Kota Tangerang, lensafokus.id - Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui pembinaan atlet, peningkatan fasilitas olahraga, serta penyelenggaraan berbagai kompetisi bagi masyarakat dan atlet muda.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menyatakan, komitmen tersebut tercermin dari prestasi olahraga pelajar Kota Tangerang yang kembali meraih gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026. Kontingen Kota Tangerang berhasil mengoleksi 106 medali emas, 75 perak dan 84 perunggu dalam ajang tersebut.
”Tak hanya itu, Kota Tangerang juga menjadi juara umum Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten 2026 dengan raihan 17 medali emas, 10 perak, dan tiga perunggu. Capaian ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga terus diarahkan secara inklusif, termasuk bagi atlet pelajar penyandang disabilitas,” ungkap Kaonang, Rabu (9/9/26).
Pada POPDA XII Banten 2026, Kota Tangerang mengirimkan 411 atlet yang bertanding pada 26 cabang olahraga. Para atlet mendapat dukungan dari pelatih, asisten pelatih, manajer dan ofisial sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat daerah hingga nasional.
“Penguatan pembinaan atlet juga dilakukan melalui Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD). Program tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan atlet sejak usia pelajar agar memiliki kemampuan, pengalaman bertanding, dan mental kompetitif untuk melanjutkan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” jelas Kaonang.
Di sisi fasilitas, Pemkot Tangerang terus memperluas akses masyarakat terhadap sarana olahraga. Saat ini tersedia 36 gedung olahraga, delapan stadion dan 66 lapangan terbuka yang dikelola untuk mendukung aktivitas olahraga. Sejumlah fasilitas lainnya juga tersedia, seperti sirkuit, panjat dinding, lapangan panahan dan lapangan tembak.
”Pembangunan dan perbaikan lapangan olahraga di kawasan permukiman juga terus dilakukan agar masyarakat dapat berolahraga lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Pemanfaatan sejumlah fasilitas olahraga juga semakin mudah melalui Tangerang LIVE dengan fitur Tim Sport,” katanya.
Selain pembinaan dan fasilitas, Kota Tangerang aktif menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga tingkat daerah, nasional hingga internasional. Penyelenggaraan event tersebut turut membuka peluang pengembangan sport tourism sekaligus memberikan dampak terhadap sektor ekonomi, seperti UMKM, kuliner, transportasi dan akomodasi.
“Melalui Haornas 2026, Pemkot Tangerang menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak berhenti pada pencapaian medali. Pembinaan atlet usia dini, peningkatan fasilitas, kompetisi yang berkelanjutan, serta perluasan partisipasi masyarakat menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Tangerang sebagai Sport City yang sehat, aktif, inklusif dan berprestasi,” tutupnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang siap menggelar Culinary Day 2026 pada Sabtu (12/9/2026) mendatang.
Menghadirkan 83 tenant yang terdiri dari UMKM lokal, kuliner viral, hingga pelayanan publik, ajang tahunan ini menjadi agenda strategis untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal dan memajukan potensi wisata kuliner Kota Tangerang.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menerangkan, gelaran tahunan ini dirancang sebagai wadah pelaku UMKM untuk mengenalkan produknya sekaligus meningkatkan pendapatan.
"Culinary Day 2026 bukan sekadar festival kuliner biasa, melainkan panggung nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memberikan akses pasar yang luas bagi para pelaku UMKM agar semakin berkembang dan berdaya saing," ujar Boyke.
Selain menghadirkan kuliner legendaris dan kekinian, gelaran ini juga mengikutsertakan berbagai instansi terkait guna memberikan pelayanan prima kepada warga.
Acara ini akan diramaikan oleh ragam kuliner populer, produk UMKM unggulan dari 13 kecamatan, serta dukungan jajaran hotel dan mitra swasta. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan publik terpadu di lokasi acara.
"Kami juga menyiagakan fasilitas pendukung secara optimal. Mulai dari panggung hiburan utama, photobooth, area VIP, hingga layanan darurat seperti posko keamanan, tim medis dan PMI, unit ambulans, serta armada pemadam kebakaran," pungkasnya.
Adapun jajaran tenant yang turut menyemarakkan Culinary Day 2026 di antaranya:
* Kuliner Populer & Industri Makanan: Kuali Bunda Al, Himari Snack, @gebsfoodsss, Mamam by Mican, Laksa Tangerang Mang Toyib, Ngodeng Tangerang, Choco Drink, Cilemboost, Kids Pucok, Pempek Tumpah Zakhyra, Fruity Delight, Say Burger, Omar Hotel, Extrajoss, Bejo Merah, Maxim, Freshcare, Sinde, Chatime, Pecelicious, Kuliner Viral, Stand Coffee Terio Dipo, Kecap SH, Stand Roti UMKM Evi, Stand Kopi Benteng Rio, Alpukat Kocok, hingga Ayoda Melon.
* Perhotelan dan Mitra Industri: Honda Mitra Gemilang Otista, Citadines Connect Airport Jakarta, Pakons Prime, Starradio, bjb, Golden Tulip Essential Tangerang, Howard Johnson by Wyndham Tangerang, Kyriad Hotel Jakarta Airport, Favehotel Hasyim Ashari, Narita, NEO+ Airport Jakarta, dan Novotel Tangerang.
* UMKM Binaan 13 Kecamatan: Stand khusus UMKM dari Kecamatan Karang Tengah, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, Cipondoh, Batu Ceper, Benda, Cibodas, Pinang, Karawaci, Ciledug, Larangan, dan Tangerang.
* Pelayanan Publik Terpadu: Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Bapenda, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kesehatan, serta BAZNAS Kota Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya, untuk hadir memadati area acara pada Sabtu (12/9/2026), menikmati aneka jajanan khas, serta mendukung secara langsung geliat perekonomian UMKM lokal. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana dan antisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (9/9/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai langkah kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda dan perangkat daerah dalam mengantisipasi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap masyarakat.
Bupati Maesyal Rasyid mengatakan koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar seluruh unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung maupun dampak terhadap masyarakat.
“Yang paling utama adalah kesiapsiagaan dan koordinasi. Semua unsur harus mengetahui tugasnya masing-masing dan siap bergerak apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan,” ujar Bupati Maesyal.
Ia meminta seluruh perangkat daerah dan unsur Forkopimda untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung di wilayah masing-masing.
Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan masker ke Puskesmas, masyarakat, dan sejumlah tempat umum. Ketersediaan masker di apotek, minimarket, dan supermarket juga dipastikan masih mencukupi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.
“Tenaga kesehatan juga kita minta tetap siaga di tempat tugas. Kita harus mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, ISPA, maupun gangguan kulit akibat abu vulkanik,” katanya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Tangerang bersama Perumdam Tirta Kerta Raharja dan instansi terkait diminta aktif melakukan penyiraman jalan serta mengantisipasi potensi kebakaran lahan dan semak-semak kering. Penyiraman rutin juga dilakukan di area TPA untuk mencegah kebakaran akibat kondisi cuaca kering.
Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi sekolah-sekolah yang berada di zona rawan terdampak. Sementara unsur TNI dan Polri bersama perangkat daerah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan melalui piket harian.
“Semua sektor harus bergerak bersama. Jangan sampai ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin penanganan dan informasi kepada masyarakat bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya
Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga (Siaga 3) dan masih terjadi erupsi kecil.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengatakan, permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pembuangan sampah liar masih menjadi perhatian utama di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah potensi kebakaran.
“Beberapa insiden kebakaran telah terjadi di beberapa titik, seperti di wilayah Bojong Nangka, lalu di ICE BSD Kecamatan Pagedangan, serta di Desa Matagara. Untuk itu, pihak kecamatan, kepala desa, dan lurah diminta terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” ujar Wabup Intan.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan pos pemadam kebakaran dan kelengkapannya juga perlu terus dipastikan kesiapannya, termasuk Pos Damkar 2 Pagedangan. Selain itu, para pemulung diimbau tidak masuk dan membakar sampah di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA), karena dapat meningkatkan risiko kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan serta menghambat aktivitas pemadaman. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Swaka Gedung Serbaguna (GSG) yang berlokasi di Jalan Raya Cisoka-Cangkudu, Rabu (09/09/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas selesai dan dibukanya Swaka GSG Cisoka yang berlokasi di kawasan strategis tersebut
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat dan sukses atas dibukanya Swaka Gedung Serba Guna di kawasan strategis Jalan Raya Cisoka Cangkudu ini," ujar Wabup Intan.
Ia mengatakan, Kabupaten Tangerang terus mengalami perkembangan, baik dari sisi infrastruktur, kawasan permukiman maupun sektor ekonomi. Pertumbuhan penduduk dan semakin dinamisnya aktivitas masyarakat turut meningkatkan kebutuhan terhadap sarana pendukung yang memadai.
Menurutnya, Swaka Gedung Serbaguna tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan tempat pertemuan yang lebih representatif seperti: pernikahan, seminar, kegiatan bisnis, kebudayaan, sosial, keagamaan, hingga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat.
“Gedung ini sangat diperlukan karena lokasinya cukup strategis dan dapat menjangkau masyarakat dari beberapa kecamatan di wilayah sekitar. Mudah-mudahan keberadaan fasilitas ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung keterlibatan sektor swasta dalam menghadirkan ruang-ruang publik yang bermanfaat. Dia menyebut keberadaan Swaka GSG tersebut merupakan bagian investasi yang akan memberikan dampak positif nyata bagi perekonomian lokal.
"Kehadiran tempat ini akan membuka peluang kerja sama bagi para pelaku UMKM lokal seperti jasa katering, dekorasi, hingga dokumentasi. Di samping itu, operasional gedung ini juga turut menyerap tenaga kerja dari warga sekitar serta meningkatkan kualifikasi sarana publik di kawasan ini," imbuhnya.
Wabup Intan juga memberikan apresiasi karena pengelola GSG telah melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Ia berharap pola pemberdayaan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga keberadaan investasi dan fasilitas baru di daerah juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga setempat.
“Tadi saya sempat bertanya kepada pengelola, apakah warga sekitar dilibatkan untuk bekerja. Alhamdulillah, hampir semuanya merupakan warga sekitar. Ini sangat baik, karena selain membangun fasilitas, keberadaannya juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Wabup Intan berpesan kepada pihak pengelola agar Swaka Gedung Serbaguna dapat dirawat dan dikelola secara profesional. Aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung harus senantiasa menjadi prioritas dan perhatian utama, selain hubungan yang harmonis bersama masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Semoga gedung ini terus berkembang, dikelola dengan baik, dan benar-benar menjadi fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang secara luas,” harapnya.
Menutup sambutannya, dia juga mendoakan agar keberadaan Swaka Gedung Serbaguna terus maju dan berkembang serta dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengajak Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam rangka rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Tangerang yang saat ini mencapai sekitar 5,67 persen
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menerima perserta Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) SPSI Provinsi Banten di Hotel Yasmin Kel. Binong Kec. Curug, Rabu (09/09/26)
"Mari kita pertahankan dan terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Mudah-mudahan semua serikatnya, bukan hanya di makanan minuman saja semua yang ada aktivitas di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rayid
senantiasa berkolaborasi 3 komponen tripartit terus juga komunikasi yang bagus dan juga tidak terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak senang dengan Kabupaten Tangerang saya kira ini menjadi bekal bagus untuk kemajuan kita semua.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Kab. Tangerang yang mencapai 5,67% tersebut tidak lepas dari kondisi hubungan Tripartit yang kondusif dan harmonis. Pemerintah daerah, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja menjalankan fungsinya dengan baik sehingga perekonomian terus berjalan dan aktivitas usaha masyarakat juga terakomodir
"Pemerintah, semua pengusaha, termasuk para karyawan dan para pekerja yang ada di Kabupaten Tangerang, semuanya saling berkolaborasi, saling mensupport. Dampak positifnya, roda perekonomian terus berjalan, kepastian aktivitas usaha masyarakat terakomodir," jelasnya.
Bupati Maesyal pun mengapresiasi Diklat tersebut yang diharapkan dapat menambah motivasi, wawasan maupun ilmu pengetahuan, khususnya dari sisi advokasinya tentunya terkait dengan ketenagakerjaan. Pemerintah akan terus mendukung upaya bersama antara pengusaha dan serikat pekerja dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan
"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan apresiasi kepada RTMM juga kepada SPSI yang hari ini berinisiasi untuk bisa melaksanakan pelatihan. Semoga diklat ini dapat menambah kompetensi terhadap aspek hukum dan ketenagakerjaan yang diharapkan bisa semakin menguatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha dan para pekerja dengan serikatnya," pungkasnya
Sementara itu, Ketua panitia Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM), Satriyo Utomo mengatakan Diklat yang diikuti oleh 139 peserta dari 15 pimpinan unit kerja perusahaan yang ada di wilayah Provinsi Banten tersebut bertema "Cerdas Hukum, Kuat Advokasi Wujudkan Pengurus Serikat pPekerja yang Berintegritas dan Bermartabat. Diklat tersebut bukan hanya sekedar kegiatan untuk memenuhi agenda organisasi, namun merupakan bagian dari investasi perjuangan organisasi.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader organisasi yang mampu memahami persoalan ketenagakerjaan, mampu menjalankan organisasi secara profesional, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu membangun hubungan industrial yang harmonis namun tetap kritis serta memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota," ujarnya.
Pihaknya berharap diklat tersebut mampu menjadikan organisasi yang lebih kuat lebih solid lebih profesional dan lebih bermanfaat bagi anggota. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara simbolis menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi anak yatim serta bantuan sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi perempuan kepala keluarga (Janda) di Aula Kantor Kecamatan Curug, Rabu (9/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa Pemkab Tangerang menggelontorkan bantuan sekitar Rp2,65 miliar kepada masyarakat, khususnya anak yatim dan janda kepala keluarga.
"Bantuan yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp2,65 miliar, terdiri dari Rp500 juta untuk BST dan Rp2,15 miliar untuk bantuan UEP," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengatakan BST diberikan kepada 500 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya, dengan nilai bantuan masing-masing Rp1 juta.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama Dinas Sosial dan perangkat Kecamatan Curug menyalurkan bantuan sosial tunai. Masing-masing penerima mendapatkan Rp1 juta dan totalnya untuk 500 orang se-Kabupaten Tangerang,” ungkapnya
Selain BST, Pemkab Tangerang juga menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 430 penerima manfaat dengan nilai Rp5 juta perorang. Bantuan tersebut ditujukan sebagai tambahan modal bagi masyarakat yang menjalankan usaha kecil, seperti berjualan nasi uduk, gorengan, makanan, minuman dan usaha kecil lainnya
“Untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif, kita berikan Rp5 juta kepada 430 penerima, sehingga totalnya Rp2,15 miliar. Ini untuk tambahan permodalan agar usahanya bisa berkembang dan pendapatannya meningkat,” jelasnya.
Bupati Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang juga akan menyalurkan bantuan kepada kelompok lanjut usia sebanyak 1.200 orang dengan nilai Rp1 juta per penerima atau total Rp1,2 miliar.
Menurutnya, bantuan sosial tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, baik untuk meringankan beban kehidupan sehari-hari maupun bantuan permodalan supaya usaha bisa maju, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya dapat membuka lapangan pekerjaan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kriteria kesejahteraan masyarakat yang berada pada desil 1 sampai dengan desil 5. Ia berharap bantuan produktif tersebut dapat meningkatkan kondisi ekonomi penerima sehingga secara bertahap dapat keluar dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Salah satunya adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Kita berharap masyarakat yang tadinya berada pada desil rendah, pendapatannya bisa meningkat, sehingga bisa naik menjadi desil 6, 7, 8, 9 bahkan sampai desil 10,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, Pemkab Tangerang akan terus mengalokasikan program bantuan sosial sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan melakukan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat.
“Insyaallah Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berusaha memberikan perhatian setiap tahun. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (Red)
LEBAK, lensafokus.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak menyampaikan keprihatinan atas laporan hilang kontaknya lima jurnalis yang tengah melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, mengatakan pihaknya turut mendoakan agar kelima jurnalis bersama tiga kru speedboat yang mendampingi mereka dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami ikut prihatin atas adanya laporan lima wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kami sudah melakukan kontak dengan salah satu keluarga wartawan yang hilang kontak itu, yang kebetulan merupakan anggota PWI Lebak,” kata pria yang akrab disapa Ajat, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima PWI Lebak, lima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak bersama tiga kru speedboat yang terdiri atas kapten, anak buah kapal (ABK), dan pemandu atau guide.
Kedelapan orang tersebut dilaporkan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak tersebut masing-masing M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudhistiro Pranoto atau Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal, jurnalis lepas atau freelance.
Ajat berharap seluruh jurnalis dan kru speedboat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami semua memanjatkan doa terbaik untuk teman-teman kita. Semoga seluruh jurnalis dan tiga orang kru speedboat dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Keprihatinan juga disampaikan Ketua Penasehat PWI Kabupaten Lebak, H. Ahya. Ia menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap kegiatan jurnalistik, terutama ketika wartawan melakukan peliputan di wilayah yang memiliki potensi bahaya.
“Semoga kelima jurnalis yang hilang kontak dapat ditemukan dengan keadaan selamat,” kata H. Ahya.
Ia berharap proses pencarian dan penanganan terhadap kelima jurnalis serta tiga kru speedboat dapat berjalan dengan baik sehingga seluruhnya segera ditemukan.
Sementara itu, Mansur Suryana, wartawan Antara sekaligus ayah kandung M. Bagus Khoirunnas, mengatakan pihak keluarga hingga kini masih menunggu kabar mengenai keberadaan Bagus.
Mansur berharap seluruh wartawan dan masyarakat, khususnya insan pers di Banten, turut mendoakan keselamatan Bagus bersama rekan-rekannya.
Menurut Mansur, Bagus selama ini memiliki perhatian terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ia disebut kerap berada di sekitar kawasan tersebut untuk memantau sekaligus mendokumentasikan aktivitas gunung api tersebut.
Mansur juga mengatakan Bagus pernah dipercaya menjadi koordinator untuk mendampingi sejumlah wartawan nasional dalam melakukan peliputan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Belum ketemu. Saya harap ada kabar baik. Mohon doanya saja dari semua teman-teman agar Bagus dan rekan-rekan selamat,” kata Mansur.
PWI Kabupaten Lebak kemudian mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan kelima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hingga kini dilaporkan hilang kontak. (C2p)