Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan kerja dari Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Ruang Rapat Wareng, Lantai 3 Kantor Bupati Tangerang, Jumat (12/6/26). Kunjungan strategis ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Tangerang untuk memaparkan keberhasilan tata kelola keuangan daerah, lompatan pertumbuhan ekonomi, serta berbagai program inovasi sosial yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Delegasi BKSAP DPR RI yang dipimpin langsung oleh Ketua Delegasi, Bramantyo Suwondo, disambut hangat oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud, Sekretaris Daerah, Soma Atmaja jajaran Forkopimda yang meliputi empat Kapolres dan Dandim, para Kepala OPD, serta jajaran Direksi BUMD Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan BKSAP DPR RI. Kehadiran lembaga legislatif ini dinilai mampu memberikan kontribusi positif, arahan strategis, sekaligus solusi bagi keberlanjutan program pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang yang terus berkembang pesat.
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan selamat datang. Kehadiran Bapak dan Ibu dari BKSAP DPR RI memang sangat kami tunggu. Kami memohon arahan sekaligus sinergi program pusat yang bisa dijalankan di daerah, guna memberikan solusi terhadap berbagai program pembangunan yang tengah kami selaraskan," ujar Bupati Maesyal.
Kabupaten Tangerang saat ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia, dengan total populasi mencapai kurang lebih 3.500.000 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Wilayah ini mencakup 29 kecamatan, 246 desa, 28 kelurahan, serta sekitar 11.500 RT/RW.
Bupati Maesyal memaparkan bahwa meskipun lokasinya berdampingan langsung dengan DKI Jakarta, karakteristik Kabupaten Tangerang sangat unik karena masih memiliki 246 desa yang mayoritas berada di wilayah tengah dan utara. Sementara itu, wilayah selatan telah menjelma menjadi kawasan perkotaan baru.
"Di wilayah selatan, kini telah wujud kota-kota baru seperti di Kecamatan Curug, Kelapa Dua, Cisauk, Pagedangan, dan Legok. Kawasan urban modern inilah yang memberikan kontribusi besar terhadap subsidi silang bagi wilayah-wilayah lain di utara dan tengah yang statusnya masih pedesaan. Strategi ini kami jalankan secara konsisten sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Bupati Maesyal.
Terkait ketahanan fiskal daerah, Pemkab Tangerang melaporkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, porsi APBD Kabupaten Tangerang menyentuh angka Rp8,74 triliun dengan target pendapatan daerah sebesar Rp8,2 triliun. Pendapatan tersebut ditopang kuat oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp5,2 triliun, Dana Transfer Pusat sebesar Rp2,52 triliun, dan pendapatan dari Provinsi sebesar Rp436 miliar.
Hebatnya, Pemkab Tangerang berhasil melampaui pemenuhan urusan wajib (mandatory spending) yang ditetapkan undang-undang, dengan rincian sebagai berikut:
• Sektor Pendidikan: Mengalokasikan 30% (Mandatory: 20%).
• Sektor Kesehatan: Mengalokasikan 25% (Mandatory: 10%).
• Sektor Infrastruktur: Mencapai 41% lebih (Mandatory: 40%).
• Belanja Pegawai: Berhasil ditekan di angka 27%, di bawah batas maksimal 30%.
"Berdasarkan data dari tingkat provinsi, penyusunan APBD Kabupaten Tangerang dinilai sebagai yang terbaik di Provinsi Banten selama tiga tahun berturut-turut. Efisiensi dan ketepatan alokasi ini kami tuangkan ke dalam lima komponen unggulan RPJMD bersama Ibu Wakil Bupati, yaitu tata kelola pemerintahan yang efektif, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan. Ini adalah representasi murni dari apa yang diinginkan masyarakat bawah saat kami turun ke lapangan," tegas Bupati Maesyal.
Sinergitas yang kuat di sektor ekonomi membawa tren yang sangat positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang pada tahun 2025 berhasil mencapai 5,67%, di atas rata-rata pertumbuhan provinsi dan nasional. Angka ini kembali melonjak tajam pada kuartal berjalan tahun 2026 yang telah menyentuh 5,77%. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga kokoh di angka 76% lebih berkat sokongan masif di sektor kelayakan hidup, kesehatan, dan pendidikan.
Di sektor pendidikan, Pemkab Tangerang menggratiskan biaya sekolah SD dan SMP swasta secara bertahap sejak tahun 2025. Tidak hanya itu, gebrakan besar dilakukan di jenjang perguruan tinggi melalui program beasiswa penuh bagi anak-anak keluarga kurang mampu (kategori Desil 1 hingga Desil 5).
"Jika tahun 2025 lalu kami memberangkatkan 235 mahasiswa ke berbagai universitas ternama seperti di Kairo (Mesir), Swiss German University, IPB, Unpad, hingga Untirta, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis menjadi 900 warga Kabupaten Tangerang yang kami kuliahkan gratis sampai wisuda. Sasaran kami adalah masyarakat berpenghasilan rendah agar mereka tidak hanya sekadar bermimpi, tapi bisa mewujudkannya menjadi kenyataan," tambah Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang tahun ini juga memperluas kerja sama dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dan menyiapkan kuota untuk calon dokter.
"Kami ingin anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah di Kabupaten Tangerang ini kelak ada yang menjadi pilot dan menjadi dokter. Ini tanggung jawab moral kami bersama Ibu Wakil Bupati," tambahnya.
Selain pendidikan, sektor riil terus dipacu. Dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tangerang melonjak signifikan dari 61.000 unit di tahun 2024 menjadi 78.000 unit UMKM di tahun 2026. Penambahan 16.000 UMKM baru ini menjadi salah satu pilar utama pendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara di bidang ketahanan pangan, melalui Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan, Pemkab Tangerang aktif menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), bibit hortikultura, bibit palawija, serta pemanfaatan lahan tidur bagi kelompok tani. Bagi para nelayan, bantuan berupa perahu dan jaring tangkap diberikan secara berkala untuk memastikan produktivitas dan kesejahteraan mereka meningkat.
Merespons capaian luar biasa Pemkab Tangerang, Ketua Delegasi BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo. menegaskan bahwa kehadiran BKSAP ke Kabupaten Tangerang adalah bagian dari upaya "membumikan diplomasi" agar dampak politik luar negeri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan industri di daerah.
"Selama ini diplomasi dianggap sebagai hal yang berada di awan-awan, tinggi, dan jauh dari realitas. Melalui fungsi keempat DPR RI selain pengawasan, penganggaran, dan legislasi—yaitu fungsi diplomasi—kami hadir di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah dengan seribu industri. Kami ingin memastikan ada kesinambungan antara diplomasi internasional yang kami jalankan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk meningkatkan industri dan UMKM," ujar Bramantyo.
Lebih lanjut, Bramantyo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia tengah menjalani proses technical review untuk masuk menjadi anggota OECD. Proses ini menuntut harmonisasi perundang-undangan, peraturan pemerintah, hingga Peraturan Daerah (Perda) agar sesuai dengan standar global.
"OECD memiliki standar yang diakui dan dipahami di seluruh dunia. Jika regulasi kita sudah memenuhi standar OECD, investor asing akan dengan sangat mudah dan percaya diri menanamkan modalnya di Indonesia, yang harapannya tentu mengalir deras ke Kabupaten Tangerang. Saat ini, proses cepat atau lambatnya kita masuk OECD bolanya bukan di Paris, Prancis, melainkan ada di tangan kita sendiri; bagaimana kita bisa menyesuaikan semua hal itu," jelas Bramantyo.
Selain persoalan kebijakan, BKSAP DPR RI menyoroti pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk menyambut arus investasi pasca-kesepakatan komprehensif Indonesia dengan Uni Eropa.
"Kita tidak bisa menutup mata. Regulasi sudah baik, investor sudah mengantre, namun jika SDM lokal tidak siap, kita hanya akan menjadi penonton. Oleh karena itu, dalam diskusi hari ini, seperti halnya yang sempat kami bedah di Kabupaten Bekasi, kami ingin menggali peluang program pemagangan luar negeri bagi pemuda Kabupaten Tangerang serta penyiapan kurikulum pendidikan yang inline dengan kebutuhan industri global," tutup Bramantyo. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memperkuat literasi digital bagi generasi muda. Kali ini, Sekretaris Dinas Diskominfo Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan, memimpin langsung kegiatan sosialisasi literasi digital yang berlangsung di SMPN 2 Tigaraksa, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa/siswi dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem digital. Farhan menekankan pentingnya bagi pelajar untuk memahami cara kerja dunia digital, mulai dari potensi manfaat yang dapat diambil hingga risiko negatif yang mungkin timbul akibat penggunaan yang tidak bijak.
"Tujuan utama kami adalah memberikan edukasi kepada anak-anak muda, khususnya pelajar SMP, agar mereka benar-benar memahami dunia digital. Kami ingin mereka tahu keuntungan apa yang bisa didapat, sekaligus mewaspadai hal-hal negatif yang bisa muncul akibat kesalahan atau perbuatan yang tidak semestinya di ruang digital," ujar Farhan.
Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa Diskominfo secara konsisten melakukan kampanye literasi digital melalui berbagai platform. Selain kunjungan langsung ke sekolah-sekolah (roadshow), kampanye edukasi juga digencarkan melalui kanal media sosial resmi seperti Instagram
Strategi multi-kanal ini diharapkan dapat menjangkau para pelajar dengan lebih efektif dan relevan dengan kebiasaan mereka sehari-hari. Diskominfo optimistis bahwa dengan edukasi yang berkelanjutan, para pelajar dapat menjadi pengguna internet yang cerdas dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif.
"Kami berharap sosialisasi ini membantu siswa memahami karakter dunia digital sehingga mereka bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Kegiatan ini akan terus kami rutinkan, dan untuk tahun ini, Diskominfo menargetkan kunjungan edukasi ke enam sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang," pungkasnya.
Menyambut baik langkah tersebut, Kepala Sekolah SMPN 2 Tigaraksa, Kenedi, mengaku bahwa edukasi ini sangat krusial bagi siswa/siswinya. Ia menyoroti minimnya kesadaran akan bahaya jangka panjang dari konten yang mereka buat sendiri.
"Banyak anak yang menganggap remeh apa yang mereka posting di media sosial. Mereka tidak sadar bahwa satu kata atau perilaku buruk di internet bisa berdampak besar bagi masa depan mereka. Jejak digital itu tidak akan pernah hilang," ungkap Kenedi.
Kenedi berharap, melalui pembekalan ini, para siswa tidak lagi sembarangan menggunakan ponsel. Ia ingin anak didiknya paham bahwa ponsel bukan hanya alat untuk kesenangan sesaat, melainkan tanggung jawab besar yang harus digunakan dengan bijak. (Red)
Tangerang, lensfokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara pelepasan peserta didik tahun ajaran 2025/2026 Sekolah Genius Binong Kec. Curug, Kamis (11/06/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya atas kepedulian dan kontribusi Sekolah Genius yang telah berperan aktif mencerdaskan peserta didik yang berasal dari Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat turut bangga dan senang, saudara-saudara kami yang dari Indonesia Timur bisa hadir di Kabupaten Tangerang untuk menimba ilmu untuk mendapatkan kecerdasan dan kepandaian melalui sekolah ini," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga memberikan pesan kepada para peserta didik di Sekolah Genius agar terus semangat dan tekun belajar dalam meraih apa yang dicita-citakan. Selain itu, disiplin dan tanggung jawab yang telah diterapkan di sekolah hendaknya terus dijaga dan dilaksanakan dimanapun mereka berada nantinya.
"Terus semangat dan tekun belajar. Jaga disiplin dan tanggung jawab yang telah diterapkan untuk menggapi cita-cita dan kesuksesan," ujarnya
Bupati Maesyal juga mengapresiasi pihak yayasan dan Sekolah Genius yang telah berperan aktif memberikan dan memajukan pendidikan kepada calon-calon pimpinan masa depan dari Indonesia Timur
"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepada sekolah yang dipimpin oleh Pak Bambang dan kepala sekolah Ibu Esther. Terima kasih telah mendidik calon-calon pimpinan di masa yang akan datang," ucapnya
Direktur Sekolah Genius, Esther K Wirawan, menjelaskan bahwa tema pelepasan peserta didik tahun ajaran 2025/2026 mengusung tema "Kenali Diri, Nyatakan Karya". Seluruh peserta didik kelas 6, 9 dan kelas 12 dinyatakan lulus dan menyelesaikan pendidikannya selama kurang lebih 3 tahun terakhir.
"Tema kita hari ini adalah "Kenali Diri Nyatakan Karya". Pesan ini sederhana tetapi menjadi satu hal yang sangat penting karena mengenal diri dan mengenal kekuatan yang dimiliki menjadi dasar untuk kalian memperjuangkan nilai-nilai yang kalian harapkan," jelas Esther.
Menurut dia, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai yang baik atau lulus ujian, namun juga tentang membentuk karakter, menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih ketangguhan dan mempersiapkan generasi muda untuk dapat memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
"Hari ini kalian melangkah ke tahap berikutnya dalam kehidupan kalian yang telah bekerja keras belajar banyak hal, tidak hanya sekedar ilmu pengetahuan tetapi tentang hidup disiplin, tanggung jawab dan tentang semangat untuk terus belajar serta berusaha menjadi generasi yang membawa perubahan bagi masyarakat daerah terutama untuk Indonesia tercinta," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang memasuki babak baru. Meski telah ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2031, H. Muhammad Nur Kholis, S.Th.I memutuskan mengundurkan diri demi kepentingan organisasi yang lebih luas.
Keputusan tersebut disampaikan setelah rangkaian Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Manajemen Partai DPW PKB se-Indonesia yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB pada 10–11 Juni 2026 di Jakarta.
Dalam forum tersebut, Tim Koordinator DPP PKB menetapkan H. Muhammad Nur Kholis sebagai Ketua Dewan Tanfidz Definitif DPC PKB Kabupaten Tangerang untuk periode 2026–2031 berdasarkan hasil penjaringan, evaluasi, serta berbagai pertimbangan organisasi.
Namun, setelah melakukan komunikasi dan kajian secara matang, Nur Kholis memilih untuk tidak melanjutkan amanah tersebut dan memutuskan fokus menjalankan tugasnya sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Banten.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab politik untuk mengoptimalkan peran strategis Fraksi PKB di tingkat Provinsi Banten dalam mengawal agenda perjuangan partai serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
> "Saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DPP PKB dan seluruh kader PKB. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek organisasi dan tugas politik yang saat ini saya emban, saya memutuskan untuk fokus menjalankan amanah sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Banten. Saya meyakini keputusan ini merupakan pilihan terbaik untuk memperkuat perjuangan PKB dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Muhammad Nur Kholis, Kamis (11/6/2026).
Meski mundur dari penetapan Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang, Nur Kholis menegaskan komitmennya terhadap penguatan organisasi partai di Kabupaten Tangerang tidak akan berkurang. Ia memastikan tetap memberikan dukungan penuh terhadap proses konsolidasi dan pengembangan partai agar PKB semakin solid menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Keputusan tersebut juga mendapat perhatian kader dan pengurus PKB mengingat sosok Muhammad Nur Kholis dinilai memiliki kontribusi besar dalam membesarkan partai di Kabupaten Tangerang selama periode kepemimpinannya.
Di bawah kepemimpinannya, PKB Kabupaten Tangerang berhasil memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan perolehan kursi legislatif, mewujudkan kantor permanen DPC PKB Kabupaten Tangerang, serta mempererat sinergi dengan berbagai elemen Nahdlatul Ulama dan masyarakat.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu catatan penting yang mengukuhkan posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, PKB Kabupaten Tangerang menegaskan akan tetap menjaga soliditas organisasi serta menghormati seluruh mekanisme yang ditetapkan DPP PKB terkait proses penetapan kepemimpinan definitif DPC PKB Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2031. (Asp)
LEBAK, lensafokus.id – Maraknya aktivitas galian pasir ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak memicu alarm bahaya. Anggota DPRD Provinsi Banten asal Kabupaten Lebak, Musa Weliansyah, bahkan menilai kondisi saat ini sudah layak disebut sebagai "darurat tambang pasir ilegal" karena praktik penambangan tanpa izin semakin meluas dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius.
Menurut Musa, aktivitas tambang ilegal yang terus beroperasi secara terbuka seolah menjadi tontonan publik. Ironisnya, hingga kini belum terlihat tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas yang diduga merugikan lingkungan dan negara tersebut.
"Keberadaan aktivitas galian pasir ilegal dapat merusak lingkungan. Pasir laut yang mereka gali kemudian dikemas ke dalam karung dan dijual ke kawasan industri di Tangerang maupun Cikande," kata Musa Weliansyah di Rangkasbitung, Kamis (11/06/2026).
Musa menyoroti wilayah Kecamatan Cihara sebagai salah satu titik yang paling mengkhawatirkan. Selain berada di kawasan pesisir pantai, sebagian aktivitas tambang pasir kuarsa bahkan disebut telah merambah kawasan Perhutani.
Menurutnya, maraknya tambang ilegal di Lebak Selatan tidak terlepas dari lemahnya penegakan hukum terhadap para pelaku, termasuk pihak yang membeli dan mendistribusikan hasil tambang ilegal tersebut.
"Di Kecamatan Cihara ada tiga lokasi. Salah satunya berada di kawasan Perhutani. Persoalan tambang ilegal ini terjadi karena lemahnya penegakan hukum. Seharusnya semua pihak yang terlibat, termasuk penadah dan pembelinya, diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Politisi yang dikenal vokal tersebut juga meminta Polda Banten segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan tambang ilegal yang masih beroperasi di Kabupaten Lebak.
Menurut Musa, para pelaku tambang ilegal terkesan tidak gentar terhadap penertiban. Ia menyebut pernah terjadi lokasi tambang yang ditutup oleh Satpol PP pada siang hari, namun kembali beroperasi pada malam harinya.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa para pelaku sangat bandel. Karena itu saya meminta Polda Banten segera mengusut tuntas aktivitas galian pasir ilegal tersebut," ujarnya.
Musa menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam. Ia berkomitmen terus mengawal persoalan tambang ilegal yang dinilai semakin mengancam kelestarian lingkungan di Kabupaten Lebak.
Bahkan, salah satu aktivitas tambang pasir kuarsa yang beroperasi di kawasan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) telah dilaporkannya kepada aparat penegak hukum lingkungan di tingkat pusat.
"Saya akan terus mengawal persoalan ini. Untuk tambang pasir kuarsa yang beroperasi di kawasan KHDPK, sudah saya sampaikan ke Gakkum Kementerian Kehutanan agar segera ditindak tegas," katanya.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, aktivitas tambang pasir ilegal disebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, di antaranya Kecamatan Cihara, Kecamatan Cimarga, dan Kecamatan Gunung Kencana.
Tak hanya persoalan legalitas tambang, sorotan juga mengarah kepada aspek lingkungan. Di Kecamatan Gunung Kencana, salah satu perusahaan tambang pasir yakni PT Mitra Jaya Minning (MJM) disebut belum memiliki Izin Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar apabila tidak segera ditangani.
"PT MJM tidak memiliki IPAL," ungkap Wawan Wahyudi, Kepala Bidang AMDAL pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten. (C2p)
LEBAK, lensafokus.id – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar edukasi mitigasi bencana melalui Event Pameran Sawala Lembur yang berlangsung di halaman SMA Negeri 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan bertema "Membangun Kesadaran Mitigasi Bencana, Kenali Alam dan Siagakan Diri" tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala SMAN 1 Bayah, Drs. Asep Darmamulya, M.Si. Pameran ini menjadi ruang edukasi, dialog, dan kolaborasi untuk memperkuat budaya sadar bencana di wilayah Banten Selatan.
Pameran Sawala Lembur merupakan bagian dari program Project Humanity yang digagas mahasiswa UMN bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan SMAN 1 Bayah.
Kepala SMAN 1 Bayah, Asep Darmamulya, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mitigasi bencana sangat relevan dengan kondisi geografis Bayah yang berada di kawasan rawan bencana.
"Mitigasi bencana merupakan pengetahuan yang harus dimiliki masyarakat, khususnya para pelajar. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya belajar di lingkungan sekolah," ujar Asep.
Penyelenggara Event Sawala Lembur, Gina Fajriatien Nisa, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMN, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil implementasi teori dan pengamatan lapangan yang dilakukan bersama tim mahasiswa UMN sejak April 2026.
Menurut Gina, kolaborasi antara akademisi, sekolah, pemerintah, komunitas, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya mitigasi bencana.
"Sebagai event organizer, saya merasa bangga sekaligus terhormat dapat memfasilitasi ruang edukasi, ruang dialog, dan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan besar, yaitu membangun kesadaran mitigasi bencana, mengenali alam, dan menyiagakan diri," katanya.
Ia menambahkan, sebuah kegiatan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga wadah bertemunya gagasan, pengalaman, dan kesadaran bersama untuk menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat.
"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif, dekat dengan masyarakat, dan mudah dipahami oleh semua kalangan," ujarnya.
Gina menjelaskan, nama Sawala Lembur dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat. Dalam bahasa Sunda, sawala berarti ruang bermusyawarah atau bertukar pikiran, sedangkan lembur berarti kampung atau tempat hidup bersama.
"Karena itu, Sawala Lembur kami maknai sebagai ruang bersama untuk berdialog tentang masa depan kampung, tentang bagaimana masyarakat harus siap, sadar, dan tangguh menghadapi ancaman bencana," ungkapnya.
Tema mitigasi tsunami yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi geografis Bayah dan kawasan Banten Kidul yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Selain potensi gempa megathrust dan tsunami, wilayah tersebut juga menghadapi ancaman longsor dan banjir yang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah daerah.
"Ancaman itu tidak boleh membuat kita hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, harus menjadi alasan untuk memperkuat kesiapan, memperluas pengetahuan, dan membangun budaya sadar bencana. Sebab, mitigasi terbaik selalu dimulai dari pengetahuan dan kesiapsiagaan," kata Gina.
Sebagai implementasi dari tema tersebut, penyelenggara menghadirkan tiga pendekatan edukasi dalam satu rangkaian kegiatan.
Pertama, peluncuran Buku Katalog Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal karya Cera. Buku tersebut diharapkan menjadi media literasi masyarakat dalam memahami risiko dan langkah-langkah pengurangan dampak bencana.
Kedua, peluncuran board game edukasi tsunami karya Adestua. Permainan edukatif ini dirancang sebagai media pembelajaran kreatif untuk memperkenalkan konsep mitigasi bencana kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
"Belajar tentang kebencanaan tidak harus selalu kaku dan menegangkan. Melalui permainan edukatif, pesan mitigasi dapat lebih mudah dipahami dan diingat, khususnya oleh para pelajar," ujar Gina.
Ketiga, penyelenggaraan talk show kebencanaan yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta membangun dialog mengenai tantangan dan solusi dalam pengurangan risiko bencana.
Gina berharap para siswa SMAN 1 Bayah dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.
"Kalian adalah generasi masa depan Bayah dan Banten Kidul. Mulailah dari mengenali tanda-tanda alam, memahami jalur evakuasi, mengetahui titik aman, hingga berani mengambil keputusan cepat saat keadaan darurat," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi mengenai pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Banten Kidul melalui sesi podcast yang dipandu host Jeselyn.
Selain menampilkan tiga program edukasi utama, Pameran Sawala Lembur juga memamerkan sejumlah karya mahasiswa lainnya, di antaranya Buku Saku untuk OSIS karya Ricky, Buku Modul Wali Murid karya Gavriella, serta Buku Guru karya Abigail F. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama komunitas jurnalis yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Peduli Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, PT Indah Kiat Pulp & Paper, melakukan penanaman 10.000 batang mangrove di kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Kecamatan Mauk, Rabu (10/06/26).
Pada kesempatan itu, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi peran aktif para jurnalis yang tidak hanya menjalankan fungsi menyebarkan informasi publik, tetapi juga turut mengambil bagian dalam aksi nyata pelestarian lingkungan dengan aksi penanaman 10 ribu batang mangrove di KUA
"Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup, PT Indah Kiat, teman-teman wartawan dari Jaringan Peduli Lingkungan, menanam 10.000 batang mangrove di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk. Ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan bukti nyata kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah, swasta, komunitas, dan insan pers," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurutnya, penanaman mangrove memiliki manfaat yang sangat besar bagi kawasan pesisir. Selain berfungsi untuk menahan abrasi pantai, mangrove juga berperan dalam meningkatkan kualitas udara, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar.
"Manfaat mangrove sangat banyak. Yang pertama dapat menahan abrasi, kemudian menghasilkan oksigen yang baik bagi kualitas udara, mendukung penghijauan, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, program seperti ini harus terus kita lanjutkan dan perkuat," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan hutan mangrove yang tumbuh dan berkembang dengan baik juga dapat menjadi daya tarik wisata baru di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang. Salah satunya adalah Ketapang Urban Aquaculture yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi lingkungan dan mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
"InsyaAllah jika mangrove ini tumbuh subur dan semakin banyak, kawasan ini akan semakin hijau dan menarik. Ini bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung dari luar Kabupaten Tangerang untuk datang dan menikmati destinasi Ketapang Urban Aquaculture di Kecamatan Mauk," ungkapnya.
Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut, khususnya PT Indah Kiat, Jaringan Jurnalis Peduli Lingkungan, serta seluruh relawan dan masyarakat yang terlibat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Indah Kiat, teman-teman wartawan yang peduli terhadap lingkungan, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi mewujudkan lingkungan pesisir yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – RSUD Tigaraksa terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, Melalui agenda rutin, rumah sakit milik pemerintah daerah ini kembali menggelar aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 1 RSUD Tigaraksa, Rabu (10/6/2026).
Dalam Kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Tigaraksa, dr. Elni Handayani, menyatakan bahwa aksi ini merupakan langkah konkret manajemen dalam merespons tingginya kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan.
"Kegiatan donor darah ini merupakan agenda rutin dari RSUD Tigaraksa yang diselenggarakan setiap dua bulan sekali. Tujuannya adalah sebagai langkah nyata kami dalam mendukung pelayanan kesehatan, khususnya untuk menjaga ketersediaan dan memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat di Kabupaten Tangerang," ujar dr. Elni.
Menariknya, aksi sosial ini tidak hanya menyasar pegawai Pemerintah Kabupaten Tangerang, tetapi juga dibuka lebar bagi masyarakat umum. Pihak manajemen bahkan telah melakukan sosialisasi masif jauh-jauh hari agar gerakan kemanusiaan ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Melihat urgensi pemenuhan stok darah yang dinamis, dr. Elni berharap angka partisipasi masyarakat dapat terus meningkat pada pelaksanaan-pelaksanaan berikutnya.
"Harapan kami ke depan adalah semakin banyak peserta yang ikut berpartisipasi. Kami juga mengajak dan mengimbau masyarakat untuk ikut serta, karena informasi mengenai kegiatan ini sudah disebarluaskan secara luas. Semoga dari waktu ke waktu, antusiasme warga yang berperan serta terus meningkat," tuturnya.
Lebih lanjut, dr. Elni memaparkan bahwa donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang memberikan dampak positif timbal balik (win-win solution), baik bagi penerima (resipien) maupun bagi pendonor itu sendiri.
Dari sudut pandang medis, donor darah dapat membantu mengoptimalkan sirkulasi darah. Selain itu, proses ini merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah merah baru sehingga regenerasi darah berlangsung lebih efektif.
"Tentu saja, kegiatan ini memberikan manfaat ganda. Bagi para pendonor, ini adalah momen untuk berbagi tanpa merasa dirugikan. Secara medis, donor darah justru membuat tubuh menjadi lebih sehat karena dapat memicu proses pembentukan sel-sel darah baru secara lebih cepat," jelasnya.
Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa misi utama dari agenda rutin ini adalah menciptakan keseimbangan antara kesehatan individu dan kepedulian sosial di Kabupaten Tangerang.
"Jadi, tujuan kegiatan ini mencakup dua hal: memberikan manfaat kesehatan bagi pribadi pendonor, sekaligus membantu masyarakat yang sedang membutuhkan pasokan darah," pungkasnya.
Manfaat nyata dari donor darah ini turut dirasakan oleh salah satu warga Kelurahan Kadu Agung, Asmiati, yang hadir sebagai pendonor. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman rutin yang sudah beberapa kali ia ikuti.
"Tujuan saya rutin mengikuti kegiatan donor darah ini adalah untuk menjaga agar sirkulasi darah di dalam tubuh tetap berjalan dengan lancar, sekaligus berharap setetes darah yang saya donorkan dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain," ungkapnya.
Ia mengaku selalu merasakan efek positif pada tubuhnya pasca-donor seperti tubuh selalu terasa fit dan segar dan badan terasa lebih enak dan terasa ringan. Kesadaran ini membuatnya berkomitmen untuk selalu hadir setiap ada undangan donor darah.
"Saya sudah melakukan donor darah sebanyak enam kali. Jumlah tersebut belum termasuk riwayat donor sebelum saya menggunakan aplikasi," terangnya.
Pada pelaksanaan donor darah kali ini, antusiasme masyarakat dan pegawai cukup tinggi. Tercatat sebanyak 74 orang mendaftar sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, 63 orang berhasil mendonorkan darahnya, sementara 11 orang lainnya ditunda atau tidak dapat mendonor karena belum memenuhi persyaratan medis, seperti kadar hemoglobin atau tekanan darah yang tidak sesuai standar. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi membuka Seleksi Daerah Program Beasiswa Luar Negeri dalam skema Beasiswa Gemilang 2026 dengan kampus tujuan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Seleksi wawancara tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, pada Rabu (10/06/2026).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja. Program ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Pemkab Tangerang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan generasi muda yang kompetitif di kancah internasional.
Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelontorkan dana sebesar Rp22 miliar khusus untuk program Beasiswa Tangerang Gemilang. Pemerintah daerah juga berhasil mengoptimalkan daya tampung penerima beasiswa dari target awal 675 orang menjadi 976 mahasiswa.
"Total anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai mahasiswa yang tersebar di 35 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di Mesir, dengan rincian 424 mahasiswa baru, 497 mahasiswa ongoing yang saat ini sedang menempuh perkuliahan, dan 55 mahasiswa penerima bantuan tugas akhir/skripsi," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa, khusus untuk klaster keberangkatan Universitas Al-Azhar Kairo, terdapat lebih dari 50 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi kelayakan awal. Namun, karena keterbatasan kuota formasi, Pemkab Tangerang hanya akan memilih 25 peserta terbaik untuk diberangkatkan pada tahun ini.
"Hari ini kita menunggu hasil akhir seleksi untuk mengumumkan seluruh 976 penerima beasiswa secara terbuka kepada publik. Bagi anak-anakku yang belum beruntung hari ini, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan di tahun depan. Pegang teguh pepatah Labor Omnia Vincit bahwa kerja keras akan mengalahkan segalanya. Manfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong Indonesia Emas dan Indonesia Maju 2045," jelas Soma Atmaja.
Soma Atmaja mengungkapkan dalam proses seleksi wawancara dirancang secara ketat untuk menguji kesiapan akademis, linguistik, dan spiritual para calon mahasiswa. Tim penguji memberikan instrumen penilaian mendalam mulai dari uji percakapan aktif bahasa Arab, kemampuan membaca sekaligus mengartikan kitab kuning, hingga kelancaran hafalan Al-Qur'an minimal 2 juz.
"Selain kompetensi keagamaan, Pemkab Tangerang juga menerapkan verifikasi faktual yang ketat terkait persyaratan kelayakan ekonomi. Hal ini dilakukan agar program beasiswa penuh tepat sasaran dan diprioritaskan bagi calon penerima berbakat yang berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial," ungkapnya.
Di lokasi yang sama, salah satu peserta seleksi asal Kecamatan Jayanti, Nabila Wardani Haifurrahma, membagikan pengalamannya selama mengikuti proses penyaringan. Alumni Pondok Pesantren Modern Al-Mizan 3 ini menjelaskan bahwa dirinya harus melewati tahapan ujian di Kementerian Agama (Kemenag) terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri ke program Beasiswa Tangerang Gemilang.
Nabila mengungkapkan motivasi besarnya untuk bisa belajar langsung di universitas Islam tertua di dunia tersebut.
"Saya ingin sekali belajar bersama para ulama Al-Azhar. Bagi saya, Al-Azhar merupakan pusat dari moderasi dan keseimbangan dalam ajaran agama Islam. Harapan besar saya, semoga bisa lulus seleksi hari ini, dilancarkan studinya, sukses, dan kelak bisa membahagiakan kedua orang tua," tutur Nabila penuh harap. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus bebas dari segala bentuk tindakan kekerasan. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka acara sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah bagi Guru PAUD/TK di Kabupaten Tangerang, Rabu (10/06/26).
"Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya," tegas Wabup Intan
Dalam sambutannya, dia menyebut bahwa kekerasan terhadap anak bukan hal yang remeh dan sepele. Bentakan, ejekan, atau kata-kata yang merendahkan dan perundungan dapat meninggalkan luka yang membekas dan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Untuk itu, pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi yang positif, kesabaran, dan keteladanan harus menjadi budaya dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan usia dini
"Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti. Karena itu saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita," ujarnya
Dia juga menyoroti pentingnya peran strategis para guru PAUD dan TK yang sangat luar biasa. Guru PAUD dan TK merupakan salah satu pihak yang terlibat langsung dalam membentuk karakter anak pada masa emas pertumbuhannya. Untuk itu, kerja sama dan kolaborasi yang kuat menjadi kunci suksesnya pembangunan manusia seutuhnya
"Kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, hingga seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan pembangunan manusia seutuhnya. Bapak dan ibu guru merupakan salah satu garda terdepan dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang Layak Anak," tandasnya
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Dia juga mengajak seluruh guru PAUD dan TK di Kab. Tangerang untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi secara aktif menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.
"Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak. Ketika anak-anak tumbuh tanpa kekerasan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bimbingan dengan penuh kasih sayang maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing," imbuhnya
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A), Asep Suherman menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut dikuti oleh para guru PAUD dan TK dari 29 kecamatan dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Paramadina Jakarta dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Banten.
Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan kapasitas para pendidik sehingga mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
"Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kapasitas guru PAUD dan TK dalam upaya mencegah, mengenali serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah anak sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal," jelas Asep. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net




