Kota Tangerang, lensafokus.id - Gubernur Banten Andra Soni membuka Kejuaraan Tenis Meja Nasional Gubernur Banten Cup 2026. Kejuaraan yang diikuti oleh 665 atlet dalam 11 kategori itu berlangsung pada 3 - 5 April 2026.
“Kenapa saya selalu mendukung kejuaraan olahraga di Provinsi Banten? Karena saya percaya sebuah daerah maju bisa dilihat dari prestasi olahraganya,” ucap Andra Soni di Gelanggang Olahraga (GOR) Gondrong, Jl Sawah Dalam RT 05/RW 01, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (03/4/2026).
Andra Soni juga memberikan apresiasi kepada panitia yang menghadirkan kejuaraan tenis meja level nasional di Provinsi Banten. Menurutnya, para atlet muda terus berlatih dan bertanding. Dalam pertandingan atau kejuaraan para atlet bersaing.
“Dan tetap bersahabat. Itu tanda-tanda daerah maju,” ucapnya.
Andra Soni juga mendoakan harapan dan cita-cita para orang tua atlet dalam mendidik anak-anaknya terwujud. “Semoga harapan bapak dan ibu menjadikan anak-anaknya sehat, cerdas, dan berbakti kepada orang tua terwujud,” ucapnya menambahkan.
Gubernur menyampaikan kesiapan dan upaya Provinsi Banten untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 bersama Provinsi Lampung. Menurutnya banyak lapangan olahraga di Provinsi Banten yang siap dan berstandar untuk melaksanakan PON.
“Insya Allah kalau Allah mengijinkan, Provinsi Banten siap menjadi tuan Tuan Rumah PON 2032 bersama Provinsi Lampung,” tegasnya.
Gubernur juga berharap, dengan berlatih dan banyak bertanding, para atlet muda Provinsi Banten mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Andra Soni mengisahkan ia memiliki sahabat yang juga teman SMA dan mendiang atlet tenis meja Davids Jacobs. Sahabatnya tersebut ajin berlatih dan bertanding tenis meja hingga menjadi atlet paralympic Indonesia. Davids Jacobs berhasil mempersembahkan medali perunggu pada Paralympic London Tahun 2012 dan Tokyo Tahun 2020.
Kedekatan Andra Soni dengan keluarga Davids Jacobs juga tampak saat ia bersama Tinawati Andra Soni pada pembukaan Kejuaraan Tenis Meja Nasional Piala Gubernur Banten Tahun 2026 kali ini. Tak hanya itu, gubernur bersama Tinawati juga nampak selalu membersamai Neelece Jacobs bunda dari mendiang sahabatnya tersebut
Seperti diungkap Neelece Jacobs, putranya bersahabat baik sejak masa SMA. “Bersama teman-temannya sering main ke rumah. David atlet tenis meja, Andra atlet hoky,” ucapnya.
“Dia sudah menganggap saya seperti ibunya,” ucap Neelice.
“Andra itu tumbuh dari bawah. Dari bekerja di perusahaan ekspedisi sampai mendirikan usaha ekspedisi sendiri. Sekarang jadi Gubernur” tambahnya.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Kejuaraan Tenis Meja Nasional Piala Gubernur Banten Tahun 2026 Thoria Marcia Rannu Jacobs mengatakan, kehadiran Gubernur Banten menandakan tenis meja mendapatkan perhatian serius Pemprov Banten.
Dikatakan kejuaraan bertujuan untuk menjaring atlet, meraih prestasi, dan menjalin silaturahmi antar atlet.
“Kejuaraan diikuti oleh 665 atlet tenis meja dari berbagai daerah. Juga ada peserta dari Korea Selatan dan Korea Utara. Terbagi dalam 11 kategori,” ungkap Ranu.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan pertandingan eksebisi eksekutif, Gubernur Banten Andra Soni lawan Wali Kota Tangerang Sachrudin. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar warga RW 014, Kelurahan Gebang Raya. Acara tersebut dihadiri tokoh agama KH A. Baijuri, anggota dewan H. Junadi, para tokoh masyarakat, ketua RT, serta warga setempat.
Ketua RW 014, Sri Gito, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir memenuhi undangan Halal Bihalal tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
“Pada kesempatan Halal Bihalal ini marilah kita saling menjaga kekompakan, kebersamaan, serta meningkatkan kerukunan dalam bertetangga, khususnya di lingkungan RW 014. Saya pribadi dan keluarga juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin apabila selama menjabat terdapat kesalahan,” ujar Sri Gito.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh warga untuk melupakan perbedaan pendapat yang sempat terjadi, serta menjadikannya sebagai pembelajaran untuk mempererat persaudaraan ke depan.
“Kita hapuskan kesalahan-kesalahan yang lalu dan kembali menjadi pribadi yang fitrah. Mari kita jaga silaturahmi agar tetap harmonis dan semakin baik,” tambahnya.
Sementara itu, KH A. Baijuri dalam tausiyahnya menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan momentum penting untuk membersihkan hati dan mempererat tali silaturahmi.
“Silaturahmi adalah kunci kebahagiaan dan keberkahan hidup. Rasulullah SAW bersabda, barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung tali silaturahmi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan, serta menyikapi setiap persoalan dengan cara damai sesuai ajaran agama dan aturan negara.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak memicu konflik, serta terus menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
“Perbedaan adalah fitrah dari Allah SWT. Maka dari itu, mari kita jadikan sebagai sarana untuk saling melengkapi dan memperkuat persatuan,” jelasnya.
KH A. Baijuri juga mengajak warga untuk mempertahankan semangat ibadah pasca-Ramadan di bulan Syawal yang penuh keberkahan, serta terus menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir kegiatan, seluruh warga juga diingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
“Kebersihan dan keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita jaga bersama agar tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini pun menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antarwarga, sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun lingkungan RW 014 yang lebih harmonis dan sejahtera. (Sumarna)