Tangerang, lensafokus.id -- Moch. Maesyal Rasyid meresmikan 110 unit rumah layak huni bagi masyarakat nelayan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Habitat for Humanity, koperasi, Komida, serta para donatur lainnya. Peresmian tersebut dilaksanakan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Jumat (13/2/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan 110 unit rumah sehat dan layak huni yang kini telah ditempati masyarakat nelayan.
“Alhamdulillah hari ini, kami dari pemerintah daerah bersama Habitat, koperasi, Komida dan para donatur meresmikan pembangunan rumah layak huni sebanyak 110 unit yang sudah ditempati masyarakat nelayan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan 110 unit rumah tersebut telah dimulai sejak 2024 dan diperuntukkan bagi nelayan yang sebelumnya tidak memiliki tanah maupun hunian tetap. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kini para nelayan memiliki rumah yang sehat, aman, dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga.
Selain pembangunan rumah, Pemkab Tangerang juga melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti penyediaan air bersih, pembangunan jalan beton dan paving lingkungan, balai warga, serta Posyandu untuk pelayanan kesehatan.
"Ke depan, pemerintah daerah juga akan membangun penerangan jalan umum (PJU) serta merancang sarana pendidikan apabila jumlah penduduk terus bertambah," imbuhnya
Berikutnya, Pemkab Tangerang juga turut memberikan dukungan melalui program pemberdayaan ekonomi berupa bantuan alat tangkap ikan, cool box, dan sarana penunjang lainnya untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.
"Pemerintah juga mendorong para istri nelayan untuk mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan keluarga," tandasnya
Dia juga menandaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan program-program yang berpihak kepada masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, koperasi, dan para donatur juga menjadi kunci terwujudnya program yang bermanfaat kepada masyarakat, salah satunya seperti revitalisasi rumah nelayan.
“Kami turut senang melihat warga begitu gembira. Mereka kini punya rumah, punya tanah, dan punya aktivitas usaha. Inilah kebanggaan kita bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa program revitalisasi rumah nelayan tersebut merupakan kolaborasi multipihak yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan berpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian layak, akses kepemilikan lahan, serta pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang lingkungan sehat dan aman.
"Sebanyak kurang lebih 110 keluarga yang sebelumnya tinggal dalam kondisi tidak layak huni dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan fasilitas dasar lainnya. Kini telah menempati rumah yang lebih aman dan tertata. Selain pembangunan rumah, kawasan ini juga dilengkapi jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, fasilitas umum, dan ruang komunal," jelasnya
Sementara itu, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyampaikan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, khususnya akan kepastian hunian yang sehat, aman dan nyaman. Pihaknya merasa bangga dan sangat bersyukur bisa mewujudkan keinginan masyarakat nelayan Tanjung Kait.
“Melihat keluarga-keluarga di Tanjung Kait kini memiliki rumah yang aman dan kepastian tempat tinggal adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kami berharap revitalisasi ini menjadi fondasi yang kuat bagi masyarakat untuk terus berkembang menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Salah satu warga penerima manfaat, Sutrisno, nelayan Kampung Tanjung Kait, mengaku bersyukur dan terharu karena kini keluarganya memiliki rumah yang layak dan nyaman ditempati.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang sudah membantu. Dulu kami tinggal di rumah yang sangat sederhana, sekarang alhamdulillah sudah punya rumah yang nyaman dan aman untuk keluarga,” ucapnya haru
Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, baik dari sisi tempat tinggal maupun penghasilan.
“Kami juga senang karena ada bantuan alat tangkap dan fasilitas lainnya. Mudah-mudahan hasil melaut kami bisa lebih baik dan kehidupan keluarga kami semakin sejahtera,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Mauk, Jumat (13/2/26).
Dalam pemantauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid memastikan bahwa sejumlah komoditas utama seperti ayam potong, daging sapi, hingga minyak goreng dalam kondisi relatif stabil harganya dan stok tersedia.
“Dan terkait dengan jelang bulan suci Ramadan, kami datang ke Pasar Mauk menanyakan beberapa komoditi. Yang pertama adalah ayam potong. Harganya masih normal, sekilonya Rp38.000. Alhamdulillah, mudah-mudahan di pasar lain juga sama, Rp38.000 sekilo. Satu ekornya Rp60.000,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, selain ayam yang masih stabil, harga daging sapi juga terpantau stabil berkisar 120 ribu-130 ribu perkilonya. Kenaikan harga ditemukan pada komiditi minyak goreng sebesar Rp1.000 akibat keterlambatan distribusi dari Bulog.
“Hanya memang ada tadi minyak goreng. Minyak goreng ini ada kenaikan Rp1.000 karena distribusinya telat datang ke sini dari Bulog-nya. Tadi saya sudah bicara dengan pegawai Bulog supaya mempercepat datang ke sini. Harganya yang tadinya biasa Rp15.800, sekarang sampai Rp17.000,” jelasnya.
Pihaknya memastikan harga minyak gpreng akan kembali normal saat distribusi kembali lancar dan stok mencukupi, harga minyak goreng dipastikan akan kembali normal.
“Kalau nanti distribusinya lancar, ketersediaannya juga banyak, insyaAllah harganya akan kembali normal Rp15.800 paling tinggi Rp16.000. Yang lainnya, jenis-jenis sembako lainnya enggak ada kenaikan di Pasar Mauk,” tambahnya.
Dia juga mengaskan bahwa untuk ketersediaan bahan pokok saat ini sampai dengan hari raya lebaran dipastikan aman dan terkendali.
“Stok aman, persediaannya bagus, aman. Dan tadi minyak goreng akan segera dikirim oleh Bulog supaya ketersediaan stoknya aman di sini. Yang lainnya aman semua ya,” tegasnya.
Pihaknya berharap kondisi harga yang stabil dan ketersediaannya yang aman dapat terus terjaga sehingga dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan tanpa terbebani lonjakan harga.
“Mudah-mudahan di pasar-pasar lainnya tetap stabil, supaya menjelang bulan suci Ramadan ini masyarakat bisa belanja ke pasar dengan biaya yang tidak terlalu tinggi dan syukur-syukur tidak ada kenaikan. Jadi beban masyarakat bisa terbantu dengan tidak naiknya barang-barang yang ada di pasar,” pungkasnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan proyek perbaikan jalan rusak dan berlubang di sejumlah wilayah. Salah satunya, Pemkot Tangerang mulai melakukan penambalan di sepanjang Jalan Raden Saleh, Karang Tengah, Kota Tangerang.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu menuturkan, Pemkot Tangerang terus mendorong proyek perbaikan jalan rusak dan berlubang di Jalan Raden Saleh Karang Tengah dapat dituntaskan dalam waktu dekat.
Sejauh ini, Pemkot Tangerang menargetkan proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung menyasar sekitar 20 titik kerusakan di Jalan Raden Saleh Karang Tengah menggunakan material paving block dan cold mix menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
”Kami terus menggencarkan proyek perbaikan jalan secara masif. Hari ini, kami mulai melakukan perbaikan kerusakan Jalan Raden Saleh yang sudah cukup parah. Ada banyak bekas galian yang harus ditambal termasuk puluhan titik jalan berlubang yang menganggu keamanan dan kenyaman para pengguna jalan terutama di musim penghujan seperti sekarang,” ujar Iwan, Kamis (12/2/2026).
Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang memastikan proyek perbaikan Jalan Raden Saleh Karang Tengah sudah mencapai 50 persen dari target total yang ditentukan. Proyek perbaikan jalan ini menjadi salah satu priotitas penanganan sementara karena menjadi salah satu ruas jalan terpadat di wilayah timur karena menjadi akses utama dari Karang Tengah menuju Jalan HOS Cokroaminoto Ciledug menuju arah DKI Jakarta via Kebayoran.
”Sampai siang ini proyek perbaikan jalan sedang berlangsung di sejumlah titik, perkembangannya sudah ada 10 titik yang dituntaskan, sisanya ditargetkan bisa tuntas secepatnya sehingga jalanan bisa kembali dilalui dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang juga sedang melakukan proyek perbaikan di sejumlah ruas jalan lainnya seperti di Jalan Pajajaran, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari, Jalan Poris Indah Cipondoh, Jalan Garuda Neglasari, Jalan Pembangunan III Neglasari, Jalan Husein Sastranegera Benda, dan Jalan Villa Tangerang Indah Periuk. (Red)
Kota Serang, lensafokus.id - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri kegiatan bedah buku berjudul Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, di Aula Horison TC UPI Serang, Kota Serang, Kamis (12/2/2026).
Ia mengapresiasi terselenggaranya bedah buku yang menghadirkan para akademisi sebagai pembedah.
Hadir sebagai narasumber dalam buku tersebut di antaranya akademisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Retty Isnendes, akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Ade Jaya Suryani, dan penulis buku Uday Suhada.
Menurut Dimyati, buku tersebut memiliki kualitas yang baik dari sisi penulisan, kelengkapan pustaka, maupun hasil kajian empiriknya.
“Alhamdulillah, hari ini ada bedah buku, dan luar biasa yang membedahnya para profesor. Bukunya bagus, dari sisi penulisannya bagus, dari pustakanya juga bagus, dan dari hasil kajian empiriknya juga bagus,” ungkap Dimyati.
Dimyati menilai buku tersebut mampu menjadi referensi bagi kalangan akademisi maupun mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, tesis, dan disertasi.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk menulis karya ilmiah, khususnya yang mengangkat kekayaan budaya lokal Banten.
Keberadaan buku ini juga dapat menjadi bagian dari dokumentasi dan literasi mengenai Baduy. Suku pelestari alam ini merupakan masyarakat adat yang ada di Provinsi Banten yang sejak lama menjaga adat istiadat.
“Baduy ini hanya ada di Banten, di dunia ini hanya ada di Banten. Kita juga harus banyak belajar dari masyarakat Baduy,” katanya.
Dimyati menyampaikan terima kasih kepada penulis atas karya yang dinilainya sebagai bukti nyata kontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara.
Ia berharap buku tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris agar dapat dibaca masyarakat internasional.
“Saya berharap buku ini diterjemahkan ke bahasa Inggris supaya orang-orang luar bisa membaca dan memahami Baduy. Ini juga bisa mendorong kunjungan wisatawan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Dimyati menilai kegiatan bedah buku tersebut sekaligus menjadi seruan untuk meningkatkan daya literasi masyarakat.
Ia mengapresiasi proses akademik yang dilakukan secara terbuka dan ilmiah, sehingga memperkaya wawasan serta pemahaman tentang kehidupan masyarakat Baduy.
“Saya yakin buku ini akan banyak dicari orang. Ini bukan hanya untuk Banten, tetapi untuk bangsa dan negara,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Rudi Susilana menyampaikan kegiatan bedah buku tersebut merupakan bagian dari komitmen UPI untuk membumikan kampus di tengah masyarakat Banten.
UPI tidak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.
“UPI hadir di Banten harus menyatu dan membumi. Kegiatan ini bagian dari upaya membumikan UPI sekaligus mengangkat komunitas masyarakat yang patut dijadikan contoh dan dibukukan sebagai bahan literasi bagi masyarakat umum,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik gagasan Wagub Dimyati untuk menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Inggris.
Menurutnya, hal itu memungkinkan untuk direalisasikan, mengingat tim editor memiliki kompetensi di bidang linguistik bahasa Inggris.
“Kami akan memfasilitasi agar buku ini bisa diterjemahkan dan dicetak dalam edisi bahasa Inggris. Harapannya bukan hanya membumi, tetapi juga mendunia," katanya.
Ditempat yang sama, Uday Suhada, penulis buku Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, menuturkan kegiatan bedah buku tersebut juga menghadirkan para pakar di bidangnya guna memastikan objektivitas dan kualitas akademik karyanya.
“Saya ingin subjektivitas saya dieliminir melalui bedah oleh para pakar dan merupakan akademisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman riset tentang Baduy,” ujarnya.
Uday berharap kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan budaya literasi di Banten.
Perguruan tinggi juga dapat mendukung dalam meningkatkan budaya literasi termasuk untuk narasi-narasi kedaerahan.
"Sehingga tidak hanya kampusnya yang megah, tapi juga terasa oleh masyarakat Banten manfaat keberadaannya," katanya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di GSG Kec. Sukamulya
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan GPM yang dilaksanakan tersebut bertujuan membantu meringankan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.
"Alhamdulillah hari ini, saya bersama Pak Camat Sukamulya dan jajarannya memonitoring langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat Sukamulya untuk membantu meringankan mereka mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sangat terjangkau," ujar Wabup Intan
Lanjut dia, ada sekitar 2.000 paket sembako untuk warga di 8 desa di Kecamatan Sukamulya yang bisa ditebus dengan harga Rp.37 ribu rupiah.
"Paketnya berisi 1 Kg beras, gula pasir, tepung terigu dan 1 liter minyak goreng, masyarakat bisa menubusnya dengan harga cukup terjangkau 37 ribu rupiah," jelasnya
Dia menambahkan Pemkab Tangerang akan menggelar GPM secara serentak di 29 kecamatan sebelum bulan suci Ramadan dengan komoditi pokok diantaranya berupa beras, minyak, gula pasir, terigu dan komoditi lainnya. Untuk itu, dia menandaskan agar seluruh kecamatan bisa benar-benar selektif siapa penerima manfaatnya
"Prinsipnya sekali lagi harus jelas. Penerimanya itu harus benar-benar tepat sasaran, mereka yang benar-benar membutuhkan," tandasnya
Selain melakukan monitoring pelaksanaan GPM, Wabup Intan juga meninjau pelayanan adminstrasi kependudukan di Kec. Sukamulya. Dia secara simbolis menyerahkan KTP kepada warga.
"Sepanjang berkas administrasi pendukungnya lengkap, bikin KTP, KK itu, gak ribet, bisa langsung jadi. Tidak perlu lagi ke Tigaraksa, cukup di kecamatan bisa dilayani," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya strategis untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Kegiatan tersebut digelar di Wihara Arya Dipa, Kosambi, pada Rabu (11/02/2026).
Kepala Disperindag, Resmiati Marningsih menjelaskan, terdapat 1000 paket sembako yang telah disiapkan pada kegiatan tersebut yang berisi beras premium 4 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2kg, dan tepung terigu 2 kilogram dengan harga pasar paket tersebut yaitu Rp170.600, namun pemerintah daerah memberi subsidi sehingga masyarakat hanya membayar Rp82.272.
"Untuk masyarakat yang ingin mengikuti program ini masing-masing bisa membawa kupon yang dibagikan oleh pemerintah daerah. Target sasaran utama adalah masyarakat yang akan merayakan Imlek, khususnya di wilayah Kosambi dan sekitarnya," ujarnya.
Ia menungkapkan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru Imlek.
"Dengan adanya program ini, masyarakat dapat memperoleh bahan-bahan pokok seperti beras, minyak, gula, dan tepung dengan harga yang lebih terjangkau dan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pada momen-momen penting seperti perayaan Imlek," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memberikan dukungan sosial dan ekonomi selama periode hari raya.
"Semoga dengan adanya GPM, masyarakat dapat merayakan Imlek dengan lebih meriah dan terbantu dari segi ekonomi, dan semoga kegiatan ini dapat berlangsung secara kontinu untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu mereka memenuhi kebutuhan pokok," harapnya.
Pada kesempatan yang sama Cikwa, seorang warga Kosambi, menyampaikan apresiasi atas program GPM yang di laksanakan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dimana Hal ini sangat membantu mengurangi beban ekonomi warga sekitar.
"Kami senang dengan adanya kegiatan ini, Warga yang sebelumnya harus membeli dengan harga lebih mahal, kini bisa mendapatkan barang dengan setengah harga. Semoga program ini rutin diadakan setiap tahun agar bisa terus membantu semua lapisan masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan semua orang," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi meluncurkan Pos Layanan Terpadu (Posyandu) dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) se-Kabupaten Tangerang. Inovasi tersebut diluncurkan di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kota Tangerang, Rabu (11/2/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Posyandu kini memiliki peran yang jauh lebih strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa Posyandu tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi telah bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang bersifat multifungsi.
"Posyandu kini tidak hanya sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar semata, melainkan telah bertransformasi menjadi LKD yang mendukung penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal, yakni Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketentraman dan Ketertiban Umum, serta Sosial," ujar Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyal juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat kabupaten maupun wilayah, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengimplementasikan enam SPM tersebut. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi dan semangat kebersamaan seluruh elemen terkait.
"Saya mengajak seluruh elemen pemerintahan, baik di tingkat kabupaten maupun wilayah, untuk terus bergandengan tangan dan merapatkan barisan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai semangat baru untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, saya yakin tujuan mulia kita dapat tercapai dengan baik," tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Ia menilai dedikasi dan keiklasan para kader merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
"Saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader Posyandu yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Dedikasi Bapak/Ibu sekalian adalah fondasi utama bagi terwujudnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, dan sejahtera," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tangerang Ibu Rismawati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan pembentukan dua posyandu pada setiap kecamatan, desa, maupun kelurahan untuk pelaksanaan Posyandu 6 SPM. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi telah dilakukan kepada para Ketua Tim Pembina Posyandu di tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah awal implementasi program pada tahun 2026.
"Kami menargetkan dua Posyandu di setiap kecamatan, desa, dan kelurahan untuk mulai menjalankan Posyandu 6 SPM. Sosialisasi sudah kami lakukan kepada para Ketua Tim Pembina Posyandu di desa dan kelurahan, dan pada tahun 2026 ini seluruhnya sudah harus mulai menjalankan program Posyandu 6 SPM," jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan TP Posyandu Kabupaten Tangerang akan melakukan pembinaan secara intensif kepada tim Posyandu yang belum melaksanakan enam Standar Pelayanan Minimal tersebut, agar seluruh wilayah dapat mengimplementasikannya secara menyeluruh pada tahun ini.
"Ke depan, kami akan melakukan pembinaan bagi tim Posyandu 6 SPM yang belum melaksanakan, sehingga di tahun ini seluruhnya sudah mendapatkan pembinaan dan dapat menjalankan program dengan optimal," tambahnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan kantor usaha di wilayah Kecamatan Pasar Kemis yang bergerak di bidang alat berat, Rabu (11/2/26).
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan manajemen atas berdirinya kantor baru tersebut. Menurutnya, keberadaan kantor baru tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang.
“Berdirinya kantor ini bukan hanya soal bangunan baru, tapi simbol semangat untuk terus maju, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan bahwa sektor usaha memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang konstruksi dan penyediaan alat berat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha perlu terus diperkuat.
“Kalau pemerintah dan swasta berjalan seiring, saling percaya, dan saling menguatkan, insyaAllah pembangunan bisa lebih cepat, ekonomi bergerak, lapangan kerja terbuka, dan masyarakat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dia berharap keberadaan kantor baru tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran perusahaan untuk terus meningkatkan profesionalisme, inovasi, dan kualitas layanan. Selain itu, dia mengingatkan pentingnya pertumbuhan usaha yang juga harus diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Usaha yang baik adalah usaha yang tumbuh bersama lingkungannya. Supaya apa, supaya dengan berkembangnya usaha, masyarakat sekitar dapat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen secara terbuka untuk terus membuka ruang kerja sama dengan dunia usaha dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang mencatatkan capaian strategis sepanjang tahun 2025 yang berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas, akses pasar, serta kesejahteraan pelaku usaha mikro dan koperasi. Berbagai program pembinaan, fasilitasi permodalan, hingga perluasan kemitraan menjadi kunci penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tangerang.
Kepala Diskum, Anna Ratna Maemunah, menyampaikan bahwa seluruh program tahun 2025 berjalan sesuai dengan target perencanaan dan menunjukkan hasil yang signifikan.
Salah satu capaian paling menonjol adalah peningkatan jumlah usaha mikro. Pada tahun 2024, jumlah usaha mikro tercatat sebanyak 66.011 unit, dan pada tahun 2025 meningkat menjadi 78.500 unit. Artinya, terjadi pertumbuhan sekitar 16.000–17.000 pelaku usaha mikro baru dalam satu tahun.
“Kenaikan ini sangat signifikan. Ini bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana usaha mikro mampu menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Anna.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh program pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan, inkubasi bisnis, serta penguatan jejaring melalui Entrepreneur Hub. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan akses permodalan melalui UPT-UPDB (Unit Pelaksana Teknis Unit Pengelola Dana Bergulir).
Skema pembiayaan UPDB memberikan bunga ringan sebesar 4%, lebih rendah dibandingkan rata-rata KUR perbankan yang berada di kisaran 6%. Namun demikian, pembiayaan ini diperuntukkan bagi usaha yang telah berjalan minimal enam bulan sebagai bentuk mitigasi risiko dan penguatan kapasitas bayar pelaku usaha.
Tidak hanya fokus pada pembinaan dan permodalan, Diskum juga aktif memperluas akses pemasaran produk usaha mikro.
“Sepanjang 2025, produk usaha mikro Kabupaten Tangerang telah difasilitasi masuk ke berbagai jaringan retail besar seperti Aion Mall, Alfamart, Indomaret, Bigmart, hingga Lippo Karawaci. Selain itu, kemitraan juga terjalin dengan sejumlah hotel, di antaranya Hotel Vega dan Hotel Fame,” Kata Anna Maemunah.
Produk usaha mikro tidak hanya dipajang dalam “Pojok UMKM”, tetapi juga telah digunakan sebagai bagian dari sajian makanan di hotel-hotel tersebut. Langkah ini terbukti meningkatkan omzet serta memperluas eksposur produk lokal agar semakin kompetitif.
Di sektor koperasi, tahun 2025 juga menjadi momentum penting. Sejalan dengan terbitnya Inpres Nomor 9 Tahun 2025, setiap desa dan kelurahan didorong memiliki Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Di Kabupaten Tangerang, tercatat 350 koperasi baru pada tahun 2025, di mana 274 di antaranya merupakan KDKMP.
“Hasil monitoring dan evaluasi pada Januari–Februari 2025 menunjukkan bahwa dari 274 KDKMP, sebanyak kurang lebih 200 koperasi telah operasional. Meski sebagian masih memanfaatkan kantor desa atau ruang aula sebagai tempat operasional, koperasi tetap berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
KDKMP difokuskan pada unit usaha sembako dan LPG 3 kg, dengan harga yang lebih terjangkau. Untuk LPG 3 kg, masyarakat dapat menikmati harga lebih murah sekitar Rp1.000–Rp1.500 per tabung. Sementara untuk pasokan beras dan kebutuhan pokok, KDKMP bekerja sama dengan ID Food dan Bulog sebagai pemasok resmi.
Menariknya, keberadaan KDKMP tidak menjadi pesaing koperasi yang telah lebih dulu berdiri. Justru, koperasi existing dilibatkan sebagai mitra strategis, bahkan beberapa pengurus koperasi besar turut menjadi pengurus KDKMP untuk berbagi pengalaman dan tata kelola.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui arahan Bupati memberikan bantuan CSR sebesar Rp100 juta per KDKMP untuk memperkuat modal awal sambil menunggu dukungan pendanaan lanjutan dari pemerintah pusat dan perbankan (Himbara).
Kolaborasi Pentahelix: Kunci Keberhasilan
Sepanjang 2025, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menerapkan pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. “Kami lakukan Kemitraan dengan perguruan tinggi seperti Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Tangerang Raya, dan Swiss German University (SGU) difokuskan pada inkubasi bisnis, digitalisasi produk, serta pengembangan Entrepreneur Hub,” tegasnya.
SGU turut mendukung digitalisasi usaha mikro, sementara UMN berperan dalam pendampingan inkubasi dan pembinaan. Sinergi ini memperkuat kualitas usaha mikro agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan teknologi.
Arah Kebijakan 2026: Digitalisasi dan Pembinaan Daring
Memasuki tahun 2026, strategi difokuskan pada akselerasi digitalisasi. Dari total 78.500 usaha mikro, pada tahun 2025 baru sekitar 6.600 usaha mikro yang dapat dibina secara langsung, dan hanya sekitar 450 usaha mikro yang difasilitasi legalitas seperti HKI, NIB, dan sertifikasi halal.
Keterbatasan jangkauan pembinaan tatap muka mendorong Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mengembangkan Learning Management System (LMS) atau e-learning bekerja sama dengan SGU. "Melalui LMS ini, pelaku usaha mikro dapat mengakses pembinaan, pelatihan, serta materi pengembangan usaha secara daring dan gratis. Strategi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan secara masif dan efisien", Imbuhnya.
Selain itu, mengembangkan rumah SIKUM sebagai platform yang membantu pengusaha mikro dan penggiat koperasi untuk mengembangkan usahanya dimasing-masing, dimana rumah SIKUM ini telah terintegrasi datanya dengan Kementerian Koperasi RI dan Kementerian UMKM. Penguatan sosialisasi akses permodalan UPDB ke seluruh kecamatan akan terus ditingkatkan, disertai partisipasi aktif dalam berbagai pameran dalam dan luar daerah untuk memperluas pasar produk unggulan Kabupaten Tangerang.
Komitmen Mengurangi Pengangguran dan Mendorong Entrepreneur Baru
Di tengah dinamika industri dan tantangan ketenagakerjaan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memandang kewirausahaan sebagai solusi strategis.
“Kami ingin menumbuhkan jiwa entrepreneur di masyarakat. Dengan usaha mikro yang kuat dan koperasi yang sehat, ekonomi dari bawah akan tumbuh dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Anna Ratna Maemunah.
Dengan fondasi capaian 2025 yang kuat dan strategi digitalisasi 2026 yang terarah, Kabupaten Tangerang optimistis usaha mikro dan koperasi akan semakin naik kelas, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka seminar pemenuhan gizi seimbang dari pangan lokal 'Sehat Dimulai Dari Piringku' dalam rangka Hari Gizi Nasional Ke-66 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Acara tersebut digelar di GSG Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Rabu (11/02/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi gizi yang seimbang sangat penting. Beragamnya bahan lokal yang bergizi, sehat, terjangkau harganya dan mudah didapat harus terus dioptimalkan pemanfaatannya untuk pemenuhan kebutuhan gizi seimbang, sesuai dengan kearifan lokal yang dimiliki.
"Pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi utama pemenuhan gizi seimbang masyarakat sangat penting. Beragamnya bahan lokal yang bergizi, sehat, terjangkau harganya dan mudah didapat seperti daun kelor menjadi perhatian bersama untuk didorong terus pemanfaatannya," tandas Wabup Intan.
Menurut dia, seminar pemenuhan gizi seimbang dari pangan lokal 'Sehat Dimulai Dari Piringku' yang menyasar peserta remaja dari kalangan pelajar tersebut sangat tepat. Saat ini banyak sekali remaja yang mengalami gangguan kesehatan sebagai dampak pola makan dan asupan gizi yang kurang sesuai.
Melalui seminar ini para pelajar diharapkan bukan hanya sebagai obyek namun juga subyek pelaku utama yang bisa menjadi teladan dan inspirasi bagi remaja lainnya akan pentingnya gizi berimbang dan bagaimana meramunya dari bahan-bahan lokal yang tersedia dan mudah didapat
"Remaja adalah pilar masa depan yang memegang kendali membentuk karakter dan nilai-nilai generasi mendatang, mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang sehat, mendapatkan gizi yang cukup, serta memiliki kesadaran untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan mental sebagai investasi kesehatan yang dimulai sejak dini," ujarnya
Lanjut dia, Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari merupakan momentum dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk menuju Indonesia Sehat melalui konsumsi gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan.
"Momentum Hari Gizi Nasional tahun ini menjadi alarm bagi masyarakat khususnya remaja Kabupaten Tangerang untuk memperbaiki pola konsumsi guna mewujudkan remaja yang sehat, unggul dan berdaya saing di masa depan," imbuhnya
Pihaknya juga mengajak seluruh peserta, guru, tenaga kesehatan dam relawan untuk terus mengkampanyekan pemenuhan gizi seimbang , khususnya di lingkungan sekolah dan keluarga.
"Saya mengajak anak-anakku sekalian, para bapak ibu guru, tenaga kesehatan, penyuluh dan relawan untuk terus mengkampanyekan gizi seimbang melaui contoh nyata. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik sehingga sirkular ekonomi di Kabupaten Tangerang, khususnya bagi petani pangan lokal ini juga bisa ditingkatkan," pungkasnya. (Red)