JAKARTA, lensafokus.id – Perkumpulan PTK Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sebagai momentum penting dalam menetapkan arah kebijakan dan strategi organisasi untuk masa bakti 2025–2029.
Rakernas yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (8/8/2026), diwarnai suasana penuh kebersamaan dan semangat persatuan. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan organisasi, tokoh masyarakat, para ketua perkumpulan, serta sejumlah tamu undangan yang bertindak sebagai tim peninjau.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua Dewan Pembina PTK Indonesia, Vinsen Effendy Lie; Ketua Dewan Pengarah PTK Indonesia, Prof. Dr. Darmadi Durianto, SH., MH.; Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie; Ketua Dewan Pengawas PTK Indonesia, Tjhai Leonardi; serta Dewan Kehormatan PTK Indonesia, Abraham Rudy.
Rakernas dipimpin langsung Ketua Umum PTK Indonesia, Yordanus, selaku pimpinan sidang. Dalam menjalankan persidangan, ia didampingi jajaran pengurus inti, yakni Wakil Ketua Umum Hiu Kon Bun dan Agus Musalim, Sekretaris Jenderal Venndy Wijaya bersama Wakil Sekretaris Jenderal, serta Bendahara Umum Jie Kui Lie.
Agenda utama Rakernas adalah pemaparan dan pengesahan program kerja dari 11 bidang di lingkungan PTK Indonesia untuk masa bakti 2025–2029.
Masing-masing bidang memaparkan rancangan program kerja secara terstruktur, mulai dari rencana kegiatan jangka panjang, target capaian, strategi pelaksanaan, hingga manfaat yang diharapkan dapat dirasakan oleh anggota, perkumpulan, maupun masyarakat luas.
Setelah melalui pembahasan dan diskusi bersama, seluruh peserta forum menyepakati rancangan program kerja yang telah dipaparkan.
Pengesahan program kerja tersebut ditandai dengan ketukan palu sidang oleh Ketua Pimpinan Sidang, Yordanus. Dengan demikian, seluruh program kerja dari 11 bidang resmi disahkan dan ditetapkan sebagai pedoman organisasi selama masa bakti 2025–2029.
Pengesahan tersebut menjadi salah satu agenda strategis dalam perjalanan PTK Indonesia karena memberikan landasan kerja yang lebih terarah bagi seluruh jajaran organisasi dalam menjalankan program selama empat tahun mendatang.
Dengan disahkannya 11 bidang program kerja, PTK Indonesia kini memiliki peta jalan organisasi yang lebih jelas dan terpadu. Program yang telah ditetapkan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas serta mewujudkan visi dan misi organisasi.
Rakernas juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan soliditas antara pimpinan organisasi, perkumpulan, serta seluruh anggota PTK Indonesia.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam Rakernas menjadi modal penting bagi PTK Indonesia untuk terus memperkuat persaudaraan, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat serta bangsa Indonesia. (Red)
BOGOR, lensafokus.id — SMP YKTB Kota Bogor sukses menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru.
Mengusung tema "Sasmita Nusantara", rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter siswa yang disiplin, peduli lingkungan, tanggap bencana, serta percaya diri.
Sejak hari pertama, para siswa baru sudah dibiasakan untuk menerapkan kedisiplinan dengan hadir di sekolah tepat waktu pada pukul 07.00 WIB. Sebanyak lima kelompok yang dinamai berdasarkan nama-nama pahlawan dari Jawa Barat dibentuk untuk membangun semangat kebersamaan dan pengenalan antarpeserta didik.
Panitia MPLS Bagian Kesiswaan SMP YKTB, Ria Balkis, menjelaskan bahwa pembagian kelompok ke dalam gugus pahlawan lokal bertujuan untuk menanamkan nilai sejarah dan kebangsaan sejak dini. Selain itu, materi yang diberikan setiap harinya dirancang bervariasi agar memberikan pengalaman belajar yang komprehensif.
"Pembagian kelompok siswa kami bagi menjadi 5 gugus dengan nama-nama pahlawan Jawa Barat. Di hari terakhir, setiap gugus wajib menampilkan pentas seni sebagai wadah untuk mengekspresikan bakat mereka," ujar Balkis, Jumat (24/7/26).
Rangkaian materi MPLS SMP YKTB menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan pemateri luar. Pada hari kedua, sekolah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan edukasi mitigasi bencana, yang dilanjutkan dengan simulasi penanganan gempa bumi secara langsung oleh para siswa.
Memasuki hari ketiga, kegiatan berfokus pada kesadaran lingkungan melalui sesi bersama Bank Sampah. Para siswa diajarkan cara memilah sampah organik dan non-organik, mengidentifikasi bahan yang dapat didaur ulang, hingga memahami nilai ekonomis dari pengelolaan sampah yang tepat.
Tak berhenti di situ, pada hari keempat para siswa diajak melakukan aksi hijau dengan menanam tanaman. Setiap gugus bekerja sama membawa pot, pupuk kompos, serta bibit tanaman untuk mempelajari media tanam dan mempraktikkan penghijauan di lingkungan sekolah.
Puncak rangkaian MPLS ditutup pada hari kelima dengan penampilan Pentas Seni (Pensi). Seluruh siswa dari masing-masing gugus diwajibkan unjuk kebolehan, mulai dari seni tari (dance), seni peran, hingga seni musik.
Keseruan puncak acara dirasakan langsung oleh para siswa baru, salah satunya dari Gugus 2. Empat siswa baru, Saina, Shafa, Feby, dan Angita mengaku sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, terutama saat berpartisipasi dalam pertunjukan dance, drama musik, dan bernyanyi bersama guru.
"Seru banget! Kami belajar banyak hal baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Sekarang rasanya jadi lebih percaya diri dan punya lebih banyak teman. Semua harinya seru, tapi hari terakhir pas pentas seni ini yang paling kami suka," ungkap Saina mewakili kawan-kawannya.
Melalui perpaduan edukasi kebencanaan, kelestarian lingkungan, dan wadah kreativitas seni, MPLS SMP YKTB bertema "Sasmita Nusantara" diharapkan mampu menjadi fondasi awal yang kuat bagi para siswa baru dalam menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Zulfi Kusuma)
Bandung, lensafokus.id — Teras rumah yang seharusnya menjadi area pribadi warga diduga disalahgunakan menjadi lapak transaksi obat keras golongan G secara terang-terangan. Praktik berbahaya ini ditemukan beroperasi di Jalan Pajagalan, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan investigasi tim media di lokasi pada Selasa (21/7/2026), aktivitas jual beli barang haram tersebut berlangsung terbuka tanpa tersentuh hukum. Pembeli terlihat datang silih berganti secara leluasa. Hal yang paling memprihatinkan, mayoritas pembeli didominasi oleh kalangan remaja dan generasi muda.
Informasi yang dihimpun mengindikasikan bahwa salah satu jenis obat keras yang diperjualbelikan secara bebas di lokasi tersebut adalah Tramadol. Peredaran obat keras tanpa izin edar dan tanpa resep dokter ini merupakan pelanggaran berat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, sekaligus mengancam keselamatan jiwa para pengkonsumsinya.
"Praktik ini sangat meresahkan. Jika dibiarkan, masa depan anak-anak muda di wilayah ini bisa hancur perlahan akibat ketergantungan obat keras," ujar salah satu warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
Maraknya peredaran obat keras di pemukiman warga memicu kekhawatiran mendalam. Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) bersama dinas terkait untuk tidak tinggal diam dan segera turun tangan melakukan penyelidikan serta penindakan tegas di lapangan.
Warga menuntut adanya pengawasan ekstra ketat di wilayah Cicalengka agar praktik serupa tidak semakin merajalela dan merusak tatanan sosial masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterbukaan maupun keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai dugaan aktivitas penjualan obat keras di lokasi tersebut. (Publik)
BOGOR, lensafokus.id – Guna menjawab tantangan pudarnya minat generasi muda terhadap kegiatan kepramukaan di tingkat SLTA akibat gempuran gadget, SMK YKTB Bogor menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Mandiri.
Kegiatan yang dipusatkan di sekolah dan kawasan Rancamaya ini bertujuan melahirkan pembina Pramuka yang kompeten, berkarakter, dan memiliki legalitas resmi sesuai standar Pusdiklatcab Kota Bogor.
Ketua Pelaksana KMD Mandiri SMK YKTB, Kusnadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini awalnya diutamakan untuk penguatan kapasitas guru internal YKTB. Namun, atas dasar kepedulian terhadap kemajuan Pramuka di Bogor, kepesertaan akhirnya dibuka untuk para pembina di wilayah sekitar.
"Kami tidak hanya ingin memajukan keluarga besar YKTB saja, tetapi juga merangkul para pembina di wilayah Bogor Utara, Selatan, Timur, Tengah, dan seterusnya untuk tumbuh bersama," ujar Kusnadi saat memberikan keterangan, selasa (07/8/26).

Menyadari tingginya biaya operasional penyelenggaraan KMD di luaran yang jamak mencapai Rp1.000.000 hingga Rp1.050.000, pihak manajemen YKTB memberikan subsidi besar-besaran. Didukung penuh oleh Direktur Pendidikan YKTB, biaya untuk peserta luar ditekan menjadi Rp850.000 saja, sementara biaya guru internal hampir seluruhnya ditanggung lembaga.
"Kegiatan ini membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga jarang bisa digelar beberapa kali dalam setahun. Alhamdulillah, Pak Direktur sangat mendukung penuh peningkatan kualitas karakter ini," tambah Kusnadi, yang saat ini juga tengah disupport lembaga menyelesaikan jenjang Kursus Pelatih Pembina Pramuka (KPD/KPL).
Dari target 40 peserta, saat ini tercatat 38 peserta resmi mengikuti kursus. Dua kuota tersisa terkendala jadwal libur luar kota beberapa guru internal. Kelancaran manajemen finansial dan logistik acara ini dikawal ketat oleh Radipan selaku Bendahara Kegiatan yang dinilai gigih mempersiapkan fungsional anggaran.
KMD Mandiri ini menerapkan kurikulum komprehensif total 72 jam pelajaran yang dibagi menjadi dua fase:
• Fase Teori (Selasa s.d. Kamis): Pendalaman materi, tata upacara (perbedaan format Penggalang dan Penegak), serta metode pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) secara akurat di lingkungan SMK YKTB.
• Fase Praktik Lapangan (Jumat s.d. Minggu): Berkemah dan simulasi riil di kawasan 3R Rancamaya, Bogor.
Menariknya, para guru calon pembina ini akan digembleng secara mandiri di lapangan. Seluruh logistik kendaraan menuju Rancamaya difasilitasi oleh panitia dengan titik kumpul di sekolah. Di lokasi perkemahan, para peserta diwajibkan mendirikan tenda Pramuka (kapasitas 5 orang) secara mandiri dari nol. Jika konstruksi dinilai tidak aman atau roboh, tim pelatih akan mengoreksi dan mewajibkan pemasangan ulang.
Tak hanya itu, untuk urusan konsumsi, panitia hanya mendistribusikan bahan mentah (natura) seperti beras dan sayur-mayur. Peserta dituntut bekerja sama memasak untuk kelompoknya melalui sistem piket (Korpiche).
Kusnadi menekankan, output utama dari KMD Mandiri ini adalah melahirkan pembina yang memiliki etos kerja tinggi dan jiwa kerelaan tulus membangun bangsa, mengingat dunia Pramuka didasari oleh sistem sukarela (volunteerism). Nilai bakti ini juga konsisten diterapkan YKTB, salah satunya saat menerjunkan armada sekolah untuk aksi kemanusiaan bencana longsor di Bandung beberapa waktu lalu.
Pasca-kegiatan, peserta wajib menyelesaikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dalam kurun waktu 6 bulan di bawah bimbingan Kwartir Ranting (Kwarran). Keberhasilan RTL akan mengantarkan mereka ke jenjang Kursus Mahir Lanjutan (KML) untuk mendapatkan spesialisasi golongan (Siaga, Penggalang, Penegak, atau Pandega).
"Lewat jenjang lanjutan, pembina akan mengantongi lisensi resmi berupa Hak Bina dan Hak Latih dari Kwartir Cabang (Kwarcab). Ini krusial, karena jika Pramuka ditangani oleh pembina yang salah atau tanpa lisensi, anak didik justru akan takut dan menjauh dari Pramuka," pungkasnya. (Zul)
BOGOR, lensafokus.id – Hukum seolah tak punya taring di hadapan para pengusaha tambang nakal. Meski Pemerintah Kecamatan Cariu telah melayangkan surat teguran resmi dengan nomor 600.4.8.5/254-Trantib pada Selasa (9/6/2026) untuk menghentikan total segala aktivitas, praktik lancung ini nyatanya masih melenggang bebas.
Proyek yang diduga kuat sebagai galian C ilegal di wilayah Bantar Kuning, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, kedapatan masih nekat beroperasi secara terang-terangan pada Minggu (5/7/2026).

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, instruksi hitam di atas putih dari pemerintah setempat sama sekali tidak diindahkan. Sebuah dump truck besar terlihat jelas sedang bebas beraktivitas di sekitar akses keluar masuk area tersebut, mengabaikan total volume larangan dari pihak berwenang.
Surat penertiban dari instansi kecamatan tampaknya hanya dianggap sebagai angin lalu oleh oknum pengelola galian C ilegal ini. Mereka disinyalir sengaja menutup mata demi terus meraup keuntungan pribadi di atas kerusakan lingkungan.
Pembiaran aktivitas ilegal yang terus berjalan menantang pasca-teguran resmi ini memicu pertanyaan besar sekaligus mosi tidak percaya di kalangan masyarakat.
Ketegasan pemerintah daerah dan nyali aparat penegak Perda kini benar-benar diuji di hadapan publik. Jika surat teguran resmi camat saja bisa dikangkangi dengan mudah oleh pengusaha tambang, lalu kepada siapa lagi masyarakat harus mengadu.
Dinas terkait dan Satpol PP Kabupaten Bogor segera turun ke lapangan untuk melakukan tindakan riil, bukan sekadar formalitas administratif berupa penyegelan total dan tindakan hukum pidana yang tegas. (Asp)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi menjalin kerja sama dengan Swiss German University (SGU) melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang Tahun 2026/2027. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sekaligus inaugurasi mahasiswa baru penerima Beasiswa Tangerang Gemilang Tahun 2026 di Swiss German University (SGU) The Prominience Alam Sutra, Rabu (12/8/2026).
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kab. Tangerang, Soma Atmaja dan Rektor SGU Samuel P. Kusumacahyo serta disaksikan langsung Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Swiss German University atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tangerang.
Penandatanganan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki potensi akademik namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
"Kerja sama ini bukan hanya sekadar penandatanganan dokumen, tetapi merupakan langkah nyata dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan berkualitas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Tangerang yang memiliki potensi akademik namun menghadapi keterbatasan secara ekonomi," ucap Bupati Maesyal.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu investasi terbaik dalam membangun masa depan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang.
Ia menegaskan, program beasiswa tersebut juga merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga Kabupaten Tangerang, khususnya masyarakat kurang mampu, memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Kita tidak ingin keterbatasan kemampuan dalam pembiayaan menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik. Melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang, Pemerintah Kabupaten Tangerang hadir untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas dan memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik daerah untuk berkembang dan meraih prestasi," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga menyampaikan ucapan selamat kepada 30 mahasiswa baru penerima Beasiswa Tangerang Gemilang Tahun 2026. Ia berpesan agar kesempatan yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu dan mengembangkan diri.
"Kepada anak-anak kami, para penerima Beasiswa Tangerang Gemilang Tahun 2026, saya ucapkan selamat atas capaian yang telah diraih. Hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari perjalanan baru," katanya.
Ia meminta para penerima beasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, membangun karakter yang baik, disiplin, aktif mengembangkan kemampuan, serta berani memiliki cita-cita besar.
Bupati Maesyal berharap para penerima beasiswa nantinya tidak hanya sukses untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat dan Kabupaten Tangerang.
"Jadilah generasi Tangerang yang cerdas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Mampu memberikan sumbangsihnya bukan hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga tapi juga untuk Kabupaten Tangerang," pesannya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan wali mahasiswa atas doa, dukungan, dan perjuangan yang telah diberikan kepada putra-putrinya. Menurutnya, keberhasilan anak-anak tersebut merupakan kebanggaan bagi keluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membangun kualitas sumber daya manusia Kabupaten Tangerang.
Lebih lanjut, Bupati Maesyal mengatakan, penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Swiss German University menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan dan tidak hanya terbatas pada pemberian beasiswa, tetapi juga mencakup pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas pendidikan, inovasi, riset, serta berbagai program lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
"Selamat kepada seluruh mahasiswa baru penerima Beasiswa Tangerang Gemilang Tahun 2026. Bersama pendidikan yang berkualitas, kita siapkan generasi unggul untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin maju dan gemilang," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) terus mendorong peningkatan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar melalui program One Student One Account (OSOA). Program yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Pemerintah Kabupaten Tangerang tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat, khususnya pelajar, sekaligus membangun kebiasaan menabung dan mengenalkan layanan keuangan formal sejak usia sekolah.
Komitmen tersebut diwujudkan PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) melalui kegiatan pembukaan rekening dan edukasi menabung bagi pelajar di SMP Negeri 5 Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kegiatan diikuti oleh 317 pelajar kelas 7 dan 280 pelajar kelas 8.
Dalam kegiatan tersebut, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) membagikan formulir pembukaan rekening kepada para siswa, memberikan bimbingan teknis mengenai tata cara pengisian formulir, hingga menerbitkan buku tabungan yang dapat digunakan sebagai sarana bagi siswa untuk mulai menabung secara rutin.
Kepala Cabang PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) Wilayah Tigaraksa, Eka Ratna Juwita, mengatakan program tabungan pelajar di Bank Kerta telah berjalan sejak 2008 dan hingga saat ini telah mencatat sekitar 3.262 pelajar aktif menabung.
Menurutnya, jangkauan program tersebut kini telah mencakup seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dengan dukungan enam kantor cabang PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) serta satu cabang operasional di Kota Serang.
“Kami ingin membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar tidak hanya sebagai aktivitas menyisihkan uang, tetapi menjadi bagian dari pendidikan finansial sejak dini. Dengan memiliki rekening sendiri, siswa dapat belajar mengenal perbankan, mengelola uang saku, serta memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan di masa mendatang,” ujar Eka.
Lebih lanjut, Eka menyampaikan bahwa program OSOA tidak hanya berorientasi pada pembukaan rekening, tetapi juga menjadi sarana edukasi keuangan bagi siswa dengan melibatkan lingkungan pendidikan.
“Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan positif anak. Karena itu, melalui OSOA kami berupaya bersinergi dengan sekolah agar budaya menabung dapat dilakukan secara konsisten. Harapannya, kebiasaan sederhana yang dimulai dari menyisihkan uang saku dapat berkembang menjadi kemampuan mengelola keuangan secara bijak ketika mereka dewasa,” katanya.
Untuk mempermudah akses transaksi bagi para pelajar, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) menyediakan layanan Mobil Kas Keliling yang hadir langsung ke sekolah sesuai jadwal. Dengan layanan tersebut, siswa tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor cabang untuk melakukan transaksi tabungan.
"kami mengajak para orang tua murid untuk mendampingi putra-putrinya dalam membangun kebiasaan menabung serta memanfaatkan kantor cabang PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) terdekat apabila ingin membuka rekening tabungan anak secara mandiri," Pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 5 Tigaraksa, Neneng Hasanah, menyatakan pihak sekolah sangat mendukung pelaksanaan program tersebut karena memberikan manfaat langsung bagi siswa, khususnya dalam mengenalkan cara mengelola uang saku.
“Bukan cuma gerakan menabung, tetapi ini edukasi bagi anak-anak tentang bagaimana cara mereka mengatur uang jajan yang diberikan orang tua,” ungkapnya.
Menurut Neneng, kebiasaan mengelola uang sejak sekolah diharapkan dapat membentuk sikap disiplin dan bertanggung jawab pada siswa dalam menggunakan uang yang mereka miliki.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu siswa kelas 7B, Maulida Ashifa, mengaku senang dapat memiliki rekening tabungan sendiri dan berencana menabung secara rutin setiap minggu.
Hal senada disampaikan Angelita, siswa lainnya. Ia mengaku mulai menabung untuk mempersiapkan kebutuhan kegiatan sekolah, seperti berenang dan jalan-jalan.
Melalui program OSOA, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) berharap semakin banyak pelajar yang memiliki rekening dan terbiasa menyisihkan sebagian uang sakunya secara rutin. Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perbankan, sekolah, dan orang tua dalam membangun generasi yang lebih melek dan bijak dalam mengelola keuangan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri kegiatan Program Kerja Sama Forum Kader Posyandu (FKP) Kabupaten Tangerang bersama Yayasan Sahabat Keluarga Lippo Karawaci dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kecerdasan balita melalui Posyandu.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten Bapak Faizal, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Capt. Fikri Faiz, Director Governance and Relationship TMD LippoLand, Ketua Forum Bidan Kabupaten Tangerang Ibu Adhe, Sekcam Curug beserta jajaran Forkopimcam Curug, serta para kader Posyandu dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah daerah, Forum Kader Posyandu, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan anak.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak bisa bekerja sendirian. Kerja sama antara kader Posyandu, pihak swasta, pemerintah dan masyarakat harus terus kita kuatkan. Dengan bergerak bersama, berbagai persoalan kesehatan masyarakat akan lebih mudah kita atasi,” ujar Wabup Intan
Ia menjelaskan, Posyandu memiliki peran strategis bukan sekadar sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang untuk memantau tumbuh kembang anak, mendeteksi secara dini permasalahan kesehatan, memberikan edukasi kepada orang tua, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi dan pola hidup sehat. Menurutnya, keberadaan para kader Posyandu juga sangat penting dan strategis sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Jangan pernah merasa pengabdian yang dilakukan adalah pekerjaan kecil. Setiap anak yang tumbuh sehat, setiap orang tua yang mendapatkan edukasi, dan setiap masalah kesehatan yang dapat dideteksi lebih awal merupakan bagian dari kontribusi besar para kader dalam membangun masa depan Kabupaten Tangerang,” katanya.
Wabup Intan mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan perJuli 2026, masih terdapat anak yang terindikasi stunting di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Curug tercatat sekitar 448 anak yang terindikasi stunting, sementara di Kecamatan Kelapa Dua sekitar 344 anak. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong berbagai langkah kolaboratif untuk menekan angka stunting. Pemerintah daerah terus berupaya agar tidak terjadi kasus stunting baru dan anak-anak yang telah terindikasi stunting dapat kembali tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kita terus berupaya maksimal dan memperluas cakupan target. Kita berharap sampai akhir masa jabatan, stunting bisa turun sampai zero stunting. Kalau bisa tidak ada kasus baru di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.
Wabup Intan berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, kader Posyandu, tenaga kesehatan dan masyarakat dapat terus berlanjut agar semakin banyak generasi penerus yang mampu membawa Kabupaten Tangerang semakin sejahtera dan berdaya saing
Perwakilan TMD LippoLand, Darwin menyampaikan bahwa bantuan berupa timbangan balita, seragam kader Posyandu, susu, makanan tambahan, bubur kacang hijau, pisang, biskuit dan berbagai makanan bergizi lainnya tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka stunting.
“Ini merupakan bentuk perhatian kami kepada pemerintah daerah dan warga sekitar untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting. Mudah-mudahan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Lanjut dia, TMD LippoLand menargetkan bantuan dapat menjangkau sekitar 20 hingga 30 Posyandu, bahkan diharapkan dapat diperluas hingga 40 Posyandu di wilayah sekitar Lippo Village dan Park Serpong.
Anggota DPRD Provinsi Banten, Faizal, turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan, perlu terus didorong agar semakin banyak perusahaan yang berkontribusi terhadap lingkungan di sekitarnya.
“Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi contoh bagi pelaku usaha dan investor lainnya untuk bersama-sama peduli terhadap masyarakat sekitar, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan dan bidang sosial lainnya,” tuturnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka menyemarakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang menggelar aksi pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air menjelang peringatan hari kemerdekaan.
Sebanyak 500 bendera Merah Putih dibagikan langsung oleh personel Satpol PP kepada pengendara kendaraan roda dua dan roda empat, serta masyarakat yang melintas di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang. Selain dibagikan, bendera-bendera tersebut juga dipasangkan langsung pada kendaraan warga oleh petugas dengan penuh semangat dan antusias.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi aktif pemerintah daerah dalam menggugah rasa cinta tanah air serta meningkatkan semangat nasionalisme dan gotong royong bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Melalui pembagian bendera ini, kami ingin menanamkan kembali semangat kebangsaan dan mengajak seluruh masyarakat turut serta menyemarakkan bulan kemerdekaan. Ini adalah bentuk sederhana namun penuh makna dalam menunjukkan rasa cinta kepada Indonesia,” ujar Ana Supriyatna.
Dalam kegiatan tersebut, Satpol PP juga menyampaikan imbauan agar seluruh lapisan masyarakat memasang bendera Merah Putih di depan rumah, tempat usaha, maupun kendaraan selama bulan Agustus, sesuai dengan surat edaran pemerintah pusat.
"Aksi ini merupakan bagian dari program “Satpol PP Menyapa”, sebagai pendekatan humanis Satpol PP untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif dan persuasif yang positif, "ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Satpol PP berharap masyarakat semakin tergerak untuk menunjukkan semangat nasionalisme serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di tengah tantangan sosial saat ini.
"Satpol PP Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus menggencarkan pembagian bendera hingga menjelang 17 Agustus mendatang, sekaligus mengajak masyarakat aktif dalam berbagai kegiatan kemerdekaan di lingkungan masing-masing, "pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kecamatan Cisoka mengadakan pasar murah pada Rabu 12/08/2026, bagi warga yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus membantu masyarakat menghemat biaya pengeluaran kebutuhan pokok Sehari-hari.
Paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok utama, yaitu beras, tepung terigu, gula, dan minyak goreng. Komoditas ini merupakan kebutuhan yang paling sering digunakan dalam rumah tangga, sehingga kehadirannya sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.
Warga menyambut baik program ini. Dengan harga yang terjangkau, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Program ini juga diharapkan dapat menjaga kestabilan kebutuhan pokok dan kesejahteraan masyarakat di lingkungan Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Banten.
Berharap dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini, serta menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (Lingga)
TANGERANG - Alfamart ingin lebih memberikan kontribusinya pada masyarakat, bukan hanya untuk menyediakan kebutuhan masyarakat sehari-hari, tapi juga memajukan industri kecil menengah.
TANGERANG - Keseriusan Ciputra Group dalam mendukung program pemerintah dalam hal penyediaan hunian berkualitas dengan segala kelengkapan fasilitasnya terjawab dengan hadirnya kota baru terpadu Citra Maja Raya.
Proyek Citra Maja Raya yang merupakan proyek Joint Operation antara PT. Ciputra Residence, PT. Hanson International Tbk, dan PT Putra Asih Laksana, dimulai pembangunannya sejak 2015 dan telah menunjukkan progress yang significant hingga saat ini.
TANGERANG - Kebutuhan seseorang akan makanan tidak akan pernah habis, sehingga makanan selalu menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha. Setiap bisnis makanan membawa konsep kuliner yang berbeda-beda. Salah satu konsep yang cukup potensial untuk bisnis kuliner adalah catering.
TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang melepas Tim Sepak Bola Desa Kadu Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang di Pekan Olahraga Desa Pordes (Pordes), pelepasan dilaksanakan di Kopimorning bagian umum setda Kabupaten Tangerang, Selasa (19/11/2019).
TANGERANG, lensafokus.id - Kontingen Senam Provinsi Banten cabang Senam Pencegahan Osteoporosis, kembali meraih medali emas di ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) V tahun 2019, yang diadakan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (19/11/2019).
TANGERANG, lensafokus.id - Bertepatan dengan peringatan hari Sumpah pemuda Kadisporabudpar Kabupaten Tangerang bersama Camat Mekar Baru resmi membuka acara pekan olahraga kecamatan mekar baru, Selasa (29/10/2019).
TANGERANG, lensafokus.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang meraih empat medali di hari pertama perhelatan Pekan Olahraga Wartawan Banten (Porwaban) 2019, Kamis (24/10/2019).
TANGERANG, lensafokus.id - Jelang pertandingan eksibisi Porwaban 2019, tim futsal SIWO PWI Kabupaten Tangerang rutin melakukan pertandingan futsal persahabatan dengan tim futsal ternama.
PAKUHAJI - Pemerintah Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang melalui Bidang Pembinaan Masyarakat melaksanakan Kegiatan Pembinaan bagi generasi muda dalam pencegahan Bahaya Narkoba, HIV dan AIDS, bertempat di Aula Kantor Desa Laksana.
TANGERANG - Aktivis Kesehatan Kabupaten Tangerang meminta agar Bupati Tangerang tebitkan Peraturan Bupati Tentang Pencegahan Tuborculosis atau sering disebut TBC, karena penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis dinilai sudah menghawatirkan, Selasa (25/6/2019).
JAKARTA - Diabetes melitus dianggap sebagai penyakit yang hanya bisa diidap orang dewasa. Namun, itu tak sepenuhnya benar, sebab penyakit menular satu ini tak mengenal usia, termasuk usia anak-anak.
TANGERANG-Ribuan orang berkumpul di depan panggung acara Anniversary 9th Brigade Barisan King Serpong (BBKS) di Lapangan Malibu, BSD, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu, (9/9/2018).
TANGERANG-Jalan-jalan ke kawasan Graha Raya, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jangan lupa mampir ke Bakmi Jowo Bu Citro Solo yang terletak di Ruko Fortune.
Pemerintahan daerah (Pemda), baik di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten, merupakan penyelenggara pemerintahan yang memiliki kewenangan otonom di wilayahnya masing-masing. Di tingkat provinsi dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur, di tingkat kota oleh wali kota dan wakil wali kota, serta di tingkat kabupaten oleh bupati dan wakil bupati.
Pasangan kepala daerah dan wakilnya merupakan satu paket kepemimpinan yang dipilih secara demokratis melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dengan dukungan partai politik pengusung, untuk masa jabatan lima tahun. Idealnya, pasangan ini berjalan seiring, saling melengkapi, dan bahu-membahu menjalankan amanah rakyat.
Namun, pertanyaan klasik yang kerap muncul adalah: bagaimana sesungguhnya pembagian peran antara kepala daerah dan wakilnya dalam penyelenggaraan pemerintahan?
Secara normatif, tugas kepala daerah meliputi memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang ditetapkan bersama DPRD, menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, serta menjalankan kewenangan lain sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara itu, wakil kepala daerah berperan sebagai perpanjangan tangan kepala daerah, membantu pelaksanaan tugas pemerintahan, memberikan saran dan pertimbangan, mewakili kepala daerah ketika berhalangan, serta melaporkan secara berkala jalannya roda pemerintahan.
Realitas politik menunjukkan bahwa keharmonisan kepala daerah dan wakilnya sering kali tidak bertahan lama. Di berbagai daerah, friksi bahkan keretakan hubungan kerap terjadi meski usia kepemimpinan masih seumur jagung. Fenomena yang populer disebut “pisah ranjang” atau pecah kongsi ini bukan lagi cerita baru dalam dinamika pemerintahan daerah di Indonesia.
Tak jarang, pihak yang memilih mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir adalah wakil kepala daerah. Alasannya beragam, mulai dari perbedaan pandangan dan prinsip, ketidakharmonisan komunikasi, hingga kepentingan politik untuk maju pada kontestasi Pilkada berikutnya. Friksi ini ada yang muncul secara terbuka, namun tidak sedikit pula yang menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.
Sejarah mencatat sejumlah contoh kasus pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya. Publik tentu masih ingat pasangan Bupati Garut periode 2009–2014, Aceng Fikri dan Dicky Chandra. Pada 2011, Dicky Chandra mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Garut dengan alasan perbedaan prinsip dan pandangan dalam upaya mensejahterakan masyarakat.
Di Surabaya, Bambang DH yang mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini periode 2010–2015, juga mengundurkan diri pada Februari 2011. Kasus serupa terjadi di Indramayu, ketika Wakil Bupati Lucky Hakim memilih mundur pada 2023 dengan alasan merasa gagal mengemban amanah rakyat.
Pada level provinsi, publik DKI Jakarta pernah dikejutkan dengan pengunduran diri Wakil Gubernur Priyanto yang mendampingi Fauzi Bowo periode 2007–2012. Saat itu beredar rumor bahwa pengunduran diri tersebut dipicu oleh ketidakcocokan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Di Provinsi Banten, nama Rano Karno atau yang akrab disapa Bang Doel juga tercatat pernah mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Tangerang pada 2011, saat mendampingi Bupati Ismet Iskandar periode 2008–2013. Namun, pengunduran diri Rano Karno bukan disebabkan konflik internal, melainkan karena ia memenangkan Pilkada Banten dan terpilih sebagai Wakil Gubernur mendampingi Ratu Atut Chosiyah.
Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahkan menunjukkan fenomena ini sangat masif. Juru Bicara Kemendagri saat itu, Reydonnyzar Moenoek, menyebutkan bahwa dari 244 Pilkada pada 2010 dan 67 Pilkada pada 2011, hampir 94 persen pasangan kepala daerah pecah kongsi. “Kemesraannya cepat berlalu,” ujarnya sebagaimana dikutip DetikNews. Fenomena tersebut diyakini masih relevan hingga kini.
Banyak faktor yang melatarbelakangi pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya. Salah satu penyebab utama adalah praktik “kawin paksa” politik oleh partai koalisi, di mana pasangan calon disatukan bukan atas dasar kesamaan visi dan misi, melainkan sekadar kompromi elektoral.
Di permukaan, konflik ini kerap tidak terlihat. Namun dalam praktik pemerintahan, ketidakharmonisan dapat dirasakan melalui sikap saling menahan peran, manuver politik diam-diam, hingga minimnya koordinasi. Tidak jarang pula kepala daerah dinilai tidak memberikan ruang dan fungsi yang jelas kepada wakilnya.
Jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya akan merembet ke jajaran birokrasi di bawahnya. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berpotensi terpolarisasi, muncul blok-blokan kepentingan, pengelompokan loyalitas, hingga praktik like and dislike. Pada akhirnya, yang paling dirugikan adalah masyarakat.
Memang, kepala daerah memiliki kewenangan yang sering disebut sebagai “hak prerogatif”, termasuk dalam melakukan mutasi pejabat. Namun perlu ditegaskan bahwa kewenangan tersebut bukan prerogatif mutlak seperti kepala negara. Kewenangan itu bersifat atribusi dan tetap harus mengikuti mekanisme serta persetujuan instansi terkait, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014.
Di tengah maraknya fenomena pecah kongsi, duet kepemimpinan Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Memasuki satu tahun kepemimpinan periode 2025–2030, pasangan ini dinilai tetap solid, kompak, dan saling mengisi.
Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis, 19 Februari 2025, hingga saat ini, tidak terdengar adanya friksi berarti di antara keduanya. Tokoh senior Golkar Tangerang, Aviffudin Alwis, menegaskan bahwa hubungan kerja antara Sachrudin dan Maryono berjalan dengan baik.
“Komunikasi mereka tetap terjalin dengan baik dan saling mengisi tugas serta fungsi masing-masing,” ujar Aviffudin Alwis, Sekretaris Jenderal Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar.
Menurut Aviffudin, Golkar sebagai partai pengusung utama Sachrudin secara berkala melakukan evaluasi, termasuk memantau komunikasi dan keharmonisan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota. “Ini bagian dari tanggung jawab politik kami,” tambahnya.
Penilaian positif juga datang dari masyarakat. Eddy Salman, warga Cimone, menilai kepemimpinan Sachrudin–Maryono selama setahun terakhir cukup solid. “Saya melihat pembagian tugasnya jelas, arah pembangunan juga kelihatan, dan program unggulannya mulai dirasakan,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Sachrudin merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, sementara Maryono Hasan diusung oleh PDI Perjuangan. Perbedaan latar belakang partai tersebut sejauh ini tidak menjadi penghalang untuk menjaga soliditas pemerintahan
Kekompakan kepala daerah dan wakilnya merupakan modal utama dalam membangun daerah. Publik tentu berharap keharmonisan Sachrudin–Maryono tidak hanya bertahan secara simbolik, tetapi juga tercermin dalam kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Harapan masyarakat sederhana: Kota Tangerang semakin maju di berbagai sektor, pelayanan publik semakin membaik, dan kesejahteraan warga meningkat. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan terletak pada kuatnya kekuasaan politik, melainkan sejauh mana amanah rakyat benar-benar diwujudkan.
Semoga duet Sachrudin–Maryono Hasan mampu menjaga konsistensi, menahan godaan konflik politik, dan tetap fokus pada tujuan utama: mensejahterakan masyarakat Kota Tangerang. (Sumarna)
Di tengah gelombang transformasi digital, kita sedang menghadapi realitas baru: data menjadi komoditas paling berharga. Istilah “data is the new oil” tidak lagi sekadar jargon teknologi, tapi telah menjadi kenyataan ekonomi dan politik global. Negara-negara yang berhasil memanfaatkan data secara strategis terbukti mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik, mempercepat inovasi, hingga memperkuat ketahanan nasional.
Sayangnya, di Indonesia, data masih sering diperlakukan hanya sebagai pelengkap administratif. Banyak institusi, baik pemerintah maupun swasta, belum menempatkan data dalam kerangka kebijakan strategis. Padahal, jika dikelola dengan prinsip keterbukaan, keamanan, dan akuntabilitas, data dapat menjadi pondasi utama untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Ambil contoh sektor pendidikan. Dengan analisis data yang cermat, pemerintah dapat memetakan kualitas pembelajaran di setiap daerah, mengidentifikasi kesenjangan akses, hingga merancang intervensi berbasis bukti (evidence-based policy). Di bidang kesehatan, data dapat digunakan untuk mendeteksi potensi wabah secara dini, memantau efektivitas program vaksinasi, hingga merancang sistem rujukan yang lebih efisien. Sayangnya, potensi ini sering tersandera oleh fragmentasi sistem, rendahnya interoperabilitas antar basis data, serta ketakutan akan “kebocoran” yang justru menghambat keterbukaan yang sehat.
Kita menghadapi dua tantangan besar: pertama, rendahnya literasi data di kalangan pengambil keputusan. Banyak keputusan dibuat berdasarkan intuisi atau tekanan politik, bukan analisis data. Kedua, lemahnya data governance. Belum ada kerangka nasional yang kokoh untuk mengatur kepemilikan, akses, pertukaran, dan perlindungan data. Padahal, dengan semakin masifnya digitalisasi layanan publik, risiko penyalahgunaan data pribadi kian tinggi.
Sudah saatnya Indonesia menyusun kebijakan nasional yang berpihak pada kedaulatan data. Ini mencakup penguatan regulasi perlindungan data pribadi, pengembangan infrastruktur integrasi data lintas sektor, dan yang paling penting: pembangunan budaya data di semua lapisan masyarakat.
Budaya data berarti membiasakan semua pihak mulai dari birokrat, guru, dokter, hingga pelaku UMKM untuk menggunakan data sebagai dasar berpikir dan bertindak. Ini juga berarti membuka akses terhadap data publik dengan prinsip open data, sembari tetap menjaga privasi dan keamanan individu. Negara-negara seperti Estonia, Singapura, dan Finlandia telah membuktikan bahwa ekosistem data yang sehat tidak hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga kepercayaan publik terhadap negara.
Sebagai akademisi di bidang teknologi informasi, saya percaya bahwa pendidikan tinggi memegang peran penting dalam membentuk generasi yang paham data. Kurikulum perlu diperbarui, riset data harus diarahkan pada pemecahan masalah nyata, dan kolaborasi antara universitas, pemerintah, serta industri harus diperkuat.
Kita tidak bisa lagi menunda. Di tengah arus disinformasi, polarisasi sosial, dan ketidakpastian ekonomi global, hanya data yang dapat menjadi jangkar rasionalitas. Negara yang mengabaikan data akan terus terjebak dalam kebijakan reaktif, bukan transformatif.
Kini waktunya kita berpindah dari sekadar mengumpulkan data menjadi benar-benar mengelola dan memanfaatkan data untuk kemajuan bangsa. Jika data adalah aset strategis, maka mengabaikannya adalah bentuk pemborosan yang paling sunyi tapi berbahaya.
Oleh : Sopiyan Apandi
Tangerang, lensafokus.id -- Gedung Seni Budaya menjadi saksi kemeriahan Lomba Karaoke Lagu Mandarin Terbuka yang diselenggarakan oleh Yayasan Paguyuban Masyarakat Tigaraksa Adiyasa (Permata) pada Minggu (15/12/2024). Acara ini berhasil menarik perhatian para penggemar musik Mandarin.
CINANGKA, lensafokus.id - Ronatul Safitri yang kini telah berusia lima belas tahun mengidap penyakit misterius sejak dia usia lima tahun.
Bogor, lensafokus.id – Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, menggelar berbagai ajang kompetisi pendidikan dan seni secara berkesinambungan. Kegiatan tersebut meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Olahraga Tradisional (Ortrad), hingga Pentas Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI). Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari seluruh SD yang ada di wilayah Kecamatan Tenjo dan dilaksanakan secara bertahap dari satu perlombaan ke perlombaan lainnya.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tenjo, Ocih, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Tenjo di tingkat Kabupaten Bogor.
“Tujuan kegiatan ini untuk mencari peserta terbaik yang akan dilombakan di tingkat kabupaten. Kami berharap tahun ini ada perwakilan dari Tenjo yang bisa tampil di tingkat provinsi, bahkan nasional,” ujar Ocih di sela kegiatan.
Ia mengaku optimistis dari berbagai cabang lomba yang digelar, akan lahir siswa-siswi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari para guru pembimbing maupun peserta didik. Antusiasme siswa terlihat tinggi dalam mengikuti setiap perlombaan yang digelar.
“Alhamdulillah kegiatan ini disambut baik oleh para guru dan siswa. Mereka sangat antusias mengikuti lomba. Semoga dari semangat ini lahir bibit unggul yang bisa mewakili Tenjo di tingkat provinsi maupun nasional,” tuturnya.
Ocih juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Kami juga mohon maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan,” pungkasnya. (Dang/min)
Tangerang, lensafokus.id — Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan bebas dari pengaruh Narkoba, SDN Cikuya 2 Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menggandeng Kepolisian Sektor Cisoka sebagai narasumber utama.
Acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut turut dihadiri pengurus Komite SDN Cikuya 2, di antaranya Anwar Abdullah dan Julaeni, SH, serta seluruh dewan guru. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi sekolah dan masyarakat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

Kepala SDN Cikuya 2, Sulis Setyorini, dalam sambutannya menekankan peran vital para pendidik dalam memberikan pemahaman sejak dini terkait bahaya Narkoba.
"Saya mengajak seluruh guru untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi Narkoba. Kita harus menciptakan sekolah yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan Narkoba," tegas Sulis.
Ia juga menyampaikan bahwa guru wajib meneruskan informasi mengenai bahaya narkotika kepada seluruh siswa, agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan mampu menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang tersebut.
Sementara itu, Bripka Sofwan Akil dari Polsek Cisoka yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini memaparkan secara rinci berbagai jenis Narkoba dan dampaknya bagi kesehatan. Ia menyebutkan beberapa jenis yang umum ditemui, seperti ganja, sabu, pil ekstasi, dan lainnya yang dapat merusak jaringan saraf hingga menyebabkan hilangnya kemampuan berpikir secara normal.
Menurutnya, remaja termasuk kelompok yang paling rentan menjadi target peredaran Narkoba. Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka.
"Sebagai orang tua, kita harus lebih waspada. Jangan sampai putra-putri kita tergoda bujukan orang yang tidak dikenal. Mari bersama-sama menjaga dan memerangi bahaya Narkoba di kalangan remaja," terang Sofwan. (War)
Bogor, lensafokus.id — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Waluya Sari kembali melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) hari kedua bagi peserta didik program kesetaraan Paket C Tahun Pelajaran 2025/2026. Minggu (9/11/2025).
Pada pelaksanaan TKA hari kedua ini, peserta menghadapi mata pelajaran pilihan, yakni Ekonomi dan Sosiologi. Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen. Ujian dibagi ke dalam dua sesi agar pelaksanaan berjalan lebih tertib dan efisien.
Situasi ujian tampak kondusif. Para peserta mengikuti setiap tahapan dengan serius, menunjukkan semangat belajar yang tinggi meskipun ditempuh melalui jalur pendidikan non-formal.
Kegiatan TKA merupakan bagian dari rangkaian evaluasi akhir untuk mengukur sejauh mana capaian peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di program kesetaraan. Ujian ini menjadi tolok ukur kemampuan akademik setara jenjang SMA sesuai dengan standar kompetensi lulusan nasional.
Melalui tes ini, diharapkan peserta mampu mengasah kemampuan berpikir kritis serta memahami konsep-konsep akademik yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Kepala PKBM Waluya Sari, Jajat Sudrajat, S.E, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para peserta didik yang hadir sepenuhnya pada pelaksanaan TKA hari kedua.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta yang hadir 100% pada hari kedua pelaksanaan TKA ini. Hal ini menunjukkan kesungguhan mereka dalam menempuh pendidikan di jalur kesetaraan. Kami berharap hasil ujian ini dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan akademik serta kesiapan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja,” ujar Jajat Sudrajat, S.E.
Lebih lanjut, Jajat menyampaikan bahwa kelancaran pelaksanaan TKA tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tutor, panitia pelaksana, hingga lembaga yang turut membantu penyediaan fasilitas ujian.
“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Drs. Sokirin, M.M.Pd, selaku Kepala SMPN 1 Tenjo, yang telah membantu menyediakan sarana dan prasarana kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini sangat berarti bagi kelancaran kegiatan pendidikan non-formal di wilayah kami,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan TKA ini, PKBM Waluya Sari kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan bermutu dan inklusif bagi masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan non-formal di Kecamatan Tenjo, PKBM Waluya Sari berperan penting dalam memberikan kesempatan belajar bagi warga yang belum menempuh pendidikan formal hingga jenjang SMA. (Asp)
Lebak, lensafokus.id – Empat siswa kelas XII SMKN 2 Rangkasbitung harus menerima keputusan dikeluarkan dari sekolah setelah dinilai melakukan pelanggaran terhadap tata tertib (tatib) yang berlaku. Keputusan ini menimbulkan kekecewaan dari pihak orang tua yang merasa anaknya tidak mendapat kesempatan kedua menjelang kelulusan.
Dede, salah satu orang tua siswa, menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya meminta kebijakan dari pihak sekolah agar anaknya, Reno, tidak dikeluarkan. Namun, permintaan tersebut tidak membuahkan hasil.
“Saya sudah berusaha meminta kebijakan baik ke Kepala Sekolah maupun ke Wakil Kepala Kesiswaan, tapi pihak sekolah tetap memutuskan anak saya harus keluar,” ujar Dede, Selasa (4/11/2025).
Dede mengaku bingung mencari sekolah pengganti karena jurusan anaknya di SMKN 2 Rangkasbitung termasuk jurusan langka, yakni jurusan Pertanian. Ia khawatir keputusan tersebut membuat anaknya terancam putus sekolah dan gagal melanjutkan pendidikan.
“Saya bingung mau pindah ke mana, karena jurusan anak saya jarang ada di sekolah lain. Saya takut masa depannya terganggu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Rangkasbitung, Sukarno, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, membenarkan adanya keputusan pengembalian empat siswa kepada orang tua. Ia menyebut, langkah tersebut diambil setelah melalui proses pembinaan dan pemberian surat peringatan (SP) hingga tiga kali.
“Benar, ada empat siswa kelas XII yang dikembalikan kepada orang tuanya karena sudah melakukan pelanggaran di sekolah. Mereka sudah mendapatkan SP tiga kali. Langkah ini kami anggap sebagai kebijakan terbaik demi masa depan mereka,” ujar Sukarno.
Lebih lanjut, Sukarno menjelaskan bahwa pihak sekolah membuka opsi bagi siswa yang bersangkutan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah lain atau melalui program Paket C.
“Silakan saja melanjutkan ke sekolah lain atau mengikuti Paket C. Kami menilai mereka sudah tidak merasa nyaman di SMKN 2 Rangkasbitung,” katanya.
Keputusan ini masih menuai pro dan kontra di kalangan orang tua murid, yang berharap adanya pendekatan lebih humanis menjelang masa kelulusan siswa. (Cecep)
Lebak, lensafokus.id – Besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 1 Kalanganyar, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, berimbas pada keterbatasan sarana ruang belajar. Sekolah yang menjadi salah satu favorit di wilayah tersebut kini tercatat kekurangan tiga ruang kelas belajar (RKB).
Kepala SMAN 1 Kalanganyar, Ervin Sulistiawati, saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa jumlah murid yang terdaftar mencapai 389 siswa. Sementara itu, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut berjumlah 42 orang.
“Dengan kondisi saat ini, kami kekurangan 3 lokal ruang kelas. Bahkan ruang laboratorium sementara dijadikan ruang guru karena ruangan yang ada diprioritaskan untuk kebutuhan belajar siswa,” ujarnya.
Ervin berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini. Ia menilai, pembangunan ruang kelas baru (RKB) sangat mendesak agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.
“Mudah-mudahan tahun depan SMAN 1 Kalanganyar bisa mendapat bantuan baik dari dana alokasi khusus (DAK) maupun dari APBN. Dengan begitu, fasilitas sekolah bisa lebih memadai,” tambahnya.
Kekurangan sarana prasarana sekolah, terutama ruang kelas, menjadi salah satu tantangan dunia pendidikan di daerah. Pihak sekolah berharap adanya solusi cepat agar kualitas pendidikan di SMAN 1 Kalanganyar tetap terjaga. (Cecep)