Items filtered by date: Saturday, 25 April 2026

Kota Tangerang, lensafokus.id — Aktivitas galian kabel yang berlangsung di Jalan KS Tubun, Kota Tangerang, menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Proyek tersebut diduga tidak mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun perizinan resmi dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para pekerja terlihat melakukan penggalian di sepanjang trotoar tanpa menerapkan standar keselamatan kerja yang memadai. Tidak tampak penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti helm proyek, rompi reflektif, maupun sepatu keselamatan—yang merupakan bagian penting dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Kondisi tersebut diperparah dengan lubang galian yang dibiarkan terbuka tanpa pembatas atau rambu pengaman. Situasi ini berpotensi membahayakan pejalan kaki dan pengendara yang melintas di kawasan padat aktivitas tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa koordinator lapangan (korlap) proyek bernama Erik. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp juga belum membuahkan hasil.

Salah satu warga sekitar, Norman, mengaku resah dengan aktivitas proyek yang dinilainya terkesan sembarangan dan minim pengawasan.

> “Kalau memang ini proyek resmi, harusnya ada izin dan pengawasan. Ini pekerja juga tidak pakai perlengkapan K3. Kami minta Pemerintah Kota Tangerang segera turun tangan,” tegasnya.

Warga mendesak agar instansi terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau operasi yustisi untuk memastikan legalitas proyek. Mereka juga meminta adanya tindakan tegas jika terbukti terjadi pelanggaran, baik dari sisi perizinan maupun aspek keselamatan kerja.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait status perizinan proyek galian kabel tersebut. Situasi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, sekaligus menambah kekhawatiran akan potensi risiko kecelakaan di lokasi. (Sumarna)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id – Semangat menjaga kebersihan lingkungan terus digaungkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Kecamatan Neglasari. Mengimplementasikan kampanye “Indonesia Asri” yang digagas Chandra Asri, jajaran pegawai Kecamatan Neglasari secara konsisten menggelar kerja bakti massal dua kali dalam sepekan. Jumat (24/4/2026).

Kegiatan bersih-bersih tersebut dilaksanakan rutin setiap hari Selasa dan Jumat pagi, mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, dengan melibatkan seluruh ASN dan non-ASN di lingkungan kecamatan.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen aparatur Kecamatan Neglasari untuk tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Camat Neglasari menegaskan, gerakan ini lahir dari kesadaran bersama bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada dinas terkait.

“Budaya bersih harus dimulai dari kita. Kami ingin seluruh pegawai menjadi role model dan garda terdepan dalam memberi contoh kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama kerja bakti rutin ini adalah menciptakan lingkungan yang asri, mengurangi titik kumuh, membersihkan drainase guna mencegah banjir, serta memperindah ruang publik.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana monitoring lapangan. Berbagai persoalan seperti saluran mampet, penerangan jalan umum (PJU) mati, jalan rusak, hingga potensi pohon tumbang dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Pelaksanaan kerja bakti dikoordinasikan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial Kecamatan Neglasari. Lokasi kegiatan ditentukan secara bergilir di tujuh kelurahan, yakni Karang Anyar, Karang Sari, Kedaung Wetan, Kedaung Baru, Mekarsari, Selapajang Jaya, dan Neglasari.

Seluruh staf kecamatan dan kelurahan turut ambil bagian, bahkan kegiatan ini juga melibatkan unsur TNI-Polri seperti Koramil 02/Batuceper dan Polsek Neglasari, serta masyarakat mulai dari kader PKK, RT/RW, Linmas hingga relawan “Sobat Asri”.

Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi penyapuan jalan protokol dan lingkungan, pengerukan lumpur di saluran air, pengangkatan sampah dari selokan dan gorong-gorong, pemotongan rumput liar, hingga pengecatan fasilitas umum.

Menariknya, sampah yang terkumpul langsung dipilah antara organik dan anorganik sebelum diangkut petugas kebersihan. Volume sampah pun dicatat sebagai bahan evaluasi bulanan.

Di sela kegiatan, aparat kelurahan juga melakukan edukasi door to door kepada warga, mengampanyekan pentingnya memilah sampah dari rumah serta larangan membuang sampah ke sungai.

Dampak positif mulai terlihat. Kesadaran masyarakat meningkat, bahkan warga merasa malu jika lingkungan sekitarnya kotor saat melihat aparat pemerintah turun langsung ke lapangan.

“Kalau lihat Pak Camat dan Pak Lurah saja ikut bersih-bersih, warga jadi ikut. Ada rasa malu kalau lingkungan sendiri kotor,” ujar Ketua RW 05 Kelurahan Mekarsari.

Ke depan, Kecamatan Neglasari menargetkan pengembangan program ke tahap lebih lanjut, seperti pembentukan bank sampah di tiap kelurahan, pelatihan pembuatan kompos skala rumah tangga bagi kader PKK, serta lomba kebersihan antar-RW menyambut HUT Kota Tangerang.

Pemerintah Kecamatan Neglasari juga membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi relawan “Sobat Asri”. Warga dapat langsung hadir saat kegiatan berlangsung atau berkoordinasi dengan kantor kelurahan setempat.

Selain itu, masyarakat diimbau aktif melaporkan tumpukan sampah liar melalui aplikasi LAKSA Kota Tangerang milik Pemkot Tangerang.

“Indonesia Asri bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini kerja bersama, dimulai dari diri sendiri. Mari kita mulai dari sekarang,” tutup Camat. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top