Asep

Asep

Momentum Isra Mi’raj 1447 H, Bupati Maesyal Rasyid Serukan Penguatan Iman dan Akhlak di Kabupaten Tangerang

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di MI Nurul Huda Curug Wetan, Kecamatan Curug, Sabtu (14/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengajak masyarakat untuk menegakan shalat sebagai fondasi kehidupan. Shalat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga kebutuhan rohani yang membentuk kejujuran, tanggung jawab, dan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.

"Melalui momentum Isra Mi’raj, sya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya para orang tua dan generasi muda, untuk menjadikan shalat sebagai dasar dalam membangun keluarga, pendidikan, dan kehidupan sosial," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar mengenang perjalanan agung Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan akhlak.

“Isra Mi’raj adalah perjalanan dari kegelapan menuju cahaya iman, dari kelalaian menuju kesadaran, dan dari keputusasaan menuju keyakinan akan pertolongan Allah SWT,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan umat Islam untuk tetap kuat menghadapi berbagai ujian kehidupan serta menjadikan kesulitan sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.

Ia berharap momentum Isra Mi’raj dan datangnya Ramadan dapat semakin memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Tangerang yang religius dan sejahtera.

“Dari masjid, dari madrasah, dari majelis taklim, kita bangun Kabupaten Tangerang yang religius, rukun, dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MI Nurul Huda Curug Wetan atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan. Lanjut dia, menjelang bulan suci Ramadan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Bupati Maesyal Rasyid juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.

“Menjelang bulan suci Ramadan ini, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang apabila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat masih terdapat kekurangan,” ucapnya. (Red)

Pelantikan ASN Lulusan PTDI-STTD Perkuat Pelayanan Publik

TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, resmi melantik dan mengambil sumpah 11 orang lulusan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) formasi tahun anggaran 2024 serta Penyerahan Keputusan Pengangkatan CPNS Formasi Tahun Anggaran 2025 dari lulusan Politeknik Transportasi Darat Indonesia di Pendopo Kabupaten Tangerang, Jumat (13/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid memberikan ucapan selamat sekaligus pengingat keras bahwa status ASN bukan sekadar pekerjaan mencari nafkah, melainkan sebuah amanah besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat dan sukses. Ingatlah, menjadi ASN bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah bentuk pengabdian dan tanggung jawab kepada masyarakat," ujar Bupati Maesyal.

Bupati menegaskan bahwa sumpah yang diucapkan para ASN bukan hanya seremonial belaka. Ia menuntut adanya komitmen moral, spiritual, dan profesional yang nyata dalam setiap tindakan. Beliau berharap para ASN dapat bekerja dengan penuh keikhlasan dan menjunjung tinggi integritas.

"Sumpah dan janji ini adalah komitmen moral. Saya berharap saudara-saudari senantiasa bersyukur dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Para ASN dituntut untuk:

Solutif: Mampu memberikan jalan keluar atas permasalahan di lapangan.

Responsif: Cepat tanggap terhadap keluhan dan kebutuhan masyarakat.

Adaptif: Terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi dan zaman.

Implementasi Nilai BerAKHLAK

Menutup arahannya, Bupati Maesyal Rasyid menginstruksikan seluruh jajaran untuk menghayati nilai-nilai ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

Bupati juga memberikan peringatan keras agar seluruh pegawai mematuhi peraturan perundang-undangan dan menjaga etika guna menghindari pelanggaran yang dapat merusak citra institusi.

"Jadilah teladan di tengah masyarakat. Teruslah belajar, tingkatkan kompetensi, dan jangan pernah lelah berinovasi demi pelayanan publik yang semakin berkualitas di Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Cecep)

Wabup Intan Monitoring Pelaksanaan GPM di Kelurahan Bojong Nangka Kelapa Dua

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Bojong Nangka Kec. Kelapa Dua, Jum'at (13/02/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa rencananya GPM secara serentak digelar hari ini (Jum'at) di berbagai kecamatan. Untuk wilayah Kelurahan Bojong Nangka ada 334 paket tersedia yang siap disalurkan kepada masyarakat yang untuk memenuhi kebutuhannya, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.

"Alhamdulillah hari ini saya bersama Pak Camat dan Pak Lurah hadir untuk monitoring GPM di Kelurahan Bojong Nangka. Hari ini ada 334 paket di Kelurahan Bojong Nangka," ujar Wabup Intan

Dia menjelaskan paket yang disalurkan terdiri dari: 2 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, dan 1 kg tepung terigu yang bisa ditebus masyarakat dengan harga Rp. 41 ribu rupiah

"Harganya 41 ribu itu isinya ada beras 2 kilo, Minyak 1 liter, tepung terigu 1 kg, gula pasir 1 kg. Jadi kalau di luaran bisa sampai 70 ribuan, namun di sini masyarakat bisa menebusnya dengan harga 41 ribu untuk meringankan beban masyarakat terutama menjelang bulan," ungkapnya

Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus memonitor dan menjaga kestabilan harga serta stok komoditi pokok, khususnya menjelang bulan suci dan hari raya lebaran.

"Saya kemarin rapat koordinasi Forkopimda. Kita sepakat untuk bersama-sama menjaga agar harga stabil dan stok bahan pokok di pasaran aman, terutamanya menjelang Ramadan dan hari raya nanti. Jadi kalau ada yang naik, lapor sama pak camat dan pak lurah," tandasnya

Pihaknya pun mohon dukungan dan peran aktif seluruh masyarakat agar program-program pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan nanti mau lebaran ada lagi program GPM, muter di semua kecamatan, desa dan kelurahan. Sekali lagi atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan mohon maaf lahir batin, selamat menjalankan ibadah puasa," pungkasnya

Sementara itu, Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat melaporkan bahwa Kec. Kelapa Dua telah menyiapkan sekitar 2.000 paket yang bisa ditebus dengan harga terjangkau pada pelaksanaan GPM di wilayahnya

"Hari ini Kecamatan Kelapa Dua lakukan Gerakan Pangan Murah, ada 2.000 paket sembako, untuk Kelurahan Bojong Nangka dapatnya 334 paket, untuk warga di 35 RW," ungkap Dadang

Lanjut dia, GPM di Kec. Kelapa Dua tidak hanya dilakukan menjelang datangnya bulan suci Ramadan, namun pihaknya juga telah merancang pelaksanaan GPM menjelang hari raya lebaran.

"Nanti di bulan Ramadan, 1 minggu menjelang Idul Fitri akan diadakan lagi, GPM berlanjut tapi bergantian penerimanya," imbuhnya. (Red)

Buka Rakor TPPS, Wabup Intan Dorong Seluruh Tim Ubah Pola Kerja Jadi Responsif dan Terencana

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong seluruh Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) untuk mengubah pola kerja dari reaktif menjadi responsif dan terencana untuk meningkatkan kinerja. Hal tersebut, ditegaskan Wabup Intan saat membuka buka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten dan Kecamatan Tahun 2026 di Hotel Vega, Jum'at (13/02/26)

"Saya perlu menyampaikan secara terbuka namun konstruktif, bahwa kita harus mengubah pola kerja dari reaktif menjadi responsif dan terencana untuk meminalisir kinerja yang kurang optimal," tegas Wabup Intan.

Dia menandaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya soal angka dan laporan. Penanganan stunting adalah tentang masa depan anak-anak dan kualitas generasi penerus Kabupaten Tangerang. Selain itu, konvergensi yan mengedepankan pendekatan terpadu dan terkoordinir untuk memastikan bahwa intervensi spesifik dan sensitif benar-benar diberikan pada keluarga sasaran.

"Artinya perangkat daerah kabupaten dan kecamatan harus bergerak dalam satu irama. Mulai dari analisa situasi, pelaksanaan hingga review kinerja atau monev. Peningkatan kinerja ini mencerminkan seberapa besar komitmen dan keseriusan dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang," tandasnya

Dirinya pun mengajak semua pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program percepatan penurunan Stunting untuk terus menguatkan kerja bersama, sinergi yang solid dan niat yang tulus agar apa yang sudah, sedang dan yang akan dilaksanakan benar-benar berdampak dan bermanfaat nantinya

"Mari kita jadikan momentum rapat koordinasi ini sebagai titik awal perbaikan. Kita perkuat komitmen, kita perbaiki tata kelola, kita tingkatkan kualitas data, dan kita pastikan setiap program benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat," ungkapnya

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh perangkat daerah, para camat serta seluruh pemangku kepentingan atas kerja keras, kolaborasi dan sinergi yang telah dilakukan dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang.

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh perangkat daerah, para camat serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini telah bekerja keras berkolaborasi dan berkomitmen dalam mendukung upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang," ucapnya. (Red)

Bupati Tangerang Serahkan Bantuan BPJS Ketenagakerjaan Untuk 500 Guru Ngaji Wilayah Pantura

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan bantuan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 500 guru ngaji yang tersebar di lima (5) kecamatan wilayah Utara Kabupaten Tangerang, yaitu: Kec. Mauk, Kosambi, Pakuhaji, Teluk Naga dan Kec. Sukadiri. Penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di Aula Kecamatan Mauk, Jumat (13/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa para guru ngaji merupakan salah satu kelompok pekerja rentan yang selama ini mengabdikan diri tanpa mengenal waktu, namun belum seluruhnya mendapatkan jaminan perlindungan kerja.

“Alhamdulillah sekarang BPJS dan juga PIK 2 menjamin ini BPJS 500 guru ngaji. Dijamin BPJS-nya karena guru-guru ngaji itu termasuk kelompok rentan. Kerja terus, ngajar ngaji terus enggak kenal waktu tapi belum dijamin,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri telah mengalokasikan anggaran perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 500 ribu pekerja rentan. Para penerima manfaat tersebut meliputi guru ngaji, nelayan, tukang becak, sopir angkot, hingga tukang ojek.

“Pemda baru mampu untuk 500.000 orang. Kalau semuanya dijamin, nanti Pemda enggak bisa bangun jalan, jembatan, sekolah, puskesmas. Jadi dibagi-bagi. Nah sekarang PIK membantu dengan 500 orang. Nggak apa-apa, yang penting bisa berbagi dan membantu masyarakat kita,” ujarnya.

Pihaknya pun mengapresiasi kontribusi pihak ketiga, termasuk PIK 2, yang selama ini telah membantu pembangunan infrastruktur jalan, sarana olahraga, koperasi desa, bedah rumah, hingga bantuan sosial bagi masyarakat. Ia berharap bantuan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tersebut juga dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pekerja rentan di wilayah pesisir Utara Kabupaten Tangerang.

“Saya berharap ini bisa terus berkembang, bukan buat guru ngaji saja. Nanti dibantu juga nelayan-nelayan kami, tukang becak di sini, supaya ini memberikan keberkahan buat masyarakat kami,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang turut menyelenggarakan pelatihan keterampilan tata rias (make-up) bagi masyarakat secara gratis sebagai upaya peningkatan kapasitas dan peluang ekonomi warga.

“Terima kasih juga hari ini dilaksanakan pelatihan make-up. Mudah-mudahan masyarakat kami keterampilannya tinggi, bisa merias, bisa make-up, supaya nanti ada kerjaannya. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ucapnya. (Red)

Wabup Intan Apresiasi Roadshow Kuliner Viral Indonesia

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah sangat mengapresiasi acara Roadshow Kuliner Viral Indonesia, sebuah event kuliner berskala besar sebagai wadah pemberdayaan UMKM kuliner lokal

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat mengunjungi acara Roadshow Kuliner Viral Indonesia yang digelar di Mall Ciputra Citra Raya Kec. Panongan, Jum'at malam (13/02/26)

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Gita Sejahtera Maju atas inisiatif dan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, khususnya kuliner di Kabupaten Tangerang," ujar Wabup Intan.

Dia menyebut bahwa rangkaian kegiatan Roadshow Kuliner Viral Indonesia mempunyai nilai sangat positif karena mampu menciptakan suasana yang hidup, sekaligus membuka ruang edukasi, inspirasi, dan promosi bagi para pelaku UMKM kuliner agar semakin kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Acara ini menghadirkan berbagai kuliner viral dan inovatif yang tentunya menarik minat pengunjung, sekaligus memberikan pengalaman kuliner yang berbeda bagi masyarakat. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan beragam acara pendukung seperti live cooking demo, penampilan musik, serta aktivitas interaktif lainnya," ungkapnya

Lanjut dia, Kabupaten Tangerang memiliki potensi UMKM yang sangat besar. Ribuan pelaku usaha bergerak di berbagai sektor, termasuk kuliner, dengan produk-produk lokal yang tidak kalah kualitasnya dengan produk nasional bahkan internasional. Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pendampingan UMKM, pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi perizinan, serta promosi produk lokal, bantuan permodalan dan pemanfaatan teknologi informasi.

"Kami percaya bahwa kegiatan seperti Roadshow Kuliner Viral Indonesia ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem UMKM agar mampu naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing," imbuhnya

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta seperti yang dilakukan PT Gita Sejahtera Maju merupakan contoh nyata sinergi yang sangat kami harapkan. Dengan kebersamaan dan kerja sama lintas sektor, kita dapat menciptakan iklim usaha yang sehat, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang untuk mencintai dan bangga menggunakan produk-produk UMKM lokal. Dengan membeli dan mempromosikan produk daerah sendiri, kita turut membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha, menggerakkan roda ekonomi keluarga, serta memperkuat fondasi perekonomian daerah.

Sementara itu, Direktur PT .Gita Sejahtera Maju selaku penyelenggara kegiatan bekerja sama dengan Mall Ciputra, Gita Swarantika menjelaskan bahwa Roadshow Kuliner Viral Indonesia bertujuan sebagai ruang kreatif bagi UMKM lokal untuk berkembang dan naik kelas.

"Even ini digelar mulai tanggal 10-18 Febuari 2026, buka dari jam 10 pagi sampai dengan jam 10 malam. Ada sekitar 200 tenant yang terlibat dengan menghadirkan 1000 varian menu," ungkap Gita.

Menurut dia, Roadshow Kuliner Viral Indonesia juga berperan aktif sebagai penggerak ekonomi daerah karena dihelar tidak hanya di Kabupaten Tangerang namun di kota dan kabuoaten lainnya.

"Seluruh kebutuhan bahan baku dan operasional event diserap dari pasar dan pelaku usaha lokal di setiap kota penyelenggaraan, sehingga mendorong perputaran ekonomi daerah yang cepat dan berkelanjutan," ujarnya. (Red)

Bupati Tangerang Resmikan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait

Tangerang, lensafokus.id -- Moch. Maesyal Rasyid meresmikan 110 unit rumah layak huni bagi masyarakat nelayan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Habitat for Humanity, koperasi, Komida, serta para donatur lainnya. Peresmian tersebut dilaksanakan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Jumat (13/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan 110 unit rumah sehat dan layak huni yang kini telah ditempati masyarakat nelayan.

“Alhamdulillah hari ini, kami dari pemerintah daerah bersama Habitat, koperasi, Komida dan para donatur meresmikan pembangunan rumah layak huni sebanyak 110 unit yang sudah ditempati masyarakat nelayan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan 110 unit rumah tersebut telah dimulai sejak 2024 dan diperuntukkan bagi nelayan yang sebelumnya tidak memiliki tanah maupun hunian tetap. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kini para nelayan memiliki rumah yang sehat, aman, dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga.

Selain pembangunan rumah, Pemkab Tangerang juga melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti penyediaan air bersih, pembangunan jalan beton dan paving lingkungan, balai warga, serta Posyandu untuk pelayanan kesehatan.

"Ke depan, pemerintah daerah juga akan membangun penerangan jalan umum (PJU) serta merancang sarana pendidikan apabila jumlah penduduk terus bertambah," imbuhnya

Berikutnya, Pemkab Tangerang juga turut memberikan dukungan melalui program pemberdayaan ekonomi berupa bantuan alat tangkap ikan, cool box, dan sarana penunjang lainnya untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

"Pemerintah juga mendorong para istri nelayan untuk mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan keluarga," tandasnya

Dia juga menandaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan program-program yang berpihak kepada masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, koperasi, dan para donatur juga menjadi kunci terwujudnya program yang bermanfaat kepada masyarakat, salah satunya seperti revitalisasi rumah nelayan.

“Kami turut senang melihat warga begitu gembira. Mereka kini punya rumah, punya tanah, dan punya aktivitas usaha. Inilah kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa program revitalisasi rumah nelayan tersebut merupakan kolaborasi multipihak yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan berpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian layak, akses kepemilikan lahan, serta pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang lingkungan sehat dan aman.

"Sebanyak kurang lebih 110 keluarga yang sebelumnya tinggal dalam kondisi tidak layak huni dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan fasilitas dasar lainnya. Kini telah menempati rumah yang lebih aman dan tertata. Selain pembangunan rumah, kawasan ini juga dilengkapi jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, fasilitas umum, dan ruang komunal," jelasnya

Sementara itu, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyampaikan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, khususnya akan kepastian hunian yang sehat, aman dan nyaman. Pihaknya merasa bangga dan sangat bersyukur bisa mewujudkan keinginan masyarakat nelayan Tanjung Kait.

“Melihat keluarga-keluarga di Tanjung Kait kini memiliki rumah yang aman dan kepastian tempat tinggal adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kami berharap revitalisasi ini menjadi fondasi yang kuat bagi masyarakat untuk terus berkembang menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Salah satu warga penerima manfaat, Sutrisno, nelayan Kampung Tanjung Kait, mengaku bersyukur dan terharu karena kini keluarganya memiliki rumah yang layak dan nyaman ditempati.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang sudah membantu. Dulu kami tinggal di rumah yang sangat sederhana, sekarang alhamdulillah sudah punya rumah yang nyaman dan aman untuk keluarga,” ucapnya haru

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, baik dari sisi tempat tinggal maupun penghasilan.

“Kami juga senang karena ada bantuan alat tangkap dan fasilitas lainnya. Mudah-mudahan hasil melaut kami bisa lebih baik dan kehidupan keluarga kami semakin sejahtera,” pungkasnya. (Red)

Jelang Ramadan, Bupati Tangerang Pantau Harga Sembako di Pasar Mauk

Tangerang, lensafokus.id – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Mauk, Jumat (13/2/26).

Dalam pemantauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid memastikan bahwa sejumlah komoditas utama seperti ayam potong, daging sapi, hingga minyak goreng dalam kondisi relatif stabil harganya dan stok tersedia.

“Dan terkait dengan jelang bulan suci Ramadan, kami datang ke Pasar Mauk menanyakan beberapa komoditi. Yang pertama adalah ayam potong. Harganya masih normal, sekilonya Rp38.000. Alhamdulillah, mudah-mudahan di pasar lain juga sama, Rp38.000 sekilo. Satu ekornya Rp60.000,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, selain ayam yang masih stabil, harga daging sapi juga terpantau stabil berkisar 120 ribu-130 ribu perkilonya. Kenaikan harga ditemukan pada komiditi minyak goreng sebesar Rp1.000 akibat keterlambatan distribusi dari Bulog.

“Hanya memang ada tadi minyak goreng. Minyak goreng ini ada kenaikan Rp1.000 karena distribusinya telat datang ke sini dari Bulog-nya. Tadi saya sudah bicara dengan pegawai Bulog supaya mempercepat datang ke sini. Harganya yang tadinya biasa Rp15.800, sekarang sampai Rp17.000,” jelasnya.

Pihaknya memastikan harga minyak gpreng akan kembali normal saat distribusi kembali lancar dan stok mencukupi, harga minyak goreng dipastikan akan kembali normal.

“Kalau nanti distribusinya lancar, ketersediaannya juga banyak, insyaAllah harganya akan kembali normal Rp15.800 paling tinggi Rp16.000. Yang lainnya, jenis-jenis sembako lainnya enggak ada kenaikan di Pasar Mauk,” tambahnya.

Dia juga mengaskan bahwa untuk ketersediaan bahan pokok saat ini sampai dengan hari raya lebaran dipastikan aman dan terkendali.

“Stok aman, persediaannya bagus, aman. Dan tadi minyak goreng akan segera dikirim oleh Bulog supaya ketersediaan stoknya aman di sini. Yang lainnya aman semua ya,” tegasnya.

Pihaknya berharap kondisi harga yang stabil dan ketersediaannya yang aman dapat terus terjaga sehingga dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan tanpa terbebani lonjakan harga.

“Mudah-mudahan di pasar-pasar lainnya tetap stabil, supaya menjelang bulan suci Ramadan ini masyarakat bisa belanja ke pasar dengan biaya yang tidak terlalu tinggi dan syukur-syukur tidak ada kenaikan. Jadi beban masyarakat bisa terbantu dengan tidak naiknya barang-barang yang ada di pasar,” pungkasnya. (Red)

Jamin Keamanan Pengendara, Puluhan Titik Lubang Jalan Raden Saleh Karang Tengah Mulai Diperbaiki

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan proyek perbaikan jalan rusak dan berlubang di sejumlah wilayah. Salah satunya, Pemkot Tangerang mulai melakukan penambalan di sepanjang Jalan Raden Saleh, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu menuturkan, Pemkot Tangerang terus mendorong proyek perbaikan jalan rusak dan berlubang di Jalan Raden Saleh Karang Tengah dapat dituntaskan dalam waktu dekat.

Sejauh ini, Pemkot Tangerang menargetkan proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung menyasar sekitar 20 titik kerusakan di Jalan Raden Saleh Karang Tengah menggunakan material paving block dan cold mix menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

”Kami terus menggencarkan proyek perbaikan jalan secara masif. Hari ini, kami mulai melakukan perbaikan kerusakan Jalan Raden Saleh yang sudah cukup parah. Ada banyak bekas galian yang harus ditambal termasuk puluhan titik jalan berlubang yang menganggu keamanan dan kenyaman para pengguna jalan terutama di musim penghujan seperti sekarang,” ujar Iwan, Kamis (12/2/2026).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang memastikan proyek perbaikan Jalan Raden Saleh Karang Tengah sudah mencapai 50 persen dari target total yang ditentukan. Proyek perbaikan jalan ini menjadi salah satu priotitas penanganan sementara karena menjadi salah satu ruas jalan terpadat di wilayah timur karena menjadi akses utama dari Karang Tengah menuju Jalan HOS Cokroaminoto Ciledug menuju arah DKI Jakarta via Kebayoran.

”Sampai siang ini proyek perbaikan jalan sedang berlangsung di sejumlah titik, perkembangannya sudah ada 10 titik yang dituntaskan, sisanya ditargetkan bisa tuntas secepatnya sehingga jalanan bisa kembali dilalui dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga sedang melakukan proyek perbaikan di sejumlah ruas jalan lainnya seperti di Jalan Pajajaran, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari, Jalan Poris Indah Cipondoh, Jalan Garuda Neglasari, Jalan Pembangunan III Neglasari, Jalan Husein Sastranegera Benda, dan Jalan Villa Tangerang Indah Periuk. (Red)

Wagub Banten Dimyati Natakusumah Apresiasi Bedah Buku Baduy

Kota Serang, lensafokus.id - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri kegiatan bedah buku berjudul Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, di Aula Horison TC UPI Serang, Kota Serang, Kamis (12/2/2026).

Ia mengapresiasi terselenggaranya bedah buku yang menghadirkan para akademisi sebagai pembedah.

Hadir sebagai narasumber dalam buku tersebut di antaranya akademisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Retty Isnendes, akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Ade Jaya Suryani, dan penulis buku Uday Suhada.

Menurut Dimyati, buku tersebut memiliki kualitas yang baik dari sisi penulisan, kelengkapan pustaka, maupun hasil kajian empiriknya.

“Alhamdulillah, hari ini ada bedah buku, dan luar biasa yang membedahnya para profesor. Bukunya bagus, dari sisi penulisannya bagus, dari pustakanya juga bagus, dan dari hasil kajian empiriknya juga bagus,” ungkap Dimyati.

Dimyati menilai buku tersebut mampu menjadi referensi bagi kalangan akademisi maupun mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, tesis, dan disertasi.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk menulis karya ilmiah, khususnya yang mengangkat kekayaan budaya lokal Banten.

Keberadaan buku ini juga dapat menjadi bagian dari dokumentasi dan literasi mengenai Baduy. Suku pelestari alam ini merupakan masyarakat adat yang ada di Provinsi Banten yang sejak lama menjaga adat istiadat.

“Baduy ini hanya ada di Banten, di dunia ini hanya ada di Banten. Kita juga harus banyak belajar dari masyarakat Baduy,” katanya.

Dimyati menyampaikan terima kasih kepada penulis atas karya yang dinilainya sebagai bukti nyata kontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara.

Ia berharap buku tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris agar dapat dibaca masyarakat internasional.

“Saya berharap buku ini diterjemahkan ke bahasa Inggris supaya orang-orang luar bisa membaca dan memahami Baduy. Ini juga bisa mendorong kunjungan wisatawan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Dimyati menilai kegiatan bedah buku tersebut sekaligus menjadi seruan untuk meningkatkan daya literasi masyarakat.

Ia mengapresiasi proses akademik yang dilakukan secara terbuka dan ilmiah, sehingga memperkaya wawasan serta pemahaman tentang kehidupan masyarakat Baduy.

“Saya yakin buku ini akan banyak dicari orang. Ini bukan hanya untuk Banten, tetapi untuk bangsa dan negara,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Rudi Susilana menyampaikan kegiatan bedah buku tersebut merupakan bagian dari komitmen UPI untuk membumikan kampus di tengah masyarakat Banten.

UPI tidak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.

“UPI hadir di Banten harus menyatu dan membumi. Kegiatan ini bagian dari upaya membumikan UPI sekaligus mengangkat komunitas masyarakat yang patut dijadikan contoh dan dibukukan sebagai bahan literasi bagi masyarakat umum,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik gagasan Wagub Dimyati untuk menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Inggris.

Menurutnya, hal itu memungkinkan untuk direalisasikan, mengingat tim editor memiliki kompetensi di bidang linguistik bahasa Inggris.

“Kami akan memfasilitasi agar buku ini bisa diterjemahkan dan dicetak dalam edisi bahasa Inggris. Harapannya bukan hanya membumi, tetapi juga mendunia," katanya.

Ditempat yang sama, Uday Suhada, penulis buku Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, menuturkan kegiatan bedah buku tersebut juga menghadirkan para pakar di bidangnya guna memastikan objektivitas dan kualitas akademik karyanya.

“Saya ingin subjektivitas saya dieliminir melalui bedah oleh para pakar dan merupakan akademisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman riset tentang Baduy,” ujarnya.

Uday berharap kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan budaya literasi di Banten.

Perguruan tinggi juga dapat mendukung dalam meningkatkan budaya literasi termasuk untuk narasi-narasi kedaerahan.

"Sehingga tidak hanya kampusnya yang megah, tapi juga terasa oleh masyarakat Banten manfaat keberadaannya," katanya. (Red)

Page 9 of 256
Go to top