KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan kondisi cuaca yang lebih panas dan kering membuat sejumlah material, seperti rumput, semak, hingga tumpukan sampah, menjadi lebih mudah terbakar.
Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya kejadian kebakaran di sejumlah titik di Kota Tangerang dalam beberapa waktu terakhir.
Mahdiar meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama membakar sampah maupun lahan secara sembarangan.
Berdasarkan informasi BMKG melalui Surat PDCI BBMKG Wilayah II Nomor e.B/KL.00.02/020/KBB2/VII/2026, seluruh wilayah Provinsi Banten telah memasuki musim kemarau. Sementara di Kota Tangerang, sejumlah wilayah telah masuk kategori kewaspadaan kekeringan meteorologis.
“Wilayah yang berstatus Waspada Kekeringan Meteorologis meliputi Kecamatan Benda, Cipondoh, Pinang dan Tangerang. Sementara Kecamatan Batuceper berada dalam status Awas Kekeringan Meteorologis,” jelas Mahdiar, Selasa (15/9/2026).
Ia mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah ataupun lahan, khususnya ketika kondisi lingkungan sedang kering. Masyarakat juga diminta membersihkan rumput dan semak kering di sekitar rumah agar tidak menjadi material yang mudah terbakar ketika terkena sumber api.
“Selain itu, masyarakat diminta memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga seperti kompor dalam kondisi aman. Penggunaan listrik secara berlebihan serta kelalaian dalam penggunaan sumber api perlu dihindari untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman,” katanya.
Mahdiar juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap, maupun kondisi lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pelaporan secara cepat dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan.
Untuk kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 yang bebas pulsa atau Hotline BPBD Kota Tangerang di 021-5582144. (Sumarna)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DisindagkopUKM) kembali menghadirkan program strategis bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sektor pangan, yakni Sosialisasi Izin Edar Batch II.
Program ini menjadi jawaban bagi para pelaku usaha kuliner di Kota Tangerang yang ingin membawa produknya naik kelas dan lebih berdaya saing di pasaran.
Kepala DisindagkopUKM Kota Tangerang Suli Rosadi menerangkan, pemahaman mengenai kepemilikan izin edar sangat penting bagi keberlanjutan bisnis usaha pangan olahan. Izin edar bukan sekadar pemenuhan aturan, melainkan kunci utama untuk menjamin kualitas produk di mata konsumen.
"Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya izin edar. Dengan legatitas yang jelas, produk IKM/UMKM Kota Tangerang akan semakin siap berkembang, memperluas jangkauan pasar, dan yang paling penting, meningkatkan kepercayaan konsumen," ujar Suli.
Ia menambahkan, Pemkot Tangerang terus berkomitmen mendampingi para pelaku usaha lokal agar mampu bersaing secara sehat di tengah pertumbuhan industri pangan yang makin kompetitif.
"Mengingat kuota peserta terbatas, kami mengimbau pelaku usaha pangan di Kota Tangerang untuk segera mendaftar. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk hati-hati terhadap segala bentuk penipuan, karena seluruh proses ini gratis," tegasnya.
Bagi pelaku IKM dan UMKM pangan yang berminat, pendaftaran dilakukan secara online melalui link bit.ly/sosialisasi-izin-edar2026. Jangan sampai terlewat karena kuota terbatas. Informasi selengkapnya bisa dilihat dengan mengikuti akun Instagram resmi @indagkopukm_tangerangkota.
Untuk pelaku usaha pangan yang ingin berpartisipasi, Dinas IndagkopUKM menetapkan beberapa syarat utama, di antaranya:
1. Memiliki KTP berdomisili Kota Tangerang.
2. Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) Berbasis Risiko.
3. Bergerak di bidang KBLI 10 (Industri Pengolahan Makanan) dan/atau KBLI 11 (Industri Minuman).
4. Peserta yang memenuhi persyaratan akan dihubungi langsung oleh admin penyelenggara.
(Red)
Tangerang, lensatokus.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 PMI yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi Pelayanan JEK-DON (Ojek Donor) Terintegrasi. Acara tersebut diselenggarakan di Aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang, Selasa (15/09/2026).
Peringatan HUT Ke-81 ini menjadi momentum penting bagi PMI Kabupaten Tangerang untuk terus merefleksikan dan meningkatkan peran aktifnya dalam bidang kemanusiaan. Kehadiran inovasi JEK-DON Terintegrasi pada perayaan tahun ini menegaskan komitmen PMI dalam memberikan pelayanan ketersediaan darah yang semakin optimal kepada masyarakat.
Terobosan inovatif yang diinisiasi oleh PMI Kabupaten Tangerang ini tidak hanya menjadi capaian membanggakan di tingkat daerah, melainkan turut mendapat sorotan positif dan apresiasi tinggi dari jajaran pengurus pusat. Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah PMI Pusat, Linda Lukitasari Waseso, yang hadir secara langsung, menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam atas langkah progresif yang diwujudkan jajaran pengurus PMI Kabupaten Tangerang.
"Kami dari PMI Pusat sangat mengapresiasi dan menyambut baik peluncuran JEK-DON Terintegrasi ini. Inovasi yang dilahirkan oleh PMI Kabupaten Tangerang membuktikan komitmen kemanusiaan yang sangat kuat dalam mempermudah akses layanan darah. Harapan kami, sistem terintegrasi ini dapat menjadi percontohan atau role model bagi UDD PMI di daerah lain di Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, dalam sambutannya memaparkan secara langsung pencapaian serta inovasi kepalangmerahan di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa JEK-DON (Ojek Donor) merupakan layanan pengantaran darah terintegrasi untuk mempercepat penanganan medis.
"Hari ini kita menyelenggarakan acara dalam rangka menyongsong HUT Ke-81 PMI, sekaligus launching pelayanan JEK-DON atau Ojek Donor, yaitu pelayanan pengantaran darah ke rumah sakit atau klinik terdekat dari kantor PMI. Perayaan ini kita selenggarakan dengan sederhana namun penuh khidmat, untuk melihat bagaimana pelayanan donor darah di PMI Kabupaten Tangerang semakin berkembang," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan lompatan pencapaian yang berhasil diwujudkan oleh UDD PMI Kabupaten Tangerang dalam memenuhi kebutuhan kantong darah masyarakat, yang bermula dari digitalisasi sistem sejak delapan tahun silam.
"Bermula dari sekitar 8 tahun yang lalu, kita membangun sebuah aplikasi Sistem Donor Darah Indonesia atau SiDoni. Jika dulu kita baru bisa menghasilkan sekitar 2.000 kantong darah, hari ini alhamdulillah sekitar 7.500 kantong darah setiap bulannya bisa kita hasilkan dan distribusikan ke 95 rumah sakit serta klinik yang tersebar di wilayah Tangerang Raya," paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkab Tangerang akan senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang dijalankan. Ia juga menaruh harapan besar agar PMI terus konsisten memegang teguh amanah kemanusiaan dan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan Selamat HUT Ke-81 untuk PMI. Harapan kami ke depan, PMI Kabupaten Tangerang tetap penuh amanah mendistribusikan darah bagi yang membutuhkan, mengingat darah belum bisa diproduksi di pabrik dan harus dikelola secara bijak dari tubuh kita sendiri," tutupnya. (Red)
Tigaraksa, lensafokus.id – Sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat, Kapolsek Tigaraksa AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. menghadiri kegiatan Serah Terima Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) KPS Tigaraksa Kabupaten Tangerang Tahun 2026, yang dilaksanakan pada hari Senin, 14 September 2026, bertempat di Kp. Bendungan RT 02/02, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tigaraksa AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. bersama unsur Forkopimcam Tigaraksa, Pemerintah Desa Cileles, KPS Tigaraksa, TNI-Polri serta masyarakat turut menyaksikan proses serah terima bantuan RTLH kepada 35 warga penerima manfaat.
Hadir dalam kegiatan tersebut H. Cucu Abdurrosied, S.H., S.IP., M.Si. selaku Camat Tigaraksa, AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. selaku Kapolsek Tigaraksa, Bpk. Amanta selaku Kepala Desa Cileles, Bpk. Mad Yunus selaku Ketua KPS Tigaraksa, Bpk. Iyan selaku Ketua BPD Cileles, serta 35 warga penerima RTLH.
Turut hadir Aipda Bayu selaku Bhabinkamtibmas Desa Cileles dan Sertu Ubay selaku Babinsa Desa Cileles.
Kegiatan serah terima RTLH tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang sebelumnya menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni. Dengan adanya program tersebut, diharapkan warga penerima manfaat dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, nyaman dan sehat.
Kapolsek Tigaraksa AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. menyampaikan bahwa Polri mendukung setiap kegiatan positif yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga bantuan RTLH yang diterima oleh 35 warga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kenyamanan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolsek Tigaraksa.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, KPS Tigaraksa dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, nyaman dan sejahtera.
Selama kegiatan berlangsung, Serah Terima RTLH KPS Tigaraksa Kabupaten Tangerang Tahun 2026 berjalan dengan aman, tertib dan lancar. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang terus memperkuat upaya penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan calon pengantin (catin) sebagai bagian dari pembangunan keluarga yang berkualitas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasar Kemis, Selasa (15/09/26)
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari DPPKB Kabupaten Tangerang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Sebanyak 30 calon pengantin mengikuti kegiatan yang memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek kehidupan berkeluarga, mulai dari kesiapan mental dan emosional, komunikasi dalam rumah tangga, perencanaan kehidupan keluarga, hingga pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan setelah pernikahan.
Nia Kurnia pemateri dari DPPKB Kabupaten Tangerang menyampaikan, bahwa kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan kesiapan administrasi maupun pelaksanaan akad, namun juga menyangkut kesiapan pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, calon pengantin perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup agar mampu membangun keluarga yang harmonis, man+diri, sehat, serta memiliki perencanaan yang baik.
“ Calon pengantin perlu memahami bagaimana membangun komunikasi yang sehat, merencanakan kehidupan keluarga, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri menjadi orang tua yang bertanggung jawab,”ujar Nia Kurnia.
Selain itu Nia Kurnia, juga memberikan pemahaman kepada para calon pengantin mengenai pentingnya pencegahan stunting yang harus dimulai sejak sebelum pernikahan. Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab ketika anak sudah lahir, tetapi perlu dipersiapkan sejak pasangan merencanakan kehidupan berkeluarga. Kesiapan kesehatan calon ibu dan calon ayah, pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta perencanaan kehamilan menjadi bagian penting dalam upaya melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Calon pengantin perlu memahami bahwa kesehatan dan kecukupan gizi pasangan akan menjadi bagian dari kesiapan membangun keluarga dan mempersiapkan generasi berikutnya,” ujar Nia Kurnia.
Dikesempatan yang sama Yoga salah seorang calon pengantin yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai kehidupan berkeluarga. Menurutnya, bimbingan perkawinan memberikan gambaran bahwa membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi, termasuk komunikasi, kesehatan, pengelolaan kehidupan keluarga, serta kesiapan menjadi orang tua.
“Bimbingan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai calon pengantin. Banyak hal yang sebelumnya belum kami pahami menjadi lebih jelas, sehingga kami merasa lebih siap untuk menjalani kehidupan setelah menikah,”tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPPKB Kabupaten Tangerang bersama KUA dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan calon pengantin. Pembekalan sejak sebelum pernikahan diharapkan mampu melahirkan keluarga yang sehat, harmonis, tangguh, dan berkualitas sebagai fondasi penting dalam mewujudkan generasi Kabupaten Tangerang yang unggul di masa mendatang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi di daerah. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, hadir secara langsung memantau pelaksanaan program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang Triwulan III Tahun 2026 yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Panongan, Selasa (15/9/2026).
Bupati Maesyal Rasyid, mengatakan Warteksi merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Melihat tingginya animo masyarakat bahkan memunculkan permohonan agar frekuensi dapat ditambah dan jenis kebutuhan pokok yang dijual lebih bervariasi
“Alhamdulillah, kami bersama dengan Pak Asisten II, bersama dengan Bapak Kepala Dinas dan Staf Ahli, juga dengan Pak Camatnya, bahkan lurahnya juga hadir, untuk melaksanakan program tahunan, yaitu Warteksi atau Warung Tekan Inflasi tahun 2026. Kita laksanakan program ini setahun empat kali, dan tadi ada keinginan dari masyarakat supaya ditambah porsinya,” ujar Bupati Maesyal.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Delapan komoditas yang tersedia pada Warteksi Triwulan III tersebut meliputi:
Beras premium 2 kilogram: Rp7.000
Gula pasir: Rp12.000
Minyak goreng: Rp13.500
Bawang merah: Rp20.000
Bawang putih: Rp20.000
Cabai merah keriting: Rp25.000
Cabai rawit merah: Rp50.000
Cabai rawit hijau: Rp30.000
Bupati Maesyal menjelaskan, selisih harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Beras premium 2 kilo yang harusnya dibeli masyarakat di pasaran Rp30.200, di sini hanya Rp7.000. Alhamdulillah, dengan program Warteksi ini bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, delapan komoditas tersebut tersedia dengan stok yang mencukupi dan merupakan kebutuhan yang banyak diminati masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan mengupayakan penambahan variasi komoditas, seperti telur dan ayam potong, sesuai dengan aspirasi warga serta kemampuan keuangan daerah.
“Nanti kita usahakan di Triwulan IV bisa lebih bervariasi jenis kebutuhan pokok yang dijual oleh Warteksi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan sampai akhir tahun dan tahun berikutnya kita usahakan bisa bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan pelaksanaan Warteksi Triwulan III Tahun 2026 digelar di dua lokasi, yakni Kecamatan Panongan dan Gerai Tangerang Gemilang. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi karena subsidi yang diberikan Pemerintah Daerah membuat harga delapan komoditas tersebut jauh lebih terjangkau.
“Antusias warga luar biasa. Masing-masing harga ini subsidi dari pemerintah daerah bervariasi, tapi cukup besar. Seperti beras premium cukup dibayar Rp3.500 perkilo, kami jual di sini 2 kilo, jadi cukup dibayar masyarakat Rp7.000 saja,” ujar Resmiyati.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga inflasi dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, Warteksi juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat melalui ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.
“Harapannya adalah yang pertama terjadi kestabilan harga. Kita tujuannya adalah menjaga inflasi, jadi kita harapkan dengan kegiatan ini harga tetap stabil dan terjangkau, serta daya beli masyarakat meningkat. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok delapan komoditi ini dengan harga murah,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Wirausaha Baru (WUB). Sebanyak 12 kelompok wirausaha yang terdiri dari 48 penerima manfaat dari tiga kecamatan menerima bantuan peralatan usaha dari Pemkab Tangerang, Selasa (15/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa bantuan peralatan usaha yang diberikan pemerintah bukan sekadar bantuan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Bantuan peralatan usaha ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan semata, melainkan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi. Saya berharap peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat, dan dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas usaha secara berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia berpesan kepada para wirausahawan baru penerima manfaat agar terus meningkatkan keterampilan dan melakukan inovasi agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Pelaku usaha barista didorong untuk mengolah kopi berkualitas dan menghadirkan produk yang mampu bersaing. Sementara pelaku usaha las listrik diingatkan untuk mengutamakan keselamatan kerja serta menjaga kualitas layanan, sedangkan kelompok usaha penjahit alas kaki diharapkan terus berkreasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya.
“Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki usaha dan penghasilan yang mandiri, perekonomian daerah kita akan semakin kuat. Ini sejalan dengan komitmen Pemkab Tangerang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.
Lanjut dia, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kemauan penerima manfaaat untuk terus mengembangkan keterampilan, menjaga kualitas produk, membangun jejaring usaha, dan memanfaatkan peluang pasar yang ada
"Saya apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang beserta jajaran, Forkopimcam, serta Pemerintah Desa/Kelurahan yang telah mendukung pelaksanaan Program Wirausaha Baru tersebut," ujarnya.
Adapun bantuan tersebut diberikan kepada 12 kelompok WUB pada tiga bidang keahlian dengan rincian: 4 kelompok usaha las listrik dengan 16 penerima dari Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, 4 kelompok usaha barista dengan 16 penerima dari Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan; serta 4 kelompok usaha menjahit alas kaki dengan 16 penerima dari Desa Sentul, Kecamatan Balaraja. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Dunia, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar Gebyar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Gratis di Puskesmas Manis Jaya, Kelurahan Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan KB yang berkualitas, merata, dan terjangkau, khususnya bagi pasangan usia subur di wilayah Kecamatan Jatiuwung dan sekitarnya.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang KB DP3AP2KB Kota Tangerang, Diyah Utami, S.K.M., M.Kes., bersama jajaran. Turut hadir Lurah Manis Jaya Yanto, Lurah Alam Jaya Rendra Gunawan, dr. Suci, Bidan Ismiyati, serta kader PKK Pokja IV Kelurahan Manis Jaya.

Dalam Gebyar Pelayanan KB Gratis tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai pilihan layanan kontrasepsi, mulai dari pil, suntik, IUD, implant, hingga konseling KB yang diberikan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Manis Jaya.
Tidak hanya pelayanan medis, kegiatan juga diisi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat program KB, pentingnya mengatur jarak kehamilan, perencanaan keluarga, serta kesehatan reproduksi.
Kepala Bidang KB DP3AP2KB Kota Tangerang, Diyah Utami, mengatakan momentum Hari Kontrasepsi Dunia harus dimanfaatkan sebagai pengingat akan pentingnya perencanaan keluarga.
“Hari Kontrasepsi Dunia mari kita jadikan sebagai pengingat bahwa keluarga berkualitas dimulai dari perencanaan yang matang. Melalui Gebyar Pelayanan KB Gratis ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terkendala biaya untuk mendapatkan akses KB,” ujar Diyah.

Menurutnya, program KB bukan sekadar upaya mengendalikan jumlah penduduk, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
DP3AP2KB, lanjut Diyah, terus mendorong masyarakat agar dapat menentukan jumlah anak, mengatur jarak kelahiran, serta merencanakan waktu kehamilan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan ekonomi keluarga.
Diyah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kelurahan, tenaga kesehatan Puskesmas Manis Jaya, serta kader PKK yang secara aktif membantu menyosialisasikan program KB kepada masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Lurah Manis Jaya, Lurah Alam Jaya, dr. Suci, Bidan Ismiyati, dan khususnya ibu-ibu PKK Pokja IV Manis Jaya. Tanpa gerakan dari bawah, program KB tidak akan berjalan secara optimal. Kader PKK adalah ujung tombak kami di masyarakat sebagai bagian dari dukungan lintas sektor,” katanya.
Dukungan dari berbagai unsur tersebut dinilai penting agar informasi mengenai layanan KB dapat diterima masyarakat secara lebih luas dan mudah dipahami.
Sementara itu, Lurah Manis Jaya Yanto menyatakan kesiapan pihak kelurahan untuk terus mendukung berbagai program pemerintah, termasuk dalam upaya pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga.
Hal senada disampaikan Lurah Alam Jaya Rendra Gunawan. Menurutnya, pelayanan KB gratis sangat membantu masyarakat, terutama warga yang membutuhkan layanan kontrasepsi namun masih memiliki keterbatasan informasi maupun biaya.

Dari sisi pelayanan kesehatan, dr. Suci, tenaga medis Puskesmas Manis Jaya, mengatakan animo masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi.
“Animo masyarakat cukup tinggi hari ini. Kami melayani akseptor baru dan akseptor ulang. Tim kami bersama Bidan Ismiyati juga memberikan konseling agar ibu-ibu bisa memilih metode KB yang paling sesuai dengan kondisi kesehatannya,” jelas dr. Suci.
Konseling menjadi bagian penting dalam pelayanan agar setiap peserta memperoleh informasi yang memadai sebelum menentukan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Menutup kegiatan, Diyah Utami mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk tidak memandang KB sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, program KB diharapkan menjadi bagian dari perencanaan kehidupan keluarga dan gaya hidup sehat.
“KB itu bukan menakutkan. KB adalah bentuk cinta kita kepada anak, kepada keluarga, dan kepada masa depan. Mari kita wujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, dimulai dari diri kita sendiri,” tuturnya.
Melalui kegiatan Gebyar Pelayanan KB Gratis di Puskesmas Manis Jaya, DP3AP2KB Kota Tangerang berharap pelayanan serupa dapat terus diperluas di berbagai wilayah lainnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga sekaligus mendukung peningkatan cakupan peserta KB aktif di Kota Tangerang menjelang akhir tahun 2026. (***)