BOGOR, lensafokus.id — SMP YKTB Kota Bogor sukses menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru.

Mengusung tema "Sasmita Nusantara", rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter siswa yang disiplin, peduli lingkungan, tanggap bencana, serta percaya diri.

Sejak hari pertama, para siswa baru sudah dibiasakan untuk menerapkan kedisiplinan dengan hadir di sekolah tepat waktu pada pukul 07.00 WIB. Sebanyak lima kelompok yang dinamai berdasarkan nama-nama pahlawan dari Jawa Barat dibentuk untuk membangun semangat kebersamaan dan pengenalan antarpeserta didik.

Panitia MPLS Bagian Kesiswaan SMP YKTB, Ria Balkis, menjelaskan bahwa pembagian kelompok ke dalam gugus pahlawan lokal bertujuan untuk menanamkan nilai sejarah dan kebangsaan sejak dini. Selain itu, materi yang diberikan setiap harinya dirancang bervariasi agar memberikan pengalaman belajar yang komprehensif.

"Pembagian kelompok siswa kami bagi menjadi 5 gugus dengan nama-nama pahlawan Jawa Barat. Di hari terakhir, setiap gugus wajib menampilkan pentas seni sebagai wadah untuk mengekspresikan bakat mereka," ujar Balkis, Jumat (24/7/26).

Rangkaian materi MPLS SMP YKTB menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan pemateri luar. Pada hari kedua, sekolah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan edukasi mitigasi bencana, yang dilanjutkan dengan simulasi penanganan gempa bumi secara langsung oleh para siswa.

Memasuki hari ketiga, kegiatan berfokus pada kesadaran lingkungan melalui sesi bersama Bank Sampah. Para siswa diajarkan cara memilah sampah organik dan non-organik, mengidentifikasi bahan yang dapat didaur ulang, hingga memahami nilai ekonomis dari pengelolaan sampah yang tepat.

Tak berhenti di situ, pada hari keempat para siswa diajak melakukan aksi hijau dengan menanam tanaman. Setiap gugus bekerja sama membawa pot, pupuk kompos, serta bibit tanaman untuk mempelajari media tanam dan mempraktikkan penghijauan di lingkungan sekolah.

Puncak rangkaian MPLS ditutup pada hari kelima dengan penampilan Pentas Seni (Pensi). Seluruh siswa dari masing-masing gugus diwajibkan unjuk kebolehan, mulai dari seni tari (dance), seni peran, hingga seni musik.

Keseruan puncak acara dirasakan langsung oleh para siswa baru, salah satunya dari Gugus 2. Empat siswa baru, Saina, Shafa, Feby, dan Angita mengaku sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, terutama saat berpartisipasi dalam pertunjukan dance, drama musik, dan bernyanyi bersama guru.

"Seru banget! Kami belajar banyak hal baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Sekarang rasanya jadi lebih percaya diri dan punya lebih banyak teman. Semua harinya seru, tapi hari terakhir pas pentas seni ini yang paling kami suka," ungkap Saina mewakili kawan-kawannya.

Melalui perpaduan edukasi kebencanaan, kelestarian lingkungan, dan wadah kreativitas seni, MPLS SMP YKTB bertema "Sasmita Nusantara" diharapkan mampu menjadi fondasi awal yang kuat bagi para siswa baru dalam menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Zulfi Kusuma)

Bandung, lensafokus.id — Teras rumah yang seharusnya menjadi area pribadi warga diduga disalahgunakan menjadi lapak transaksi obat keras golongan G secara terang-terangan. Praktik berbahaya ini ditemukan beroperasi di Jalan Pajagalan, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan investigasi tim media di lokasi pada Selasa (21/7/2026), aktivitas jual beli barang haram tersebut berlangsung terbuka tanpa tersentuh hukum. Pembeli terlihat datang silih berganti secara leluasa. Hal yang paling memprihatinkan, mayoritas pembeli didominasi oleh kalangan remaja dan generasi muda.

Informasi yang dihimpun mengindikasikan bahwa salah satu jenis obat keras yang diperjualbelikan secara bebas di lokasi tersebut adalah Tramadol. Peredaran obat keras tanpa izin edar dan tanpa resep dokter ini merupakan pelanggaran berat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, sekaligus mengancam keselamatan jiwa para pengkonsumsinya.

"Praktik ini sangat meresahkan. Jika dibiarkan, masa depan anak-anak muda di wilayah ini bisa hancur perlahan akibat ketergantungan obat keras," ujar salah satu warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Maraknya peredaran obat keras di pemukiman warga memicu kekhawatiran mendalam. Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) bersama dinas terkait untuk tidak tinggal diam dan segera turun tangan melakukan penyelidikan serta penindakan tegas di lapangan.

Warga menuntut adanya pengawasan ekstra ketat di wilayah Cicalengka agar praktik serupa tidak semakin merajalela dan merusak tatanan sosial masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterbukaan maupun keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai dugaan aktivitas penjualan obat keras di lokasi tersebut. (Publik)

BOGOR, lensafokus.id – Guna menjawab tantangan pudarnya minat generasi muda terhadap kegiatan kepramukaan di tingkat SLTA akibat gempuran gadget, SMK YKTB Bogor menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Mandiri.

Kegiatan yang dipusatkan di sekolah dan kawasan Rancamaya ini bertujuan melahirkan pembina Pramuka yang kompeten, berkarakter, dan memiliki legalitas resmi sesuai standar Pusdiklatcab Kota Bogor.

Ketua Pelaksana KMD Mandiri SMK YKTB, Kusnadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini awalnya diutamakan untuk penguatan kapasitas guru internal YKTB. Namun, atas dasar kepedulian terhadap kemajuan Pramuka di Bogor, kepesertaan akhirnya dibuka untuk para pembina di wilayah sekitar.

"Kami tidak hanya ingin memajukan keluarga besar YKTB saja, tetapi juga merangkul para pembina di wilayah Bogor Utara, Selatan, Timur, Tengah, dan seterusnya untuk tumbuh bersama," ujar Kusnadi saat memberikan keterangan, selasa (07/8/26).

IMG 20260708 WA0019

Menyadari tingginya biaya operasional penyelenggaraan KMD di luaran yang jamak mencapai Rp1.000.000 hingga Rp1.050.000, pihak manajemen YKTB memberikan subsidi besar-besaran. Didukung penuh oleh Direktur Pendidikan YKTB, biaya untuk peserta luar ditekan menjadi Rp850.000 saja, sementara biaya guru internal hampir seluruhnya ditanggung lembaga.

"Kegiatan ini membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga jarang bisa digelar beberapa kali dalam setahun. Alhamdulillah, Pak Direktur sangat mendukung penuh peningkatan kualitas karakter ini," tambah Kusnadi, yang saat ini juga tengah disupport lembaga menyelesaikan jenjang Kursus Pelatih Pembina Pramuka (KPD/KPL).

Dari target 40 peserta, saat ini tercatat 38 peserta resmi mengikuti kursus. Dua kuota tersisa terkendala jadwal libur luar kota beberapa guru internal. Kelancaran manajemen finansial dan logistik acara ini dikawal ketat oleh Radipan selaku Bendahara Kegiatan yang dinilai gigih mempersiapkan fungsional anggaran.

KMD Mandiri ini menerapkan kurikulum komprehensif total 72 jam pelajaran yang dibagi menjadi dua fase:

• Fase Teori (Selasa s.d. Kamis): Pendalaman materi, tata upacara (perbedaan format Penggalang dan Penegak), serta metode pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) secara akurat di lingkungan SMK YKTB.

• Fase Praktik Lapangan (Jumat s.d. Minggu): Berkemah dan simulasi riil di kawasan 3R Rancamaya, Bogor.

Menariknya, para guru calon pembina ini akan digembleng secara mandiri di lapangan. Seluruh logistik kendaraan menuju Rancamaya difasilitasi oleh panitia dengan titik kumpul di sekolah. Di lokasi perkemahan, para peserta diwajibkan mendirikan tenda Pramuka (kapasitas 5 orang) secara mandiri dari nol. Jika konstruksi dinilai tidak aman atau roboh, tim pelatih akan mengoreksi dan mewajibkan pemasangan ulang.

Tak hanya itu, untuk urusan konsumsi, panitia hanya mendistribusikan bahan mentah (natura) seperti beras dan sayur-mayur. Peserta dituntut bekerja sama memasak untuk kelompoknya melalui sistem piket (Korpiche).

Kusnadi menekankan, output utama dari KMD Mandiri ini adalah melahirkan pembina yang memiliki etos kerja tinggi dan jiwa kerelaan tulus membangun bangsa, mengingat dunia Pramuka didasari oleh sistem sukarela (volunteerism). Nilai bakti ini juga konsisten diterapkan YKTB, salah satunya saat menerjunkan armada sekolah untuk aksi kemanusiaan bencana longsor di Bandung beberapa waktu lalu.

Pasca-kegiatan, peserta wajib menyelesaikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dalam kurun waktu 6 bulan di bawah bimbingan Kwartir Ranting (Kwarran). Keberhasilan RTL akan mengantarkan mereka ke jenjang Kursus Mahir Lanjutan (KML) untuk mendapatkan spesialisasi golongan (Siaga, Penggalang, Penegak, atau Pandega).

"Lewat jenjang lanjutan, pembina akan mengantongi lisensi resmi berupa Hak Bina dan Hak Latih dari Kwartir Cabang (Kwarcab). Ini krusial, karena jika Pramuka ditangani oleh pembina yang salah atau tanpa lisensi, anak didik justru akan takut dan menjauh dari Pramuka," pungkasnya. (Zul)

BOGOR, lensafokus.id – Hukum seolah tak punya taring di hadapan para pengusaha tambang nakal. Meski Pemerintah Kecamatan Cariu telah melayangkan surat teguran resmi dengan nomor 600.4.8.5/254-Trantib pada Selasa (9/6/2026) untuk menghentikan total segala aktivitas, praktik lancung ini nyatanya masih melenggang bebas.

Proyek yang diduga kuat sebagai galian C ilegal di wilayah Bantar Kuning, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, kedapatan masih nekat beroperasi secara terang-terangan pada Minggu (5/7/2026).

IMG 20260705 WA0001

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, instruksi hitam di atas putih dari pemerintah setempat sama sekali tidak diindahkan. Sebuah dump truck besar terlihat jelas sedang bebas beraktivitas di sekitar akses keluar masuk area tersebut, mengabaikan total volume larangan dari pihak berwenang.

Surat penertiban dari instansi kecamatan tampaknya hanya dianggap sebagai angin lalu oleh oknum pengelola galian C ilegal ini. Mereka disinyalir sengaja menutup mata demi terus meraup keuntungan pribadi di atas kerusakan lingkungan.

Pembiaran aktivitas ilegal yang terus berjalan menantang pasca-teguran resmi ini memicu pertanyaan besar sekaligus mosi tidak percaya di kalangan masyarakat.

Ketegasan pemerintah daerah dan nyali aparat penegak Perda kini benar-benar diuji di hadapan publik. Jika surat teguran resmi camat saja bisa dikangkangi dengan mudah oleh pengusaha tambang, lalu kepada siapa lagi masyarakat harus mengadu.

Dinas terkait dan Satpol PP Kabupaten Bogor segera turun ke lapangan untuk melakukan tindakan riil, bukan sekadar formalitas administratif berupa penyegelan total dan tindakan hukum pidana yang tegas. (Asp)

Bogor, lensafokus.id – Sejumlah warga di Desa Babakan Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor mempertanyakan kejelasan nilai dan pencairan kompensasi atas pemasangan tiang jaringan WiFi yang didirikan di atas tanah milik mereka, hingga saat ini, sebagian pemilik lahan mengaku belum menerima kepastian terkait besaran ganti rugi maupun perjanjian tertulis yang mengikat kedua belah pihak.

Sesuai aturan, penyedia atau perusahaan harus mematuhi UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Penyedia jasa internet wajib mengantongi izin dari pemerintah daerah/setempat dan izin persetujuan dari warga atau pemilik lahan sebelum melakukan pemasangan, ketentuan umum dan persyaratan yang wajib dipenuhi.

1. Perizinan dan Legalitas
Izin Warga dan Lingkungan, penyedia wajib mengantongi izin dari pemilik lahan yang akan dipasangi tiang serta persetujuan lingkungan melalui koordinasi dengan Ketua RT/RW setempat.

Izin Pemerintah Wilayah, penyedia harus mendapatkan izin dari pemerintah desa/kelurahan dan kecamatan agar sesuai dengan tata ruang wilayah, Penyedia (provider) harus memiliki Izin Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi serta rekomendasi teknis dari Dinas Perhubungan atau instansi terkait di tingkat Kabupaten/Kota.

2. Ketentuan Teknis Pemasangan
Pemasangan tiang penyangga harus memenuhi standar keselamatan dan estetika, serta ketinggian tiang, tiang fiber optik harus memiliki tinggi standar antara 7 hingga 11 meter dari permukaan tanah, jarak aman dan ideal antar tiang maksimal 50 meter untuk menjaga kekuatan bentangan kabel.

3. Sanksi Atas Pelanggaran
Jika provider memasang tiang secara ilegal atau mengganggu akses/kenyamanan rumah warga tanpa izin, pemilik lahan berhak mengajukan tuntutan ganti rugi berdasarkan Pasal 15 UU Telekomunikasi.

Warga menilai keberadaan tiang tersebut akan berdampak pada penggunaan lahan, terutama pembangunan di masa mendatang, Mereka meminta agar pihak penyedia layanan internet dan pemerintah desa setempat memberikan transparansi penuh, mulai dari izin pemasangan, besaran nilai kompensasi yang sesuai dengan standar yang berlaku, hingga mekanisme pencairannya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak pengelola jaringan belum bisa di temui, dan belum memberikan tanggapan resmi terkait hal tersebut, Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan musyawarah agar tidak menimbulkan perselisihan dan prasangka buruk di kemudian hari. (Tim)

LEBAK, lensafokus.id – Karangtaruna Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, menggelar Open Turnamen Sepak Bola dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan KNPI Kecamatan Cileles dan BILL Grup tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kampung Kadupocol, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Sabtu (8/8/2026). Turnamen ini memperebutkan Piala APDESI CUP Kecamatan Cileles.

Ketua Karangtaruna Desa Margamulya, Misbah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, khususnya Heri Naupal selaku Ketua APDESI Kecamatan Cileles, H. Eli Sahroni yang mewakili Bapak Nabil Jayabaya, Dede Supandi selaku Ketua Karangtaruna Kecamatan Cileles, perwakilan Kapolsek, Muspika, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini," ujar Misbah.

Ia mengatakan, Open Turnamen Sepak Bola tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

IMG 20260808 WA0007

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga, para pemain, tokoh masyarakat, hingga pendukung masing-masing klub terlihat memadati area lapangan untuk menyaksikan pertandingan.

Sementara itu, Ketua APDESI Kecamatan Cileles, Heri Naupal, mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai fair play selama pertandingan berlangsung.

Ia juga meminta seluruh pihak turut menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh rangkaian turnamen dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Heri turut memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para sponsor, perangkat desa, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, H. Eli Sahroni yang hadir mewakili Nabil Jayabaya menyampaikan permohonan maaf karena Nabil berhalangan hadir dan sedang berada di Jakarta.

Menurut Eli, Nabil berpesan agar seluruh panitia dan peserta dapat menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun semangat persatuan di tengah masyarakat.

"Turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, meningkatkan semangat persatuan, serta menumbuhkan sportivitas di kalangan masyarakat. Kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi fair play dan menjaga persaudaraan," ujar Eli Sahroni. (C2p)

Tangerang, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, etika, dan sadar hukum dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tangerang saat menghadiri Kuliah Umum sekaligus Pelepasan Mahasiswa Lulusan Tahun Akademik 2025/2026 Tanri Abeng University Kampus Tangerang, yang digelar bersama Politeknik Ismet Iskandar Indonesia, Sabtu (8/8/26).

"Saya ingin seluruh mahasiswa ini menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi etika, bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi, serta mampu memahami bahwa kebebasan berekspresi harus tetap berada dalam koridor hukum dan nilai-nilai moral,” tegasnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari proses belajar, bekerja, berkomunikasi hingga berwirausaha. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan yang harus dihadapi secara bijak.

“Di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang tidak ringan, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penyalahgunaan media sosial, hingga berbagai bentuk pelanggaran hukum di ruang digital,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas manusianya. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan tetap berlandaskan akhlak mulia, integritas, serta semangat gotong royong.

"Mahasiswa sebagai generasi muda sekaligus agen perubahan memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dan menjadikan ruang digital sebagai sarana untuk menyebarkan informasi serta gagasan yang positif," ungkapnya

Ia juga berpesan kepada para mahasiswa yang diwisuda agar tidak memandang kelulusan tidak dipandang sebagai akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh kepada masyarakat, dunia usaha, pemerintahan, maupun berbagai sektor lainnya.

“Teruslah belajar, berkarya, dan berinovasi. Jadilah lulusan yang mampu bersaing secara global, namun tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta membawa nama baik almamater, keluarga, dan daerah,” pesannya.

Wabup Intan berharap kegiatan kuliah umum dan pelepasan mahasiswa yang mengangkat tema “Membentuk Mahasiswa Berkarakter di Era Digital: Etika, Kebebasan Berekspresi, dan Ketaatan Hukum”, dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dunia pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus memiliki karakter dan integritas.

Pada kesempatan yang sama, pendiri Politeknik Ismet Iskandar Indonesia, Zaki Iskandar, mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan digitalisasi telah membawa perubahan besar terhadap kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan ketenagakerjaan.

Zaki juga menyoroti pentingnya literasi digital, etika dalam bermedia sosial, kesadaran hukum, serta kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab sebagai bagian penting dalam membentuk mahasiswa sebagai generasi yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.

"Generasi muda perlu dipersiapkan untuk menghadapi transformasi digital dengan tetap menjaga etika, nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence juga harus dilakukan secara bijak agar teknologi tidak menghilangkan esensi, kreativitas dan nilai kemanusiaan dalam karya mahasiswa," ujarnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus melepas kegiatan jalan sehat yang berlangsung meriah dan diikuti ribuan masyarakat Kec. Kelapa Dua dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 yang digelar di Kecamatan Kelapa Dua, Sabtu (08/08/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai sarana mempererat kebersamaan, membangun semangat gotong royong, serta memperkuat hubungan antar masyarakat.

“Semangat yang kita tanamkan pada hari ini adalah gotong royong dan saling mengenal satu sama lain. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin mempererat kebersamaan kita,” ujar Wabup Intan.

Menurutnya, kegiatan jalan sehat bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat. Dengan suasana yang santai dan penuh kegembiraan, warga dapat saling berinteraksi sekaligus merayakan semangat kemerdekaan bersama-sama. Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti kegiatan dengan tertib dan mengutamakan keselamatan.

“Jalan sehat ini jangan kita ambil sehatnya saja. Utamakan keselamatan. Sambil berjalan, kita bisa ngobrol dan bersilaturahmi, kemudian kembali lagi ke tempat ini dengan penuh kegembiraan,” tandasnya.

Selain mengajak masyarakat menjaga kesehatan, Wakil Bupati juga mendorong warga untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut hadir meramaikan kegiatan tersebut.

Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian, baik di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Tangerang.

“Jangan lupa juga membeli jajanan UMKM. Bapak-ibu, UMKM ini adalah ujung tombak perekonomian di sebuah kecamatan dan di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Wabup Intan berharap semarak peringatan Hari Kemerdekaan dapat terus menjadi momentum untuk membangun persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus juga mendorong promosi serta dukungan terhadap produk unggulan UMKM

“Jadikan hari kemerdekaan ini sebagai momentum di mana kita semua bisa bersatu, bergotong royong dan bekerja sama, sekaligus dukung produk-produk unggukan UMKM kita ” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Tangerang mengucapkan selamat mengikuti jalan sehat kepada seluruh peserta dan mengajak masyarakat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kegembiraan.

“Selamat mengikuti jalan sehat. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kegiatan ini membawa kebahagiaan serta semakin mempererat kebersamaan masyarakat Kecamatan Kelapa Dua,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri juga oleh anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Camat Kelapa Dua beserta jajaran Forkopimcam, serta para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Kelapa Dua. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Mushola Al Hidayah, Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Jumat malam (7/8/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah kepada anak-anak sejak dini.

"Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita mengenal Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlaknya, serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi keagamaan yang memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, kegiatan tersebut perlu terus dilaksanakan dan diwariskan kepada generasi muda.

"Ini adalah sebuah tradisi kita yang harus terus dilakukan agar anak-anak kita nantinya tahu dan memahami sejarah serta keteladanan Nabi Muhammad SAW," jelasnya

Bupati mengapresiasi masyarakat Desa Jatake yang terus menjaga kebersamaan dan semangat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan. Menurutnya, kegiatan seperti Maulid Nabi dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membangun kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.

"Mudah-mudahan kegiatan ini terus kita jaga, terus kita laksanakan, dan menjadi bagian dari upaya kita membangun generasi Kabupaten Tangerang yang berakhlak, berkarakter dan memiliki nilai-nilai keagamaan," tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana introspeksi dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani sifat serta perilakunya. (Red)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Komitmen dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) mengantarkan Kota Tangerang meraih LPM Award 2026 atas dukungan dalam pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan menuju Indonesia maju.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LPM Republik Indonesia kepada Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP LPM RI yang digelar di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026).

Usai menerima penghargaan, Sachrudin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur fisik. Menurutnya, pembangunan juga harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga nilai-nilai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

"Pembangunan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga bagaimana kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kepedulian masyarakat, serta memahami budaya yang ada. Dengan demikian, berbagai persoalan di masyarakat dapat diantisipasi dan diselesaikan secara bersama-sama," ujar Sachrudin.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Tangerang untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami menyampaikan terima kasih atas penghargaan ini. Tentunya ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat sinergi bersama masyarakat dalam membangun Kota Tangerang yang semakin maju dan sejahtera," katanya.

IMG 20260808 WA0003

Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus DPP LPM RI periode 2026–2031 yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru dapat semakin memperkuat peran LPM sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat.

"Kami juga mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus DPP LPM RI yang baru dilantik. Semoga amanah yang diemban dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh warga," tuturnya.

Kegiatan Rakernas DPP LPM RI tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dan dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus DPP LPM RI periode 2026–2031.

Kota Tangerang tercatat sebagai satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Banten yang menerima LPM Award 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemkot Tangerang dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi bersama LPM.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui koordinasi dan penguatan peran LPM yang berjalan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Keberadaan LPM di berbagai tingkatan diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam menyerap aspirasi sekaligus mendorong partisipasi warga dalam proses pembangunan. (Sumarna)

BOGOR – Geliat bisnis properti di Indonesia mulai bangkit. Sejumlah proyek pembangunan infrastuktur yang dibangun pemerintah, rupanya memicu semangat investasi di bidang ini. Seperti PT Summarecon Agung Tbk melalui Summarecon Bogor yang belum lama ini sukses membukukan penjualan total 486 unit rumah dan kaveling bangun mandiri hanya dalam waktu dua hari. 
Kehadiran Summarecon Bogor rupanya mendapat respons baik dari masyarakat, tercatat hampir 1.300 calon konsumen melakukan pendaftaran untuk membeli rumah atau kaveling bangun mandiri di dua cluster tersebut. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp1.5 miliar hingga Rp15 miliar. Total nilai penjualan dua cluster ini tercatat senilai Rp1.5 triliun lebih.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Summarecon, Sharif Benyamin. Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap produk Summarecon Bogor, karena didukung nama Summarecon, dan lantaran produk Summarecon Bogor yang bersifat limited edition.
“Limited Edition dikarenakan penyiapan lahan membutuhkan waktu cukup lama dan saleable-nya yang sangat rendah, hal ini membuat jumlah produk Summarecon Bogor sangat terbatas dan hanya bisa dirilis satu sampai dua kali dalam satu tahun,” ujar Sharif Benyamin melalui keterangan resminya, kemarin. 
Sharif juga mengatakan, minat masyarakat juga semakin tinggi dengan beragam keistimewaan yang dimiliki Summarecon Bogor. “Seperti lokasinya yang bersisian langsung dengan Kota Bogor, memiliki akses tol langsung melalui pintu tol Bogor Selatan, dan juga berada di ketinggian 300 - 500 meter di atas permukaan laut,” jelasnya.  
Kawasan ini memang menjadi favorit, lantaran memiliki pemandangan empat gunung yang sangat indah (Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Salak, Gunung Pancar), pemandangan lapangan golf Gunung Geulis (36 holes) dan juga pemandangan City View. “Kami berbahagia sekali dan sangat bersyukur, kerja keras kami selama ini membuahkan hasil yang sangat membanggakan,” kata Sharif.
Presiden Direktur Summarecon Adrianto P. Adhi menambahkan, dengan hasil penjualan yang sangat baik di Summarecon Bogor, menambah keyakinan dan rasa optimistis bahwa target marketing sales pihaknya di tahun ini dapat tercapai. Hal ini pun menjadi bukti bahwa industri properti tanah air mulai bangkit meskipun di masa pandemi. “Kami berharap melalui pencapaian ini akan memberikan sentimen positif dan penyemangat bagi pertumbuhan industri properti Indonesia,” tandas Adrianto.
Sekilas tentang PT Summarecon Agung Tbk, Summarecon adalah salah satu perusahaan properti terkemuka di Indonesia, yang telah berdiri sejak tahun 1975. Summarecon mengembangkan Kelapa Gading yang kini lebih dikenal menjadi Summarecon Kelapa Gading. Summarecon berhasil mengembangkan kawasan Kelapa Gading menjadi kota terpadu modern seluas 550 ha dan menjadi tempat tinggal yang diminati masyarakat kelas menengah dan menengah ke atas. 
Setelah sukses dengan Summarecon Kelapa Gading, Summarecon mengembangkan kawasan kota terpadu Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Mutiara Makassar dan Summarecon Bogor. Seluruh kawasan yang dikembangkan terintegrasi dengan area komersial, pusat perbelanjaan, dan fasilitas sosial lainnya seperti sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, dan taman. (red)

TANGERANG - Alfamart ingin lebih memberikan kontribusinya pada masyarakat, bukan hanya untuk menyediakan kebutuhan masyarakat sehari-hari, tapi juga memajukan industri kecil menengah. 

TANGERANG - Keseriusan Ciputra Group dalam mendukung program pemerintah dalam hal penyediaan hunian berkualitas dengan segala kelengkapan fasilitasnya terjawab dengan hadirnya kota baru terpadu Citra Maja Raya.

Proyek Citra Maja Raya yang merupakan proyek Joint Operation antara PT. Ciputra Residence, PT. Hanson International Tbk, dan PT Putra Asih Laksana, dimulai pembangunannya sejak 2015 dan telah menunjukkan progress yang significant hingga saat ini. 

TANGERANG - Kebutuhan seseorang akan makanan tidak akan pernah habis, sehingga makanan selalu menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha. Setiap bisnis makanan membawa konsep kuliner yang berbeda-beda. Salah satu konsep yang cukup potensial untuk bisnis kuliner adalah catering.

TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang melepas Tim Sepak Bola Desa Kadu Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang di Pekan Olahraga Desa Pordes (Pordes), pelepasan dilaksanakan di Kopimorning bagian umum setda Kabupaten Tangerang, Selasa (19/11/2019).

TANGERANG, lensafokus.id - Kontingen Senam Provinsi Banten cabang Senam Pencegahan Osteoporosis, kembali meraih medali emas di ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) V tahun 2019, yang diadakan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (19/11/2019). 

TANGERANG, lensafokus.id - Bertepatan dengan peringatan hari Sumpah pemuda Kadisporabudpar Kabupaten Tangerang bersama Camat Mekar Baru resmi membuka acara pekan olahraga kecamatan mekar baru, Selasa (29/10/2019). 

TANGERANG, lensafokus.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang meraih empat medali di hari pertama perhelatan Pekan Olahraga Wartawan Banten (Porwaban) 2019, Kamis (24/10/2019).

TANGERANG, lensafokus.id - Jelang pertandingan eksibisi Porwaban 2019, tim futsal SIWO PWI Kabupaten Tangerang rutin melakukan pertandingan futsal persahabatan dengan tim futsal ternama.

PAKUHAJI - Pemerintah Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang melalui Bidang Pembinaan Masyarakat melaksanakan Kegiatan Pembinaan bagi generasi muda dalam pencegahan Bahaya Narkoba, HIV dan AIDS, bertempat di Aula Kantor Desa Laksana.

TANGERANG - Aktivis Kesehatan Kabupaten Tangerang meminta agar Bupati Tangerang tebitkan Peraturan Bupati Tentang Pencegahan Tuborculosis atau sering disebut TBC, karena penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis dinilai sudah menghawatirkan, Selasa (25/6/2019).

JAKARTA - Diabetes melitus dianggap sebagai penyakit yang hanya bisa diidap orang dewasa. Namun, itu tak sepenuhnya benar, sebab penyakit menular satu ini tak mengenal usia, termasuk usia anak-anak.

TANGERANG-Ribuan orang berkumpul di depan panggung acara Anniversary 9th Brigade Barisan King Serpong (BBKS) di Lapangan Malibu, BSD, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu, (9/9/2018).

TANGERANG-Jalan-jalan ke kawasan Graha Raya, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jangan lupa mampir ke Bakmi Jowo Bu Citro Solo yang terletak di Ruko Fortune.

Pemerintahan daerah (Pemda), baik di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten, merupakan penyelenggara pemerintahan yang memiliki kewenangan otonom di wilayahnya masing-masing. Di tingkat provinsi dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur, di tingkat kota oleh wali kota dan wakil wali kota, serta di tingkat kabupaten oleh bupati dan wakil bupati.

Pasangan kepala daerah dan wakilnya merupakan satu paket kepemimpinan yang dipilih secara demokratis melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dengan dukungan partai politik pengusung, untuk masa jabatan lima tahun. Idealnya, pasangan ini berjalan seiring, saling melengkapi, dan bahu-membahu menjalankan amanah rakyat.

Namun, pertanyaan klasik yang kerap muncul adalah: bagaimana sesungguhnya pembagian peran antara kepala daerah dan wakilnya dalam penyelenggaraan pemerintahan?

Secara normatif, tugas kepala daerah meliputi memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang ditetapkan bersama DPRD, menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, serta menjalankan kewenangan lain sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara itu, wakil kepala daerah berperan sebagai perpanjangan tangan kepala daerah, membantu pelaksanaan tugas pemerintahan, memberikan saran dan pertimbangan, mewakili kepala daerah ketika berhalangan, serta melaporkan secara berkala jalannya roda pemerintahan.

Realitas politik menunjukkan bahwa keharmonisan kepala daerah dan wakilnya sering kali tidak bertahan lama. Di berbagai daerah, friksi bahkan keretakan hubungan kerap terjadi meski usia kepemimpinan masih seumur jagung. Fenomena yang populer disebut “pisah ranjang” atau pecah kongsi ini bukan lagi cerita baru dalam dinamika pemerintahan daerah di Indonesia.

Tak jarang, pihak yang memilih mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir adalah wakil kepala daerah. Alasannya beragam, mulai dari perbedaan pandangan dan prinsip, ketidakharmonisan komunikasi, hingga kepentingan politik untuk maju pada kontestasi Pilkada berikutnya. Friksi ini ada yang muncul secara terbuka, namun tidak sedikit pula yang menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.

Sejarah mencatat sejumlah contoh kasus pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya. Publik tentu masih ingat pasangan Bupati Garut periode 2009–2014, Aceng Fikri dan Dicky Chandra. Pada 2011, Dicky Chandra mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Garut dengan alasan perbedaan prinsip dan pandangan dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Di Surabaya, Bambang DH yang mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini periode 2010–2015, juga mengundurkan diri pada Februari 2011. Kasus serupa terjadi di Indramayu, ketika Wakil Bupati Lucky Hakim memilih mundur pada 2023 dengan alasan merasa gagal mengemban amanah rakyat.

Pada level provinsi, publik DKI Jakarta pernah dikejutkan dengan pengunduran diri Wakil Gubernur Priyanto yang mendampingi Fauzi Bowo periode 2007–2012. Saat itu beredar rumor bahwa pengunduran diri tersebut dipicu oleh ketidakcocokan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Di Provinsi Banten, nama Rano Karno atau yang akrab disapa Bang Doel juga tercatat pernah mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Tangerang pada 2011, saat mendampingi Bupati Ismet Iskandar periode 2008–2013. Namun, pengunduran diri Rano Karno bukan disebabkan konflik internal, melainkan karena ia memenangkan Pilkada Banten dan terpilih sebagai Wakil Gubernur mendampingi Ratu Atut Chosiyah.

Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahkan menunjukkan fenomena ini sangat masif. Juru Bicara Kemendagri saat itu, Reydonnyzar Moenoek, menyebutkan bahwa dari 244 Pilkada pada 2010 dan 67 Pilkada pada 2011, hampir 94 persen pasangan kepala daerah pecah kongsi. “Kemesraannya cepat berlalu,” ujarnya sebagaimana dikutip DetikNews. Fenomena tersebut diyakini masih relevan hingga kini.

Banyak faktor yang melatarbelakangi pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya. Salah satu penyebab utama adalah praktik “kawin paksa” politik oleh partai koalisi, di mana pasangan calon disatukan bukan atas dasar kesamaan visi dan misi, melainkan sekadar kompromi elektoral.

Di permukaan, konflik ini kerap tidak terlihat. Namun dalam praktik pemerintahan, ketidakharmonisan dapat dirasakan melalui sikap saling menahan peran, manuver politik diam-diam, hingga minimnya koordinasi. Tidak jarang pula kepala daerah dinilai tidak memberikan ruang dan fungsi yang jelas kepada wakilnya.

Jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya akan merembet ke jajaran birokrasi di bawahnya. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berpotensi terpolarisasi, muncul blok-blokan kepentingan, pengelompokan loyalitas, hingga praktik like and dislike. Pada akhirnya, yang paling dirugikan adalah masyarakat.

Memang, kepala daerah memiliki kewenangan yang sering disebut sebagai “hak prerogatif”, termasuk dalam melakukan mutasi pejabat. Namun perlu ditegaskan bahwa kewenangan tersebut bukan prerogatif mutlak seperti kepala negara. Kewenangan itu bersifat atribusi dan tetap harus mengikuti mekanisme serta persetujuan instansi terkait, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014.

Di tengah maraknya fenomena pecah kongsi, duet kepemimpinan Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Memasuki satu tahun kepemimpinan periode 2025–2030, pasangan ini dinilai tetap solid, kompak, dan saling mengisi.

Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis, 19 Februari 2025, hingga saat ini, tidak terdengar adanya friksi berarti di antara keduanya. Tokoh senior Golkar Tangerang, Aviffudin Alwis, menegaskan bahwa hubungan kerja antara Sachrudin dan Maryono berjalan dengan baik.

“Komunikasi mereka tetap terjalin dengan baik dan saling mengisi tugas serta fungsi masing-masing,” ujar Aviffudin Alwis, Sekretaris Jenderal Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar.

Menurut Aviffudin, Golkar sebagai partai pengusung utama Sachrudin secara berkala melakukan evaluasi, termasuk memantau komunikasi dan keharmonisan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota. “Ini bagian dari tanggung jawab politik kami,” tambahnya.

Penilaian positif juga datang dari masyarakat. Eddy Salman, warga Cimone, menilai kepemimpinan Sachrudin–Maryono selama setahun terakhir cukup solid. “Saya melihat pembagian tugasnya jelas, arah pembangunan juga kelihatan, dan program unggulannya mulai dirasakan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Sachrudin merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, sementara Maryono Hasan diusung oleh PDI Perjuangan. Perbedaan latar belakang partai tersebut sejauh ini tidak menjadi penghalang untuk menjaga soliditas pemerintahan

Kekompakan kepala daerah dan wakilnya merupakan modal utama dalam membangun daerah. Publik tentu berharap keharmonisan Sachrudin–Maryono tidak hanya bertahan secara simbolik, tetapi juga tercermin dalam kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Harapan masyarakat sederhana: Kota Tangerang semakin maju di berbagai sektor, pelayanan publik semakin membaik, dan kesejahteraan warga meningkat. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan terletak pada kuatnya kekuasaan politik, melainkan sejauh mana amanah rakyat benar-benar diwujudkan.

Semoga duet Sachrudin–Maryono Hasan mampu menjaga konsistensi, menahan godaan konflik politik, dan tetap fokus pada tujuan utama: mensejahterakan masyarakat Kota Tangerang. (Sumarna)

Di tengah gelombang transformasi digital, kita sedang menghadapi realitas baru: data menjadi komoditas paling berharga. Istilah “data is the new oil” tidak lagi sekadar jargon teknologi, tapi telah menjadi kenyataan ekonomi dan politik global. Negara-negara yang berhasil memanfaatkan data secara strategis terbukti mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik, mempercepat inovasi, hingga memperkuat ketahanan nasional.

Sayangnya, di Indonesia, data masih sering diperlakukan hanya sebagai pelengkap administratif. Banyak institusi, baik pemerintah maupun swasta, belum menempatkan data dalam kerangka kebijakan strategis. Padahal, jika dikelola dengan prinsip keterbukaan, keamanan, dan akuntabilitas, data dapat menjadi pondasi utama untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Ambil contoh sektor pendidikan. Dengan analisis data yang cermat, pemerintah dapat memetakan kualitas pembelajaran di setiap daerah, mengidentifikasi kesenjangan akses, hingga merancang intervensi berbasis bukti (evidence-based policy). Di bidang kesehatan, data dapat digunakan untuk mendeteksi potensi wabah secara dini, memantau efektivitas program vaksinasi, hingga merancang sistem rujukan yang lebih efisien. Sayangnya, potensi ini sering tersandera oleh fragmentasi sistem, rendahnya interoperabilitas antar basis data, serta ketakutan akan “kebocoran” yang justru menghambat keterbukaan yang sehat.

Kita menghadapi dua tantangan besar: pertama, rendahnya literasi data di kalangan pengambil keputusan. Banyak keputusan dibuat berdasarkan intuisi atau tekanan politik, bukan analisis data. Kedua, lemahnya data governance. Belum ada kerangka nasional yang kokoh untuk mengatur kepemilikan, akses, pertukaran, dan perlindungan data. Padahal, dengan semakin masifnya digitalisasi layanan publik, risiko penyalahgunaan data pribadi kian tinggi.

Sudah saatnya Indonesia menyusun kebijakan nasional yang berpihak pada kedaulatan data. Ini mencakup penguatan regulasi perlindungan data pribadi, pengembangan infrastruktur integrasi data lintas sektor, dan yang paling penting: pembangunan budaya data di semua lapisan masyarakat.

Budaya data berarti membiasakan semua pihak mulai dari birokrat, guru, dokter, hingga pelaku UMKM untuk menggunakan data sebagai dasar berpikir dan bertindak. Ini juga berarti membuka akses terhadap data publik dengan prinsip open data, sembari tetap menjaga privasi dan keamanan individu. Negara-negara seperti Estonia, Singapura, dan Finlandia telah membuktikan bahwa ekosistem data yang sehat tidak hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga kepercayaan publik terhadap negara.

Sebagai akademisi di bidang teknologi informasi, saya percaya bahwa pendidikan tinggi memegang peran penting dalam membentuk generasi yang paham data. Kurikulum perlu diperbarui, riset data harus diarahkan pada pemecahan masalah nyata, dan kolaborasi antara universitas, pemerintah, serta industri harus diperkuat.

Kita tidak bisa lagi menunda. Di tengah arus disinformasi, polarisasi sosial, dan ketidakpastian ekonomi global, hanya data yang dapat menjadi jangkar rasionalitas. Negara yang mengabaikan data akan terus terjebak dalam kebijakan reaktif, bukan transformatif.

Kini waktunya kita berpindah dari sekadar mengumpulkan data menjadi benar-benar mengelola dan memanfaatkan data untuk kemajuan bangsa. Jika data adalah aset strategis, maka mengabaikannya adalah bentuk pemborosan yang paling sunyi tapi berbahaya.

Oleh : Sopiyan Apandi

Tangerang, lensafokus.id -- Gedung Seni Budaya menjadi saksi kemeriahan Lomba Karaoke Lagu Mandarin Terbuka yang diselenggarakan oleh Yayasan Paguyuban Masyarakat Tigaraksa Adiyasa (Permata) pada Minggu (15/12/2024). Acara ini berhasil menarik perhatian para penggemar musik Mandarin.

BOGOR - Posyandu Anggrek asal Kota Bogor lolos dalam 6 besar kategori kota dalam Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat. 
 
Pos layanan terpadu yang berlokasi di Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat itu kini tengah memaksimalkan waktu, untuk mempersiapkan menyambut rechecking oleh tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 
 
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Iceu Pujiati, rechecking oleh tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, merupakan bagian dari tugas sehari-hari jajaran kader posyandu dan Kelurahan Cilendek Timur. 
 
“Yang membedakan adalah momennya dan bertepatan dengan Hari Pahlawan. Jadi saya berharap untuk jajaran Kelurahan Cilendek Timur bersama para kader posyandu harus memiliki semangat seperti pahlawan dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Saya yakin jika dilakukan bersama-sama, pasti bisa,” kata Iceu, saat melakukan persiapan bersama Camat Bogor Barat, Abdul Rahman dan Lurah Cilendek Timur, Enditya Luhur, Jumat (5/11/2021). 
 
Iceu juga menekankan perbaikan pada bidang-bidang yang akan di rechecking serta pengumpulan bukti-bukti dari kegiatan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat yang telah dilaksanakan selama ini. 
 
Inovasi dan potensi yang dimiliki, diharapkan Iceu ditampilkan. Demikian juga kolaborasi dengan semua pihak, mulai dari RT hingga sektor swasta dalam mendukung program dan kegiatan yang mendukung. (red/*)

CINANGKA, lensafokus.id - Ronatul Safitri yang kini telah berusia lima belas tahun mengidap penyakit misterius sejak dia usia lima tahun.

Bogor, lensafokus.id – Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, menggelar berbagai ajang kompetisi pendidikan dan seni secara berkesinambungan. Kegiatan tersebut meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Olahraga Tradisional (Ortrad), hingga Pentas Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI). Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari seluruh SD yang ada di wilayah Kecamatan Tenjo dan dilaksanakan secara bertahap dari satu perlombaan ke perlombaan lainnya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tenjo, Ocih, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Tenjo di tingkat Kabupaten Bogor.

“Tujuan kegiatan ini untuk mencari peserta terbaik yang akan dilombakan di tingkat kabupaten. Kami berharap tahun ini ada perwakilan dari Tenjo yang bisa tampil di tingkat provinsi, bahkan nasional,” ujar Ocih di sela kegiatan.

Ia mengaku optimistis dari berbagai cabang lomba yang digelar, akan lahir siswa-siswi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

IMG 20260416 WA0076

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari para guru pembimbing maupun peserta didik. Antusiasme siswa terlihat tinggi dalam mengikuti setiap perlombaan yang digelar.

“Alhamdulillah kegiatan ini disambut baik oleh para guru dan siswa. Mereka sangat antusias mengikuti lomba. Semoga dari semangat ini lahir bibit unggul yang bisa mewakili Tenjo di tingkat provinsi maupun nasional,” tuturnya.

Ocih juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Kami juga mohon maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan,” pungkasnya. (Dang/min)

Tangerang, lensafokus.id — Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan bebas dari pengaruh Narkoba, SDN Cikuya 2 Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menggandeng Kepolisian Sektor Cisoka sebagai narasumber utama.

Acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut turut dihadiri pengurus Komite SDN Cikuya 2, di antaranya Anwar Abdullah dan Julaeni, SH, serta seluruh dewan guru. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi sekolah dan masyarakat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

IMG 20251115 WA0034

Kepala SDN Cikuya 2, Sulis Setyorini, dalam sambutannya menekankan peran vital para pendidik dalam memberikan pemahaman sejak dini terkait bahaya Narkoba.

"Saya mengajak seluruh guru untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi Narkoba. Kita harus menciptakan sekolah yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan Narkoba," tegas Sulis.

Ia juga menyampaikan bahwa guru wajib meneruskan informasi mengenai bahaya narkotika kepada seluruh siswa, agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan mampu menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang tersebut.

Sementara itu, Bripka Sofwan Akil dari Polsek Cisoka yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini memaparkan secara rinci berbagai jenis Narkoba dan dampaknya bagi kesehatan. Ia menyebutkan beberapa jenis yang umum ditemui, seperti ganja, sabu, pil ekstasi, dan lainnya yang dapat merusak jaringan saraf hingga menyebabkan hilangnya kemampuan berpikir secara normal.

Menurutnya, remaja termasuk kelompok yang paling rentan menjadi target peredaran Narkoba. Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka.

"Sebagai orang tua, kita harus lebih waspada. Jangan sampai putra-putri kita tergoda bujukan orang yang tidak dikenal. Mari bersama-sama menjaga dan memerangi bahaya Narkoba di kalangan remaja," terang Sofwan. (War)

Bogor, lensafokus.id — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Waluya Sari kembali melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) hari kedua bagi peserta didik program kesetaraan Paket C Tahun Pelajaran 2025/2026. Minggu (9/11/2025).

Pada pelaksanaan TKA hari kedua ini, peserta menghadapi mata pelajaran pilihan, yakni Ekonomi dan Sosiologi. Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen. Ujian dibagi ke dalam dua sesi agar pelaksanaan berjalan lebih tertib dan efisien.

Situasi ujian tampak kondusif. Para peserta mengikuti setiap tahapan dengan serius, menunjukkan semangat belajar yang tinggi meskipun ditempuh melalui jalur pendidikan non-formal.

Kegiatan TKA merupakan bagian dari rangkaian evaluasi akhir untuk mengukur sejauh mana capaian peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di program kesetaraan. Ujian ini menjadi tolok ukur kemampuan akademik setara jenjang SMA sesuai dengan standar kompetensi lulusan nasional.

Melalui tes ini, diharapkan peserta mampu mengasah kemampuan berpikir kritis serta memahami konsep-konsep akademik yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Kepala PKBM Waluya Sari, Jajat Sudrajat, S.E, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para peserta didik yang hadir sepenuhnya pada pelaksanaan TKA hari kedua.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta yang hadir 100% pada hari kedua pelaksanaan TKA ini. Hal ini menunjukkan kesungguhan mereka dalam menempuh pendidikan di jalur kesetaraan. Kami berharap hasil ujian ini dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan akademik serta kesiapan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja,” ujar Jajat Sudrajat, S.E.

Lebih lanjut, Jajat menyampaikan bahwa kelancaran pelaksanaan TKA tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tutor, panitia pelaksana, hingga lembaga yang turut membantu penyediaan fasilitas ujian.

“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Drs. Sokirin, M.M.Pd, selaku Kepala SMPN 1 Tenjo, yang telah membantu menyediakan sarana dan prasarana kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini sangat berarti bagi kelancaran kegiatan pendidikan non-formal di wilayah kami,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan TKA ini, PKBM Waluya Sari kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan bermutu dan inklusif bagi masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan non-formal di Kecamatan Tenjo, PKBM Waluya Sari berperan penting dalam memberikan kesempatan belajar bagi warga yang belum menempuh pendidikan formal hingga jenjang SMA. (Asp)

Lebak, lensafokus.id – Empat siswa kelas XII SMKN 2 Rangkasbitung harus menerima keputusan dikeluarkan dari sekolah setelah dinilai melakukan pelanggaran terhadap tata tertib (tatib) yang berlaku. Keputusan ini menimbulkan kekecewaan dari pihak orang tua yang merasa anaknya tidak mendapat kesempatan kedua menjelang kelulusan.

Dede, salah satu orang tua siswa, menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya meminta kebijakan dari pihak sekolah agar anaknya, Reno, tidak dikeluarkan. Namun, permintaan tersebut tidak membuahkan hasil.

“Saya sudah berusaha meminta kebijakan baik ke Kepala Sekolah maupun ke Wakil Kepala Kesiswaan, tapi pihak sekolah tetap memutuskan anak saya harus keluar,” ujar Dede, Selasa (4/11/2025).

Dede mengaku bingung mencari sekolah pengganti karena jurusan anaknya di SMKN 2 Rangkasbitung termasuk jurusan langka, yakni jurusan Pertanian. Ia khawatir keputusan tersebut membuat anaknya terancam putus sekolah dan gagal melanjutkan pendidikan.

“Saya bingung mau pindah ke mana, karena jurusan anak saya jarang ada di sekolah lain. Saya takut masa depannya terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Rangkasbitung, Sukarno, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, membenarkan adanya keputusan pengembalian empat siswa kepada orang tua. Ia menyebut, langkah tersebut diambil setelah melalui proses pembinaan dan pemberian surat peringatan (SP) hingga tiga kali.

“Benar, ada empat siswa kelas XII yang dikembalikan kepada orang tuanya karena sudah melakukan pelanggaran di sekolah. Mereka sudah mendapatkan SP tiga kali. Langkah ini kami anggap sebagai kebijakan terbaik demi masa depan mereka,” ujar Sukarno.

Lebih lanjut, Sukarno menjelaskan bahwa pihak sekolah membuka opsi bagi siswa yang bersangkutan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah lain atau melalui program Paket C.

“Silakan saja melanjutkan ke sekolah lain atau mengikuti Paket C. Kami menilai mereka sudah tidak merasa nyaman di SMKN 2 Rangkasbitung,” katanya.

Keputusan ini masih menuai pro dan kontra di kalangan orang tua murid, yang berharap adanya pendekatan lebih humanis menjelang masa kelulusan siswa. (Cecep)

Lebak, lensafokus.id – Besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 1 Kalanganyar, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, berimbas pada keterbatasan sarana ruang belajar. Sekolah yang menjadi salah satu favorit di wilayah tersebut kini tercatat kekurangan tiga ruang kelas belajar (RKB).

Kepala SMAN 1 Kalanganyar, Ervin Sulistiawati, saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa jumlah murid yang terdaftar mencapai 389 siswa. Sementara itu, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut berjumlah 42 orang.

“Dengan kondisi saat ini, kami kekurangan 3 lokal ruang kelas. Bahkan ruang laboratorium sementara dijadikan ruang guru karena ruangan yang ada diprioritaskan untuk kebutuhan belajar siswa,” ujarnya.

Ervin berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini. Ia menilai, pembangunan ruang kelas baru (RKB) sangat mendesak agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.

“Mudah-mudahan tahun depan SMAN 1 Kalanganyar bisa mendapat bantuan baik dari dana alokasi khusus (DAK) maupun dari APBN. Dengan begitu, fasilitas sekolah bisa lebih memadai,” tambahnya.

Kekurangan sarana prasarana sekolah, terutama ruang kelas, menjadi salah satu tantangan dunia pendidikan di daerah. Pihak sekolah berharap adanya solusi cepat agar kualitas pendidikan di SMAN 1 Kalanganyar tetap terjaga. (Cecep)

Go to top