LEBAK, lensafokus.id – Pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMPN 4 Bayah, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan. Proyek rehabilitasi yang memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.092.167.000 yang bersumber dari APBN itu diduga mengalami pemotongan sebesar 15 persen yang disebut diperuntukkan bagi "aspirasi dewan".
Dugaan tersebut mencuat setelah Ketua Komite Pembangunan SMPN 4 Bayah, H. Samun, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, mengaku adanya pemotongan anggaran sebesar 15 persen.
Menurut H. Samun, potongan tersebut disebut untuk "aspirasi dewan", namun ia mengaku tidak mengetahui secara jelas dasar maupun peruntukannya.
"Memang ada potongan 15 persen untuk aspirasi dewan," ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, berdasarkan hasil penelusuran awak media di lokasi pada Senin (3/8/2026), pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi rehabilitasi ruang kelas siswa. Namun, besarnya nilai anggaran dinilai belum sebanding dengan volume pekerjaan yang terlihat di lapangan.
Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, bangunan sekolah tersebut diketahui baru selesai dibangun pada tahun 2019, sehingga pelaksanaan rehabilitasi kembali pada tahun 2026 juga menjadi perhatian.
Di sisi lain, Kepala SMPN 4 Bayah, Siti Fatlah, telah dihubungi beberapa kali melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp untuk dimintai klarifikasi terkait pelaksanaan proyek revitalisasi maupun dugaan adanya pemotongan anggaran sebesar 15 persen. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (C2p)
