Tangerang, lensafokus.id - Gebyar Festival Kuliner yang digelar di Kecamatan Cikupa resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari sejak 16 September 2026, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro untuk memperkenalkan produk sekaligus mendorong masyarakat membeli dan menggunakan produk lokal.
Penutupan kegiatan diisi dengan senam sehat serta penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada pelaku usaha mikro. Jaminan halal tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM yang dipasarkan.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Yudiana, mengatakan Gebyar Festival Kuliner merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan program unggulan PROSPEK atau Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan.
“Gebyar Festival Kuliner itu merupakan salah satu bentuk nyata dari program unggulannya Pak Bupati, PROSPEK (Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan),” ujar Yudiana.
Menurut Yudiana, program tersebut telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang di sejumlah kecamatan. Kehadirannya dinilai memberikan ruang dan panggung bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas kesempatan mereka menjangkau masyarakat.
Ia menambahkan, setiap kecamatan memiliki potensi usaha yang luar biasa sehingga masyarakat perlu terus didorong untuk menjalankan gerakan “bela beli produk lokal” di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, produk lokal memiliki kualitas dan cita rasa yang tidak kalah dengan produk lainnya.
“Kita harus dorong terus warga masyarakat, jangan istilahnya ragu untuk membeli produk unggulannya Pemerintah Kabupaten Tangerang. Karena ternyata rasanya juga enak, kemudian juga kualitasnya tidak kalah, dan apalagi sekarang sudah ada jaminan halal,” katanya.
Yudiana menjelaskan, jaminan halal juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha karena dapat meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap keamanan produk yang mereka konsumsi. Dengan demikian, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada promosi, tetapi juga menyentuh aspek kepercayaan konsumen dan penguatan kualitas produk.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardani, menilai kegiatan tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah daerah secara nyata di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan. Menurutnya, kegiatan seperti Gebyar Festival Kuliner memberikan ruang yang luas bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk bangkit, memperkenalkan produk, serta membangun kepercayaan masyarakat.
“Ini sangat positif, bahwa di tengah kondisi ekonomi yang tidak sedang baik-baik saja, bagaimana Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa hadir secara nyata. Menyentuh langsung kepada para pelaku usaha mikro dan kecil, membangkitkan semangat, membangun sebuah ruang yang sangat luas kepada pelaku UMKM untuk bisa bangkit,” ungkap Deden.
Ia mengatakan, produk UMKM Kecamatan Cikupa maupun Kabupaten Tangerang tidak hanya tersedia, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan telah didukung dengan jaminan halal. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan di berbagai kecamatan hingga menjangkau desa-desa sehingga manfaat kehadiran pemerintah dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha mikro dan kecil di lapisan masyarakat paling akhir.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menambahkan, Gebyar Festival Kuliner tidak hanya menjadi ajang promosi produk usaha mikro, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas perekonomian di tingkat lokal.
“Kegiatan ini selain bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro yang ada di masing-masing kecamatan, juga untuk bersilaturahmi antara seluruh warga. Pemerintah kecamatan hadir untuk masyarakat, dan kami dari pemerintah daerah Kabupaten Tangerang hadir untuk berkolaborasi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Dalam festival tersebut, para pelaku usaha mikro diberikan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk kepada masyarakat. Selain promosi produk, Diskum Kabupaten Tangerang juga menyediakan fasilitator dan pendamping bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan bantuan dalam mengurus legalitas usaha. Pendampingan meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Kami dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menyiapkan fasilitator dan pendamping untuk membantu seluruh pengusaha mikro yang ada di Kecamatan Cikupa, khususnya yang belum memiliki legalitas usaha,” jelasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Kepedulian Rumah Zakat terhadap keluarga Dedi Asmadi bukan hanya terjadi satu kali saja. Lembaga ini diketahui secara rutin memberikan bantuan kepada keluarga yang tinggal di Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang tersebut.
Kali ini, Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan pangan guna meringankan beban kebutuhan Sehari-hari keluarga Dedi.
Diketahui, keluarga Dedi Asmadi terdiri dari istri dan tiga anak. Sebagian anggota keluarga mengalami gangguan kesehatan mental. Dedi sendiri menderita penyakit asam urat yang membuatnya sulit bekerja secara maksimal. Kondisi rumah tempat tinggal mereka pun sangat memprihatinkan, termasuk kamar mandi yang sudah tidak layak digunakan.
Karena kondisi tersebut, Rumah Zakat terus memantau dan memberikan bantuan secara berkala agar kebutuhan dasar keluarga ini tetap terpenuhi.
"Kami memang terus memantau kondisi Bapak Dedi sekeluarga. Bantuan ini kami berikan secara berkelanjutan karena melihat keadaannya yang membutuhkan perhatian berkelanjutan," ujar Program Leader Rumah Zakat Cabang Tangerang Saripudin (Ayub).
Warga sekitar sangat mengapresiasi kepedulian Rumah Zakat dan berharap semakin banyak pihak yang ikut peduli, terutama untuk membantu perbaikan tempat tinggal mereka.(Lingga)
Tangerang, lensafokus.id - Camat Cisoka, Sumartono bersama Kepala Desa Cempaka Perus, meninjau langsung kediaman Dedi Asmadi, warga yang kondisinya sangat memprihatinkan, pada kemarin Jum'at (18/09/2026).
Kedatangan para pejabat ini untuk melihat langsung keadaan keluarga Dedi yang terdiri dari istri dan tiga anak. Sebagian anggota keluarga diketahui mengalami gangguan kesehatan mental. Sementara Dedi sendiri menderita penyakit asam urat yang membuatnya sulit bekerja secara maksimal.
Kondisi rumah tempat tinggal mereka pun memprihatinkan, terutama kamar mandi yang sudah tidak layak digunakan sama sekali.
Dalam kunjungan tersebut, Camat dan Kepala Desa menyampaikan perhatian terhadap kondisi keluarga ini. Pemerintah Desa Cempaka bersama Puskesmas Cisoka sebelumnya sudah turun tangan membantu penanganan kesehatan Dedi Asmadi.
Kini diharapkan akan ada langkah lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, termasuk upaya perbaikan agar keluarga tersebut dapat menempati hunian yang layak, sehat, dan aman. (Lingga)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang resmi mendaftarkan 59 cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti kontingen Kota Tangerang pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan.
Ketua KONI Kota Tangerang, Dirman, mengatakan persiapan kontingen terus dimatangkan, termasuk proses pendaftaran data atlet dan cabang olahraga yang akan diikuti dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Banten tersebut.
“Nama-nama atlet sedang dalam proses input ke website pendaftaran resmi untuk menyesuaikan dengan nomor pertandingan dan cabor yang akan diikuti. Kontingen Kota Tangerang sendiri akan turun hampir di semua cabor, yakni 59 cabor dari 60 cabor yang akan dipertandingkan,” ujar Dirman, Sabtu (19/9/2026).
Berdasarkan data usulan KONI Kota Tangerang, jumlah personel yang akan tergabung dalam kontingen mencapai 1.730 orang. Kontingen tersebut dipersiapkan untuk menghadapi berbagai nomor pertandingan sekaligus mempertahankan prestasi sebagai juara umum pada PORPROV VII Banten 2026.
“Jumlah cabor yang kami ikuti menunjukkan skala kontingen yang cukup besar untuk menghadapi PORPROV VII Banten 2026. Targetnya jelas, kami ingin mempertahankan prestasi juara umum lagi,” tambahnya.
Selain mempersiapkan atlet dan cabang olahraga, KONI Kota Tangerang juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang untuk memastikan seluruh kebutuhan pendukung kontingen dapat terpenuhi. (Sumarna)