Asep

Asep

Bupati Maesyal Rasyid Terus Kawal Pemadaman TPA Jatiwaringin, Dua Helikopter BNPB Dikerahkan

Tangerang, lensafokus.id – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, kobaran api yang sempat membesar telah berangsur berkurang, meskipun masih terdapat beberapa titik api yang tersebar di bagian atas tumpukan sampah. Kamis, (2/7/26)

Untuk mempercepat proses pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan dua unit helikopter guna melakukan pemadaman dari udara (water bombing) pada area yang sulit dijangkau oleh petugas di darat.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid l terus memantau dan hadir langsung di lapangan memonitoring proses penanganan kebakaran. Bahkan, sejak awal kejadian hingga saat ini, dirinya terus melakukan koordinasi intensif dengan BNPB Pusat, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta berbagai instansi terkait lainnya.

"Alhamdulillah kondisi kebakaran mulai berangsur terkendali. Namun kami tidak ingin lengah karena masih ada beberapa titik api yang harus terus dipadamkan. Seluruh kekuatan dan sumber daya kami kerahkan agar penanganan dapat berjalan maksimal," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Selain mengerahkan seluruh armada dan personel pemadam kebakaran yang dimiliki Kabupaten Tangerang, Bupati juga bergerak cepat meminta dukungan lintas daerah. Ia telah berkomunikasi langsung dengan jajaran Pemerintah Kota Tangerang, meminta bantuan armada pemadam kebakaran tambahan untuk memperkuat personil dan armada yang ada saat ini

Tidak hanya itu, Bupati Maesyal Rasyid juga menghubungi langsung Wakil Wali Kota Tangerang guna meminta dukungan personel dan peralatan dari BPBD Kota Tangerang sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan di lokasi kebakaran.

"Penanganan kebakaran ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami bersyukur mendapat dukungan dari BNPB, Pemerintah Kota Tangerang dan seluruh unsur terkait yang bergerak bersama untuk mempercepat pemadaman," ungkapnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terus melakukan pemantauan kesehatan warga, terutama bagi masyarakat yang terdampak paparan asap akibat kebakaran.

"Tim kesehatan sudah disiagakan untuk memberikan pelayanan medis, pemeriksaan kesehatan serta langkah-langkah antisipasi guna memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga selama proses penanganan kebakaran berlangsung," imbuhnya

Bupati menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Oleh karena itu, selain fokus pada pemadaman api, pemerintah juga memastikan kebutuhan serta kesehatan warga terdampak serta kondisi kesehatannya

"Kami tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memastikan masyarakat tetap aman dan sehat. Seluruh perangkat daerah bergerak sesuai tugasnya masing-masing agar dampak kebakaran ini dapat diminimalkan," tandasnya.

Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur darat dan udara. Petugas gabungan tetap bersiaga selama 24 jam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali. (Red)

Diduga Ada Permainan Izin Dan Kordinasi Pemasangan Tiang Wifi Di Kp Babakan Tenjo Di Hentikan Warga

Bogor, lensafokus.id - Di Duga belum mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah dan tidak ada rekomendasi dari Dinas Tata Ruang dan Dinas Kominfo setempat pemasangan tiang wifi di kp babakan tenjo di henentikan warga.

Ubaidillah yang akrab di sapa kang Ubay kepada Media Kabar Daerah menyampaikan, "Kami dan rekan rekan pertanyakan surat Rekomtek dari Dinas Tata Ruang dan Dinas Kominfo Kabupaten Bogor.

Karena secara atura pihak Provider wajib mengantongi izin, mulai dari tingkat desa/kelurahan (izin dari Kepala Desa), izin lingkungan dari warga sekitar, hingga tingkat kecamatan dan Pemda/Dinas terkait. Tegas Ubay.

Di tambah ada lahan keluarga kami yang kena proyek pemasangan tiang wifi tersebut "ya kami pertanyakan bagai mana konfensasi bukan hanya untuk keluarga saya begitu juga dengan warga lainya.

Dengar info sih uang konfensasi sudah di turunkan kepada seseorang, namun sampai saat ini kami belum menerima dan negoisasi berapanya, makanya proyek pemasangan yang di bantu Karang Taruna untuk sementara waktu kami Stof. Jelas Ubay.

Lebih lanjut ia menyampaikan,
"Padahal ada aturan pemasangan tiang wifi di perkampungan yang ada di desa yaitu ..

Pemasangan tiang WiFi atau internet di perkampungan desa wajib mematuhi UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Hal tersebut mencakup izin resmi dari pemerintah daerah (Pemda) setempat, persetujuan warga atau pemilik lahan terdampak, serta mematuhi jarak aman dari kabel atau fasilitas umum lainnya.

Aturan dan prosedur pemasangan tiang di Desa, Aturan spesifik biasanya tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati/Walikota setempat.

Berikut adalah pedoman utama yang berlaku: Perizinan Berjenjang: Provider wajib mengantongi izin, mulai dari tingkat desa/kelurahan (izin dari Kepala Desa), izin lingkungan dari warga sekitar, hingga tingkat kecamatan dan Pemda/Dinas terkait.

Kesepakatan Warga (Surat Izin): Warga memiliki hak untuk menolak atau menyetujui jika tiang atau bentangan kabel akan melintasi dan dipasang di depan rumah atau pekarangan mereka.

Spesifikasi Tiang: Tiang yang dipasang di ruang publik harus menggunakan bahan yang kokoh (biasanya tiang besi atau beton), memiliki tinggi ideal (standar berkisar antara 7 hingga 11 meter), dan tidak mengganggu estetika maupun saluran air.


Jarak Aman: Pemasangan tiang harus mempertimbangkan keselamatan, seperti jarak aman dari kabel jaringan listrik (PLN) minimal 3 meter untuk mencegah korsleting dan kecelakaan.

Jarak antar tiang juga diatur secara teknis, biasanya maksimal berjarak 50 meter antar tiang agar kabel tidak kendur dan membahayakan pengguna jalan.

Jika ingin berlanjut mereka harus tempuh dulu aturannya jangan warga di jadikan objek (Bisnis) untuk mencari keuntungan semata, harusnya mengedepankan musyawarah jangan mengambil keputusan sepihak, demi menjaga kerukunan dan ketentraman lingkungan. Tutup Ubay. (Tim)

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Tangerang Jalin Kolaborasi Internasional dengan Kota Gwangmyeong Korea Selatan

TANGERANG, lensafokus.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menerima kunjungan delegasi Dinas Pendidikan Kota Gwangmyeong, Korea Selatan, bersama Yayasan Dirgantara di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, Sekda Soma menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi. Ia menilai kunjungan ini sebagai sebuah kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi. Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami dapat menerima kunjungan Bapak dan Ibu sekalian di Kabupaten Tangerang," ujar Sekda Soma.

Ia berharap kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun komunikasi yang lebih erat di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Menurutnya, di tengah perkembangan dunia yang begitu cepat, pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Tantangan generasi muda saat ini menuntut daerah tidak hanya mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif terhadap teknologi, mampu berpikir global, namun tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan jati diri bangsa.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai upaya, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penyediaan sarana prasarana, penguatan literasi dan numerasi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran," jelasnya.

Lebih lanjut, Sekda Soma menyadari bahwa membangun pendidikan berkualitas juga memerlukan sinergi dan kolaborasi global. Oleh karena itu, ia menyambut baik kunjungan ini sebagai ruang produktif untuk berbagi wawasan mengenai inovasi pembelajaran berbasis teknologi serta pengembangan profesionalisme tenaga pendidik.

Ia pun berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kolaborasi nyata, seperti pertukaran pengalaman pendidikan, pembelajaran kolaboratif antar sekolah, pengembangan kapasitas guru, hingga pertukaran budaya yang dapat mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Republik Korea.

"Kami percaya pendidikan juga menjadi sarana menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, dan kepedulian bagi warga dunia. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Dirghantara yang telah memfasilitasi pertemuan berharga ini," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kantor Dukungan Pendidikan Gwangmyeong, Mun Sang-myon, menuturkan bahwa Kepala Kantor Pendidikan Gwangmyeong memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap kunjungan ini. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya kepada Sekda Soma Atmaja yang mewakili Bupati Tangerang, serta jajaran pejabat terkait.

Apresiasi senada juga disampaikan kepada Yayasan Dirghantara serta Kepala Sekolah SMK Penerbangan Dirgantara, beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan penuh. Secara khusus, delegasi merasa terkesan atas penyambutan dari para siswa sejak pagi hari.

"Sambutan luar biasa dari para siswa memberikan kesan hangat dan mendalam bagi kami. Merupakan kehormatan besar dapat bertemu dengan para tokoh dan insan pendidikan yang luar biasa dalam kesempatan ini," ungkap perwakilan delegasi tersebut.

Lebih lanjut, Kantor Dukungan Pendidikan Gwangmyeong menegaskan komitmennya dalam mendorong siswa untuk memperluas wawasan ke tingkat global dan tumbuh sebagai generasi unggul yang berdaya saing internasional melalui penguatan kerja sama.

"Pertemuan hari ini diharapkan menjadi langkah awal berharga dalam membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda kedua negara. Meski saat ini para siswa sedang memasuki masa liburan sehingga belum dapat bertemu langsung, kami sangat bersyukur dapat meninjau lingkungan pendidikan yang unggul di sini serta berdiskusi secara mendalam mengenai peluang kerja sama," tambahnya.

Pihaknya berharap kerja sama dan pertukaran pendidikan antara Gwangmyeong dengan Provinsi Banten, khususnya wilayah Kabupaten Tangerang, dapat terus berkembang lebih aktif di masa mendatang serta berkontribusi nyata pada pembangunan pendidikan yang berkelanjutan bagi kedua negara. (Red)

Bank Kerta Tangerang Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Bagi Pelajar di Kabupaten Tangerang

TANGERANG, lensafokus.id – Dalam upaya memperluas akses dan edukasi keuangan bagi generasi muda, khususnya bagi siswa tingkat TK, SD dan SMP, PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) atau Bank Kerta Tangerang menggelar kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan pada tanggal 27 juni 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banten, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kab.Tangerang dan Dinas Pendidikan Kab.Tangerang. Kegiatan yg dihadiri oleh 25 kepala sekolah SD, 79 wali kelas dan 22 bendahara sekolah ini mengusung tema "Menciptakan Budaya Menabung Sejak Dini Melalui Tabungan Siwajar".

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs.H.Syaifullah,MM., memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Ia menilai bahwa inisiatif BUMD ini sangat selaras dengan visi pemerintah daerah dalam menyukseskan Gerakan Gemar Menabung dan program Satu Rekening Satu Pelajar ( KEJAR) di lingkungan anak sekolah mulai dr TK, SD dan SMP.

"Pembekalan edukasi keuangan sejak dini adalah pondasi krusial untuk menciptakan generasi penerus yang mandiri secara finansial. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, BUMD, dan pihak sekolah ini harus terus kita perkuat untuk memberikan dampak yang berkelanjutan," ujar Syaifullah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Operasional Bank Kerta Tangerang, Abdul Ghani, memaparkan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sesuai amanat Peraturan OJK No.3/2019. Ia juga menyampaikan pertumbuhan penghimpunan Tabungan Anak Sekolah melalui produk Tabungan Simpanan Wajib Belajar (SiWajar).

"Realisasi pencapaian Tabungan Siwajar pada periode Mei 2026 mencapai Rp23.4 milyar atau meningkat 44,23% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya," ungkap Abdul Ghani. Dengan Jumlah sekolah yg telah bekerja sama dengan Bank Kerta mencapai 619 sekolah mulai dari TK, SD dan SMP.

Ia berharap Keberhasilan akselerasi program Tabungan Siwajar tersebut tentu tidak terlepas dari dukungan penuh dan peran aktif berbagai pihak di lapangan. Kami berharap di tahun ajaran berikutnya semakin banyak lagi anak2 sekolah TK, SD dan SMP di wilayah Kab Tangerang membuka tabungan dan rutin menabung di Bank Kerta Tangerang. (Red)

Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Wabup Intan Apresiasi Sinergisitas dan Aksi Polisi Cilik

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Raden Arya Yudha Negara, Tigaraksa, Rabu (01/07/26).

Seusai upacara, Wakil Bupati Tangerang menyaksikan langsung parade defile dari para peserta upacara yang menunjukkan kesiapan dan kedisiplinan personel gabungan. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur, serta dimeriahkan oleh penampilan memukau dari Polisi Cilik (Pocil) binaan Polres Kota Tangerang.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Usia 80 tahun merupakan bukti kematangan eksistensi Polri dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Kami sangat mengapresiasi sinergitas yang luar biasa antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah yang selama ini menjadi pilar utama dalam menjaga kondusifitas wilayah, sehingga pembangunan di Kabupaten Tangerang dapat berjalan dengan aman dan lancar," ujar Wabup Intan.

Terkait penampilan defile pasukannya, Wabup Intan juga mengaku kagum dengan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh seluruh peserta upacara. Ia berharap momentum ini semakin memperkuat soliditas antarinstansi.

"Melihat parade defile tadi, kita bisa merasakan energi positif dan kesiapsiagaan yang luar biasa dari para personel. Kedisiplinan dan kekompakan ini harus terus dipertahankan. Polri tidak bisa bekerja sendiri, dan kami di jajaran Pemkab Tangerang berkomitmen penuh untuk selalu mendukung langkah-langkah Polri dalam memberikan pelayanan terbaik, mengayomi, serta melindungi seluruh warga Tangerang," lanjutnya.

Di akhir acara, suasana semakin meriah saat barisan Polisi Cilik unjuk gigi dengan gerakan baris-berbaris yang kompak dan penuh semangat. Wabup Intan menilai, pembinaan karakter sejak dini seperti ini sangat penting untuk masa depan generasi muda.

"Penampilan Polisi Cilik tadi sangat luar biasa dan menginspirasi. Ini bukan sekadar tontonan, tetapi merupakan bentuk nyata pembentukan karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air sejak usia dini. Kita berharap anak-anak ini kelak menjadi generasi penerus bangsa yang taat hukum, berkepribadian kuat, dan mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Tangerang di masa depan," pungkas Wabup Intan.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus ditingkatkan demi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Tangerang. (Red)

Bupati Maesyal Pastikan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Terlayani Maksimal

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung menemui warga yang terdampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Rabu dini hari, (1/7/26)

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid berdialog langsung dengan warga yang sementara dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi, mulai dari makanan, air bersih, layanan kesehatan hingga tempat istirahat yang layak.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pak lurah, pak camat, RT/RW, Kapolsek, Danramil dan seluruh pihak yang bergerak cepat membantu memfasilitasi warga kita yang terdampak. Ada sekitar 30 kepala keluarga yang terdampak asap akibat kebakaran TPA Jatiwaringin. Karena asap terbawa angin ke wilayah permukiman, warga langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah bersama unsur Forkopimcam dan pemerintah desa untuk menjamin dan memastikan keselamatan warga terdampak. Para warga saat ini sementara ditempatkan di lokasi yang bebas dari paparan asap hingga kondisi di sekitar TPA benar-benar aman.

"Tadi saya sudah bertanya langsung kepada warga, Alhamdulillah semuanya dalam kondisi sehat. Kebutuhan makan dan minum sudah tersedia sejak sore hari. Obat-obatan juga sudah disiapkan dan ada dua dokter beserta perawat yang berjaga hingga pagi untuk memantau kondisi kesehatan warga," ungkapnya.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan tambahan seperti kasur, alas tidur, vitamin, serta ambulans siaga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan medis lebih lanjut.

"Air bersih sudah tersedia, alas tidur sudah ada, dan kasur sedang dalam perjalanan dari pemerintah daerah. Kami juga menyiapkan ambulans untuk mengantisipasi jika ada warga yang membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut. Seluruh kondisi warga terus kami kontrol dan pantau," jelasnya.

Ia meminta warga tetap berada di lokasi pengungsian sementara sampai proses penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin selesai dan tidak lagi menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

"Saya minta sebelum kondisi TPA benar-benar teratasi dan masih ada asap, warga tetap berada di sini dulu. Makan, minum, vitamin dan pelayanan kesehatan semuanya kami siapkan," tegasnya. (Red)

Bupati Maesyal Pimpin Langsung Penanganan Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin dan Evakuasi Warga

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Selasa malam (30/6/26).

Dalam kunjungannya, Bupati memastikan seluruh perangkat daerah terkait bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat sekitar.

Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa kebakaran bermula dari munculnya titik api kecil yang diduga dipicu kondisi cuaca kemarau dan gas metana dari timbunan sampah. Namun, kuatnya embusan angin menyebabkan api dengan cepat meluas ke sejumlah area lain di dalam kawasan TPA yang memiliki luas sekitar 33 hektare.

"Kami menerima laporan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan terkait adanya titik api di TPA Jatiwaringin. Awalnya api masih kecil, namun karena angin bertiup cukup kencang, api kemudian menyebar ke area lain yang memiliki timbunan sampah," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, upaya pemadaman telah dilakukan sejak awal kejadian oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta tim pemadam kebakaran. Namun terdapat sejumlah titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam akibat akses jalan yang terbatas.

"Kami sekarang sedang berupaya membuka akses menuju titik-titik api dengan membongkar timbunan sampah menggunakan alat berat. Tujuannya agar kendaraan pemadam dan alat berat dapat lebih dekat ke lokasi sehingga proses penyiraman bisa dilakukan secara maksimal," jelasnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bahkan, Direktur Jenderal BNPB telah meninjau lokasi dan direncanakan akan dilakukan operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter untuk menjangkau area yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.

"Alhamdulillah tadi juga sudah hadir dari BNPB dan besok direncanakan dilakukan penyiraman dari udara menggunakan helikopter. Langkah ini dilakukan karena masih ada beberapa lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam maupun alat berat," ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum kejadian kebakaran, DLHK bersama BPBD sebenarnya telah melakukan langkah antisipatif berupa penyiraman di sejumlah titik sejak memasuki musim kemarau. Namun karena luasnya area TPA dan adanya lokasi yang belum dapat dijangkau sehingga memunculkan potensi keluarnya gas metana yang memicu kebakaran.

Selain fokus pada pemadaman api, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak asap kebakaran. Bersama unsur kecamatan, TNI, Polri dan pemerintah desa, warga yang terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

"Pak Camat, Kapolsek, Danramil dan para kepala desa sudah bergerak mengungsikan warga yang terdampak asap. Ada yang ditempatkan di kantor desa dan ada juga yang ditampung di masjid agar masyarakat tetap aman dan nyaman," imbuhnya.

Dia juga menambahkan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat telah disiagakan sejak dini hari untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak. Jumlah tenaga kesehatan juga akan ditambah guna melakukan pelayanan langsung ke lingkungan RT dan RW yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Untuk mendukung proses pemadaman, Pemkab Tangerang turut mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk pasokan air bersih dari Perumdam TKR yang digunakan sebagai sumber air bagi armada pemadam kebakaran.

"Kami memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk bantuan pasokan air dari Perumdam TKR untuk mendukung proses pemadaman. Kami akan terus berupaya hingga api benar-benar dapat dipadamkan," tegasnya.

Terkait status penanganan bencana, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan penetapan status darurat mengingat dampak kebakaran yang tidak hanya mengancam lingkungan tetapi juga kesehatan masyarakat.

"Insya Allah malam ini sedang dikonsepkan bersama BPBD dan DLHK untuk menetapkan kondisi ini sebagai status darurat karena menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat serta risiko meluasnya kebakaran," ujarnya.

Di sisi lain, Bupati memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan normal. Volume sampah yang masuk ke TPA Jatiwaringin saat ini masih berada pada kisaran normal, yakni sekitar 1.200 ton per hari. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan skema pengaturan area pembuangan agar pelayanan persampahan tetap berjalan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Lanjut dia, kejadian kebakaran tersebut menjadi pengingat pentingnya percepatan implementasi Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pemkab Tangerang akan melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

"Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan percepatan terhadap program pengolahan sampah menjadi energi listrik. Kejadian ini menjadi salah satu alasan penting agar penanganan sampah dapat dilakukan dengan teknologi yang lebih baik di masa depan," pungkasnya. (Red)

Perkuat Akurasi Data Keluarga, DP3AP2KB Kota Tangerang Bekali 104 Kader PPKBD Gunakan Aplikasi SIGA

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Sosialisasi Pendataan Keluarga (Updating Keluarga) di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Kegiatan ini diikuti 104 Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa/Kelurahan (PPKBD) dari 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Para kader dibekali pemahaman penggunaan aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) sebagai bekal pelaksanaan pendataan keluarga di lapangan.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengatakan, pendataan keluarga yang akurat menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran.

"Melalui sosialisasi ini, kami memperkuat kapasitas kader agar proses verifikasi dan validasi data keluarga berjalan optimal sehingga menghasilkan data yang akurat dan mutakhir," ujarnya.

Selanjutnya, para kader akan melakukan pendataan, verifikasi dan validasi data keluarga di wilayah masing-masing. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program di bidang kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di Kota Tangerang.

”DP3AP2KB Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung proses pendataan keluarga dengan memberikan informasi yang benar kepada para kader saat pelaksanaan verifikasi dan validasi di lapangan,” ajak Tihar.

Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat menghasilkan data keluarga yang akurat sebagai fondasi dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas di Kota Tangerang. (Red)

Bupati Tangerang Berikan Motivasi Atlet dan Pelatih Jelang Porprov Banten VII 2026

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara simbolis Penandatanganan Kesepakatan Kerja Atlet dan Pelatih Kontingen Kabupaten Tangerang serta memberikan motivasi kepada para atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung KONI Kabupaten Tangerang, Kecamatan Panongan, Selasa (30/6/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan perhatian penuh terhadap pembinaan olahraga dan siap mendukung seluruh kebutuhan atlet dalam menghadapi ajang Porprov Banten VII yang akan diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan.

"Kita akan menghadapi Porprov Banten VII di Tangerang Selatan. Saya berharap seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang turut mendoakan agar kontingen kita dapat meraih hasil terbaik dan menjadi juara umum," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurutnya, keberhasilan meraih prestasi tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh kedisiplinan, kerja keras, serta mental juara yang harus terus dikuatkan selama masa-masa persiapan. Untuk itu, dia berpesan kepada seluruh kontingen untik persiapkan diri dengan sungguh-sungguh, dan berjuang dengan penuh semangat untuk mengharumkan nama Kabupaten Tangerang

"Saya minta seluruh atlet tetap fokus berlatih, menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, dan memiliki tekad kuat untuk menang. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus memberikan dukungan kepada atlet dan pelatih yang berjuang membawa nama daerah di tingkat provinsi," katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Tangerang, Eka Wibayu, menyampaikan bahwa persiapan kontingen Kabupaten Tangerang menuju Porprov Banten VII Tahun 2026, mulai dari proses pembinaan maupun pengikatan atlet telah dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun 2023.

"Kami memulai program ini sejak tahun 2023 dengan melakukan pengikatan terhadap atlet-atlet berprestasi pada Porprov Banten VI Tahun 2022 di Kota Tangerang. Pada tahap awal sebanyak 217 atlet dan pelatih telah diikat, kemudian pada tahun 2025 bertambah sebanyak 106 atlet dan pelatih. Insya Allah pada kesempatan ini sekitar 600 hingga 700 atlet akan menjadi bagian dari Kontingen Kabupaten Tangerang pada Porprov Banten VII Tahun 2026," jelas Eka.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tangerang atas perhatian dan dukungan penuh yang diberikan terhadap pembinaan olahraga di Kabupaten Tangerang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap pembinaan olahraga. Dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi besar bagi para atlet dan pelatih untuk terus berprestasi. Mari kita buktikan bahwa Kabupaten Tangerang mampu meraih prestasi terbaik pada Porprov Banten VII Tahun 2026," ujarnya.

Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus KONI Kabupaten Tangerang, para pengurus cabang olahraga, pelatih, serta ratusan atlet yang akan memperkuat Kontingen Kabupaten Tangerang pada ajang Porprov Banten VII Tahun 2026.

Momentum penandatanganan kesepakatan kerja tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan target prestasi dan mengantarkan Kabupaten Tangerang menuju juara umum Porprov Banten VII Tahun 2026. (Red)

Wujudkan Tertib Administrasi, Diskan Musnahkan 360 Arsip Inaktif

Tangerang, lensafokus.id - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tangerang melakukan pemusnahan terhadap ratusan arsip inaktif guna mewujudkan tertib administrasi kearsipan di lingkungan pemerintahan. Kegiatan pemusnahan arsip tersebut dilaksanakan secara resmi di Ruang Rapat Bandeng Dinas Perikanan pada hari Selasa (30/06/2026).

Kepala Diskan, Rudi Hartono, menjelaskan bahwa ada sebanyak 360 dokumen arsip yang dimusnahkan pada kesempatan tersebut. Seluruh dokumen arsip inaktif yang dimusnahkan ini merupakan arsip yang telah habis masa retensinya, sudah tidak bernilai guna dan berketerangan musnah berdasarkan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 69 Tahun 2016 tentang Jadwal Retensi Arsip (JRA).

"Adapun arsip yang dimusnahkan tersebut merupakan tumpukan dokumen yang berasal dari empat bidang di lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang. Keempat bidang tersebut meliputi Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya, Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap, Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, serta Sub Bagian Umum dan Kepegawaian," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa langkah penyusutan ini penting dilakukan demi mencegah terjadinya penyalahgunaan arsip oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kami berharap semoga dengan pemusnahan arsip ini, arsip-arsip yang akan kita kelola ke depannya bisa lebih terkelola dengan baik dan memberikan transparansi," ujar Rudi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, Dicky Burhanuddin, turut memberikan apresiasi atas langkah tertib arsip yang diinisiasi oleh Dinas Perikanan tersebut. Kehadirannya dalam acara tersebut juga ditujukan untuk memfasilitasi kelancaran acara sekaligus memberikan pembinaan kearsipan bagi instansi terkait.

"Penyusutan melalui pemusnahan arsip sangat krusial, mengingat penumpukan dokumen kerap menyebabkan OPD kehabisan kapasitas ruang penyimpanan. Pemusnahan dokumen yang tidak lagi memiliki nilai guna ini akan membuat arsip dinas menjadi semakin ringkas dan tata kelolanya lebih bermanfaat," ucap Dicky.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kualitas manajemen kearsipan di Kabupaten Tangerang terus didorong agar menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Ia menyebutkan, pada pencapaian tahun 2025 lalu, penyelenggaraan kearsipan Pemerintah Kabupaten Tangerang berhasil meraih peringkat pertama di tingkat Provinsi Banten dan menempati urutan ke-55 di tingkat nasional.

"Mudah-mudahan dengan penyelenggaraan kearsipan di setiap OPD ini dapat terus meningkatkan penyelenggaraan administrasi kearsipan di berbagai kalangan," tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mengajak seluruh jajaran perangkat daerah untuk terus melakukan penyelenggaraan kearsipan secara baik dan benar. Komitmen dan sinergi dari seluruh pihak sangat diharapkan agar tercipta sistem administrasi pemerintahan yang semakin tertib, efisien, serta transparan, guna mendukung pelayanan publik yang optimal di masa mendatang. (Red)

Page 11 of 296
Go to top