TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melantik dan mengambil sumpah enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jumat (31/7/26),
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pelaksanaan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan tinggi pratama tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
"Alhamdulillah, hari ini kami telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat untuk melaksanakan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan. Seluruh proses ini mengacu pada sistem manajemen talenta yang mempertimbangkan kinerja, kompetensi, serta kebutuhan organisasi," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengungkapkan kebijakan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan tersebut tidak hanya bertujuan mengisi kebutuhan organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari penyegaran birokrasi. Sejumlah pejabat yang telah menduduki jabatan selama tiga hingga lima tahun menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rotasi dan mutasi.
"Penempatan pejabat juga disesuaikan dengan kebutuhan perangkat daerah serta rekam jejak kinerja dan kompetensi masing-masing aparatur sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," jelasnya
Bupati secara tegas meminta kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab di tempat yang baru.
"Saya minta saudara-saudara segera mempelajari tugas pokok dan fungsi di unit kerja masing-masing, memahami tanggung jawab yang diemban, serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Ia juga berharap seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Kami percaya saudara-saudara mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, mengutamakan kepentingan organisasi dan kepentingan masyarakat. Jadikan amanah ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang semakin berkualitas," pungkasnya.
Adapun pejabat yang dilantik tersebut yaitu H. Asep Suherman menempati jabatan baru sebagai Kadisporabudpar, Ratih Rahmawati Kepala DP3A, H. Dadan Gandana Kepala Bapenda, Supriyadi menjabat sebagai Kadisdik, Muchammad Solehhudin, M.Si beralih tugas sebagai Kaban Kesbangpol dan Yudiana menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah
Acara tersebut dihadiri pula oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Sekda Soma Atmaja, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri pameran otomotif terbesar se Asia Tenggara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang dibuka oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di ICE BSD City Pagedangan, Kab. Tangerang, Kamis (30/07/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan berharap penyelenggaraan GIIAS 2026 tidak hanya berdampak bagi industri otomotif nasional, namun juga berdampak bagi peningkatan investasi di Kabupaten Tangerang
"Kita berharap GIIAS sebagai pameran otomotif terbesar di Indonesia bahkan mungkin Asia ini tidak hanya memberikan dampak yang sangat positif bagi industri otomotif nasional tapi juga peningkatan investasi di Kabupaten Tangerang," ujar Wabup Intan
Menurut dia, GIIAS 2026 tersebut merupakan momentum yang sangat baik untuk dapat mengenalkan dan mengembangkan potensi serta berbagai kemudahan di Kab Tangerang kepada para investor, baik dalam maupun luar negeri. Investasi di Kabupaten Tangerang pada semester I tahun 2026 telah mencapai sekitar 11 triliun lebih.
"Saat ini investasi di Kabupaten Tangerang masih didominasi PMDN, sekitar 60 persen lebih, sisanya berupa PMA. GIIAS ini merupakan momentum yang sangat bagus bagi kita untuk promosi segala potensi yang Kabupaten Tangerang miliki," ungkapnya
Lebih lanjut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa industri otomotif nasional telah berhasil berkembang menjadi salah satu basis produksi kendaraan terbesar di Asia Tenggara. Pencapaian tersebut tidak lepas dari sinergi yang kuat antara Pemerintah dan para pelaku usaha yang konsisten menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam mendukung Roadmap Pengembangan Industri Otomotif Nasional.
"Tahun ini, GIIAS ini diikuti oleh lebih dari 65 merek otomotif global. Selain menampilkan produk dan teknologi terbaru, GIIAS 2026 juga menghadirkan sarana edukasi dan diskusi strategis melalui GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) serta serangkaian seminar otomotif," pungkasnya
Sementara itu, Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa GIIAS merupakan bukti keberhasilan Indonesia yang mampu menyelenggarakan pameran otomotif skala besar setiap tahun dengan antusiasme yang terus meningkat dan mencetak sejarah baru, mengungguli frekuensi pameran serupa di Tokyo yang digelar dua tahun sekali.
"GIIAS bukan sekadar ajang pameran penjualan kendaraan, melainkan etalase masa depan mobilitas Indonesia. Di sinilah para pemangku kepentingan memperlihatkan kepada publik arah teknologi kendaraan yang akan dikendarai masyarakat dalam 5 hingga 10 tahun ke depan," ungkap Agus
Lanjut dia, transisi energi multijalur dan berdaulat mendorong transformasi menuju kendaraan rendah emisi berlangsung sangat cepat. Untuk itu, Kementerian Perindustrian berkomitmen penuh sebagai mitra strategis yang siap mendengarkan, memfasilitasi, dan mendukung terciptanya gagasan-gagasan baru demi kemajuan otomotif Indonesia.
"Penyelenggaraan GIIAS tahun ini menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap pasar Indonesia, dengan hadirnya 65 merek otomotif dunia serta lebih dari 150 perusahaan industri pendukung dari berbagai negara. Masa depan bukanlah sesuatu yang kita tunggu kedatangannya, melainkan sesuatu yang kita putuskan hari ini," imbuhnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerja ke fasilitas produksi motor listrik di kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/7/26).
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Presiden meninjau secara langsung proses perakitan motor listrik, pengujian kualitas (quality control), hingga fasilitas konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Selain itu, Wapres juga berdialog dengan jajaran manajemen perusahaan dan para pekerja mengenai pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik kunjungan Wakil Presiden sebagai wujud perhatian pemerintah pusat terhadap kemajuan sektor industri di Kabupaten Tangerang, khususnya industri manufaktur yang mendukung program langit biru untuk mengurangi emisi karbon
"Keberadaan industri kendaraan listrik di Kabupaten Tangerang menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung program transisi energi bersih yang dicanangkan pemerintah. Kami akan terus menciptakan iklim investasi yang kondusif agar industri dapat berkembang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menambahkan, Kabupaten Tangerang memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri nasional yang terus berkembang. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi serta mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan.
"Kunjungan Wakil Presiden tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN)," imbuhnya
Lanjut dia, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah yang banyak diminati para pengusaha, baik lokal maupun mancanegara. Sektor yang paling banyak diminati antara lain: jasa dan perniagaan, perumahan dan permukiman, kesehatan, pendidikan, manufaktur dan olahraga
"Kabupaten saat ini banyak diminati pengusaha yang bergerak di bidang: jasa dan niaga, pendidikan, kesehatan, pendidikan, olahraga, manufaktur sampai dengan pengembangan kawasan permukiman terpadu," ungkapnya
Dikutip dari berita yang direlease Dikominfo Kab. Tangerang dan berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dihimpun melalui sistem Online Single Submission (OSS) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Kabupaten Tangerang pada triwulan II tahun 2026 mencapai sekitar Rp. 11,63 triliun dengan komposisi sekitar 60,7 persen berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan sisanya 39, 3 persen berupa Penanaman Modal Asing (PMA). (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima Kunjungan Kerja (Kunker) dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Kunjungan tersebut dalam rangka studi komparasi terkait Optimalisasi Penyelenggaraan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dilangsungkan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Kamis (30/07/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyambut hangat kedatangan rombongan Pemkab Muara Enim. Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa Pemkab Tangerang terus berkomitmen menghadirkan jaring pengaman sosial bagi pekerja, khususnya di sektor informal dan rentan. Komitmen ini diwujudkan secara bertahap sejak tahun 2022 dan kini telah berhasil melindungi sekitar 500.000 jiwa pekerja.
"Kami menyambut baik dan merasa sangat bangga atas kunjungan persahabatan dari jajaran Pemkab Muara Enim. Kehadiran jaminan sosial bukan sekadar program administratif, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Perlindungan sosial ini tidak hanya dirasakan saat terjadi risiko kerja, tetapi juga memberikan ketenangan bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, hingga ke tingkat pemerintah desa dan kelurahan. Keberhasilan melindungi ratusan ribu jiwa pekerja rentan ini adalah hasil kerja keras kolektif yang melibatkan banyak pihak.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Muara Enim Yulius, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan luar biasa dari Pemkab Tangerang. Ia mengungkapkan, tujuan utama kunjungan ini adalah untuk bertukar pengetahuan dan mereplikasi inovasi Pemkab Tangerang yang dinilai sebagai role model (percontohan) nasional dalam hal perlindungan pekerja informal.
"Kami datang ke sini untuk belajar banyak. Berdasarkan data yang kami peroleh, Kabupaten Tangerang adalah yang terbaik untuk cakupan pekerja informal. Kami sangat terkesan dengan capaian perlindungan hingga 500.000 pekerja, serta keberhasilan inovasi sistem pembayaran satu pintu untuk BPJS Ketenagakerjaan aparatur desa yang terbukti berjalan sangat efektif di sini," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara nasional masih terdapat ketimpangan antara capaian Jaminan Kesehatan (UHC) yang sudah menyentuh 90%, dengan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang baru mencapai angka 38%. Melalui studi komparasi ini, Pemkab Muara Enim menargetkan peningkatan cakupan kepesertaan pekerja rentan di wilayahnya, yang saat ini berada di angka 34,8%, untuk bisa menyentuh target 59,39% pada akhir tahun 2026.
"Pertemuan ini diharapkan menjadi sarana qpembelajaran dan kolaborasi antar daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang menggelar Sosialisasi Literasi Digital di SMP Negeri 5 Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang penggunaan media sosial yang aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Kepala Diskominfo Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, mengapresiasi Kepala SMP Negeri 5 Cikupa beserta jajaran yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sekolah menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang cakap digital dan berkarakter.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala SMP Negeri 5 Cikupa beserta seluruh jajaran atas dukungan dan kepercayaannya kepada Diskominfo Kabupaten Tangerang. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar," ujar Diyan.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah menjadikan media sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, para pelajar perlu memahami bahwa setiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat berdampak pada masa depan.
"Apa yang kita unggah, komentari, maupun bagikan di media sosial akan menjadi jejak digital. Karena itu, gunakan media sosial dengan bijak karena jejak tersebut dapat memengaruhi kehidupan kita di masa mendatang," katanya.
Selain itu, para peserta juga mendapat edukasi mengenai bahaya cyberbullying atau perundungan siber. Tindakan seperti ejekan, penghinaan, hingga intimidasi di media sosial dapat memberikan dampak psikologis yang serius bagi korbannya.
"Kami berharap para siswa memiliki keberanian untuk mencegah dan melawan segala bentuk cyberbullying. Ruang digital harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan saling menghargai," tegas Diyan.
Di akhir kegiatan, Diyan mengajak para pelajar memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, berkreasi, meraih prestasi, dan menyebarkan konten positif.
"Jadilah generasi yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat dan menjadi agen penyebar energi positif di ruang digital," tutupnya. (Red)
Tangerang, lensfokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong sinergi dan kolaborasi bersama antara pengembang dan masyarakat untuk mengelola sampah berbasis teknologi untuk kepentingan bersama.
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat memimpin diskusi penanganan dan pengelolaan sampah bersama jajaran pemerintah daerah, pihak Kecamatan Sindang Jaya, pengembang kawasan Lavon Swan City, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya di Kawasan Lavon Desa Wanakerta, Kec. Sindang Jaya, Kamis (30/07/26)
"Kita ingin pengelolaan sampah tidak lagi hanya ditumpuk. Sampah harus diolah agar juga dapat memiliki nilai ekonomi melalui teknologi yang tepat. Sekarang sudah banyak pilihan teknologi, tinggal kita memilih mana yang paling sesuai dengan karakteristik sampah di Kabupaten Tangerang," ungkap Wabup Intan.
Dia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penindakan saja. Untuk itu, Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan transformasi sistem pengelolaan sampah melalui penerapan berbagai teknologi yang lebih ramah lingkungan dan meninggalkan cara-cara konvensional seperti pembakaran yang banyak menimbulkan keluhan serta keresahan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan
“Beberapa alternatif teknologi yang tengah dikaji antara lain pirolisis untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak, produksi Refuse Derived Fuel (RDF), hingga teknologi waste to energy (WTE). Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan swasta dan pengembang Kawasan untuk pengelolaan sampah yang lebih baik,” jelasnya
Lanjut dia, pemerintah daerah akan terus berupaya mendorong setiap kawasan pengembang besar memiliki sistem pengelolaan sampah secara mandiri sehingga sampah dari kawasan tersebut dapat diselesaikan di sumbernya dan tidak membebani tempat pembuangan akhir.
"Harapan kami, kawasan-kawasan besar seperti Lavon, Suvarna Sutera, Paramount, Summarecon, Sinar Mas, Ciputra maupun pengembang lainnya memiliki pengelolaan sampah sendiri dalam Kawasan. Dengan begitu sampah tidak harus keluar kawasan dan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat," ujarnya.
Dia menyebut persoalan pembakaran sampah tidak bisa lagi dianggap sebagai hal yang biasa. Asap hasil pembakaran telah memicu banyak keluhan masyarakat karena mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan serta mengancam keselamatan apabila terjadi kebakaran yang lebih besar dan tidak tertangani. Pihaknya telah meminta camat beserta seluruh jajaran di wilayah untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan tindakan tegas terhadap praktik pembakaran sampah terutama di musim kemarau ini. Langkah tersebut juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum agar memberikan efek jera kepada para pelaku.
"Keluhan masyarakat sangat banyak, bahkan banyak yang menyampaikan langsung kepada saya melalui media sosial terkait pembakaran sampah. Kondisi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan, Saya sudah meminta pak camat untuk bertindak tegas. Kita juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar penanganan terhadap pelaku pembakaran sampah bisa dilakukan secara serius. Edukasi tetap dilakukan, tetapi penegakan aturan juga harus berjalan," tegasnya
Wabup Intan menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan kawasan khusus pengelolaan sampah sebagai pusat berbagai teknologi pengolahan sampah di masa mendatang. Kawasan tersebut diharapkan menjadi sentra pengelolaan modern yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap sistem penumpukan sampah konvensional. Selain itu perubahan pola pengelolaan sampah juga harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat yang didukung dengan teknologi, edukasi, serta kebijakan dan kolaborasi seluruh stakeholder yang konsisten dan berkelanjutan
"Persoalan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal perubahan pola pikir. Kita akan terus melakukan edukasi, memberikan penghargaan kepada wilayah yang berhasil mengelola sampah dengan baik, sekaligus menerapkan reward and punishment agar pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang semakin baik dan kualitas lingkungan masyarakat terus meningkat," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Explore Katarpreneur Talkshow Karang Taruna Kabupaten Tangerang, di Halaman Kantor Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok. Rabu malam (29/7/26)
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pemuda untuk memperkuat semangat kewirausahaan, membangun jejaring, serta mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang inovatif dan mandiri.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Kabupaten Tangerang yang telah menghadirkan kegiatan inspiratif bagi generasi muda. Menurutnya, Explore Katarpreneur merupakan langkah nyata dalam membangun kapasitas pemuda agar mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.
"Atas nama Pemerintah, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Karang Taruna Kabupaten Tangerang atas terselenggaranya acara ini," ungkapnya.
Ia mengatakan, Kabupaten Tangerang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan pertumbuhan sektor industri, UMKM, dan pasar yang terus berkembang. Oleh karena itu, generasi muda harus mampu memanfaatkan peluang tersebut, bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja.
"Anak-anak muda Karang Taruna harus naik kelas dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," tegasnya.
Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa Karangtaruna Kabupaten Tangerang harus hadir di tengah masyarakat memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.
"Saya berharap karang taruna dapat membantu program pemerintah baik tingkat pusat, provinsi maupun daerah demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Tangerang Abdul Kodir mengatakan bahwa Explore Katarpreneur merupakan salah satu program strategis organisasi dalam mencetak generasi muda yang produktif, inovatif, dan memiliki daya saing melalui pengembangan kewirausahaan.
"Kami ingin Karang Taruna menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu melahirkan wirausahawan muda yang tangguh dan berdaya saing" ujarnya.
Acara Explore Katarpreneur Talkshow Karang Taruna Kabupaten Tangerang turut dihadiri Wakil Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Ketua Karang Taruna Provinsi Banten, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tangerang, seluruh Ketua Karang Taruna Kecamatan se-Kabupaten Tangerang, tokoh masyarakat, serta pemuda Karang Taruna dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menghadiri agenda Harmoni Gerakan Bersama bertajuk "Satu Tarikan Nafas Kebaikan" yang diselenggarakan oleh Lintas Komunitas Indonesia di Patio Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Kamis (30/7/2026).
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dan sinergi yang dibangun oleh Lintas Komunitas Indonesia. Menurutnya, pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata, melainkan butuh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"Kegiatan Harmoni Gerakan Bersama ini menjadi bukti nyata kesadaran dan kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak-anak di Kota Tangerang. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan satuan pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem yang aman, ramah, dan mendukung masa depan generasi muda," ujar Tihar.
Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ini, Ketua Pelaksana Kegiatan Awaludin Reza Permana menjelaskan, acara difokuskan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada 80 Kepala Sekolah SD se-Kota Tangerang yang hadir sebagai peserta.
"Materi yang kami berikan berfokus pada edukasi parenting, kesehatan mental anak bersama tim psikologi, pencegahan kekerasan, hingga strategi mewujudkan keluarga harmonis demi melahirkan generasi yang berkarakter," kata Awaludin.
Lebih lanjut, pembekalan materi dalam kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antara satuan pendidikan, komunitas, dan pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah dan rumah yang aman serta suportif bagi anak-anak di Kota Tangerang.
"Melalui peran aktif para kepala sekolah dan dukungan lintas komunitas, kami ingin memastikan pesan kebaikan ini tersampaikan dengan kuat ke lingkungan sekolah maupun rumah tangga," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi memulai proyek perbaikan dan rekonstruksi infrastruktur jalan di kawasan utara Tangerang. Langkah konkret ini ditandai dengan peninjauan langsung dan pelaksanaan groundbreaking oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, di dua titik lokasi strategis, yakni ruas jalan Cadas – Sepatan – Jati dan Gardu – Tanah Merah, Rabu (29/07/26).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal didampingi oleh DPRD Provinsi Banten, DPRD Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Camat beserta Forkopimcam (Sepatan, Pakuhaji, Sukadiri) dan Kepala Desa setempat. Usai membuka kegiatan secara resmi, Bupati juga berdialog hangat dengan masyarakat sekitar yang menyambut antusias perbaikan jalan tersebut.
Bupati Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa perbaikan jalan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjawab aspirasi masyarakat terkait pemerataan infrastruktur dan peningkatan mobilitas perekonomian warga.
"Alhamdulillah, hari ini kita meninjau dan memulai langsung perbaikan jalan yang sudah selesai proses tender lelangnya. Kita lakukan pengerjaan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah, karena anggaran pemkab juga diimbangi untuk alokasi bidang prioritas lainnya seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi," ujar Bupati Maesyal.
Berdasarkan data teknis dari DBMSDA Kabupaten Tangerang, kedua ruas jalan tersebut dikerjakan dengan spesifikasi beton berkualitas tinggi (Tebal Beton: 30 cm dengan mutu beton Fs 45 MPa) serta masa pelaksanaan selama 150 Hari Kalender (berlangsung mulai 27 Juli 2026 hingga 23 Desember 2026).
1. Ruas Jalan Cadas – Sepatan – Jati
* Total Panjang Ruas: 9,47 Km (Panjang Rusak: 3,43 Km)
* Total Panjang Penanganan Tipe Beton: 2,225 Km (Lebar bervariasi hingga 7 meter)
* Rincian Pembagian Segmen Pengerjaan:
* Jati - Sepatan: Panjang 1.035 m, Lebar 7m.
* Cadas - Sepatan Segmen 2: Panjang 747 m, Lebar 7m.
* Cadas - Sepatan Segmen 1: Panjang 443 m, Lebar 8m.
2. Ruas Jalan Gardu – Tanah Merah
* Total Panjang Ruas: 8,41 Km (Panjang Rusak Berat: 4,25 Km)
* Total Panjang Penanganan Tipe Beton: 2,63 Km (Lebar 7 meter)
* Rincian Pembagian Segmen Pengerjaan:
* Segmen 2: Panjang 503 m, Lebar 7m.
* Segmen 3: Panjang 524 m, Lebar 7m.
* Segmen (Telah Dilaksanakan): Panjang 712 m, Lebar 7m.
* Segmen 4: Panjang 396 m, Lebar 7m.
* Segmen 5: Panjang 498 m, Lebar 7 m.
* Rencana Penanganan Lanjutan: Sisa jalan sepanjang 1,62 Km yang belum tertangani akan dialokasikan pada anggaran berikutnya (ditargetkan tuntas paling lambat 2027).
Mengingat pengerjaan rekondisi jalan berfokus pada titik-titik (spot-spot) kerusakan berat yang membutuhkan pembongkaran jalan, Bupati Maesyal secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jalan di wilayah Sukadiri, Sepatan, Pakuhaji, Mauk, dan sekitarnya atas potensi kemacetan selama masa konstruksi.
"Selama masa pengerjaan 150 hari ke depan, tentu lalu lintas akan sedikit terganggu karena ada spot-spot yang dibongkar. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan pengguna jalan. Mohon doa dan dukungannya agar pengerjaan berjalan lancar, sehingga setelah selesai nanti jalan dapat digunakan dengan nyaman dan normal kembali," pungkas Bupati Maesyal.
Dengan selesainya pengerjaan pada akhir Desember 2026 mendatang, diharapkan perekonomian warga di wilayah Kabupaten Tangerang bagian utara dapat tumbuh lebih cepat dan mendukung kelancaran transportasi masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus menutup Lomba Inovasi Menu Berbahan Baku Ikan Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang di GSG Puspemkab Tangerang.
Dalam sambutannya, Wabup Intan mendorong para pelaku UMKM agar terus berinovasi mengambangkan variasi menu olahan berbahan baku ikan dan memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk olahan ikan sehingga dapat mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan menambah penghasilan
"Ibu-ibu harus kreatif, kembangkan terus berbagai variasi menu berbahan ikan. Selain mengikuti lomba, juga harus terus belajar digital marketing supaya produk olahan ikan bisa dipasarkan lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga," ujar Wabup Intan.
Menurutnya, potensi sumber daya perikanan Kabupaten Tangerang harus dimanfaatkan secara optimal melalui berbagai inovasi olahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Melalui kegiatan tersebut diharapkan juga bisa menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui peningkatan konsumsi ikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan usaha olahan hasil perikanan yang bernilai tambah.
"Kabupaten Tangerang kaya akan sumber daya ikan karena memiliki wilayah laut dan jenis ikan yang beragam. Saya berharap kegiatan ini juga bisa menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui konsumsi ikan di tengah masyarakat," imbuhnya
Wabup Intan juga menandaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya, serta peningkatan pendapatan masyarakat.
“Kegiatan ini bisa memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan berbagai produk olahan ikan yang bernilai tambah dan bisa membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” tuturnya
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk tidak hanya mengejar juara lomba namun terus bersinergi dan berkolaborasi dengan kader Posyandu, PKK, dan kelompok masyarakat lainnya untuk membagikan ilmu dan resep olahan ikan sehingga semakin banyak keluarga yang mampu menyajikan menu sehat berbahan baku ikan.
"Insya Allah juara 1, 2, dan 3 bisa berbagi ilmu dengan kader-kader Posyandu, kader PKK, dan kader Dahsyat agar merka juga mampu menyajikan menu sehat berbahan baku ikan. Semoga kegiatan seperti ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan koleksi menu sehat berbahan ikan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kab. Tangerang, Rudi Hartono menjelaskan bahwa lomba tersebut bertujuan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah ikan menjadi menu yang bergizi, sehat, aman, dan menarik, sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani berkualitas. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberdayakan kelompok masyarakat agar mampu mengembangkan usaha olahan ikan yang memiliki nilai tambah dan daya saing sehingga dapat menciptakan peluang usaha serta meningkatkan pendapatan keluarga melalui diversifikasi produk olahan perikanan.
“Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang tergabung dalam 20 kelompok, terdiri atas kelompok dari desa kolaborasi program pengentasan kemiskinan ekstrem, desa mandiri pangan, kelompok masyarakat, serta desa ramah perempuan dan peduli anak,” jelasnya
Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut mampu melahirkan berbagai inovasi menu berbahan baku ikan yang tidak hanya bermanfaat bagi pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha mikro yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Adapun juara Lomba Inovasi Menu Berbahan Baku Ikan tahun 2026 adalah Kelompok Laguna Rasa dengan Nilai 89 seabgai juara pertama, Juara II diraih Kelompok Bina Karya Makmur dengan Nilai 88, dan Juara III Kelompok Srikandi Mandiri dengan Nilai 87. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
