TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau pelaksanaan program bedah rumah sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Jumat (4/9/26).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Ketua TP PKK Kab. Tangerang, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim), Camat Sindang Jaya, kepala desa, BAZNAS Kabupaten Tangerang, Kapolsek, Danramil serta unsur terkait lainnya.
Bupati mengatakan ada 4 rumah di Desa Sindang Panon yang mendapatkan program rehabilitasi melalui program bedah rumah Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar menjadi rumah yang layak, sehat, dan nyaman.
“Hari ini kami bersama Pak Kadis Perkim, Pak Camat, kepala desa, BAZNAS, Kapolsek dan Danramil hadir dalam rangka melaksanakan program pembangunan bedah rumah. Ada empat rumah di Desa Sindang Panon yang kita rehab sesuai dengan program yang ada dari Kabupaten Tangerang,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik rumah, tetapi juga aspek sanitasi dan kesehatan lingkungan. Untuk itu, rumah yang dibangun nantinya dilengkapi dengan kamar mandi dan toilet di dalam rumah, ventilasi yang cukup, lantai keramik serta atap genteng.
“Rumahnya nanti kita bangunkan menjadi rumah yang sehat, ada toilet dan kamar mandi di dalam, ventilasi yang cukup, lantainya keramik dan genteng,” katanya.
Ia juga berdialog, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat Desa Sindang Panon, salah satunya terkait dengan kebutuhan air bersih, khususnya menghadapi kondisi musim kemarau yang tengah berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Bupati memastikan kebutuhan air bersih akan turut ditangani melalui pembangunan sarana air bersih (SAB) yang diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh penerima manfaat bedah rumah, tetapi juga oleh masyarakat sekitar.
“Karena sekarang musim kemarau, tadi ibu-ibu dan nenek-nenek juga menyampaikan permohonan air bersih. Insya Allah nanti sekalian rumahnya kita bangunkan, sarana air bersihnya juga kita bangunkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sarana air bersih tersebut juga diupayakan dapat mengakomodasi kebutuhan beberapa keluarga di lingkungan sekitar.
“Bukan hanya untuk Ibu Saidah, tetapi nanti warga yang lain juga bisa memanfaatkan air bersih ini. Kita bangunkan sarana air bersihnya,” ungkapnya.
Bupati Maesyal menegaskan, penyediaan hunian layak dan akses air bersih merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Rumahnya kita rehab supaya sehat. Kalau rumah sehat, airnya bagus, masyarakatnya juga sehat,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Ariyanah, warga Desa Sindang Panon, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya kepada Bupati Tangerang, atas bantuan bedah rumah yang diterimanya.
Ia mengatakan, kondisi rumahnya yang sebelumnya tidak layak akan segera berubah menjadi hunian yang lebih layak dan sehat serta nyaman
“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bapak Bupati Tangerang, yang telah membangun rumah saya. Sebelumnya tidak layak, sekarang insya Allah akan menjadi rumah yang layak dan rumah yang sehat dengan kamar mandi di dalam,” ujar Ariyanah. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Gubernur Banten, Andra Soni mengapresiasi capaian pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tangerang yang telah melampaui target pemeriksaan. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus meningkatnya kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni yang didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau pelaksanaan CKG di Gedung Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).
"Atas nama pemerintah, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kabupaten Tangerang atas capaian CKG yang sudah melampaui target," ujar Gubernur Andra Soni
Pada kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar, mulai dari pengecekan gula darah, tekanan darah, konsultasi keluhan kesehatan, hingga pemeriksaan paru-paru sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit, termasuk Tuberkulosis (TBC).
Ia mengatakan pelaksanaan CKG di Kabupaten Tangerang ini dilakukan secara rutin setiap Senin dan Kamis, dengan rata-rata dua hingga tiga titik pemeriksaan setiap pekan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah bersama jajaran tenaga kesehatan melalui pelayanan langsung dan jemput bola turut mendorong meningkatnya cakupan pemeriksaan masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden terkait dengan CKG ini. Masyarakat Banten antusias, masyarakat Banten mulai sadar bahwa penting memeriksakan kesehatan. Kami melihat data bahwa yang memeriksakan kesehatannya tahun lalu, tahun ini kembali memeriksakan kesehatannya,” ungkapnya.
Gubernur Andra Soni mengatakan, hingga saat ini sekitar 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten telah mengikuti program CKG. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap program pemeriksaan kesehatan gratis yang terus didorong pemerintah.
“Capaian kita sampai dengan hari ini sudah kurang lebih 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten. Jadi sudah separuh warga Banten yang diperiksakan kesehatannya,” jelasnya
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, capaian CKG di Kabupaten Tangerang telah mencapai sekitar 1,7 juta pemeriksaan atau 100,7 persen dari target sebanyak 1,6 juta masyarakat. Capaian tersebut didukung Dinas Kesehatan bersama tenaga kesehatan di Puskesmas, rumah sakit, dan sekolah yang terus melakukan pelayanan secara jemput bola.
“Alhamdulillah berkat Kepala Dinas Kesehatan bersama dengan petugas kesehatan, baik di Puskesmas, di rumah sakit, atau di sekolah-sekolah jemput bola, semuanya sudah bergerak dan sudah berupaya untuk meningkatkan jumlah yang dicek kesehatan gratis,” kata Bupati Maesyal.
Menurutnya, Pemkab Tangerang juga terus memperkuat screening penyakit paru-paru dan TBC. Saat ini terdapat 48 tenaga kesehatan yang mendukung pelaksanaan CKG dan sekitar 28 tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan paru-paru.
“Sekarang sudah ada 80 orang yang terdaftar untuk pemeriksaan paru-paru. Ini berkat Pak Gubernur, kita semua sosialisasi bahwa ditemukannya misalkan ada pengidap atau penyakit TBC, itu lebih baik kita untuk segera mengobatinya,” jelasnya.
Di tempat yang sama, warga Kecamatan Cikupa, Nur Asiah, mengapresiasi pelaksanaan CKG yang dinilai membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Ia mengaku mengikuti pemeriksaan karena memiliki keluhan pada persendian yang dirasakan seiring bertambahnya usia.
“Secara pribadi dan umum, saya sangat positif dengan adanya cek kesehatan gratis ini karena sangat penting untuk kesehatan masyarakat. Saya sendiri ada keluhan di persendian karena faktor usia,” ujarnya.
Nur Asiah berharap program CKG dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia juga berharap perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat terus ditingkatkan.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Semoga Pak Bupati dan Pak Gubernur dapat terus memimpin dengan baik dan membawa masyarakat menjadi lebih sehat, aman, tenteram, dan sejahtera,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan bangga menyambut para inovator dan perwakilan dari berbagai daerah dalam ajang Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-20 dan Gelar Produk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Acara pembukaan resmi diselenggarakan di Ecoplaza Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (02/09/2026).
Penyelenggaraan Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-20 Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Kabupaten Tangerang ini berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Teknologi Tepat Guna. Kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah tahun ini merupakan buah manis dari prestasi gemilang pada tahun sebelumnya, di mana Kabupaten Tangerang sukses meraih juara umum di ajang yang sama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Gunawan Rusminto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tahunan ini. Ia menekankan bahwa ajang TTG bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk menampilkan hasil karya, kreativitas, dan inovasi nyata dari masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, di mana kegiatan ini menjadi bukti nyata kreativitas masyarakat desa dalam melahirkan inovasi yang solutif," ujar Gunawan.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menerapkan tiga hal penting yaitu manfaatkan hasil TTG seluas-luasnya, Kembangkan kreativitas tanpa henti, serta sebarkan kebaikan inovasi tersebut demi kemajuan bersama.
"Kita datang di ruangan ini tidak hanya sekedar menggelar kegiatan, melainkan bagaimana kita mewujudkan kreasi dan inovasi desa untuk ditampilkan saat ini. Desa yang maju bukan yang banyak gedungnya, tetapi bagaimana desa mampu menyelesaikan permasalahan dengan inovasi yang dimiliki demi kemajuan masyarakat" Gunawan menambahkan.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tangerang, H. Syaifullah, yang hadir mewakili Bupati Tangerang, menyampaikan rasa bangga dan sambutan hangat kepada seluruh kontingen, perwakilan inovator, serta tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Beliau mengapresiasi semangat para peserta yang hadir untuk memamerkan karya terbaik mereka, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran para inovator ini merupakan motor penggerak utama dalam memajukan kemandirian ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang aplikatif bagi masyarakat.
"Atas nama pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyambut baik dan mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Gelar TTG ke-20 Tingkat Provinsi Banten di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini adalah ajang promosi yang luar biasa untuk menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki keunggulan dan inovasi terbaiknya," ungkap H. Syaifullah.
Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi teknologi tepat guna di akar rumput.
"Melalui Gelaran TTG ke-20 ini, kami berharap lahir karya-karya inovatif baru yang tidak hanya mandiri secara teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi kerakyatan serta kesejahteraan masyarakat desa di Provinsi Banten," pungkas H. Syaifullah.
Sebagau informasi, Gelaran TTG ke-20 ini diisi dengan pameran produk unggulan Bumdes serta perlombaan yang terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna, Kategori TTG Unggulan, dan Kategori Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Berprestasi. Seluruh proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang kompeten dari Kementerian Desa, BRIN, serta Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Rangkaian acara ini akan ditutup dengan puncak perayaan berupa pengumuman pemenang dan penyerahan piala bergilir Gubernur Banten pada Kamis, (03/09/2026), di mana juara pertama tingkat provinsi nantinya juga berkesempatan untuk mewakili Provinsi Banten di ajang TTG tingkat nasional. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Program Beasiswa Tangerang Gemilang yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan tinggi dan mengejar cita-cita. Tahun ini, sebanyak 1.075 mahasiswa menerima manfaat Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Jumlah tersebut terdiri atas 417 mahasiswa baru, 604 mahasiswa aktif, dan 54 mahasiswa semester akhir.
Salah satu penerima beasiswa, Siti Fadila atau Dila asal Kecamatan Rajeg, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya jurusan Product Design Innovation itu sebelumnya sempat kebingungan menentukan perguruan tinggi yang sesuai.
Dila mengaku telah mencoba mendaftar ke sejumlah perguruan tinggi, tetapi belum memperoleh kesempatan. Ia kemudian mendapatkan informasi mengenai Beasiswa Tangerang Gemilang dari gurunya hingga akhirnya berhasil melanjutkan pendidikan.
"Saya sangat terbantu dengan adanya program Beasiswa Tangerang Gemilang. Sebelumnya saya sempat bingung mendaftar kuliah di mana, sampai akhirnya mendapat informasi dari guru dan alhamdulillah bisa mendapatkan beasiswa ini," ungkap Dila saat mengikuti kegiatan Orientasi dan Pembekalan Penerima Beasiswa Tangerang Gemilang di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Selasa (1/9/2026).
Dila memilih jurusan Product Design Innovation karena ingin mewujudkan cita-citanya menjadi desainer. Kecintaannya terhadap gambar sejak kecil mendorongnya untuk memperdalam ilmu dan keterampilan di bidang desain.
"Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi desainer. Saya juga suka menggambar dan ingin mendalami ilmu desain. Karena itu, saya merasa jurusan ini sesuai dengan minat dan cita-cita saya," tuturnya.
Dila berharap ilmu yang diperolehnya dapat digunakan untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia. Menurutnya, bidang desain akan semakin dibutuhkan seiring perkembangan zaman dan memiliki peluang besar untuk berkontribusi di masa depan.
"Harapan saya bisa menjadi desainer yang baik dan berkontribusi untuk negara. Menurut saya, desain akan semakin dibutuhkan di masa depan, sehingga saya ingin ilmu yang saya dapat bisa memberikan manfaat bagi Indonesia," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rifka Nesa Wijaya atau Nesa, asal Kecamatan Sepatan, yang juga merupakan mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya jurusan Product Design Innovation sekaligus penerima Beasiswa Tangerang Gemilang.
Nesa menilai program tersebut sangat membantu mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tangerang atas dukungan yang diberikan melalui program tersebut.
"Terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang atas beasiswa yang telah diberikan. Program ini sangat membantu kami untuk melanjutkan kuliah dan mengejar cita-cita. Saya berharap program ini terus berjalan karena masih banyak yang membutuhkan," ungkap Nesa.
Dila dan Nesa berharap semakin banyak generasi muda Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Mereka menilai dukungan pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di masa depan.
Program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan bantuan biaya pendidikan tinggi dari Pemkab Tangerang bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Tangerang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, di antaranya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Institut Pertanian Bogor (IPB), Prasetiya Mulya, Swiss German University (SGU), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya di wilayah Tangerang Raya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — PT BPR Kerta Raharja Gemilang terus mendorong kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro melalui program Gebyar UMKM Tangerang Gemilang.
Sosialisasi program tersebut digelar di Aula KH. Achmad Solehudin, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, khususnya kepada para pelaku usaha, Selasa (01/09/2026).
Kegiatan sosialisasi dihadiri sejumlah pelaku usaha yang berada di wilayah Cilongok dan sekitarnya. Dalam kesempatan tersebut, pihak BPR Kerta Raharja Gemilang memberikan informasi secara langsung mengenai program Kredit Mikro Raharja, termasuk berbagai kemudahan serta promo yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro untuk menambah modal maupun mengembangkan usahanya.
Kepala bagian Operasional pada BPR Kerta Raharja Gemilang, Abdul Ghani, mengatakan, program Gebyar UMKM Tangerang Gemilang merupakan salah satu upaya untuk memberikan kemudahan akses permodalan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal usaha.
“Program Gebyar UMKM Kabupaten Tangerang ini kami hadirkan untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha. Calon nasabah dapat memperoleh fasilitas kredit dengan suku bunga promo sebesar 0,5 persen per bulan dengan jangka waktu hingga 12 bulan,” ujar Abdul Ghani.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperoleh permodalan dengan bunga yang ringan dan mekanisme yang lebih mudah, sehingga mereka dapat menjalankan usaha secara lebih produktif.
“Kami berharap program ini dapat meringankan beban pelaku usaha sekaligus membantu mereka menambah modal untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usahanya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua satgas Renternir, M. Mahrusillah menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, informasi mengenai akses permodalan yang legal dan terjangkau sangat penting bagi pelaku usaha, terutama untuk mencegah masyarakat terjerat praktik pinjaman dari pihak yang tidak resmi atau rentenir.
“Sosialisasi ini sangat penting bagi para pelaku usaha di lingkungan kami. Kehadiran program dari BPR Kerta Raharja Gemilang menjadi solusi yang baik bagi mereka yang membutuhkan tambahan modal, sehingga tidak harus mencari permodalan melalui rentenir,” ungkapnya.
Ia menuturkan, selama ini masih terdapat pelaku usaha yang memperoleh permodalan melalui lembaga atau pihak yang tidak resmi. Kondisi tersebut terkadang menimbulkan keresahan, terutama karena mekanisme penagihan yang tidak memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami melihat masih ada beberapa pelaku usaha yang mendapatkan permodalan dari lembaga yang tidak resmi. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menimbulkan keresahan, salah satunya dalam proses penagihan,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat menjadi pintu bagi semakin banyak pelaku UMKM di wilayah Cilongok untuk mendapatkan akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan usaha.
“Harapannya, dengan akses modal yang tepat, usaha masyarakat dapat berkembang, produktivitas meningkat, dan pada akhirnya turut memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang tidak hanya menjadi layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Program ini juga memberikan gambaran mengenai sejumlah faktor risiko penyakit yang masih perlu menjadi perhatian.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, hingga Agustus 2026, sekitar 926.384 warga Kota Tangerang telah mengikuti CKG.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) menjadi salah satu temuan yang cukup dominan, terutama yang berkaitan dengan pola hidup dan kondisi metabolisme tubuh.
”Pada kelompok usia di atas 15 tahun, dislipidemia menjadi temuan dengan persentase tertinggi, yakni 59,02 persen. Selanjutnya, ditemukan obesitas sebesar 21,28 persen, gangguan metabolisme glukosa sebesar 12,85 persen dan hipertensi sebesar 3,2 persen,” papar dr. Dini, Rabu (2/9/26).
Ia menjelaskan, temuan tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena faktor risiko PTM dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius apabila tidak dikendalikan.
"Permasalahan kesehatan masyarakat masih banyak dipengaruhi faktor risiko penyakit tidak menular, terutama gaya hidup kurang aktif dan obesitas. Karena itu, penting untuk mendorong pola hidup sehat dan aktivitas fisik secara rutin," ujarnya.
Dislipidemia sendiri berkaitan dengan kondisi kadar lemak dalam darah yang tidak normal. Kondisi tersebut perlu dikendalikan karena dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular apabila tidak ditangani dengan baik.
”Melalui CKG, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan dan faktor risiko yang dimiliki sejak dini. Pemeriksaan juga tidak berhenti pada pemberian hasil skrining. Apabila ditemukan masalah kesehatan, peserta dapat memperoleh tatalaksana dari tim medis yang bertugas atau mendapatkan rujukan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Bagi peserta yang terdiagnosis hipertensi maupun diabetes melitus, misalnya, dapat diberikan tatalaksana awal berupa obat CKG selama 15 hari.
Setelah itu, pasien diarahkan untuk melanjutkan kontrol ke puskesmas atau fasilitas kesehatan sesuai kepesertaan BPJS agar kondisi kesehatannya dapat terus dikendalikan.
"Jangan takut melakukan pemeriksaan. Dengan mengenal kondisi kesehatan sejak dini, kita bisa menjaga diri tetap sehat, tetap produktif dan jika ditemukan penyakit dapat segera ditangani sebelum menjadi lebih berat," pungkasnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat komitmen membangun aparatur yang berintegritas melalui pelaksanaan e-learning ASN Berintegritas. Program yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menjadikan Kota Tangerang sebagai salah satu instansi pemerintah daerah yang ditunjuk dalam tahap awal nasional.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang Jatmiko mengatakan, program e-learning ASN Berintegritas merupakan program nasional yang nantinya ditujukan bagi ASN di seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, KPK menunjuk 12 instansi sebagai pilot project. Kota Tangerang menjadi salah satu pemerintah daerah yang dipercaya mengikuti tahap awal tersebut karena dinilai memiliki kesiapan untuk melaksanakan pembelajaran secara digital melalui sistem Tangerang Government University.
"Ini diprogramkan oleh KPK dan nantinya wajib untuk seluruh ASN di Indonesia. Pada tahap awal, ada 12 instansi yang ditunjuk sebagai pilot project dan salah satu perwakilan pemerintah daerah adalah Kota Tangerang," ujarnya.
Pelaksanaan e-learning ASN Berintegritas di Kota Tangerang berlangsung mulai Agustus hingga 25 November 2026. Seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tangerang ditargetkan mengikuti pembelajaran yang memuat nilai-nilai integritas dan BerAKHLAK.
”Materi pembelajaran diberikan melalui sejumlah modul yang harus diselesaikan secara bertahap. Peserta perlu menyelesaikan tahapan sebelumnya untuk dapat melanjutkan ke modul berikutnya,” katanya.
Menurutnya, program tersebut memiliki urgensi tinggi karena integritas aparatur menjadi salah satu fondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui pembelajaran ini, ASN diharapkan memahami ketentuan yang berlaku dan mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas.
"Harapannya, ASN Kota Tangerang bisa menjaga integritas, punya kemampuan mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan tidak ada yang melanggar ketentuan," jelasnya.
Tidak hanya berdampak pada internal pemerintahan, penguatan integritas ASN juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. ASN yang memahami nilai antikorupsi diharapkan mampu memberikan pelayanan secara profesional, transparan dan bebas dari praktik korupsi maupun pungutan liar.
"Masyarakat nantinya bisa mendapatkan layanan dengan baik tanpa korupsi dan tanpa pungli. Semua sesuai ketentuan sehingga masyarakat dapat menikmati hasil dari pelatihan ini," katanya.
Sebagai tahap awal, pelaksanaan e-learning saat ini diuji coba pada tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni BKPSDM, Inspektorat dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Setelah tahap tersebut berjalan, program akan dilanjutkan secara bertahap kepada OPD lainnya. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Pemerintah menyatukan jaringan kehumasan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk membangun komunikasi kebijakan yang lebih cepat, terkoordinasi, dan menjangkau masyarakat hingga daerah.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan koordinasi antarkehumasan menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital, termasuk meningkatnya disinformasi dan hoaks.
“Kita dalam kerangka tugas komunikasi pemerintahan yang pertama harus punya narasi, yang kedua punya juga penyampaian hingga ke pelosok daerah untuk diseminasi,” ujar Meutya dalam Forum Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) di Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Menurut Meutya, pemerintah membutuhkan koordinasi yang kuat antara humas kementerian dan lembaga dengan humas pemerintah daerah. Koordinasi tersebut juga menjadi ruang evaluasi terhadap komunikasi pemerintah.
“Kalau ada hal-hal yang memang kurang cepat dilakukan pemerintah, ada komunikasi yang dianggap masih lambat atau belum jelas, ini juga menjadi forum bagi kami untuk evaluasi diri,” katanya.
Meutya mengatakan forum komunikasi kehumasan akan diarahkan menjadi agenda berkala. Pemerintah berharap forum tersebut dapat menjadi ruang untuk menyatukan narasi sekaligus mempercepat koordinasi ketika pemerintah perlu menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. Selain itu, diperlukan penguatan koordinasi kehumasan seiring dengan digitalisasi yang tengah berlangsung.
Menurutnya, forum kehumasan nasional yang selama ini berlangsung melalui agenda Anugerah Media Humas dapat dilengkapi dengan forum komunikasi yang memungkinkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah melakukan koordinasi secara lebih cepat.
“Dengan digitalisasi kita perlu juga koordinasi secara cepat. Jadi sekali lagi kami terima kasih kepada Kemenko Polkam karena kemudian dipertemukan dengan lebih intens lagi,” kata Meutya.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari mengatakan komunikasi kebijakan memiliki posisi yang sama penting dengan pelaksanaan program.
“Komunikasi program itu harus dijalankan supaya dukungan kepada program-program semakin baik dan hasilnya semakin optimal,” ujar Qodari.
Qodari menyebut jaringan kehumasan pemerintah secara nasional mencakup lebih dari 8.000 perangkat. Jaringan tersebut menjadi kekuatan komunikasi yang perlu bekerja dalam satu orkestrasi.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat menunggu ketika ruang informasi publik bergerak setiap saat melalui media sosial. Pemerintah perlu memiliki agenda komunikasi yang rutin agar informasi mengenai kebijakan, program, serta hasil yang dirasakan masyarakat terus tersedia.
“Pemerintah tidak bisa menunggu. Harus punya jadwal rutin, harus punya agenda komunikasi yang membuat ruang-ruang informasi itu terus terisi dengan berbagai macam informasi kegiatan dan program dari pemerintahan,” katanya.
Qodari juga menekankan pentingnya menghadirkan masyarakat sebagai wajah dari program pemerintah. Informasi mengenai program perlu menunjukkan perubahan yang dirasakan warga, bukan berhenti pada penjelasan mengenai kebijakan.
“Program-program tidak hanya menjadi program tetapi program itu punya wajah. Wajah dari warga Indonesia, wajah dari bangsa Indonesia, wajah dari anak-anak kita, dari mereka-mereka yang merasakan manfaat dari program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menilai jaringan kehumasan pemerintah harus bekerja dua arah. Humas perlu menyampaikan kebijakan kepada publik sekaligus membaca apa yang sedang menjadi perhatian masyarakat.
“Humas itu bukan hanya menyampaikan satu arah saja, kebijakan ataupun informasi dari pemerintah, tapi baik sekali apabila teman-teman humas juga bisa membaca apa yang diperbincangkan oleh publik sehingga menjadi masukan bagi pemerintah,” kata Bima.
Bima juga meminta humas pemerintah memberi ruang lebih besar bagi informasi positif dan kisah inspiratif dari berbagai daerah. Dengan begitu, ruang informasi digital tidak hanya dipenuhi respons pemerintah terhadap isu negatif atau disinformasi.
“Kita akan meningkatkan koordinasi ke depannya sesuai dengan tugas fungsi dari Polkam. Kami akan mensinkronisasi kegiatan-kegiatan kehumasan agar bisa berjalan sesuai dengan harapan kita semua,” ujarnya.
Forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem komunikasi pemerintah yang mampu bergerak lebih cepat, membaca kebutuhan publik, serta memastikan informasi mengenai program pemerintah sampai kepada masyarakat di seluruh Indonesia. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tamgerang, Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi keluarga korban pohon tumbang yang merenggut korban jiwa di Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Selasa (01/09/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan turut berduka cita dan memberikan dorongan semangat kepada keluarga Zainal Arifin atas musibah pada hari Senin (31/08/26) yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah pohon tumbang yang merenggut korban jiwa serta menyebabkan sejumlah warga luka-luka di Desa Teluknaga Kecamatan Teluknaga. Mudah-mudahan anak yang meninggal mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT," ujar Bupati Maesyal
Ia mengungkapkan musibah yang terjadi diakibatkan adanya pohon besar yang tumbang kemudian menimpa rumah beserta penghuninya. Ia juga menginstruksikan kepada OPD terkait, kecamatan dan desa untuk segera melakukan pembersihan di lokasi dan melakukan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali
"Pohon kedondong akarnya dimakan rayap keropos nggak kuat lagi akarnya tumbang. Kita segera lakukan pembersihan dan langkah preventif lainnya agar kejadian ini tidak terulang lagi," ungkapnya
Lanjut dia, untuk korban luka-luka, pihaknya telah meminta kepada Kepala Puskesmas untuk memberikan perawatan medis secara maksimal dan apabila korban membutuhkan penanganan lanjutan untuk segera dirujuk ke RSUD atau rumah sakit lainnya yang lebih lengkap dan memadahi.
"Saya minta Kepala Puskesmas untuk memberikan perawatan medis maksimal kepada para korban luka semuanya diperiksa yang ada disini. Hari ini korban di periksa dulu semuanya, apabila perlu rujukan segera dirujuk ke RSUD atau rumah sakit lainnya," tegasnya
Selain pembersihan dan penanganan medis, pemerintah daerah juga memberikan bantuan logistik berupa sembako dan kasur serta akan mendirikan bangunan sementara non-permanen bagi warga terdampak
"Langkah penanganan jangka pendek bagi keluarga yang terdampak, selain bantuan logistik, kami akan dirikan bangunan sementara non-permanen. Di sekitar lokasi terdapat kurang lebih 50 rumah warga," jelasnya
Bupati juga menghimbau kepada warga yang terdampak untuk sementara waktu mengungsi ke tempat kerabat atau mengkontrak di tempat yang lebih aman selama proses pembersihan dan pengecekan kondisi tanah agar pembangunan tempat sementara bisa segera dibangun.
"Kepada bapak ibu yang terkena musibah untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat atau bisa ngontrak selagi proses pengecekan kondisi tanah dan pembersihan puing berlangsung. Pak RW minta tolong bantuannya secara gotong-royong bersihin dan rapihin potongan pohon tumbang di lokasi supaya kalau sudah rapi proses pembangunan bisa segera dimulai besok," ujarnya
Sementara itu, Zainal Arifin yang anggota keluarganya menjadi korban mengucapkan terima kasihnya atas kepedulian dan respond cepat pemerintah daerah dalam membantu serta memberikan dukungan moril dan spiritual kepadanya dan warga terdampak.
"Alhamdulilah terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah membantu kami. Istri saya malah terharu malah sampai menangis begitu cepat pemerintah peduli dan hadir. Mudah-mudahan semuanya yang sudah peduli sudah membantu, dibalas kebaikan dibalas ganjaran sama Allah SWT," ucapnya haru. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang Tahun Anggaran 2026 memberikan fasilitasi beasiswa perguruan tinggi kepada sebanyak 1.075 mahasiswa. Para penerima beasiswa tersebut mendapatkan pembekalan sebelum memulai perkuliahan di perguruan tinggi masing-masing.
Kegiatan pembekalan digelar di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, dan diikuti sebanyak 417 mahasiswa secara langsung, sementara penerima lainnya mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, Selasa, (1/9/26)
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan pembekalan tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan motivasi, pengetahuan, dan pengalaman kepada para penerima Beasiswa Tangerang Gemilang sebelum menempuh pendidikan tinggi.
"Alhamdulillah, sebanyak 1.075 mahasiswa-mahasiswi mendapatkan program beasiswa Tangerang Gemilang. Hari ini mereka mendapatkan pembekalan sebelum melaksanakan perkuliahan di universitas masing-masing," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, pembekalan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi pendidikan dan pemerintahan, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Swiss German University, Bappeda Kabupaten Tangerang, serta Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
Bupati berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan pengetahuan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
"Mudah-mudahan anak-anak ini terus semangat untuk kuliah. Kita semua mendoakan agar 1.075 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini bisa cepat menjadi sarjana," katanya.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi menjadikan pendidikan sebagai bekal untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa serta mampu berkontribusi positif pada keluarga, masyarakat dan daerah
"Semoga ini menjadi bekal mereka untuk menambah kompetensi dan pengetahuan, sehingga nantinya bisa menjadi pemimpin-pemimpin dan orang yang berbakti kepada nusa dan bangsa," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus semangat belajar dan mengejar cita-cita. Ia mengingatkan pentingnya sholat serta meminta restu dan selalu mendoakan kedua orang tua.
"Semangat dalam belajar, kejar cita-cita. Jangan lupa berdoa, selalu doakan orang tua dan minta doa restu dari orang tua. Saya ingin ada masyarakat Kabupaten Tangerang yang sukses nantinya dan bisa menggapai cita-cita yang diharapkan," pesannya.
Menanggapi harapan masyarakat agar jumlah penerima Beasiswa Tangerang Gemilang terus ditambah, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus mengembangkan cakupan program tersebut sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
"Insyaallah nanti tahun 2027, kita akan tambah lagi jumlahnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Mudah-mudahan bertambahnya jumlah mahasiswa, bertambah juga masyarakat yang kompetensinya meningkat," jelasnya.
Sementara itu, salah satu penerima Beasiswa Tangerang Gemilang, Siti Zahra Nur Arafah, warga Kecamatan Sepatan Timur, Desa Kedaung Barat, mengaku sangat bersyukur mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.
Siti Zahra mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Maesyal Rasyid dan seluruh jajarannya, atas hadirnya program beasiswa bagi masyarakat.
"Saya tidak bermimpi bisa melanjutkan perkuliahan. Bahkan tidak tanggung-tanggung bisa kuliah di Kairo, Al-Azhar Mesir. Itu merupakan suatu pencapaian yang luar biasa. Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Bupati Maesyal," tuturnya.
Menurut Siti, program Beasiswa Tangerang Gemilang memberikan kesempatan yang sangat berarti bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan.
"Semoga dengan program beasiswa ini makin banyak masyarakat Kabupaten Tangerang yang bisa melanjutkan cita-cita dan mimpinya untuk menjadi mahasiswa dan bisa menjadi lebih sukses di kemudian hari," harapnya. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
