Nasional

Nasional (439)

Bogor, lensafokus.id — Kepedulian dan pengabdian tanpa pamrih dalam dunia pendidikan dan sosial mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Bogor Rudy Susmanto. Pada kesempatan istimewa ini, dua tokoh inspiratif, yakni Rudy Manggala sebagai Tokoh Peduli Pendidikan dan Ayya Susi Damayanti sebagai Tokoh Peduli Anak Yatim, menerima penghargaan sekaligus hadiah ibadah umroh. Serta kaki palsu khusus kepada Rudy Manggala dari Bupati Bogor, yang berlangsung di Pendopo Bupati Bogor, Senin (15/9/25).

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, kegiatan acara ini lahir dari sebuah momen inspiratif ketika dirinya menghadiri Penganugerahan Tokoh Inspiratif di HUT ke-14 Media Metropolitan. Beliau menyadari, bahwa banyak tokoh yang telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan Kabupaten Bogor.

“Adalah sebuah kekeliruan jika kelompok lain mampu memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif, sementara Pemerintah Daerah justru tidak melakukannya. Oleh karena itu, hari ini Pemerintah Kabupaten Bogor dengan penuh kebanggaan mengundang dua tokoh inspiratif yang telah banyak membawa dampak perubahan positif bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkap Bupati Bogor.

Lebih lanjut, Bupati Bogor menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk penghargaan, melainkan juga bagian dari perhatian pemerintah daerah agar kontribusi, pengabdian, serta keteladanan para tokoh tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

“Pemerintah daerah tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga akan mengiringinya dengan kebijakan-kebijakan nyata yang berpihak kepada masyarakat, agar nilai-nilai ketulusan, dedikasi, dan pengabdian ini terus hidup di tengah-tengah pembangunan Kabupaten Bogor,” tutupnya.

Selanjutnya, Tokoh Peduli Pendidikan Rudy Manggala, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Bogor. Baginya, penghargaan ini bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak binaannya.

"Ini betul-betul suatu penghargaan yang sangat besar bagi saya, karena sebelumnya saya belum pernah mendapatkannya. Penghargaan ini tidak bisa diukur dengan nilai, dan kebahagiaan yang saya rasakan pun sulit digambarkan dengan kata-kata," ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas pemberian hadiah umroh dari Bupati Bogor sebuah hadih yang sangat istimewa.

"Alhamdulillah, saya mendapat hadiah umroh. Diberangkatkan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Sejujurnya, ini sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Apalagi bisa pergi ke Tanah Suci, itu di luar dugaan saya. Rasanya luar biasa sekali, sebuah anugerah yang benar-benar tidak pernah saya pikirkan akan datang dalam hidup saya," ungkapnya penuh haru.

Di tempat yang sama, Tokoh Peduli Anak Yatim Ayya Susi Damayanti menyampaikan rasa syukur dan haru usai menerima penghargaan langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, berupa penghargaan sekaligus hadiah ibadah umroh.

 

“Alhamdulillah, perasaan saya hari ini yang pertama bersyukur kepada Allah telah mentakdirkan saya untuk bertemu dengan jajaran istimewa Pemerintahan Kabupaten Bogor. Ini menjadi motivasi saya untuk lebih banyak berkontribusi dan bergerak di tengah masyarakat, agar lebih bermanfaat di depannya,” imbuh Ayya Susi Damayanti.

Sekadar informasi, Rudi Manggala, yang sehari-harinya mengajar sebagai guru honorer, dikenal sebagai sosok yang peduli dan tak kenal lelah. Ia menginisiasi kelompok belajar sederhana di Kampung Rawa Gede, lalu berkolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat, hingga pihak swasta untuk mengumpulkan dana untuk digunakan dalam membangun gedung sekolah permanen yang kini resmi menjadi SD Negeri Cikoneng.

Sedangkan, Ayya Susi Damayanti merupakan perawat dan yatim piatu di Istana Yatim Piatu dan Duafa Baitul Qorro di Desa Gintung Cilejet, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Bahkan ia rutin memberikan santunan kepada anak-anak yatim dari gaji pribadinya sebagai seorang guru dan hasil jualan online kerajinan tangan orang tua santri serta sumbangan dari para relawan. (Red)

Samarinda, lensafokus.id – Sebuah surat yang disebut-sebut sebagai “surat sakti” beredar luas di sejumlah grup WhatsApp dan platform TikTok. Surat tersebut menggunakan kop resmi DPR RI dan tercatat atas nama Dr. Soedeson Tandra, S.H., M.Hum, Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golongan Karya.

Dalam salinan yang beredar, surat bertanggal 18 Juni 2025 itu ditujukan kepada Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Isinya berupa permohonan penangguhan penahanan terhadap seorang pria bernama Agung Dwijo Sujono, S.H., yang disebut sebagai Kurator HKPI dan beralamat di Semarang, Jawa Tengah.

Agung diketahui sedang menjalani proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.Han/S-7/06/VI/RES.2.6/2025/Ditreskrimsus serta Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.Kap/S-6/07/VI/RES.2.6/2025/Ditreskrimsus, keduanya tertanggal 17 Juni 2025.

Beredarnya surat tersebut memunculkan dugaan adanya intervensi seorang anggota legislatif terhadap proses hukum di kepolisian. Sejumlah pihak menilai tindakan itu berpotensi mencederai prinsip independensi penegakan hukum.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Dr. Soedeson Tandra maupun Polda Kalimantan Timur belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya surat tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan. (Red)

Bogor, lensafokus.id – Pemerintah Desa Tenjo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur desa. Tahun 2025 ini, Desa Tenjo merealisasikan pembangunan betonisasi jalan desa berlokasi di Kampung Dukuh Maja RT 004/002, dengan volume 1.096 meter x 2,7 meter x 0,15 cm.

Pembangunan jalan tersebut dibiayai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah). Proyek ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tenjo bersama-sama dengan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Kepala Desa Tenjo, Rudi, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan prioritas utama pemerintah desa untuk meningkatkan akses dan roda perekonomian warga.

“Alhamdulillah, tahun ini Desa Tenjo bisa merealisasikan pembangunan betonisasi jalan dengan anggaran dari Bankeu. Jalan ini sangat penting untuk kelancaran aktivitas warga, baik dalam kegiatan ekonomi, pendidikan maupun sosial. Kami berharap pembangunan ini dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Dukuh Maja dan seluruh warga Desa Tenjo,” ujar Rudi. Senin (8/9/2025).

IMG 20250908 165947

Sementara itu, salah satu warga Kampung Dukuh Maja, Usni, mengaku sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah desa dalam memperhatikan kondisi infrastruktur.

“Dulu jalan di sini omblok dan sempit tapi sekarang dengan dibeton pasti lebih nyaman dan bisa dilewati mobil. Kami masyarakat merasa senang dan berterima kasih, karena pembangunan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap Usni.

Proses pembangunan betonisasi ini juga melibatkan partisipasi masyarakat, baik dalam bentuk tenaga maupun dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan. Hal ini menunjukkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Desa Tenjo. (Asp)

Bogor, lensafokus.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Singabangsa Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor sukses menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan berupa betonisasi di Kampung Tegal Pondoh RT 002/003. Pekerjaan dengan volume 341 meter x 3 meter x 0,15 meter itu menggunakan anggaran Rp 3.150.900, bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Tahun 2025, dan dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Singabangsa.

Rampungnya betonisasi ini disambut antusias warga yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan yang rusak, terutama saat musim hujan. Kini, jalan desa lebih mulus, kokoh, dan aman untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Kepala Desa Singabangsa, Sofyan Aji Sabela atau yang akrab disapa Gojil, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Alhamdulillah, pembangunan betonisasi jalan di Kampung Tegal Pondoh sudah selesai dikerjakan. Ini semua demi kenyamanan dan kesejahteraan warga. Jalan desa yang baik akan memudahkan aktivitas sehari-hari, termasuk akses pendidikan dan ekonomi,” kata Gojil. Selasa (2/9/2025).

Ia juga menegaskan bahwa setiap anggaran pembangunan digunakan secara transparan, dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Warga Kampung Tegal Pondoh mengaku lega dan bahagia setelah jalan desa selesai dibeton. Kini, transportasi hasil pertanian menjadi lebih mudah, anak-anak sekolah tidak lagi kesulitan saat berangkat belajar, dan aktivitas sosial masyarakat berjalan lebih lancar.

“Dulu kalau musim hujan jalan ini licin dan berlumpur, sekarang sudah mulus. Terima kasih kepada pemerintah desa yang sudah memperhatikan kebutuhan warga,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Proses pembangunan ini berjalan dengan baik berkat pengawasan langsung dari TPK Desa Singabangsa, perangkat desa, serta partisipasi aktif warga melalui gotong royong. Dengan adanya keterlibatan masyarakat, hasil pembangunan diharapkan bisa lebih terawat dan bertahan lama.

Pemerintah Desa Singabangsa menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berhenti di sini. Betonisasi jalan hanyalah satu bagian dari program besar desa dalam menggenjot infrastruktur. Ke depan, desa berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas umum, sarana pendidikan, serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan ini adalah langkah kecil menuju Desa Singabangsa yang lebih maju dan sejahtera. Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan ini,” pungkas Gojil. (Asp)

Bogor, lensafokus.id – Proyek pembangunan jalan rabat beton di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang didanai Bantuan Keuangan Kabupaten (Bankeu) APBD TA 2025, kini menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana, mengingatkan seluruh penyedia jasa untuk tidak main-main dalam proyek infrastruktur ini, Selasa (26/08/2025).

"Saya meminta dengan tegas kepada seluruh penyedia jasa, khususnya yang terkait pembangunan infrastruktur, untuk memenuhi aturan yang sudah ditentukan" ujarnya

Proyek ini diharapkan menjadi momentum perbaikan infrastruktur di Kabupaten Bogor. Namun, jika kualitasnya tidak sesuai harapan, bukan tidak mungkin DPRD akan mengambil tindakan tegas.

"Kami akan terus mengawasi proyek ini. Jika ada indikasi penyimpangan, kami tidak akan segan-segan melaporkannya kepada pihak berwajib," pungkas Aan Triana. (Red)

Bogor, lensafokus.id — Dugaan penyimpangan anggaran Dana Desa mencuat di Kampung Bedeng RT 13/RW 06, Desa Cikutamahi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Proyek pembangunan jalan yang menelan anggaran Rp127.946.870 dari Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2025 dinilai tidak sebanding dengan hasil fisik yang terlihat di lapangan. Kondisi ini memicu kecurigaan adanya praktik mark-up yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Kecurigaan tersebut pertama kali diungkap oleh Ketua Umum Lembaga Pemantau Independen Tindak Pidana Korupsi Indonesia (LPI Tipikor Indonesia), Asep Zamzam. Ia menyebut hasil perhitungan timnya menunjukkan kebutuhan anggaran untuk proyek tersebut jauh lebih rendah dibandingkan nilai yang dicairkan.

“Anggaran Rp127 juta itu bukan angka kecil. Tapi kalau kita lihat progres pembangunan di lapangan, jelas diduga tidak sesuai spesifikasi,” ujar Asep kepada wartawan, Sabtu (23/8/2025).

Berdasarkan hitungan tim LPI Tipikor Indonesia, kebutuhan riil anggaran hanya sekitar Rp72.061.250 dengan rincian sebagai berikut:

Betonisasi: 63,75 m³ x Rp850.000 = Rp54.187.500

Base Course: 21,25 m³ x Rp285.000 = Rp6.056.250

Papan Cor: 60 unit x Rp15.000 = Rp900.000

Plastik Cor: 2,25 rol x Rp130.000 = Rp292.500

Upah Tenaga Kerja: Rp10.625.000

 

“Kalau hasil fisiknya seperti ini, patut dipertanyakan ke mana sisa anggarannya. Ini harus diusut tuntas,” tegasnya.

Asep mendesak aparat penegak hukum bersama Inspektorat Kabupaten Bogor segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan. Ia menekankan, pengawasan Dana Desa harus dilakukan secara ketat karena rentan disalahgunakan.

“Dana Desa itu hak masyarakat. Penggunaannya harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika ada penyimpangan, harus diproses secara hukum,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Cikutamahi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ini. Namun desakan untuk transparansi dan pertanggungjawaban terus bergulir dari berbagai pihak.

Kasus ini menjadi sorotan penting tentang bagaimana pengawasan terhadap anggaran negara, khususnya yang dialokasikan ke desa, harus diperkuat guna mencegah praktik korupsi. (Tim)

Page 7 of 44
Go to top