TANGERANG, lensafokus.id — Perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap pelayanan jemaah haji mendapat apresiasi langsung dari Komisi VIII DPR RI. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajaran dan unsur Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten serta Kepala Kementerian Haji Dan Umroh (Kemenhaj dan Umroh) Kabupaten menerima langsung kunjungan spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Kemenhaj dan Umroh Kab. Tangerang, Kamis (17/9/26)
Pertemuan menjadi momentum Komisi VIII DPR RI untuk menggali masukan daerah terkait penyelenggaraan ibadah haji sekaligus melihat dukungan pemerintah daerah terhadap pelayanan jemaah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengatakan, Pemkab Tangerang selama ini berupaya hadir dalam setiap tahapan persiapan keberangkatan jemaah haji. Dukungan tersebut antara lain diberikan melalui hibah untuk kegiatan persiapan dan pembekalan jemaah, termasuk penyampaian pesan-pesan keagamaan dari MUI, Kementerian Agama, dan Kementerian Haji dan Umrah.
Tak hanya pembekalan, Pemkab Tangerang juga memfasilitasi transportasi jemaah dari Masjid Al-Amjad Tigaraksa menuju embarkasi dan kembali ke Kabupaten Tangerang. Biaya perjalanan tersebut ditanggung pemerintah daerah sehingga jemaah tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk perjalanan tersebut.
“Kita ingin memberikan perhatian kepada jemaah haji Kabupaten Tangerang. Mulai dari persiapan, keberangkatan sampai kembali lagi ke daerah. Kita berupaya memberikan pelayanan dan kemudahan,” ujar Bupati Maesyal.
Lanjut dia, pada penyelenggaraan haji 2026, Pemkab Tangerang juga memberikan uang saku sebesar Rp750 ribu untuk setiap jemaah haji. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, dukungan tersebut mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Selain itu, Komitmen Pemkab Tangerang bahkan diperluas hingga mendukung pembangunan Asrama Haji Banten di Kota Tangerang.
"Pemkab Tangerang telah memberikan dukungan anggaran sekitar Rp22–23 miliar untuk pembangunan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan jemaah haji asal Provinsi Banten," ungkapnya
Langkah lain yang menjadi perhatian Komisi VIII DPR RI adalah komitmen Bupati Tangerang menyiapkan lahan dan pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Bupati Maesyal mengatakan, keberadaan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang diharapkan dapat membuat pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, khususnya dalam menghadapi agenda tahunan penyelenggaraan ibadah haji dan pelayanan umrah.
“Kita sudah menyiapkan lahannya di pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan nanti bisa dibangun Kantor Kementerian Haji dan Umrah pada 2027, Kalau sudah memiliki kantor sendiri, tentu pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” ujarya.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkab Tangerang tersebut. Menurutnya, perhatian Bupati Tangerang terhadap jemaah haji terlihat dari berbagai dukungan yang diberikan pemerintah daerah.
“Kami sangat terkesan dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang yang intens memberikan perhatian dan bantuan kepada jemaah haji,” ujar Marwan.
Ia menyebut dukungan Pemkab Tangerang, mulai dari pemberian uang saku kepada jemaah hingga bantuan pembangunan asrama haji, merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Marwan juga menyoroti komitmen Bupati Tangerang dalam menyiapkan lahan dan juga pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umrah.
“Komitmen membangun Kantor Kementerian Haji dan Umrah di Kabupaten Tangerang ini sangat jarang kita temui di daerah-daerah lain,” ungkapnya.
Menurut Marwan, kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI tersebut bukan hanya untuk melihat pelaksanaan pelayanan haji di daerah, tetapi juga menyerap berbagai persoalan dan masukan dari pemerintah daerah.
“Dalam kunjungan spesifik ini kami berharap mendapatkan masukan, saran, dan input-input dari daerah, khususnya Kabupaten Tangerang, tentang berbagai permasalahan ibadah haji agar pelaksanaan ibadah haji ke depan menjadi jauh lebih baik,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap pelayanan jemaah haji mendapat apresiasi langsung dari Komisi VIII DPR RI. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajaran dan unsur Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten serta Kepala Kementerian Haji Dan Umroh (Kemenhaj dan Umroh) Kabupaten menerima langsung kunjungan spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Kemenhaj dan Umroh Kab. Tangerang, Kamis (17/9/26)
Pertemuan menjadi momentum Komisi VIII DPR RI untuk menggali masukan daerah terkait penyelenggaraan ibadah haji sekaligus melihat dukungan pemerintah daerah terhadap pelayanan jemaah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengatakan, Pemkab Tangerang selama ini berupaya hadir dalam setiap tahapan persiapan keberangkatan jemaah haji. Dukungan tersebut antara lain diberikan melalui hibah untuk kegiatan persiapan dan pembekalan jemaah, termasuk penyampaian pesan-pesan keagamaan dari MUI, Kementerian Agama, dan Kementerian Haji dan Umrah.
Tak hanya pembekalan, Pemkab Tangerang juga memfasilitasi transportasi jemaah dari Masjid Al-Amjad Tigaraksa menuju embarkasi dan kembali ke Kabupaten Tangerang. Biaya perjalanan tersebut ditanggung pemerintah daerah sehingga jemaah tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk perjalanan tersebut.
“Kita ingin memberikan perhatian kepada jemaah haji Kabupaten Tangerang. Mulai dari persiapan, keberangkatan sampai kembali lagi ke daerah. Kita berupaya memberikan pelayanan dan kemudahan,” ujar Bupati Maesyal.
Lanjut dia, pada penyelenggaraan haji 2026, Pemkab Tangerang juga memberikan uang saku sebesar Rp750 ribu untuk setiap jemaah haji. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, dukungan tersebut mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Selain itu, Komitmen Pemkab Tangerang bahkan diperluas hingga mendukung pembangunan Asrama Haji Banten di Kota Tangerang.
"Pemkab Tangerang telah memberikan dukungan anggaran sekitar Rp22–23 miliar untuk pembangunan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan jemaah haji asal Provinsi Banten," ungkapnya
Langkah lain yang menjadi perhatian Komisi VIII DPR RI adalah komitmen Bupati Tangerang menyiapkan lahan dan pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Bupati Maesyal mengatakan, keberadaan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang diharapkan dapat membuat pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, khususnya dalam menghadapi agenda tahunan penyelenggaraan ibadah haji dan pelayanan umrah.
“Kita sudah menyiapkan lahannya di pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan nanti bisa dibangun Kantor Kementerian Haji dan Umrah pada 2027, Kalau sudah memiliki kantor sendiri, tentu pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” ujarya.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkab Tangerang tersebut. Menurutnya, perhatian Bupati Tangerang terhadap jemaah haji terlihat dari berbagai dukungan yang diberikan pemerintah daerah.
“Kami sangat terkesan dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang yang intens memberikan perhatian dan bantuan kepada jemaah haji,” ujar Marwan.
Ia menyebut dukungan Pemkab Tangerang, mulai dari pemberian uang saku kepada jemaah hingga bantuan pembangunan asrama haji, merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Marwan juga menyoroti komitmen Bupati Tangerang dalam menyiapkan lahan dan juga pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umrah.
“Komitmen membangun Kantor Kementerian Haji dan Umrah di Kabupaten Tangerang ini sangat jarang kita temui di daerah-daerah lain,” ungkapnya.
Menurut Marwan, kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI tersebut bukan hanya untuk melihat pelaksanaan pelayanan haji di daerah, tetapi juga menyerap berbagai persoalan dan masukan dari pemerintah daerah.
“Dalam kunjungan spesifik ini kami berharap mendapatkan masukan, saran, dan input-input dari daerah, khususnya Kabupaten Tangerang, tentang berbagai permasalahan ibadah haji agar pelaksanaan ibadah haji ke depan menjadi jauh lebih baik,” pungkasnya. (Red)
SERANG, lensafokus.id - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tangerang menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Kabupaten Tangerang sukses menyabet predikat Juara Umum dalam Lomba 10 Program Pokok PKK dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Banten tahun 2026.
Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.
Prestasi ini diraih setelah Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, yang ditunjuk mewakili Kabupaten Tangerang, berhasil menyapu bersih peringkat pertama pada seluruh kategori yang diperlombakan.
Ketua TP-PKK Kabupaten Tangerang, Ibu Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, gelar Juara Umum ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang solid dari seluruh pihak.
"Pencapaian Juara Umum ini adalah hasil kerja keras dari seluruh kader PKK, mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan Balaraja, hingga Desa Cangkudu. Dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai mitra kerja kami, serta seluruh pihak terkait sangat luar biasa," ujar Hj. Rismawati usai menerima penghargaan di Pendopo Gubernur Banten.
Ia menegaskan bahwa PKK akan terus berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program-program yang dijalankan PKK senantiasa diselaraskan demi mendukung keberhasilan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, Visi Misi Gubernur Banten, serta Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.
"Kinerja dan dukungan dari perangkat daerah serta peran serta aktif masyarakat Kabupaten Tangerang sangat luar biasa. Ini yang membuat kader-kader PKK kita tumbuh menjadi kader yang istimewa dan mampu terus meningkatkan kualitas kinerjanya di lapangan," tambahnya.
Menutup keterangannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TP-PKK Provinsi Banten atas kepercayaan yang diberikan. Momentum HKG ke-54 ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh kader untuk terus mengabdi bagi masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang.
Berdasarkan hasil penilaian tim juri tingkat Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang sukses memborong lima penghargaan Pakarti Utama 1 sekaligus, yang meliputi:
• Pakarti Utama 1 Lomba Tertib Administrasi (Sekretaris)
• Pakarti Utama 1 Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI - Pokja I)
• Pakarti Utama 1 Lomba Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi - Pokja II)
• Pakarti Utama 1 Lomba Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman (Aku Hatinya PKK - Pokja III)
• Pakarti Utama 1 Lomba Peduli Kesehatan Keluarga, Ayah, Ibu, dan Anak (Pokja IV)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka seminar Tangerang Youth Connection 2026 di Universitas Cendekia Abditama, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Youth Innovation for Sustainable Development” dengan tagline “Koneksi Muda, Dampak Nyata” tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan daerah di tengah perkembangan teknologi, ekonomi digital, dan dinamika sosial yang semakin cepat.
Bupati Maesyal mengatakan pembangunan berkelanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
“Pembangunan berkelanjutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda. Generasi muda memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan arah masa depan Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan ekonomi digital membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan berbagai peluang. Untuk itu, ia mendorong para pemuda di Kabupaten Tangerang agar berani mencoba hal baru, mengembangkan kreativitas, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.
“Saya ingin mengajak seluruh pemuda Kabupaten Tangerang untuk tidak takut mencoba sesuatu yang baru. Inilah semangat yang saya harapkan tumbuh melalui Tangerang Youth Connection 2026,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan mengembangkan potensinya. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, sektor usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembangnya inovasi anak muda.
“Saya percaya bahwa ketika potensi anak muda dipertemukan dengan pendidikan yang baik, teknologi, kesempatan berusaha, serta ruang untuk berkreasi, maka akan lahir berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.
Bupati Maesyal berharap kegiatan Tangerang Youth Connection 2026 tersebut dapat menjadi ruang bagi para pemuda untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan melahirkan berbagai inovasi yang dapat mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang.
“Jadilah generasi muda yang tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan di sekitarnya. Mari kita bangun Kabupaten Tangerang dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tangerang Youth Connection, Ade Putra, menjelaskan bahwa tema "Youth Innovation for Sustainable Development" memiliki makna agar inovasi yang dihadirkan anak muda mampu menjawab berbagai persoalan daerah. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal untuk mempertemukan gagasan, pengetahuan, dan peluang kolaborasi.
"Karena itu TYC tidak kami tempatkan semata-mata sebagai forum diskusi, tetapi sebagai peluang awal untuk mempertemukan gagasan, pengetahuan, dan potensi kolaborasi. Jadi nanti akan diadakan juga inkubasi dari kalangan siswa, mahasiswa, maupun para pemuda yang ada di Kabupaten Tangerang, sehingga mengerti tentang pembangunan daerah dan juga tepat sasaran," ujar Ade Putra. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DisindagkopUKM) kembali menghadirkan program strategis bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sektor pangan, yakni Sosialisasi Izin Edar Batch II.
Program ini menjadi jawaban bagi para pelaku usaha kuliner di Kota Tangerang yang ingin membawa produknya naik kelas dan lebih berdaya saing di pasaran.
Kepala DisindagkopUKM Kota Tangerang Suli Rosadi menerangkan, pemahaman mengenai kepemilikan izin edar sangat penting bagi keberlanjutan bisnis usaha pangan olahan. Izin edar bukan sekadar pemenuhan aturan, melainkan kunci utama untuk menjamin kualitas produk di mata konsumen.
"Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya izin edar. Dengan legatitas yang jelas, produk IKM/UMKM Kota Tangerang akan semakin siap berkembang, memperluas jangkauan pasar, dan yang paling penting, meningkatkan kepercayaan konsumen," ujar Suli.
Ia menambahkan, Pemkot Tangerang terus berkomitmen mendampingi para pelaku usaha lokal agar mampu bersaing secara sehat di tengah pertumbuhan industri pangan yang makin kompetitif.
"Mengingat kuota peserta terbatas, kami mengimbau pelaku usaha pangan di Kota Tangerang untuk segera mendaftar. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk hati-hati terhadap segala bentuk penipuan, karena seluruh proses ini gratis," tegasnya.
Bagi pelaku IKM dan UMKM pangan yang berminat, pendaftaran dilakukan secara online melalui link bit.ly/sosialisasi-izin-edar2026. Jangan sampai terlewat karena kuota terbatas. Informasi selengkapnya bisa dilihat dengan mengikuti akun Instagram resmi @indagkopukm_tangerangkota.
Untuk pelaku usaha pangan yang ingin berpartisipasi, Dinas IndagkopUKM menetapkan beberapa syarat utama, di antaranya:
1. Memiliki KTP berdomisili Kota Tangerang.
2. Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) Berbasis Risiko.
3. Bergerak di bidang KBLI 10 (Industri Pengolahan Makanan) dan/atau KBLI 11 (Industri Minuman).
4. Peserta yang memenuhi persyaratan akan dihubungi langsung oleh admin penyelenggara.
(Red)
Tangerang, lensatokus.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 PMI yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi Pelayanan JEK-DON (Ojek Donor) Terintegrasi. Acara tersebut diselenggarakan di Aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang, Selasa (15/09/2026).
Peringatan HUT Ke-81 ini menjadi momentum penting bagi PMI Kabupaten Tangerang untuk terus merefleksikan dan meningkatkan peran aktifnya dalam bidang kemanusiaan. Kehadiran inovasi JEK-DON Terintegrasi pada perayaan tahun ini menegaskan komitmen PMI dalam memberikan pelayanan ketersediaan darah yang semakin optimal kepada masyarakat.
Terobosan inovatif yang diinisiasi oleh PMI Kabupaten Tangerang ini tidak hanya menjadi capaian membanggakan di tingkat daerah, melainkan turut mendapat sorotan positif dan apresiasi tinggi dari jajaran pengurus pusat. Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah PMI Pusat, Linda Lukitasari Waseso, yang hadir secara langsung, menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam atas langkah progresif yang diwujudkan jajaran pengurus PMI Kabupaten Tangerang.
"Kami dari PMI Pusat sangat mengapresiasi dan menyambut baik peluncuran JEK-DON Terintegrasi ini. Inovasi yang dilahirkan oleh PMI Kabupaten Tangerang membuktikan komitmen kemanusiaan yang sangat kuat dalam mempermudah akses layanan darah. Harapan kami, sistem terintegrasi ini dapat menjadi percontohan atau role model bagi UDD PMI di daerah lain di Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, dalam sambutannya memaparkan secara langsung pencapaian serta inovasi kepalangmerahan di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa JEK-DON (Ojek Donor) merupakan layanan pengantaran darah terintegrasi untuk mempercepat penanganan medis.
"Hari ini kita menyelenggarakan acara dalam rangka menyongsong HUT Ke-81 PMI, sekaligus launching pelayanan JEK-DON atau Ojek Donor, yaitu pelayanan pengantaran darah ke rumah sakit atau klinik terdekat dari kantor PMI. Perayaan ini kita selenggarakan dengan sederhana namun penuh khidmat, untuk melihat bagaimana pelayanan donor darah di PMI Kabupaten Tangerang semakin berkembang," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan lompatan pencapaian yang berhasil diwujudkan oleh UDD PMI Kabupaten Tangerang dalam memenuhi kebutuhan kantong darah masyarakat, yang bermula dari digitalisasi sistem sejak delapan tahun silam.
"Bermula dari sekitar 8 tahun yang lalu, kita membangun sebuah aplikasi Sistem Donor Darah Indonesia atau SiDoni. Jika dulu kita baru bisa menghasilkan sekitar 2.000 kantong darah, hari ini alhamdulillah sekitar 7.500 kantong darah setiap bulannya bisa kita hasilkan dan distribusikan ke 95 rumah sakit serta klinik yang tersebar di wilayah Tangerang Raya," paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkab Tangerang akan senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang dijalankan. Ia juga menaruh harapan besar agar PMI terus konsisten memegang teguh amanah kemanusiaan dan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan Selamat HUT Ke-81 untuk PMI. Harapan kami ke depan, PMI Kabupaten Tangerang tetap penuh amanah mendistribusikan darah bagi yang membutuhkan, mengingat darah belum bisa diproduksi di pabrik dan harus dikelola secara bijak dari tubuh kita sendiri," tutupnya. (Red)
Tigaraksa, lensafokus.id – Sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat, Kapolsek Tigaraksa AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. menghadiri kegiatan Serah Terima Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) KPS Tigaraksa Kabupaten Tangerang Tahun 2026, yang dilaksanakan pada hari Senin, 14 September 2026, bertempat di Kp. Bendungan RT 02/02, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tigaraksa AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. bersama unsur Forkopimcam Tigaraksa, Pemerintah Desa Cileles, KPS Tigaraksa, TNI-Polri serta masyarakat turut menyaksikan proses serah terima bantuan RTLH kepada 35 warga penerima manfaat.
Hadir dalam kegiatan tersebut H. Cucu Abdurrosied, S.H., S.IP., M.Si. selaku Camat Tigaraksa, AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. selaku Kapolsek Tigaraksa, Bpk. Amanta selaku Kepala Desa Cileles, Bpk. Mad Yunus selaku Ketua KPS Tigaraksa, Bpk. Iyan selaku Ketua BPD Cileles, serta 35 warga penerima RTLH.
Turut hadir Aipda Bayu selaku Bhabinkamtibmas Desa Cileles dan Sertu Ubay selaku Babinsa Desa Cileles.
Kegiatan serah terima RTLH tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang sebelumnya menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni. Dengan adanya program tersebut, diharapkan warga penerima manfaat dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, nyaman dan sehat.
Kapolsek Tigaraksa AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. menyampaikan bahwa Polri mendukung setiap kegiatan positif yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga bantuan RTLH yang diterima oleh 35 warga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kenyamanan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolsek Tigaraksa.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, KPS Tigaraksa dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, nyaman dan sejahtera.
Selama kegiatan berlangsung, Serah Terima RTLH KPS Tigaraksa Kabupaten Tangerang Tahun 2026 berjalan dengan aman, tertib dan lancar. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang terus memperkuat upaya penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan calon pengantin (catin) sebagai bagian dari pembangunan keluarga yang berkualitas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasar Kemis, Selasa (15/09/26)
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari DPPKB Kabupaten Tangerang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Sebanyak 30 calon pengantin mengikuti kegiatan yang memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek kehidupan berkeluarga, mulai dari kesiapan mental dan emosional, komunikasi dalam rumah tangga, perencanaan kehidupan keluarga, hingga pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan setelah pernikahan.
Nia Kurnia pemateri dari DPPKB Kabupaten Tangerang menyampaikan, bahwa kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan kesiapan administrasi maupun pelaksanaan akad, namun juga menyangkut kesiapan pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, calon pengantin perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup agar mampu membangun keluarga yang harmonis, man+diri, sehat, serta memiliki perencanaan yang baik.
“ Calon pengantin perlu memahami bagaimana membangun komunikasi yang sehat, merencanakan kehidupan keluarga, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri menjadi orang tua yang bertanggung jawab,”ujar Nia Kurnia.
Selain itu Nia Kurnia, juga memberikan pemahaman kepada para calon pengantin mengenai pentingnya pencegahan stunting yang harus dimulai sejak sebelum pernikahan. Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab ketika anak sudah lahir, tetapi perlu dipersiapkan sejak pasangan merencanakan kehidupan berkeluarga. Kesiapan kesehatan calon ibu dan calon ayah, pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta perencanaan kehamilan menjadi bagian penting dalam upaya melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Calon pengantin perlu memahami bahwa kesehatan dan kecukupan gizi pasangan akan menjadi bagian dari kesiapan membangun keluarga dan mempersiapkan generasi berikutnya,” ujar Nia Kurnia.
Dikesempatan yang sama Yoga salah seorang calon pengantin yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai kehidupan berkeluarga. Menurutnya, bimbingan perkawinan memberikan gambaran bahwa membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi, termasuk komunikasi, kesehatan, pengelolaan kehidupan keluarga, serta kesiapan menjadi orang tua.
“Bimbingan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai calon pengantin. Banyak hal yang sebelumnya belum kami pahami menjadi lebih jelas, sehingga kami merasa lebih siap untuk menjalani kehidupan setelah menikah,”tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPPKB Kabupaten Tangerang bersama KUA dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan calon pengantin. Pembekalan sejak sebelum pernikahan diharapkan mampu melahirkan keluarga yang sehat, harmonis, tangguh, dan berkualitas sebagai fondasi penting dalam mewujudkan generasi Kabupaten Tangerang yang unggul di masa mendatang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi di daerah. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, hadir secara langsung memantau pelaksanaan program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang Triwulan III Tahun 2026 yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Panongan, Selasa (15/9/2026).
Bupati Maesyal Rasyid, mengatakan Warteksi merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Melihat tingginya animo masyarakat bahkan memunculkan permohonan agar frekuensi dapat ditambah dan jenis kebutuhan pokok yang dijual lebih bervariasi
“Alhamdulillah, kami bersama dengan Pak Asisten II, bersama dengan Bapak Kepala Dinas dan Staf Ahli, juga dengan Pak Camatnya, bahkan lurahnya juga hadir, untuk melaksanakan program tahunan, yaitu Warteksi atau Warung Tekan Inflasi tahun 2026. Kita laksanakan program ini setahun empat kali, dan tadi ada keinginan dari masyarakat supaya ditambah porsinya,” ujar Bupati Maesyal.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Delapan komoditas yang tersedia pada Warteksi Triwulan III tersebut meliputi:
Beras premium 2 kilogram: Rp7.000
Gula pasir: Rp12.000
Minyak goreng: Rp13.500
Bawang merah: Rp20.000
Bawang putih: Rp20.000
Cabai merah keriting: Rp25.000
Cabai rawit merah: Rp50.000
Cabai rawit hijau: Rp30.000
Bupati Maesyal menjelaskan, selisih harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Beras premium 2 kilo yang harusnya dibeli masyarakat di pasaran Rp30.200, di sini hanya Rp7.000. Alhamdulillah, dengan program Warteksi ini bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, delapan komoditas tersebut tersedia dengan stok yang mencukupi dan merupakan kebutuhan yang banyak diminati masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan mengupayakan penambahan variasi komoditas, seperti telur dan ayam potong, sesuai dengan aspirasi warga serta kemampuan keuangan daerah.
“Nanti kita usahakan di Triwulan IV bisa lebih bervariasi jenis kebutuhan pokok yang dijual oleh Warteksi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan sampai akhir tahun dan tahun berikutnya kita usahakan bisa bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan pelaksanaan Warteksi Triwulan III Tahun 2026 digelar di dua lokasi, yakni Kecamatan Panongan dan Gerai Tangerang Gemilang. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi karena subsidi yang diberikan Pemerintah Daerah membuat harga delapan komoditas tersebut jauh lebih terjangkau.
“Antusias warga luar biasa. Masing-masing harga ini subsidi dari pemerintah daerah bervariasi, tapi cukup besar. Seperti beras premium cukup dibayar Rp3.500 perkilo, kami jual di sini 2 kilo, jadi cukup dibayar masyarakat Rp7.000 saja,” ujar Resmiyati.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga inflasi dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, Warteksi juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat melalui ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.
“Harapannya adalah yang pertama terjadi kestabilan harga. Kita tujuannya adalah menjaga inflasi, jadi kita harapkan dengan kegiatan ini harga tetap stabil dan terjangkau, serta daya beli masyarakat meningkat. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok delapan komoditi ini dengan harga murah,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Wirausaha Baru (WUB). Sebanyak 12 kelompok wirausaha yang terdiri dari 48 penerima manfaat dari tiga kecamatan menerima bantuan peralatan usaha dari Pemkab Tangerang, Selasa (15/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa bantuan peralatan usaha yang diberikan pemerintah bukan sekadar bantuan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Bantuan peralatan usaha ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan semata, melainkan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi. Saya berharap peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat, dan dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas usaha secara berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia berpesan kepada para wirausahawan baru penerima manfaat agar terus meningkatkan keterampilan dan melakukan inovasi agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Pelaku usaha barista didorong untuk mengolah kopi berkualitas dan menghadirkan produk yang mampu bersaing. Sementara pelaku usaha las listrik diingatkan untuk mengutamakan keselamatan kerja serta menjaga kualitas layanan, sedangkan kelompok usaha penjahit alas kaki diharapkan terus berkreasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya.
“Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki usaha dan penghasilan yang mandiri, perekonomian daerah kita akan semakin kuat. Ini sejalan dengan komitmen Pemkab Tangerang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.
Lanjut dia, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kemauan penerima manfaaat untuk terus mengembangkan keterampilan, menjaga kualitas produk, membangun jejaring usaha, dan memanfaatkan peluang pasar yang ada
"Saya apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang beserta jajaran, Forkopimcam, serta Pemerintah Desa/Kelurahan yang telah mendukung pelaksanaan Program Wirausaha Baru tersebut," ujarnya.
Adapun bantuan tersebut diberikan kepada 12 kelompok WUB pada tiga bidang keahlian dengan rincian: 4 kelompok usaha las listrik dengan 16 penerima dari Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, 4 kelompok usaha barista dengan 16 penerima dari Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan; serta 4 kelompok usaha menjahit alas kaki dengan 16 penerima dari Desa Sentul, Kecamatan Balaraja. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
