Nasional

Nasional (452)

BOGOR, lensafokus.id - Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kota Bogor kembali menggelar Bogor Innovation Award (BIA) 2026 pada 8–9 September 2026 untuk mengakselerasi hilirisasi ide kreatif dan pelayanan publik di daerah.

Mengusung tema “SPARK YOUR IDEA: Innovation and Collaboration Empowering The Future”, ajang tahunan ini memamerkan lebih dari 63 inovasi unggulan sekaligus menargetkan sedikitnya 10 karya dapat langsung diadopsi sebagai pilot project di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Festival inovasi ini menghadirkan pameran yang menampilkan lebih dari 63 inovasi dari kalangan pelajar, mahasiswa, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga masyarakat umum. Bidang yang dipamerkan mencakup sektor teknologi, pelayanan publik, lingkungan, ekonomi kreatif, dan sosial.

Kepala BAPPERIDA Kota Bogor, Anne Dewiana Rilianti, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan ruang untuk membuktikan luasnya potensi gagasan kreatif di Kota Bogor.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Bogor tidak kekurangan ide. Lewat pameran ini, kami berharap lahir kolaborasi nyata. Inovasi yang tadinya hanya prototype bisa diadopsi OPD dan direplikasi untuk melayani masyarakat,” ujar Anne Dewiana Rilianti, Selasa (8/9/2026).

Anne menegaskan, fokus utama BIA 2026 bukan sekadar memamerkan karya, melainkan mendorong hilirisasi agar ide-ide tersebut dapat langsung diterapkan di lapangan. Sedikitnya 10 inovasi ditargetkan menjadi pilot project di perangkat daerah dan memperkuat Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor.

Selain pameran teknologi dan pelayanan publik, BIA 2026 turut menggelar Kompetisi Bakat dengan lima kategori: fotografi bertema “Bogor Berinovasi”, menyanyi solo, tari tradisional, tari modern, dan cosplay. Babak final diikuti oleh 122 peserta terpilih dari berbagai sekolah, sanggar, dan komunitas se-Kota Bogor.

Menurut Anne, kemajuan suatu daerah harus ditopang oleh keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kekayaan budaya.

“Kota yang maju bukan hanya cerdas secara teknologi, tapi juga kaya budaya dan kreatif. Kompetisi ini adalah panggung bagi anak-anak muda Bogor untuk SPARK YOUR TALENT,” jelasnya.

Penyelenggaraan BIA 2026 mencatatkan lonjakan antusiasme masyarakat. Jumlah pendaftar tahun ini mencapai 373 inovasi, meningkat pesat dari tahun sebelumnya yang mencatat 230 inovasi. Dari total tersebut, sebanyak 184 inovasi berhasil lolos penjaringan di berbagai kategori.

Untuk memastikan kualitas dan kelayakan implementasi, seluruh peserta melewati tahapan seleksi substansi, validasi lapangan, hingga presentasi dan wawancara di hadapan tim juri profesional.

Adapun juri BIA 2026 melibatkan pakar lintas sektor, antara lain Prof. Dr. Ir. Tri Partono, M.Sc. (LKST IPB), Irwan Budhi Iswanto (BRIN), Nuril Fikri Aulia (BSKDN Kemendagri), Ira Nihrawati AS (CEO Radar Bogor), dan Henny Nurliany (Staf Ahli Walikota Bogor).

Pelaksanaan BIA 2026 diproyeksikan memberikan dampak menyeluruh, mulai dari peningkatan partisipasi warga, penguatan budaya kreatif ASN dan pelajar, hingga mendukung penyelesaian isu strategis daerah di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, transportasi, pangan, dan sosial sesuai visi “Bogor Beres, Bogor Maju”.

Selama dua hari penyelenggaraan, BIA 2026 menargetkan dapat menyedot 2.500 hingga 3.000 pengunjung. Warga masyarakat dapat hadir secara gratis untuk menikmati pameran inovasi, mengikuti workshop, talkshow interaktif bersama praktisi, hingga hiburan musik. (Zulfi Kusuma)

JAKARTA, lensafokus.id — Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri Dialog Kebangsaan Tokoh Tionghoa yang digelar di Museum Hakka, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Dialog tersebut mengangkat tema “Mengenang Jejak Perjuangan Tokoh-Tokoh Tionghoa dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia”. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenang sekaligus menegaskan kontribusi masyarakat Tionghoa dalam perjalanan sejarah, perjuangan, serta pembangunan bangsa Indonesia.

Dalam dialog, keberagaman ditekankan sebagai kekuatan yang mampu memperkokoh persatuan bangsa, bukan menjadi sumber perpecahan. Setiap warga negara juga memiliki hak dan kewajiban yang setara di hadapan hukum dan negara, tanpa membedakan latar belakang maupun asal-usul.

Pesan penting lainnya adalah pentingnya menghapus kebencian dan tidak membalas kebencian dengan kebencian. Kecintaan kepada bangsa dan negara dinilai lebih tepat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain Ahok, dialog tersebut turut menghadirkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, Azmi Abubakar.

IMG 20260827 WA0000

Salah satu momen menarik dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan buku karya Sudirman Indra, sosok visioner sekaligus penggagas konsep Bank Air dan Tol Air di Bawah Sungai, kepada Ahok dan Azmi Abubakar.

Penyerahan buku tersebut menjadi simbol keterhubungan antara warisan sejarah dan gagasan untuk masa depan. Konsep Bank Air dan Tol Air yang digagas Sudirman Indra diharapkan dapat menjadi salah satu gagasan dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air nasional, penanggulangan banjir, serta pemerataan akses air bersih.

Dialog Kebangsaan Tokoh Tionghoa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan Indonesia dibangun dari keberagaman dan kontribusi berbagai elemen masyarakat. (Red)

Jakarta, lensafokus.id – Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor (IKBBP) Tanto Soediro mengungkapkan keprihatinannya atas terus melunturnya jiwa nasionalisme dan rasa kebangsaan di kalangan masyarakat terutama pada kalangan generasi muda saat ini.

Menurut Tanto Sudiro, kondisi menyedihkan itu antara lain disebabkan semakin rendahnya upaya edukasi yang intens terhadap pemberian pelajaran pemahaman tentang sejarah kemerdekaan di masyarakat.

Bahkan, “Yang lebih berbahayanya lagi ada kelompok tertentu yang sengaja akan melencengkan fakta-fakta sejarah kebangsaan,” tegasnya di Jakarta, pada Sabtu (22/8/2026).

Untuk itu, tegas Tanto Sudiro dalam sambutan perayaan Ikatan Keluarga Barisan Besar Pelopor (IKBBP) mendesak Pemerintah dan segenap komponen masyarakat dan penerus pejuang untuk terus saling mengedukasi dalam mengenalkan dan mengamalkan amanat sejarah kebangsaan yang tegak lurus, baik dan benar.

"Fakta yang dibelokkan sangat berpotensi mengikis nilai-nilai NKRI dan kejahatan sejarah," tegas Tanto Sudiro.

Dalam menyikapi lunturnya jiwa Nasionalisme kalangan remaja dan kaum muda, Ketua Gerakan Revolusi Pemuda GARUDA, Ericko dalam peringatan ke-82 tahun Barisan Pelopor, sekaligus hari jadi ke-2 IKBBP, bahwa kondisi Indonesia sariat ini sedang rapuh dalam segala bidang termasuk luntur jiwa Nasionalisme.

“Untuk itu, sebagai sayap organisasi dari Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor, GARUDA menyadari betul bahwa amanah yang dipikul tidaklah ringan,” ungkap Ericko.

IKBBP adalah rumah besar Garuda dan selalu menjadi pengingat yang nyata bahwa kemerdekaan itu memang direbut dan diperjuangkan.

"Kemerdekaan adalah hasil perjuangan sekaligus pengingat bahwa bagi para pemuda telah berdiri di atas fondasi sejarah pengorbanan dan keikhlasan dari para pendiri bangsa kita," tegas Ericko.

GARUDA menilai bahwa sejarah perjuangan itu bukan sekedar romantisme yang hanya untuk dikenang, melainkan harus diwujudkan dalam kerja nyata di masa kini.

GARUDA memahami bahwa tantangan yang dihadapi pemuda saat ini menuntut pendekatan yang berbeda.

Bagi Garuda, IKBBP adalah ibarat7 kompas dan harus menjaga sinergi yang erat dengan IKBBP, serta merawat kolaborasi yang baik dengan IKBBP serta Yayasan Soekarmini Poegoeh Reksoatmodjo. (Red)

BOGOR, lensafokus.id - Kabar adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh komisi anti rasuah muncul di Bumi Kuta Udaya Wangsa (Kabupaten Bogor). Enam orang Kepala Dinas juga dikabarkan terlibat isu setoran senilai Rp1,8 miliar.

KPK membantah adanya OTT namun membenarkan adanya kegiatan di Kabupaten Bogor. Rupanya, isu lebih cepat berhembus dibanding kerja penyidikan yang mungkin masih berlangsung.

Redaksi menerima informasi dari narasumber terpercaya yang membenarkan adanya tsunami di tubuh Pemerintahan Kabupaten Bogor itu.

Informasinya, bahwa enam orang Kepala dinas tengah berkumpul untuk menyerahkan uang tunai senilai Rp1,8 miliar dan diserahkan ke salah seorang staf.

Sumber tidak menyebutkan staf siapa yang dimaksud. Kabar ini juga memperkuat dugaan isu OTT yang sebelumnya berhembus dan dibantah banyak pihak.

Informasi narasumber lainnya menyebutkan, kegiatan KPK yang dimaksud bukan OTT, melainkan upaya pemeriksaan sederetan pejabat Pemkab Bogor, terkait banyaknya laporan masyarakat ke KPK.

Aduan tersebut, disebut-sebut erat kaitannya dengan sejumlah proyek infrastruktur fasilitas umum yang dinilai kurang transparan.

Sejumlah kepala dinas, mendadak sulit dihubungi. Kadis Kominfo Kabupaten Bogor, Bambang Tawekal Widodo enggan mengangkat telp dari Redaksi.

Sekdis Kominfo, Ilham berhasil dihubungi. Namun ia mengaku tidak tahu informasi terkait isu tersebut. "Saya tidak tahu bang, saya tidak berwenang memberikan keterangan," kata Ilham.

Redaksi lalu menghubungi salah satu kadis dan terhubung ke Kadishub Bayu Rahmawanto.

Namun ia menjawab tidak mengetahui sama sekali terkait penangkapan enam orang jajaran kadis tersebut. "Saya lagi rapat sama polres, sy nggak tau soal itu," kata Bayu.

Begitupun dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika. "Gak tau," singkatnya.

Lalu, jika benar adanya penangkapan enam orang kadis yang sedang mengumpulkan uang senilai Rp1,8 miliar itu terjadi, untuk siapa uang tersebut? Staf siapa yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan?

Pernyataan besar masih tersimpan rapi dalam benak redaksi. Semoga saja isu ini tidak benar dan Kabupaten Bogor tidak kembali mengukir sejarah di komisi anti rasuah. (Billy Adhiyaksa)

BOGOR, lensafokus.id - Menjelang pembukaannya untuk publik pada September 2026, EIGER memperkenalkan EIGER Nature, wajah baru dari perjalanan pengembangan destinasi ekowisata EIGER di Bogor, Jawa Barat. Kamis (20/8/2026).

Hadir dengan identitas dan semangat baru, EIGER Nature merupakan wujud komitmen yang semakin kuat untuk menghadirkan ekowisata yang tidak hanya menawarkan pengalaman di alam, tetapi juga memberikan makna, pembelajaran, serta dampak positif bagi alam, budaya, dan masyarakat.

Perubahan dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan bagian dari perjalanan untuk memperjelas kembali tujuan dan arah destinasi. Berangkat dari hampir empat dekade perjalanan EIGER yang tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan, EIGER Nature hadir untuk menginspirasi generasi melalui petualangan bermakna di alam.

EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Imanuel Wirajaya, Direktur EIGER Nature.

Membangun Ekosistem Ekowisata yang Bermakna EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata: Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi, yang menempatkan keseimbangan antara kelestarian alam, budaya dan masyarakat, serta manfaat ekonomi sebagai fondasi destinasi.

Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E: Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment, yang menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, serta pengalaman pengunjung secara lebih menyeluruh.

Dengan pendekatan ini, EIGER Nature ingin memastikan aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman yang menarik dan bermakna.

“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Imanuel.

Dari Komitmen Menjadi Dampak Komitmen terhadap keberlanjutan menjadi bagian dari perjalanan EIGER Nature sejak tahap pengembangan. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan nilai ekologis kawasan, termasuk penghijauan melalui penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah, pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah.

Di sisi sosial dan ekonomi, pengembangan EIGER Nature juga telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang dari masyarakat sekitar, dan diproyeksikan dapat membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan saat beroperasi.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, 5% dari laba bersih EIGER Nature akan dialokasikan untuk mendukung program pelestarian alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas hidup manusia, termasuk berbagai inisiatif konservasi, pengelolaan limbah, serta program 1 Ticket 1 Tree.

Bagi EIGER Nature, keberlanjutan bukan hanya tentang meminimalkan dampak negatif, tetapi tentang bagaimana kehadiran destinasi dapat menciptakan dampak positif yang terus tumbuh bagi lingkungan dan masyarakat.

Menghadirkan Petualangan yang Bermakna EIGER Nature dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang mengintegrasikan alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality. Berbagai atraksi dan aktivitas berbasis alam akan melengkapi pengalaman pengunjung, termasuk Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, Forest Adventure, hingga pengalaman menginap di Forest Camp yang terdiri atas Camping Ground, Glamping, dan Cabin.

Pada saat yang sama, EIGER Nature memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman yang lebih seamless melalui pendekatan paperless dan integrated experience, termasuk integrasi aplikasi, wristband, sistem akses, informasi, dan transaksi digital menggunakan EIGER Coins.

Teknologi ditempatkan sebagai enabler yang membantu pengunjung menikmati pengalaman di alam dengan lebih mudah, tanpa menghilangkan esensi interaksi dengan alam itu sendiri.

“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” ujar Imanuel.

EIGER Nature akan membuka akses kepada publik pada September 2026, membawa harapan untuk menjadi destinasi ekowisata yang memberikan manfaat bagi manusia, berdampak positif bagi alam, serta menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. (Jiv)

BOGOR, lensafokus.id — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor memaparkan sejumlah program kerja strategis untuk menjaga stabilitas politik, keamanan, serta ketenteraman masyarakat pada Kamis (20/8/2026).

Langkah utama yang disiapkan meliputi peluncuran aplikasi digital internal SIPEKA (Sistem Pemetaan Kerawanan) serta penguatan sinergi pelayanan publik bersama media massa.

Kepala Bakesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, menjelaskan bahwa SIPEKA hadir sebagai instrumen digital untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan memetakan potensi kerawanan sosial maupun konflik Ipoleksosbudhankam secara terintegrasi. Inovasi ini mengubah pola pelaporan kewaspadaan dini yang sebelumnya belum terdokumentasi secara sistematis.

"SIPEKA ini dirancang agar informasi sekecil apa pun terkait dinamika di lapangan dapat terintegrasi. Kita ingin data lapangan menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan, bukan lagi sekadar asumsi," tegas Hidayatulloh.

Sebagai contoh penerapan, jika SIPEKA merekam kerawanan sosial seperti maraknya fenomena pinjaman ilegal di tingkat kelurahan, dinas teknis dapat langsung mengintervensi dengan program pelatihan ekonomi warga.

Guna memelihara keharmonisan Kota Bogor yang heterogen—termasuk mengayomi 286 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) terdaftar—Bakesbangpol menyiagakan 136 penyuluh wawasan kebangsaan di 68 kelurahan. Tim ini bertugas memberikan pengayaan nilai Pancasila, menangkal hoaks, dan meminimalisir gesekan sosial sejak dini.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Herman Indrabudi (Kang Aldho). Mengingat lokasi kedua instansi yang berdekatan, ia mendorong kolaborasi pelayanan publik terpadu agar dapat berjalan rutin setiap bulan.

"Ke depan, kami berharap pelayanan publik terpadu ini bisa dilaksanakan secara rutin... menggandeng BPN untuk pertanahan serta Imigrasi untuk pembuatan paspor di hari libur, agar masyarakat yang sibuk bekerja tetap bisa mengaksesnya," ujar Kang Aldho.

Kang Aldho juga mengapresiasi keterbukaan komunikasi Bakesbangpol dengan wartawan. Menurutnya, akses konfirmasi langsung dari pemangku kebijakan sangat krusial agar pemberitaan tetap akurat, berimbang, dan sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Kombinasi inovasi digital SIPEKA, edukasi kebangsaan berbasis kelurahan, dan kemitraan erat bersama pers diharapkan mampu menjaga Kota Bogor tetap aman, harmonis, dan kondusif. (Zulfi kusuma)

Page 1 of 46
Go to top