Bupati Tangerang Resmikan Greenhouse dan Panen Perdana Melon di Desa Sodong

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Greenhouse sekaligus melaksanakan panen perdana budidaya melon hasil Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat di Eduwisata Agribisnis Desa Sodong Kec. Tigaraksa, Rabu (7/1/26).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Sodong dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat melalui program TJSL, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasinya atas pemanfaatan lahan negara yang dikelola oleh Pemerintah Desa bersama BPD dan BUMDes untuk kegiatan pertanian produktif. Menurutnya, lahan yang sebelumnya tidur, tidak termanfaatkan, kini mampu menghasilkan berbagai komoditas pertanian yang bernilai ekonomi.

“Alhamdulillah, hari ini kami diundang oleh Pak Lurah Sodong dalam rangka peresmian Greenhouse sekaligus panen melon. Ternyata bukan hanya melon, tetapi juga ada cabai, jagung, dan timun. Ini luar biasa karena lahan negara bisa dimanfaatkan secara produktif untuk ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan, dari hasil panen perdana melon, tercatat sekitar 500 buah melon dengan estimasi berat rata-rata 1 kilogram pe buah. Dengan harga jual sekitar Rp25.000 perkilogram, potensi pendapatan mencapai Rp12,5 juta, belum termasuk hasil panen komoditas lainnya seperti cabai, timun, dan jagung.

“Manfaatnya sangat besar bagi kelompok tani. Mereka sudah bisa bercocok tanam, panen, dan memasarkan hasilnya. Ini juga menjadi ladang pendapatan sekaligus tempat wisata edukasi ketahanan pangan bagi masyarakat,” jelasnya.

Lanjut dia, program kolaborasi tersebut nantinya akan dijadikan percontohan dan direplikasi di desa-desa lain. Setiap desa didorong untuk bisa mengelola lahan sekitar 2 hektar untuk ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian sesuai potensi wilayah masing-masing.

“Ini akan menjadi model percontohan. Desa-desa lain, baik di Kecamatan Tigaraksa maupun di kecamatan lainnya, akan diarahkan melakukan hal serupa. Dinas Pertanian nanti juga akan memetakan desa-desa yang perlu disupport, baik dalam bentuk bantuan bibit, pupuk, maupun pendampingan,” imbuhnya.

Pihaknya punmengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sodong, BUMDes, BPD, Camat Tigaraksa, serta PT PLN (Persero) yang telah memberikan dukungan melalui program CSR dalam pengembangan ketahanan pangan desa tersebut.

"Terima kasih kepeda Pak Kades, Camat Tigaraksa, BUMDes, BPD dan PLN dengam TJSL-nya yang telah membantu. Semoga maju, sukses dan semoga ini menjadi ladang ibadah dan juga menjadi jembatan untuk mendapatkan kepastian pendapatan," pungkasnya

Program ketahanan pangan di Desa Sodong ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari desa. (Red)

Sinergi Pemkab–Pemkot Tangerang, Serah Terima Aset Perpipaan Masuk Tahap Final

Serang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menuntaskan proses penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Aset Jaringan Perpipaan dan Sambungan Langganan Wilayah III Kota Tangerang dari Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang kepada Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Serang, Selasa, (6/1/26).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten B. Maria Erna Elestiyani, jajaran Kejati Banten, Kepala BPKP, Dewan Pengawas, serta direksi Perumdam TKR dan Perumda Tirta Benteng.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa penandatanganan BAST ini merupakan tahap ketiga sekaligus penutup dari keseluruhan proses serah terima aset jaringan perpipaan antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, sebagaimana kesepakatan awal telah disepakati bersama.

“Alhamdulillah, hari ini kita menuntaskan tahap ketiga dan menjadi penutup proses serah terima aset jaringan perpipaan dan sambungan langganan. Sebelumnya tahap pertama dan kedua telah diselesaikan pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk pada September 2025 untuk wilayah II, dan hari ini, wilayah III difinalkan,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan, total sambungan langganan yang diserahkan mencapai sekitar 29 ribu sambungan, mencakup wilayah I, II, dan III yang berada di Kota Tangerang.

"Dengan selesainya tahap ini, seluruh aset jaringan perpipaan di wilayah Kota Tangerang kini resmi menjadi kewenangan Perumda Tirta Benteng," jelasnya

Lanjut dia, meskipun aset telah diserahkan, masih terdapat pekerjaan rumah bersama yang harus segera diselesaikan, terutamanya dalam hal sosialisasi kepada masyarakat sebagai pelanggan.

“PR kita bersama adalah mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa pengelolaan jaringan dan pelayanan air bersih kini menjadi kewenangan PDAM Kota Tangerang. Sosialisasi ini penting agar masyarakat memahami perubahan pengelola tanpa terganggu kualitas pelayanannya,” imbuhnya.

Pihaknya juga menegaskan Pemkab Tangerang komitmen untuk terus mendukung peningkatan pelayanan air bersih melalui komunikasi dan koordinasi intensif antara Perumdam Kabupaten Tangerang dan Perumda Kota Tangerang.

“Walaupun sudah diserahkan, yang dilayani tetap masyarakat Tangerang. Nama Tangerang tidak akan hilang. Kami akan terus bertanggung jawab bersama Pak Wali Kota untuk memastikan pelayanan air bersih semakin baik,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang beserta seluruh pihak yang terlibat atas terlaksananya penandatanganan BAST hibah aset tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antarpemerintah daerah dan antarpdam untuk mewujudkan sistem pengelolaan air yang lebih baik,” ujar Sachrudin.

Ia berharap dengan diserahkannya aset hibah ini, pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Tangerang dapat semakin optimal, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya.

“Ini bukan semata-mata pengalihan aset, tetapi lebih besar lagi. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih maksimal dan optimal. Semoga sinergi ini terus terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Banten B. Maria Erna Elestiyani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tangerang, Pemkot Tangerang, Perumdam TKR, dan Perumda Tirta Benteng atas kepercayaan yang diberikan kepada Kejati Banten dalam mendampingi proses serah terima aset tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kejaksaan Tinggi Banten, bersama BPKP, untuk mendampingi proses serah terima ini agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa pendampingan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi yuridis oleh Kejaksaan maupun dari sisi penghitungan dan administrasi oleh BPKP, guna memitigasi risiko hukum di masa kini maupun di masa mendatang.

“Apa yang kita lakukan hari ini harus benar-benar firm, tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari. Kejaksaan memiliki fungsi pendampingan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang, untuk memastikan tata kelola pemerintahan dan BUMD yang baik, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Dengan ditandatanganinya BAST hibah aset jaringan perpipaan Wilayah III ini, diharapkan pelayanan air bersih di Kota Tangerang semakin meningkat serta memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang demi kesejahteraan masyarakat. (Red)

Wabup Intan Tinjau RTLH Pasir Bolang, Tegaskan Komitmen Hadirkan Hunian Layak dan Sehat bagi Warga

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah didampingi Camat Tigaraksa, Kepala Desa Pasir Bolang dan pejabat terkait, melakukan peninjauan progress pembangunan Rumah Tidak Huni (RTLH) di Desa Pasir Bolang, Kec. Tigaraksa, Selasa (06/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa kunjungannya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dia menegaskan bahwa hunian yang layak itu tidak harus berukuran besar, namun harus memenuhi aspek kebersihan, kerapihan, dan keamanan.

“Hunian yang layak itu, rumah tidak harus besar, yang penting rapi, bersih, dan tidak bocor. Kalau rumahnya aman dan nyaman, insyaAllah penghuninya juga lebih sehat dan tenang,” ungkap Wabup Intan

Selain meninjau kondisi rumah warga, Wabup Intan juga mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan Sarana Air Bersih (SAB). Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga yang disampaikan dan mengkoordinasikan lebih lanjut bersama camat dan dinas terkait. Menurut dia, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat dan menjadi program prioritas pemerintah daerah.

“Kami mendengar langsung aspirasi warga terkait kebutuhan sarana air bersih. Ini akan kami tindaklanjuti bersama camat dan dinas Terkait agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dan telah menjadi program prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Tangerang terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah dan cepat kepada masyarakat. Kurang lebih ada 11 jenis pelayanan administrasi kependudukan yang sudah didelegasikan pelayanannya di kecamatan

“Sekarang pengurusan administrasi kependudukan tidak harus ke Dukcapil. Bisa cukup di kecamatan, tidak perlu minta pengantar RT/RW bahkan bisa diantar ke rumah warga, asalkan persyaratannya lengkap dan datanya sesuai, prosesnya akan jauh lebih cepat,” tegasnya.

Lanjut dia, sejumlah program dan kebijakan pemerintah daerah, salah satunya seperti program angkutan sekolah gratis telah diluncurkan dan diharapkan dapat membantu pelajar dalam mengakses pendidikan dengan lebih aman dan nyaman. Untuk itu, Pemerintah daerah bersama camat Tigaraksa akan mengoordinasikan lebih lanjut penentuan titik penjemputan terdekat di Desa Pasir Bolang agar program tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah merencanakan berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang dilaksanakan secara bertahap. Mohon untuk bersabar serta terus mendukung kebijakan dan program pemerintah demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” imbuhnya.

Mengakhiri kunjungannya, Wabup Intan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih berhati-hati terhadap maraknya praktik judi online. Dia juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam penggunaan gawai dan aktivitas digital, karena penyalahgunaan dapat berdampak pada pembekuan bantuan-bantuan dari pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam pembangunan daerah. Semoga sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai aspirasi dan program yang dijalankan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)

Bupati Tangerang Tinjau Proses Pematangan Lahan TPA Jatiwaringin untuk Pembangunan PSEL

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meninjau secara langsung progres kesiapan pematangan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang berlokasi di Kecamatan Mauk, Senin (5/1/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang serta Direktur PDAM Tirta Kerta Raharja. Bupati bersama rombongan melihat langsung progres pematangan dan pemadatan lahan yang menjadi tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Direktur PDAM meninjau TPA Jatiwaringin untuk melihat sejauh mana kesiapan pematangan dan pemadatan lahan yang akan dijadikan lokasi pengolahan sampah menjadi tenaga listrik. Secara keseluruhan progresnya sudah mencapai sekitar 95 persen,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menjelaskan bahwa pekerjaan yang masih dilakukan adalah pematangan dan pemadatan akhir lahan. Namun demikian, proses tersebut mengalami sedikit terkendala karena kondisi cuaca musim hujan.

“Memang ada sedikit kendala karena faktor cuaca, tetapi kita lihat sudah ada upaya yang sangat baik dari DLH, termasuk penutupan gunungan dan timbunan sampah dengan geomembran. Ini merupakan langkah positif dalam pengelolaan TPA,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa setelah seluruh proses pematangan dan pemadatan lahan selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melaporkan kesiapan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai tindak lanjut pembangunan PSEL.

Terkait volume pasokan sampah, pihaknya menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki volume sampah yang mencukupi untuk mendukung operasional PSEL nantinya

“Minimal kebutuhan itu sekitar 1.000 ton sampah perhari. Di Kabupaten Tangerang sendiri saat ini sudah mencapai kurang lebih 2.700 ton perhari. Bahkan ke depan akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.

Dia berharap, kehadiran PSEL di TPA Jatiwaringin nantinya dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.

“Harapan kami, pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini dapat berjalan tertib, optimal, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta lingkungan,” pungkasnya. (Red)

Bupati Tangerang Hadiri Tasyakuran HAB Ke-80 Kementerian Agama

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tahun 2026 yang mengambil tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa Kementerian Agama mempunyai peran yang strategis sebagai penjaga harmoni, perawat toleransi, sekaligus penguat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama dan keyakinan.

"Peran strategis Kementerian Agama menjadi sangat penting. Kementerian Agama hadir sebagai penjaga harmoni, perawat toleransi, sekaligus penguat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan keyakinan," ujar Bupati Maesyal Rasyid di Aula Masjid Al-Amjad, Senin (05/01/25)

Menurut dia, acara tersebut juga memiliki makna yang mendalam sejauhmana pengabdian dan usaha yang telah dilakukan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara

"Tasyakuran Hari Amal Bakti hari ini juga mengajarkan kita tentang makna syukur dan kepedulian sosial. Mari kita jadikan momentum hari Amal Bakti ke-80 ini sebagai penguat komitmen bersama memperkuat kerukunan umat mempererat sinergi lintas sektor, dan bersama-sama menghadirkan kedamaian serta kemajuan bagi masyarakat," jelasnya.

Lanjut dia, Kementerian Agama merupakan salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter bersama para ulama, umaro, tokoh agama dan seluruh elemen umat dan masyarakat yang senantiasa berjalan beriringan dan saling menguatkan dan saling menjaga.

"Saya percaya jika umat rukun dan bersinergi, maka daerah kita akan kuat, dan Indonesia akan semakin damai dan maju," ucapnya

Dia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tangerang atas dedikasi dan pengabdiannya mulai dari pelayanan keagamaan, pendidikan madrasah, pembinaan keumatan hingga penguatan moderasi beragama

"Terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tangerang atas dedikasi dan pengabdiannya. Semuanya adalah bagian penting dalam menjaga Indonesia yang damai dan maju dimulai dari Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

Fasilitas Dinilai Tak Layak, Pedagang Pasar Semi Lebak Ingin Balik ke Jalanan

Lebak, lensafokus.id - Para pedagang yang saat ini mengisi pasar Semi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten ingin balik lagi ke jalan Sunan Kalijaga. Salah satu alasannya,  karena pasar yang mereka tempati saat ini dinilai belum layak ditempati. 

Keinginan pedagang balik ke tempat asal di Jalan Sunan Kalijaga diungkapkan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Paripurna, pada Rabu, 26 November 2025 lalu.

Misalnya, Encop salah satu pedagang sayur yang menempati lapak Pasar Semi. Ia mengungkapkan alasannya ingin kembali berjualan di tepi jalan Sunan Kalijaga, karena pasar Semi yang saat ini ia dan pedagang lainnya dinilai tidak layak. 

“Pengen pindah dulu, soalnya pasarnya tidak layak huni tidak layak pakai,” katanya seusai RDP.  

Hal senada dikatakan Meti pedagang Cabai merah dan Bawang mengeluh yang menempati pasar semi penghasilan turun deratis karena sepi pembeli dan fasilitas tidak layak dihuni.katanya

Menurutnya, seharusnya pemerintah ketika memindahkan pedagang harus sudah menyiapkan segala fasilitasnya. Tidak seperti sekarang ini yang pasilitasnya belum memungkinkan untuk ditempati pedagang

Kendala utama belum ada WC, Musala, terus meja jualannya yang tidak memadai,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari akan menindaklanjuti permintaan pedagang yang mengeluhkan sejumlah fasilitas.

“Tentunya kami akan menyuarakan keluhan pedagang, karena itu merupakan keluhan dari pedagang. Pedagang mengeluhkan fasilitas yang belum siap,” tandasnya. (Cecep)

Pemkab Tangerang Luncurkan Halte dan Bus Sekolah Gratis, Dukung Akses Pendidikan Aman

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah meresmikan halte bus sekolah gratis milik Pemerintah Kabupaten Tangerang. Peresmian tersebut dilaksanakan di halte yang berlokasi di Jalan Baru Matagara, Tigaraksa, Senin (5/1/2026).

Bupati Tangerang bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut meninjau langsung operasional bus sekolah gratis dan menyaksikan para pelajar menggunakan fasilitas tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa program bus sekolah gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan transportasi. Peresmian halte bus sekolah ini dilakukan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026.

“Hari ini kami bersama Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh OPD melihat secara langsung anak-anak kita kembali bersekolah di tahun 2026 dan menggunakan bus sekolah gratis. Alhamdulillah, mereka merasa senang dan mengucapkan terima kasih. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan, pada tahap awal Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengoperasikan 15 unit bus sekolah gratis yang melayani beberapa zona yang telah ditetapkan, dengan tambahan dua unit kendaraan operasional pendukung.

“Saat ini ada tujuh halte bus sekolah yang disiapkan, dan objek peresmian kita pusatkan di Jalan Pemda. Bus sekolah gratis ini diharapkan dapat membantu dari sisi ekonomi, keselamatan, kenyamanan, sekaligus memudahkan pengawasan terhadap anak-anak kita,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa seluruh bus sekolah telah dilengkapi dengan sistem aplikasi pemantauan berbasis teknologi. Sistem tersebut berfungsi untuk mengontrol kecepatan kendaraan, memastikan sopir mematuhi batas maksimal kecepatan 60 km/jam, serta menerapkan aturan keselamatan lainnya.

“Bus ini dilengkapi sistem aplikasi, kecepatan dikontrol maksimal 60 km/jam, ada sanksi jika melanggar, dan pengemudi juga dilarang merokok saat mengemudi. Semua ini demi keselamatan dan kenyamanan para pelajar,” tegasnya.

Pihaknya berharap program bus sekolah gratis ini dapat terus dikembangkan dan ditambah jumlah armada maupun rutenya sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah ke depannya.

“Mudah-mudahan di tahun 2026 dan seterusnya program ini bisa kita tambah sesuai kebutuhan wilayah. Mohon doa dan dukungannya agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan transportasi, dapat terus kita optimalkan secara bertahap,” pungkasnya.

Sementara itu, M. Azzam, siswa SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang mengungkapkan rasa bahagianya dan menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bus sekolah gratis dan halte yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bus sekolah gratis ini. Alhamdulillah, kami semua senang karena sekarang berangkat sekolah jadi lebih nyaman, tidak kepanasan, dan sudah ada halte khususnya. Semoga ke depannya jalurnya bisa ditambah dan pelayanannya semakin baik,” ungkapnya. (Red)

Pimpin Apel Pagi Awal Tahun 2026, Bupati Tangerang Ingatkan ASN Jaga Amanah, dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah memimpin apel perdana awal tahun 2026 yang diikuti para Kepala OPD, Camat dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (5/1/26).

Dalam amanatnya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa ASN merupakan pelayan masyarakat yang memegang amanah besar. Amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sesuai peraturan perundang-undangan serta norma yang berlaku.

“Kita sudah disumpah untuk mengutamakan kepentingan umum, salah satunya pelayanan kepada masyarakat. Amanah itu berat, tetapi itulah kewajiban kita sebagai ASN,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.

Terkait dinamika dan sorotan masyarakat di media sosial mengenai pelayanan publik, khususnya pelayanan administrasi kependudukan, bupati meminta seluruh pegawai tidak terpengaruh isu dan anti kritik yang disampaikan masyarakat. Palayana administrasi kependudukan ssalah satunya KTP telah dilimpahkan ke kecamatan, dan masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang benar.

“Jangan terpengaruh. Jalankan saja tugas untuk kepentingan masyarakat. Jika ada masukan atau kritik, jelaskan dengan baik dan responsif. Itu bagian dari upaya kita memperbaiki pelayanan,” tandasnya.

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan jenjang komando dalam organisasi pemerintahan. Seluruh pelaksanaan tugas, baik fungsional maupun struktural, harus sepengetahuan pimpinan agar tanggung jawab institusional dapat berjalan dengan baik.

“Organisasi Pemda ini organisasi resmi pelayanan publik. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terkoordinasi dan dilaporkan sesuai jenjang,” imbuhnya.

Dirinya pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pegawai Pemkab Tangerang atas dedikasi dan kinerja selama pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2025 yang telah dilaksanakan dengan baik

“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai Kabupaten Tangerang. Kami bangga karena tugas dan program tahun 2025 dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya

Bupati menjelaskan, usai apel tersebut akan langsung dilaksanakan rapat koordinasi bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, kepala OPD, staf ahli, asisten, para camat hingga kepala bagian. Rapat tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus merancang dan mengonsolidasikan pelaksanaan program yang telah ditetapkan dalam APBD Tahun 2026.

“Tahun 2026 harus kita jalani dengan perencanaan yang matang. Evaluasi tahun 2025 menjadi dasar untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menutup arahannya, Bupati Tangerang berharap kinerja seluruh ASN pada tahun 2026 dapat semakin baik di seluruh sektor, serta apa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya menjadi ladang pahala bagi semua.

“Selamat bertugas, selamat tahun baru. Semoga tahun 2026 kita bisa memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)

Kapolda Banten Pastikan Kesiapan Penanganan Banjir di Cilegon

Cilegon, lensafokus.id – Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. turun langsung meninjau dapur umum siaga bencana serta sejumlah lokasi terdampak banjir di Kota Cilegon, Sabtu (03/01/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus pengawasan terhadap kesiapan penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.

Kegiatan diawali dengan peninjauan dapur umum siaga bencana di Kantor PDAM Kota Cilegon, Kecamatan Cibeber. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Banten didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol. Dr. Hendra Wirawan, Karoops Polda Banten Kombes Pol. Yofie Girianto Putro, Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, selaku penanggung jawab kegiatan, serta Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori, serta dihadiri Ketua PMI Kota Cilegon dan instansi terkait.

Di lokasi dapur umum, Kapolda Banten melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan logistik, sarana dan prasarana, serta mekanisme pendistribusian makanan bagi warga terdampak banjir. Kapolda mengapresiasi kesigapan seluruh unsur yang terlibat, baik aparat keamanan, pemerintah daerah, maupun relawan kemanusiaan, yang dinilai cepat dan responsif dalam membantu masyarakat.

Dalam kesempatannya, Kapolda Banten menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terbangun dengan baik. Ia menegaskan bahwa Polda Banten terus berkoordinasi dengan BMKG, dan berdasarkan informasi yang diterima, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih dapat terjadi di wilayah Provinsi Banten. Oleh karena itu, Kapolda mengimbau agar seluruh pihak menyiapkan peralatan pendukung seperti ekskavator, perahu karet, serta sarana evakuasi lainnya guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Usai meninjau dapur umum, Kapolda Banten melanjutkan pengecekan ke lokasi banjir di Lingkungan Sambirata RT 005/003, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber. Di lokasi tersebut, Kapolda melihat langsung kondisi permukiman warga yang terdampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan makanan kepada masyarakat sebagai bentuk empati dan dukungan moril.

Melalui kegiatan ini, Polda Banten bersama Polres Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan penanganan bencana berjalan secara optimal, serta menjaga keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana alam di Kota Cilegon. (Red)

Bupati Tangerang Tinjau Banjir di Perumahan Nuansa Mekarsari Rajeg

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau secara langsung lokasi banjir di Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang, Sabtu (3/1/26).

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Camat Rajeg, Kepala Desa Mekarsari, serta unsur RT dan RW setempat. Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, dengan ketinggian air mencapai sekitar setinggi lutut orang dewasa.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama BPBD, Dinas Bina Marga SDA, Pak Camat, Pak Lurah, serta RT dan RW melihat langsung kondisi di lapangan. Tadi malam hujan turun terus tanpa henti sehingga menyebabkan banjir. Ada warga yang masih bertahan di rumah, namun ada juga yang sudah dievakuasi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Untuk jangka pendek, Pemkab Tangerang akan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak dan menyiapkan dapur umum bagi warga yang mengungsi.

“Untuk jangka pendek, kami pastikan bantuan logistik dan kebutuhan warga yang dievakuasi segera terpenuhi. Sementara untuk jangka menengah dan panjang, kami akan melakukan normalisasi saluran, peninggian jembatan, serta menyiapkan pompanisasi untuk mempercepat pembuangan air,” jelasnya

Ia menambahkan, normalisasi saluran akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 dan diupayakan bisa segera dimulai dalam waktu dekat. Dia juga mengimbau masyarakat agar menggiatkan kembali gerakan kerja bakti bersih-bersih lingkungan serta tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai, karena hal tersebut memperparah banjir.

“Kami mohon kerja sama masyarakat, terutama soal sampah. Jangan dibuang ke saluran atau sungai. Jika ada sampah, kumpulkan di satu tempat dan koordinasikan dengan lurah atau camat agar bisa segera diangkut,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RW 06 Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Andri Suseno mengatakan banjir di wilayahnya hampir terjadi setiap tahun dan sangat berdampak pada kehidupan warga.

“Di lingkungan RW 06, banjir seperti ini hampir setiap tahun terjadi. Warga kami sebagian besar ekonominya menengah ke bawah, sehingga setiap banjir menimbulkan kerugian besar, terutama peralatan rumah tangga. Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Bupati yang langsung turun dan memberikan solusi,” ungkapnya.

Pihaknya berharap upaya normalisasi dan penanganan yang direncanakan pemerintah daerah dapat menjadi solusi permanen agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.

Kepala Bidang SDA pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Rijal, menjelaskan pihaknya akan mengambil langkah-langkah teknis untuk penanganan lebih lanjut.

“Langkah teknis yang kami ambil adalah melakukan normalisasi saluran pembuangan di Perumahan Nuansa Mekarsari yang mengarah ke Sungai Cilongok dan Sungai Cirarab. Selain itu, akan dilakukan peninggian jembatan serta pembangunan sistem pompanisasi,” jelas Rijal.

Ia menambahkan, pekerjaan normalisasi direncanakan mulai dilaksanakan pada pertengahan Januari 2026.

“Kami upayakan pertengahan Januari ini normalisasi sudah mulai dikerjakan,” pungkasnya. (Red)

Page 9 of 242
Go to top