Nasional

Nasional (439)

Bogor, lensafokus.id – Pemerintah Kecamatan Tenjo melalui Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMCAM) menggelar upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor yang ke-544, acar berlangsung di halaman kantor kecamatan Tenjo, kegiatan meski sederhana berlangsung khidmat dan penuh semangat persatuan. (3/6)26)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Tenjo selaku Ketua FORKOPIMCAM, dihadiri Kapolsek Tenjo, Danramil Tenjo, seluruh staf pemerintahan kecamatan, perangkat desa, serta unsur Pendidikan, SD, SMP, SMA, SMK (para kepala sekolah dan guru) tokoh masyarakat dan pemuda se-Kecamatan Tenjo . Mengusung tema besar yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bogor tahun ini, yaitu “Bergerak Serempak, Nyata Berdampak”, upacara menjadi wujud rasa syukur dan dukungan seluruh elemen di wilayah ini bagi kemajuan daerah.

IMG 20260603 WA0044

Dalam amanat yang dibacakan, Camat Tenjo menyampaikan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk merenungi sejarah panjang Kabupaten Bogor yang bermula sejak penobatan Sri Baduga Maharaja pada 3 Juni 1482, sekaligus memperkuat tekad membangun bersama .


“Di usia yang ke-544 ini, kita di Kecamatan Tenjo bertekad bergerak serempak bersama pemerintah kabupaten, Setiap langkah kerja kita harus nyata dan membawa dampak baik langsung bagi masyarakat, baik di bidang pelayanan, ketertiban, Pendidikan maupun pembangunan desa,” ujar Camat.

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Tenjo, Ocih S. Pd, dalam kesempatan terpisah menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi menjaga dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan yang berkualitas, agar kecamatan Tenjo tidak kalah dengan sekolah yang letaknya ada di wilayah kota, sehingga kami walaupun terletak di wilayah barat kabupaten Bogor, siap memajukan daerah di sektor pendidikan, katanya.

Lebih lanjut kata Ocih, Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor tahun ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan besar, bagi warga Kecamatan Tenjo, moment ini menjadi pengingat bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah dan masa depan Kabupaten Bogor yang terus berkembang maju, imbuhnya

Semangat kebersamaan yang terjalin dalam upacara ini menjadi modal kuat bagi Kecamatan Tenjo untuk terus berkontribusi mewujudkan Kabupaten Bogor yang semakin istimewa, maju, dan berkeadila, pungkas K3S Tenjo. (Dang)

JAKARTA, lensafokus.id – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Paguyuban Perantau Siantan Pontianak (PPSP) yang digelar di Jakarta, Minggu (31/5/2026). Ratusan anggota dan keluarga besar perantau asal Siantan, Pontianak, Kalimantan Barat, hadir dalam kegiatan yang berlangsung meriah dan sarat makna tersebut.

Mengusung tema “Kebersamaan dan Kekompakan Adalah Fondasi Utama PPSP”, perayaan HUT ke-19 menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam menjaga persatuan di antara para perantau.

Ketua Umum PPSP, Agus Musalim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh anggota serta tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

Menurutnya, perjalanan PPSP selama 19 tahun tidak terlepas dari peran aktif seluruh anggota yang senantiasa menjaga rasa kekeluargaan dan solidaritas.

“Kami berdiri kokoh selama 19 tahun bukan karena hebatnya pengurus, tetapi karena kebersamaan dan kekompakan seluruh keluarga besar PPSP. Inilah fondasi utama kami. Tanpa itu, PPSP tidak akan mampu bertahan dan berkembang hingga hari ini,” ujar Agus Musalim disambut tepuk tangan para hadirin.

Perayaan HUT ke-19 PPSP juga semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh dan pejabat pemerintah, di antaranya Prof. Darmadi Durianto dan Sumberanto Tjitra. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap eksistensi PPSP sebagai wadah pemersatu masyarakat perantau asal Kalimantan Barat yang berada di Jakarta dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, kedua tokoh tersebut mengapresiasi peran PPSP yang selama ini aktif membangun solidaritas, menjaga nilai-nilai budaya daerah, serta menjadi jembatan komunikasi bagi para perantau.

Selain rangkaian sambutan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan bernuansa budaya Pontianak, ramah tamah antaranggota, serta doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke-19 tahun.

Momentum perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekompakan dan rasa persaudaraan merupakan modal utama bagi PPSP dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Di usia yang ke-19, PPSP menegaskan komitmennya untuk terus menjadi rumah kedua bagi para perantau Siantan Pontianak, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi anggota dan masyarakat.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-19 PPSP. Semoga semakin solid, semakin maju, dan terus menjadi wadah pemersatu yang membawa manfaat bagi sesama. (Red)

JAKARTA BARAT, lensafokus.id – Dua hari pasca kebakaran hebat yang melanda permukiman warga di Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Pengurus Pusat PTK Indonesia bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban terdampak, Minggu (31/5/2026).

Dipimpin Ketua Bidang Sosial PTK Indonesia, Bunardy Aloyanto, bersama jajaran pengurus dan relawan, organisasi tersebut menyalurkan bantuan tahap awal berupa 350 kotak nasi Padang untuk makan siang warga yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.

Bunardy mengatakan, bantuan makanan siap saji dipilih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban yang masih menghadapi keterbatasan pasca musibah kebakaran.

“Ini bukan sekadar nasi, tetapi bentuk kepedulian dan kebersamaan kami kepada para korban. Kami ingin warga mengetahui bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini,” ujar Bunardy di lokasi pengungsian.

Selain membagikan makanan siap santap, PTK Indonesia juga menyerahkan sejumlah bantuan logistik berupa 50 dus air mineral, 50 dus mi instan, dan 10 dus Pop Mie. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian para pengungsi, khususnya akses terhadap air bersih dan makanan praktis.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PTK Indonesia, Hiu Kon Bun, kepada Lurah Krendang, Saiful Fuad. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PTK Indonesia, Venndy Wijaya.

Dalam kesempatan itu, Hiu Kon Bun menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Krendang. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk nyata solidaritas sosial PTK Indonesia terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Kami turut prihatin sedalam-dalamnya atas musibah ini. PTK Indonesia tergerak untuk hadir karena ini adalah wujud nyata solidaritas dan kepedulian sosial. Bantuan yang kami salurkan hari ini merupakan tahap pertama, dan kami akan terus memantau perkembangan di lapangan untuk menentukan kebutuhan bantuan selanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Krendang, Saiful Fuad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PTK Indonesia atas kepedulian serta respons cepat yang diberikan kepada warga terdampak kebakaran.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit. Kami mengucapkan terima kasih kepada PTK Indonesia yang telah hadir dan membantu saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Jumat malam (29/5/2026) menghanguskan puluhan rumah petak di wilayah Krendang dan berdampak kepada sekitar 460 jiwa. Hingga saat ini, para korban masih membutuhkan berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa pemulihan. (Red)

Subang, lensafokus.id – Peredaran obat keras daftar G di sejumlah wilayah Kabupaten Subang diduga semakin menggila dan berlangsung terang-terangan. Praktik ilegal yang disebut telah lama beroperasi itu dinilai seolah kebal hukum dan luput dari tindakan tegas aparat penegak hukum (APH).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan peredaran obat keras ilegal tersebut tersebar di sejumlah titik, mulai dari Cinangsi, Karanganyar Subang, kawasan pabrik di Kampung Sukamelang Kecamatan Subang, area Jalan Marsinu, Gunung Tua Kecamatan Cijambe, Kecamatan Purwadadi hingga Jalan Raya Subang–Sariater KM 10.

Warga menilai, kondisi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan karena obat keras daftar G diduga dijual bebas tanpa resep dokter dan menyasar kalangan remaja hingga anak muda.

“Sudah lama berjalan dan sampai sekarang masih bebas jualan. Seperti tidak takut hukum,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan aparat dalam memberantas bisnis ilegal yang dianggap merusak generasi muda tersebut. Pasalnya, meski telah beberapa kali menjadi pemberitaan media, kios-kios penjual obat keras ilegal disebut masih tetap beroperasi dengan leluasa.

Tak sedikit warga yang menilai lemahnya penindakan membuat para pelaku semakin berani menjalankan bisnis haram tersebut secara terang-terangan.

Secara hukum, penjualan obat keras tanpa resep dokter melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 196 dan Pasal 197. Pelaku dapat diancam pidana penjara paling lama 10 hingga 15 tahun serta denda maksimal Rp1,5 miliar apabila terbukti mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin resmi dan tidak memenuhi standar keamanan.

Warga mendesak aparat penegak hukum, dinas kesehatan, dan instansi terkait untuk segera melakukan razia besar-besaran serta penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan jaringan peredaran obat keras ilegal di Kabupaten Subang.

Selain itu, masyarakat juga meminta Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan serta mengambil langkah tegas tanpa pandang bulu terhadap seluruh pihak yang terlibat. (Tim)

JAKARTA, lensafokus.id – Langkah besar menuju penguatan ketahanan air nasional mulai dibangun. Inovator konsep Bank Air dan Tol Air, Sudirman Indra melakukan pertemuan strategis dengan CEO PT ILCMI, Dr. Sofian Tjandra di kantor PT ILCMI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan dua tokoh tersebut membahas berbagai gagasan inovatif terkait pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di tengah ancaman krisis air dan perubahan iklim yang semakin nyata.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, keduanya berdiskusi mengenai peluang kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat implementasi sistem pengelolaan air yang modern, ramah lingkungan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sudirman Indra menegaskan, silaturahmi tersebut bukan hanya agenda pertemuan biasa, melainkan upaya menyatukan visi besar demi masa depan pengelolaan air di Indonesia.

“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini tentang bagaimana menyatukan visi agar inovasi Bank Air dan Tol Air dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Konsep Bank Air dan Tol Air sendiri dinilai sebagai salah satu solusi alternatif dalam menjaga ketersediaan air bersih sekaligus mengantisipasi persoalan banjir dan kekeringan yang kerap melanda berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, CEO PT ILCMI, Sofian Tjandra menyambut positif gagasan yang dibawa Sudirman Indra. Menurutnya, pendekatan pengelolaan air berbasis konservasi sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini.

Ia menilai, inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai solusi jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Permasalahan banjir dan kekeringan membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. Karena itu, gagasan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan,” ungkap Sofian.

Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama konkret ke depan, mulai dari penyusunan kajian teknis, sosialisasi program kepada masyarakat dan pemerintah daerah, hingga implementasi pilot project di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan serius terkait tata kelola air.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara inovator, dunia usaha, dan lembaga strategis menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan air nasional sekaligus membangun infrastruktur yang tangguh menghadapi perubahan iklim di masa depan. (Red)

Subang, lensafokus.id – Maraknya peredaran obat keras ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Subang kembali menjadi sorotan. Aktivitas bisnis haram tersebut diduga berjalan secara terstruktur dan sistematis, bahkan terkesan kebal hukum meski telah beberapa kali diberitakan oleh berbagai media.

Salah satu lokasi yang disebut masih aktif beroperasi berada di kawasan Gunung Tua, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Di lokasi tersebut, kios penjual obat keras ilegal diduga tetap menjalankan aktivitasnya secara terang-terangan tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH).

Ironisnya, meski persoalan tersebut telah berulang kali menjadi perhatian masyarakat dan media, praktik peredaran obat keras ilegal itu disebut masih berjalan mulus seolah tidak tersentuh hukum. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran hingga indikasi kongkalikong dengan oknum tertentu.

Menurut keterangan salah satu warga yang berinisial D, kios tersebut diduga berada di bawah koordinasi seseorang berinisial F.

“Yang ngatur di sini inisial F. Kiosnya bukan cuma satu, ada belasan yang masih jalan sampai sekarang,” ujar D.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa jaringan peredaran obat keras ilegal di wilayah Subang bukanlah bisnis kecil, melainkan sudah terorganisir dengan rapi dan memiliki jaringan yang luas.

Selain itu, dugaan adanya praktik kongkalikong dengan oknum tertentu membuat publik semakin geram. Pasalnya, bisnis haram tersebut dikabarkan telah berlangsung selama bertahun-tahun namun tetap bebas beroperasi tanpa hambatan berarti.

D mengaku mengetahui aktivitas tersebut dan berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh serta menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran obat keras ilegal di Kabupaten Subang.

Jika dibiarkan terus berlangsung, peredaran obat keras ilegal bukan hanya merusak moral generasi muda, tetapi juga dapat menciptakan citra buruk terhadap penegakan hukum di wilayah tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak yang diduga sebagai pemilik maupun koordinator peredaran obat keras ilegal berinisial F belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait dugaan yang beredar di masyarakat. (Asp)

Page 2 of 44
Go to top