasi, hingga kepentingan politik untuk maju pada kontestasi Pilkada berikutnya. Friksi ini ada yang muncul secara terbuka, namun tidak sedikit pula yang menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.

Sejarah mencatat sejumlah contoh kasus pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya. Publik tentu masih ingat pasangan Bupati Garut periode 2009–2014, Aceng Fikri dan Dicky Chandra. Pada 2011, Dicky Chandra mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Garut dengan alasan perbedaan prinsip dan pandangan dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Di Surabaya, Bambang DH yang mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini periode 2010–2015, juga mengundurkan diri pada Februari 2011. Kasus serupa terjadi di Indramayu, ketika Wakil Bupati Lucky Hakim memilih mundur pada 2023 dengan alasan merasa gagal mengemban amanah rakyat.

Pada level provinsi, publik DKI Jakarta pernah dikejutkan dengan pengunduran diri Wakil Gubernur Priyanto yang mendampingi Fauzi Bowo periode 2007–2012. Saat itu beredar rumor bahwa pengunduran diri tersebut dipicu oleh ketidakcocokan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Di Provinsi Banten, nama Rano Karno atau yang akrab disapa Bang Doel juga tercatat pernah mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Tangerang pada 2011, saat mendampingi Bupati Ismet Iskandar periode 2008–2013. Namun, pengunduran diri Rano Karno bukan disebabkan konflik internal, melainkan karena ia memenangkan Pilkada Banten dan terpilih sebagai Wakil Gubernur mendampingi Ratu Atut Chosiyah.

Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahkan menunjukkan fenomena ini sangat masif. Juru Bicara Kemendagri saat itu, Reydonnyzar Moenoek, menyebutkan bahwa dari 244 Pilkada pada 2010 dan 67 Pilkada pada 2011, hampir 94 persen pasangan kepala daerah pecah kongsi. “Kemesraannya cepat berlalu,” ujarnya sebagaimana dikutip DetikNews. Fenomena tersebut diyakini masih relevan hingga kini.

Banyak faktor yang melatarbelakangi pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya. Salah satu penyebab utama adalah praktik “kawin paksa” politik oleh partai koalisi, di mana pasangan calon disatukan bukan atas dasar kesamaan visi dan misi, melainkan sekadar kompromi elektoral.

Di permukaan, konflik ini kerap tidak terlihat. Namun dalam praktik pemerintahan, ketidakharmonisan dapat dirasakan melalui sikap saling menahan peran, manuver politik diam-diam, hingga minimnya koordinasi. Tidak jarang pula kepala daerah dinilai tidak memberikan ruang dan fungsi yang jelas kepada wakilnya.

Jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya akan merembet ke jajaran birokrasi di bawahnya. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berpotensi terpolarisasi, muncul blok-blokan kepentingan, pengelompokan loyalitas, hingga praktik like and dislike. Pada akhirnya, yang paling dirugikan adalah masyarakat.

Memang, kepala daerah memiliki kewenangan yang sering disebut sebagai “hak prerogatif”, termasuk dalam melakukan mutasi pejabat. Namun perlu ditegaskan bahwa kewenangan tersebut bukan prerogatif mutlak seperti kepala negara. Kewenangan itu bersifat atribusi dan tetap harus mengikuti mekanisme serta persetujuan instansi terkait, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014.

Di tengah maraknya fenomena pecah kongsi, duet kepemimpinan Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Memasuki satu tahun kepemimpinan periode 2025–2030, pasangan ini dinilai tetap solid, kompak, dan saling mengisi.

Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis, 19 Februari 2025, hingga saat ini, tidak terdengar adanya friksi berarti di antara keduanya. Tokoh senior Golkar Tangerang, Aviffudin Alwis, menegaskan bahwa hubungan kerja antara Sachrudin dan Maryono berjalan dengan baik.

“Komunikasi mereka tetap terjalin dengan baik dan saling mengisi tugas serta fungsi masing-masing,” ujar Aviffudin Alwis, Sekretaris Jenderal Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar.

Menurut Aviffudin, Golkar sebagai partai pengusung utama Sachrudin secara berkala melakukan evaluasi, termasuk memantau komunikasi dan keharmonisan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota. “Ini bagian dari tanggung jawab politik kami,” tambahnya.

Penilaian positif juga datang dari masyarakat. Eddy Salman, warga Cimone, menilai kepemimpinan Sachrudin–Maryono selama setahun terakhir cukup solid. “Saya melihat pembagian tugasnya jelas, arah pembangunan juga kelihatan, dan program unggulannya mulai dirasakan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Sachrudin merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, sementara Maryono Hasan diusung oleh PDI Perjuangan. Perbedaan latar belakang partai tersebut sejauh ini tidak menjadi penghalang untuk menjaga soliditas pemerintahan

Kekompakan kepala daerah dan wakilnya merupakan modal utama dalam membangun daerah. Publik tentu berharap keharmonisan Sachrudin–Maryono tidak hanya bertahan secara simbolik, tetapi juga tercermin dalam kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Harapan masyarakat sederhana: Kota Tangerang semakin maju di berbagai sektor, pelayanan publik semakin membaik, dan kesejahteraan warga meningkat. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan terletak pada kuatnya kekuasaan politik, melainkan sejauh mana amanah rakyat benar-benar diwujudkan.

Semoga duet Sachrudin–Maryono Hasan mampu menjaga konsistensi, menahan godaan konflik politik, dan tetap fokus pada tujuan utama: mensejahterakan masyarakat Kota Tangerang. (Sumarna)

Di tengah gelombang transformasi digital, kita sedang menghadapi realitas baru: data menjadi komoditas paling berharga. Istilah “data is the new oil” tidak lagi sekadar jargon teknologi, tapi telah menjadi kenyataan ekonomi dan politik global. Negara-negara yang berhasil memanfaatkan data secara strategis terbukti mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik, mempercepat inovasi, hingga memperkuat ketahanan nasional.

Sayangnya, di Indonesia, data masih sering diperlakukan hanya sebagai pelengkap administratif. Banyak institusi, baik pemerintah maupun swasta, belum menempatkan data dalam kerangka kebijakan strategis. Padahal, jika dikelola dengan prinsip keterbukaan, keamanan, dan akuntabilitas, data dapat menjadi pondasi utama untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Ambil contoh sektor pendidikan. Dengan analisis data yang cermat, pemerintah dapat memetakan kualitas pembelajaran di setiap daerah, mengidentifikasi kesenjangan akses, hingga merancang intervensi berbasis bukti (evidence-based policy). Di bidang kesehatan, data dapat digunakan untuk mendeteksi potensi wabah secara dini, memantau efektivitas program vaksinasi, hingga merancang sistem rujukan yang lebih efisien. Sayangnya, potensi ini sering tersandera oleh fragmentasi sistem, rendahnya interoperabilitas antar basis data, serta ketakutan akan “kebocoran” yang justru menghambat keterbukaan yang sehat.

Kita menghadapi dua tantangan besar: pertama, rendahnya literasi data di kalangan pengambil keputusan. Banyak keputusan dibuat berdasarkan intuisi atau tekanan politik, bukan analisis data. Kedua, lemahnya data governance. Belum ada kerangka nasional yang kokoh untuk mengatur kepemilikan, akses, pertukaran, dan perlindungan data. Padahal, dengan semakin masifnya digitalisasi layanan publik, risiko penyalahgunaan data pribadi kian tinggi.

Sudah saatnya Indonesia menyusun kebijakan nasional yang berpihak pada kedaulatan data. Ini mencakup penguatan regulasi perlindungan data pribadi, pengembangan infrastruktur integrasi data lintas sektor, dan yang paling penting: pembangunan budaya data di semua lapisan masyarakat.

Budaya data berarti membiasakan semua pihak mulai dari birokrat, guru, dokter, hingga pelaku UMKM untuk menggunakan data sebagai dasar berpikir dan bertindak. Ini juga berarti membuka akses terhadap data publik dengan prinsip open data, sembari tetap menjaga privasi dan keamanan individu. Negara-negara seperti Estonia, Singapura, dan Finlandia telah membuktikan bahwa ekosistem data yang sehat tidak hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga kepercayaan publik terhadap negara.

Sebagai akademisi di bidang teknologi informasi, saya percaya bahwa pendidikan tinggi memegang peran penting dalam membentuk generasi yang paham data. Kurikulum perlu diperbarui, riset data harus diarahkan pada pemecahan masalah nyata, dan kolaborasi antara universitas, pemerintah, serta industri harus diperkuat.

Kita tidak bisa lagi menunda. Di tengah arus disinformasi, polarisasi sosial, dan ketidakpastian ekonomi global, hanya data yang dapat menjadi jangkar rasionalitas. Negara yang mengabaikan data akan terus terjebak dalam kebijakan reaktif, bukan transformatif.

Kini waktunya kita berpindah dari sekadar mengumpulkan data menjadi benar-benar mengelola dan memanfaatkan data untuk kemajuan bangsa. Jika data adalah aset strategis, maka mengabaikannya adalah bentuk pemborosan yang paling sunyi tapi berbahaya.

Oleh : Sopiyan Apandi

Tangerang, lensafokus.id -- Gedung Seni Budaya menjadi saksi kemeriahan Lomba Karaoke Lagu Mandarin Terbuka yang diselenggarakan oleh Yayasan Paguyuban Masyarakat Tigaraksa Adiyasa (Permata) pada Minggu (15/12/2024). Acara ini berhasil menarik perhatian para penggemar musik Mandarin.

BOGOR - Posyandu Anggrek asal Kota Bogor lolos dalam 6 besar kategori kota dalam Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat. 
 
Pos layanan terpadu yang berlokasi di Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat itu kini tengah memaksimalkan waktu, untuk mempersiapkan menyambut rechecking oleh tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 
 
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Iceu Pujiati, rechecking oleh tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, merupakan bagian dari tugas sehari-hari jajaran kader posyandu dan Kelurahan Cilendek Timur. 
 
“Yang membedakan adalah momennya dan bertepatan dengan Hari Pahlawan. Jadi saya berharap untuk jajaran Kelurahan Cilendek Timur bersama para kader posyandu harus memiliki semangat seperti pahlawan dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Saya yakin jika dilakukan bersama-sama, pasti bisa,” kata Iceu, saat melakukan persiapan bersama Camat Bogor Barat, Abdul Rahman dan Lurah Cilendek Timur, Enditya Luhur, Jumat (5/11/2021). 
 
Iceu juga menekankan perbaikan pada bidang-bidang yang akan di rechecking serta pengumpulan bukti-bukti dari kegiatan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat yang telah dilaksanakan selama ini. 
 
Inovasi dan potensi yang dimiliki, diharapkan Iceu ditampilkan. Demikian juga kolaborasi dengan semua pihak, mulai dari RT hingga sektor swasta dalam mendukung program dan kegiatan yang mendukung. (red/*)

Bogor, lensafokus.id – Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, menggelar berbagai ajang kompetisi pendidikan dan seni secara berkesinambungan. Kegiatan tersebut meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Olahraga Tradisional (Ortrad), hingga Pentas Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI). Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari seluruh SD yang ada di wilayah Kecamatan Tenjo dan dilaksanakan secara bertahap dari satu perlombaan ke perlombaan lainnya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tenjo, Ocih, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Tenjo di tingkat Kabupaten Bogor.

“Tujuan kegiatan ini untuk mencari peserta terbaik yang akan dilombakan di tingkat kabupaten. Kami berharap tahun ini ada perwakilan dari Tenjo yang bisa tampil di tingkat provinsi, bahkan nasional,” ujar Ocih di sela kegiatan.

Ia mengaku optimistis dari berbagai cabang lomba yang digelar, akan lahir siswa-siswi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

IMG 20260416 WA0076

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari para guru pembimbing maupun peserta didik. Antusiasme siswa terlihat tinggi dalam mengikuti setiap perlombaan yang digelar.

“Alhamdulillah kegiatan ini disambut baik oleh para guru dan siswa. Mereka sangat antusias mengikuti lomba. Semoga dari semangat ini lahir bibit unggul yang bisa mewakili Tenjo di tingkat provinsi maupun nasional,” tuturnya.

Ocih juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Kami juga mohon maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan,” pungkasnya. (Dang/min)

Tangerang, lensafokus.id — Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan bebas dari pengaruh Narkoba, SDN Cikuya 2 Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menggandeng Kepolisian Sektor Cisoka sebagai narasumber utama.

Acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut turut dihadiri pengurus Komite SDN Cikuya 2, di antaranya Anwar Abdullah dan Julaeni, SH, serta seluruh dewan guru. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi sekolah dan masyarakat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

IMG 20251115 WA0034

Kepala SDN Cikuya 2, Sulis Setyorini, dalam sambutannya menekankan peran vital para pendidik dalam memberikan pemahaman sejak dini terkait bahaya Narkoba.

"Saya mengajak seluruh guru untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi Narkoba. Kita harus menciptakan sekolah yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan Narkoba," tegas Sulis.

Ia juga menyampaikan bahwa guru wajib meneruskan informasi mengenai bahaya narkotika kepada seluruh siswa, agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan mampu menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang tersebut.

Sementara itu, Bripka Sofwan Akil dari Polsek Cisoka yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini memaparkan secara rinci berbagai jenis Narkoba dan dampaknya bagi kesehatan. Ia menyebutkan beberapa jenis yang umum ditemui, seperti ganja, sabu, pil ekstasi, dan lainnya yang dapat merusak jaringan saraf hingga menyebabkan hilangnya kemampuan berpikir secara normal.

Menurutnya, remaja termasuk kelompok yang paling rentan menjadi target peredaran Narkoba. Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka.

"Sebagai orang tua, kita harus lebih waspada. Jangan sampai putra-putri kita tergoda bujukan orang yang tidak dikenal. Mari bersama-sama menjaga dan memerangi bahaya Narkoba di kalangan remaja," terang Sofwan. (War)

Bogor, lensafokus.id — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Waluya Sari kembali melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) hari kedua bagi peserta didik program kesetaraan Paket C Tahun Pelajaran 2025/2026. Minggu (9/11/2025).

Pada pelaksanaan TKA hari kedua ini, peserta menghadapi mata pelajaran pilihan, yakni Ekonomi dan Sosiologi. Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen. Ujian dibagi ke dalam dua sesi agar pelaksanaan berjalan lebih tertib dan efisien.

Situasi ujian tampak kondusif. Para peserta mengikuti setiap tahapan dengan serius, menunjukkan semangat belajar yang tinggi meskipun ditempuh melalui jalur pendidikan non-formal.

Kegiatan TKA merupakan bagian dari rangkaian evaluasi akhir untuk mengukur sejauh mana capaian peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di program kesetaraan. Ujian ini menjadi tolok ukur kemampuan akademik setara jenjang SMA sesuai dengan standar kompetensi lulusan nasional.

Melalui tes ini, diharapkan peserta mampu mengasah kemampuan berpikir kritis serta memahami konsep-konsep akademik yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Kepala PKBM Waluya Sari, Jajat Sudrajat, S.E, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para peserta didik yang hadir sepenuhnya pada pelaksanaan TKA hari kedua.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta yang hadir 100% pada hari kedua pelaksanaan TKA ini. Hal ini menunjukkan kesungguhan mereka dalam menempuh pendidikan di jalur kesetaraan. Kami berharap hasil ujian ini dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan akademik serta kesiapan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja,” ujar Jajat Sudrajat, S.E.

Lebih lanjut, Jajat menyampaikan bahwa kelancaran pelaksanaan TKA tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tutor, panitia pelaksana, hingga lembaga yang turut membantu penyediaan fasilitas ujian.

“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Drs. Sokirin, M.M.Pd, selaku Kepala SMPN 1 Tenjo, yang telah membantu menyediakan sarana dan prasarana kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini sangat berarti bagi kelancaran kegiatan pendidikan non-formal di wilayah kami,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan TKA ini, PKBM Waluya Sari kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan bermutu dan inklusif bagi masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan non-formal di Kecamatan Tenjo, PKBM Waluya Sari berperan penting dalam memberikan kesempatan belajar bagi warga yang belum menempuh pendidikan formal hingga jenjang SMA. (Asp)

Lebak, lensafokus.id – Empat siswa kelas XII SMKN 2 Rangkasbitung harus menerima keputusan dikeluarkan dari sekolah setelah dinilai melakukan pelanggaran terhadap tata tertib (tatib) yang berlaku. Keputusan ini menimbulkan kekecewaan dari pihak orang tua yang merasa anaknya tidak mendapat kesempatan kedua menjelang kelulusan.

Dede, salah satu orang tua siswa, menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya meminta kebijakan dari pihak sekolah agar anaknya, Reno, tidak dikeluarkan. Namun, permintaan tersebut tidak membuahkan hasil.

“Saya sudah berusaha meminta kebijakan baik ke Kepala Sekolah maupun ke Wakil Kepala Kesiswaan, tapi pihak sekolah tetap memutuskan anak saya harus keluar,” ujar Dede, Selasa (4/11/2025).

Dede mengaku bingung mencari sekolah pengganti karena jurusan anaknya di SMKN 2 Rangkasbitung termasuk jurusan langka, yakni jurusan Pertanian. Ia khawatir keputusan tersebut membuat anaknya terancam putus sekolah dan gagal melanjutkan pendidikan.

“Saya bingung mau pindah ke mana, karena jurusan anak saya jarang ada di sekolah lain. Saya takut masa depannya terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Rangkasbitung, Sukarno, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, membenarkan adanya keputusan pengembalian empat siswa kepada orang tua. Ia menyebut, langkah tersebut diambil setelah melalui proses pembinaan dan pemberian surat peringatan (SP) hingga tiga kali.

“Benar, ada empat siswa kelas XII yang dikembalikan kepada orang tuanya karena sudah melakukan pelanggaran di sekolah. Mereka sudah mendapatkan SP tiga kali. Langkah ini kami anggap sebagai kebijakan terbaik demi masa depan mereka,” ujar Sukarno.

Lebih lanjut, Sukarno menjelaskan bahwa pihak sekolah membuka opsi bagi siswa yang bersangkutan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah lain atau melalui program Paket C.

“Silakan saja melanjutkan ke sekolah lain atau mengikuti Paket C. Kami menilai mereka sudah tidak merasa nyaman di SMKN 2 Rangkasbitung,” katanya.

Keputusan ini masih menuai pro dan kontra di kalangan orang tua murid, yang berharap adanya pendekatan lebih humanis menjelang masa kelulusan siswa. (Cecep)

Lebak, lensafokus.id – Besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 1 Kalanganyar, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, berimbas pada keterbatasan sarana ruang belajar. Sekolah yang menjadi salah satu favorit di wilayah tersebut kini tercatat kekurangan tiga ruang kelas belajar (RKB).

Kepala SMAN 1 Kalanganyar, Ervin Sulistiawati, saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa jumlah murid yang terdaftar mencapai 389 siswa. Sementara itu, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut berjumlah 42 orang.

“Dengan kondisi saat ini, kami kekurangan 3 lokal ruang kelas. Bahkan ruang laboratorium sementara dijadikan ruang guru karena ruangan yang ada diprioritaskan untuk kebutuhan belajar siswa,” ujarnya.

Ervin berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini. Ia menilai, pembangunan ruang kelas baru (RKB) sangat mendesak agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.

“Mudah-mudahan tahun depan SMAN 1 Kalanganyar bisa mendapat bantuan baik dari dana alokasi khusus (DAK) maupun dari APBN. Dengan begitu, fasilitas sekolah bisa lebih memadai,” tambahnya.

Kekurangan sarana prasarana sekolah, terutama ruang kelas, menjadi salah satu tantangan dunia pendidikan di daerah. Pihak sekolah berharap adanya solusi cepat agar kualitas pendidikan di SMAN 1 Kalanganyar tetap terjaga. (Cecep)

Go to top