Items filtered by date: Tuesday, 13 January 2026

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus melakukan pembenahan tata kelola persampahan dengan menerapkan sistem teknis pengangkutan sampah berbasis jam operasional di seluruh wilayah. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah, khususnya di kawasan permukiman dan titik-titik yang selama ini dinilai rawan darurat sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa penerapan jam operasional pengangkutan sampah dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah. Sistem ini mengatur waktu pembuangan dan pengangkutan sampah agar lebih tertib, terjadwal, dan efektif.

“Kami telah menerapkan secara teknis pengangkutan sampah berbasis jam operasional di beberapa wilayah permukiman yang selama ini dianggap sebagai kawasan darurat sampah,” ujar Wawan.

IMG 20260114 WA0003

Menurutnya, DLH Kota Tangerang telah berkoordinasi dengan petugas kebersihan di tingkat wilayah untuk menyiapkan armada kebersihan yang akan melakukan sistem jemput bola langsung ke lingkungan permukiman. Armada tersebut beroperasi sesuai jam operasional yang telah ditentukan.

“Kami menyediakan sejumlah armada kebersihan yang dikirim langsung ke lingkungan pemukiman pada jam operasional tertentu, sehingga masyarakat dapat membuang sampah secara langsung ke armada yang tersedia,” jelasnya.

Wawan menilai, sistem pengangkutan sampah berbasis jam operasional terbukti efektif dalam mengantisipasi penumpukan sampah liar, terutama di jalan-jalan protokol yang kerap mengganggu kenyamanan dan estetika kota.

“Kami telah mencoba berbagai cara, dan sistem ini terbukti sangat efektif. Dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan di sejumlah titik lokasi,” katanya.

Lebih lanjut, Pemkot Tangerang bersama perangkat kewilayahan akan menetapkan ketentuan jam pengangkutan sampah secara jelas. Dalam skema ini, masyarakat hanya diperbolehkan membuang sampah pada jam yang telah ditentukan, langsung ke armada kebersihan yang disiapkan.

“Dengan sistem ini, tidak ada lagi sampah yang dibuang sembarangan, termasuk di jalan-jalan protokol. Armada kebersihan akan datang langsung ke titik lokasi yang telah disepakati,” tegas Wawan.

IMG 20260114 WA0001

Selain itu, Pemkot Tangerang juga menargetkan pembentukan Bank Sampah di seluruh pengurus RW pada tahun 2026. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Target kami, sistem teknis pengangkutan sampah berbasis jam operasional dapat diterapkan secara menyeluruh di semua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pada tahun 2026. Kami sudah berkoordinasi dengan perangkat wilayah agar sistem ini dapat segera berjalan,” ujarnya.

Penerapan sistem tersebut akan dilakukan secara bertahap, seiring dengan upaya penertiban dan penutupan TPS liar. Pemkot Tangerang menegaskan bahwa penutupan tidak hanya menyasar TPS liar di jalan protokol, tetapi juga yang berada di kawasan permukiman dan dinilai mengganggu kebersihan serta kenyamanan warga sekitar.

“Di sisi lain, kami akan terus melakukan penyisiran dan penutupan TPS liar, baik di jalan protokol maupun di lingkungan permukiman,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada pengangkutan, Pemkot Tangerang juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam membudayakan pemilahan sampah secara mandiri. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.

“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam pemilahan sampah dari rumah tangga, agar beban TPA dapat terus ditekan,” pungkas Wawan. (Sumarna)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menggelar rapat koordinasi (Rakor) penanganan banjir di wilayah Kecamatan Kosambi di Aula Gedung eks DPRD Tangerang, Selasa (13/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa rakor tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari hasil kunjungan lapangan ke lokasi banjir di Kecamatan Kosambi yang terjadi akibat curah hujan tinggi serta kiriman air dari wilayah sekitar, seperti Cengkong dan Belimbing, yang masuk ke saluran air wilayah Kosambi

"Rakor ini adalah tindak lanjut dari hasil kunjungan lokasi banjir di Kosambi. ‎Mohon maaf saya sampaikan, banjir ini selain karena hujan yang cukup tinggi, juga disebabkan adanya limpasan air dari Kosambi, Cengkong, Belimbing dan dari wilayah lain yang bermuara ke saluran yang sama," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, ‎meskipun hasil kajian teknis dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air belum sepenuhnya final, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tetap menampung masukan dan informasi dari masyarakat setempat sebagai dasar awal untuk mencari solusi penanganan banjir secara cepat dan tepat. ‎Sebagai langkah awal, Pemkab Tangerang berencana akan membangun pompa banjir dan pintu air di Desa Salembaran Jati dan wilayah Kosambi Barat. Pompa yang akan dipasang memiliki kapasitas 3 meter kubik permenit, yang berfungsi untuk memompa air dari lokasi banjir menuju area pembuangan Rawa Lumpang atau drainase perimeter PIK 2.

"‎Adapun rencana lokasi pemasangan pompa banjir di Desa Salembaran Jati meliputi: ‎RW 07, ‎RW 02, ‎RW 31. ‎Sementara itu, untuk Kosambi Barat, direncanakan pembangunan dua titik rumah pompa, yaitu: ‎RW 05, ‎RW 03," jelasnya

‎Dia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan dinas terkait, masyarakat dan pihak lainnya guna memastikan penanganan banjir dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

‎"‎Untuk wilayah area banjir Perumahan Duta Bandara, pada APBD-P 2025 telah dialokasikan pembangunan pintu air di outlet saluran pembuang Duta Bandara dan selanjutnya direncanakan akan dibangun pompa banjir untuk mengendalikan rob dari Kali Prancis sesuai kajian teknis dan permintaan masyarakat," imbuhnya

Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura selaku pemangku kepentingan di wilayah tersebut agar rencana pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Perum Duta Bandara dapat segera mendapatkan dukungan dan ijin.

‎“Kami akan terus mencari solusi terbaik bersama masyarakat dan perangkat daerah agar permasalahan banjir ini dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan pemusnahan arsip inaktif, di Aula BKPSDM, Senin (13/1/2026), dengan pendampingan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip) Kabupaten Tangerang.

Sebanyak lebih dari 14.000 arsip dari berbagai bidang dimusnahkan dalam kegiatan tersebut. Arsip-arsip tersebut berasal dari rentang tahun 2002 hingga tahun terakhir dan telah melalui proses penilaian sesuai masa retensi arsip.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Tangerang, Bangbang Ismail, menjelaskan bahwa arsip yang dimusnahkan merupakan dokumen yang masa retensinya telah berakhir dan tidak lagi memiliki nilai guna administratif, hukum, maupun historis.

“Arsip-arsip yang sudah habis masa retensinya kami musnahkan. Sementara arsip yang masih memiliki nilai namun sudah tidak digunakan secara aktif, kami titipkan ke Dinas Arsip,” ujar Bangbang.

Ia menambahkan, sebelum dilakukan pemusnahan, seluruh arsip terlebih dahulu melalui tahapan identifikasi dan pemilahan secara teliti dengan pendampingan langsung dari Dinas Perpusip Kabupaten Tangerang guna memastikan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BKPSDM dalam meningkatkan kualitas tata kelola kearsipan sebagai penunjang pelayanan publik yang lebih baik. Pada tahun sebelumnya, BKPSDM berhasil meraih peringkat dua terbaik dalam penilaian penataan kearsipan tingkat Kabupaten Tangerang.

“Capaian tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Saat ini kami juga mulai menerapkan penggunaan surat elektronik untuk mengurangi penumpukan arsip fisik ke depannya,” tambahnya

BKPSDM berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di Kabupaten Tangerang agar turut melaksanakan pengelolaan dan pemusnahan arsip secara tertib dan terencana. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menjajaki kerja sama program beasiswa pendidikan penerbangan bagi putra-putri terbaik Kabupaten Tangerang yang berprestasi, khususnya dari keluarga berpenghasilan rendah, di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC). Penjajakan tersebut dilakukang langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Kampus PPIC, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (13/1/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur PPIC Capt. Megi Hudi atas sambutan hangat sekaligus peluang dibukanya kerja sama bagi masyarakat Kabupaten Tangerang untuk menempuh pendidikan di bidang penerbangan melalui jalur beasiswa.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur PPIC yang telah membuka pintu kerja sama, khususnya melalui program beasiswa. Ini merupakan peluang besar bagi anak-anak kami yang berprestasi, disiplin, dan memiliki semangat tinggi, namun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Bupati menegaskan bahwa kerja sama tersebut nantinya akan segera ditindaklanjuti secara formal melalui nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan PPIC. Peserta program beasiswa ini akan diseleksi secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan prioritas bagi calon peserta didik dari keluarga berpenghasilan rendah yang memiliki kemampuan akademik, mental, dan kedisiplinan yang baik.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa PPIC memiliki berbagai pilihan program studi strategis, tidak hanya di bidang penerbangan, tetapi juga navigasi udara, komunikasi penerbangan, operasi bandar udara, dan jurusan teknis lainnya yang berjumlah sekitar 10 program pendidikan taruna.

“InsyaAllah mulai tahun 2026, kami berharap sudah ada putra-putri Kabupaten Tangerang yang menjadi taruna atau bahkan pilot di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug melalui program beasiswa daerah,” tambahnya.

Bupati juga memaparkan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan beasiswa bagi 235 mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah, yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, termasuk Al-Azhar Kairo, Swiss, Jerman, IPB, dan universitas lainnya. Ke depan, jumlah dan ragam tujuan beasiswa akan terus ditingkatkan.

"kolaborasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda Kabupaten Tangerang yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.,"

Sementara itu, Direktur PPIC Capt. Megi Hudi menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor penerbangan.

“Kami sangat mendukung program Bupati Tangerang, terutama dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi putra-putri daerah yang memiliki semangat, kecerdasan, dan kedisiplinan tinggi di bidang penerbangan. Keberadaan PPIC di Kabupaten Tangerang tentu diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Kegiatan penjajakan kerja sama ini turut dihadiri juga oleh sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Perhubungan, Kabag Kesra, kabag Tata Pemerintahan dan Camat Legok. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring pelaksanaan Gerebek Posyandu di Posyandu Gelatik 2, Desa Daon Kec. Rajeg, Selasa (13/01/26).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan bahwa Gerebek Posyandu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat serta menekan penurunan angka stunting, khususnya ibu hamil dan balita

“Gerebek Posyandu ini kita lakukan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan pemantauan kesehatan secara rutin. Ini juga bagian dari upaya kita menekan angka stunting sejak dini,” ungkap Wabup Intan

Dia menandaskan monitoring yang dilakukan juga untuk memastikan langsung pelaksanaan Gerebek Posyandu benar-benar tepat, baik sasaran maupun pelayanannya

"Monitoring bersama Pak Camat Rajeg, Pak Kades, tim dari Puskesmas ini untuk memastikan pelaksanaan Gerebek Posyandu tepat sasaran dan pelayanan, khususnya bagi ibu dan anak-anak, benar-benar terjangkau oleh layanan kesehatan," ujarnya

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya rutin datang ke Posyandu. Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.

"Posyandu memiliki peran yang strategis dan penting. Selain ada cek kesehatan, ibu hamil dan balita juga kita berikan PMT dan susu," imbuhnya.

Kegiatan Gerebek Posyandu ini disambut dengan antusias oleh para ibu hamil serta ibu yang memiliki balita. Sejak pagi hari, warga terlihat ramai mendatangi Posyandu untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari penimbangan balita, pemeriksaan kehamilan, hingga konsultasi gizi dan tumbuh kembang anak. Tercatat ada sebanyak 49 bayi dibawah 2 tahun (Baduta), 97 Balita dan ibu hamil 2 orang di Posyandu Gelatik 2 Desa Daon.

Sementara itu, salah satu ibu yang memiliki balita, Yuni, mengaku senang dengan adanya kegiatan Gerebek Posyandu. Ia menilai pelayanan yang diberikan sangat membantu dan memudahkan warga.

“Alhamdulillah pelayanannya lengkap dan petugasnya ramah. Kami jadi lebih semangat datang ke Posyandu karena bisa langsung cek kesehatan anak dan dapat edukasi juga,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak, guna mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (Red)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang menyalurkan bantuan makanan siap saji dan bahan logistik kepada warga yang terdampak musibah banjir di sejumlah wilayah, Senin (12/1/2026). Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan bahwa bantuan disalurkan secara cepat dan akurat sesuai kebutuhan di lapangan. Di wilayah Kelurahan Benda, Kecamatan Neglasari, Dinsos menyalurkan bantuan berupa 250 nasi bungkus, 10 kasur lipat, serta berbagai bahan logistik yang dibutuhkan warga di lokasi pengungsian.

“Di Kelurahan Benda kami menyalurkan 250 nasi bungkus, 10 kasur lipat, dan logistik pendukung untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir,” ujar Acep Wahyudi.

IMG 20260113 WA0043

Selain itu, Dinsos Kota Tangerang juga menyalurkan 1.000 bungkus makanan ke Kelurahan Benda, 350 bungkus makanan ke Kelurahan Petir, serta 300 bungkus makanan ke Kelurahan Jurumudi. Bantuan logistik lainnya berupa 25 dus pampers dan dua kidsware juga diserahkan kepada UPT BPBD di Kelurahan Benda untuk mendukung kebutuhan balita dan anak-anak di lokasi terdampak banjir.

Acep menegaskan, penyaluran bantuan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan dan hasil pendataan petugas. Pemkot Tangerang melalui Dinas Sosial berkomitmen untuk selalu hadir memastikan kebutuhan masyarakat terdampak banjir, baik makanan maupun logistik, dapat terpenuhi.

“Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait di wilayah bencana agar penanganan dan penyaluran bantuan berjalan optimal dan lancar,” pungkasnya. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top