Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong perempuan untuk meneladani semangat perjuangan Kartini agar lebih berani memperkuat perannya dalam kepemimpinan saat ini dan akan datang.
Hal tersebut diutarakan Wabup Intan saat menjadi narasumber dalam seminar publik bertajuk "Carrying Kartini’s Spirit to Empower Today’s and Future Women Leaders" yang diselenggarakan oleh Swiss German University (SGU) di Kampus SGU Alam Sutera, Sabtu (25/4/2026).
"Kaum perempuan harus terus meneladani semangar perjuangan Kartini agar lebih berani mengambil peran dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan, baik saat ini maupun yang akan datang," ujar Wabup Intan.
Dia menandaskan pentingnya peran perempuan dalam melanjutkan perjuangan R.A. Kartini di era modern tanpa melupakan kodratnya. Perempuan dituntut untuk mampu mendobrak batasan-batasan sosial dan tantangan lainnya agar lebih maju, berdaya saing dan memberikan solusi.
"Peran perempuan di era global saat ini cukup penting dan tidak mudah. Perempuan harus berani tampil beda tanpa melupakan kodratnya, menembus batasan-batasan sosial agar bisa lebih maju, berdaya saing, sekaligus memberikan solusi-solusi" tandasnya.
Pada seminar tersebut, Wabup Intan juga memaparkan berbagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan, mulai dari program Beasiswa Tangerang Gemilang maupun sekolah SD-SMP swasta gratis secara bertahap.
"Kami ingin membalikkan pola pikir. Melalui Beasiswa Tangerang Gemilang, Pemerintah hadir agar tidak ada lagi anak-anak di Kabupaten Tangerang yang mimpinya tersendat untuk bisa kuliah," ujarnya.
Selain akses pendidikan formal, dia juga memaparkan inovasi daerah melalui Kurikulum Keputrian yang menyasar siswi SD kelas 5 hingga SMP dan bertujuan membekali remaja putri dengan nilai-nilai moral dan keterampilan hidup (life skills).
"Di Kurikulum Keputrian, kami mengajarkan budi pekerti, adab, hingga keterampilan praktis seperti memasak dan cara proteksi diri bagi anak perempuan. Kami ingin mengembalikan life skill mereka sejak dini," jelasnya.
Dia pun mengapresiasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan SGU yang telah memberikan manfaat luas, mulai dari program beasiswa hingga riset kolaboratif terkait penanganan stunting, pendidikan, dan teknologi pangan.
"Jika gerakan kolaborasi ini dilakukan secara masif, insyaAllah masyarakat Kabupaten Tangerang tidak akan ada lagi yang tidak punya mimpi di masa depan," ujarnya.
Dia berharap melalui kegiatan seminar publik tersebut semangat kepemimpinan perempuan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.
"Saya berharap melalui forum seperti ini, semangat kepemimpinan perempuan terus tumbuh, memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan masyarakat," pungkasnya.
Seminar yang juga dihadiri oleh pakar dari sektor energi dan teknologi komunikasi yaitu tokoh inspiratif lainnya, seperti Dr.-Ing. Evita H. Legowo (Mantan Dirjen Migas ESDM) dan Thata Apriatin (VP Head of Security Command Center Indosat Ooredoo Hutchison). (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri prosesi Wisuda Program Sarjana Ke-2 Universitas Syekh Nawawi Banten (USNB) Tahun Akademik 2025-2026 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Sabtu (25/4/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI ke-13, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin, serta civitas akademika USNB.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Syekh Nawawi Banten yang telah berkontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, keteguhan, serta doa yang tidak putus dari keluarga dan dosen pembimbing," ujar Bupati Maesyal.
Di hadapan Wakil Presiden, Bupati Maesyal memaparkan mengenai lompatan besar Pemkab Tangerang di sektor pendidikan. Ia menegaskan bahwa mulai tahun 2025, porsi perhatian terhadap dunia pendidikan ditingkatkan secara signifikan, terutama bagi masyarakat ekonomi lemah.
"Kami laporkan kepada Bapak Wakil Presiden, pada tahun 2025 kami telah memberangkatkan 235 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk kuliah gratis hingga selesai. Sebanyak 20 orang dikirim ke Al-Azhar Kairo, 30 di Swiss German University, serta sisanya tersebar di PTN ternama seperti UI, ITB, dan Untirta," tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati mengumumkan kabar gembira bahwa di tahun 2026 ini, kuota beasiswa tersebut meningkat drastis menjadi 540 mahasiswa. Tidak hanya itu, Pemkab Tangerang juga memberikan beasiswa pendidikan S1 bagi 430 guru PAUD untuk meningkatkan kompetensi pengajaran di Kabupaten Tangerang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap perguruan tinggi lokal, Bupati Maesyal berencana menjalin kerja sama strategis dengan USNB agar putra-putri daerah Kabupaten Tangerang dapat menempuh pendidikan di kampus tersebut melalui program beasiswa pemerintah daerah.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak Tangerang yang putus sekolah karena biaya. Kami juga tengah menyiapkan program beasiswa untuk mencetak pilot dan dokter dari kalangan keluarga tidak mampu. SDM unggul inilah yang akan menjadi motor penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Selain pendidikan formal, Bupati juga berkomitmen melanjutkan kesuksesan program Sanitren (Sanitasi Pesantren) dengan menambah program pembangunan asrama pondok pesantren di kawasan Tangerang guna menunjang kenyamanan santri dalam menimba ilmu. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyud meraih penghargaan Economic Growth pada ajang National Governance Awards 2026 yang digelar Metro TV bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Hotel The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jum'at malam (24/04/26)
National Governance Awards 2026 merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Metro TV bekerja sama dengan Kemendagri dan kementerian terkait lainnya untuk mengapresiasi kepala daerah (provinsi, kota, kabupaten) di Indonesia yang berhasil melakukan inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta transformasi digital yang inspiratif
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang menerima langsung penghargaan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para kepala daerah, yang dinilai telah melakukan inovasi dan mampu menginspirasi pada sektor tata kelola pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan kesehatan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
"Penghargaan ini diberikan kepada para kepala daerah yang mampu meningkatkan atau memaksimalkan tugas-tugasnya untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemrintah daerah, khususnya terkait dengan tata kelola pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan kesehatan," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, penghargaan yang diraih tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh OPD dan para mitra Pemkab Tangerang yang terus melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Apa yang kita terima hari ini adalah berkat kerja bersama, berkat sinergi dan kolaborasi seluruh OPD dan mitra pemerintah. Yang jelas memotivasi kami untuk terus berinovasi bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang," tandasnya
Dia menandaskan Pemkab Tangerang akan melaksanakan dan menyelaraskan program-program pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan sesuai dengan kebijakan dari pemerintah pusat sehingga berdampak langsung kepada masyarakat
"Kami akan terus menguatkan program pembangunan yang selaras dengan arah dan kebijakan pemerintah pusat, salah satunya percepatan dan transparansi pelayanan perizinan. Perizinan yang lebih mudah berarti membuka peluang investasi dan juga membuka lapangan pekerjaan," imbuhnya
Selain itu, Pemkab Tangerang juga akan terus mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, keagamaan, kesehatan dan peningkatan kualitas SDM.
"InsyaAllah ke depan, kita akan terus membangun sarana pembelajaran dari sisi agama antara lainnya adalah Asrama Pondok Pesantren dan sanitasi pondok pesantren. Sekolah gratis untuk SD-SMP swasta secara bertahap, akan kita tambah porsi jumlahnya, serta beasiswa bagi mahasiswa yang orang tuanya ekonominya terbatas ekonominya juga akan kita tambah porsinya," imbuhnya
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Metro TV dan Kemendagri yang telah memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan pelayanan dan inovasi yang telah pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat
"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih atas inisiatif dari Metro TV bersama Pak Menteri Dalam Negeri yang telah melaksanakan agenda memberikan penghargaan kepada kepala daerah seluruh Indonesia baik gubernur, bupati maupun Walikota," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang, Jumat (24/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menuturkan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar Posyandu kepada masyarakat, bukan hanya kesehatan ibu dan anak, namun juga pada bidang lainnya
“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis. Posyandu yang dahulu kita kenal sebagai layanan kesehatan dasar, kini bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Sosial Dasar, yang tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup enam bidang pelayanan yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta sosial,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan bahwa transformasi tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), sekaligus menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat desa dan kelurahan. Untuk itu, dia meminta para kepala desa dan lurah berperan aktif mendukung dan menyukseskan implementasi Posyandu 6 SPM tersebut
“Peran Kepala Desa dan Lurah sangat krusial sebagai pembina, fasilitator, dan penanggung jawab dalam implementasi Posyandu 6 SPM. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada komitmen dan sinergi kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, Posyandu 6 SPM menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan visi Kabupaten Tangerang, yaitu terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing, khususnya melalui peningkatan kualitas kesehatan.
"Melalui kegiatan ini, saya berharap akan terbangun pemahaman yang sama tentang konsep dan implementasi Posyandu 6 SPM, meningkatnya kapasitas aparatur desa/kelurahan dan kader Posyandu, serta terwujudnya pelayanan yang terpadu, efektif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Bupati Maesyal juga mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi mampu mengimplementasikannya secara nyata di lapangan dengan penuh tanggung jawab.
“Ke depan, tantangan pembangunan semakin kompleks. Oleh karena itu, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, serta inovasi dalam pelayanan publik,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, ia berpesan agar kegiatan sosialisasi ini dapat dijadikan momentum semua stakeholder untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Laksanakan tugas dengan penuh integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian. Karena sejatinya, keberhasilan pembangunan daerah dimulai dari pelayanan yang baik di tingkat desa dan kelurahan,” pungkasnya. (Red)
Tangerang , lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) menyelenggarakan Forum Diskusi Sejarah (FGD) Kabupaten Tangerang di hotel lemol, Kamis, (23/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menggali, menyusun, dan meluruskan narasi sejarah daerah secara komprehensif sebagai fondasi membangun masa depan.
Dalam FGD ini, Disperpusip Kabupaten Tangerang menghadirkan tiga narasumber berpengalaman. Mereka adalah Dr. M. Taufik, M.Si. selaku praktisi kearsipan, Prof. Mufti Ali, S.Ag., Ph.D. selaku sejarawan, serta Mushab Abdu Asy Syahid, S.Ars., M.Ars. selaku akademisi sejarah. Kehadiran ketiganya kian memperkaya substansi dan menjamin akurasi narasi sejarah yang dihasilkan.
Asisten Bidang Administrasi Umum (Asda III), Firzada Mahalli, yang membuka secara resmi acara tersebut menekankan bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan pengikat identitas daerah. Ia menyatakan bahwa di tengah arus globalisasi, pelestarian arsip statis dan sejarah lokal menjadi sangat krusial agar masyarakat tidak kehilangan arah.
"Sejarah tidak boleh ditulis dari satu sudut pandang saja. Seperti arsip, sejarah harus dirangkai dari berbagai perspektif agar menjadi utuh dan tidak bias," ujar Firzada.
Salah satu target utama dari FGD ini adalah pemanfaatan hasilnya sebagai dasar penyusunan konten diorama sejarah Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang berupaya menghadirkan sejarah dalam bentuk visual dan ruang edukasi yang lebih hidup, melampaui sekadar teks dalam buku.
Diharapkan, dengan adanya format visual yang menarik seperti diorama, generasi muda akan lebih mudah memahami makna dan nilai sejarah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, rasa memiliki, serta tanggung jawab untuk membangun daerah.
"Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat identitas dan budaya Kabupaten Tangerang," pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala Disperpusip Kabupaten Tangerang, Nurul Hayati, menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan kaya, yang mencerminkan dinamika sosial, budaya, serta perjuangan masyarakatnya dari masa ke masa.
Namun demikian, kata dia, penyusunan sejarah daerah yang komprehensif dan terstruktur dinilai masih memerlukan penguatan, baik dari sisi data, sumber arsip, maupun kajian ilmiah.
"Salah satu manfaat FGD ini adalah meningkatkan kesadaran pentingnya arsip sejarah sebagai memori kolektif daerah sekaligus menjadi media pembelajaran dan edukasi yang lebih menarik," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan monitoring pelaksanaan perayaan Paskah bersama yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Gereja-Gereja (BKSG) Kabupaten Tangerang di Kecamatan Pasar Kemis, Jumat (24/4/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan pesan agar seluruh umat beragama di Kabupaten Tangerang terus menjaga persatuan dan mempererat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami pemerintah berharap umat Kristiani terus bergandengan tangan dengan umat lainnya, termasuk umat Islam, Hindu, Buddha, dan seluruh elemen masyarakat. Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi kerukunan di Kabupaten Tangerang tetap terjaga, harmonis, dan kondusif,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dinilai mampu merangkul dan menjadi fasilitator semua pihak untuk bersama-sama menjaga toleransi dan memperkuat komunikasi antarumat beragama di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan sekitarnya
Menurutnya, perayaan Paskah nersma tersebut, tidak hanya menjadi momentum spiritual keagamaan, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman.
“Ini adalah wujud nyata kebersamaan kita. Seluruh umat dan keyakinan di Kabupaten Tangerang tetap saling menghormati, menghargai, dan menjaga kerukunan dalam bingkai Pancasila,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuhnmenjamin kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama tanpa adanya pembatasan. Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut oleh informasi yang menyesatkan dan menimbulkan perpecahan
“Tidak ada larangan ataupun pembatasan dalam beribadah di Kabupaten Tangerang. Jika ada informasi yang beredar terkait hal tersebut, saya pastikan itu tidak benar. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.
Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan klarifikasi kepada pihak berwenang seperti FKUB, camat, lurah, maupun aparat setempat apabila menemukan informasi yang meragukan dan berpotensi menimbulkan perpecahan
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan umat Kristiani yang telah menyelenggarakan perayaan Paskah dengan penuh khidmat dan kebersamaan.
“Kami turut berbahagia dan mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga kebersamaan, keharmonisan, dan persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang terus terjaga dan semakin kuat,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan lapangan atau visitasi kepemimpinan nasional dari para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri. Kunjungan yang berlangsung pada 23-24 April 2026 ini bertujuan untuk melakukan studi mendalam mengenai tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi melalui koperasi.
Rombongan peserta PKN tersebut terdiri dari 40 pejabat yang berasal dari berbagai instansi lintas kementerian dan pemerintah daerah di Indonesia, termasuk perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan RI, hingga perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi.
Kegiatan visitasi ini mengangkat tema utama "Pengembangan Kepemimpinan Adaptif dan Transformatif dalam Mewujudkan Resiliensi Tata Kelola Pemerintahan Daerah". Kabupaten Tangerang dipilih menjadi lokus kunjungan (Visi Kepemimpinan Nasional/VKN) karena dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam implementasi kebijakan di dua sektor utama:
1. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan: Terkait pengembangan kepemimpinan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang ketahanan pangan.
2. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro: Terkait strategi pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan melalui penguatan sektor koperasi dan UMKM.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang menerima langsung kunjungan tersebut bersama jajaran pejabat BKP-SDM, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Kabupaten Tangerang sebagai tempat berbagi ilmu bagi para calon pemimpin nasional.
"Hari ini kami menerima kunjungan visitasi dari peserta PKN Kemendagri Angkatan I Tahun 2026. Fokus diskusi kami hari ini mencakup kepemimpinan dengan sub-tema ketahanan pangan dan koperasi," ujar Sekda Soma.
Beliau menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan momentum kolaborasi yang saling menguntungkan.
"Mudah-mudahan para peserta bisa belajar banyak mengenai kondisi Kabupaten Tangerang saat ini. Sebaliknya, bagi kami di Pemerintah Kabupaten Tangerang, kunjungan ini sangat bermanfaat karena kami mengharapkan adanya masukan, kritik, dan saran perbaikan dalam menata kelola ketahanan pangan serta memajukan koperasi dan UMKM yang sedang kami kembangkan," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah dijalankan di Kabupaten Tangerang untuk kemudian dapat diadaptasi atau diberikan rekomendasi peningkatan kualitas layanannya.
Visitasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pengembangan kompetensi manajerial aparatur sipil negara di tingkat nasional, sekaligus menjadi sarana evaluasi eksternal untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan melalui kegiatan rutin Korve (kerja bakti) yang dilaksanakan setiap hari Kamis oleh seluruh pegawai di lingkup pemerintahan.
Sebanyak 32 perangkat daerah turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pelaksanaan Korve dimulai jam 07.30 s.d 09.00. Memulai kegiatan dari Pos Bitung hingga area Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang menempuh jarak 9.200 meter. Para pegawai secara gotong royong membersihkan jalan, saluran air, serta lingkungan sekitar perkantoran guna menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan tertata.
Kegiatan Korve ini tidak hanya menjadi rutinitas semata, tetapi juga memiliki tujuan penting, di antaranya:
● Meningkatkan kesadaran dan kepedulian pegawai terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
●Mewujudkan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan produktif.
●Mempererat kebersamaan serta semangat gotong royong antar pegawai.
●Menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Dengan adanya kegiatan rutin ini, diharapkan tercipta budaya hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi aktif seluruh elemen dalam menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah yang bersih, indah, dan berkelanjutan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menggelar pertemuan besar antara para pendaftar beasiswa dengan 33 universitas mitra. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari program Beasiswa Gemilang ini dilaksanakan pada Kamis, (23/04/2026) bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menjelaskan bahwa program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan ide besar dari Bupati dan Wakil Bupati untuk memastikan anak-anak Tangerang tetap bisa bersekolah guna mengentaskan kemiskinan di tingkat keluarga.
"Pemerintah harus hadir tidak hanya di level TK, SD, dan SMP, tapi kita melangkah lebih jauh lagi bagaimana menciptakan sarjana-sarjana baru di keluarga miskin. Tidak ada cara instan untuk menghapus kemiskinan selain dengan pendidikan, itu kuncinya," tegas Soma Atmaja.
Soma memaparkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, pemerintah daerah menggelontorkan dana sebesar Rp25,5 Miliar. Anggaran tersebut mengalami peningkatan signifikan guna mengakomodasi 679 kuota penerima manfaat, dimana jumpah tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 235 kuota.
"Tujuan kami melalui expo beasiswa ini adalah untuk memberikan informasi komprehensif serta memfasilitasi interaksi langsung antara calon penerima beasiswa dengan 33 perguruan tinggi mitra yang aka mereka pilihan," tambah Soma.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Bagian Kesra, Chaidir merinci bahwa Beasiswa Gemilang ditujukan bagi putra-putri daerah Kabupaten Tangerang yang memiliki potensi akademik maupun non-akademik tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Program ini juga terbuka bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi mitra yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, sehingga penerima dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala biaya.
"Cakupan beasiswa ini dirancang secara menyeluruh untuk mendukung mahasiswa di berbagai tahap pendidikan. Mulai dari calon mahasiswa baru, baik yang melanjutkan studi di dalam negeri maupun luar negeri, hingga mahasiswa aktif yang sedang menjalani perkuliahan dan mahasiswa tingkat akhir yang membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan studi," jelasnya.
Ia memaparkan bahwa hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 2.200 pendaftar yang mengakses situs resmi pendaftaran, dengan sekitar 200 pemohon yang telah menyelesaikan unggah dokumen persyaratan. Pendaftaran sendiri masih dibuka secara daring melalui laman beasiswa.tangerangkab.go.id hingga 30 April 2026.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak muda di Kabupaten Tangerang yang putus kuliah hanya karena kendala biaya. Pemerintah hadir untuk mencetak SDM yang kompetitif melalui kerja sama dengan 33 perguruan tinggi, termasuk untuk program pendidikan Pilot dan Kedokteran," tutup Chaidir. (Red)
Serang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Banten Tahun 2027 yang digelar di Aula Pendopo Gubernur Banten, Kamis (23/4/26).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, para kepala daerah se-Provinsi Banten, unsur DPRD, Forkopimda, serta pemangku kepentingan lainnya dalam rangka menyusun arah kebijakan pembangunan daerah Provinsi Banten tahun 2027.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Provinsi Banten. Musrenbang RKPD tersebut merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan program-program prioritas pemerintah pusat dengan Provinsi Banten maupun dengan kabupaten-kota di Banten
“Musrenbang ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program prioritas antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Kami, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan publik, maupun pengembangan sumber daya manusia,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang siap mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Banten dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah, khususnya melalui penguatan konektivitas, peningkatan investasi, serta pengembangan kawasan-kawasan strategis.
“Kami menyambut baik arah kebijakan Provinsi Banten yang memfokuskan pembangunan pada wilayah yang masih membutuhkan percepatan. Kabupaten Tangerang siap bersinergi dan berbagi praktik baik guna mendorong pertumbuhan yang inklusif di seluruh wilayah Banten,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah atas kontribusi kinerja yang telah mendorong capaian indikator makro pembangunan Provinsi Banten. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Provinsi Banten merupakan hasil kerja kolektif seluruh bupati dan wali kota.
“Terima kasih kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Banten. Berkat kerja keras yang dilaksanakan, berbagai indikator makro menunjukkan hasil yang positif. Ini bukan semata kerja Gubernur, melainkan hasil kerja bersama bupati dan wali kota,” ujar Gubernur.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi dengan DPRD dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, serta menyampaikan bahwa pembangunan ke depan akan difokuskan pada wilayah yang masih memiliki keterbatasan fiskal guna mengurangi disparitas antar daerah.
Selain itu, ia memaparkan sejumlah capaian indikator makro Provinsi Banten tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,25 poin, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen (year-on-year), serta tren penurunan angka kemiskinan.
Pihaknya berharap melalui Musrenbang RKPD ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan demi kemajuan Provinsi Banten ke depannya. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
