Asep

Asep

Wujudkan Kepastian Hukum bagi Keluarga, Wabup Intan Buka Progam Isbat Nikah Terpadu 1.000 Pasangan

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah secara resmi membuka pelaksanaan program Isbat Nikah Terpadu 1.000 pasangan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna (GSG) Tigaraksa, Jumat (17/07/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa program Isbat Nikah Terpadu tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan kepastian hukum bagi pasangan suami istri yang telah menikah secara agama namun belum tercatat secara resmi oleh negara serta memberikan kepastian dan perlindungan hukum keluarga, terutamanya perempuan dan anak

"Yang kita urus hari ini bukan hanya dokumen, bukan hanya sekadar administrasi, tetapi kehidupan sebuah keluarga. Dengan adanya pencatatan pernikahan, hak-hak perempuan, anak, serta akses terhadap berbagai pelayanan publik dapat terlindungi dengan baik," ungkap Wabup Intan.

Menurut Wabup Intan, keluarga yang memiliki kepastian hukum akan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Keluarga yang punya kepastian hukum ini akan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, jangan tunda-tunda lagi untuk mencatatkan pernikahannya agar seluruh hak hukum keluarga dapat terlindungi sejak awal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program Isbat Nikah Terpadu 1.000 Pasangan merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pengadilan Agama Tigaraksa, Pengadilan Tinggi Agama Banten, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang. Pelaksanaan sidang dilakukan secara bertahap yang terbagi dalam 6 daerah pemilihan. Tahap pertama yang digelar di Gedung Serbaguna Tigaraksa diikuti 267 pasangan, sedangkan sidang berikutnya akan dilaksanakan di Kecamatan Kronjo, Sepatan, Pasarkemis, Curug, dan Legok.

“Sidang isbat pertama hari ini dipusatkan di GSG. Sebanyak 267 pasangan dari Kecamatan Balaraja, Cisoka, Jambe, Jayanti, Solear dan Tigaraksa hadir melakukan sidang isbat. Selanjutnya untuk peserta dari daerah pemilihan lainnya akan dilaksanakan di Kecamatan Kronjo, Sepatan, Pasarkemis, Curug dan di Kecamatan Legok,” jelasnya

Ia menambahkan, pelaksanaan isbat nikah dilakukan secara bertahap, mulai Juli hingga September 2026 menyesuaikan jadwal persidangan Pengadilan Agama. Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dia juga berharap program sidang isbat nikah bisa menjadi agenda rutin tahunan agar manfaatnya bisa lebih banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi pasangan yang belum mencatatkan perkawainannya secara negara

"Dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang ingin memastikan negara benar-benar hadir memberikan perlindungan hukum bagi setiap keluarga. Semoga seluruh peserta memperoleh kepastian hukum dan dapat membangun keluarga yang semakin harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah," pungkasnya.

Ketua Pengadilan Agama Tigaraksa, Muhammad Kasim melaporkan sebanyak 1.496 pasangan dari 29 kecamatan telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta Isbat Nikah Terpadu. Setelah melalui proses verifikasi, 1.004 pasangan dinyatakan memenuhi persyaratan dan siap mengikuti persidangan, sedangkan sisanya 492 pasangan lainnya masih melengkapi persyaratan administrasi dan akan terus mendapatkan pendampingan melalui Pos Pelayanan Hukum Pengadilan Agama Tigaraksa.

“Sidang tahap pertama dilaksanakan hari ini, tanggal 17 Juli 2026 bertempat di GSG Tigaraksa, dan akan berlangsung secara berturut-turut hingga sidang tahap keenam pada tanggal 25 September 2026 di Kecamatan Legok,” jelasnya

Pihaknya berharap program Isbat Nikah Terpadu yang diselenggarakan tersebut, hak-hak sipil masyarakat, seperti akta kelahiran anak, hak waris, dan administrasi kependudukan, dapat terpenuhi secara menyeluruh. (Red)

Demo PT Pemi AW Balaraja Disertai Pengrusakan, Pemerhati Hukum Minta APH Tindak Tegas

Tangerang, lensafokus.id - Aksi demonstrasi di PT Pemi AW Balaraja yang masih berlangsung hingga saat ini diduga disertai tindakan pengrusakan. Hal ini mendapat sorotan dari Pemerhati Hukum sekaligus Ketua DPN LSM Gerhana Indonesia, Kamis (16/7/2026).

Dalam aksinya, para pendemo memblokade dua gerbang perusahaan menggunakan truk pikap dan tenda.

Inuar Gumay, SH, Pemerhati Hukum yang juga menjabat Ketua DPN LSM Gerhana Indonesia mengatakan, aksi demo tersebut bahkan disertai pengrusakan CCTV milik perusahaan serta pelemparan kotoran manusia.

"Sebagai pemerhati hukum di Kabupaten Tangerang, saya meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum untuk segera menindak tegas para pendemo tersebut," tegasnya.

Sementara itu, pihak pemilik perusahaan menyampaikan bahwa PT Pemi AW telah berupaya mengadakan pertemuan dengan warga, baik di kantor perusahaan maupun di Kecamatan Balaraja, namun belum membuahkan hasil.

"Setiap kali pertemuan, mereka selalu melakukan penguncian keluar-masuk. Itulah sebabnya setiap pembicaraan tidak ada hasilnya," ucapnya.

Terkait aksi kali ini, lanjut dia, warga meminta limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Padahal perusahaan hanya memiliki limbah non-B3, namun pihak warga menolak menerimanya. "Karena hal ini, kami tidak akan memberikan jenis limbah apa pun lagi."

Untuk limbah B3, imbuhnya, zat tersebut sangat berbahaya dan pengelolaannya harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Oleh sebab itu, permintaan warga tidak dapat dipenuhi.

"Perusahaan tidak bisa menyerahkan limbah tersebut, karena pengelolaannya harus memiliki legalitas dan sesuai aturan Permen LHK Nomor 9 Tahun 2024," jelasnya.

Pihak perusahaan juga menerima informasi adanya warga yang membuang kotoran manusia ke lingkungan perusahaan. Pihaknya belum memastikan apakah hal ini dilakukan secara sengaja atau tidak.

"Yang jelas, tindakan membuang kotoran ke lingkungan PT Pemi AW merupakan bentuk ketidakhormatan kepada kami, dan perilaku tersebut sangat tidak pantas," pungkasnya.

Disdukcapil Kota Tangerang Permudah Penggantian Foto KTP-el: Cukup Bawa KK dan KTP Lama

Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang terus berkomitmen memangkas birokrasi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu kemudahan nyata yang kini dihadirkan adalah simplifikasi prosedur bagi masyarakat yang ingin melakukan penggantian foto pada Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Rizal Ridolloh menegaskan, anggapan mengenai foto KTP-el yang sama sekali tidak bisa diubah adalah kekeliruan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 74 Tahun 2015, negara memfasilitasi penggantian foto identitas tersebut, dengan catatan pemohon memenuhi beberapa kondisi spesifik.

"Kami pastikan layanannya sekarang jauh lebih praktis. Bagi warga Kota Tangerang yang memang memenuhi kriteria untuk mengganti foto KTP-el, prosesnya sangat mudah. Cukup bawa dokumen utama seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el lama," ujarnya.

Ia menjelaskan, penggantian foto KTP-el hanya diizinkan secara hukum bagi warga yang bertransformasi penampilan secara mendasar, seperti mulai atau melepas hijab serta yang mengalami perubahan fisik wajah permanen akibat kondisi medis, operasi atau cedera.

"Kami pastikan layanannya sekarang jauh lebih praktis. Proses penggantian foto ini sama sekali tidak memerlukan surat pengantar atau keterangan dari RT/RW," imbuhnya.

Bagi warga yang kehilangan fisik KTP-el, berkasnya dapat digantikan dengan Surat Keterangan Kehilangan dari kepolisian, sementara bagi pemohon dengan kondisi perubahan fisik permanen disarankan untuk melampirkan dokumen medis pendukung.

"Kami berharap masyarakat memanfaatkan kemudahan ini untuk memperbarui data identitasnya, sehingga dokumen administrasi yang dipegang benar-benar valid dengan kondisi fisik saat ini," pungkas Rizal.

Dokumen yang wajib disiapkan oleh pemohon antara lain:
* KTP-el lama yang ingin diperbarui
* Kartu Keluarga (KK)
* Surat Kehilangan dari Kepolisian (khusus jika KTP-el lama hilang)
* Dokumen pendukung tambahan, seperti surat keterangan medis bagi pemohon yang mengalami perubahan fisik permanen

(Red)

Wujudkan Tata Kelola Dokumen Berbasis Regulasi, BPKAD Kabupaten Tangerang Laksanakan Pemusnahan Arsip Secara Sistematis

TANGERANG, lensafokus.id – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang kembali memperkuat komitmennya dalam menciptakan tata kelola administrasi yang tertib, aman, dan akuntabel. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan pemusnahan arsip yang diselenggarakan di Ruang Rapat Kantor BPKAD Kabupaten Tangerang, Kamis (16/07/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam siklus kearsipan instansi. Sekretaris BPKAD Kabupaten Tangerang, Ataullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemusnahan arsip merupakan tahapan krusial dan fase terakhir dari rangkaian pengelolaan arsip yang meliputi penciptaan, penggunaan, penataan, hingga prosedur penghapusan secara resmi.

"Ini merupakan langkah strategis yang komprehensif. Perlu diketahui, sejak tahun 2008, baru kali ini BPKAD kembali melakukan pemusnahan arsip sebagai satu kesatuan rangkaian yang utuh. Pengelolaan arsip ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan upaya menjaga tertib administrasi agar setiap dokumen memiliki kepastian hukum dan status yang jelas," ujar Sekban BPKAD Ataullah.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pemusnahan arsip ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan telah melalui tahapan yang ketat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Landasan hukum yang digunakan antara lain Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012, serta Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terkait penyusutan arsip. Adapun dokumen yang dimusnahkan merupakan arsip yang telah habis masa retensinya serta dipastikan tidak lagi memiliki nilai guna administratif, hukum, keuangan, maupun historis.

Lebih lanjut, kegiatan pemusnahan ini membawa sejumlah tujuan strategis bagi organisasi, di antaranya:

- Mengoptimalkan pengelolaan ruang penyimpanan arsip fisik

- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan kearsipan

- Menjamin keamanan informasi sekaligus menjaga kerahasiaan dokumen negara

- Mendukung transformasi menuju tata kelola arsip yang modern dan digital.

Di era digital saat ini, pengelolaan arsip memegang peranan yang sangat vital sebagai sumber informasi utama, bahan dasar pengambilan keputusan, serta bukti pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Oleh karena itu, momentum pemusnahan arsip ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran (awareness) seluruh pegawai akan pentingnya tertib arsip yang konsisten mulai dari tahap penciptaan, penyimpanan, hingga penyusutannya.

Ataullah juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai definisi arsip yang sah di lingkungan kerja. Menurutnya, sebuah surat resmi baru dikategorikan sebagai arsip setelah melalui proses paraf berjenjang dari pelaksana hingga eselon 3, dan diakhiri dengan tanda tangan oleh Kepala Perangkat Daerah. Proses ini mencerminkan tanggung jawab yang besar, sehingga dokumen tidak boleh dimusnahkan secara sembarangan hanya karena kesalahan teknis atau keinginan sesaat untuk sekadar mengosongkan ruang kerja.

Selain itu, sejalan dengan adaptasi terhadap era Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Sekban menekankan bahwa meskipun operasional mulai beralih ke ranah digital, jejak rekam data akan tetap tercatat di sistem komputer.

"Di era SPBE saat ini, setiap aktivitas mulai dari pembuatan dokumen hingga proses penyuntingan tercatat dalam sistem komputer kita. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan arsip agar selaras dengan prinsip efisiensi, tata kelola yang bersih, akuntabel, serta mendukung gerakan go green melalui efisiensi penggunaan kertas," pungkasnya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antar-instansi dengan melibatkan Dinas Perpustakaan dan Arsip, Inspektorat, serta Bagian Hukum Kabupaten Tangerang. Di akhir acara, Sekban Ataullah menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan teknis berkelanjutan yang telah diberikan oleh pihak-pihak terkait demi kelancaran agenda ini. (Red)

Wabup Intan Minta Pengurus UMKM Kecamatan Kelapa Dua Harus Kreatif dan Inovatif Bantu Pelaku Usaha UMKM

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta pengurus UMKM Kec. Kelapa Dua harus kreatif dan inovatif dalam rangka membantu dan meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM di Kec. Kelapa Dua

Hal tersebut diutarakan Wabup Intan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus UMKM Kecamatan Kelapa Dua Masa Bakti 2026-2029 yang dirangkaikan dengan peluncuran katalog UMKM edisi kedua, serta pembekalan pengurus UMKM, Kamis (16/07/26)

"Pengurus UMKM harus mampu berpikir kreatif, kekinian dan harus inovatif dalam menjalankan seluruh kegiatannya, membantu para pelaku usaha di Kecamatan Kelapa Dua," pinta Wabup Intan

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang telah terbukti nyata mampu bertahan di masa-masa sulit dan tantangan perkembangan zaman. Penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan akses pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital harus terus didorong agar UMKM bisa mampu bersaing

"Kondisi ekonomi sekarang menuntut kita berpikir untuk kreatif dan inovatif, menciptakan hal-hal yang baru. Saya percaya kondisi sesulit apapun yang namanya UMKM itu pasti bisa survive karena zaman covid justru yang tidak tutup itu UMKM usaha rumahan. Peningkatan kualitas SDM, penguatan kelembagaan, perluasan akses pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital harus terus kita dorong agar UMKM juga bisa bersaing," ujarnya

Dia juga sangat mengapresiasi penerbitan katalog UMKM Kec. Kelapa Dua sebagai upaya untuk menghimpun berbagai UMKM yang ada, mulai dari jenis produk yang dihasilkan, lokasi, maupun legalitas yang dimilki agar bisa dikenal lebih luas masyarakat

"Peluncuran katalog UMKM edisi kedua menjadi langkah yang sangat baik. Produk UMKM yang masuk katalog ini adalah produk-produk yang sudah dikurasi jadi terjamin kualitas dan legalitasnya," ujarnya

Dia juga berharap katalog UMKM Kec. Kelapa Dua terus dikembangkan menjadi platform digital agar lebih cepat dan luas dikenal, bukan lokal dan nasional tapi juga internasional

"Saya berharap ini juga ada wadah digitalnya sehingga pesanan bisa langsung melalui digital bukan cuma di sekitar Kabupaten Tangerang tapi bisa go nasional atau internasional. Mari kita jadikan semangat kebersamaan sebagai kekuatan untuk terus membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh dan sejahtera," pungkasnya

Sementara itu, Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat mengungkapkan potensinya UMKM di wilayahnya, bukan hanya ibu-ibu rumah tangga tapi juga ada generasi muda. Kecamatan Kelapa Dua berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi menghadirkan wirausaha-wirausaha baru yang bisa menggerakan potensi lokal dan memperluas lapangan kerja

"Potensinya UMKM bukan hanya emak-emak tapi juga anak muda dan hari ini kecamatan Kelapa Dua memghadirkan wirausaha baru, wirausaha muda dan hari ini kita ingin kolaborasi untuk membangun dan mendorong produk kita lebih unggul," ujar Dadang

Pihaknya juga berkomitmen untuk mengembangkan Katalog UMKM yang saat ini masih manual menjadi digital dan membuat branding ke perusahaan perusahaan sehingga dapat lebih mudah dikenal dan menjaring pasar potensial utuk produk-produk unggulan UMKM di Kec. Kelapa Dua. (Red)

Bupati Tangerang Dampingi Jamintel Kejagung dan Kepala PPATK Tinjau Pelaksanaan Program MBG Berbasis CSR di SKhN 1 Kabupaten Tangerang

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendampingi Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dr. Ivan Yustiavandana meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 1 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Balaraja, Kamis (16/7/26).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala PPATK, Jamintel Kejaksaan Agung RI, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.

"Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian yang luar biasa kepada masyarakat Kabupaten Tangerang. Sekolah ini berdiri di atas lahan hibah Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada Pemerintah Provinsi Banten agar dapat dibangun menjadi sekolah khusus. Alhamdulillah saat ini telah menampung sekitar 290 siswa dan jumlahnya akan terus bertambah," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan dan tumbuh kembang para siswa agar mampu belajar secara mandiri serta menggapai masa depan yang lebih baik. Ia juga menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama sebagai generasi penerus bangsa yang harus memperoleh pelayanan, pendidikan, dan kesempatan yang setara.

"Mereka mungkin berbeda secara fisik ataupun cara belajar, tetapi mereka adalah bagian dari kehidupan kita, ciptaan Tuhan yang memiliki hak yang sama. Tugas kita adalah saling menyayangi, menghormati, dan memberikan kesempatan terbaik bagi mereka untuk meraih masa depan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan 24 Tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Gernas APU PPT) yang mengusung semangat "Indonesia Anti Pencucian Uang 24 Karat".

Ia menjelaskan, pelaksanaan Program MBG di SKhN 1 Kabupaten Tangerang menjadi contoh baik karena sepenuhnya didukung oleh dana CSR perusahaan swasta melalui Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa tanpa menggunakan anggaran APBN.

"Program makan bergizi gratis ini dibiayai murni oleh CSR perusahaan, bukan dari APBN. Kami berharap model kolaborasi seperti ini dapat menjadi benchmark nasional dalam mendukung pelaksanaan Program MBG," ujar Ivan.

Ia menambahkan bahwa memuliakan anak-anak berkebutuhan khusus merupakan bentuk nyata bela negara sekaligus bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif.

"Kita harus memuliakan saudara-saudara kita yang luar biasa. Mereka memiliki kemampuan dan potensi yang harus terus kita dukung. PPATK siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh mitra untuk memperluas gerakan kepedulian ini," imbuhnya.

Ketua Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Mantovani, menyampaikan terima kasih kepada PPATK dan para donatur, serta seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan Program MBG bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan cara belajar yang berbeda sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi mereka.

"Program MBG berbasis CSR ini menjadi bentuk kasih sayang sekaligus investasi masa depan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kami berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sebagai dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto," ujar Cahaya.

Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam rangka membangun ekosistem yang inklusif sehingga tidak ada lagi stigma negatif terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup, belajar, berkarya, dan meraih masa depan yang lebih baik. (Red)

Tingkatkan Ruang Literasi, Wabup Resmikan Perpustakaan Modern di Lingkup Kantor Kecamatan Kelapa Dua

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan perpustakaan modern di lingkup Kantor Kecamatan Kelapa Dua, Kamis (16/07/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan perpustakaan modern di Kecamatan Kelapa Dua merupakan salah satu dari 6 perpustakaan modern yang akan dibangun di tahun 2026 dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat. Selain di Kec. Kelapa Dua, perpustakaan modern juga akan dibangun di Kec. Legok, Tigaraksa, Panongan, Balaraja, dan Kec. Jayanti

"Alhamdulillah sudah selesai dibangun. Perpustakaan modern di Kecamatan Kelapa Dua ini merupakan salah satu dari 6 perpustakaan yang akan dibangun tahun 2026 sebagai sarana salah satu program unggulan bupati dan wakil bupati untuk menggencarkan literasi di tengah masyarakat," ungkap Wabup Intan

Dia menyebut literasi juga merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya bisa dilihat dan dirasakan hari ini, namun sangat menentukan kualitas generasi di masa mendatang. Budaya gemar membaca, gemar belajar, dan terbuka terhadap pengetahuan adalah bagian dari pembangunan fondasi kemajuan daerah yang kokoh. Untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat agar memanfaatkan perpustakaan modern Kecamatan Kelapa Dua dengan sebaik-baiknya.

"Mari jadikan perpustakaan sebagai pusat tumbuhnya gagasan, lahirnya inovasi, dan berkembangnya semangat belajar sepanjang hayat. Semoga kehadiran perpustakaan modern ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan perpustakaan lainnya di Kabupaten Tangerang, sehingga budaya literasi terus tumbuh dan menjadi fondasi bagi kemajuan daerah kita," ujarnya

Dia berharap perpustakaan tersebut tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga ruang belajar, ruang berkarya, berdiskusi dan ruang kolaborasi serta sumber inspirasi bagi masyarakat Kelapa Dua

"Siapapun boleh datang ke sini. Insya Allah nanti akan ada beberapa event seperti bedah buku dan juga story telling di sini, jadi kita manfaatkan ruang literasi ini seluas-luasnya. Kita berharap perpustakaan ini menjadi ruang literasi, ruang diskusi, juga ruang kolaborasi dan inspiratif bagi anak-anak yang ada di sekitar Kecamatan Kelapa Dua," harapnya

Sementara itu, Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat mengungkapkan rasa syukurnya atas dipilihnya Kec. Kelapa Dua sebagai lokus pembangunan perpustakaan modern oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab. Tangerang. Keberadaan perpustakaan tersebut semakin menambah kenyamanan masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai keperluannya.

"Kami merasa bersyukur dan bangga dari 6 kecamatan yang menjadi lokus program di tahun 2026 dan pertama yang diresmikan.

Kecamatan Kelapa Dua semakin kekinian dan representatif karena beberapa pelayanan ada di sini termasuk juga UPT Bapenda. Sambil menunggu antrian, masyarakat bisa baca di sini dan menjadi ruang diskusi," ujar Dadang

Lanjut dia, perpustakaan modern tersebut tidak hanya berisi buku-buku yang tersusun rapi tetapi juga perangkat digital yang difasilitasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang

"Perpustakaan modern di Kecamatan Kelapa Dua ada dua model yang pertama di dalam lingkup Kantor Kecamatan Kelapa Dua dan yang kedua ada di desa Curug Sangereng," imbuhnya. (Red)

Bupati Maesyal Motivasi Pelajar SMP dan SMK Satya Muda Gemilang di Masa MPLS

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi SMP dan SMK Satya Muda Gemilang di Kecamatan Tigaraksa, dalam rangka monitoring dan memberikan motivasi kepada para peserta didik baru yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/26).

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan Camat Tigaraksa. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran Yayasan Satya Muda Gemilang, para guru, serta ratusan siswa baru yang mengikuti rangkaian kegiatan MPLS.

Pada kesempatan itu, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran yayasan dan pihak sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan MPLS secara edukatif, semangat dan keakraban.

"Kami mengapresiasi pelaksanaan program MPLS yang berjalan dengan baik. Kami juga melihat adanya perkembangan jumlah peserta didik di sekolah ini yang menunjukkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat," ujar Bupati Maesyal

Menurutnya, MPLS merupakan momentum penting sebagai langkah awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta membangun karakter yang kuat sejak dini.

"Manfaatkan masa MPLS ini dengan sebaik-baiknya. Kenali guru-gurunya, lingkungan sekolahnya, dan teman-teman barunya. Bangun semangat belajar sejak hari pertama. Tanamkan disiplin, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan meraih kesuksesan tidak dapat diraih secara instan. Kesuksesan membutuhkan proses panjang yang diisi dengan kerja keras, ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

"Tidak ada kesuksesan yang datang begitu saja. Semua membutuhkan proses, usaha, dan doa. Kalian adalah calon pemimpin masa depan Kabupaten Tangerang, maka persiapkan diri mulai dari sekarang dengan belajar sungguh-sungguh," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Satya Muda Gemilang, Mas Iman Kusnandar, mengaku bersyukur atas kehadiran Bupati Tangerang beserta jajaran yang dinilainya menjadi suntikan motivasi bagi para siswa baru.

"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kehadiran beliau menjadi penyemangat sekaligus motivasi bagi anak-anak kami untuk lebih giat belajar dan berani memiliki cita-cita yang tinggi," ujar Mas Iman.

Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta didik di SMP dan SMK Satya Muda Gemilang terus mengalami peningkatan yang signifikan.

"Alhamdulillah, pada tahun ajaran 2026 jumlah peserta didik secara keseluruhan, baik SMP maupun SMK, telah mencapai sekitar 400 siswa. Ini merupakan peningkatan yang sangat membanggakan dibandingkan pada awal berdirinya yang hanya sekitar 51 siswa. Kepercayaan masyarakat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan," katanya.

Mas Iman menambahkan, khusus jenjang SMK, saat ini tersedia tiga program keahlian yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri, yakni Manajemen Perkantoran, Teknologi Digital, dan Teknik Otomotif.

"Kami terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ketiga program keahlian tersebut kami kembangkan agar lulusan memiliki kompetensi, keterampilan, serta karakter yang siap memasuki dunia kerja," tutupnya. (Red)

Tinjau Pembangunan RTLH di Tigaraksa, Bupati Tangerang Pastikan Warga Terima Hunian Layak dan Akses Air Bersih

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan kerja berkeliling Kecamatan Tigaraksa untuk memantau pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran. Rabu, (15/07/26)

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid meninjau rumah calon penerima bantuan di Kampung Babakan, Desa Pematang, serta mengecek hasil pembangunan RTLH di Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, sekaligus memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar mendapatkan hunian yang layak dan akses air bersih

"Hari ini kita bersama melihat dan mengecek langsung, baik itu kondisi warga calon penerima program maupun hasil program RTLH yang telah dilaksanakan. Kita ingin memastikan rumahnya nanti benar-benar layak dan ada akses air bersihnya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah milik Ibu Dalilah di Kampung Babakan, Desa Pematang. Rumah tersebut dipastikan segera direhabilitasi melalui program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis) sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

"Alhamdulillah, hari ini kami datang langsung ke rumah Ibu Dalilah untuk memastikan rumah ini segera dibangun atau direhabilitasi agar menjadi rumah yang sehat dan layak huni. Ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dilakukan secara bertahap," ujarnya

Selain memastikan pembangunan rumah, ia memperhatikan kondisi kesehatan Ibu Dalilah yang sedang sakit. Pada kesempatan tersebut, dia menginstruksikan kepada petugas Puskesmas yang turut hadir untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.

"Alhamdulillah, Ibu Dalilah juga langsung ditangani oleh Puskesmas. Mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan. Pemerintah tidak hanya memperhatikan kondisi rumahnya, tetapi juga kesehatan warganya," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari Program Gebrak Pakumis, sebagai salah satu upaya Pemkab Tangerang untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Tangerang.

Selain persoalan rumah tidak layak huni, pihaknya juga menyoroti adanya usulan masyarakat tentang kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi kendala warga, terutama saat musim kemarau. Ia pun langsung menginstruksikan kepada Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) untuk segera menyediakan solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi masalah tersebut

"Untuk kebutuhan air bersih, tadi saya sudah minta Kadis Perkim segera menyiapkan toren air dan tangki air sementara. Selanjutnya akan dilakukan pengeboran sumur agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih baik, khususnya saat musim kemarau," tandasnya.

Usai meninjau rumah Ibu Dalilah, Bupati melanjutkan kunjungan ke Desa Cileles untuk melihat secara langsung hasil pembangunan RTLH yang telah selesai dikerjakan. Tiga rumah yang dikunjungi tersebut milik Ibu Jakari, Ibu Amaidah, dan Ibu Asmin yang sebelumnya telah mendapat bantuan rehabilitasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Bupati Maesyal Rasyid juga melakukan dialog dengan para penerima manfaat untuk memastikan kondisi rumah yang telah dibangun benar-benar memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat

Salah seorang penerima bantuan RTLH, Ibu Jakari, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Bupati Tangerang beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang atas kepedukian dan bantuan yang telah diberikan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan seluruh jajarannya yang telah membangun rumah saya menjadi layak huni. Alhamdulillah sekarang rumah saya sudah bagus, lebih nyaman ditempati, dan saya sangat bersyukur Bapak Bupati bisa membantu rumah saya," ungkap Ibu Jakari. (Red)

Tak Lagi Cukup Blokir Situs, Komdigi Perkuat Kolaborasi Putus Aliran Dana Judi Online

Jakarta, lensafokus.id - Pemerintah mengubah strategi pemberantasan judi online dengan tidak lagi bertumpu pada pemutusan akses situs semata, tetapi menyasar seluruh mata rantai kejahatan digital yang menopang operasinya.

Pendekatan baru ini memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memutus aliran dana, menindak pelaku, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak perjudian online.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemberantasan judi online hanya akan efektif jika dilakukan secara menyeluruh.

“Pemberantasan judi online harus dilakukan menyeluruh. Tidak cukup atau tidak boleh berhenti hanya pada pemutusan akses situs, tetapi harus menyasar keseluruhan ekosistemnya,” ujar Meutya dalam OJK Banking Forum 2026 bertema Penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi Perbankan serta Peningkatan Upaya Pemberantasan Kejahatan Keuangan dan Perjudian Online di Era Digital di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurut Meutya, strategi tersebut diperkuat melalui sinergi antara Kementerian Komunikasi dan Digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, industri perbankan, dan aparat penegak hukum. Kolaborasi itu juga didukung Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang menjadi landasan penanganan judi online secara terpadu.

“Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 memperkuat sinergi antarinstansi dalam pemberantasan judi online. Penanganannya harus terintegrasi, mulai dari pemutusan akses, pemutusan aliran dana, hingga penegakan hukum,” katanya.

Meutya menekankan pemblokiran situs harus diikuti pemutusan rekening-rekening penampung yang menjadi jalur utama perputaran dana perjudian online.

“Pemutusan akses situs harus dibarengi dengan mengamputasi ‘leher’ ekosistem judi online, yaitu rekening-rekening penampung. Karena itu kolaborasi Komdigi, OJK, industri perbankan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk memutus rantai kejahatan ini,” tegasnya.

Sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, Komdigi telah menindak sekitar 3,7 juta situs dan konten bermuatan judi online. Bersama OJK, Komdigi juga melaporkan sekitar 38 ribu rekening yang diduga terkait aktivitas perjudian online, dengan sekitar 32.500 rekening telah ditutup setelah melalui proses cleansing.

Meutya mengapresiasi komitmen OJK dan industri perbankan dalam memperkuat pengawasan terhadap rekening mencurigakan serta mendorong penguatan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) agar penyalahgunaan rekening dapat dicegah sejak awal.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dari kejahatan keuangan kini menjadi tantangan utama sektor jasa keuangan.

“Tugas kita bukan hanya memastikan perbankan tetap sehat, tetapi juga melindungi masyarakat dari berbagai modus scam dan judi online yang dapat menggerus kepercayaan terhadap sistem keuangan,” ujarnya.

Friderica menambahkan transformasi digital harus diiringi penguatan tata kelola teknologi informasi, manajemen risiko, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem keuangan digital yang aman, tepercaya, dan berintegritas.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan perbankan memegang peran sentral dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.

“Peningkatan upaya pencegahan kejahatan keuangan yang memanfaatkan layanan perbankan serta penguatan tata kelola teknologi informasi menjadi hal yang strategis di era transformasi digital,” katanya.

Menurut Dian, hingga Mei 2026 OJK mencatat 2,8 juta penolakan hubungan usaha dengan calon nasabah, 51,2 ribu penutupan hubungan usaha terhadap nasabah yang terindikasi terkait judi online, serta 32.454 rekening diblokir setelah melalui proses Enhanced Due Diligence (EDD).

Meutya optimistis pendekatan yang menyasar seluruh ekosistem akan membuat pemberantasan judi online lebih efektif.

“Pemberantasan judi online hanya akan berhasil jika seluruh ekosistemnya kita putus bersama. Bukan hanya situsnya, tetapi juga aliran dananya, identitas pelakunya, serta penegakan hukumnya. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kita optimistis dapat menciptakan ruang digital Indonesia yang lebih aman dan sehat,” pungkasnya. (Red)

Page 7 of 296
Go to top