Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang mendorong Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) menjadi program untuk pembentukan generasi muda yang berkualitas dan keluarga yang harmonis
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri acara diskusi lintas sektor program kependudukan dan pembangunan keluarga di Hotel Vega, Gading Serpong, Kamis (27/08/26)
"Gerakan Ayah Teladan Indonesia hadir sebagai solusi untuk menguatkan peran strategis ayah dalam keluarga. Program GATI merupakan sebuah ajakan kepada seluruh ayah dan calon ayah agar hadir secara nyata dalam kehidupan keluarga untuk membentuk generasi muda yang berkualitas dan keluarga yang harmonis," ujar Wabup Intan
Wabup Intan mengaskan bahwa keterlibatan ayah merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan karakter anak, pembentukan mental yang mandiri, dan terbangunnya keluarga yang harmonis. Keterbatasan kehadiran ayah, baik karena perceraian, pekerjaan jauh dari keluarga, atau sebab lainnya berpotensi menimbulkan tantangan besar bagi perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak.
"Keterlibatan ayah diukur melalui empat indikator utama di antaranya: adanya interaksi langsung ayah dalam aktivitas anak, aksesibilitas atau kesempatan yang dijangkau anak, baik fisik maupun psikologis, tanggung jawab terhadap kesejahteraan, pendidikan, dan perlindungan anak serta keterlibatan domestik yang aktif dalam pekerjaan rumah dan pengasuhan sehari-hari," ungkapnya
Lanjut dia, keterlibatan ayah bukan hanya membangun keluarga yang kuat, tetapi juga menggerakkan komunitas yang sehat dan masyarakat yang lebih berdaya.
"Ayah bukan hanya kepala keluarga, tapi juga hati keluarga. Kehadiran ayah yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab akan menghadirkan teladan yang baik bagi anak-anak dan generasi muda kita," imbuhnya
Dia berharap melalui sinergi antara pemerintah daerah, BKKBN, pihak swasta, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat, program GATI tersebut dapat berjalan dengan optimal, menjangkau semua lapisan masyarakat, dan membina hubungan keluarga yang harmonis.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini, sebagai ruang bersama untuk menyampaikan hasil identifikasi sekaligus juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus kegiatan penanganan stunting di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/26).
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini penyakit, pencegahan stunting, serta pemeriksaan dan penanganan Tuberkulosis (TBC). Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten yang secara langsung terus mendukung dan memantau langsung pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Tangerang.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Banten yang terus mengikuti perkembangan ini dan hadir langsung. Beliau juga mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Tangerang dapat terus melaksanakan cek kesehatan gratis,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurutnya, hingga saat ini sekitar 1,6 juta masyarakat Kabupaten Tangerang telah tercatat mengikuti program CKG. Pada kegiatan di Kecamatan Mauk, terdapat tiga kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan, yakni CKG, pemeriksaan terkait stunting, serta pemeriksaan TBC.
Bupati menambahkan, pelaksanaan program kesehatan tersebut akan terus diperluas ke wilayah lainnya. Gubernur Banten juga meminta agar kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada pekan berikutnya di lokasi yang berbeda.
“Ini menunjukkan perhatian beliau terhadap derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang sangat besar. Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Gubernur Banten dan sinergi yang terus kita lakukan, masyarakat Kabupaten Tangerang semakin sehat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, CKG merupakan salah satu program hasil cepat Presiden Prabowo yang terus didorong pelaksanaannya di seluruh wilayah Provinsi Banten.
Ia menyebutkan, target CKG di Provinsi Banten sebesar 46 persen dari jumlah penduduk telah terlampaui. Saat ini, sekitar 48 persen atau setara dengan 6,2 juta warga Banten telah mengikuti program cek kesehatan gratis.
“Alhamdulillah hari ini bersama Bupati Tangerang kami melaksanakan cek kesehatan gratis. Ini salah satu program hasil cepat Bapak Presiden. Target kita 46 persen dari jumlah penduduk Provinsi Banten, hari ini sudah mencapai 48 persen atau setara dengan 6,2 juta warga Banten,” ungkap Andra Soni.
Selain CKG, Gubernur juga mengapresiasi inovasi Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka stunting melalui pemberian makanan bergizi berupa telur, ikan, dan ayam kepada masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan. Menurutnya, inovasi tersebut telah memberikan dampak positif terhadap penurunan angka stunting di Kecamatan Mauk yang sebelumnya termasuk sebagai salah satu wilayah dengan angka stunting cukup tinggi.
“Dengan adanya inovasi ini, alhamdulillah mengalami penurunan yang drastis. Semoga upaya ini terus memperbaiki kualitas kesehatan atau derajat kesehatan warga Banten,” tuturnya.
Andra Soni juga menegaskan bahwa CKG tidak hanya bertujuan menemukan penyakit, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mencegah munculnya penyakit yang lebih serius. Dari pelaksanaan CKG, masih banyak ditemukan masyarakat dengan tekanan darah tinggi dan diabetes.
“Upaya ini kita lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Cek kesehatan gratis diperlukan sebagai upaya preventif dan pencegahan,” jelasnya. (Red)
JAKARTA, lensafokus.id — Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri Dialog Kebangsaan Tokoh Tionghoa yang digelar di Museum Hakka, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dialog tersebut mengangkat tema “Mengenang Jejak Perjuangan Tokoh-Tokoh Tionghoa dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia”. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenang sekaligus menegaskan kontribusi masyarakat Tionghoa dalam perjalanan sejarah, perjuangan, serta pembangunan bangsa Indonesia.
Dalam dialog, keberagaman ditekankan sebagai kekuatan yang mampu memperkokoh persatuan bangsa, bukan menjadi sumber perpecahan. Setiap warga negara juga memiliki hak dan kewajiban yang setara di hadapan hukum dan negara, tanpa membedakan latar belakang maupun asal-usul.
Pesan penting lainnya adalah pentingnya menghapus kebencian dan tidak membalas kebencian dengan kebencian. Kecintaan kepada bangsa dan negara dinilai lebih tepat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain Ahok, dialog tersebut turut menghadirkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, Azmi Abubakar.

Salah satu momen menarik dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan buku karya Sudirman Indra, sosok visioner sekaligus penggagas konsep Bank Air dan Tol Air di Bawah Sungai, kepada Ahok dan Azmi Abubakar.
Penyerahan buku tersebut menjadi simbol keterhubungan antara warisan sejarah dan gagasan untuk masa depan. Konsep Bank Air dan Tol Air yang digagas Sudirman Indra diharapkan dapat menjadi salah satu gagasan dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air nasional, penanggulangan banjir, serta pemerataan akses air bersih.
Dialog Kebangsaan Tokoh Tionghoa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan Indonesia dibangun dari keberagaman dan kontribusi berbagai elemen masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menerima Kunjungan Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Rabu (26/8/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa kunjungan Komisi VII DPR RI tersebut dilakukan untuk mendengarkan dan melihat secara langsung berbagai kondisi, masukan, serta aspirasi dari pelaku usaha dan pemerintah paerah terkait aktivitas kawasan industri, termasuk hubungan antara perusahaan dengan pemerintah daerah serta masyarakat di sekitar kawasan.
“Komisi VII ingin mendengarkan langsung terkait dengan keberadaan aktivitas kawasan industri yang ada di Kawasan Industri Cikupa Mas. Yang kedua, dalam rangka menampung usulan-usulan dari pengusaha maupun dari pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi untuk membuat regulasi terkait dengan industri, supaya memberikan kenyamanan,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, kunjungan kerja Komisi VII DPR RI tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai masukan yang menjadi bahan penyempurnaan RUU tentang Kawasan Industri, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan kawasan industri yang produktif, aman, dan berkelanjutan.
"Selain regulasi kawasan industri, salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam pembahasan adalah optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)," imbuhnya
Menurut dia, program CSR perusahaan perlu diarahkan agar lebih produktif dan tepat sasaran serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan industri. Untuk itu, koordinasi dan pelaporan program CSR kepada pemerintah daerah dinilai penting agar program yang dilaksanakan dapat terdata dan memberikan manfaat yang lebih besar.
“Bukan kurang. Masih banyak yang tidak melaporkan kepada kita, ada program apa saja. Harusnya mereka melaporkan kepada kita program yang mereka jalankan, salah satunya CSR,” jelasnya.
Bupati menambahkan, Pemkab Tangerang dapat mendorong penguatan peran forum CSR sebagai wadah koordinasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan adanya forum tersebut, berbagai program CSR dapat tercatat, terkoordinasi, dan dipublikasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat sekitar.
“Yang penting koordinasi. Mereka harus berbicara dengan kita sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menekankan aspek kondusivitas kawasan industri, termasuk potensi premanisme. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan terkait praktik premanisme di Kawasan Industri Cikupa Mas. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan industri.
“Sampai sekarang khusus di sini tidak pernah ada laporan. Kita akan terus mengikuti perkembangan ini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik oleh perusahaan maupun karyawan, termasuk masyarakat sekitar,” tandasnya.
Usai melakukan dialog dan menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha, Bupati Tangerang bersama jajaran Komisi VII DPR RI melanjutkan kegiatan dengan meninjau salah satu pabrik yang berada di Kawasan Industri Cikupa Mas.
Bupati dan rombongan Komisi VII DPR RI juga meninjau aktivitas produksi pabrik yang bergerak di bidang pembuatan busa (foam) yang digunakan sebagai bahan untuk berbagai produk, di antaranya kasur, sofa, dan kebutuhan furnitur lainnya.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat secara langsung aktivitas industri di lapangan, mulai dari proses produksi hingga kondisi lingkungan kerja. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan gambaran nyata kepada Komisi VII DPR RI mengenai aktivitas dan dinamika industri yang ada di Kabupaten Tangerang sebagai salah satu kawasan industri penting di Provinsi Banten. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Pengajian Rutin PKK Kabupaten Tangerang resmi digelar dia Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (26/8/2026). Acara yang dihadiri oleh pengurus PKK, organisasi wanita, dan ratusan jamaah ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan spiritual bagi masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Ny. Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, membuka langsung kegiatan penuh berkah tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara atas kelancaran acara yang mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Membangun Keluarga Sakinah".
Menurut Rismawati, tema tersebut sangat erat kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat dan beragama. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun tatanan sosial yang kokoh.
“Membangun keluarga yang sakinah membutuhkan landasan yang kokoh, yaitu dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ujar Rismawati.
Ia menuturkan, Rasulullah adalah teladan yang sempurna dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam berumah tangga. Terdapat beberapa akhlak mulia yang patut diteladani, mulai dari saling mengasihi, lembut berkomunikasi, hingga bergotong royong.
Selain itu, Rismawati juga menekankan pentingnya musyawarah dan sikap saling memahami antar anggota keluarga. Nilai-nilai luhur tersebut dinilai mampu mempererat keharmonisan serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang damai dan diridhai Allah SWT.
Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui kegiatan ini terus mendukung program keagamaan yang berdampak langsung pada kualitas mental dan spiritual masyarakat. Pembinaan karakter keluarga yang baik diyakini mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia.
Ia berpesan kepada seluruh jamaah agar menyimak ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah nasional, Ustadz H. Azid Manaf, secara seksama. “Mari kita bersama-sama menyimak dengan seksama ceramah yang akan beliau sampaikan, dan semoga dapat menambah ilmu dan manfaat serta pahala bagi kita semua,” ajaknya.
Melalui kegiatan rutin ini, dampak positif yang dirasakan bukan hanya peningkatan pemahaman agama, tetapi juga memperkuat jalinan persaudaraan antarwarga. Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa bersama serta pantun penuh makna yang mengajak jamaah untuk terus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Literasi Digital di SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang pada Rabu (26/08/2026).
Kegiatan edukasi ini digelar sebagai langkah untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecakapan dan etika dalam memanfaatkan teknologi digital.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah memberikan berbagai kemudahan. Menurutnya, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas generasi muda, baik untuk belajar, berkomunikasi, maupun mengekspresikan diri. Namun, ia menegaskan bahwa terdapat tantangan nyata di balik manfaat tersebut yang harus diwaspadai oleh para pelajar.
"Masih rendahnya kesadaran mengenai jejak digital yang ditinggalkan setiap aktivitas di internet. Apa yang kita unggah, komentari atau bagikan di media sosial dapat tersimpan dalam waktu yang lama dan berpotensi memengaruhi kehidupan kita di masa depan," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena cyberbullying (perundungan siber) yang kerap terjadi di lingkungan digital. Tindakan berupa ejekan, penghinaan, hingga penyebaran informasi yang merugikan dapat memberikan dampak psikologis yang serius bagi korbannya.
"melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para siswa dapat memahami pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab dan beretika. Selain itu siswa juga diharapkan mampu mengenali risiko-risiko yang ada di ruang digital, memahami konsekuensi dari jejak digital serta memiliki keberanian untuk mencegah dan melawan segala bentuk cyberbullying," harapnya
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang, Ibu Ruri, menyambut positif inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai penanaman literasi digital sejak dini sangat penting sebagai benteng pertahanan para siswa di dunia maya.
"Ini penting untuk anak-anak kita agar mereka itu bijak dalam menggunakan medsos. Oleh karena itu juga, ilmu-ilmu yang didapat itu harusnya nanti di-share ke teman-temannya. Harapan saya, mudah-mudahan di SMA 1 Kabupaten Tangerang tidak ada cyberbullying, tidak ada scammer dan lain sebagainya. Anak-anak bijak dalam menggunakan medsos," ungkapnya.
Sebagai informasi, kegiatan Sosialisasi Literasi Digital ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari siswa kelas 10, 11, dan 12. Rangkaian acara yang berjalan interaktif ini turut diisi dengan Pemberian materi oleh Narasumber Nizar Fachri, sesi diskusi dan tanya jawab hingga kuis edukatif yang diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tingkat kabupaten yang berlangsung di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Forkopimda, serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di ruang lingkup Pemkab Tangerang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi seremonial tahunan belaka, melainkan harus diresapi sebagai momentum perbaikan diri.
"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya kita jadikan sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, maulid harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," ujar Wabup Intan.
Wabup Intan secara khusus menyoroti peran strategis ASN dalam pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, ASN dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga akhlak yang mulia.
"Bagi kita yang mengemban tugas sebagai Aparatur Sipil Negara, keberadaan di tengah masyarakat memiliki makna yang sangat penting. ASN bukan hanya harus memiliki kemampuan dalam menjalankan pekerjaan, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab, integritas, kejujuran, dan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Tangerang," tegasnya.
Lebih lanjut, Wabup Intan menjabarkan empat sifat utama Rasulullah yang patut diimplementasikan dalam budaya kerja ASN, yakni Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas).
"Jika kita terapkan sifat utama Rasullah, maka kita akan menjadi ASN yang mampu menyampaikan kebenaran. Jika shiddiq kita pegang, kita akan menjadi ASN yang jujur dan berintegritas. Jika amanah kita jalankan, kita menjadi ASN yang dapat dipercaya. Dan jika fathanah kita kembangkan, maka kita akan menjadi ASN yang cerdas, inovatif, dan mampu memberikan solusi," tambah Wabup Intan.
Wabup Intan juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang ASN bukanlah dari seberapa tinggi jabatannya, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat luas. Ia mengajak seluruh abdi negara untuk hadir di tengah masyarakat bukan sekadar sebagai aparatur, melainkan sebagai pelayan masyarakat yang responsif dan bekerja sama.
"Mari kita tanamkan dalam diri kita, bekerja dengan kejujuran, melayani dengan ketulusan, menjalankan amanah dengan tanggung jawab, dan berkarya dengan kecerdasan. Insya Allah apabila seluruh ASN bekerja dengan landasan tersebut, maka pemerintah akan semakin dipercaya, layanan semakin berkualitas, masyarakat semakin sejahtera, dan Kabupaten Tangerang akan terus bergerak maju menjadi Tangerang yang semakin Gemilang," pungkasnya.
Turut hadir memberikan tausiah agama dalam acara tersebut, Abuya KH Ahmad Al Farisy. Dalam ceramahnya, Abuya berpesan agar kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan melalui niat tulus dalam setiap pengabdian.
"Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya teladan (Uswatun Hasanah). Meneladani beliau bukan hanya dalam ibadah shalat dan puasa, tetapi juga dalam cara kita bekerja dan bermuamalah. Bagi para ASN, bekerja dengan niat ikhlas melayani umat adalah ibadah yang bernilai pahala sangat besar di mata Allah SWT. Jadikan kejujuran dan amanah sebagai pondasi dalam melayani warga. Jika pemimpin dan aparaturnya berakhlak mulia, Insya Allah keberkahan akan senantiasa turun melingkupi Kabupaten Tangerang," pesan Abuya KH Ahmad Al Farisy.
Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Abuya KH Ahmad Al Farisy, memohon keselamatan, keberkahan, dan petunjuk bagi seluruh jajaran Pemkab Tangerang beserta seluruh masyarakatnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Raya Asmaul Husna Gading Serpong, Selasa, (25/08/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengajak masyarakat yang hadir untuk meneladani perjuangan, kejujuran, kepedulian, ketaqwaan dan keimanan Nabi Muhammad SAW serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
"Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW merupakan momentum yang baik bagi kita semua untuk meneladani perjuangan, kejujuran, kesabaran, keteladanan, kepedulian dan akhlak beliau. Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari," ujar Wabup Intan
Lanjut dia, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW juga merupakan momentum untuk introspeksi diri sejauh mana kita mampu meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,
"Ini juga merupakan momen instrospeksi diri. Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing sudah sejauh mana kita meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pribadi yang jujur dan amanah, menghormati orang tua dan guru kita, menyayangi keluarga dan peduli sesama,"
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga mengajak para jamaah dan masyarakat yang hadir untuk mendoakan mereka yang mengalami musibah bencana gempa bumi di NTT dan kebakaran hutan
"Mari kita bersama-sama berdoa dalam rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW ini untuk saudara-saudara kita yang berada di Nusa Tenggara Timur yang mengalami musibah gempa bumi dan saudara-saudara kita yang di Kalimantan mengalami kebakaran hutan,mudah-mudahan saudara-saudara kita diberikan kesabaran dan ketabahan," ajaknya
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Raya Asmaul Husna, Slamet Riyadi menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini di Masjid Raya Asmaul Husna sangat istimewa karena bersamaan dengan bulan Kemerdekaan HUT RI
"Kami sampaikan terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati yang telah meluangkan waktu hadir di sini. Selain peringatan Hari Besar Islam Masjid Raya Asmaul Husna ini, juga dilaksanakan khitanan massal pada hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2026," ungkapnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar di Pondok Pesantren Al Hijaiyyah, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Selasa (25/8/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk terus mengenang dan meneladani perjuangan serta akhlak Rasulullah SAW.
Menurutnya, kegiatan Maulid Nabi perlu terus dilaksanakan, khususnya untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai sejarah, perjuangan, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita harus terus melaksanakan kegiatan Maulid Nabi. Ini penting agar anak-anak kita, generasi muda kita, bisa mengetahui dan memahami siapa Nabi Muhammad SAW serta meneladani akhlaknya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Bupati berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian dan kebersamaan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lainnya secara sembarangan, karena kondisi kering dapat dengan mudah memicu terjadinya kebakaran.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati. Sekarang sudah memasuki musim kemarau. Jangan melakukan bakar-bakar sampah atau apapun di luar ruangan karena kalau lalai bisa berpotensi menimbulkan kebakaran,” katanya.
Selain itu, Bupati meminta masyarakat yang mulai mengalami kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih agar segera melaporkannya kepada aparat pemerintah setempat, mulai dari pemerintah desa atau kelurahan hingga kecamatan.
“Kalau ada masyarakat yang mengalami kekeringan atau kekurangan air, segera laporkan kepada pemerintah desa, kelurahan maupun kecamatan. Nanti Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membantu dengan mengirimkan bantuan air bersih,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah memimpin rapat evaluasi dan konsolidasi program prioritas bidang Kesehatan. Acara tersenut digelar di Aula Dinas Kesehatan Puspemkab Tangerang, Senin (24/8/26).
Rapat yang diikuti jajaran Dinkes, camat, kepala Puskesmas, direktur RSUD dan kader kesehatan tersebut membahas sejumlah program prioritas, di antaranya penurunan stunting, cek kesehatan gratis dan TBC, penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta penanganan HIV.
Bupati Maesyal mengatakan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk OPD, kecamatan, Puskesmas, rumah sakit dan kader.
“Alhamdulillah cek kesehatan gratis sudah mencapai 100 persen, tetapi ini terus kita tingkatkan, termasuk pemeriksaan TBC. Puskesmas juga harus jemput bola, tidak hanya menunggu di Puskesmas, tetapi bisa di balai warga maupun sekolah,” ujar Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal menegaskan, meskipun bidang kesehatan mengalami penyesuaian anggaran akibat efisiensi, hal tersebut tidak boleh mengurangi kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menghimbau seluruh jajaran kesehatan agar terus memperkuat kolaborasi agar berbagai program prioritas dapat berjalan optimal.
“Insyaallah dengan semangat dan kerja bersama, derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang akan meningkat,” pungkasnya.
Ia berharap melalui rapat tersebut segala kendala dan tantangan yang dihadapi dapat terpetakan lebih jelas sehingga dapat dijadikan dasar untuk membuat kebijakan yang lebih terukur, efisien dan tepat sasaran nantinya
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menekankan penguatan penanganan stunting melalui pemerataan layanan tumbuh kembang anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar lebih maksimal penanganannya
“Yang pertama, ada Klinik Tumbuh Kembang. Di Kabupaten Tangerang paling tidak ada di Pakuhaji, Balaraja dan Tigaraksa, supaya anak yang terindikasi stunting tidak jauh untuk dirujuk ke rumah sakit,” kata Wabup Intan.
Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi dan penguatan program orang tua asuh dengan melibatkan OPD sebagai pendamping kecamatan yang memiliki anak terindikasi stunting, termasuk melalui pemberian makanan tambahan (PMT) serta membuka kerja sama seluas-luasnya lintas sektor dengan berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam program percepatan penanganan dan penanggulangan Stunting
“Yang ketiga, maksimalkan program CSR. Karena tidak mungkin pemerintah bekerja sendirian. Ini kita lakukan dengan pendekatan pentaheliks agar penanganan dan penanggulangan Stunting lebih efisien dan tepat sasaran," tandasnya
Wabup Intan menambahkan, program pola asuh dan CSR tersebut pada dasarnya sudah berjalan, namun perlu diperkuat melalui optimalisasi seluruh lini dan stakeholder terkait.
"Program yang ada sudah berjalan dengan baik, namun perlu terus diperkuat seluruh lini dan stakeholdernya. Saya juga berharap Klinik Tumbuh Kembang di tiga rumah sakit dapat mulai direalisasikan pada tahun depan," imbuhnya. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
