TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid Masjid meresmikan Masjid Jami Baiturrahman yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Panggang, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Sabtu malam (12/9/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menandaskan masjid tidak hanya sebagai tempat menjalankan ritual ibadah namun juga harus menjadi tempat pembentukan karakter dan benteng moral, spiritual generasi muda
"Masjid juga harus hadir sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, ruang memperkuat silaturahmi, sekaligus wadah membangun ukhuwah Islamiyah serta jadi benteng moral dan spiritual generasi muda di tengah masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan masjid harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat. Membangun masjid merupakan langkah awal memakmurkan masjid dengan semangat kenersamaan dan kegotong royongan
“Membangun masjid adalah langkah awal yang sangat baik, tetapi memakmurkannya adalah tugas kita bersama selanjutnya dengan kebersamaan dan kegotong royongan,” tegasnya
Lanjut dia, momentum peresmian juga menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk itu, dia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan momentum bagi kita untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Maesyal mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, panitia, DKM dan para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid. Menurutnya, berdirinya Masjid Jami Baiturrahman merupakan buah dari kerja sama dan niat tulus masyarakat Kampung Panggang.
"Mari kita jaga bersama kebersihan, kenyamanan dan keasrian Masjid Jami Baiturrahman ini. Saya berharap masjid ini terus menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus memberikan keberkahan bagi masyarakat dan Kabupaten Tangerang, pungkasnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id.— Gelaran Tangerang 10K 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ajang lari yang berlangsung di Kota Tangerang, Minggu (13/9/2026), tersebut diikuti sekitar 3.000 peserta.
Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti sekitar 2.500 peserta. Antusiasme tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari sekaligus membuka peluang bagi Kota Tangerang untuk menjadi salah satu destinasi penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengapresiasi penyelenggaraan Tangerang 10K yang merupakan bagian dari Ultimate 10K Series.
Menurutnya, kehadiran event olahraga berskala besar tidak hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Tangerang.
“Yang pertama saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas gagasannya kepada Harian Kompas yang mempunyai gagasan Ultimate 10K Series. Setelah Bandung, kemudian Surabaya, sekarang Kota Tangerang. Kita lihat kemajuannya luar biasa,” ujar Sachrudin.
Sachrudin menilai kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antardaerah yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, event olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wisata, produk UMKM, hingga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Ini salah satu upaya untuk mengembangkan potensi wisata, khususnya di Kota Tangerang, kemudian UMKM dan peningkatan perekonomian yang memang ini perlu kita kembangkan,” katanya.

Direktur Bisnis Harian Kompas, Lukmimto Wibowo, mengatakan Kota Tangerang memiliki potensi kuat untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan berbagai event olahraga.
Ia melihat karakter Kota Tangerang yang multikultural menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
«“Kami melihat Tangerang sangat berpotensi dengan kondisi kebudayaan yang multikultural. Itu menjadi daya tarik sendiri. Pasti di situ tersimpan banyak sekali potensi daerah, wisata dan sebagainya,” ungkap Lukmimto.
Menurutnya, penyelenggaraan event seperti Tangerang 10K tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial, budaya, dan ekonomi bagi daerah.
Sementara itu, Plt CEO Regional 4 bank bjb, Rahadian A. Hamdani, menilai Tangerang 10K dapat menjadi sarana untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah.
Menurutnya, aktivitas yang melibatkan ribuan peserta dan masyarakat tersebut berpotensi memberikan efek berganda terhadap sejumlah sektor, mulai dari transportasi, UMKM hingga pariwisata.
“Bagi bank bjb ini sesuai dengan visi kami, yaitu menjadi penggerak dan pendorong laju ekonomi di daerah. Dengan adanya 10K ini, kita melihat menjadi sarana membuka perkembangan ekonomi, baik dari transportasi, UMKM maupun pariwisata,” ujar Rahadian. (Sumarna)