Items filtered by date: Thursday, 16 April 2026

TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang menggelar rapat koordinasi antara Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama dan PPID Pelaksana. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh perangkat daerah, ternasuk kecamatan dan kelurahan bertujuan untuk memperkuat transparansi dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dalam kesempatannya, Ketua Tim Informasi Publik Eva Rian Novita, menekankan bahwa dalam mengelola informasi yang berkaitan dengan pelayanan publik, pihaknya terus mendorong seluruh element perangkat daerah untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan sederhana.

"Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi melalui PPID kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan sederhana, baik melalui website PPID, media sosial, maupun langsung ke sekretariat PPID di masing-masing Perangkat Daerah berdasarkan regulasi yang berlaku," ujar Eva.

Eva juga menyoroti pentingnya pengoptimalan pelayanan informasi publik di seluruh PPID Pelaksana, yang menjadi bagian penting dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Merujuk pada Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021, ia menjelaskan bahwa setiap Badan Publik wajib menyediakan sarana dan prasarana pelayanan informasi publik baik melalui sistem elektronik maupun non-elektronik.

"Dengan adanya rapat peningkatan seperti ini, Kami berharap seluruh PPID Pelaksana melakukan optimalisasi pelayanan publik dengan memastikan tempat dan diumumkannya informasi berkala, setiap saat, dan serta-merta pada website PPID," jelasnya.

Di kesempatan yang sama Ketua Komisi Informasi Provinsi Banten Zulfikar mengaskan, masih perlunya pemahaman baik secara regulasi maupun pelayanan publik.

"Di semua daerah kelemahannya memang sering berganti-ganti PPID Pelaksana dikarenakan adanya promosi dan mutasi, namun dengan kesempatan ini kami ingin terus mengingatkan peran PPID di Lembaga pemerintahan," kata Zulfikar.

Selain itu, Zulfikar juga mengingatkan bahwa ketersediaan ruang pelayanan informasi yang dilengkapi dengan buku register permohonan, formulir permohonan, formulir keberatan, dan tanda terima permohonan harus dipastikan ada di setiap PPID Pelaksana.

"Kami dari Komisi Informasi Provinsi berharap PPID Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat selalu konsisten dan berdedikasi tinggi dalam pelayanan informasi publik bagi masyarakat," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi atas pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/4/26).

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Menko AHY ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang bersama jajaran kementerian terkait, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Wakil Gubernur Banten.

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY didampingi Bupati Tangegerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung hasil pembangunan rumah terintegrasi hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta.

“Ini merupakan contoh nyata kolaborasi yang baik. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang, dalam menghadirkan kawasan hunian yang lebih layak dan tertata bagi masyarakat nelayan,” ujar AHY.

Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga pada pengembangan ekosistem ekonomi masyarakat. Di Desa Tanjung Anom, telah dibangun sebanyak 110 unit rumah layak huni bagi nelayan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk Habitat for Humanity dan koperasi setempat. Sementara itu, di kawasan Ketapang Aquaculture, terdapat sekitar 127 rumah yang telah ditata menjadi lingkungan yang lebih asri dan produktif.

“Kita ingin memastikan kawasan ini tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga produktif. Para nelayan bisa meningkatkan nilai ekonomi, sementara keluarga juga dapat mengolah hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah,” jelasnya.

Selain itu, Menko AHY juga meninjau kawasan mangrove di Desa Ketapang yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap abrasi sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan (ecotourism) dan olahraga (sport tourism).

“Penanaman mangrove ini sangat penting sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir. Ke depan, kawasan ini juga bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Program penataan kawasan ini merupakan bagian dari upaya transformasi kawasan kumuh melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), serta didukung oleh pendanaan APBN, APBD, dan sinergi lintas sektor.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menjalankan program bedah rumah melalui program unggulan Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin) dengan target pembangunan 1.000 rumah layak huni setiap tahun.

Pemkab Tangerang juga akan menindaklanjuti arahan Menko AHY terkait penyediaan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan tanggul penahan abrasi (breakwater), normalisasi sungai, serta fasilitas penunjang lainnya guna memperkuat kawasan pesisir.

“Program 1.000 rumah layak huni akan terus kami lanjutkan hingga seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang mendapatkan hunian yang layak. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Pihaknya berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak, diharapkan penataan kawasan pesisir di Kecamatan Mauk dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan kami, semoga sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan swasta ini terkait penataan kawasan pesisir dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir yang tidak hanya membangun hunian yang layak tapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2025 sebagai langkah strategis dalam memperkuat performa Aparatur Sipil Negara (ASN). Bertempat di Lemo Hotel Kelapa Dua, Kamis (16/4/26)

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Tangerang. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa Raker ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan kompas penentu arah kebijakan organisasi ke depan. Raker ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan program organisasi dengan visi pembangunan daerah yang lebih berdampak.

Mengusung tema “KORPRI Solid Mewujudkan Asta Cita”, Soma menegaskan pentingnya persatuan di tubuh ASN. KORPRI diharapkan mampu berdiri teguh sebagai perekat bangsa dan penggerak utama integritas birokrasi di tengah arus perubahan zaman.

“Rapat Kerja ini adalah wahana strategis untuk mengevaluasi sekaligus menyusun langkah nyata. Kita harus adaptif terhadap dinamika reformasi birokrasi dan transformasi digital agar pelayanan publik semakin berkualitas,” ujar Soma Atmaja.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi ASN merupakan harga mati untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Selain membahas evaluasi kinerja, Raker ini juga membedah peta jalan program kerja untuk tahun 2026. Soma memaparkan sejumlah isu strategis yang akan menjadi prioritas, di antaranya:

- Revitalisasi Pendidikan: Melanjutkan pembangunan dan pembenahan kualitas SMP serta SMK Korpri sebagai kontribusi nyata di sektor pendidikan.

- Layanan Kesehatan & Usaha: Optimalisasi Klinik Korpri dan berbagai unit usaha organisasi guna mendukung program kesehatan pemerintah daerah bagi masyarakat luas.

- Kesejahteraan Anggota: Menjajaki kolaborasi strategis dengan sektor pengembang untuk memfasilitasi pengadaan perumahan khusus bagi anggota KORPRI.

Soma memastikan bahwa penyusunan program kerja tidak akan dilakukan secara top-down semata. Ide-ide segar dan gagasan dari setiap subunit KORPRI juga akan ditampung dan dibahas secara mendalam untuk memastikan program yang dilahirkan benar-benar berjalan dan tepat sasaran.

“Tahun ini, KORPRI Kabupaten Tangerang harus melangkah lebih maju. Kita ingin organisasi ini memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh seluruh anggota,” tegasnya menutup sambutan.

Raker ini diharapkan menghasilkan sinergi yang lebih kuat antar-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, sehingga mampu menciptakan birokrasi yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga prima dalam melayani masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, wakil Ketua III Korpri Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa menjelaskan bahwa agenda besar ini berpijak pada landasan regulasi yang kuat, termasuk Keppres No. 82 Tahun 1971 serta Keputusan Caretaker Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Banten Tahun 2025.

Menurut Prima, Raker ini ditargetkan menghasilkan empat output krusial yakni, Rekomendasi program prioritas KORPRI untuk tahun 2026, Penegasan tugas dan tanggung jawab di setiap lini bidang, Komitmen Bersama untuk pelaksanaan program yang profesional dan akuntabel serta Rumusan SK Program Kerja KORPRI Tahun 2026 sebagai payung hukum internal.

"Dengan sinergi yang terbangun, KORPRI Kabupaten Tangerang optimis mampu menciptakan birokrasi yang solid secara internal dan prima dalam melayani publik, selaras dengan semangat Asta," terangnya. (Red)

Published in Banten

Bogor, lensafokus.id – Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, menggelar berbagai ajang kompetisi pendidikan dan seni secara berkesinambungan. Kegiatan tersebut meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Olahraga Tradisional (Ortrad), hingga Pentas Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI). Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari seluruh SD yang ada di wilayah Kecamatan Tenjo dan dilaksanakan secara bertahap dari satu perlombaan ke perlombaan lainnya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tenjo, Ocih, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Tenjo di tingkat Kabupaten Bogor.

“Tujuan kegiatan ini untuk mencari peserta terbaik yang akan dilombakan di tingkat kabupaten. Kami berharap tahun ini ada perwakilan dari Tenjo yang bisa tampil di tingkat provinsi, bahkan nasional,” ujar Ocih di sela kegiatan.

Ia mengaku optimistis dari berbagai cabang lomba yang digelar, akan lahir siswa-siswi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

IMG 20260416 WA0076

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari para guru pembimbing maupun peserta didik. Antusiasme siswa terlihat tinggi dalam mengikuti setiap perlombaan yang digelar.

“Alhamdulillah kegiatan ini disambut baik oleh para guru dan siswa. Mereka sangat antusias mengikuti lomba. Semoga dari semangat ini lahir bibit unggul yang bisa mewakili Tenjo di tingkat provinsi maupun nasional,” tuturnya.

Ocih juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Kami juga mohon maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan,” pungkasnya. (Dang/min)

Published in Pendidikan

Lebak, lensafokus.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar industri, mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha sektor tambang galian di Kabupaten Lebak. Salah satunya terjadi pada aktivitas galian pasir kuarsa milik PT Kreasi Sehat Indoholan (KSI) yang berlokasi di Kampung Manggu, Blok Cipatujah, Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari.

Seorang pekerja di lokasi galian, Atep Dayu, mengungkapkan bahwa kondisi penjualan pasir kuarsa saat ini mengalami penurunan signifikan. Selain permintaan yang sepi, stok pasir di lokasi pun dilaporkan terus menumpuk.

“Sekarang penjualan sepi, stok pasir juga jadi menumpuk. Sebelum kenaikan BBM, harga lima bucket Rp510 ribu, sekarang naik jadi Rp710 ribu,” ujar Atep saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari meningkatnya biaya operasional akibat naiknya harga BBM. Hal ini membuat daya beli konsumen menurun, sehingga berdampak langsung pada volume penjualan.

Fenomena ini sejalan dengan kondisi yang dialami sejumlah pelaku usaha lainnya pada April 2026, di mana lonjakan harga energi memicu kenaikan biaya produksi secara signifikan. Dampaknya, margin keuntungan tergerus dan aktivitas usaha menjadi kurang optimal.

Atep menambahkan, saat ini biaya operasional yang dikeluarkan belum sebanding dengan pemasukan yang diperoleh dari hasil penjualan.

“Biaya operasional juga tidak ketutup. Mudah-mudahan ke depan penjualan bisa kembali normal,” harapnya. (Cecep)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id – Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang diikuti pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari sepuluh sekolah di wilayah Kecamatan Jatiuwung, Periuk, dan Cibodas. Kegiatan ini juga dihadiri para guru sebagai bagian dari sinergi pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Drs. Herman Suwarman. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembentukan karakter bangsa sebagai bekal utama generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Generasi muda merupakan aset terbesar bangsa. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan memperkuat karakter kebangsaan sebagai fondasi dalam membangun Indonesia ke depan,” ujarnya.

IMG 20260416 WA0050

Ia menekankan bahwa wawasan kebangsaan bukan sekadar teori, melainkan landasan utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan zaman, lanjut Herman, generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks. Oleh karena itu, pemahaman yang kuat terhadap identitas bangsa menjadi benteng penting dalam menangkal pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkotika, hoaks, intoleransi, hingga paham yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Saya mengajak para pelajar untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapatkan materi dari Kombes Pol Pipik Cangkung dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang memaparkan bahaya penyalahgunaan narkotika. Ia menegaskan bahwa narkotika bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga ancaman serius bagi ketahanan nasional.

“Penyalahgunaan narkotika dapat merusak fisik, mental, dan moral generasi muda. Oleh karena itu, pelajar harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan,” tegasnya.

Ia juga mendorong para siswa untuk menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan informasi positif serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.

IMG 20260416 WA0051

Sementara itu, Ayi Pribadi dari Yayasan Pembina Lembaga Pancasila (YPLP) turut memberikan pemaparan mendalam terkait ideologi dan wawasan kebangsaan. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat generasi muda dalam memahami jati diri bangsa.

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Kota Tangerang berharap dapat mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta memiliki wawasan luas tentang kebangsaan. Sinergi antara pemerintah, lembaga, dan dunia pendidikan diharapkan mampu memperkuat persatuan serta mendorong lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas. (***)

Published in Banten
Go to top