Items filtered by date: Tuesday, 21 April 2026

Kota Tangerang, lensafokus.id - Sebuah penginapan yang berada di Jalan A. Dimyati, RT 06 RW 03, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, tengah menjadi sorotan warga. Tempat tersebut diduga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi praktik prostitusi berbasis daring melalui aplikasi MiChat.

Keresahan warga muncul akibat aktivitas keluar-masuk tamu yang dinilai tidak wajar, terutama pada malam hari. Lingkungan yang sebelumnya relatif kondusif kini disebut berubah, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat sekitar.

Saat dikonfirmasi, salah satu resepsionis penginapan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya hanya melayani tamu untuk keperluan check-in seperti biasa.

“Kami hanya melayani check-in saja, selebihnya kami tidak mengetahui,” ujarnya singkat. Selasa (21/4/2026).

Meski demikian, dugaan adanya praktik prostitusi online ini menuai perhatian publik karena dinilai berpotensi melanggar aturan yang berlaku di Kota Tangerang.

Pemerintah daerah diketahui memiliki regulasi yang mengatur ketertiban umum dan melarang praktik asusila, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Tangerang tentang Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Dalam aturan tersebut, setiap bentuk aktivitas yang mengarah pada praktik prostitusi, baik secara langsung maupun melalui media daring, dapat dikenakan sanksi tegas apabila terbukti melanggar.

Warga pun berharap adanya tindakan dari aparat penegak hukum maupun pemerintah setempat untuk melakukan penelusuran dan penertiban, guna menjaga ketertiban serta kenyamanan lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola penginapan maupun instansi terkait terkait dugaan tersebut. (Sumarna)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id — Aula Remaja Kuring menjadi titik temu ratusan Relawan Satuan Petugas Penanganan Gizi (SPPG) se-Kota Tangerang dalam agenda Konsolidasi, Silaturahmi, Pengukuhan dan Pemantapan (KSP), Selasa (21/4/2026). Kegiatan strategis ini digelar untuk memperkuat peran relawan gizi di tingkat akar rumput.

Acara tersebut diinisiasi oleh Ketua Umum MBG, Roy Marjuk, sebagai langkah menyatukan gerak serta meningkatkan kapasitas para relawan dalam menghadapi tantangan gizi di masyarakat.

Hadir memberikan arahan langsung Ketua MBG Pusat, Muhammad Qodari, yang datang dari Jakarta. Turut hadir dari jajaran Pemerintah Kota Tangerang, Wakil Wali Kota Maryono Hasan, serta Camat Priuk Andhika Nugraha Krysna Murti beserta jajaran. Sejumlah pengurus MBG dan koordinator SPPG dari berbagai kecamatan juga tampak memenuhi aula kegiatan.

Dalam sambutannya, Roy Marjuk menegaskan bahwa KSP menjadi momentum penting untuk menyamakan langkah seluruh relawan. Ia menekankan bahwa peran SPPG sangat vital sebagai ujung tombak dalam deteksi dini masalah gizi, edukasi keluarga, hingga pendampingan balita dan ibu hamil.

“Tantangan gizi di Kota Tangerang membutuhkan respons yang cepat dan terukur. Relawan SPPG harus menjadi garda terdepan dalam memastikan intervensi tepat sasaran,” ujarnya.

Sesi pemantapan diisi dengan pembekalan teknis, mulai dari alur pendataan balita berisiko stunting, teknik pengukuran antropometri yang benar, hingga metode komunikasi efektif saat kunjungan rumah. Tim MBG pusat juga memperkenalkan penggunaan aplikasi pelaporan terbaru guna memastikan data relawan terintegrasi langsung ke sistem pusat.

Ketua MBG Pusat, Muhammad Qodari, mengapresiasi kekompakan relawan SPPG Kota Tangerang yang dinilai aktif dalam melakukan pendampingan di lapangan. Ia menegaskan bahwa penanganan gizi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi.

“Penanganan gizi itu maraton, bukan sprint. Kuncinya ada pada konsistensi relawan dan validitas data. Dari data yang akurat, intervensi akan lebih tepat,” ungkapnya. Ia juga mendorong sinergi yang lebih kuat antara SPPG dengan puskesmas, kader posyandu, dan PKK di setiap kelurahan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung gerakan MBG dan SPPG. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi pelatihan, penyediaan alat ukur, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis lokal.

“Kami ingin memastikan percepatan penurunan stunting berjalan optimal. Tidak boleh ada anak di Kota Tangerang yang tertinggal dalam pemenuhan gizi,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, perwakilan relawan dari masing-masing kecamatan juga menyampaikan capaian serta kendala di lapangan. Beberapa isu yang mencuat antara lain perlunya pelatihan ulang pengukuran, penambahan PMT bagi baduta, serta integrasi data antar lembaga.

Menutup kegiatan, seluruh peserta KSP membacakan komitmen bersama SPPG Kota Tangerang, yakni disiplin dalam input data maksimal 1x24 jam, menyatukan standar edukasi gizi, serta fokus pada percepatan penanganan balita kurang gizi dan pencegahan stunting baru.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta. KSP ini diharapkan menjadi energi baru bagi relawan SPPG Kota Tangerang untuk bergerak lebih solid, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Sumarna)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id - Kabar baik bagi masyarakat Kota Tangerang. PT Tangerang Nusantara Global (TNG) resmi menghadirkan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di SPBU yang dikelolanya mulai 1 Mei 2026.

Direktur PT TNG Muhamad Rijal menyampaikan, sejak memulai operasional SPBU pada Desember 2022, pihaknya terus melakukan pengembangan layanan.

"Awalnya, SPBU PT TNG hanya menyediakan empat jenis BBM, yakni Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, dan Dexlite. Kini, dengan hadirnya biosolar, pilihan BBM bagi masyarakat menjadi semakin lengkap," papar Rijal, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/26).

“Permintaan terhadap biosolar cukup tinggi, baik dari masyarakat umum maupun dari kebutuhan operasional Pemerintah Kota Tangerang. Karena itu, mulai 1 Mei 2026 kami siap menyediakan biosolar di SPBU PT TNG,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan biosolar tidak hanya datang dari pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga dari sektor layanan publik.

Sejumlah armada seperti Bus Tayo dan truk pengangkut sampah yang beroperasi di Kota Tangerang turut memanfaatkan BBM jenis ini untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Secara bisnis, perkembangan SPBU kami sangat baik. Setiap tahun mengalami peningkatan, baik dari sisi penjualan maupun pendapatan bersih. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” katanya.

Dengan penambahan layanan biosolar, PT TNG optimis dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang.

Hal ini sejalan dengan peran PT TNG sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali meninjau langsung progres pembongkaran bangunan liar dan normalisasi Kali Cirarab yang berada di wilayah Kecamatan Sepatan dan Pasar Kemis, Selasa (21/4/26)

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kapolresta Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, serta para camat setempat.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kehadiran jajaran lintas instansi bertujuan memastikan proses penertiban dan normalisasi berjalan sesuai rencana. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan perusahaan yang berada di bantaran sungai, salah satunya PT. Intek, terkait penggunaan lahan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS).

“Kami sudah sampaikan dan alhamdulillah pihak PT. Intek bersedia mematuhi ketentuan GSS dan akan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini bentuk kepedulian dan kesadaran terhadap kepentingan umum,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan normalisasi Kali Cirarab dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keselamatan masyarakat, para pekerja dan warga di sekitar bantaran sungai. Setelah proses pembongkaran, akan segera dilakukan pengerukan sungai serta penurapan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Setelah dinormalisasi dan dilakukan penurapan, insyaAllah wilayah ini diharapkan tidak lagi terdampak banjir. Ini adalah langkah jangka panjang untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dan pelaku usaha di dua wilayah tersebut yang secara mandiri melakukan pembongkaran bangunan. Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi pihak lainnya

“Di wilayah Sepatan, ada tiga perusahaan yang akan membongkar secara mandiri. Di Pasar Kemis juga masyarakat, termasuk pelaku usaha dan tempat ibadah, sudah mulai melakukan pembongkaran,” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk panjang normalisasi Kali Cirarab, diperkirakan mencapai sekitar 700 meter, mulai dari wilayah Gelam hingga lokasi peninjauan di PT. Intek

Terkait penanganan banjir di wilayah lain, dia menyebut bahwa akan dilakukan pembangunan turap dan infrastruktur pengendali banjir lainnya, seperti di wilayah Jayanti dan Kresek yang saat ini sedang dalam proses tender oleh BBWS.

“Penanganan banjir menjadi perhatian bersama antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan BBWS. Semua dilakukan secara bertahap untuk mengurangi tingkat kebanjiran di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menekan angka stunting melalui langkah nyata di lapangan. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Pelatihan dan Edukasi Gizi bagi Koordinator Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Gedung Serba Guna (GSG) Puspem Kabupaten Tangerang. Selasa (21/04/2026).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1) Sekretariat Daerah, Prima Saras Puspa, S.H., M.M., yang hadir membuka acara, menekankan bahwa kunci utama pencegahan stunting terletak pada pemahaman masyarakat mengenai kualitas pangan. Menurutnya, diversifikasi pangan harus menjadi kebiasaan baru di tingkat keluarga.

"Ini adalah upaya edukasi untuk memberi pemahaman bahwa makan itu bukan hanya soal kenyang saja, namun nilai gizi sangat dibutuhkan. Kita melatih bagaimana asupan gizi bisa diolah untuk anak-anak demi menghindari stunting," ujar Prima.

Ia menambahkan bahwa bahan makanan yang selama ini dianggap kurang bernilai gizi tinggi perlu ditingkatkan kualitas pengolahannya agar lebih optimal bagi tumbuh kembang anak.

IMG 20260421 WA0049

Menurut Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, Dr. Achmad Muchlis, MARS, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjangkau seluruh wilayah kabupaten dengan melibatkan kader dari 265 desa. Para peserta dibekali kemampuan teknis, mulai dari pemilihan bahan baku hingga metode memasak yang tepat.

"Hari ini mereka dilatih cara memasak dan memilih bahan makanan agar nantinya nilai gizi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak-anak," jelas Dr. Achmad Muchlis.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan sebagai implementasi dari landasan hukum Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Inpres No. 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Dengan adanya pelatihan ini, para koordinator DASHAT diharapkan mampu menjadi ujung tombak di desa masing-masing dalam menciptakan generasi Tangerang yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan. (Mala)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id - Konsolidasi, Silaturahmi, dan Pemantapan (KSP) Satuan Petugas Penanganan Gizi (SPPG) digelar di Aula Remaja Kuring, Selasa (21/4/2026). Acara ini diselenggarakan oleh Ketua Umum MBG, Roy Marjuk.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MBG Pusat Dr. Muhammad Qodari, http://S.Psi, M.A dan Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan. Turut hadir pula jajaran pengurus MBG serta para relawan SPPG se-Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Roy Marjuk menegaskan bahwa KSP ini menjadi momentum memperkuat barisan relawan SPPG di lapangan. "Penanganan gizi bukan kerja satu pihak. Butuh kolaborasi, data yang akurat, dan relawan yang solid di setiap kelurahan," ujarnya.

IMG 20260421 WA0044

Ketua MBG Pusat Dr. Muhammad Qodari, http://S.Psi, M.A menyampaikan apresiasi atas militansi relawan SPPG Kota Tangerang. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan edukasi berkelanjutan ke keluarga sasaran agar intervensi gizi lebih tepat sasaran.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan menyatakan Pemkot siap mendukung program MBG dan SPPG. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi, dan relawan menjadi kunci menurunkan angka stunting dan masalah gizi lainnya di Kota Tangerang.

Selain pemaparan program, acara KSP juga diisi sesi pemantapan tugas relawan, pembekalan teknis pendataan balita dan ibu hamil, serta penyamaan metode edukasi gizi di tingkat RW.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto dengan seluruh peserta. Melalui KSP ini, SPPG se-Kota Tangerang menargetkan peningkatan jangkauan pendampingan keluarga serta percepatan pelaporan kasus gizi ke sistem MBG. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top