Bupati Tangerang Tinjau Langsung Lokasi Terdampak Angin Puting Beliung Di Perumahan Taman Adiyasa Solear

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung yang terjadi di Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Jumat (23/1/26).

Pada kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid memastikan percepatan penanganan dan langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara, bencana angin puting beliung yang terjadi pada Kamis sore (22/1/26) tersebut mengakibatkan sekitar 103 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.

“Kami hadir langsung bersama jajaran untuk melihat kondisi di lapangan pascakejadian angin puting beliung yang terjadi kemarin sore. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 103 rumah warga yang terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melakukan langkah penanganan secara cepat dan terkoordinasi. Penanganan dilakukan melalui perbaikan langsung oleh pemerintah daerah maupun pemberian bantuan kepada warga agar dapat melakukan perbaikan rumah secara mandiri.

“Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti kerusakan rumah warga. Ada yang ditangani langsung oleh Pemda, dan ada pula yang dibantu agar dapat diperbaiki secara mandiri oleh pemilik rumah. Hal ini harus segera dilakukan mengingat saat ini masih dalam musim hujan,” jelasnya.

Selain kerusakan rumah, Bupati juga menyebut ada sejumlah infrastruktur lingkungan yang turut terdampak dan akan segera ditangani oleh OPD terkait.

“Kami juga mencatat adanya kerusakan pada beberapa ruas jalan dan fasilitas lingkungan. Seluruhnya akan ditindaklanjuti agar aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Ina Damayanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas respons cepat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung Bapak Bupati serta jajaran. Penanganannya sangat cepat, sejak kejadian kemarin hingga hari ini sudah dilakukan pembersihan dan pendataan. Harapannya perbaikan bisa segera dilakukan agar kami bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan penanganan pascabencana angin puting beliung di Perumahan Taman Adiyasa akan terus dilakukan hingga kondisi permukiman warga kembali aman dan layak huni.

Kunjungan Bupati Tangerang tersebut didampingi oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Wakapolres Tangerang, Camat Solear, Kepala Desa Cikuya, serta jajaran kepala OPD terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan. (Red)

Tinjau Lokasi Banjir di Nyompok Girang, Bupati Tangerang Tegaskan Akses Warga Terputus Akibat Jembatan Terendam

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, yang mengakibatkan akses warga terputus karena jembatan penghubung terendam luapan anak Sungai Cidurian, Jum'at (23/1/26).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Plh. Sekretaris Daerah Iwan Firmansyah, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Camat dan Kepala Desa setempat. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Bupati Tangerang menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit Sungai Cidurian meluap hingga menenggelamkan jembatan yang telah berusia belasan tahun tersebut.

“Hujan ini sejak beberapa hari terakhir intens dan durasinya lama, sehingga menimbulkan luapan air dari Sungai Cidurian. Akibatnya jembatan di Kampung Nyompok Girang ini kondisinya berada di bawah air, sehingga akses masyarakat terputus” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemkab menyalurkan bantuan kebutuhan pokok karena aktivitas warga lumpuh akibat terputusnya akses dan posko kesehatan

“Tadi saya tanya, masyarakat tidak bisa beraktivitas karena jembatannya terendam air, mau belanja susah. Maka kami bersama BPBD membawa logistik untuk kebutuhan sehari-hari dan posko kesehatan,” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk jangka panjang, Pemkab Tangerang berencana membangun kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi dan sejajar dengan jalan pemukiman agar lebih aman dilalui saat banjir.

“InsyaAllah jangka panjangnya, jembatan akan kita bangun dengan ketinggian yang sama dengan jalan pemukiman. Supaya walaupun terjadi luapan air, jembatan tetap bisa dilalui. Mudah-mudahan tahun 2026 ini segera kita bangun,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan akan memberikan bantuan bagi petani yang terdampak banjir, khususnya lahan sawah yang terendam hingga mengalami puso

“Dinas Pertanian juga akan membantu masyarakat atau kelompok tani yang sawahnya tertutup air dan mengalami puso,” tambahnya.

Menanggapi kondisi cuaca ekstrem saat ini, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas, terutama melintasi jembatan yang terendam banjir.

“Saya minta masyarakat lebih hati-hati. Untuk sementara perahu akan kita siagakan, dan saya sarankan aktivitas dilakukan pagi sampai sore saja, jangan malam hari,” pungkasnya.

Pemkab Tangerang melalui OPD terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Sementara itu, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menegaskan bahwa kondisi jembatan tidak mengalami kerusakan struktural, melainkan akses terputus karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat terjadi luapan.

“Perlu kami luruskan bahwa yang terputus itu bukan jembatannya, tetapi akses masyarakat karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air ketika terjadi luapan sungai. Jadi jembatannya masih ada, hanya terendam,” ungkap Iwan.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk pembangunan kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Di tahun 2026 ini sudah kita anggarkan untuk pembangunan jembatan dan akan ditinggikan. Dengan begitu, ketika air kembali meluap, jembatan tidak lagi terendam dan aksesnya aman, tetap bisa dilalui masyarakat,” jelasnya. (Red)

Bupati Tangerang Resmikan Operasional Koperasi Desa Merah Putih se-Kecamatan Cisoka

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se-Kecamatan Cisoka yang dipusatkan di KDMP Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kamis (22/1/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian lokal masyarakat. Untuk itu koperasi ini harus terus dikuatkan sejak awal sebagai fondasi pembangunan ekonomi kerakyatan

“Sesuai dengan asas yang disampaikan Bapak Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto, pembangunan ekonomi itu harus dimulai dari bawah. Koperasi ini didirikan untuk menarik anggota sebanyak-banyaknya, sehingga timbal baliknya adalah kesejahteraan anggota dan masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan bahwa KDMP seperti di Desa Selapajang Kec. Cisoka telah menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gas elpiji dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

“Ini membuktikan koperasi bisa hadir untuk kepentingan masyarakat. Saya minta warga juga ikut membesarkan koperasi ini, belanjanya di sini. Dengan begitu, kontribusinya akan kembali ke masyarakat dan kesejahteraan bisa meningkat secara bertahap,” ujarnya.

Dia menambahkan keberadaan KDMP juga diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus bepergian jauh

“Dengan koperasi ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk berbelanja. InsyaAllah koperasi ini akan terus berkembang,” tambahnya.

Terkait pengembangan KDMP, Bupati menjelaskan bahwa operasional koperasi di Cisoka merupakan tahap awal, mengingat secara nasional telah dibentuk sekitar 81.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang belum semuanya berjalan optimal karena berbagai hambatan, khususnya dukungan anggaran.

“Di Kabupaten Tangerang, kita mulai lebih dulu karena ada dukungan dana CSR dari pengembang. Ini sambil menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Dia menyebutkan, setiap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendapatkan modal awal sebesar Rp100 juta dari dana CSR. Dengan total 274 desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang, nilai dukungan CSR untuk koperasi KDKMP mencapai sekitar Rp27,4 miliar.

“Kita percepat melalui dana CSR karena program-program Bapak Presiden sangat menyentuh langsung rakyat. Koperasi Desa Merah Putih ini salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian yang berasal dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri,” pungkasnya. (Red)

Jelang Ramadan, Wabup Intan Tekankan GPM Tepat Sasaran demi Kendalikan Harga Pangan di Tangerang

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Bahan Pokok Menjelang Bulan Suci Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah di Ruang Rapat Wareng Gd. Kantor Bupati Tangerang, Kamis (22/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menegaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) tahun 2026, harus benar-benar tepat sasaran dan menyentuh langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Komoditi yang ditawarkan juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar, dengan subsidi harga sekitar Rp.40.000-45.000,- perpaketnya.

“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 ini jangan hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Paketnya jangan dibakukan isinya. Komoditasnya harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi harga pasar. Kalau telur dan ayam yang mahal, itu yang harus kita hadirkan,” tegas Wabup Intan

Menurut dia, ketepatan sasaran penerima manfaat GPM sangat penting. Untuk itu, dia meminta para camat untuk melakukan validasi data masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar subsidi pangan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, khususnya di wilayah pesisir utara (Pantura) seperti Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan, Kronjo, Kemiri, dan Mekar Baru. Selain itu, dia juga meminta kepada OPD terkait agar terus mendorong keterlibatan petani dan peternak lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung program GPM nantinya.

“Segera lakukan validasi data masyarakat miskin dan miskin ekstrem, mereka adalah prioritas utama penerima manfaat. Wilayah Kabupaten Tangerang juga memiliki potensi peternakan ayam pedaging dan petelur, khususnya di wilayah Kresek dan Gunung Kaler, yang dapat diberdayakan untuk mendukung GPM sekaligus menekan harga di pasaran,” tandasnya

Dia juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi sangat berdampak pada sektor pertanian dan berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis, seperti antaranya beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, cabai, dan bawang. Untuk itu dia juga semua pihak terkait untuk terus memonitoring kenaikan dan ketersediaan bahan pokok secara rutin dan berkala sehingga dapat diambil keputusan bersama lintas sektor untuk mengatasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

“Faktor cuaca ini juga harus kita perhitungkan bersama, karena dampaknya bisa memicu kenaikan harga. Saya sudah cek langsung ke lapangan, minyak goreng mulai langka dan harganya di beberapa pasar sudah melampaui harga eceran tertinggi. Telur dan ayam juga menjadi komoditas yang sering naik pada waktu-waktu tertentu,” ungkapnya.

Dia berharap melalui rakor tersebut bisa menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Tangerang, khususnya menjelang bulan suci Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Stabilitas pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi semua pihak, kita ingin masyarakat Kabupaten Tangerang dapat menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan dengan tenang, aman, dan sejahtera. Karena itu, kita harus bisa hadir dan memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harga tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak menurun,” pungkasnya

Pimpinan Perum Bulog Cabang Tangerang, Riki Pebriadi melaporkan bahwa kondisi stok pangan di wilayah Tangerang Raya masih aman dan mencukupi. Saat ini, Bulog memiliki cadangan beras sekitar 54.300 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga hampir satu tahun ke depan.

“Cadangan beras Bulog sekitar 54.300 ton saat ini. Stok minyak goreng “Minyak Kita” tercatat sekitar 11.000 ton, minyak premium, serta gula pasir dan komoditas pangan lainnya yang siap disalurkan untuk mendukung stabilisasi harga,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tangerang, Resmiyati Marningsih menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi terkendali. Pihaknya bersama pihak terkait lainnya terus melakukan pemantauan harga mingguan serta intervensi pasar, termasuk fasilitasi distribusi minyak goreng langsung ke pengecer dan pelaksanaan Warung Tekan Inflasi secara berkala sepanjang tahun 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, para camat/perwakilan kecamatan se-kabupaten Tangerang, Perum Bulog Cabang Tangerang, serta instansi terkait lainnya. (Red)

Bupati Tangerang Bersama Gubernur Banten Hadiri Haul Ke-345 Raden Aria Wangsakara

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid betsama Gubernur Banten, Andra Soni menghadiri acara Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara yang digelar di Pendopo Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Aria Wangsakara Kec. Pagedangan, Rabu malam (21/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa acara Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara selain untuk mengenang jasa dan perjuangan pahlawan nasional Raden Aria Wangsakara yang telah mendirikan dan membesarkan wilayah Tangerang juga merupakan momentum untuk menguatkan kembali komitmen bersama dalam meneruskan perjuangan beliau dengan membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

"Pada kesempatan ini, kita semua hadir di sini bukan hanya wajib mengenang, mengingat pemimpin kita yaitu seorang pahlawan nasional, Raden Aria Wangsakara yang telah mendirikan, memimpin dan juga membesarkan Tangerang, tapi juga menguatkan komitmen kita bersama untuk meneruskan perjuangannya dengan membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, Raden Aria Wangsakara juga merupakan ulama dan pemimpin umat yang menyebarkan agama Islam serta menanamkan nilai-nilai Islami dan kemandirian dalam perjuangannya

"Raden Aria Wangsakara adalah sosok ulama dan pemimpin umat yang senantiasa menanamkan nilai-nilai Islami dan kemandirian dalam perjuangannya, baik saat mengusir penjajah maupun dalam menyebarkan agama Islam di Banten dan Tangerang pada khususnya. Ini yang harus kita lanjutkan sebagai generasi penerus," tandasnya

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada segenap panitia dan Pemkab Tangerang yang menggelar Haul Raden Aria Wangsakara yang mengambil tema 'Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Leluhurnya', sebagai upaya untuk terus menjaga dan melestarikan jasa-jasa para leluhur

"Saya, atas nama Pemerintah Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada panitia yang terus menjaga tradisi dalam rangka mengenang jasa-jasa para leluhur. Tema Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Leluhurnya adalah sesuatu yang betul," ujar Andra Soni

Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para Gubernur Banten sebelumnya yang telah banyak melakukan pembangunan dan menorehkan prestasi gemilang untuk kemajuan Provinsi Banten, salah satunya adalah Gubernur Wahidin Halim yang telah membangun jembatan fenomenal Aria Wangsakara yang dulu dikenal dengan nama jembatan Bogeg.

"Alhamdulillah tadi juga diserahkan penghargaan, diberikan penghargaan. Dalam hal ini saya juga mewakili Bapak Wahidin Halim, Gubernur Banten sebelumnya, yang mana beliau telah banyak melakukan pembangunan-pembangunan di Provinsi Banten, salah satu yang fenomenal adalah membangun jembatan Aria Wangsakara yang dulu dikenal dengan nama jembatan Bogeg," ungkapnya

Lanjut dia, Tangerang yang dikenal sebagai benteng Provinsi Banten mempunyai letak dan peran yang sangat strategis, khususnya dalam menopang pembangunan Provinsi Banten, salah satu sebagai penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Tangerang.

"Banten berbahagia karena kita punya pahlawan nasional, salah satunya adalah Raden Aria Wangsakara. Semangat yang bisa kita teladani adalah semangat untuk menjaga pemimpinnya. Sampai hari ini semua poin-poin plus yang tercatat dalam data-data statistik di Provinsi Banten, salah satu penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Tangerang," imbuhnya. (Red)

Resmi Dilantik, Pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang Siap Perkuat Sinergi dan Profesionalisme Pers

TANGERANG, lensafokus.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Rabu (21/1/2026).

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan Mars KWRI, menandai dimulainya rangkaian pelantikan kepengurusan baru organisasi wartawan tersebut.

Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang H. Iwan Firmansyah Efendi yang mewakili Bupati Tangerang, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mohamad Amud, Kepala Dinas Kominfo Dian Mayang, Sekretaris Dinas Pendidikan H. Agus Supriyatna, perwakilan Dispora, Danramil Tigaraksa, serta jajaran pengurus KWRI pusat dan daerah. Hadir pula Ketua DPP KWRI yang diwakili Sekjen DPP KWRI, Drs. Mico Kasah, M.Si, Ketua Bidang Hukum dan LPBH, Damai Hari Lubis, Ketua DPD KWRI Banten yang diwakili Ari Ashari Manan, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang Heriyanto, Dewan Kehormatan dan Etik, Agie Rahmatullah, Dewan Pertimbangan, Sudirman Indra, aktivis Subandi Misbah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Plh Sekda H. Iwan Firmansyah Efendi menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang periode 2026–2029.

“Pelantikan kepengurusan baru ini menunjukkan bahwa roda organisasi berjalan dengan baik. Proses regenerasi dan keberlangsungan organisasi dapat terlaksana secara tertib,” ujarnya.

Ia berharap KWRI Kabupaten Tangerang semakin dewasa dan matang dalam bersikap serta berpikir, sehingga mampu menjalankan organisasi sesuai aturan dan etika jurnalistik.

“Bangun koordinasi dan komunikasi yang baik antara pengurus, anggota, masyarakat, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, insyaallah KWRI Kabupaten Tangerang dapat berkontribusi positif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mohamad Amud memberikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang.

“Kami berharap ke depan DPC KWRI Kabupaten Tangerang dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak swasta, serta elemen masyarakat lainnya,” tuturnya.

Ketua Umum DPP Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) yang diwakili Sekjen DPP, Drs. Miko Kasah, M.Si juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan pers harus diiringi dengan profesionalisme dan tanggung jawab.

“Kemerdekaan pers belum tentu melahirkan pers yang berkinerja baik tanpa integritas. Oleh karena itu, insan pers harus menjaga marwah kemerdekaan pers yang independen dan bermartabat,” tegasnya.

Ia pun berharap DPC KWRI Kabupaten Tangerang dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan demi terwujudnya Kabupaten Tangerang yang gemilang.

Ketua terpilih DPC KWRI Kabupaten Tangerang, Heriyanto, menyatakan komitmennya untuk mengemban amanah organisasi dengan sebaik-baiknya serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami siap menjalin hubungan baik dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah, termasuk Polres, Kodim, Kejaksaan, OPD, dan stakeholder lainnya. Semoga kepengurusan ini dapat membawa KWRI Kabupaten Tangerang ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang sehingga berjalan lancar dan sukses. (Asp)

Peringati Isra Mi’raj, Bupati Tangerang Ajak ASN Perkuat Disiplin dan Ukhuwah Melalui Sholat Berjamaah

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Al-Amjad, Rabu (21/1/26).

Peringatan tersebut dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Ketua TP PKK Kab. Tangerang, Hj. Risma Maesyal Rasyid jajaran Forkopimda, unsur pimpinan DPRD, para kepala OPD, tokoh agama, serta para pegawai di lingkungan Pemkab Tangerang

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan momentum refleksi spiritual yang sarat nilai keimanan dan ketakwaan, khususnya kewajiban sholat lima waktu.

“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita tentang pentingnya sholat sebagai fondasi utama pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan integritas, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menambahkan, sholat berjamaah memiliki makna strategis dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan harmonis.

“Sholat berjamaah tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah. Dalam satu shaf, tidak ada perbedaan jabatan maupun kedudukan, semuanya setara sebagai hamba Allah,” tandasnya.

Dirinya pun mengajak seluruh ASN dan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menjadikan sholat sebagai sumber kekuatan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Ia juga meyakini, sholat yang dijalankan dengan kesadaran dan keikhlasan akan melahirkan etos kerja yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, penceramah KH. Fikri Jainudin MZ dalam tausiah keagamaannya menekankan bahwa sholat merupakan tiang agama sekaligus cermin kualitas keimanan seorang muslim.

“Jika sholatnya baik dan dijaga dengan istiqamah, insya Allah akhlaknya akan baik, hidupnya tertata, dan persaudaraan di tengah masyarakat akan semakin kuat,” ujar KH. Fikri Jainudin MZ.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga sholat berjamaah sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun ketenangan dan keberkahan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)

Tanam Bambu di RTH Cisoka, Bupati Tangerang: Wujud Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Perkuat Identitas Daerah

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Kegiatan tersebut diikuti oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rabu (21/1/26).

Bupati mengatakan, penanaman bambu ini menjadi langkah awal pengembangan RTH berbasis bambu yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Pembangunan ruang terbuka hijau akan menjadi fokus pemerintah daerah di seluruh kecamatan.

“Alhamdulillah, sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan, kita fokus membangun ruang terbuka hijau di seluruh kecamatan. Hari ini kita mulai dari Kecamatan Cisoka dengan penanaman bambu di area yang telah dipersiapkan. Ke depan, kawasan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka publik untuk wisata, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Tangerang.

Ia menambahkan, pembangunan RTH bambu juga sejalan dengan prioritas pelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang. Bambu dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi ciri khas daerah.

“Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan daerah, khususnya pelestarian bambu yang merupakan ciri khas Kabupaten Tangerang. Bahkan bambu menjadi bagian dari identitas kita yang tertanam dalam logo Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menyampaikan bahwa bambu memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pihaknya optimis, dengan bambu sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif dapat berkembang dan menyejahterakan masyarakat

“Bambu merupakan sejarah, identitas, dan budaya Kabupaten Tangerang. Bahkan tertanam di dalam logo daerah. Hari ini kita bersepakat bahwa kejayaan bambu yang dahulu menjadi identitas kita harus dibangkitkan kembali,” ungkap Erwin.

Dia menjelaskan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.

“Saat ini sudah ada 17 varietas bambu. Setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana prasarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan musholla juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai elemen ruang terbuka hijau, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah harus hadir untuk menguatkan dan mengembangkan kembali ekonomi kreatif berbasis bambu karena ini adalah identitas sejarah dan budaya kita,

“Selain sebagai RTH, bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi ekonomi kreatif. Pada tahun 1920-an, topi bambu dari Kabupaten Tangerang sudah dikirim ke Eropa dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” ujarnya.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.

“Di tahun 2026 juga telah ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lainnya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, seluruh 29 kecamatan akan memiliki ruang terbuka hijau, dengan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” pungkasnya. (Red)

Tinjau Banjir di Desa Lemo, Bupati Tangerang Siapkan Langkah Konkret Penanganan

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Rabu (21/1/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa kunjungannya bersama Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, Camat Teluknaga, serta unsur Forkopimcam setempat merupakan wujud respons cepat atas aduan masyarakat terkait banjir yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir

"Ini adalah bentuk respond cepat dan tindak lanjut atas laporan warga Desa Lemo terkait banjir. Kita bersama turun langsung ke lapangan juga untuk melihat secara langsung kondisi yang ada dan mencari akar permasalahan penyebab banjir,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Selain meninjau kondisi wilayah terdampak, Bupati Tangerang bersama rombongan juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir di Desa Lemo sebagai bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.

Dia menandaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk menangani permasalahan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Hasil temuan di lapangan ini akan langsung kami tindaklanjuti. Besok kami akan memanggil pihak pengembang, mengumpulkan dinas-dinas terkait, serta melibatkan masyarakat untuk duduk bersama mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dia juga menambahkan bahwa aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan secara langsung tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan.

“Tadi kita sudah mendengar langsung keluhan masyarakat. Besok akan kita rapatkan dan kita putuskan langkah-langkah ke depan agar ke depan Desa Lemo tidak lagi menjadi wilayah langganan banjir,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

"Penanganan banjir ini tidak bisa dilakukan sendiri. Koordinasi dan sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar solusinya nanti bisa menyeluruh, efektif dan berkelanjutan. Kita akan terus perkuat itu demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat," pungkasnya. (Red)

Musrenbang Pasar Kemis 2027: Fokus Penguatan UMKM dan Pembangunan Berkelanjutan

TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Pasar Kemis secara resmi menetapkan arah pembangunan untuk tahun anggaran 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang digelar di Gedung Serba Guna Kecamatan Pasar Kemis, Rabu (21/1/2026). Forum ini menjadi momentum krusial dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan strategis Kabupaten Tangerang.

Camat Pasar Kemis, Nurhanudin mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran proses musyawarah yang telah dimulai dari tingkat desa dan kelurahan tersebut. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk anggota DPRD tingkat Kabupaten maupun Provinsi, dinilai memperkuat legitimasi aspirasi masyarakat yang masuk.

Sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku, Kecamatan Pasar Kemis telah mengerucutkan aspirasi warga menjadi 50 usulan prioritas. Usulan ini nantinya akan diperjuangkan dalam Forum Perangkat Daerah tingkat Kabupaten Tangerang.

"Kami mengajukan 50 usulan prioritas untuk masuk ke forum tersebut yang nantinya akan menjadi program kegiatan di perangkat daerah. Namun, usulan lain yang menjadi kewenangan kelurahan, desa, dan kecamatan juga kami usulkan," jelas Camat Pasar.

Senada dengan tema besar pembangunan tahun ini, yaitu optimalisasi sektor industri dan perdagangan serta pertahanan berkelanjutan, Camat menegaskan bahwa mayoritas usulan diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi lokal.

"Kami menekankan pada penguatan UMKM di Kecamatan Pasar Kemis. Mayoritas usulan kita utamakan bagaimana UMKM bisa lebih berdaya lagi, sehingga mereka mampu menjadi penunjang utama ekonomi di wilayah kita," tambahnya.

Menanggapi harapan masyarakat, Camat meminta warga untuk tetap optimis. Ia meyakinkan bahwa setiap aspirasi yang masuk akan diupayakan secara maksimal melalui sinergi dengan para legislatif (Dewan) di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Camat memaparkan bahwa pada tahun anggaran 2026, realisasi pembangunan di Pasar Kemis sangat signifikan.

"Tahun ini (2026) kegiatan yang terealisasi banyak sekali. Terlihat dari jumlah anggaran yang masuk ke Kecamatan Pasar Kemis mencapai hampir Rp60 miliar. Ini menunjukkan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat selama ini tidak sia-sia dan benar-benar diperjuangkan," tegasnya.

Ketua Forum UMKM Kecamatan Pasar Kemis, Rahayu, memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif para pelaku usaha dalam proses perencanaan ini. Menurutnya, tersedianya ruang promosi dan pameran produk unggulan selama acara berlangsung menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.

"Kami berharap hasil Musrenbang ini melahirkan program yang membuat UMKM lebih berdaya saing, sehingga pembangunan berjalan inklusif dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga," tutur Asyirah. (Red)

Page 3 of 242
Go to top