Tangerang, lensafokus.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak pelajar memanfaatkan internet secara bijak, aman, dan sehat melalui kegiatan Forum Sahabat Tunas bertema “Aman di Dunia Maya, Sehat di Dunia Nyata” di SMPN 25 Kota Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026).
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan generasi muda saat ini hidup di era digital yang hampir seluruh aktivitasnya terhubung dengan internet, mulai dari belajar hingga bersosialisasi.
Karena itu, menurutnya, anak-anak perlu memiliki kemampuan literasi digital agar mampu memanfaatkan internet secara positif dan terhindar dari dampak negatif ruang digital.
“Internet itu bagai sebuah jalan yang sangat besar. Jangan sampai kita tersesat atau mengambil jalan yang salah. Jadi bagaimana kita memanfaatkan internet secara bijak, mari kita sama-sama pelajari,” ujar Fifi.
Ia juga mengajak para siswa menjadi duta literasi digital dengan menyebarkan pemahaman penggunaan internet sehat kepada teman sebaya.
Dalam kesempatan itu, Fifi turut mengingatkan mengenai kebijakan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) atau “Tunggu Anak Siap” yang mengatur pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk pelindungan anak di ruang digital sekaligus mendorong tanggung jawab platform digital agar lebih memperhatikan keamanan anak-anak di internet.
“Jangan sampai anak-anak menjadi target komersialisasi dan jangan mudah mengunggah data pribadi ke media sosial,” katanya.
Forum Sahabat Tunas juga menghadirkan edukasi kesehatan anak dan literasi digital dari berbagai narasumber. Dokter Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Tuty Herawaty, mengingatkan dampak penggunaan gawai secara berlebihan terhadap kesehatan fisik, psikologis, hingga kemampuan belajar anak.
“Akibatnya fokus belajar terganggu, sulit memahami kalimat panjang, gampang bosan, dan prestasi belajar bisa menurun,” ujar Tuty.
Ia juga menyoroti risiko perundungan siber, penipuan digital, hingga paparan konten tidak sesuai usia akibat algoritma media sosial. Karena itu, ia mendorong anak-anak lebih banyak melakukan aktivitas fisik dan membatasi penggunaan gadget, terutama menjelang waktu tidur.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan pentingnya literasi digital untuk membantu anak-anak menghadapi tantangan perkembangan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
“Mulai dari kecanduan gawai, perundungan siber, paparan konten negatif, hingga menurunnya interaksi sosial. Oleh karena itu, literasi digital menjadi sangat penting agar anak-anak mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, sehat, dan bertanggung jawab,” kata Sachrudin.
Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat lingkungan ramah anak melalui pembangunan ruang terbuka hijau, taman publik, serta penguatan pusat pembelajaran keluarga sebagai ruang edukasi dan perlindungan anak, termasuk dalam menghadapi tantangan digital.
Ia juga mengajak para pelajar memanfaatkan internet untuk kegiatan positif seperti belajar, berkarya, dan meraih cita-cita.
“Jadilah generasi yang bijak bermedia sosial, berani berkata tidak pada konten negatif, tidak melakukan perundungan di dunia maya, serta tetap menjaga sopan santun dalam setiap interaksi digital,” tuturnya.
Forum Sahabat Tunas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak Indonesia. (Red)
Lebak, lensafokus.id – Polemik dugaan persoalan legalitas dan lingkungan yang menyeret perusahaan galian pasir kuarsa PT Mitra Jaya Mining (MJM) di Desa Ciginggang, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Banten.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Banten, Ary James Faraddy menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan perusahaan tambang tersebut.
Namun demikian, Ary menjelaskan bahwa persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan ranah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten. Menurutnya, DESDM akan bergerak setelah adanya hasil kajian dari DLHK terkait dugaan pelanggaran di lapangan.
“Persoalan IPAL dapat ditanyakan langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup. Kami akan mengambil tindakan jika hasil kajian terjadi pelanggaran di lapangan,” ujar Ary James melalui sambungan telepon, Kamis (21/5/2026).
Ia juga memastikan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan DLHK Provinsi Banten guna menindaklanjuti persoalan yang kini menjadi perhatian masyarakat tersebut.
“Kita akan segera melakukan koordinasi dengan DLHK,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika mengaku persoalan pertambangan saat ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Meski begitu, pihaknya tetap akan menyampaikan keresahan masyarakat terkait aktivitas PT MJM.
“Urusan pertambangan merupakan kewenangan Provinsi, namun kami akan melaporkan adanya keresahan warga itu. Coba saya tanya ke para Kabid,” kata Irvan.
Sorotan terhadap PT MJM juga datang dari pemerhati lingkungan asal Kabupaten Lebak, Hasanudin. Ia mengaku geram atas dugaan sikap perusahaan yang dinilai mengabaikan keresahan masyarakat maupun pemerintah desa setempat.
Menurut Hasanudin, aparat penegak hukum harus turun tangan apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam aktivitas pertambangan perusahaan tersebut.
“Kami meminta aparat penegak hukum melakukan tindakan kepada PT MJM jika melakukan pelanggaran,” tegas Hasanudin. (Cecep)
Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, membuka kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) tentang bahaya judi online, pinjaman online ilegal, dan praktik rentenir di Gedung Serba Guna Kantor Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kamis (21/05/26).
Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menyampaikan apresiasi kepada PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) yang dinilai konsisten menghadirkan program edukatif bagi masyarakat. Menurut dia, literasi keuangan menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan finansial yang semakin canggih dan marak terjadi.
Ia menjelaskan, perkembangan layanan keuangan digital memang memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan berbagai risiko, seperti judi online, pinjaman online ilegal, hingga praktik rentenir yang dapat merusak kondisi ekonomi keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.
“Fenomena ini tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga bisa memicu persoalan sosial, kriminalitas, bahkan menghancurkan masa depan generasi muda,” ujarnya.
Ditegaskan pula oleh Soma, masyarakat perlu memiliki pemahaman dan kesadaran yang baik agar mampu memilih layanan keuangan yang aman, legal, dan bertanggung jawab.
Untuk itu, Soma mengajak para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha dengan memanfaatkan layanan keuangan resmi dan terpercaya.
"Akses terhadap layanan keuangan yang sehat, resmi dan terpercaya akan membantu pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan dan lebih mandiri secara ekonomi," katanya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Soma Atmaja juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman cepat tanpa memahami legalitas dan risikonya. Ia menilai kegiatan edukasi seperti ini menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk membangun kewaspadaan dan kesadaran bersama terhadap berbagai modus kejahatan finansial yang terus berkembang.
“Kita harus bersama-sama memperkuat pengawasan dan edukasi di lingkungan masing-masing. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Umum SDM dan Kepatuhan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Deni Setia Wahyudi, mengatakan kegiatan literasi tersebut difokuskan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya pinjaman online ilegal, khususnya bagi pelaku UMKM serta pengurus RT dan RW di wilayah Kecamatan Curug.
Menurut Deni, edukasi tersebut penting dilakukan karena masih banyak masyarakat yang terjebak pinjaman ilegal maupun praktik bank keliling atau “bank emok”. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak BPR dalam menyalurkan kredit produktif kepada masyarakat. Pasalnya, tidak sedikit calon nasabah yang telah memiliki tunggakan atau kredit macet akibat pinjaman online ilegal sehingga mempengaruhi kemampuan mereka untuk mendapatkan akses pembiayaan resmi dari perbankan.
“Kami ingin masyarakat lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan memastikan pinjaman yang diambil benar-benar digunakan untuk kebutuhan produktif, khususnya modal usaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi keuangan terus diperkuat agar masyarakat juga semakin memahami risiko pinjaman ilegal dengan bunga tinggi yang dapat memberatkan kondisi ekonomi keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Uus Mustaudie, mengungkapkan pihaknya telah menghadirkan program “Kredit Mikro Raharja” sebagai solusi pembiayaan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang.
"Layanan ini menerapkan sistem jemput bola, mulai dari proses pengajuan hingga pembayaran angsuran yang dapat dipilih secara harian, mingguan, maupun bulanan dengan tenor maksimal satu tahun," ungkap Uus
Saat ini, program Kredit Mikro Raharja telah dimanfaatkan sekitar 600 pelaku UMKM dengan rata-rata pinjaman mencapai Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha mereka. Ia berharap kehadiran BPR Kerta Raharja sebagai bank milik Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat menjadi alternatif pembiayaan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafikus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus meresmikan ruang kelas baru SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kecamatan Kresek, Kamis (21/05/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Riyadlul Jannah atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dunia pendidikan, khususnya pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter generasi muda.
“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami ucapkan selamat kepada SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kresek atas ruang kelas barunya dan apresiasi juga kepada pihak yayasan yang terus peduli menghadirkan ruang kelas yang aman dan nyaman bagi para siswa-siswinya,” ujar Wabup Intan
Menurut dia, peresmian ruang kelas baru tersebut bukan hanya acara seremonial semata, namun juga merupakan simbol semangat dan komitmen bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Sarana pendidikan yang memadahi merupakan salah satu pondasi penting untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif dan nyaman
“Peresmian ruang kelas baru ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol semangat bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang. Sarana pendidikan yang memadai merupakan salah satu fondasi penting untuk menciptakan proses belajar-mengajar yang nyaman, efektif, dan mampu melahirkan generasi unggul, berakhlakul karimah, serta berdaya saing,” jelasnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen meningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan dan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak lainnya untuk menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas baik formal maupun nonformal.
“Pemerintah daerah tidak mungkin berjalan sendiri, kami juga terus mendorong pihak lainnya untuk berkolaborasi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas, baik formal dan nonformal agar anak-anak Kabupaten Tangerang bisa menjadi generasi penerus yang tangguh, berkarakter dan mampu bersaing nantinya,” ungkapnya
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat menuntut ilmu, hormat kepada guru dan orang tua serta memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Gunakan kesempatan belajar ini dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, serta isi masa muda dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMP Riyadlul Jannah Boarding School, Abdul Rojak menyampaikan bahwa sekolah SMP Riyadlul Jannah Boarding School berdiri sejak tahun 2023 dan saat ini telah memiliki ratusan siswa. Pihaknya berharap ruang kelas yang baru bisa memberikan kelancaran dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar di sekolah
“Kehadiran ruang kelas baru diharapkan mampu menunjang kebutuhan belajar mengajar serta mendukung pengembangan pendidikan di lingkungan pesantren. Selain itu kualitas pendidikan di SMP Riyadlul Jannah Boarding School semakin meningkat dan mampu mencetak generasi muda yang unggul, religius, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya
Selain peresmian ruang kelas baru, kegiatan juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pendukung pendidikan sebagai simbol komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid membuka acara sosialisasi legalitas usaha dan secara simbolis menyerahkan hibah peralatan usaha berupa gerobak UMKM dan kompor gas kepada warga Kecamatan Pakuhaji, Teluknaga dan Kecamatan Kosambi. Acara tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Teluknaga, Kamis (21/05/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada para warga yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 di 3 kecamatan agar mereka bisa membuka usaha untuk meningkatkan perekonomian keluarga
"Kami hadir bersama Dinas Koperasi, Dansatradar, ada juga Camat Pakuhaji, Teluknaga, Camat Kosambi dan Forkpimcamnya memberikan bantuan kepada masyarakat yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 berupa 50 gerobak plus juga dengan kompor gas, masing-masing desa 10 unit untuk meraka usaha," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Ia menjelaskan bahwa bantuan hibah peralatan usaha tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk mendorong mereka meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong laju pertumbuhan perekonomian daerah.
"Alhamdulillah mereka hadir semua. Mereka juga akan berusaha untuk bisa dagang, berjualan untuk kepentingan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ini bagian program Pemerintah Kabupaten Tangerang yang mudah-mudahan juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya
Dia juga menambahkan selain memberikan bantuan peralatan usaha, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi para penerima manfaat untuk mendapatkan pinjaman lunak permodalan dan memberikan pendampingan serta pelatihan mengembangkan usahanya.
"Kalau memang perlu mendapatkan permodalan, kita akan fasilitaskan dengan bantuan pinjaman lunak nanti dari UPDB. Dinas Koperasi juga membantu mereka agar dibentuk berkelompok sehingga nanti bebannya tidak terlalu berat untuk bisa memenuhi kewajibannya setiap bulan membayar bunganya sekitar 4% masih di bawah bank," imbuhnya
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Rd. Anna Ratna Maemunah mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi dan pemberian hibah bantuan peralatan usaha tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya legalitas usaha dan mendorong produktifitas dan kualitas usaha para pengusaha mikro.
"Sasaran kegiatan ini adalah pengusaha mikro dari Desa Gaga, Kelurahan Pakuhaji Kecamatan Pakuhaji, Desa Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Desa Pangkalan, dan Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga. Seluruhnya berjumlah 50 pengusaha mikro dengan kriteria Desil 1 dan Desil 2," ungkap Anna
Kegiatan sosialisasi legalitas usaha ini merupakan salah satu upaya pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengusaha mikro terhadap pentingnya legalitas usaha seperti nomor induk berusaha, sertifikasi halal, sertifikasi HAKI dan perizinan lainnya.
Lanjut dia, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran legalitas usaha, meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk serta daya saing usaha mikro di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Adapun bentuk dukungan yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi: sosialisasi dan edukasi terkait legalitas usaha, penyerahan hibah peralatan usaha berupa gerobak UMKM sebanyak 50 unit, kompor gas 2 tungku sebanyak 50 unit dan regulator gas sebanyak 50 unit serta penguatan kapasitas usaha," imbuhnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak para guru Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk terus menguatkan pendidikan karakter dan terus berinovasi menghadapi tantangan moral dan sosial di era digital dan pesatnya perkembangan informasi global saat ini. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Wilayah I yang berasal dari 11 kecamatan. Acara tersebut digelar di GSG Kecamatan Sukamulya, Kamis (21/05/26)
“Saya mengajak seluruh guru PAI, khususnya di wilayah I ini untuk terus menguatkan pendidikan karakter kepada anak didik dan mampu berinovasi menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi digital secara positif dalam proses Pendidikan,” ujar Wabup Intan
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa guru agama memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.Para guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan dan memberikan ilmu pengetahuan namun juga harus menjadi teladan bagi para anak didiknya
“Guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun akhlak, kedisiplinan, dan nilai-nilai moral bagi peserta didik,” tegasnya
Lanjut dia, tantangan moral dan sosial pesatnya pekembangan teknologi dan informasi yang dampaknya banyak dirasakan berupa merosotnya moral, kepedulian sosial, intoleransi, meningkatknya tindak kekerasan dan pelecehan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama, sedini mungkin baik oleh pemerintah, sekolah, keluarga maupun masyarakat
“Keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat,” tandasnya
Dia berharap kegiatan tersebut selain untuk menguatkan silahturahmi juga melahirkan semangat, wawasan, serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam demi menciptakan generasi muda Kabupaten Tangerang yang religius, berkarakter, toleran, dan berintegritas.
“Saya harap kegiatan ini, kita tidak hanya bisa saling bersilahturami, tapi juga melahirkan semangat dan wawasan baru dan meningkatkan kompetensi serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam, karakter dan ahklak para generasi penerus bangsa,” harapnya
Menyoroti masih belum meratanya kebutuhan guru PAI di Kabupaten Tangerang, Wabup Intan menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata.
“Pemerintah daerah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata meskipun bertahap,” pungkasnya. (red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong transformasi perpustakaan untuk lebih menarik dan berwarna guna meningkatkan minat dan kujungan generasi muda, khususnya Gen Z dan Apha Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut diutarakan, Wabup Intan saat menutup Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 di Halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kamis (22/05/26)
"Saya minta berubah semua, supaya perpustakaan itu bisa lebih menarik, modern, lebih berwarna, dan penataannya lebih enak serta nyaman. Kalau zaman sekarang anak-anak bilangnya Instagramable," ujar Wabup Intan
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan pentingnya literasi sebagai budaya dan kebutuhan dalam memahami informasi dan berita yang beredar di masyarakat
"Literasi sebagai budaya dan kebutuhan dalam memahami setiap informasi itu sangat penting agar kita mampu berpikir kritis, kreatif, cerdas dan membangun karakter yang berkualitas," tandasnya
Menurut dia, kemampuan berpikir kritis dan cerdas bukan hanya membaca dan mudah percaya informasi berdasarkan judul atau cuplikan singkat di media sosial yang sering kali menimbulkan misinformasi yang merugikan dan membahayakan keharmonisan. Untuk itu kemampuan berpikir cerdas dan kritis itu harus dibangun dengan membaca dan melihat sebuah berita secara utuh dan valid kebenarannya
"Berpikir kritis itu bukan hanya membaca dan mudah percaya berita yang sepotong-potong di media sosial, tapi kemampuan dan keterampilan untuk memahami berita atau informasi secara utuh dan cek kebenarannya," tandasnya
Dia juga berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan minat baca masyarakat, kreatifitas dan mendorong munculnya karya-karya literasi yang dibuat oleh generasi muda serta menjadikan perpustakaan semakin aktif berperan sebagai pusat pembelajaran
"Melalui kegiatan ini, kami berharap minat baca masyarakat semakin meningkat, perpustakaan semakin aktif menjadi pusat pembelajaran, dan generasi muda semakin terdorong untuk berkarya serta berprestasi," tandasnya
Wabup Intan juga mendorong Dinas Perpusip untuk lebih berani dan rutin menggelar kegiatan yang dapat meningkatkan minat baca dan kreatifitas generasi muda, khususnya anak-anak sekolah
"Untuk memacu kreativitas, Saya usul agar tahun depan, Dinas Perpusip bisa adakan lomba menulis bagi anak sekolah. Karya-karya terbaik nantinya akan dicetak dan dijadikan koleksi resmi di Perpustakaan Kabupaten Tangerang," ujarnya
Dia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para panitia, komunitas literasi, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan menarik
"Kepada seluruhnya, saya berharap festival ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berbagi pengetahuan, meningkatkan kreativitas, dan memperluas wawasan," pungkasnya
Acara tersebut juga dimeriahkan dengan talkshow bersama Maman Suherman (Kang Maman) dan Shahnaz Haque, penyerahan piagam penghargaan, pameran dan persembahan tarian dan lagu dari anak-anak. (Red)
JAKARTA, lensafokus.id – Langkah besar menuju penguatan ketahanan air nasional mulai dibangun. Inovator konsep Bank Air dan Tol Air, Sudirman Indra melakukan pertemuan strategis dengan CEO PT ILCMI, Dr. Sofian Tjandra di kantor PT ILCMI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Pertemuan dua tokoh tersebut membahas berbagai gagasan inovatif terkait pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di tengah ancaman krisis air dan perubahan iklim yang semakin nyata.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, keduanya berdiskusi mengenai peluang kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat implementasi sistem pengelolaan air yang modern, ramah lingkungan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sudirman Indra menegaskan, silaturahmi tersebut bukan hanya agenda pertemuan biasa, melainkan upaya menyatukan visi besar demi masa depan pengelolaan air di Indonesia.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini tentang bagaimana menyatukan visi agar inovasi Bank Air dan Tol Air dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.
Konsep Bank Air dan Tol Air sendiri dinilai sebagai salah satu solusi alternatif dalam menjaga ketersediaan air bersih sekaligus mengantisipasi persoalan banjir dan kekeringan yang kerap melanda berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, CEO PT ILCMI, Sofian Tjandra menyambut positif gagasan yang dibawa Sudirman Indra. Menurutnya, pendekatan pengelolaan air berbasis konservasi sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini.
Ia menilai, inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai solusi jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Permasalahan banjir dan kekeringan membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. Karena itu, gagasan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan,” ungkap Sofian.
Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama konkret ke depan, mulai dari penyusunan kajian teknis, sosialisasi program kepada masyarakat dan pemerintah daerah, hingga implementasi pilot project di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan serius terkait tata kelola air.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara inovator, dunia usaha, dan lembaga strategis menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan air nasional sekaligus membangun infrastruktur yang tangguh menghadapi perubahan iklim di masa depan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan dan pertemuan lanjutan dengan jajaran manajemen Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC), di Kecamatan Legok, Rabu (20/5/26).
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul di bidang penerbangan, khususnya bagi putra-putri asli Kabupaten Tangerang agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional
Dalam keterangannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan pertemuan tersebut membahas tindak lanjut program penerimaan calon mahasiswa atau taruna melalui skema Beasiswa Tangerang Gemilang. Pemkab Tangerang telah menyiapkan putra-putri terbaik untuk bisa mendapatkan kesempatan pendidikan di dunia penerbangan melalui PPIC.
“Kita telah menyiapkan putra-putri terbaik Kabupaten Tangerang yang dipersiapkan menjadi pilot yang benar-benar asli Kabupaten Tangerang di PPIC ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia mengungkapkan, dirinya memiliki mimpi besar agar nantinya ada generasi muda asli Kabupaten Tangerang yang berhasil menjadi pilot lulusan PPIC dan mampu mengharumkan nama daerah.
“Saya punya mimpi ada anak asli Kabupaten Tangerang yang jadi pilot lulusan dari sini. Saya akan bangga sekali,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemkab Tangerang telah menyiapkan kuota sekitar 9 orang calon taruna yang akan mengikuti pendidikan di PPIC melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang.
Dari jumlah tersebut, dua (2) orang dipersiapkan untuk mengambil program pendidikan pilot, sementara sisanya diarahkan ke bidang teknis penerbangan lainnya seperti mekanik dan program keahlian pendukung lainnya.
“Kami menyiapkan kuota sembilan orang yang akan masuk di PPIC, dengan kuota menjadi pilot dua orang, dan sisanya menjadi mekanik serta bidang lainnya,” tambahnya.
Pihaknya berharap kerja sama ini mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat serta melahirkan generasi profesional di sektor penerbangan yang berasal dari Kabupaten Tangerang.
Selepas pertemuan, Bupati Tangerang berkesempatan berkeliling meninjau fasilitas yang dimiliki oleh PPIC, salah satunya adalah Flight Simulator dan mencoba menerbangkan pesawat melalui Flight Simulator tersebut. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang secara resmi memulai rangkaian program akselerasi digitalisasi administrasi kependudukan melalui kegiatan bertajuk "Talkshow & Sosialisasi Aplikasi IKD Goes to Campus".Universitas Prasetiya Mulya Kampus BSD terpilih menjadi perguruan tinggi pertama sekaligus pelopor dalam pelaksanaan gerakan sosialisasi yang menyasar langsung kelompok civitas akademika dan generasi muda ini, Selasa(19/05/26).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk adaptasi pemerintah daerah dalam merespons perkembangan teknologi yang kian masif, sekaligus merombak sistem pelayanan publik konvensional berbasis fisik menuju ekosistem digital yang efisien melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dalam kesempatan ini, Kepala Disdukcapil Kabupaten Tangerang Fachrul Rozi, menekankan betapa krusialnya peran Administrasi Kependudukan (Adminduk) sebagai fondasi utama dari seluruh roda pelayanan publik di Indonesia. Adminduk bukan sekadar pelayanan dasar, melainkan pintu gerbang utama yang mengintegrasikan masyarakat dengan berbagai fasilitas negara, mulai dari sektor kesehatan, jaminan sosial, hingga sektor pendidikan tinggi.
"Adminduk ini seperti jargon yang selalu dilontarkan, bukan pelayanan dasar, tapi menjadi dasar bagi semua pelayanan. Mau ke rumah sakit, kesehatan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Pasti ber-urusan dengan adminduk. Kita mencatat semua, dari mulai lahir sampai meninggal, itu kita catat semua," ujar Kadisdukcapil Fachrul Rozi.
Lebih lanjut, ia memaparkan tantangan geografis dan demografis luar biasa yang dihadapi oleh Kabupaten Tangerang. Dengan luas wilayah mencapai 1.001 kilometer persegi dan total populasi yang melonjak hingga 3.500.000 jiwa pada tahun 2025, sentralisasi pelayanan publik di masa lalu sempat menimbulkan hambatan serta keterlambatan dalam pemenuhan hak-hak sipil warga.
Mengantisipasi hal tersebut, Disdukcapil telah melakukan ekspansi layanan secara agresif sepanjang tahun 2025 dengan membuka loket pelayanan di 29 kecamatan, satu Mall Pelayanan Publik (MPP), serta satu Gerai Pelayanan Publik. Penambahan titik layanan baru pun dijadwalkan rampung pada Oktober mendatang guna mendekatkan jarak birokrasi kepada masyarakat urban dan sub-urban.
"Dulu Kabupaten Tangerang pelayanan adminduk itu masih terfokus di dinas. Dengan luas wilayah 1.001 kilometer persegi, jumlah penduduk 3.500.000 (2025), itu ada sedikit hambatan dan terganggu pelayanan. Sehingga di tahun 2025 di bulan April, kemudian November, kita sudah membuka loket pelayanan hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang, 29 kecamatan. Satu Mall Pelayanan Publik, satu Gerai Pelayanan Publik, dan nanti di bulan Oktober kita juga akan membuka lagi Mall Pelayanan Publik yang daerah Suvarna Sutera, satu di Citra, kemudian di Termoda," jelas Kadisdukcapil Fachrul Rozi.
Meskipun infrastruktur fisik terus diperluas, Disdukcapil menilai bahwa digitalisasi penuh melalui IKD merupakan solusi jangka panjang yang paling mutakhir dan efisien. Aplikasi IKD dirancang untuk mengintegrasikan dokumen kependudukan esensial seperti KTP-el, Kartu Keluarga (KK), data biodata keluarga, hingga akta kelahiran langsung ke dalam gawai pintar (smartphone) milik penduduk.
"Tujuannya Agar pelayanan lebih dekat ke masyarakat. Ditambah sekarang era digitalisasi, kedepanya pelayanan adminduk itu bisa dilakukan secara lebih efisien melalui aplikasi digital. Salah satunya nanti yang akan disampaikan oleh Pak Suseno terkait IKD," tambahnya.
Implementasi IKD ini juga diproyeksikan menjadi jawaban konkret atas permasalahan klasik kelangkaan blangko KTP fisik yang kerap dikeluhkan warga di masa lampau. Walaupun Disdukcapil menjamin ketersediaan pasokan blangko fisik di Kabupaten Tangerang aman hingga akhir tahun anggaran berkat skema belanja hibah, peralihan ke format digital dipandang jauh lebih praktis dan adaptif terhadap gaya hidup mobile generasi masa kini.
"Dulu ramai, Blangko kosong, KTP tidak bisa dicetak, Tapi untuk kabupaten insyaallah untuk blangko kita aman sampai dengan akhir tahun karena kita sudah belanja hibah. salah satu alternatif supaya untuk tidak terlalu monoton di blangko, adalah IKD," jelasnya lagi.
Dalam kegiatan tersebut, isu krusial mengenai privasi dan keamanan data siber yang kerap menjadi kekhawatiran publik dikupas secara tuntas oleh Pak Suseno, seorang pakar keamanan informasi yang dihadirkan langsung sebagai narasumber utama. Sesi interaktif ini dimanfaatkan oleh para mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya untuk bertukar pikiran dan mendalami sistem proteksi enkripsi yang diterapkan dalam platform IKD.
Menutup agenda sosialisasi, Kadisdukcapil Fachrul Rozi menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan serta seluruh civitas akademika Universitas Prasetiya Mulya atas keterbukaan mereka menjadi mitra pertama program ini. Kerja sama ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, serta perluasan layanan adminduk berbasis kampus yang lebih luas ke depan di wilayah Kabupaten Tangerang. (Red)