Items filtered by date: Saturday, 24 January 2026

‎PANDEGLANG, lensafokus.id.— Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 5 Desa Sukarame, STISIP Banten Raya, menggelar kegiatan Workshop Digital Marketing. Kegiatan ini mengusung semangat Desa Go Digital sebagai upaya optimalisasi promosi wisata dan penguatan UMKM melalui pemanfaatan media sosial, pada Hari Sabtu (24/01/2026).

‎Workshop ini dihadiri oleh Siti septiana Miratunnisa Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Iim Suganda selaku pihak Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Pandeglang, Jai Suryadi Wakil Ketua Komisi II DPRD Pandeglang, Dede Sumantri Anggota komisi II DPRD Pandeglang, Aip Miftahudin anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, serta Polisi Air dan Udara (Polairud) Pandeglang Hiptu Turif, Turut hadir pula Kepala Desa Sukarame, Ketua Desa Wisata, Ketua Pokdarwis, serta pelaku UMKM dan pengelola wisata Desa Sukarame sebagai peserta kegiatan.

‎Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, Bapak Aip Miftahudin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya transformasi digital bagi desa.

‎"Digital marketing hari ini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Desa dengan potensi wisata dan UMKM seperti Sukarame harus mampu memanfaatkan media digital agar produknya dikenal luas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Aip Miftahudin.

‎Sementara itu, Kepala Desa Sukarame, Endang Tresnajaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM yang dinilai mampu menjawab kebutuhan desa.

‎“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa KKM membawa energi baru dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, khususnya dalam hal promosi wisata dan UMKM,” ungkapnya.

‎Sebagai pemateri praktik, workshop ini menghadirkan Founder Bank Sampah Gen Z, yaitu Adroni yang memberikan materi seputar strategi pemasaran digital, pengelolaan konten media sosial, serta pemanfaatan branding berbasis komunitas. Materi tersebut disambut antusias oleh peserta yang mayoritas merupakan pelaku UMKM dan pengelola wisata lokal.

‎Ayu riska Kelompok 5 Desa Sukarame menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa berbasis kolaborasi.

“Melalui workshop ini, kami berharap masyarakat Desa Sukarame tidak hanya memahami teori digital marketing, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung untuk mempromosikan potensi wisata dan UMKM desa,” ujar Ayu

Workshop digital marketing ini menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat desa dalam mendorong kemandirian ekonomi dan pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. (Cecep)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana banjir, di 12 wilayah terdampak, sejak Kamis (22/1) hingga saat ini Sabtu (24/1/26).

Tercatat, bantuan permakanan yang telah didistribusikan mencapai 10.690 nasi bungkus, disertai berbagai kebutuhan logistik penting lainnya.

"Seperti, air mineral 216 dus, mie instan 120 dus, beras 5kg 103 karung, family kita 46 pcs, kids ware 30 pcs. Kasur lipat 25 pcs, dan selimut 152 pcs," ungkap Acep Wahyudi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang.

Lanjutnya, bantuan tersebut disalurkan secara bertahap melalui posko-posko pengungsian serta titik-titik terdampak, dengan melibatkan perangkat daerah terkait, relawan, dan unsur kewilayahan.

"Pemkot Tangerang menegaskan bahwa distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, serta perlengkapan dasar bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil," jelas Acep.

"Untuk penyaluran paling krusial adalah Alamanda Periuk, Ciledug, hingga Cipondoh. Itu menjadi titik-titik penerima bantuan terbanyak," tambahnya.

Dengan penyaluran bantuan yang berkelanjutan ini, Pemkot Tangerang berharap warga terdampak dapat tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya selama masa penanganan bencana berlangsung. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Majelis Taklim Al Istiqomah, Perum Griya Islam Kresek, Kabupaten Tangerang, menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW secara khidmat, Sabtu (24/1/26).

Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi masyarakat untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan umat.

Peringatan tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, unsur Forkopimcam Kresek, jajaran pemerintah desa, tokoh agama, serta jamaah yang memadati acar

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi'raj tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan agung Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai pengingat akan kedudukan salat yang sangat istimewa dalam kehidupan umat Islam, karena diterima langsung oleh Rasulullah SAW dari Allah SWT.

“Ini menunjukkan betapa salat memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Salat yang baik akan melahirkan akhlak yang baik, serta membentuk pribadi yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar Wabup Intan.

Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan nilai-nilai salat sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang semakin dinamis, sekaligus sebagai pedoman dalam menjaga perilaku dan etika sosial di tengah masyarakat.

Selain penguatan spiritual individu, Wabup Intan juga menyoroti peran strategis Majelis Taklim Al Istiqomah sebagai pusat pembinaan umat, wadah menimba ilmu agama, serta sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun keharmonisan sosial di lingkungan masyarakat.

"Majelis Taklim memiliki peran penting dan strategis dalam pembinaan umat dan garda terdepan dalam memperkuat keharmonisan sosial serta kehidupan masyarakat" tandasnya

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan nonfisik.

“Kami meyakini pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas iman, akhlak, dan karakter masyarakatnya,” pungkasnya, seraya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pengurus Majelis Taklim Al Istiqomah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya warga Kecamatan Kresek, agar senantiasa hidup rukun, religius, dan sejahtera. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi Pengumpulan Data Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam rangka evaluasi Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Jumat (23/1/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa proses pembangunan daerah berjalan secara inklusif dan berkeadilan, serta memberikan manfaat yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, yang mewakili Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa strategi Pengarusutamaan Gender merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya dengan prinsip leaving no one behind.

“Prinsip SDGs leaving no one behind membawa konsekuensi bahwa seluruh kelompok masyarakat—baik laki-laki, perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, maupun kelompok rentan lainnya—harus terlibat dan merasakan manfaat dari pembangunan,” ujar Prima Saras Puspa.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan PUG sangat bergantung pada sinergi dan sinkronisasi lintas perangkat daerah. Menurutnya, implementasi PUG di Kabupaten Tangerang membutuhkan komitmen bersama seluruh OPD dengan mengoptimalkan peran OPD yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bappeda, BPKAD, serta Inspektorat Daerah sebagai penggerak utama.

Lebih lanjut, Prima menegaskan bahwa Penganugerahan Parahita Ekapraya tidak semata-mata dipandang sebagai penghargaan administratif. “PPE bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan cerminan nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap keadilan dan kesetaraan bagi seluruh manusia tanpa terkecuali,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menjelaskan bahwa Pengarusutamaan Gender merupakan strategi pembangunan yang dilaksanakan secara rasional dan sistematis. Strategi ini bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Pengarusutamaan Gender adalah strategi pembangunan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan guna memastikan bahwa kebutuhan dan kepentingan laki-laki dan perempuan menjadi bagian integral dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan data terpilah menurut jenis kelamin merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. “Kami menyadari bahwa pelaksanaan PUG masih memerlukan penguatan, baik dari aspek regulasi, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, maupun dukungan data terpilah gender yang akurat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan meresmikan Masjid Jami’ Nurul Iman dan menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bertempat di Kampung Pabuaran, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Jumat malam (23/1/26).

Pada kegiatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, jajaran Forkopimcam Curug, tokoh masyarakat, pengurus DKM, serta para jamaah. Acara juga dihadiri penceramah asal Cilongok, KH. Abuya Entoh Tohari Romli, yang menyampaikan tausiyah kepada jamaah.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas berdirinya Masjid Jami’ Nurul Iman yang bukan hanya megah dan nyaman secara fisik, namun juga merupakan simbol kebangkitan spiritual dan kebersamaan masyarakat.

“Peresmian Masjid Jami’ Nurul Iman ini bukan hanya peristiwa seremonial, tetapi merupakan tonggak sejarah dan simbol kebangkitan spiritual masyarakat, khususnya di wilayah Curug Kulon,” ujar Bupati Maesyal

Dia juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada para wakif dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut. Secara khusus, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada H. Ilyas dan Aceng Sukardi yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid.

Lebih lanjut, dia menegaskan peran strategis masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, serta pembinaan sosial kemasyarakatan. Untuk itu, dia berharap Masjid Jami’ Nurul Iman dapat dimakmurkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Masjid harus menjadi ruang yang ramah, sejuk, dan terbuka, serta mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial,” tandasnya.

Pada momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Bupati Maesyal Rasyid juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

"Mari kita jadikan peringatan Isra Mi’raj ini untuk lebih memedomani dan mengimplementasikan nilai-nilai Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita, keluarga, masyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maeayal Rasyid mengapresiasi inovasi pelayanan administrasi yang dilakukan Kecamatan Curug dengan membuka layanan hingga malam hari. Apresiasi tersebut disampaikan saat Bupati meninjau langsung pelayanan administrasi kependudukan yang digelar pada Jumat malam, (23/1/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maeayal Rasyid menyampaikan bahwa penambahan jam pelayanan tersebut merupakan langkah responsif terhadap kebutuhan masyarakat Curug yang mayoritas bekerja di kawasan industri dan pabrik pada jam kerja normal.

“Malam ini saya sengaja datang untuk melihat langsung pelayanan kepada masyarakat. Sesuai ketentuan, pelayanan memang dimulai pukul 07.30 sampai 16.00 WIB. Namun khusus di Kecamatan Curug, karena wilayah industri dan perekonomian, masyarakatnya pagi sampai sore bekerja, sehingga perlu waktu pelayanan tambahan,” ujar Bupati Maeayal Rasyid.

Dia mengungkapkan, atas inisiatif Camat Curug, pelayanan administrasi dibuka khusus pada hari Jumat hingga pukul 21.00 WIB. Dia juga sangat terkesan melihat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi serta respons positif terhadap kebijakan tersebut.

“Tadi saya tanya langsung ke masyarakat, mereka menyampaikan terima kasih karena sangat terbantu. Mereka bekerja di pabrik dari pagi sampai sore, sehingga malam hari menjadi waktu yang tepat untuk mengurus administrasi,” nya.

Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh layanan yang diberikan tidak dipungut biaya. Bahkan, ia meminta agar apabila pelayanan belum dapat diselesaikan pada hari yang sama, dokumen dapat diantarkan ke rumah warga sesuai dengan SOP yang berlaku.

“Saya tanya langsung, ada pungutan atau tidak, dan semuanya gratis. Saya juga minta kepada Pak Camat, jika pelayanan belum selesai hari ini, dalam dua atau tiga hari ke depan bisa diantarkan ke rumah warga. Ini bentuk pelayanan prima,” tegasnya.

Lanjut dia, pelayanan yang diberikan meliputi administrasi kependudukan seperti KTP, KK, surat keterangan tidak mampu, serta pelayanan administrasi lainnya. Menurut dia, inovasi ini patut menjadi contoh bagi kecamatan lain yang memiliki karakteristik wilayah serupa.

“Ini inovasi yang sangat bagus dan akan kita kaji untuk diterapkan di kecamatan lain. Nanti akan kita bicarakan bersama para camat, tentu dengan melihat situasi dan kondisi masing-masing wilayah. Kecamatan Curug ini layak menjadi percontohan,” imbuhnya.

Salah satu warga Kecamatan Curug, Silvi, mengungkapkan apresiasi dan terima kasihnya terhadap pelayanan malam hari yang dilakukan Kecamatan Curug. Dirinya dan masyarakat yang tidak memiliki waktu di pagi hingga sore hari sangat terbantu.

“Kami sangat mengapresiasi Kecamatan Curug yang mengakomodir masyarakat seperti kami yang pagi sampai sore bekerja. Dengan adanya pelayanan malam hari ini, kami bisa tetap mengurus administrasi kependudukan. Ini inovasi yang sangat baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Silvi. (Red)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menegaskan bahwa bunyi sirine sebanyak 10 kali di Pintu Air 10 Sungai Cisadane merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dijalankan saat terjadi kenaikan debit air.

Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiyar, menjelaskan bahwa aktivasi sirine tersebut menandakan adanya peningkatan debit air yang cukup signifikan. Namun demikian, kondisi Pintu Air 10 saat ini masih berada pada status Siaga 3.

“Bunyi sirine itu merupakan SOP ketika debit air meningkat. Saat ini kondisi Pintu Air 10 masih dalam status siaga 3,” ujar Mahdiyar, Jumat (23 Januari 2026).
Ia menambahkan, pihak BPBD telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi Pintu Air 10 di wilayah Koang Jaya untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan sesuai prosedur.

“Kami memastikan aktivasi sirine dilakukan sesuai SOP. Saat ini tahapan pengamanan berjalan dengan baik karena statusnya masih siaga 3,” jelasnya.

Menurut Mahdiyar, hingga saat ini Pintu Air 10 telah dibuka sebanyak tiga pintu guna mengendalikan aliran air. Meski begitu, terdapat potensi kenaikan debit air yang lebih tinggi, terutama dari wilayah hulu, khususnya di daerah hulu Cisadane seperti wilayah Bogor dan sekitarnya, yang diperkirakan dapat berdampak ke wilayah hilir pada malam hari.

BPBD Kota Tangerang pun mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar Koang Jaya dan bantaran Sungai Cisadane, agar tetap tenang dan tidak panik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta petugas di lapangan. Bunyi sirine ini adalah peringatan kesiapsiagaan, bukan tanda kondisi darurat ekstrem,” imbuhnya.

Dalam upaya penanganan, BPBD Kota Tangerang terus mengerahkan relawan dan petugas untuk melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah evakuasi bagi warga di wilayah rawan terdampak. Penanganan difokuskan pada antisipasi curah hujan yang masih berpotensi tinggi dan dapat menyebabkan banjir. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top