Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara NotaRace 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Notaris Indonesia (INI) ke-118 yang digelar di Eastvara BSD City Kab. Tangerang, Minggu (26/7/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-118 kepada Ikatan Notaris Indonesia. Menurutnya, organisasi profesi tersebut telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat dan diharapkan terus meningkatkan pengabdian di bidang administrasi hukum.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-118 kepada Ikatan Notaris Indonesia. Semoga semangat melayani masyarakat terus meningkat dan semakin memberikan kontribusi dalam bidang administrasi hukum maupun pertanahan," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Pihaknya juga mengapresiasi penyelenggaraan NotaRace yang turut menghadirkan pelaku UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan para pelaku UMKM dan pertumbuhan perekonomian daerah.
"Melalui kegiatan ini kita tidak hanya berolahraga bersama, tetapi juga mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan kita semua selalu sehat dan tetap semangat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Wabup Intan mengatakan NotaRace memberikan dampak positif bagi Kabupaten Tangerang karena mampu menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia sehingga berbagai potensi pariwisata dan perhotelan juga dapat lebih dikenal lebih luas
"Saya melihat acara ini sangat positif dan dampaknya sangat luas. Peserta datang dari seluruh Indonesia sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan perekonomian daerah," ujar Wabup Intan.
Dia juga mengaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut yang juga melibatkan koordinasi lintas instansi, penyediaan fasilitas, pelayanan pemeriksaan kesehatan, hingga fasilitasi perizinan agar kegiatan tersebut juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung
"Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun karena selain memperkenalkan Ikatan Notaris Indonesia kepada masyarakat, juga memperkuat sinergi dengan pemerintah. Semoga Ikatan Notaris Indonesia semakin sukses dan terus mendampingi pemerintah dalam berbagai kegiatan yang positif," pungkasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI), Dr. Irfan Adiansyah, mengatakan antusiasme peserta yang mengikuti avara NotaRace tahun 2026 sangat tinggi. Dari sekitar 3.700 peserta, sekitar 70 persen merupakan notaris yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Melalui NotaRace ini kita ingin menunjukkan bahwa notaris tidak hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga harus menjaga kesehatan agar tetap bersemangat dalam menjalankan amanah. Kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan semangat hidup sehat bagi keluarga besar Ikatan Notaris Indonesia," ungkapnya. (Red)
Serang, lensafokus.id – Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Provinsi Banten semakin memanas. Sengketa kepengurusan yang bergulir dari Mahkamah Partai hingga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kini merembet pada saling somasi terkait hak penggunaan Kantor DPW PPP Banten.
Sekretaris DPW PPP Banten Ahmad Fauzi atau yang akrab disapa Rully menegaskan, upaya pengambilalihan kantor secara paksa merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan berpotensi masuk ranah pidana.
"Jika ada pihak yang ingin mengambil kantor secara paksa, maka itu kami anggap sebagai bentuk premanisme berkedok hukum. Pengambilalihan kantor secara paksa merupakan tindakan kriminal. Kami tidak akan gentar. Untuk menegakkan prinsip keadilan, kami siap menghadapi," tegas Sekjen DPW PPP Banten,Rully, pada Jumat (24/7/2026).
Perselisihan di tubuh PPP bukan hanya terjadi di Banten. Rangkaian gugatan yang muncul di berbagai daerah merupakan bentuk ketidakpuasan sebagian kader terhadap kebijakan DPP PPP yang menerbitkan sejumlah Surat Keputusan (SK) pemberhentian pengurus.
Ratusan pengurus PPP dari berbagai wilayah tercatat terlibat dalam dinamika tersebut, di antaranya berasal dari Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Banten.
Banten menjadi salah satu daerah yang paling disorot karena selama ini dikenal sebagai salah satu basis politik Mardiono yang sebelumnya pernah menjabat Ketua DPW PPP Banten.
Di wilayah ini, konflik tidak hanya berlangsung melalui jalur hukum, tetapi juga berkembang menjadi saling somasi mengenai hak penggunaan Kantor DPW PPP Banten.
Bermula dari SK DPP PPP konflik kepengurusan bermula setelah DPP PPP menerbitkan Surat Keputusan Nomor 0081/SK/DPP/W/I/2026 tentang Penetapan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP Banten, Baihaki Sulaiman dan Sekretaris Ida Hamidah, pada 30 Januari 2026 yang ditandatangani H. Mardiono dan Waskjen DPP PPP, Jabbar Idris.
Menanggapi keputusan tersebut, Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi selaku Ketua dan Sekretaris DPW PPP Banten mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai pada 31 Januari 2026 sebagai upaya penyelesaian sesuai mekanisme internal partai.
Namun, sebelum terdapat putusan dari Mahkamah Partai, beredar informasi di media sosial mengenai pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PPP Banten pada Maret 2026. Pelaksanaan Muswil tersebut dinilai kubu Subadri-Ahmad Fauzi sebagai bentuk pengabaian terhadap proses penyelesaian sengketa yang masih berjalan di Mahkamah Partai.
Tidak lama kemudian, DPP PPP kembali menerbitkan Surat Keputusan hasil Muswil yang menetapkan Neng Siti Julaiha sebagai Ketua DPW PPP Banten. SK tersebut ditandatangani Ketua Umum DPP PPP H. Mardiono dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP pada 9 April 2026.
Gugatan Berlanjut ke Pengadilan karena selama sekitar empat bulan belum memperoleh tindak lanjut dari Mahkamah Partai, Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi melalui kuasa hukum Ari Setiadi & Rekan mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Mardiono ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Gugatan diajukan pada 3 Juni 2026 dan tercatat dengan Nomor Perkara 423/Pdt.G/2026/PN.Jkt.Pst pada 23 Juni 2026.
Di tengah proses persidangan yang masih berlangsung, Neng Siti Julaiha disebut telah melayangkan dua kali somasi kepada kepengurusan DPW PPP Banten yang dipimpin Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi, masing-masing pada 13 Juli dan 20 Juli 2026.
Isi somasi tersebut, menurut Ahmad Fauzi, meminta penyerahan Kantor DPW PPP Banten, bahkan disertai ancaman akan dilakukan pengambilalihan secara paksa.
"Kami sudah menerima dua kali somasi dari Neng Siti Julaiha yang ingin mengambil alih kantor secara paksa. Somasi tersebut juga sudah kami jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Ahmad Fauzi.
Rakor DPW dan DPC Sebagai tindak lanjut atas somasi tersebut, DPW PPP Banten di bawah kepemimpinan Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi menggelar Rapat Koordinasi bersama DPC PPP se-Provinsi Banten di Kantor DPW PPP Banten pada 23 Juli 2026. Rapat tersebut sekaligus menjadi forum untuk menyikapi somasi kedua yang diterima dari kubu Neng Siti Julaiha.
Menurut Rully, hasil rapat menghasilkan kesepakatan agar seluruh pihak menghormati proses hukum yang masih berjalan, baik di Mahkamah Partai maupun di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
"Kami meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Perselisihan ini seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan tindakan sepihak ataupun upaya pengambilalihan kantor secara paksa," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, proses gugatan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat masih berlangsung. Sementara itu, belum diperoleh keterangan atau tanggapan dari pihak Neng Siti Julaiha maupun DPP PPP terkait pernyataan yang disampaikan kubu Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi. Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan, redaksi akan memuat tanggapan dari pihak terkait apabila telah diterima. (Red)
Serang, lensafokus.id - Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat untuk rutin memanfaatkan pelayanan Program Cek Kesehatan Gratis.
Program ini bagian dari membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.
“Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit. Tetapi lebih mengutamakan promotif dan preventif,” ungkap Andra Soni pada kegiatan Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Provinsi Banten 2026, di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang, Sabtu (25/7/2026).
“Menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit,” ujarnya menambahkan.
Menurut Andra Soni, Prolanis membantu masyarakat, khususnya penyandang sakit kronis agar tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara berkesinambungan. Sehingga kualitas hidupnya tetap optimal dan risiko komplikasi dapat ditekan.
“Melalui kegiatan hari ini, kita membangun budaya hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan seluruh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan menjangkau kabupaten dan kota. Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Andra Soni.
Andra Soni juga mengungkapkan, untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, Provinsi Banten mendapatkan kemudahan akses khusus.
Jika sewaktu-waktu dibutuhkan termasuk jika ada kendala, penerima dapat mengurusnya untuk menerima layanan kesehatan.
“Saya mengajak masyarakat Banten untuk memanfaatkan cek kesehatan gratis untuk mengelola kesehatan,” katanya.
Dalam sambutannya, Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, dr. Yessi Kumalasari mengatakan, Prolanis merupakan program berkelanjutan, promotif, dan preventif.
Pengelola penyakit kronis, sebetulnya harus dilakukan oleh setiap individu agar tetap sehat, termasuk untuk mencegah agar pasien tidak jatuh sakit.
“Program promotif dan preventif merupakan upaya pencegahan atas keparahan penyakit sekaligus sasaran kepada individu supaya keparahan penyakit bisa dicegah. Kegiatannya adalah Prolanis,” katanya.
Kegiatan Prolanis sendiri diisi dengan senam bersama, konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang, serta kegiatan rutin.
Saat ini, di Provinsi Banten terdapat 358.801 peserta Prolanis. Dari sekian banyak peserta itu, 21 persennya yang sudah terdaftar dalam klub Prolanis.
“Klub Prolanis masih terbatas pada penyakit DM (diabetes melitus) dan hipertensi,” katanya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan itu, Andra Soni didampingi Tinawati Andra Soni meninjau pelayanan Mobile Klinik Pemprov Banten, layanan cek kesehatan gratis oleh beberapa klinik, cek kesehatan mata RS Mata Achmad Wardi, serta pelayanan BPJS Kesehatan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima dan mudah dijangkau. Hal ini ditandai dengan diresmikannya empat fasilitas pelayanan publik oleh Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, di wilayah Kecamatan Tigaraksa pada Jumat (24/07/2026).
Peresmian yang dilakukan melalui penandatanganan prasasti tersebut dirangkaikan dengan kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Tangerang serta peluncuran Pelayanan Mobil Keliling PBB-P2 melalui QRIS.
Empat fasilitas yang diresmikan meliputi, Renovasi Kantor Kecamatan Tigaraksa, Gedung Perpustakaan Kecamatan Tigaraksa, Gedung Serbaguna Kelurahan Tigaraksa, Renovasi Kantor Desa Cisereh. Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang, Camat Tigaraksa, para Kepala Perangkat Daerah, serta jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa pembangunan dan renovasi fasilitas pemerintahan harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Keberadaan sarana yang lebih representatif ini diharapkan dapat menciptakan pelayanan yang semakin nyaman, cepat, tertib, dan mudah diakses. Peresmian ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan langkah awal dari peningkatan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat," ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa renovasi Kantor Kecamatan Tigaraksa dan Kantor Desa Cisereh difokuskan untuk menunjang kelancaran administrasi kependudukan dan kemasyarakatan. Sementara itu, Gedung Perpustakaan Kecamatan Tigaraksa diproyeksikan menjadi pusat peningkatan literasi bagi pelajar dan generasi muda, serta Gedung Serbaguna Kelurahan Tigaraksa dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial, musyawarah, dan aktivitas produktif warga. Terkait keberadaan Gerai Samsat, Bupati menegaskan pentingnya mendekatkan layanan kepada wajib pajak.
"Keberadaan Gerai Samsat Kecamatan Tigaraksa menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan administrasi dan pembayaran pajak kendaraan bermotor kepada masyarakat. Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat di wilayah Tigaraksa dan sekitarnya tidak perlu menempuh jarak yang terlalu jauh untuk memperoleh pelayanan Samsat," jelasnya.
Usai penandatanganan prasasti, Bupati Tangerang langsung meninjau ruang pelayanan di Kantor Kecamatan Tigaraksa, Gedung Perpustakaan, serta Gerai Samsat Kecamatan Tigaraksa. Dalam tinjauannya, Bupati memastikan kesiapan sarana prasarana dan menginstruksikan para petugas untuk selalu memberikan pelayanan yang ramah, cepat, transparan, dan profesional.
Ia menambahkan, peninjauan Gerai Samsat ini juga sejalan dengan semangat TP2DD Kabupaten Tangerang dalam memperluas ekosistem digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Melalui peluncuran Mobil Keliling PBB-P2 berbasis QRIS, Pemkab Tangerang berupaya meningkatkan kemudahan pembayaran pajak sekaligus mendorong literasi transaksi digital di tengah masyarakat.
“Fasilitas yang telah dibangun harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pelayanannya harus semakin mudah, cepat, nyaman, dan didukung oleh aparatur yang responsif. Dengan adanya berbagai fasilitas ini, kita harapkan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat, memperluas akses pelayanan, serta memperkuat kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah,” tutup Bupati.
Melalui peresmian fasilitas publik dan penguatan layanan Gerai Samsat di Kecamatan Tigaraksa, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan masyarakat serta mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan Langit Biru Indonesia Bersih dan Asri yang digelar di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa, Kamis (24/7/26).
Bupati Tangerang bersama jajaran pemerintah daerah, panitia, serta warga turun langsung membersihkan lingkungan sekaligus menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengajak seluruh elemen masyarakat gencarkan kembali gotong royong kerja bakti membersihkan lingkungan dan bersama-sama menjaga kelestarian serta keasrian lingkungan
"Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak semua masyarakat mari kita terus galakan dan gencarkan gotong royong kerja bakti bersama, bersihkan lingkungan, jaga kelestarian dan keasriannya," ujar Bupati Maesyal
Ia menambahkan bahwa gerakan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong seluruh daerah untuk terus membangun budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden. Mudah-mudahan semakin banyak elemen masyarakat yang tergerak untuk melakukan kegiatan serupa sehingga budaya menjaga kebersihan dan menanam pohon semakin tumbuh di tengah masyarakat," imbuhnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, serta berkelanjutan. Untuk itu, dia berharap Gerakan Langit Biru Indonesia Bersih dan Asri tersebut bisa menjadi gerakan yang lebih luas cakupannya dan berkelanjutan, tidak hanya di satu wilayah tertentu namun juga di seluruh Kabupaten Tangerang nantinya
"Saya harap gerakan seperti Langit Biru Indonesia Bersih dan Asri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan Kabupaten Tangerang yang semakin hijau, bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," harapnya
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri. Bersama seluruh jajaran, setiap hari Jumat kami juga rutin melaksanakan kegiatan kurvei atau bersih-bersih di titik-titik yang telah ditentukan," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Banten Festival Teknologi 2026 yang diselenggarakan atas inisiasi Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (PERMIKOMNAS) Wilayah IV Banten bersama Paguyuban Pasundan di Universitas Tangerang Raya (Untara), Jumat (24/07/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan Banten Festival Teknologi 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa, pelajar, komunitas teknologi, serta masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi dalam menghadapi era transformasi digital.
"Saya mengapresiasi seluruh panitia, PERMIKOMNAS Wilayah IV Banten, Paguyuban Pasundan, Universitas Tangerang Raya, serta semua pihak yang telah menghadirkan kegiatan positif ini. Acara seperti ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan berkolaborasi," ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dimanfaatkan secara bijak dan produktif untuk kepentingan dan kemudahan bersama
"Saya yakin generasi muda saat ini cepat belajar, mudah beradaptasi, dan sangat dekat dengan teknologi. Hal itu merupakan modal besar bagi kemajuan bangsa kita. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk hal-hal positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Bupati Maesyal juga berpesan agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu melahirkan berbagai inovasi dan mengembangkannya sehingga dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
"Jangan hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Jadilah pencipta inovasi, temukan solusi melalui teknologi, sehingga karya yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa," pesannya.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dia juga menjelaskan bahwa Pemkab Tangerang telah menjalankan Program Beasiswa Tangerang Gemilang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan sekolah kedinasan.
"Alhamdulillah, tahun ini sebanyak 1.170 masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan Beasiswa Tangerang Gemilang untuk melanjutkan pendidikan di berbagai universitas. Terakhir, kami juga memberikan beasiswa kepada 12 pelajar untuk menempuh pendidikan di sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan," ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Tangerang Raya (Untara), Mardiyana, mengatakan Banten Festival Teknologi 2026 merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan, organisasi mahasiswa, dan pemerintah dalam mempersiapkan generasi unggul di era digital.
"Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pameran teknologi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan ide-ide kreatif serta inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat," ujar Mardiyana.
Ia menambahkan, teknologi ini bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan perekonomian daerah, sekaligus juga menuntut lembaga pendidikan untuk mendorong mahasiswanya secara adaptif dan mengembangkan teknologi yang dapat memberikan solusi dan manfaat yang lebih luas lagi
"Kehadiran Bupati Tangerang serta Wakil Gubernur Banten menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif dan berkelanjutan," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Tangerang resmi memberangkatkan 100 kader terbaik untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra yang digelar di Bumi Perkemahan Walantaka, Kota Serang, Jumat (24/7/2026).
Prosesi pelepasan peserta berlangsung di depan Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang, Kadu Agung, Tigaraksa. Para kader yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang.
Bendahara DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang, Nanang Susandhy, mengatakan bahwa Laskar Gerindra merupakan bagian penting dalam upaya membangun kaderisasi partai yang kuat dan berkelanjutan.
"Mereka adalah kader pilihan yang direkrut secara khusus untuk digembleng melalui pendidikan fisik maupun nonfisik. Selama pelatihan, peserta akan dibekali materi kepartaian, wawasan kebangsaan, serta manajemen politik," ujar Nanang.
Menurutnya, melalui diklat tersebut para kader diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membesarkan Partai Gerindra sekaligus menjadi perpanjangan tangan partai untuk menyosialisasikan berbagai program strategis, termasuk program Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang juga merupakan pendiri Partai Gerindra.

Secara keseluruhan, sebanyak 800 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti Diklat Laskar Gerindra yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Banten. Masing-masing DPC mengirimkan 100 kader terbaik sebagai peserta.
Tahap pertama pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu. Setelah itu, para peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan lanjutan di lokasi khusus dengan materi yang lebih mendalam guna memperkuat karakter, loyalitas, serta soliditas antar kader.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Ranting Partai Gerindra Desa Selapajang, Haerudin. Ia mengaku bangga melihat kekompakan seluruh Ketua PAC dan Ketua Ranting se-Kabupaten Tangerang dalam menyukseskan pemberangkatan peserta Diklat Laskar Gerindra.
Haerudin turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas terselenggaranya program kaderisasi tersebut.
"Semoga melalui diklat ini lahir kader-kader Gerindra yang semakin solid, disiplin, berintegritas, dan mampu menjadi teladan, baik di lingkungan partai maupun di tengah masyarakat," pungkasnya. (Mala)
TANGERANG, lensafokus.id - Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2026–2030 resmi dilantik di Gedung Diklat Kitri Bakti, Curug, Kamis (23/7/2026).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal dari amanah besar untuk memperkuat gerakan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi momentum memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, gerakan koperasi, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan ataupun seremoni organisasi, melainkan awal dari amanah besar untuk memperkuat gerakan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan,” ujar Bupati Maesyal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun koperasi di Kabupaten Tangerang. Fondasi yang telah dibangun tersebut diharapkan menjadi pijakan kuat bagi kepengurusan baru untuk menghadirkan inovasi dan memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat.
Bupati Maesyal menegaskan, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, koperasi tidak lagi dapat dikelola dengan cara-cara lama, tetapi harus bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, akuntabel, adaptif terhadap teknologi, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
“Saya berharap Dekopinda Kabupaten Tangerang dapat menjadi motor penggerak perubahan, menjadi rumah besar bagi seluruh gerakan koperasi, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat melalui pembinaan koperasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi koperasi, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut diharapkan mampu melahirkan koperasi yang sehat, produktif, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Maesyal menegaskan keberhasilan pengembangan koperasi tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, ia mengajak Dekopinda menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan membangun organisasi yang terbuka, responsif terhadap kebutuhan anggota, serta mampu menghadirkan solusi dan ruang inovasi agar koperasi semakin diminati generasi muda.
“Saya percaya, apabila seluruh pengurus mampu bekerja secara kolektif, menjaga kekompakan, serta membangun kolaborasi yang luas, maka koperasi di Kabupaten Tangerang akan semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Tangerang, Sukmajaya, mengatakan pelantikan tersebut menjadi awal untuk memperkuat pendampingan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mulai berkembang sejak program tersebut digagas pemerintah pusat. Menurutnya, Dekopinda harus hadir lebih dekat agar koperasi baru dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
“Setelah mereka lahir, kita harus bisa berdamping, kita harus bisa membersamai sehingga KDKMP yang bersama hadir akan menjadi warna untuk pertumbuhan ekonomi koperasi di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan Dekopinda periode 2026–2030 berkomitmen memperluas pembinaan koperasi sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dekopinda akan terus bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang untuk menghadirkan inovasi, komunikasi, dan penguatan kelembagaan bagi koperasi.
“Insya Allah, niat kami tetap, kami akan mengibarkan banyak-banyak koperasi untuk perekonomian masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” imbuhnya.
Sukmajaya menilai kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan gerakan koperasi. Dekopinda tidak dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa dukungan pemerintah daerah, sehingga sinergi yang selama ini telah terbangun akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan, termasuk pembinaan dan jambore koperasi.
“Dekopinda tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak menyandarkan pemikiran dengan pemerintahnya. Alhamdulillah, kolaborasi antara Dinas dan Dekopinda sudah berjalan sehingga kami bisa bersama-sama melakukan inovasi dan pendampingan kepada KDKMP,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, Dekopinda bukan lembaga yang berorientasi mencari keuntungan, melainkan organisasi yang berfokus memperkuat gerakan koperasi demi kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara Dekopinda dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, pihaknya optimistis koperasi akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mewujudkan cita-cita pembangunan ekonomi nasional.
“Insya Allah dengan bersatunya Dekopinda dan pemerintah daerah, perekonomian masyarakat kita akan naik dan berkembang sebagaimana cita-cita Bapak Presiden,” pungkasnya. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi usia akses terhadap platform berisiko tinggi.
Menurutnya, platform digital juga harus bertransformasi menjadi ruang yang aman dan ramah anak agar anak Indonesia dapat tumbuh sesuai tahap perkembangannya.
"Kita ingin bahwa anak-anak ini cakap digital, tapi di saat yang bersamaan cakap digital itu juga berarti bisa mengimbangi kehidupan dia di ranah maya dengan kehidupan sehari-hari dengan orang tua, dengan teman dan sebayanya, sehingga anak-anak bisa kita kembalikan kepada jati diri mereka sebagai anak-anak," tegas Meutya Hafid saat dalam acara peringatan Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Meutya menjelaskan kemajuan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Namun, di sisi lain, berbagai risiko juga muncul, mulai dari gangguan pola tidur ( sleep deprivation), kecanduan media sosial dan platform digital, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak.
Menurutnya, perubahan perilaku anak sering kali bukan disebabkan karakter anak itu sendiri, melainkan akibat paparan konten negatif yang diterima sebelum mereka memiliki kesiapan secara usia.
"Anak-anak kita bukan anak yang nakal. Mereka adalah tunas bangsa yang hebat. Tetapi jika anak-anak yang baik terus-menerus terpapar konten negatif ketika usianya belum siap, tentu perilaku mereka bisa berubah," ujarnya.
Selain paparan konten berbahaya, Meutya menyoroti risiko fitur interaksi pada berbagai platform digital yang memungkinkan orang asing menghubungi anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru.
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kejahatan digital terhadap anak, termasuk praktik _child grooming._
Karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan penundaan akses media sosial berisiko tinggi hingga usia 16 tahun sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak Indonesia.
"Fitur kontak ini sangat berbahaya. Di sinilah kadang orang dewasa yang memiliki niat tidak baik melakukan komunikasi dengan anak-anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru. Itulah salah satu alasan kami menunda usia anak sampai 16 tahun untuk masuk ke ranah digital dengan risiko tinggi," jelasnya.
Meski demikian, Meutya menegaskan pemerintah tidak menerapkan pendekatan pelarangan semata.
Sebaliknya, pemerintah memberikan ruang bagi perusahaan platform digital untuk melakukan pembenahan sehingga layanan mereka dapat dikategorikan sebagai platform berisiko rendah dan aman digunakan anak.
"Di Indonesia kita bukan sembarang melarang. Platform juga kita beri ruang untuk berlomba-lomba membuat platformnya menjadi lebih ramah anak. Kalau platform mau berubah, menghilangkan fitur kontak yang berbahaya dan memastikan hanya konten yang sesuai usia yang dapat diakses anak, maka platform tersebut bisa menjadi platform berisiko rendah dan anak-anak boleh masuk," jelasnya.
Platform digital, lanjut Meutya, perlu menghapus berbagai fitur yang mendorong kecanduan, memperkuat moderasi terhadap konten pornografi, perjudian daring, maupun bentuk kejahatan digital lainnya, sehingga ruang digital benar-benar menjadi lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
"Kita memberi waktu kepada platform untuk memperbaiki dirinya agar konten-konten seperti pornografi, kejahatan digital termasuk judi _online_ , serta fitur-fitur yang membuat anak sulit tidur dan sulit berkonsentrasi dibenahi terlebih dahulu. Ketika ruang digital sudah benar-benar ramah anak, maka mereka bisa kembali masuk dengan aman," katanya.
Meutya juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata.
Menurutnya, anak-anak tetap membutuhkan interaksi langsung dengan keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan sekitar agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara sosial dan emosional.
"Anak-anak tetap perlu bermain di lapangan, tetap perlu bermain bersama teman-temannya, mengenal permainan tradisional, berinteraksi dengan orang tua dan saudara. Cakap digital bukan berarti hanya hidup di dunia digital, tetapi mampu menyeimbangkan kehidupan di ruang maya dengan kehidupan nyata," ujarnya.
Menutup acara, momentum peringatan Hari Anak Nasional ini juga ditandai dengan pembacaan Deklarasi Bersama Sekolah Cakap Digital oleh para tenaga pendidik dan perwakilan siswa dari delapan sekolah, yaitu SD Labschool FIP-UMJ, SMPN 208 Jakarta Timur, SMP Labschool Kebayoran, SMP Santa Theresia Jakarta, SMPN 11 Jakarta Selatan, SMPN 19 Jakarta Selatan, SMPN 29 Jakarta Selatan, dan SMPN 216 Jakarta Pusat.
Dalam deklarasi tersebut, sekolah-sekolah ini menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi PP TUNAS dengan menjadi warga digital yang cakap, aman, beretika, serta bertanggung jawab.
Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menjaga data pribadi, menolak perundungan siber, serta menjadikan perlindungan anak di ruang digital sebagai tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan penyelenggara sistem elektronik. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang menggelar Jambore Koperasi tingkat Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (23–24 Juli 2026) ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (23/07/26).
Rangkaian acara pada hari pertama diawali dengan suasana kompetitif melalui penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Perkoperasian dan Lomba Paduan Suara Perkoperasian tingkat SMA/SMK sederajat.
Kepala Diskum Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menyampaikan bahwa perlombaan ini dirancang bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan sebagai sarana mengasah wawasan serta pemahaman generasi muda terhadap dunia perkoperasian sejak dini.
"Melalui Lomba Cerdas Cermat dan Paduan Suara ini, kami ingin mengasah pengetahuan siswa-siswi mengenai prinsip dasar dan nilai ekonomi gotong royong dalam koperasi. Kami berharap seluruh peserta bertanding dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, sportif, dan tidak curang. Koperasi itu dibangun atas dasar kepercayaan dan kebersamaan, maka kebiasaan jujur harus dimulai dari ajang seperti ini," ujar Anna.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan pelajar dan elemen masyarakat dalam Jambore Koperasi ke-79 ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader insan koperasi yang inovatif dan siap membawa perekonomian daerah ke arah yang lebih maju.
Selain ajang kompetisi antar-pelajar di pagi hari, puncak seremonial pembukaan Jambore Koperasi ke-79 ini dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.
Rangkaian kegiatan Jambore Koperasi ke-79 di hari pertama meliputi berbagai agenda menarik, antara lain:
* Lomba Cerdas Cermat & Paduan Suara Perkoperasian: Diikuti oleh pelajar tingkat SMA/SMKsederajat serta perwakilan Kelompok Data Koperasi dan Usaha Mikro (KDKMP) se-Kabupaten Tangerang.
* Pemberian Penghargaan: Penyerahan apresiasi kepada koperasi-koperasi berprestasi di Kabupaten Tangerang.
* Pembagian Doorprize: Pengundian hadiah menarik untuk memeriahkan suasana bagi seluruh peserta jambore.
* Kompetisi Malam & Keakraban: Lomba The Seven Coop, upacara api unggun, serta ditutup dengan sesi ramah tamah untuk mempererat silaturahmi antar-insan koperasi.
Melalui penyelenggaraan Jambore Koperasi ke-79 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat terus bertumbuh, sejalan dengan penguatan peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian daerah. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
