Admin

Admin

Buka Seleksi Wawancara Kanvas Gemilang 2026, Wabup Intan Dorong Inovasi Masyarakat untuk Percepat Pembangunan

TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka secara resmi tahapan seleksi wawancara Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 yang mengangkat tema “Transformasi Inovasi untuk Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan Menuju Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing” di Ruang Rapat Sinergi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Senin (21/09/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menegaskan lomba Kanvas Gemilang tidak boleh hanya untuk mencari pemenang, tetapi harus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menumbuhkan budaya inovasi dan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan secara nyata serta mampu mempercepat pembangunan berkualitas di Kabupaten Tangerang.

“Jangan cuma seremonial, jangan cuma mencari produk inovasi yang tidak mungkin diimplementasikan di Kabupaten Tangerang. Lomba ini harus bisa menghasilkan inovasi nyata yang mudah diterapkan dan mampu mempercepat pembangunan yang berkualitas,” tegas Wabup Intan.

Dia mengatakan Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang tersebut harus menjadi ruang bagi pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah untuk menyampaikan berbagai ide, gagasan, kreativitas, serta inovasi yang dapat mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang. Dukungan aktif dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya dan berdampak luas.

"Kabupaten Tangerang ini dalam membangun tidak mungkin bisa sendirian pemerintah. Pasti harus bersama-sama dengan masyarakat. Keterlibatan dan kolaborasi langsung dari seluruh elemen masyarakat sangat menentukan jalannya pembangunan,” ujarnya

Menurut dia, Kabupaten Tangerang membutuhkan inovasi di berbagai bidang untuk menghadapi tanangan perubahan global, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat agar semakin sejahtera dan berdaya saing.

Ia berharap seluruh gagasan yang masuk dapat dikembangkan menjadi solusi, sesuai kebutuhan masyarakat serta mendukung visi dan misi pembangunan daerah.

"Saya harap inovasi yang masuk tidak hanya berhenti sebagai gagasan dan ide, tapi bisa menjadi sebuah solusi yang mudah diterapkan, efektif dan efisien. Harus memiliki dampak dan keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," harapnya.

Wabup Intan juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah berani menuangkan ide dan gagasan melalui Kanvas Gemilang 2026. Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar berani dan percaya diri memaparkan inovasi yang dibuat

“Jangan takut mencoba dan jangan takut berbeda. Tunjukkan bahwa inovasi yang saudara-saudari hadirkan bukan hanya mampu menjawab persoalan hari ini, tetapi juga memiliki manfaat untuk masa yang akan datang,” pesannya.

Wakil Bupati berharap seluruh proses seleksi wawancara dapat menghasilkan inovator yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Tangerang. Para dewan juri dan tim penilai diharapkan tidak hanya melihat kreativitas dari setiap gagasan, tetapi juga kemungkinan implementasi serta dampaknya bagi masyarakat.

“Momen wawancara ini bukan akhir perjalanan inovasi. Justru ini harus menjadi alat untuk mengembangkan gagasan menjadi sesuatu yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-394 Kabupaten Tangerang.

Tercatat ada sekitar 119 peserta yang lolos seleksi administrasi. Selanjutnya ada 40 peserta yang lolos seleksi substansi untuk mengikuti tahapan wawancara. Para peserta terbagi dalam lima kategori, yakni pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah. (Red)

Dari Desa Tegal Kunir Kidul untuk Indonesia: Kisah Erna Yanti, Kader Posyandu Berprestasi Asal Mauk

TANGERANG, lensafokus.id – Kader Posyandu Lili 3 Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Erna Yanti, resmi mewakili Provinsi Banten dalam Penilaian Kader Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Penilaian tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Undangan Kemenkes RI Nomor: PK.06.02/B.IV/878/2026. Acara tolok ukur dan pemaparan materi verifikasi ini berlangsung di Ruang Rapat Camat Mauk, Kabupaten Tangerang, melalui dalam jaringan (daring) pada Senin (21/09/26).

Dalam kesempatan tersebut, Erna Yanti memaparkan berbagai pencapaian, wawasan, serta program inovasi yang telah ia jalankan selama 20 tahun mengabdi sebagai kader kesehatan. Berbagai inovasi unggulan yang dibawakan di antaranya:

1. Inovasi UPIK CERDAS (Upaya PIK 2 Cegah dan Atasi Bersama Stunting).

2. Inovasi KETUK TB (Kader Temukan, Kunjungi, dan Tuntaskan Pengobatan TB).

3. Inovasi KP-ASI (Kader Peduli ASI Eksklusif).

4. Inovasi RBJ (Rumah Bebas Jentik).

Camat Mauk, Angga Yulyantono, menyampaikan rasa bangga serta apresiasi yang mendalam atas dedikasi Erna Yanti hingga berhasil membawa nama harum Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten di kancah nasional.

"Alhamdulillah, Ibu Erna Yanti sebagai salah satu kader terbaik di Kabupaten Tangerang hari ini mewakili Provinsi Banten dalam rangka penilaian kader berprestasi tingkat nasional," ujar Camat Angga.

Camat Angga menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari segenap pihak di Pemerintah Kabupaten Tangerang.

"Semua itu berkat dukungan, arahan, dan bimbingan Bapak Bupati, Wakil Bupati Tangerang dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang beserta seluruh jajaran, baik dari PMD, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kecamatan, hingga Desa. Alhamdulillah, ini adalah momentum pelecut semangat untuk kader-kader lainnya meningkatkan prestasi dan yang paling penting bermanfaat untuk masyarakat di lingkungannya. Mudah-mudahan hari ini menjadi pengingat kita semua bahwasannya pada prinsipnya kita adalah pelayan masyarakat Kabupaten Tangerang," tambahnya.

Sementara itu, Erna Yanti mengungkapkan rasa syukur dan bangganya dapat melangkah hingga ke tahapan seleksi nasional setelah melalui tahapan berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga meraih predikat terbaik pertama di tingkat Provinsi Banten.

"Saya bangga berada di titik sekarang ini mewakili kader se-Provinsi Banten. Alhamdulillah tidak gampang dan tidak mudah untuk mencapai seperti ini. Sebelum ke tingkat nasional, saya mengikuti seleksi dari desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang dan bersaing di provinsi, alhamdulillah lolos tiga besar dan menjadi yang pertama," ungkap Erna Yanti.

Meskipun telah mengabdi selama dua dekade, Erna mengaku terus semangat melayani masyarakat dan membagikan ilmu kepada sesama kader.

"Suatu kebanggaan sebagai kader sampai di titik ini setelah 20 tahun. Harapan saya mudah-mudahan saya tetap rendah hati, bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya, dan kader-kader lain bisa seperti saya. Yang penting kita mau belajar dan terus belajar," pungkasnya. (Red)

Pemkab Tangerang Luncurkan Logo HUT Ke-394

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (21/9/2026). Logo tersebut merupakan karya Ilham Azi Fadilah yang terpilih sebagai pemenang Lomba Cipta Karya Logo HUT ke-394 Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, logo Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi identitas dalam rangkaian peringatan hari jadi, tetapi juga membawa pesan dan semangat pembangunan Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, tema “Terus Bergerak Semakin Berdampak” sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang terus dilakukan untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dalam lomba dan menuangkan kreativitasnya dalam sebuah karya yang mengangkat identitas Kabupaten Tangerang.

"Logo ini bukan hanya sebagai identitas Hari Jadi Kabupaten Tangerang, tetapi juga menggambarkan semangat kita untuk terus bergerak dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal.

Lomba Cipta Karya Logo HUT ke-394 Kabupaten Tangerang tersebut diikuti 89 peserta. Seluruh karya yang masuk kemudian melalui tahapan seleksi administrasi dan teknis, sebelum dilanjutkan dengan penilaian desain hingga akhirnya terpilih tiga peserta untuk masuk dalam tahap akhir dan penentuan pemenang.

Sementara itu, Pemenang Terpilih Lomba Cipta Karya Logo HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ilham Azi Fadilah, mengatakan logo yang dibuatnya mengangkat tema “Terus Bergerak Semakin Berdampak”. Tema tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk visual obor dengan api yang sedang berkobar.

“Angka tiga saya ambil dari batik Kacang Benih Cisoka. Ini melambangkan semangat untuk terus berkarya dengan kearifan lokal dan budaya Kabupaten Tangerang,” ujar Ilham.

Ia menjelaskan, angka sembilan terinspirasi dari kondisi geografis Kabupaten Tangerang yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Unsur ombak pada angka tersebut menggambarkan sesuatu yang dinamis serta pembangunan yang terus bergerak dan memberikan dampak kepada masyarakat.

“Untuk angka empat, saya terinspirasi dari ayam wareng yang merupakan satwa endemik Kabupaten Tangerang. Ayam wareng ini melambangkan masyarakat Tangerang yang lincah, gesit, tegas, dan berani untuk terus maju dan bertumbuh,” katanya.

Ilham menuturkan, seluruh unsur tersebut kemudian dipadukan sehingga membentuk visual api yang dinamis. Bentuk tersebut menggambarkan semangat Kabupaten Tangerang yang terus tumbuh dan memiliki energi untuk bergerak maju.

Sementara itu, cahaya api yang memancar ke berbagai arah memiliki makna pembangunan yang inklusif. Artinya, pembangunan di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat memberikan manfaat dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi, dari keseluruhan elemen itu saya ingin menggambarkan semangat Kabupaten Tangerang yang terus bergerak, terus tumbuh, dan memberikan dampak bagi masyarakat,” tuturnya. (Red)

Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid memimpin upacara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 tingkat Kab. Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (21/09/26)

Bupati Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid yang membacakan amanat Menteri Perhubungan RI menegaskan bahwa keselamatan transportasi tidak boleh hanya berhenti pada aturan dan kelengkapan administratif, tetapi harus benar-benar menjadi budaya yang diterapkan di lapangan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab moral, bukan hanya sekedar formalitas, memenuhi kelengkapan administrasi semata tapi harus menjadi budaya. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” tandas Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, peringatan Harhubnas tahun ini mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Menurut dia, pesan tersebut memiliki relevansi kuat seiring tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang membutuhkan konektivitas transportasi yang aman, tertib, dan lancar.

"Transportasi tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan kendaraan maupun pembangunan infrastruktur. Transportasi memiliki fungsi yang jauh lebih luas, mulai dari menghubungkan masyarakat dengan sekolah dan fasilitas kesehatan, mempertemukan sentra produksi dengan pasar, hingga mendukung distribusi pangan dan menggerakkan perekonomian," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keselamatan dan konektivitas harus berjalan beriringan. Dalam kondisi tertentu, operasi transportasi harus berani dihentikan ketika situasi tidak aman, namun pada saat yang sama juga harus segera dicari alternatif agar mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan tidak terputus.

"Sektor transportasi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana hingga gangguan perjalanan dan kecelakaan. Karena itu, standar keselamatan dan lancarnya koneksitas harus benar-benar diterapkan oleh seluruh insan perhubungan," tegasnya.

Bupati Maesyal menambahkan selain faktor keselamatan, transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam pembenahan sektor transportasi. Teknologi diharapkan tidak sekadar menghadirkan aplikasi atau sistem baru, tetapi mampu menghasilkan pengawasan yang lebih transparan, meningkatkan kepatuhan serta membuat sistem logistik semakin tertib dan tetap berjalan

“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Mari kita menyatukan tekad dan melangkah bersama untuk menghubungkan Indonesia, menghubungkan Kabupaten Tangerang, demi masa depan yang lebih maju,” imbuhnya

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jaenudin mengatakan, momentum Harhubnas menjadi pengingat bagi jajaran Dishub untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi. Menurutnya, peran Dishub tidak sebatas mengatur lalu lintas. Lebih dari itu, seluruh jajaran Dishub harus memastikan sistem transportasi mampu memberikan keamanan, kenyamanan, ketertiban, serta kelancaran mobilitas masyarakat.

“Dishub tidak hanya berbicara mengenai pengaturan lalu lintas, tetapi bagaimana seluruh layanan transportasi dapat memberikan rasa aman, nyaman dan kepastian bagi masyarakat. Keselamatan menjadi bagian penting yang harus terus kita perkuat dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Jainudin.

Ia mengatakan, perkembangan Kabupaten Tangerang yang terus bergerak membuat kebutuhan terhadap sistem transportasi yang semakin terintegrasi juga meningkat. Karena itu, pengelolaan transportasi harus dilakukan secara adaptif dengan memperkuat pengawasan, pelayanan di lapangan, koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi.

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan dan pengawasan di lapangan. Teknologi dan data juga harus dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan transportasi, sehingga kebijakan yang dilakukan semakin tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Pada upacara tersebut juga dirangkaikan dengan simbolis penyerahan SK kenaikan pangkat kepada 496 pegawai, SK pensiun kepada 33 pegawai yang memasuki masa purna bakti terhitung mulai 1 Oktober 2026.

Selain itu, Pemkab Tangerang meluncurkan Logo Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang dengan tema “Terus Bergerak, Semakin Berdampak,” yang menjadi simbol semangat kemajuan Kabupaten Tangerang. (Red)

Gebyar Festival Kuliner Cikupa Dorong UMKM dan Perkuat Produk Lokal

Tangerang, lensafokus.id - Gebyar Festival Kuliner yang digelar di Kecamatan Cikupa resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari sejak 16 September 2026, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro untuk memperkenalkan produk sekaligus mendorong masyarakat membeli dan menggunakan produk lokal.

Penutupan kegiatan diisi dengan senam sehat serta penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada pelaku usaha mikro. Jaminan halal tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM yang dipasarkan.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Yudiana, mengatakan Gebyar Festival Kuliner merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan program unggulan PROSPEK atau Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan.

“Gebyar Festival Kuliner itu merupakan salah satu bentuk nyata dari program unggulannya Pak Bupati, PROSPEK (Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan),” ujar Yudiana.

Menurut Yudiana, program tersebut telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang di sejumlah kecamatan. Kehadirannya dinilai memberikan ruang dan panggung bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas kesempatan mereka menjangkau masyarakat.

Ia menambahkan, setiap kecamatan memiliki potensi usaha yang luar biasa sehingga masyarakat perlu terus didorong untuk menjalankan gerakan “bela beli produk lokal” di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, produk lokal memiliki kualitas dan cita rasa yang tidak kalah dengan produk lainnya.

“Kita harus dorong terus warga masyarakat, jangan istilahnya ragu untuk membeli produk unggulannya Pemerintah Kabupaten Tangerang. Karena ternyata rasanya juga enak, kemudian juga kualitasnya tidak kalah, dan apalagi sekarang sudah ada jaminan halal,” katanya.

Yudiana menjelaskan, jaminan halal juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha karena dapat meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap keamanan produk yang mereka konsumsi. Dengan demikian, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada promosi, tetapi juga menyentuh aspek kepercayaan konsumen dan penguatan kualitas produk.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardani, menilai kegiatan tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah daerah secara nyata di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan. Menurutnya, kegiatan seperti Gebyar Festival Kuliner memberikan ruang yang luas bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk bangkit, memperkenalkan produk, serta membangun kepercayaan masyarakat.

“Ini sangat positif, bahwa di tengah kondisi ekonomi yang tidak sedang baik-baik saja, bagaimana Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa hadir secara nyata. Menyentuh langsung kepada para pelaku usaha mikro dan kecil, membangkitkan semangat, membangun sebuah ruang yang sangat luas kepada pelaku UMKM untuk bisa bangkit,” ungkap Deden.

Ia mengatakan, produk UMKM Kecamatan Cikupa maupun Kabupaten Tangerang tidak hanya tersedia, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan telah didukung dengan jaminan halal. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan di berbagai kecamatan hingga menjangkau desa-desa sehingga manfaat kehadiran pemerintah dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha mikro dan kecil di lapisan masyarakat paling akhir.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menambahkan, Gebyar Festival Kuliner tidak hanya menjadi ajang promosi produk usaha mikro, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas perekonomian di tingkat lokal.

“Kegiatan ini selain bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro yang ada di masing-masing kecamatan, juga untuk bersilaturahmi antara seluruh warga. Pemerintah kecamatan hadir untuk masyarakat, dan kami dari pemerintah daerah Kabupaten Tangerang hadir untuk berkolaborasi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam festival tersebut, para pelaku usaha mikro diberikan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk kepada masyarakat. Selain promosi produk, Diskum Kabupaten Tangerang juga menyediakan fasilitator dan pendamping bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan bantuan dalam mengurus legalitas usaha. Pendampingan meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Kami dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menyiapkan fasilitator dan pendamping untuk membantu seluruh pengusaha mikro yang ada di Kecamatan Cikupa, khususnya yang belum memiliki legalitas usaha,” jelasnya. (Red)

Raker KWRI Kabupaten Tangerang Bongkar Ancaman Deepfake, Wartawan Diminta Jadi Benteng Informasi

Tangerang, lensafokus.id – Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Kerja (Raker) yang dirangkaikan dengan diskusi publik mengenai bahaya teknologi deepfake.

‎Acara yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang sebagai pembicara utama untuk membedah tantangan digital di era keterbukaan informasi.

‎Berlokasi di kawasan puncak Bogor, kegiatan raker ini turut di hadiri oleh Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah dan Tasripin Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) serta Sudirman Indra selaku penggagas Bank Air. Jum'at 18/09/26.

‎Dalam pemaparannya, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud  menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam menangkal penyebaran konten manipulasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) tersebut.

‎Menurutnya, teknologi deepfake berpotensi memicu disinformasi di tengah masyarakat jika tidak diantisipasi dengan literasi digital yang kuat.

‎"Kehadiran teknologi deepfake ini menjadi tantangan baru bagi kita semua. Saya berharap KWRI bisa menjadi agen serta memiliki peran krusial sebagai benteng pertahanan informasi demi menjaga kondusivitas, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang," ujar Ketua DPRD dalam diskusi tersebut.

‎Sementara itu, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa tema ini sengaja diangkat dalam raker guna meningkatkan kompetensi dan kewaspadaan para jurnalis.

‎"Melalui diskusi ini, diharapkan wartawan yang tergabung dalam KWRI mampu mengidentifikasi produk informasi palsu dan tetap menyajikan berita yang akurat serta kredibel bagi masyarakat," ujarnya.

‎Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah, dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh jajaran organisasi KWRI harus mampu menguasai nomenklatur di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

‎Langkah strategis ini dinilai krusial agar organisasi jurnalistik tersebut dapat berkembang lebih profesional dan berintegritas dalam menjalankan roda organisasinya.

‎Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap struktur, program kerja, dan tata bahasa birokrasi di setiap dinas akan meningkatkan kualitas jurnalisme yang diusung oleh anggota KWRI.

‎"KWRI tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton. Kita harus mampu menguasai dan memahami nomenklatur yang ada di setiap OPD. Ini adalah kunci agar kita bisa bergerak lebih profesional, kritis, dan kemitraan yang terjalin dengan pemerintah daerah dapat berjalan secara terukur serta substantif," tegas Subandi Musbah.

‎Subandi juga menambahkan bahwa penguasaan nomenklatur ini akan memudahkan para jurnalis dalam melakukan fungsi kontrol sosial serta advokasi publik. Dengan memahami detail teknis program di pemerintahan, produk jurnalistik yang dihasilkan oleh anggota KWRI dipastikan akan lebih berbobot, akurat, dan edukatif bagi masyarakat.

‎"Ke depan, KWRI berkomitmen untuk terus mengadakan pembinaan dan pelatihan internal guna memperluas wawasan para anggotanya, sekaligus memperkuat posisi KWRI sebagai salah satu organisasi pers yang disegani dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah." pungkasnya. ‎

Sudah Terdaftar JKN, Warga Kota Tangerang Bisa Akses Layanan Kesehatan Lebih Tenang

Kota Tangerang, lensafokus.id - Warga Kota Tangerang yang kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-nya didaftarkan dan iurannya dibayarkan Pemkot Tangerang mengaku, terbantu saat membutuhkan layanan kesehatan. Kepastian kepesertaan membuat warga dapat mengakses fasilitas kesehatan tanpa terlalu khawatir memikirkan biaya pengobatan.

Salah satunya Rina (42), warga Kecamatan Karawaci. Ia mengaku menggunakan layanan JKN pada Juli 2026 ketika mengalami demam dan kondisi tubuh yang tidak kunjung membaik. Rina kemudian mendatangi salah satu puskesmas di wilayah Kecamatan Karawaci untuk mendapatkan pemeriksaan.

“Saya datang karena demam sudah beberapa hari. Di puskesmas saya daftar menggunakan kepesertaan JKN, kemudian diperiksa dokter. Setelah pemeriksaan, saya mendapat obat dan diminta kembali jika kondisi belum membaik,” ujar Rina.

Menurutnya, proses pelayanan cukup sederhana. Setelah menunjukkan identitas dan memastikan status kepesertaan JKN aktif, ia mengikuti alur pendaftaran yang berlaku di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dokter, konsultasi mengenai keluhan kesehatan, hingga obat yang diberikan dapat diterima sesuai ketentuan layanan JKN.

Pengalaman serupa dirasakan Dedi (51), warga Kecamatan Cibodas. Pada Agustus 2026, ia mendatangi puskesmas setelah mengalami keluhan nyeri pada bagian tubuh dan membutuhkan pemeriksaan. Setelah melakukan pendaftaran, Dedi menjalani pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan mendapatkan obat sesuai hasil pemeriksaan.

“Prosesnya menurut saya cukup jelas. Saya datang, mendaftar, lalu menunggu pemeriksaan. Setelah diperiksa dokter, saya diberi penjelasan mengenai kondisi saya dan mendapatkan obat. Karena kepesertaan JKN saya aktif, saya tidak perlu memikirkan biaya pelayanan yang menjadi tanggungan JKN,” kata Dedi.

Kisah warga tersebut menggambarkan pentingnya memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Dengan kepesertaan yang aktif, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan sesuai prosedur dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Pemerintah Kota Tangerang sendiri terus memperkuat cakupan kepesertaan JKN sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap jaminan kesehatan. Hingga 1 September 2026, cakupan kepesertaan JKN Kota Tangerang tercatat mencapai 100,45 persen, sementara kepesertaan aktif mencapai 87,30 persen. (Red)

NGEMAS di Desa Pangkat, Bupati Tangerang Serap Aspirasi Penggiat Seni dan Budaya

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan kegiatan NGEMAS (Ngeriung Maesyal) yang digelar di Padepokan Seni Gema Wirahma, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Jumat, (18/9/26).

Pada Dalam kegiatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid berdialog langsung dan menyerap aspirasi masyarakat dan para pelaku seni mengenai kondisi serta kebutuhan pengembangan seni dan budaya di wilayah tersebut.

“Kegiatan hari ini kita bersilaturahmi dengan masyarakat, sekaligus berdiskusi terkait bidang kesenian dan budaya, khususnya di Sanggar Gema Wirahma," ujar Bupati Maesyal

Bupati Maesyal mengatakan, pemerintah daerah telah memberikan dukungan terhadap kegiatan kesenian di Padepokan Gema Wirahma, termasuk bantuan peralatan kesenian. Lanjut dia, terkait dengan aspirasi masyarakat tentang kondisi bangunan padepokan yang mengalami kebocoran saat hujan akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Ada usulan untuk perbaikan gedung karena kalau hujan mengalami kebocoran. Nanti akan kita bantu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Untuk bantuan alat-alat kesenian, kita juga sudah bantu.” imbuhnya

Selain bidang kesenian dan budaya, pada kegiatan tersebut juga disalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, antara lain kompor gas untuk mendukung usaha, sembako, serta fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita juga memberikan bantuan kompor gas untuk usaha, sembako untuk meringankan beban masyarakat, serta pemerintah daerah juga membantu melalui untuk BPJS Ketenagakerjaan.” ungkapnya

Bupati Maesyal menyebut keberadaan sanggar seni menjadi upaya untuk melestarikan seni budaya dan kearifan lokal serta salah satu ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni budaya

“Mudah-mudahan dengan kehadiran kita di sini dapat memberikan hal-hal yang positif, khususnya semangat untuk melestarikan budaya dan kesenian yang ada di Desa Pangkat.” jelasnya

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terkait aspirasi masyarakat tentang pembangunan harus disesuaikan dengan mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku. Program yang membutuhkan pembiayaan dari APBD harus terlebih dahulu direncanakan dan dianggarkan.

“Kalau ada kegiatan yang diusulkan dan masuk dalam APBD, tentu dapat kita dukung sesuai dengan anggaran yang tersedia. Karena setiap penggunaan APBD harus direncanakan dan dipertanggungjawabkan.” tandasnya

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi anggaran tahun 2026 telah berjalan, sehingga usulan perbaikan bangunan padepokan akan diarahkan untuk dibahas pada penganggaran tahun berikutnya.

“Untuk kondisi bangunan ini, karena anggaran 2026 sudah berjalan, nanti kita alokasikan dalam anggaran 2027, sehingga padepokan ini bisa digunakan dengan nyaman untuk kegiatan anak-anak dan masyarakat yang mencintai seni budaya.” tuturnya

Bupati Maesyal berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan para pelaku seni terus berjalan sehingga berbagai potensi kesenian lokal dapat berkembang dan memperoleh ruang yang lebih luas untuk ditampilkan

“Yang lebih utama adalah potensi-potensi lokal kesenian yang ada di Kabupaten Tangerang bisa terus berkembang dan tampil.” pungkasnya. (Red)

Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Agung Sinergikan Layanan Kesehatan Inklusif

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia menggelar aksi bakti sosial pelayanan kesehatan berupa operasi bibir sumbing gratis di RSUD Balaraja, Jum'at (18/09/26)

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya pasien yang memerlukan tindakan operasi bibir sumbing, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kepercayaan diri anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah bersama Jamintel Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovan Kajati Banten, Kajari Kabupaten, Kapolres, Direktur RSUD Balaraja serta Ketua MUI Kabupaten Tangerang meninjau langsung pelaksanaan operasi bibir sumbing tersebut

Tercatat sebanyak 33 orang mendaftar sebagai calon penerima layanan. Setelah melalui pemeriksaan dan asesmen medis, sebanyak 27 peserta yang berusia antara 1 hingga 22 tahun dinyatakan siap dan layak menjalani tindakan operasi. Para peserta tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Tangerang, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar, di antaranya Bogor, Cilegon, Pandeglang, dan Serang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan seluruh pelayanan kesehatan dan tindakan operasi dalam kegiatan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Jamintel, seluruh layanan kesehatan dan tindakan operasi dalam kegiatan ini dilaksanakan tanpa membebankan biaya kepada masyarakat. Bahkan, RSUD Balaraja juga memberikan perhatian tambahan berupa asupan susu dan makanan bagi pasien serta keluarganya,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menambahkan, bagi peserta yang belum bisa menjalani operasi karena kondisi kesehatan, penanganan akan dijadwalkan kembali setelah kondisi pasien dinyatakan memungkinkan untuk menjalani tindakan medis. Pihaknya pun akan terus mendorong dan menguatkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat dan berkesinambungan, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan sinergi bersama berbagai pihak, pelayanan kesehatan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Jamintel Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial di lingkungan Kejaksaan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter (character building) bagi jajaran Kejaksaan agar semakin memiliki kepedulian dan empati terhadap masyarakat.

“Penanganan medis ini sangat penting untuk mencegah potensi bullying dan mengembalikan rasa percaya diri anak-anak agar memiliki masa depan yang jauh lebih baik,” ujar Reda Manthovani.

Kegiatan bakto sosial operasi bibir sumbing gratis tersebut disambut positif oleh masyarakat penerima manfaat. Ibu Sena, orang tua peserta yang anaknya menjalani operasi di RSUD Balaraja mengaku bersyukur karena anaknya mendapatkan kesempatan menjalani operasi tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Saya sangat senang dan bersyukur anak saya bisa mengikuti operasi bibir sumbing gratis yang diadakan di Kabupaten Tangerang. Harapan saya, semoga kegiatan sosial seperti ini bisa terus dijalankan secara rutin agar masyarakat lainnya yang membutuhkan juga bisa terbantu,” ungkap Ibu Sena. (Red)

352.088 Peserta BPJS Dibayarkan Pemkot Tangerang, Perlindungan Kesehatan Warga Terus Diperkuat

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat melalui dukungan pembiayaan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga tagihan 31 Agustus 2026, sebanyak 352.088 peserta JKN tercatat mendapatkan pembiayaan dari Pemerintah Kota Tangerang.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap jaminan kesehatan. Pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diberikan untuk kepesertaan JKN yang menjadi tanggungan pemerintah daerah.

“Pada tahun anggaran 2026, Pemkot Tangerang menyiapkan Rp163 miliar untuk membayarkan kepesertaan JKN masyarakat yang menjadi tanggungan pemerintah daerah. Alokasi tersebut menunjukkan keberlanjutan dukungan pemerintah terhadap program jaminan kesehatan masyarakat,” papar Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, Kamis (17/9/26).

Ia mengatakan, perluasan perlindungan kesehatan perlu diiringi dengan kepastian kepesertaan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar masyarakat yang menjadi sasaran pembiayaan pemerintah dapat memperoleh kepesertaan JKN sesuai ketentuan.

"Pembiayaan kepesertaan JKN merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Kami terus memastikan kepesertaan masyarakat yang menjadi tanggungan pemerintah dapat terlayani dengan baik," ujar Dini.

Dukungan pembiayaan tersebut juga berjalan seiring dengan capaian cakupan Universal Health Coverage (UHC) Kota Tangerang yang telah menembus angka lebih dari 100 persen. “Hingga 1 September 2026, cakupan UHC Kota Tangerang tercatat 100,45 persen,” serunya.

Sementara itu, cakupan kepesertaan aktif JKN Kota Tangerang mencapai 87,30 persen pada periode yang sama. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Banten, dengan rata-rata kepesertaan aktif JKN Provinsi Banten sebesar 79,81 persen.

Dengan dukungan pembiayaan daerah dan perluasan kepesertaan, Pemkot Tangerang terus berupaya memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan secara berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas layanan agar manfaat jaminan kesehatan dapat dirasakan masyarakat secara optimal. (Red)

Page 1 of 311
Go to top