TANGERANG, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri kegiatan Pengajian Ulama dan Umaro dalam rangka peresmian Gedung Serbaguna (GSG) Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa yang juga dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Camat Tigaraksa, unsur Polsek Tigaraksa, Kepala Desa Bantar Panjang beserta Ketua PKK Desa Bantar Panjang, tokoh ulama, tokoh masyarakat, serta jamaah setempat., Rabu (28/01/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengapresiasi seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan pengajian sekaligus peresmian Gedung Serba Guna Desa Bantar Panjang. Menurutnya, pengajian Ulama dan Umaro merupakan wujud nyata kebersamaan antara pemimpin dan tokoh agama dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan iman, akhlak, dan kebersamaan. Ketika ulama dan umaro berjalan seiring, InsyaAllah masyarakat akan merasakan manfaatnya, penuh dengan keharmonisan,” ujar Wabup Intan.
Dia juga mengajak masyarakat Bantar Panjang untuk mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam, baik di wilayah Kabupaten Tangerang maupun di daerah lain, agar diberikan ketabahan dan kekuatan. Selain itu, dia juga mengajak warga untuk terus berwaspada terhadap segala kemungkinan bencana serta meningkatkan kepedulian sosial.
“Mari kita doakan bersama saudara-saudara kita yang mengalami bencana. Saya juga mohon masyarakat Bantar Panjang untuk senantiasa berwaspada terhadap segala potensi bencana serta bergotong royong, membantu mereka yang tertimpa musibah,” ujarnya
Lebih lanjut, dia juga menandaskan bahwa GSG Desa Bantar Panjang yang baru diresmikan merupakan milik bersama dan hendaknya dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan sosial, Pendidikan, keagamaan dan berbagai aktivitas lainnya.
“Gedung ini adalah milik bersama. Manfaatkan dan rawat dengan baik juga bersama-sama. Gunakan GSG ini untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti pengajian, kegiatan sosial, pendidikan, dan aktivitas kemasyarakatan lainnya,” tandasnya.
Kepala Desa Bantar Panjang, Ujang, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah membangun Gedung Serba Guna sebagai fasilitas masyarakat.
“Terima kasih kepada Bu Wakil Bupati dan seluruh jajarannya yang telah mereaslisasikan pembangunan GSG ini. GSG ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan, serta menjadi simbol sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat,” kata Ujang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Kecamatan Kelapa Dua menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kecamatan Kelapa Dua dan berlangsung meriah dengan hiburan musik tradisional tanjidor yang menambah semarak suasana.
Kecamatan Kelapa Dua dikenal sebagai wilayah strategis perekonomian dengan perkembangan kawasan industri, pusat perdagangan, perbankan, jasa, dan perumahan yang pesat. Wilayah ini juga didukung oleh fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai. Saat ini, jumlah penduduk Kecamatan Kelapa Dua mencapai 179.633 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 4 persen per tahun. Selain itu, tercatat adanya penurunan angka kemiskinan ekstrem pada periode 2023–2024 sebesar 19,8 persen serta penurunan angka stunting dari 622 balita berisiko stunting pada tahun 2024 menjadi 420 balita di tahun 2025.
Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat, menjelaskan bahwa Musrenbang tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan”. Tema tersebut menghasilkan berbagai usulan pembangunan yang dihimpun dari lima kelurahan dan satu desa di wilayah Kecamatan Kelapa Dua.
“Dari hasil pramusrenbang, kami menyimpulkan terdapat lima program utama, yakni penguatan ekonomi, peningkatan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat. Kelima program tersebut dijabarkan menjadi 50 usulan prioritas yang akan diajukan ke tingkat selanjutnya,” ujar Dadang.
Ia menambahkan bahwa implementasi tema Musrenbang telah mulai diwujudkan melalui langkah konkret, di antaranya dengan memberikan pelatihan kewirausahaan serta membuka peluang usaha baru bagi generasi muda guna meningkatkan perekonomian dan menekan angka kemiskinan ekstrem.
“Alhamdulillah, kami memberikan satu gerobak usaha kepada Karang Taruna sebagai stimulan kewirausahaan. Bahkan lebih menggembirakan, lima anggota DPRD juga berkomitmen memberikan bantuan gerobak usaha serupa, sehingga nantinya setiap kelurahan dan desa akan mendapatkan satu gerobak usaha bagi masing-masing Karang Taruna,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dadang menyampaikan bahwa Musrenbang Kecamatan yang dilaksanakan setiap tahun merupakan forum strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat serta menyelaraskan program pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan dan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Hasil Musrenbang tahun 2025 untuk pelaksanaan tahun 2026 banyak yang telah terakomodir dan direalisasikan. Memang tidak seluruh usulan dapat diterima, namun usulan yang belum terealisasi akan kami ajukan kembali pada tahun berikutnya agar permasalahan pembangunan di Kecamatan Kelapa Dua dapat terselesaikan secara bertahap,” tuturnya.
Berbagai aspirasi juga dilayangkan saat acara berlangsung salah satunya pembahasan sampah, Camat Dadang merespon bahwa langkah yang dijalani melalui penanganan dan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
"Kami juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui edukasi pemilahan sampah, penerapan bank sampah, dan kegiatan kerja bakti rutin sebagai langkah preventif mengurangi penumpukan sampah," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kecamatan Kelapa Dua, Dwi Candra Budiman, menambahkan bahwa Kecamatan Kelapa Dua merupakan salah satu sentra ekonomi di Kabupaten Tangerang dan masuk dalam tiga besar wilayah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan padatnya aktivitas perdagangan dan jasa, tentu dibutuhkan pelayanan dasar yang optimal. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur seperti perbaikan jalan penghubung, drainase, dan penerangan jalan menjadi fokus utama kami demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat,” jelas Dwi.
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa dalam sektor ketahanan pangan, Kecamatan Kelapa Dua akan memanfaatkan Situ Kelapa Dua sebagai pusat budidaya ikan air tawar seperti lele dan sejenisnya. Program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan daya tarik kawasan sebagai objek wisata, serta mendorong perputaran roda perekonomian masyarakat.
“Program ketahanan pangan ini juga akan berkesinambungan dengan sektor kesehatan, khususnya dalam penanganan stunting, karena hasil budidaya ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Kecamatan Kelapa Dua juga berencana menggandeng program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak untuk mendukung dan menyukseskan program-program, seperti menjadi orang tua asuh bagi balita stunting serta menyediakan lapangan pekerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan melalui pelatihan keterampilan, sehingga masyarakat Kecamatan Kelapa Dua dapat semakin sejahtera.
Abdul Kodir salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang hadir menyampaikan, dukungannya terhadap usulan program Kecamatan Kelapa Dua. Menurutnya, Musrenbang merupakan instrumen penting dalam memastikan pembangunan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami di DPRD Kabupaten Tangerang mendukung dan mengawal usulan Musrenbang RKPD tahun 2027 Kecamatan Kelapa Dua. Dengan posisi sebagai kawasan strategis, program-program yang diusulkan harus benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur, dan pelayanan dasar,” ujar Abdul Kodir.
Musrenbang Kecamatan Kelapa Dua ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Banten, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perwakilan perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh masyarakat, PGRI, serta organisasi kepemudaan dan keagamaan. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan Kecamatan Kelapa Dua secara partisipatif dan berkelanjutan.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Kecamatan Kelapa Dua berharap seluruh usulan prioritas dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) membuka pendaftaran bagi siswa baru Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) tahun 2026. Program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menciptakan lansia yang tangguh dan produktif.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menerangkan, bahwa Sekolah Lansia ini merupakan sebuah wadah pemberdayaan yang dirancang khusus agar warga senior di Kota Tangerang dapat tetap sehat, mandiri, dan berdaya. Program ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan proses pembelajaran terstruktur yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.
"Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup para lansia melalui pengembangan diri yang komprehensif. Kami ingin para lansia di Kota Tangerang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kemandirian dan rasa percaya diri di masa tua mereka melalui implementasi tujuh dimensi lansia tangguh," ujar Tihar.
Ia menjelaskan, bahwa kurikulum yang diberikan mencakup aspek yang luas, mulai dari spiritual dan fisik, emosional, intelektual, dan sosial hingga aspek vokasional dan lingkungan. Dengan metode ini, lansia diajak untuk tetap aktif mengasah kemampuan kognitif serta keterampilan praktis yang bermanfaat.
Selain itu, program ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Kota Tangerang tanpa dipungut biaya. Adapun kriterianya adalah warga yang telah berusia 60 tahun ke atas dengan persyaratan administrasi yang cukup sederhana, yakni mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan fotokopi KTP. Pendaftaran berlangsung mulai 24 Januari hingga 3 Februari 2026.
"Kami mengundang seluruh warga Kota Tangerang untuk bergabung. Pendaftaran sangat mudah, cukup hubungi Penyuluh KB, kader BKL atau langsung mendatangi Sekolah Lansia terdekat di wilayah masing-masing," tambah Tihar.
Untuk informasi detail mengenai lokasi dan teknis pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi nomor layanan di 0878-8230-0997 atau bisa melalui akun media sosial resmi Instagram @upt_kbkotatangerang dan @dp3ap2kb_kota_tangerang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Kecamatan Pagedangan mulai memantapkan arah pembangunan tahun 2027 dengan menitikberatkan pada optimalisasi sektor industri, perdagangan, dan ketahanan pangan berbasis keberlanjutan. Hal ini menjadi hasil bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tangerang 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pagedangan.
Camat Pagedangan H. Ramdani menyampaikan, Musrenbang tahun ini dilaksanakan sesuai arahan dan usulan prioritas dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang. Dalam prosesnya, kecamatan telah menampung aspirasi dari seluruh desa dan kelurahan yang kemudian disaring menjadi program prioritas.
“Hari ini Kecamatan Pagedangan melaksanakan Musrenbang sesuai usulan prioritas yang diberikan oleh Bappeda. Kami menampung sebanyak 243 usulan dari desa dan kelurahan, kemudian dirumuskan menjadi 50 usulan kegiatan yang masuk skala prioritas dan harus segera dilaksanakan,” terang dia di Gedung Serba Guna, Kecamatan Pagedangan, Selasa (27/01/2026).
Ia berharap hasil Musrenbang Kecamatan Pagedangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ramdani juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari unsur DPRD, perangkat daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan, dewan, dan semua pihak yang hadir serta memberikan respons yang baik. Mudah-mudahan ke depan kerja sama dan kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kecamatan Pagedangan dapat terus bersinergi,” katanya.
Dari 50 usulan prioritas tersebut, sektor ketahanan pangan menjadi yang paling dominan. Sebanyak 17 usulan diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan, sejalan dengan tema Musrenbang Kecamatan Pagedangan tahun ini.
“Sebagian besar usulan prioritas, sebanyak 17 kegiatan, difokuskan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Ini sesuai dengan tema Musrenbang tahun ini, yakni ketahanan pangan yang berkelanjutan,” jelas Ramdani.
Selain ketahanan pangan, usulan prioritas juga mencakup penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, percepatan pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang efektif, serta perlindungan lingkungan hidup.
Ramdani menambahkan, seluruh program prioritas yang dihasilkan dari Musrenbang Kecamatan Pagedangan akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang. Hasil Musrenbang kecamatan ini selanjutnya akan dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten untuk ditetapkan dan direalisasikan pada APBD Tahun Anggaran 2027.
“Anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang. Hasil Musrenbang kecamatan ini nanti dibawa ke Musrenbang kabupaten dan realisasinya ada di APBD 2027,” tutur dia.
Dalam proses penyusunan usulan, Ramdani juga mengakui masih adanya kemungkinan kekeliruan teknis dalam penempatan kegiatan. Namun demikian, pihaknya memastikan masih ada waktu perbaikan sebelum tahapan selanjutnya.
“Mungkin ada salah pos atau salah masuk kegiatan, tapi kami masih diberi waktu dua hari untuk memperbaiki. Itu hal yang biasa, tidak ada yang sempurna. Insya Allah dengan waktu yang ada akan kami maksimalkan agar tidak ada kesalahan dalam penempatan pos kegiatan,” katanya.
Musrenbang Kecamatan Pagedangan menjadi bagian penting dari perencanaan pembangunan tahun ketiga RPJMD Kabupaten Tangerang 2025-2029, yang diselaraskan dengan RPJPD 2025-2045. Melalui kegiatan ini, Kecamatan Pagedangan berharap arah pembangunan ke depan semakin terukur, partisipatif, dan berkelanjutan, sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mendorong lembaga Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mampu bersinergi dan berkolaborasi bersama untuk berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah yang bermuara pada kesejahteraan dan keadilan masyarakat Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menjadi narasumber seminar ekonomi syariah yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (27/01/26)
"Kami ingin MES ini bisa memberikan kontribusi terhadap Kabupaten Tangerang yang bermuara untuk kesejahteraan masyarakat, baik dari sisi syariahnya, keterbukaan, keadilannya maupun dari sisi pemerataannya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia menandaskan bahwa Kabupaten Tangerang merupakan daerah pertama di Indonesia yang memiliki Peraturan Daerah khusus mengenai Masyarakat Ekonomi Syariah. Perda bisa menjadi salah satu landasan hukum yang kuat dan juga menunjukkan bahwa negara dan pemerintah daerah memberikan pengakuan serta dukungan terhadap pentingnya peran MES yang setara dengan organisasi besar lainnya di Kab. Tangerang dalam menjalankan berbagai aktivitas ekonomi berbasis syariah yang lebih terstruktur hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
"Kita sudah punya Perda-nya, bahkan kita yang pertama di Indonesia. Sekarang, fokus kita bersama adalah memperluas kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan desa, serta yang terpenting adalah meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia di dalam MES itu sendiri," tandasnya.
Seminar Ekonomi Syariah ini insyaAllah sangat memberikan manfaat, melahirkan gagasan konstruktif, serta menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang sejahtera, berdaya saing
Lanjut dia, MES sebagai "ikon" baru daerah diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Tangerang. Untuk itu pihaknya sangat mendukung rencana program penyediaan fasilitas pinjaman lunak yang bekerja sama dengan perbankan maupun pembentukan Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) nantinya.
"Saya ingin MES bukan hanya sekadar lembaga, tapi menjadi kebanggaan Kabupaten Tangerang. Kita harus merumuskan program yang menyentuh kesejahteraan masyarakat, termasuk penyediaan pembiayaan yang mudah dan sesuai prinsip syariah agar warga kita terhindar dari praktik rentenir," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum MES Kab. Tangerang, M. Mahrusillah mengatakan bahwa Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh dalam membumikan sistem ekonomi syariah sebagai pilar utama kesejahteraan masyarakat. Memperjuangkan ekonomi syariah bukan sekadar pilihan bisnis, melainkan sebuah kewajiban bersama atau fardhu kifayah demi kemaslahatan dunia dan akhirat.
"Kehadiran MES diharapkan mampu mengedukasi masyarakat agar terhindar dari praktik ekonomi yang tidak sesuai syariat. Selama 1,5 tahun terakhir, MES Kabupaten Tangerang telah bergerak masif melakukan edukasi literasi ekonomi syariah yang menyasar pelaku UMKM dan masyarakat umum di 29 kecamatan, mulai dari wilayah Kronjo hingga Solear," ungkap Mahrusillah
Pihaknya juga akan merumuskan dan melaksanakan program yang sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Salah satunya dengan terus mendorong terciptanya kawasan kuliner dan pusat UMKM yang tersertifikasi halal.
"Apresiasi kami kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah memfasilitasi ruang bagi tumbuh kembangnya ekonomi syariah. Dengan sinergi antara pemerintah, ulama, dan praktisi, MES optimis Kabupaten Tangerang dapat menjadi role model penerapan ekonomi kerakyatan berbasis syariah di Indonesia," ujarnya
Pada acara seminar tersebut, juga dilakukan penandatanganan deklarasi bersama ekonomi syariah, MoU antara Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dengan PCNU dan BEI dengan MES. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus melakukan pemantauan di sejumlah titik lokasi yang terdampak banjir. Berdasarkan pemantauan per pagi ini, Jembatan Alamanda Periuk sudah bisa dilewati kendaraan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar menuturkan, Jembatan Alamanda Periuk yang sebelumnya akses lalu lintasnya terputus dalam beberapa hari terakhir sudah kembali dimanfaatkan oleh para pengguna jalan. Hal ini menandakan perkembangan penyurutan sejumlah titik lokasi berjalan signifikan seiring dengan penanganan petugas gabungan yang masih disiagakan khususnya di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
”Kami terus memantau perkembangan banjir di lapangan, seiring dengan banyaknya lokasi yang mulai surut, salah satu akses lalu lintas vital di wilayah Kecamatan Periuk dan sekitarnya, yakni Jembatan Alamanda sudah bisa dilawati kendaraan lagi,” ujar Mahdiar, Senin (26/1/26).
Di sisi lain, Pemkot Tangerang terus mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman banjir susulan. Berdasarkan pemantauan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang lewat situs dan aplikasi Si Pantau juga menunjukkan ketinggian muka air Kali Ledug di Jembatan Alamanda Periuk masih berstatus ”awas” atau sekitar 3,45 meter.
”Kami melakukan pemantauan pagi ini sudah banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang sudah lalu lalang melewati Jembatan Alamanda. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada karena ketinggian air Kali Ledug di sana masih sangat tinggi bahkan berstatus awas,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang membuka acara Aya Sophia Islamic School (ASIS) Expo yang digelar di Mall Ciputra Citra Raya, Senin (26/01/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan bahwa pendidikan menyeluruh itu tidak hanya mengejar capaian akademik, namun juga harus mampu menguatkan karakter, spiritualitas, kreativitas, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.
"Proses pendidikan menyeluruh itu tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, spiritualitas, kreativitas, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan matang secara emosional," tandas Wabup Intan
Menurut dia, pola asuh (Parenting), wisuda tahfidz, pentas siswa, serta pameran hasil karya dan belajar anak didik adalah satu kesatuan sebuah filosofi pendidikan Islam yang bertujuan untuk membentuk insan berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Pihaknya pun mengapresiasi pihak Aya Sophia Islamic School yang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas, berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Aya Sophia Islamic School yang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas, berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta adaptif terhadap tantangan global dan kemajuan teknologi," ucapnya
Wabup Intan juga mengajak kepada pihak sekolah, para orang tua dan para siswa agar bersama-sama terus menguatkan sinergi dan kolaborasi menciptakan pendidikan yang berkualitas, sesuai dengan perannya masing-masing
"Kepada para orang tua, saya mengajak untuk terus menjadi mitra utama sekolah. Pendidikan terbaik tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan dari sinergi yang kokoh antara rumah dan sekolah. Kepada anak-anakku sekalian, teruslah bermimpi, berkarya, berakhlak mulia dan mampu menjadi generasi yang membanggakan orang tua, agama, dan daerah ," ujarnya .
Pihaknya berharap ASIS EXPO 2026 tersebut dapat menjadi ruang inspirasi, apresiasi, dan motivasi bagi seluruh peserta, sekolah dan para orang tua serta bisa manjadi pijakan menuju masa depan yang semakin gemilang.
Saya berharap ASIS EXPO 2026 dapat menjadi ruang inspirasi, apresiasi, dan motivasi bagi seluruh peserta. Semoga setiap karya yang ditampilkan menjadi saksi dari proses belajar yang bermakna dan menjadi pijakan menuju masa depan yang semakin gemilang," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- BUpati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meninjau lokasi banjir di Desa Cirumpak, Kec. Kronjo, Senin (26/01/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyi bersama unsur Forkopimda, Dansatradar, tokoh masyarakat Kiai Hamzah, Kepala BPBD, Camat Kronjo sudah merumuskan beberapa upaya penanganan jangka pendek yang harus segera dilakukan untuk membantu warga yang rumahnya tergenang banjir.
"Tadi kita sudah rumuskan di tenda pengungsian bahwa upaya-upaya harus kita lakukan. Yang pertama adalah masyarakat yang rumahnya terkena banjir ini supaya bisa diungsikan ke tempat yang lebih aman dan mudah dijangkau lokasinya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia menambahkan semua pihak terlibat dan turun tangan membantu warga Desa Cirumpak. Selain dari Pemkab Tangerang melalui Dinas Sosial dan BPBD, bantuan lainnya juga terlah didapatkan di antaranya berasal dari Provinsi Banten, Kodim 0510 dan Satradar serta beberapa pihak lainnya.
"Kami sudah mendapatkan bantuan dari Pemprov Banten, tenda, juga dari Dansatradar, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dari Kodim, dari Dinsos sudah kita bawa ke sini," imbuhnya.
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa selain tenda dan lokasi pengungsian, pihaknya bersama pihak terkait sudah merumuskan bantuan logistik selama warga berada di pengungsian dan posko kesehatan.
"Selama di pengungsian, tadi sudah kita rancang dan rumuskan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Kebutuhan sehari-hari mereka untuk makannya sudah juga kita bagi tugas dan nanti yang bertanggung jawab adalah Pak Camatnya,"ujarnya
Dia juga sudah menginstruksikan langsung kepada Dinas kesehatan dan jajarannya untuk segera mendirikan posko-posko kesehatan dan jemput bola kepada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Yang berikutnya, Dinkes sudah saya minta juga supaya Puskesmas standby. Puskesmas di Kronjo ini standby di sini untuk jemput bola dan memeriksa kesehatan masyarakat di sini," tandasnya
Terkait dengan penanganan banjir jangka panjangnya, Bupati Tangerang bersama para kepala daerah lainnya juga akan menghadiri Rakor penanganan banjir yang dipimpin langsung Gubernur Banten.
"Rapat berkaitan dengan penanganan banjir wilayah yang ada di dua sungai: Sungai Cidurian dan Sungai Cimanceuri. Ini akan kita bahas, rapatkan bersama dengan Pak Gubernur hari ini jam 1. Mudah-mudahan bajir ini cepat surut, begitu juga sungainya," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Kecamatan Legok menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung interaktif di Gedung Serba Guna (GSG) Politeknik Penerbangan Indonesia, Kecamatan Legok, Senin (26/01/2026).
Musrenbang tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Banten, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perwakilan perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh masyarakat, PGRI, serta organisasi kepemudaan dan keagamaan. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan Kecamatan Legok ke depan secara partisipatif dan berkelanjutan.
Kecamatan Legok memiliki peran strategis dalam pembangunan wilayah Kabupaten Tangerang. Saat ini, Kecamatan Legok dihuni oleh 132.434 jiwa yang tersebar di 10 desa dan 1 kelurahan. Dari sektor pendidikan, Kecamatan Legok memiliki 33 TK, 39 SD sederajat, 21 SMP sederajat, dan 22 SMA sederajat. Selain itu, keberadaan Politeknik Penerbangan Indonesia sebagai perguruan tinggi kedinasan menjadi modal penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Sementara itu, dari sektor kesehatan, Kecamatan Legok didukung oleh tiga fasilitas Puskesmas, yakni Puskesmas Legok, Puskesmas Ciangir, dan Puskesmas Bojong Kamal.
Dalam paparannya, Camat Legok M. Yusuf Fachroji menyampaikan berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Program tersebut meliputi pembangunan 10 unit bedah rumah tidak layak huni, 13 titik pembangunan betonisasi jalan, 52 titik pembangunan saluran air, drainase dan turap, 25 titik pembangunan paving blok, 25 titik pembangunan hotmix, serta 5 titik pembangunan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).
“Kami bersyukur program-program tersebut telah terealisasi secara berkesinambungan demi mewujudkan masyarakat Legok yang sejahtera,” ungkap Yusuf.
Selain capaian program, Musrenbang Kecamatan Legok juga mengangkat sejumlah isu strategis, di antaranya revitalisasi Pasar Tradisional Legok, kampung budaya di Desa Kemuning serta normalisasi aliran sungai.
“Pasar merupakan pusat perputaran ekonomi masyarakat, sehingga perlu dilakukan revitalisasi agar masyarakat dan para pedagang merasa lebih nyaman. Normalisasi sungai juga penting sebagai upaya pengendalian banjir,” jelasnya.
Pada Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini, Kecamatan Legok berhasil menghimpun sebanyak 50 usulan skala prioritas dengan total pagu anggaran sekitar Rp.49 miliar.
“Kami berharap usulan-usulan prioritas yang telah kami himpun dapat terealisasi pada tahun 2027, sehingga berbagai permasalahan pembangunan di Kecamatan Legok dapat terselesaikan secara bertahap,” pungkas Yusuf. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Upaya evakuasi korban banjir terus dilakukan tim relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang. Di Kecamatan Sukamulya dan Kecamatan Kresek, para relawan tanpa mengenal lelah berjibaku dengan banjir untuk membantu warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman setelah rumah mereka terendam air.
Berbekal perahu karet serta koordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat, tim relawan menyisir pemukiman warga yang masih terendam banjir. Sejumlah warga diketahui masih bertahan di rumah masing-masing dengan berbagai alasan, mulai dari kekhawatiran meninggalkan hewan peliharaan hingga peralatan dan perabot rumah tangga yang dianggap sayang jika ditinggalkan.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Tangerang, Suparji Rustam, mengatakan instruksi Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, disampaikan secara tegas dan lugas kepada seluruh relawan di berbagai tingkatan untuk terus bersiaga. PMI telah siaga sejak sepekan sebelumnya, saat banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
"Kita memusatkan penanganan di beberapa titik kecamatan, seperti Kronjo, Sukamulya, Kresek dan Kemiri. Di titik tersebut, kondisi banjir masih membutuhkan pertolongan, evakuasi, serta bantuan logistik bagi warga terdampak" ujar Rustam, Senin (26/1).
Rustam menjelaskan, di Desa Legok, Kecamatan Kemiri, tercatat 540 kepala keluarga di empat RT terdampak banjir, yakni RT 10, 11, 12 dan 14. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 160 sentimeter dan masih merendam pemukiman warga.
"Hasil asesmen di lapangan menunjukkan banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi selama beberapa hari, ditambah meluapnya Sungai Cipasilian. Sungai ini terhubung dengan Kecamatan Kemiri, Sukamulya, dan Kronjo, sehingga dampaknya dirasakan di wilayah-wilayah tersebut,” jelasnya.
Selain melakukan evakuasi, PMI juga mendistribusikan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan darurat warga selama banjir berlangsung.
“Bantuan berupa makanan siap saji, mi instan, beras, dan telur kami salurkan melalui pengurus RT dan RW untuk dikelola secara swadaya,” tegas Rustam.
Ia menambahkan, penanganan kebencanaan harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan menjadi cepat dan efektif.
“PMI bersama unsur relawan lainnya seperti BPBD, Tagana, serta elemen kemasyarakatan lainnya terus bersiaga di lokasi untuk membantu warga terdampak banjir,” pungkasnya. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
