BOGOR, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bogor menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat soliditas para advokat.

Ketua Peradi Rumah Bersama Advokat (RBA) Kota Bogor, Gunara SH MH, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi antaranggota, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kualitas spiritual para advokat selama bulan suci Ramadan.

“Momentum Ramadan ini kami manfaatkan untuk saling memaafkan, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui ibadah puasa yang dijalankan secara maksimal,” ujar Gunara.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pengurus dan anggota agar organisasi semakin solid. Menurut Gunara, diskusi hangat mengenai berbagai isu hukum terkini juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, para advokat kembali diingatkan mengenai makna profesi advokat sebagai Officium Nobile atau profesi yang mulia dan terhormat. Karena itu, para anggota DPC Peradi Kota Bogor didorong untuk terus menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.

Gunara menegaskan bahwa advokat memiliki peran penting tidak hanya dalam memberikan bantuan hukum kepada pencari keadilan, tetapi juga dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesadaran hukum.

“Melalui jasa hukum yang kami berikan, kami berharap keberadaan Peradi dapat dirasakan manfaatnya secara luas, baik oleh masyarakat Kota Bogor maupun secara nasional,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa advokat harus tetap menjaga sikap kritis sebagai bagian dari fungsi kontrol dalam mengawal penegakan hukum dan keadilan.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut diakhiri dengan harapan agar semangat Ramadan dapat menjadi motivasi bagi para advokat untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan para pencari keadilan di seluruh Indonesia. (Zulfi)

Bogor, lensafokus.id - EIGER Adventure Land menggelar proses rekrutmen massal yang diikuti oleh lebih dari 600 warga dari Kecamatan Megamendung dan sekitarnya, Kabupaten Bogor. Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang terdiri dari rangkaian psikotes dan sesi wawancara ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan ekowisata tersebut.

Melalui agenda rekrutmen ini, EIGER Adventure Land berupaya memastikan bahwa pengembangan kawasan ekowisata dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat setempat. Memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Megamendung. sekaligus tetap selaras dengan upaya pemulihan lahan kritis dan pelestarian kawasan hutan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif tersebut, pembukaan kegiatan rekrutmen turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, antara lain Camat Megamendung Ridwan serta Kepala Desa Sukagalih Alwansyah Sudarman. Kehadiran para pemangku kepentingan lokal tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memastikan proses rekrutmen ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar.

IMG 20260306 WA0052

Dalam sambutannya, Ridwan menyampaikan apresiasi kepada EIGER Adventure Land atas kesempatan kerja yang dibuka secara luas, khususnya bagi masyarakat setempat.

"Kami memberikan apresiasi kepada EIGER Adventure Land yang telah membuka lowongan pekerjaan serta mengutamakan penyerapan tenaga kerja dari warga di sekitar lokasi. Ini merupakan langkah positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kami," ujar Ridwan. la juga berpesan kepada seluruh peserta rekrutmen untuk tetap bersemangat menjalani proses seleksi.

"Ikuti proses ini dengan baik, tetap semangat, dan jangan berkecil hati apabila hasilnya belum sesuai harapan. Peluang selalu datang bagi mereka yang terus berusaha," tambahnya..

Sejalan dengan apresiasi tersebut, EIGER Adventure Land kembali menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Megamendung.

IMG 20260306 WA0050

Bagi EIGER Adventure Land, proses rekrutmen tidak hanya berfokus pada kompetensi profesional, tetapi juga pada karakter, integritas, serta keselarasan nilai sebagai fondasi budaya organisasi yang kuat dan bertanggung jawab.

"Membangun organisasi tidak hanya tentang kemampuan, tetapi juga karakter. Setiap individu yang bergabung bersama EIGER Adventure Land membawa nilai yang kami junjung dan berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi masyarakat serta lingkungan," ujar Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya.

Melalui penyelenggaraan rekrutmen massal ini, EIGER Adventure Land menegaskan perannya sebagai mitra pemberdayaan masyarakat di wilayah operasionalnya. Saat ini, lebih dari 200 pegawai EIGER Adventure Land berasal dari Kecamatan Megamendung. Ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.

Ketika sudah beroperasi dan resmi dibuka untuk publik, EIGER Adventure Land akan terus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar untuk tumbuh dan berkembang bersama. Dukungan pemerintah daerah dan antusiasme warga telah memberikan dampak ekonomi yang nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bogor khususnya di Kecamatan Megamendung. (Zulfi)

Indonesia Terbit, lensafokus.id – Langit Indonesia akan dihiasi fenomena langka dan memesona. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, dan dapat disaksikan langsung dari berbagai wilayah Tanah Air.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa Gerhana Bulan merupakan peristiwa astronomi akibat konfigurasi sejajar antara Matahari, Bumi, dan Bulan yang hanya terjadi saat fase purnama.

“Gerhana Bulan Total terjadi ketika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Pada saat puncaknya, Bulan akan tampak berwarna merah jika kondisi langit cerah,” ujar Nelly di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Fenomena yang kerap dijuluki Blood Moon ini terjadi karena efek hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan, menciptakan tampilan merah dramatis.

Berdasarkan data BMKG, keseluruhan fase gerhana akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Fase parsial berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik dan Fase totalitas, saat Bulan sepenuhnya berada di dalam umbra Bumi, terjadi selama 59 menit 27 detik.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, merinci bahwa gerhana mulai pada pukul 18.03.56 WIB. Puncak gerhana akan terjadi pada 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA dan 20.33.39 WIT.

Fenomena ini akan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB, ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

BMKG menyebutkan wilayah Indonesia bagian Timur memiliki peluang pengamatan lebih optimal karena dapat menyaksikan fase awal gerhana sejak Bulan terbit. Sementara di wilayah Barat, gerhana sudah memasuki fase puncak atau totalitas sesaat setelah Bulan muncul di ufuk timur.

“Masyarakat disarankan mencari lokasi dengan minim polusi cahaya dan pandangan terbuka ke arah timur agar pengamatan maksimal,” tambah Fachri.

Sepanjang 2026, diprediksi terjadi empat kali gerhana—dua Gerhana Matahari dan dua Gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.

Secara astronomis, peristiwa ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri Saros 133. Gerhana serupa sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008 dan akan kembali terulang pada 13 Maret 2044.

Dengan durasi hampir satu jam totalitas dan potensi langit cerah di awal Maret, masyarakat Indonesia berpeluang menyaksikan salah satu pertunjukan langit paling spektakuler tahun ini—tanpa alat khusus, cukup dengan mata telanjang dan cuaca yang bersahabat.

SUBANG, lensafokus.id – Maraknya peredaran obat keras daftar G yang dikenal sebagai “pil setan” di wilayah Kabupaten Subang kembali menuai sorotan tajam publik. Meski persoalan ini sudah berulang kali diberitakan, hingga kini belum terlihat langkah penindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH). Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya kelambanan, bahkan pembiaran, dalam menangani bisnis haram yang kian meresahkan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, peredaran pil setan di Subang diduga berjalan secara terstruktur dan terorganisir. jaringan tersebut diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial berinisial F disebut-sebut sebagai koordinator penjualan, lokasi kios yang diduga menjadi pusat aktivitas berada di Kecamatan Purwadadi serta di kawasan Jalan Raya Subang–Sariater KM 10, Parung, Subang.

Aktivitas penjualan obat keras tersebut disebut berlangsung terbuka dan relatif aman tanpa gangguan berarti. Fakta ini semakin menimbulkan tanda tanya besar, mengingat dampak peredaran obat daftar G terhadap generasi muda sudah sangat nyata dan berbahaya.

Salah warga yang enggan disebutkan namanya mengaku heran mengapa peredaran pil setan yang diduga telah berlangsung lama itu tak kunjung disentuh hukum. Padahal, keberadaannya disebut bukan lagi menjadi rahasia umum di lingkungan sekitar.

Situasi tersebut secara langsung menjadi tanda tanya terhadap kinerja APH di wilayah Subang. Penanganan yang dinilai lamban memunculkan persepsi negatif dan berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap komitmen penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan peredaran obat keras ilegal.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, penyalahgunaan pil setan dikhawatirkan akan semakin meluas. Selain merusak kesehatan fisik dan mental, obat keras daftar G juga kerap dikaitkan dengan meningkatnya tindak kriminalitas dan rusaknya masa depan generasi muda.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan maraknya peredaran pil setan di wilayah Subang tersebut. (Tim)

BOGOR, lensafokus.id - Aksi penanaman pohon serentak di 40 kecamatan se Kabupaten Bogor menggema. Kecamatan Bojonggede fokus hijaukan jalur Bojonggede Kemang (Bomang), Kamis (05/01/2026).

Diikuti seluruh lapisan muspika se Kecamatan Bojonggede, seluruh kepala desa se Kecamatan Bojonggede, kegiatan tersebut berhasil menanam 1.636 bibit pohon jenis kayu dan buah-buahan.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani mengungkapkan, aksi penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari aksi penanaman pohon serentak di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

Sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, kata Tenny, pihaknya bersama sejumlah pihak melaksanakan upaya penghijauan di jalur Bojonggede Kemang (Bomang).

Dalam hal ini, kata Tenny, untuk pengampu atau penyokong bibit Kecamatan Bojonggede mendapat support langsung dari Kadis DPTR Eko Mujiarto

"Ini aksi penanaman pohon kedua yang kami laksanakan. Aksi penghijauan ini akan terus berlanjut hingga wilayah perbatasan Bojonggede dan Kecamatan Tajur Halang," kata Tenny.

Tenny berharap, dengan upaya kolaboratif bersama seluruh kalangan, dapat mewujudkan penghijauan jalur Bomang.

"Hari ini ada 1.636 pohon yang tertanam. Tahap kedua nanti ada 800 pohon lagi yang akan kami tanam di sepanjang 1,5 kilometer," ungkapnya.

Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Pers Motor Club (PMC) juga ikut terlibat langsung dalam aksi tersebut.

Presiden PMC, Billy Adhiyaksa menambahkan, aksi penanaman pohon tersebut merupakan salah satu bagian dari program PMC di 2026.

"Hari ini kami memulai dan secara konsisten kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh pihak dalam upaya penyelamatan bumi. Target PMC di 2026 25 ribu pohon bisa kami tanam di berbagai wilayah," kata Billy.

Khusus untuk jalur Bomang, jelas Billy, PMC berkerjasama dengan EIGER Adventure Land (EAL) akan menyumbangkan 1.000 batang berbagai jenis pohon.

"Semoga upaya kolaboratif ini dapat menjadi ajakan positif kepada seluruh kalangan," pungkasnya.

Diketahui, yang terlibat dalam penanaman pohon ini di antaranya, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) camat, kapolsek dan danramil.

Serta ikut andil juga ketua MUI kecamatan, Kepala KUA, Ketua TP PKK kecamatan yang juga melibatkan pemerintah desa dan kelurahan dengan mengikutsertakan ketua MUI, ketua PKK desanya, Babinsa, Babinkantibmas dan juga Linmas se Kecamatan Bojonggede.

Tak hanya itu, ikut dalam penanaman, termasuk para penggiat lingkungan hidup mulai satgas lingkungan hidup kecamatan dan komunitas peduli lingkungan. (*)

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi melepas sebanyak 3.000 lebih peserta program mudik gratis tahun 2026 ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Pelepasan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah dan Unsur Forkopimda di depan Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang, Rabu (18/3/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program mudik gratis yang menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Ibu Wakil Bupati, Forkopimda, Pak Sekda, seluruh OPD, MUI, Kemenag, DPRD, dan para camat dapat bersilaturahmi langsung dengan para pemudik ke Jawa dan Sumatra,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan, tahun 2026 program mudik gratis melayani 19 kabupaten/kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra (Lampung dan Palembang) dengan total 56 armada bus. Seluruh peserta merupakan warga yang bekerja dan berdomisili di Kabupaten Tangerang yang akan pulang ke kampung halamannya masing-masing

"Kami juga mendoakan agar seluruh peserta mudik dapat melakukan perjalanan dengan lancar, aman, dan selamat sampai tujuan, serta kembali ke Kabupaten Tangerang dalam keadaan sehat walafiat," imbuhnya

Lanjut dia, program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan berbagai perangkat daerah dengan Dinas Perhubungan sebagai leading sector. Berbagai persiapan matang telah dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan, mulai dari penyediaan fasilitas, pengecekan armada hingga pemeriksaan kesehatan.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas program ini, termasuk mempertimbangkan penambahan jumlah armada dan rute tujuan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh peserta mudik gratis dan masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Atas nama pribadi, Ibu Wakil Bupati, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga masyarakat senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jaenudin, menjelaskan bahwa program mudik gratis tahun ini mendapat antusiasme sangat tinggi dari masyarakat.

“Total pendaftar mencapai lebih dari 10 ribu orang, dan yang dapat kami akomodir sebanyak lebih dari 3.000 peserta dengan 56 unit bus yang bekerja sama dengan perusahaan otobus di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Pihaknya menandaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program mudik gratis ini. Seluruh pengemudi dan kru telah menjalani tes kesehatan dan tes urine oleh Dinas Kesehatan serta BNK untuk memastikan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Selain itu, setiap kendaraan juga telah melalui pemeriksaan teknis (ramp check) guna memastikan kondisi armada aman dan laik jalan.

"Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan seluruh peserta mudik gratis dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat hingga tiba di kampung halaman masing-masing," pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, RSUD Pakuhaji memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan prima. Hal tersebut dipastikan setelah dilakukan monitoring ke berbagai ruang pelayanan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Monitoring tersebut dipimpin oleh Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, yang didampingi oleh Asda III Firzada Mahalli. Kunjungan dilakukan ke sejumlah fasilitas layanan, seperti ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), guna memastikan kesiapan pelayanan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Dalam keterangannya, Prima Saras Puspa menyampaikan apresiasi atas dedikasi RSUD Pakuhaji dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tetap optimal di tengah pelaksanaan ibadah puasa.

“Hasil tinjauan dan paparan yang disampaikan Direktur, kami mewakili Bupati Tangerang mengapresiasi pelayanan kesehatan yang tetap prima di tengah-tengah ibadah puasa,” ujarnya saat ditemui, Selasa (17/03/2026) kemarin.

Ia menegaskan, berdasarkan hasil monitoring di berbagai ruang pelayanan, seluruh layanan berjalan dengan baik, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Seluruh tenaga kesehatan dan jajaran RSUD Pakuhaji telah bekerja dengan baik serta mengutamakan keselamatan pasien,” tambahnya.

Di sela-sela kunjungan, Asda I, Asda 3 bersama Direktur RSUD Pakuhaji dan jajaran turut memberikan doa serta bingkisan kepada para pasien sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril agar segera pulih.

“Alhamdulillah, ada titipan dari Bupati dan Wakil Bupati berupa bingkisan sebagai bentuk kepedulian serta penyemangat bagi pasien yang sedang dirawat,” kata Prima.

Sementara itu, Direktur RSUD Pakuhaji, dr. Ummie Kulsum, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan menjelang Idul Fitri secara menyeluruh, baik dari sisi tenaga medis maupun administrasi.

“Kami telah menetapkan jadwal bagi tenaga medis dan administrasi untuk tetap siaga. Seluruh petugas diwajibkan stand by dan memastikan alat komunikasi tetap aktif,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir terjadi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Pakuhaji dan sekitarnya, yang dipengaruhi oleh faktor cuaca serta kondisi lingkungan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan puskesmas untuk mengintensifkan sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, agar mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, dr. Ummie berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan menjelang Hari Raya Idul Fitri, serta mendoakan agar pasien yang tengah menjalani perawatan dapat segera pulih. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Di tengah meningkatnya penggunaan layanan pembiayaan oleh masyarakat, muncul berbagai persoalan yang diduga merugikan konsumen. Lembaga Perlindungan Konsumen YAPERMA (Yayasan Anak Pejuang Rakyat Malang) mengungkap adanya sejumlah pola permasalahan yang kerap terjadi, mulai dari dugaan penagihan tidak sesuai prosedur hingga sengketa kredit yang berujung tekanan terhadap debitur.

Berdasarkan penelusuran dan pengaduan yang diterima, YAPERMA menyebut bahwa sebagian konsumen mengaku mengalami tekanan saat proses penagihan, termasuk yang diduga dilakukan di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.

“Dari laporan yang kami terima, ada pola penagihan yang dinilai berpotensi melampaui batas kewajaran. Ini tentu perlu ditelaah lebih lanjut agar tidak merugikan konsumen,” ujar Ketua Umum YAPERMA, Moch. Ansory, S.H.

Dugaan Ketidakseimbangan Posisi Konsumen!!, Sejumlah pengaduan juga mengindikasikan bahwa konsumen kerap berada pada posisi yang lemah, terutama dalam memahami isi perjanjian pembiayaan. Dalam beberapa kasus, konsumen mengaku tidak sepenuhnya memahami klausul yang disepakati di awal.

Kondisi ini, menurut YAPERMA, berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari, terutama ketika terjadi keterlambatan pembayaran atau kondisi ekonomi debitur yang menurun.

“Banyak masyarakat baru menyadari isi perjanjian ketika sudah terjadi masalah. Di sinilah pentingnya edukasi dan pendampingan hukum,” tambahnya.

IMG 20260318 WA0082

Perdata atau Pidana?
YAPERMA juga menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang diduga membawa sengketa pembiayaan ke ranah pidana. Padahal, menurutnya, tidak semua persoalan kredit dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.

“Perlu kehati-hatian dalam melihat suatu perkara. Sengketa kredit pada dasarnya merupakan hubungan keperdataan, sehingga penyelesaiannya pun seharusnya mengedepankan mekanisme perdata atau alternatif penyelesaian sengketa,” tegas Moch. Ansory.

Dorongan Transparansi dan Evaluasi,"
Atas berbagai temuan tersebut, YAPERMA mendorong adanya peningkatan transparansi dari pelaku usaha, khususnya dalam menjelaskan hak dan kewajiban konsumen sejak awal perjanjian.

Selain itu, lembaga ini juga mengajak pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap praktik penagihan agar tetap sesuai dengan ketentuan hukum dan etika yang berlaku.

Ruang Klarifikasi Terbuka
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaku usaha yang berkaitan dengan pola pengaduan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi guna menjaga keberimbangan informasi.

Imbauan untuk Masyarakat!!!
YAPERMA mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila merasa dirugikan, serta lebih teliti dalam memahami isi perjanjian sebelum menandatangani dokumen pembiayaan.

“Perlindungan konsumen adalah hak setiap warga negara. Jangan sampai masyarakat merasa sendirian ketika menghadapi persoalan seperti ini,” pungkasnya. (Lingga)

Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja melakukan monitoring kesiapan pelayanan kesehatan di RSUD Tigaraksa menjelang libur panjang hari raya Idulfitri 1447 H, Selasa (17/03/26)

Pada kesempatan tersebut, Sekda Soma mengungkapkan rasa harunya saat diminta orang tua untuk memberikan nama pada bayi yang baru dilahirkan di RSUD Tigaraksa. Ada tiga bayi baru lahir terdiri dari 2 bayi berjenis kelamin perempuan dan 1 laki-laki yang diberi nama Soma saat kunjungannya

"Bangga sekaligus mengharukan sekali saat orang tua meminta saya untuk memberikan nama anak yang baru dilahirkan tadi. Dua (2) bayi perempuan saya kasih nama Kristine dan Anaza, 1 bayi laki-laki namanya Regan," ungkap Soma

Soma pun mengucapkan selamat kepada ibu yang baru melahirkan dan mendoakan semoga ibu dan anak yang dilahirkan segera pulih kesehatannya serta menjadi anak yang sholeh, sholehah, berguna bagi orang tua dan bangsa

"Selamat ya. Semoga ibu cepat sembuh dan pulih, kembali bisa beraktifitas. Semoga anak yang dilahirkan membawa kebahagiaan dan kebanggaan bukan hanya untuk orang tua tapi juga nusa dan bangsa," ucapnya

Soma juga memberikan pesan dan semangat kepada para pasien untuk tetap semangat dan tidak berkecil hati karena harus merayakan hari raya di rumah sakit.

"Jangan berkecil hati walaupun merayakan lebaran tahun ini di rumah sakit. Tetap semangat dan ceria karena itu juga salah satu obat yang mujarab untuk kesembuhan," ujarnya.

Lanjut dia, kunjungan ke Rumah Sakit Daerah merupakan agenda rutin tahunan menjelang hari raya Fdulfitri tahun 2026. Selain untuk melihat langsung kesiapan layanan rumah sakit menghadapi libur panjang hari raya juga untuk memberikan dorongan moril kepada para pasien yang dirawat.

"Kunjungan ini adalah agenda rutin tahunan pemerintah daerah. Hari ini Bapak Bupati ke RSUD Balaraja, Ibu Intan ke RSUD Tangerang dan saya ke RSUD Tigaraksa. Selain untuk melihat kesiapan layanan kesehatan rumah sakit umum daerah jelang hari raya, juga untuk memberikan doa serta dukungan moril kepada para pasien yang dirawat," imbuhnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan monitoring pelayanan kesehatan di RSUD Balaraja dalam rangka memastikan kesiapan layanan jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Selasa (17/03/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin pemerintah daerah untuk mengecek langsung kondisi dan kesiapan pelayanan di rumah sakit, khususnya saat momentum menjelang lebaran.

"Alhamdulillah, hari ini tepatnya hari Selasa, jelang Idulfitri, agenda rutin kita melaksanakan kunjungan ke rumah sakit, dan tahun ini di RSUD Balaraja bersama Dirut RSUD Balaraja, Kadinkes Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi, serta jajaran tenaga medis lainnya," ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, monitoring dilakukan dengan mengunjungi tiga ruang pelayanan, yaitu ruang persalinan, ruang anak, dan ruang dewasa, untuk melihat langsung kondisi pasien dan kesiapan tenaga medis.

 

"Di ruang persalinan, ibu dan bayinya alhamdulillah sehat, di ruang anak juga anak-anak tetap sehat dan semangat dengan pendampingan orang tua, sementara di ruang dewasa ada empat pasien yang kondisinya membaik dan segera pulang untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga," jelasnya.

Bupati Maesyal menilai bahwa seluruh tenaga medis di RSUD Balaraja telah menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Upaya seluruh personil medis, baik dokter spesialis, dokter umum, maupun perawat sudah berkinerja baik dan mengutamakan keselamatan serta kesehatan pasien. Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi, semoga terus dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena ini bagian dari kewajiban dan amal kita," pungkasnya.

Sementara itu, dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Balaraja, dr. Makhmud Jumhur menjelaskan adanya penanganan kasus persalinan darurat yang terjadi dua hari sebelumnya dan menjadi perhatian dalam monitoring tersebut.

"Kasus pasien dua hari lalu melahirkan spontan di kolong jembatan jalan tol, kemudian dibawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan penatalaksanaan lanjutan, dan alhamdulillah setelah diperiksa kondisi ibu dan bayinya dalam keadaan baik," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan tidak adanya kelainan kongenital maupun gejala penyakit lain pada bayi sebagai bagian dari tanggung jawab RSUD Balaraja sebagai rumah sakit penyangga wilayah barat Kabupaten Tangerang.

"Kasus ini termasuk pasien terlantar karena keluarga tidak ditemukan, sehingga kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan DP3A terkait tindak lanjut, termasuk penjaminan yang insyaallah ditanggung Pemerintah Kabupaten Tangerang," jelasnya.

Menurutnya, penanganan tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui RSUD Balaraja dalam memberikan pelayanan tanpa diskriminasi kepada seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan. (Red)

BOGOR – Geliat bisnis properti di Indonesia mulai bangkit. Sejumlah proyek pembangunan infrastuktur yang dibangun pemerintah, rupanya memicu semangat investasi di bidang ini. Seperti PT Summarecon Agung Tbk melalui Summarecon Bogor yang belum lama ini sukses membukukan penjualan total 486 unit rumah dan kaveling bangun mandiri hanya dalam waktu dua hari. 
Kehadiran Summarecon Bogor rupanya mendapat respons baik dari masyarakat, tercatat hampir 1.300 calon konsumen melakukan pendaftaran untuk membeli rumah atau kaveling bangun mandiri di dua cluster tersebut. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp1.5 miliar hingga Rp15 miliar. Total nilai penjualan dua cluster ini tercatat senilai Rp1.5 triliun lebih.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Summarecon, Sharif Benyamin. Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap produk Summarecon Bogor, karena didukung nama Summarecon, dan lantaran produk Summarecon Bogor yang bersifat limited edition.
“Limited Edition dikarenakan penyiapan lahan membutuhkan waktu cukup lama dan saleable-nya yang sangat rendah, hal ini membuat jumlah produk Summarecon Bogor sangat terbatas dan hanya bisa dirilis satu sampai dua kali dalam satu tahun,” ujar Sharif Benyamin melalui keterangan resminya, kemarin. 
Sharif juga mengatakan, minat masyarakat juga semakin tinggi dengan beragam keistimewaan yang dimiliki Summarecon Bogor. “Seperti lokasinya yang bersisian langsung dengan Kota Bogor, memiliki akses tol langsung melalui pintu tol Bogor Selatan, dan juga berada di ketinggian 300 - 500 meter di atas permukaan laut,” jelasnya.  
Kawasan ini memang menjadi favorit, lantaran memiliki pemandangan empat gunung yang sangat indah (Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Salak, Gunung Pancar), pemandangan lapangan golf Gunung Geulis (36 holes) dan juga pemandangan City View. “Kami berbahagia sekali dan sangat bersyukur, kerja keras kami selama ini membuahkan hasil yang sangat membanggakan,” kata Sharif.
Presiden Direktur Summarecon Adrianto P. Adhi menambahkan, dengan hasil penjualan yang sangat baik di Summarecon Bogor, menambah keyakinan dan rasa optimistis bahwa target marketing sales pihaknya di tahun ini dapat tercapai. Hal ini pun menjadi bukti bahwa industri properti tanah air mulai bangkit meskipun di masa pandemi. “Kami berharap melalui pencapaian ini akan memberikan sentimen positif dan penyemangat bagi pertumbuhan industri properti Indonesia,” tandas Adrianto.
Sekilas tentang PT Summarecon Agung Tbk, Summarecon adalah salah satu perusahaan properti terkemuka di Indonesia, yang telah berdiri sejak tahun 1975. Summarecon mengembangkan Kelapa Gading yang kini lebih dikenal menjadi Summarecon Kelapa Gading. Summarecon berhasil mengembangkan kawasan Kelapa Gading menjadi kota terpadu modern seluas 550 ha dan menjadi tempat tinggal yang diminati masyarakat kelas menengah dan menengah ke atas. 
Setelah sukses dengan Summarecon Kelapa Gading, Summarecon mengembangkan kawasan kota terpadu Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Mutiara Makassar dan Summarecon Bogor. Seluruh kawasan yang dikembangkan terintegrasi dengan area komersial, pusat perbelanjaan, dan fasilitas sosial lainnya seperti sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, dan taman. (red)

TANGERANG - Alfamart ingin lebih memberikan kontribusinya pada masyarakat, bukan hanya untuk menyediakan kebutuhan masyarakat sehari-hari, tapi juga memajukan industri kecil menengah. 

TANGERANG - Keseriusan Ciputra Group dalam mendukung program pemerintah dalam hal penyediaan hunian berkualitas dengan segala kelengkapan fasilitasnya terjawab dengan hadirnya kota baru terpadu Citra Maja Raya.

Proyek Citra Maja Raya yang merupakan proyek Joint Operation antara PT. Ciputra Residence, PT. Hanson International Tbk, dan PT Putra Asih Laksana, dimulai pembangunannya sejak 2015 dan telah menunjukkan progress yang significant hingga saat ini. 

TANGERANG - Kebutuhan seseorang akan makanan tidak akan pernah habis, sehingga makanan selalu menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha. Setiap bisnis makanan membawa konsep kuliner yang berbeda-beda. Salah satu konsep yang cukup potensial untuk bisnis kuliner adalah catering.

TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang melepas Tim Sepak Bola Desa Kadu Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang di Pekan Olahraga Desa Pordes (Pordes), pelepasan dilaksanakan di Kopimorning bagian umum setda Kabupaten Tangerang, Selasa (19/11/2019).

TANGERANG, lensafokus.id - Kontingen Senam Provinsi Banten cabang Senam Pencegahan Osteoporosis, kembali meraih medali emas di ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) V tahun 2019, yang diadakan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (19/11/2019). 

TANGERANG, lensafokus.id - Bertepatan dengan peringatan hari Sumpah pemuda Kadisporabudpar Kabupaten Tangerang bersama Camat Mekar Baru resmi membuka acara pekan olahraga kecamatan mekar baru, Selasa (29/10/2019). 

TANGERANG, lensafokus.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang meraih empat medali di hari pertama perhelatan Pekan Olahraga Wartawan Banten (Porwaban) 2019, Kamis (24/10/2019).

TANGERANG, lensafokus.id - Jelang pertandingan eksibisi Porwaban 2019, tim futsal SIWO PWI Kabupaten Tangerang rutin melakukan pertandingan futsal persahabatan dengan tim futsal ternama.

PAKUHAJI - Pemerintah Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang melalui Bidang Pembinaan Masyarakat melaksanakan Kegiatan Pembinaan bagi generasi muda dalam pencegahan Bahaya Narkoba, HIV dan AIDS, bertempat di Aula Kantor Desa Laksana.

TANGERANG - Aktivis Kesehatan Kabupaten Tangerang meminta agar Bupati Tangerang tebitkan Peraturan Bupati Tentang Pencegahan Tuborculosis atau sering disebut TBC, karena penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis dinilai sudah menghawatirkan, Selasa (25/6/2019).

JAKARTA - Diabetes melitus dianggap sebagai penyakit yang hanya bisa diidap orang dewasa. Namun, itu tak sepenuhnya benar, sebab penyakit menular satu ini tak mengenal usia, termasuk usia anak-anak.

TANGERANG-Ribuan orang berkumpul di depan panggung acara Anniversary 9th Brigade Barisan King Serpong (BBKS) di Lapangan Malibu, BSD, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu, (9/9/2018).

TANGERANG-Jalan-jalan ke kawasan Graha Raya, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jangan lupa mampir ke Bakmi Jowo Bu Citro Solo yang terletak di Ruko Fortune.

Pemerintahan daerah (Pemda), baik di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten, merupakan penyelenggara pemerintahan yang memiliki kewenangan otonom di wilayahnya masing-masing. Di tingkat provinsi dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur, di tingkat kota oleh wali kota dan wakil wali kota, serta di tingkat kabupaten oleh bupati dan wakil bupati.

Pasangan kepala daerah dan wakilnya merupakan satu paket kepemimpinan yang dipilih secara demokratis melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dengan dukungan partai politik pengusung, untuk masa jabatan lima tahun. Idealnya, pasangan ini berjalan seiring, saling melengkapi, dan bahu-membahu menjalankan amanah rakyat.

Namun, pertanyaan klasik yang kerap muncul adalah: bagaimana sesungguhnya pembagian peran antara kepala daerah dan wakilnya dalam penyelenggaraan pemerintahan?

Secara normatif, tugas kepala daerah meliputi memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang ditetapkan bersama DPRD, menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, serta menjalankan kewenangan lain sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara itu, wakil kepala daerah berperan sebagai perpanjangan tangan kepala daerah, membantu pelaksanaan tugas pemerintahan, memberikan saran dan pertimbangan, mewakili kepala daerah ketika berhalangan, serta melaporkan secara berkala jalannya roda pemerintahan.

Realitas politik menunjukkan bahwa keharmonisan kepala daerah dan wakilnya sering kali tidak bertahan lama. Di berbagai daerah, friksi bahkan keretakan hubungan kerap terjadi meski usia kepemimpinan masih seumur jagung. Fenomena yang populer disebut “pisah ranjang” atau pecah kongsi ini bukan lagi cerita baru dalam dinamika pemerintahan daerah di Indonesia.

Tak jarang, pihak yang memilih mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir adalah wakil kepala daerah. Alasannya beragam, mulai dari perbedaan pandangan dan prinsip, ketidakharmonisan komunikasi, hingga kepentingan politik untuk maju pada kontestasi Pilkada berikutnya. Friksi ini ada yang muncul secara terbuka, namun tidak sedikit pula yang menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.

Sejarah mencatat sejumlah contoh kasus pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya. Publik tentu masih ingat pasangan Bupati Garut periode 2009–2014, Aceng Fikri dan Dicky Chandra. Pada 2011, Dicky Chandra mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Garut dengan alasan perbedaan prinsip dan pandangan dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Di Surabaya, Bambang DH yang mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini periode 2010–2015, juga mengundurkan diri pada Februari 2011. Kasus serupa terjadi di Indramayu, ketika Wakil Bupati Lucky Hakim memilih mundur pada 2023 dengan alasan merasa gagal mengemban amanah rakyat.

Pada level provinsi, publik DKI Jakarta pernah dikejutkan dengan pengunduran diri Wakil Gubernur Priyanto yang mendampingi Fauzi Bowo periode 2007–2012. Saat itu beredar rumor bahwa pengunduran diri tersebut dipicu oleh ketidakcocokan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Di Provinsi Banten, nama Rano Karno atau yang akrab disapa Bang Doel juga tercatat pernah mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Tangerang pada 2011, saat mendampingi Bupati Ismet Iskandar periode 2008–2013. Namun, pengunduran diri Rano Karno bukan disebabkan konflik internal, melainkan karena ia memenangkan Pilkada Banten dan terpilih sebagai Wakil Gubernur mendampingi Ratu Atut Chosiyah.

Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahkan menunjukkan fenomena ini sangat masif. Juru Bicara Kemendagri saat itu, Reydonnyzar Moenoek, menyebutkan bahwa dari 244 Pilkada pada 2010 dan 67 Pilkada pada 2011, hampir 94 persen pasangan kepala daerah pecah kongsi. “Kemesraannya cepat berlalu,” ujarnya sebagaimana dikutip DetikNews. Fenomena tersebut diyakini masih relevan hingga kini.

Banyak faktor yang melatarbelakangi pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya. Salah satu penyebab utama adalah praktik “kawin paksa” politik oleh partai koalisi, di mana pasangan calon disatukan bukan atas dasar kesamaan visi dan misi, melainkan sekadar kompromi elektoral.

Di permukaan, konflik ini kerap tidak terlihat. Namun dalam praktik pemerintahan, ketidakharmonisan dapat dirasakan melalui sikap saling menahan peran, manuver politik diam-diam, hingga minimnya koordinasi. Tidak jarang pula kepala daerah dinilai tidak memberikan ruang dan fungsi yang jelas kepada wakilnya.

Jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya akan merembet ke jajaran birokrasi di bawahnya. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berpotensi terpolarisasi, muncul blok-blokan kepentingan, pengelompokan loyalitas, hingga praktik like and dislike. Pada akhirnya, yang paling dirugikan adalah masyarakat.

Memang, kepala daerah memiliki kewenangan yang sering disebut sebagai “hak prerogatif”, termasuk dalam melakukan mutasi pejabat. Namun perlu ditegaskan bahwa kewenangan tersebut bukan prerogatif mutlak seperti kepala negara. Kewenangan itu bersifat atribusi dan tetap harus mengikuti mekanisme serta persetujuan instansi terkait, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014.

Di tengah maraknya fenomena pecah kongsi, duet kepemimpinan Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Memasuki satu tahun kepemimpinan periode 2025–2030, pasangan ini dinilai tetap solid, kompak, dan saling mengisi.

Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis, 19 Februari 2025, hingga saat ini, tidak terdengar adanya friksi berarti di antara keduanya. Tokoh senior Golkar Tangerang, Aviffudin Alwis, menegaskan bahwa hubungan kerja antara Sachrudin dan Maryono berjalan dengan baik.

“Komunikasi mereka tetap terjalin dengan baik dan saling mengisi tugas serta fungsi masing-masing,” ujar Aviffudin Alwis, Sekretaris Jenderal Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar.

Menurut Aviffudin, Golkar sebagai partai pengusung utama Sachrudin secara berkala melakukan evaluasi, termasuk memantau komunikasi dan keharmonisan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota. “Ini bagian dari tanggung jawab politik kami,” tambahnya.

Penilaian positif juga datang dari masyarakat. Eddy Salman, warga Cimone, menilai kepemimpinan Sachrudin–Maryono selama setahun terakhir cukup solid. “Saya melihat pembagian tugasnya jelas, arah pembangunan juga kelihatan, dan program unggulannya mulai dirasakan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Sachrudin merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, sementara Maryono Hasan diusung oleh PDI Perjuangan. Perbedaan latar belakang partai tersebut sejauh ini tidak menjadi penghalang untuk menjaga soliditas pemerintahan

Kekompakan kepala daerah dan wakilnya merupakan modal utama dalam membangun daerah. Publik tentu berharap keharmonisan Sachrudin–Maryono tidak hanya bertahan secara simbolik, tetapi juga tercermin dalam kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Harapan masyarakat sederhana: Kota Tangerang semakin maju di berbagai sektor, pelayanan publik semakin membaik, dan kesejahteraan warga meningkat. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan terletak pada kuatnya kekuasaan politik, melainkan sejauh mana amanah rakyat benar-benar diwujudkan.

Semoga duet Sachrudin–Maryono Hasan mampu menjaga konsistensi, menahan godaan konflik politik, dan tetap fokus pada tujuan utama: mensejahterakan masyarakat Kota Tangerang. (Sumarna)

Di tengah gelombang transformasi digital, kita sedang menghadapi realitas baru: data menjadi komoditas paling berharga. Istilah “data is the new oil” tidak lagi sekadar jargon teknologi, tapi telah menjadi kenyataan ekonomi dan politik global. Negara-negara yang berhasil memanfaatkan data secara strategis terbukti mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik, mempercepat inovasi, hingga memperkuat ketahanan nasional.

Sayangnya, di Indonesia, data masih sering diperlakukan hanya sebagai pelengkap administratif. Banyak institusi, baik pemerintah maupun swasta, belum menempatkan data dalam kerangka kebijakan strategis. Padahal, jika dikelola dengan prinsip keterbukaan, keamanan, dan akuntabilitas, data dapat menjadi pondasi utama untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Ambil contoh sektor pendidikan. Dengan analisis data yang cermat, pemerintah dapat memetakan kualitas pembelajaran di setiap daerah, mengidentifikasi kesenjangan akses, hingga merancang intervensi berbasis bukti (evidence-based policy). Di bidang kesehatan, data dapat digunakan untuk mendeteksi potensi wabah secara dini, memantau efektivitas program vaksinasi, hingga merancang sistem rujukan yang lebih efisien. Sayangnya, potensi ini sering tersandera oleh fragmentasi sistem, rendahnya interoperabilitas antar basis data, serta ketakutan akan “kebocoran” yang justru menghambat keterbukaan yang sehat.

Kita menghadapi dua tantangan besar: pertama, rendahnya literasi data di kalangan pengambil keputusan. Banyak keputusan dibuat berdasarkan intuisi atau tekanan politik, bukan analisis data. Kedua, lemahnya data governance. Belum ada kerangka nasional yang kokoh untuk mengatur kepemilikan, akses, pertukaran, dan perlindungan data. Padahal, dengan semakin masifnya digitalisasi layanan publik, risiko penyalahgunaan data pribadi kian tinggi.

Sudah saatnya Indonesia menyusun kebijakan nasional yang berpihak pada kedaulatan data. Ini mencakup penguatan regulasi perlindungan data pribadi, pengembangan infrastruktur integrasi data lintas sektor, dan yang paling penting: pembangunan budaya data di semua lapisan masyarakat.

Budaya data berarti membiasakan semua pihak mulai dari birokrat, guru, dokter, hingga pelaku UMKM untuk menggunakan data sebagai dasar berpikir dan bertindak. Ini juga berarti membuka akses terhadap data publik dengan prinsip open data, sembari tetap menjaga privasi dan keamanan individu. Negara-negara seperti Estonia, Singapura, dan Finlandia telah membuktikan bahwa ekosistem data yang sehat tidak hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga kepercayaan publik terhadap negara.

Sebagai akademisi di bidang teknologi informasi, saya percaya bahwa pendidikan tinggi memegang peran penting dalam membentuk generasi yang paham data. Kurikulum perlu diperbarui, riset data harus diarahkan pada pemecahan masalah nyata, dan kolaborasi antara universitas, pemerintah, serta industri harus diperkuat.

Kita tidak bisa lagi menunda. Di tengah arus disinformasi, polarisasi sosial, dan ketidakpastian ekonomi global, hanya data yang dapat menjadi jangkar rasionalitas. Negara yang mengabaikan data akan terus terjebak dalam kebijakan reaktif, bukan transformatif.

Kini waktunya kita berpindah dari sekadar mengumpulkan data menjadi benar-benar mengelola dan memanfaatkan data untuk kemajuan bangsa. Jika data adalah aset strategis, maka mengabaikannya adalah bentuk pemborosan yang paling sunyi tapi berbahaya.

Oleh : Sopiyan Apandi

Tangerang, lensafokus.id -- Gedung Seni Budaya menjadi saksi kemeriahan Lomba Karaoke Lagu Mandarin Terbuka yang diselenggarakan oleh Yayasan Paguyuban Masyarakat Tigaraksa Adiyasa (Permata) pada Minggu (15/12/2024). Acara ini berhasil menarik perhatian para penggemar musik Mandarin.

BOGOR - Posyandu Anggrek asal Kota Bogor lolos dalam 6 besar kategori kota dalam Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat. 
 
Pos layanan terpadu yang berlokasi di Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat itu kini tengah memaksimalkan waktu, untuk mempersiapkan menyambut rechecking oleh tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 
 
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Iceu Pujiati, rechecking oleh tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, merupakan bagian dari tugas sehari-hari jajaran kader posyandu dan Kelurahan Cilendek Timur. 
 
“Yang membedakan adalah momennya dan bertepatan dengan Hari Pahlawan. Jadi saya berharap untuk jajaran Kelurahan Cilendek Timur bersama para kader posyandu harus memiliki semangat seperti pahlawan dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Saya yakin jika dilakukan bersama-sama, pasti bisa,” kata Iceu, saat melakukan persiapan bersama Camat Bogor Barat, Abdul Rahman dan Lurah Cilendek Timur, Enditya Luhur, Jumat (5/11/2021). 
 
Iceu juga menekankan perbaikan pada bidang-bidang yang akan di rechecking serta pengumpulan bukti-bukti dari kegiatan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat yang telah dilaksanakan selama ini. 
 
Inovasi dan potensi yang dimiliki, diharapkan Iceu ditampilkan. Demikian juga kolaborasi dengan semua pihak, mulai dari RT hingga sektor swasta dalam mendukung program dan kegiatan yang mendukung. (red/*)

CINANGKA, lensafokus.id - Ronatul Safitri yang kini telah berusia lima belas tahun mengidap penyakit misterius sejak dia usia lima tahun.

Tangerang, lensafokus.id — Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan bebas dari pengaruh Narkoba, SDN Cikuya 2 Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menggandeng Kepolisian Sektor Cisoka sebagai narasumber utama.

Acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut turut dihadiri pengurus Komite SDN Cikuya 2, di antaranya Anwar Abdullah dan Julaeni, SH, serta seluruh dewan guru. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi sekolah dan masyarakat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

IMG 20251115 WA0034

Kepala SDN Cikuya 2, Sulis Setyorini, dalam sambutannya menekankan peran vital para pendidik dalam memberikan pemahaman sejak dini terkait bahaya Narkoba.

"Saya mengajak seluruh guru untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi Narkoba. Kita harus menciptakan sekolah yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan Narkoba," tegas Sulis.

Ia juga menyampaikan bahwa guru wajib meneruskan informasi mengenai bahaya narkotika kepada seluruh siswa, agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan mampu menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang tersebut.

Sementara itu, Bripka Sofwan Akil dari Polsek Cisoka yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini memaparkan secara rinci berbagai jenis Narkoba dan dampaknya bagi kesehatan. Ia menyebutkan beberapa jenis yang umum ditemui, seperti ganja, sabu, pil ekstasi, dan lainnya yang dapat merusak jaringan saraf hingga menyebabkan hilangnya kemampuan berpikir secara normal.

Menurutnya, remaja termasuk kelompok yang paling rentan menjadi target peredaran Narkoba. Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka.

"Sebagai orang tua, kita harus lebih waspada. Jangan sampai putra-putri kita tergoda bujukan orang yang tidak dikenal. Mari bersama-sama menjaga dan memerangi bahaya Narkoba di kalangan remaja," terang Sofwan. (War)

Bogor, lensafokus.id — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Waluya Sari kembali melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) hari kedua bagi peserta didik program kesetaraan Paket C Tahun Pelajaran 2025/2026. Minggu (9/11/2025).

Pada pelaksanaan TKA hari kedua ini, peserta menghadapi mata pelajaran pilihan, yakni Ekonomi dan Sosiologi. Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen. Ujian dibagi ke dalam dua sesi agar pelaksanaan berjalan lebih tertib dan efisien.

Situasi ujian tampak kondusif. Para peserta mengikuti setiap tahapan dengan serius, menunjukkan semangat belajar yang tinggi meskipun ditempuh melalui jalur pendidikan non-formal.

Kegiatan TKA merupakan bagian dari rangkaian evaluasi akhir untuk mengukur sejauh mana capaian peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di program kesetaraan. Ujian ini menjadi tolok ukur kemampuan akademik setara jenjang SMA sesuai dengan standar kompetensi lulusan nasional.

Melalui tes ini, diharapkan peserta mampu mengasah kemampuan berpikir kritis serta memahami konsep-konsep akademik yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Kepala PKBM Waluya Sari, Jajat Sudrajat, S.E, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para peserta didik yang hadir sepenuhnya pada pelaksanaan TKA hari kedua.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta yang hadir 100% pada hari kedua pelaksanaan TKA ini. Hal ini menunjukkan kesungguhan mereka dalam menempuh pendidikan di jalur kesetaraan. Kami berharap hasil ujian ini dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan akademik serta kesiapan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja,” ujar Jajat Sudrajat, S.E.

Lebih lanjut, Jajat menyampaikan bahwa kelancaran pelaksanaan TKA tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tutor, panitia pelaksana, hingga lembaga yang turut membantu penyediaan fasilitas ujian.

“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Drs. Sokirin, M.M.Pd, selaku Kepala SMPN 1 Tenjo, yang telah membantu menyediakan sarana dan prasarana kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini sangat berarti bagi kelancaran kegiatan pendidikan non-formal di wilayah kami,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan TKA ini, PKBM Waluya Sari kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan bermutu dan inklusif bagi masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan non-formal di Kecamatan Tenjo, PKBM Waluya Sari berperan penting dalam memberikan kesempatan belajar bagi warga yang belum menempuh pendidikan formal hingga jenjang SMA. (Asp)

Lebak, lensafokus.id – Empat siswa kelas XII SMKN 2 Rangkasbitung harus menerima keputusan dikeluarkan dari sekolah setelah dinilai melakukan pelanggaran terhadap tata tertib (tatib) yang berlaku. Keputusan ini menimbulkan kekecewaan dari pihak orang tua yang merasa anaknya tidak mendapat kesempatan kedua menjelang kelulusan.

Dede, salah satu orang tua siswa, menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya meminta kebijakan dari pihak sekolah agar anaknya, Reno, tidak dikeluarkan. Namun, permintaan tersebut tidak membuahkan hasil.

“Saya sudah berusaha meminta kebijakan baik ke Kepala Sekolah maupun ke Wakil Kepala Kesiswaan, tapi pihak sekolah tetap memutuskan anak saya harus keluar,” ujar Dede, Selasa (4/11/2025).

Dede mengaku bingung mencari sekolah pengganti karena jurusan anaknya di SMKN 2 Rangkasbitung termasuk jurusan langka, yakni jurusan Pertanian. Ia khawatir keputusan tersebut membuat anaknya terancam putus sekolah dan gagal melanjutkan pendidikan.

“Saya bingung mau pindah ke mana, karena jurusan anak saya jarang ada di sekolah lain. Saya takut masa depannya terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Rangkasbitung, Sukarno, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, membenarkan adanya keputusan pengembalian empat siswa kepada orang tua. Ia menyebut, langkah tersebut diambil setelah melalui proses pembinaan dan pemberian surat peringatan (SP) hingga tiga kali.

“Benar, ada empat siswa kelas XII yang dikembalikan kepada orang tuanya karena sudah melakukan pelanggaran di sekolah. Mereka sudah mendapatkan SP tiga kali. Langkah ini kami anggap sebagai kebijakan terbaik demi masa depan mereka,” ujar Sukarno.

Lebih lanjut, Sukarno menjelaskan bahwa pihak sekolah membuka opsi bagi siswa yang bersangkutan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah lain atau melalui program Paket C.

“Silakan saja melanjutkan ke sekolah lain atau mengikuti Paket C. Kami menilai mereka sudah tidak merasa nyaman di SMKN 2 Rangkasbitung,” katanya.

Keputusan ini masih menuai pro dan kontra di kalangan orang tua murid, yang berharap adanya pendekatan lebih humanis menjelang masa kelulusan siswa. (Cecep)

Lebak, lensafokus.id – Besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 1 Kalanganyar, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, berimbas pada keterbatasan sarana ruang belajar. Sekolah yang menjadi salah satu favorit di wilayah tersebut kini tercatat kekurangan tiga ruang kelas belajar (RKB).

Kepala SMAN 1 Kalanganyar, Ervin Sulistiawati, saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa jumlah murid yang terdaftar mencapai 389 siswa. Sementara itu, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut berjumlah 42 orang.

“Dengan kondisi saat ini, kami kekurangan 3 lokal ruang kelas. Bahkan ruang laboratorium sementara dijadikan ruang guru karena ruangan yang ada diprioritaskan untuk kebutuhan belajar siswa,” ujarnya.

Ervin berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini. Ia menilai, pembangunan ruang kelas baru (RKB) sangat mendesak agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.

“Mudah-mudahan tahun depan SMAN 1 Kalanganyar bisa mendapat bantuan baik dari dana alokasi khusus (DAK) maupun dari APBN. Dengan begitu, fasilitas sekolah bisa lebih memadai,” tambahnya.

Kekurangan sarana prasarana sekolah, terutama ruang kelas, menjadi salah satu tantangan dunia pendidikan di daerah. Pihak sekolah berharap adanya solusi cepat agar kualitas pendidikan di SMAN 1 Kalanganyar tetap terjaga. (Cecep)

Bogor, lensafokus.id – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tenjo menegaskan komitmennya untuk menjaga para siswa tetap fokus pada kegiatan belajar-mengajar, bukan ikut-ikutan dalam aksi demonstrasi. Pihak sekolah menekankan bahwa pendidikan dan pembentukan karakter jauh lebih penting bagi masa depan generasi muda.

Kesiswaan SMAN 1 Tenjo, Bahrudin, S.Ag., MM, mengingatkan para peserta didik agar mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif. Ia mencontohkan rutinitas sekolah yang sudah berjalan baik, mulai dari upacara setiap Senin, tadarus di hari Selasa, literasi pada Rabu, senam sehat Kamis, hingga shalat dhuha berjamaah di hari Jumat.

IMG20250902143505

“Kami ingin anak-anak terus belajar, meningkatkan diri, dan membangun karakter yang lebih baik. Taat pada aturan sekolah adalah kunci untuk menjadi pribadi yang sukses di masa depan,” tegas Bahrudin. Selasa (2/9/2025).

Senada dengan itu, Humas SMAN 1 Tenjo, Rusmaeni, menambahkan bahwa pihak sekolah selalu melakukan pengawasan intensif terhadap kehadiran siswa. Kegiatan belajar-mengajar dimulai sejak pukul 06.30, dan setiap pagi siswa dikumpulkan di lapangan untuk mendapatkan pengarahan.

“Setiap hari kami cek daftar hadir. Jika ada yang tidak masuk, sekolah langsung menghubungi orang tua untuk memastikan keberadaan anak. Kami juga memanfaatkan grup WhatsApp wali murid sebagai sarana komunikasi cepat,” jelasnya.

Rusmaeni menegaskan, pihak sekolah juga bekerja sama dengan aparat keamanan. Polsek dan Koramil setempat rutin melakukan koordinasi bahkan hadir saat upacara untuk memberikan pembinaan kepada para siswa.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada siswa SMAN 1 Tenjo yang ikut-ikutan demo. Kami juga pantau di grup-grup alumni, tidak ada ajakan untuk turun ke jalan,” ujarnya. (Asp)

Go to top