Lebak, lensafokus.id – Polemik anggaran pelaksanaan Seba Badui Tahun 2026 mulai mencuat ke permukaan. Bendahara Umum Pergerakan Perkumpulan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Lebak, Fahmi Faisal, angkat bicara dan menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran kegiatan budaya tersebut. Jumat (24/4/2026).
Fahmi menilai, sebagai agenda besar yang masuk dalam kalender pariwisata daerah, penggunaan anggaran Seba Badui seharusnya dibuka secara jelas kepada publik.
“Berbicara soal anggaran, hal utama yang harus dikedepankan adalah transparansi. Jangan sampai terkesan ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat, terlebih kegiatan Seba Badui bukan hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyangkut pelestarian budaya dan penggunaan dana daerah.
Sorotan semakin menguat setelah Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Effendy, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp terkait rincian anggaran kegiatan tersebut.
PGK Lebak pun mendorong Pemerintah Kabupaten Lebak melalui dinas terkait untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai alokasi dan penggunaan anggaran Seba Badui 2026, guna menghindari spekulasi liar di masyarakat.
Sebagai informasi, Seba Badui merupakan tradisi tahunan masyarakat adat Badui yang sarat makna budaya dan spiritual. Kegiatan ini juga telah masuk dalam agenda pariwisata nasional, sehingga pengelolaannya diharapkan berjalan secara profesional, akuntabel, dan terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait anggaran pelaksanaan Seba Badui 2026. (Cecep)
