Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemkab Tangerang untuk memajukan dan menguatkan sektor pertanian dalam rangka mendukung pengembangan ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara Ngeriung Maesyal (NGEMAS) sekaligus berdialog langsung dengan masyarakat di Desa Mekar Jaya Kec. Sepatan, Jum'at (08/05/26)
"Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong pembangunan pertanian melalui peningkatan sarana dan prasarana, penguatan kelompok tani, pengembangan ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas infrastruktur pendukung pertanian," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia mengatakan bahwa kegiatan NGEMAS digelar dengan mengusung konsep Ngariung, yaitu kearifan lokal yang menekankan kebersamaan, musyawarah, dan silaturahmi antara seluruh unsur yang terlibat. Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
"Kita kumpul bersama dalam rangka ngariung bersama para kelompok petani dan masyarakat. Kami dari Pemda, dinas dan pak camat beserta muspikanya berkomunikasi langsung menekankan kebersamaan dan musyawarah terkait apa-apa saja yang diinginkan oleh kelompok petani agar lebih maju dan sejahtera," ujarnya
Dia menyebut kegiatan NGEMAS merupakan bagian penjabaran dari program Astacita Presiden RI, khususnya menyangkut program pembangunan pertanian yang harus terus didorong untuk mempercepat dan memperkuat tumbuh kembangnya roda perekonomian yang dimulai dari bawah
"Pembangunan pertanian harus didorong untuk mempercepat dan memperkuat tumbuh kembangnya roda perekonomian dari bawah, dari desa, kecamatan yang bisa meningkatkan pendapatan para petani," tandasnya
Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui OPD pada tahun 2026 terkait telah memprogramkan pendamlingan dan bantuan kepada para kelompok tani untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Bantuan tersebut di antaranya berupa penyeluran benih, bibit, pupuk, sarana penunjang pertanian dan beras untuk Intervensi Rentan Rawan Pangan Tahun 2026.
"Sebagian bantuan tersebut telah mulai disalurkan kepada masyarakat. Bantuan dari pemerintah daerah ini untuk merangsang kelompok tani agar bisa bercocok tanam, beternak sehingga mereka benar-benar produktif dan pandapatannya juga semakin meningkat," jelasnya
Menanggapi usulan petani terkait bantuan bibit tanaman jahe, bawang, tomat dan cabai, pihaknya bersama OPD terkait akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk dapat direalisasikan pada program bantuan selanjutnya
"Inilah menjadi bekal kami dalam rangka nanti untuk bisa membahas dan memberikan perhatian usulan kelompok tani. Mudah-mudahan apa diharapkan para petani ini secara bertahap bisa kita realisasikan nantinya," ujarnya
Di akhir dialog, dia juga mengajak masyarakat, khususnya para kelompok tani untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam rangka mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan sejahtera
"Mari kita terus memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan serta pembangunan daerah yang berkelanjutan," pungkasnya
Pada kegiatan tersebut Bupati Maesyal Rasyid memberikan santunan kepada anak yatim dan menyerahkan secara simbolis bantuan berupa bibit, pupuk dan traktor. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Proses pengadaan seragam Paskibra di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah pernyataan dari pelaku usaha UMKM konveksi terkait dugaan adanya permintaan fee dalam proyek tersebut.
Salah satu pelaku usaha konveksi lokal, Ubaidilah, mengaku keberatan atas adanya dugaan permintaan setoran proyek dengan nominal persentase yang dinilai cukup tinggi.
Menurut Ubaidilah, dugaan permintaan tersebut disebut mencapai 20 hingga 25 persen dari nilai pekerjaan.
“Ada pihak yang meminta setoran sampai 20 sampai 25 persen. Menurut saya itu cukup besar dan memberatkan pelaku usaha lokal,” ujarnya kepada awak media, Kamis (7/5/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya berharap proses pengadaan pemerintah dapat berjalan lebih terbuka dan memberikan ruang yang adil bagi pelaku UMKM daerah.
Di sisi lain, pihak pejabat terkait membantah adanya dugaan permintaan fee sebagaimana yang beredar.
Saat dikonfirmasi, seorang kepala bidang berinisial A di salah satu instansi Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa pengadaan seragam Paskibraka dilakukan menggunakan penjahit yang dinilai telah berpengalaman dan memenuhi standar nasional.
“Untuk Paskibraka, kami menggunakan penjahit yang memang sudah biasa dipakai dan dianggap memenuhi standar nasional,” ujarnya.
Terkait isu dugaan fee proyek, ia menegaskan tidak pernah menyampaikan ataupun meminta hal tersebut kepada pihak mana pun.
“Saya tidak pernah mengatakan soal itu. Bahkan sebelumnya kami pernah mendapat teguran dari Pak Sekda agar semua proses tetap sesuai aturan,” jelasnya. (asp)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Kota Tangerang bukan hanya kota industri modern. Kota ini berdiri di atas fondasi sejarah yang sangat panjang dan penuh akulturasi.
Dalam buku "Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang" karya Burhanudin, mengungkap fakta-fakta menarik mengenai transformasi wilayah Sukasari, Kali Pasir, hingga kawasan Pecinan yang menjadi saksi bisu perkembangan peradaban di timur Sungai Cisadane.
Buku tersebut menuliskan, nama Sukasari sebenarnya merupakan identitas baru yang lahir di era pascakemerdekaan. Nama ini diberikan oleh Bupati Tangerang, Amin Abdullah, pada periode 1952-1955.
Sebelum era tersebut, Sukasari merupakan pusat kota bagi warga Belanda di zaman kolonial, sementara wilayah sekitarnya seperti Sukabakti dulunya merupakan area perkebunan singkong.
"Tangerang bukan sekadar kota industri, ia adalah fondasi yang menyokong pembangunan Batavia di masa lalu. Jalur kereta api di Jalan Kisamaun dan pusat niaga di bantaran Cisadane adalah bukti nyata bahwa kota ini telah menjadi hub logistik dan akulturasi budaya sejak berabad-abad silam," ujar Burhanudin.
Ia juga menambahkan, warisan ini harus terus dirawat sebagai jati diri masyarakat.
"Pasar Lama dan tepian Sungai Cisadane adalah bukti nyata akulturasi yang hidup. Sejak pendaratan rombongan Halung di abad ke-15 hingga terbentuknya pusat niaga Cina Peranakan, kawasan ini telah menjadi hub niaga yang tidak hanya mempertukarkan komoditas, tetapi juga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas khas Tangerang hingga hari ini," tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut langsung kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) tingkat Provinsi Banten di Kampung KB Mawar, Desa Situ Gadung, Kecamatan Pagedangan, Kamis (07/05/26). Kehadiran tim ini merupakan tahap krusial setelah Desa Situ Gadung berhasil masuk dalam nominasi dua besar terbaik se-Provinsi Banten.
Soma menegaskan bahwa pencapaian Desa Situ Gadung merupakan representasi dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penguatan fungsi keluarga secara komprehensif.
"Hari ini kami mendampingi tim verifikasi dari Provinsi Banten. Kita patut berbangga karena Desa Situ Gadung terpilih menjadi salah satu kandidat unggulan dari dua desa yang mewakili Banten. Ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat desa berjalan dengan sangat baik," ujarnya.
Sekda juga memberikan apresiasi khusus terhadap inovasi pemberdayaan masyarakat yang diterapkan di lokasi tersebut, terutama program yang menyentuh sektor lansia produktif. Menurutnya, indikator keberhasilan sebuah Kampung KB terletak pada kemandirian dan keaktifan seluruh elemen warganya.
"Saya sangat terkesan dengan program Luna Maya (Lanjut Usia Masih Berkarya). Hal ini menunjukkan bahwa di Kampung KB Mawar ini, para lansia tetap memiliki ruang untuk berkarya dan produktif. Inovasi-inovasi seperti inilah yang menjadi nilai tambah bagi kesiapan desa kita di mata tim penilai," tegasnya.
Lebih lanjut, Sekda Soma menyatakan bahwa meskipun indikator penilaian mencakup aspek teknis yang cukup luas, Desa Situ Gadung telah menunjukkan kesiapan yang matang dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan. Ia berharap momentum ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi menjadi standarisasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tangerang.
"Rasanya desa ini sudah sangat siap dengan segala kesiapan yang ada. Kita doakan bersama agar Desa Situ Gadung mendapatkan hasil yang terbaik di tingkat Provinsi Banten, sehingga program Keluarga Berkualitas ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," pungkasnya.
Turut hadir mendampingi Sekda, antara lain Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Risma Maesyal Rasyid juga dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, jajaran Forkopimcam Pagedangan, serta tokoh masyarakat setempat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi meluncurkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Tanah Wakaf (GEMAPATAS TAWAF) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Yayasan Yabika Islamic School Kecamatan Jambe, Rabu (6/5/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa tanah wakaf memiliki peran penting, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tanah wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan umat. Wakaf tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi pilar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” ujar Bupati Maesyal
Ia juga menyoroti masih adanya tantangan dalam pengelolaan tanah wakaf, khususnya terkait batas fisik yang belum jelas dan administrasi yang belum tertata dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan konflik.
“Masih terdapat tanah wakaf yang belum memiliki batas fisik yang jelas dan belum terdokumentasi secara baik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik, sengketa, serta menghambat optimalisasi pemanfaatan aset wakaf,” jelasnya.
Bupati Maesyal mengapresiasi sinergi lintas instansi yang terlibat dalam pelaksanaan GEMAPATAS TAWAF. Gerakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan aset wakaf yang dimiliki dan memberikan kepastian hukum terhadap tanah wakaf di Kabupaten Tangerang.
“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, ATR/BPN, serta Badan Wakaf Indonesia yang telah menginisiasi gerakan ini sebagai langkah konkret,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan dengan tema “Wakaf Terpatok, Pahala Terpetik” ini sangat relevan dan mencerminkan pentingnya kejelasan batas serta legalitas tanah wakaf agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Ketika tanah wakaf telah memiliki batas yang jelas dan legalitas yang kuat, maka manfaatnya akan lebih terjaga dan dapat dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing melalui tata kelola aset wakaf yang profesional.
“Melalui penataan dan sertifikasi tanah wakaf yang baik akan mendorong kepastian hukum, memperkuat peran wakaf dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan, serta meningkatkan kontribusi wakaf dalam pembangunan daerah berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk nazhir, tokoh masyarakat, serta aparat wilayah untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program ini, termasuk dalam proses penetapan batas tanah.
“Penetapan batas harus melibatkan RT dan RW. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat diharapkan dapat membantu penentuan batas saat pengukuran oleh BPN guna mempercepat proses dan memastikan batas wilayah dengan tanah milik adat lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten Harison Mocodompis menegaskan bahwa percepatan sertifikasi tanah wakaf terus didorong melalui koordinasi lintas instansi yang intensif bersama BPN dan Kementerian Agama.
“Melalui koordinasi yang intensif ini, proses pensertifikatan tanah wakaf yang semula ditargetkan selesai dalam tiga tahun, kini diupayakan dapat dipercepat menjadi hanya satu tahun melalui pembuatan peta bidang tanah oleh BPN,” ujarnya.
Lanjutnya, ada sekitar 1.634 aset wakaf di Kabupaten Tangerang yang menjadi target sertifikasi. Untuk itu, para Kepala KUA dan para nazir juga mempunyai peran penting dalam pendaftaran serta penetapan Akta Ikrar Wakaf.
Diketahui, Kabupaten Tangerang menjadi role model pertama dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten dalam pelaksanaan program ini, dan diharapkan program ini dapat segera direplikasi dan disebarluaskan ke wilayah lain demi percepatan legalitas aset umat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Naskah Sambutan/Pidato dan Pendokumentasian Kegiatan Pimpinan di VEGA Hotel Gading Serpong, Rabu (06/05/26).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung kelancaran tugas pimpinan daerah.
Asisten Administrasi Umum, Firzada Mahalli, yang membuka acara tersebut menyatakan bahwa naskah sambutan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan representasi kebijakan dan wajah komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Demikian pula dengan pendokumentasian kegiatan pimpinan. Dokumentasi yang baik bukan hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi bagian dari akuntabilitas, transparansi, serta bahan evaluasi dan pembelajaran ke depan.
"Kualitas naskah sambutan dan dokumentasi sangat ditentukan oleh sinergi. Setiap perangkat daerah berperan penting dalam menyediakan data akurat dan informasi yang lengkap," tegas Firzada Mahalli dalam arahannya.
Ia mengatakan bahwa melalui forum ini, setiap peserta diharapkan mampu mengevaluasi alur kerja yang selama ini berjalan, mengidentifikasi hambatan, dan menemukan solusi yang lebih efektif. Dengan semangat belajar dan kolaborasi, diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih tertib, responsif, dan berorientasi pada hasil sehingga pelayanan publik menjadi semakin optimal.
"Mari kita gunakan kesempatan ini untuk menghadirkan komunikasi publik yang lebih berkualitas, jelas, dan berdampak. Penyampaian informasi yang tepat, lugas, dan mudah dipahami akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," tegasnya
Dia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh institusi dan masyarakat luas.
Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ahmad Hapid,
melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas, Badan, Bagian, RSUD, serta staf internal Bagian Prokopim.
"Bimtek ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Ayi Tejaningrum, yang membahas teknik penyusunan naskah dan diksi resmi pemerintahan, serta videografer Putra Ausa yang memberikan materi dokumentasi visual kegiatan pimpinan," jelasnya
Dia berharap dengan menghadirkan 2 narasumber tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun narasi yang baku dan mendokumentasikan kegiatan secara profesional
Ia juga mengatakan bahwa maksud kegiatan ini adalah memberikan pembekalan teknis agar peserta mampu menyusun naskah dan melakukan dokumentasi secara efektif, sistematis, dan profesional sesuai dengan regulasi keprotokolan yang berlaku.
"Melalui pelatihan satu hari ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dalam memproduksi naskah sambutan yang sesuai dengan karakteristik pimpinan serta menghasilkan dokumentasi yang akurat untuk kepentingan publikasi dan pelaporan pemerintah," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Prima Saras Puspa secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (6/5/2026).
Dengan tema "Sinergitas Gabungan Organisasi Wanita sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045", Prima menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya raker ini sebagai forum strategis untuk memperkuat harmonisasi, sinergitas, dan kiprah organisasi wanita.
"Peran perempuan, khususnya yang tergabung dalam GOW, sangat strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Perempuan tidak hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter," ujarnya.
Pemkab Tangerang memandang GOW sebagai mitra esensial dalam mendukung program prioritas daerah, termasuk peningkatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penurunan angka stunting, serta penguatan ekonomi keluarga dan UMKM berbasis perempuan.
Oleh karena itu, Prima mendorong agar hasil raker ini menghasilkan program kerja yang selaras dengan kebijakan pembangunan daerah, adaptif terhadap perkembangan zaman, berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, serta mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas organisasi, baik dari sisi manajemen, kepemimpinan, maupun pemanfaatan teknologi digital.
"Sinergi adalah kunci utama keberhasilan. Saya mengajak seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga kekompakan, serta membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan, ia yakin GOW Kabupaten Tangerang akan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Pelindung GOW Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa GOW harus menjadi wadah pemersatu yang mandiri, inovatif, dan berjiwa sosial.
"GOW hadir untuk meningkatkan kualitas sumber daya wanita agar mampu berkontribusi aktif bagi bangsa. Program-program kita diselaraskan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta visi-misi Bupati Tangerang dalam mempercepat pencapaian target pembangunan nasional," jelas Rismawati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan panitia penyelenggara Raker 2026. Rismawati berharap GOW dapat terus menjadi motor penggerak yang memperkokoh persatuan organisasi wanita di Kabupaten Tangerang.
"Semoga GOW Kabupaten Tangerang semakin bersinar, maju, dan kreatif, serta senantiasa menjadi organisasi wanita terdepan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera," pungkasnya.
Rapat kerja ini dihadiri oleh jajaran pengurus GOW dari berbagai organisasi wanita se-Kabupaten Tangerang, menandai komitmen bersama dalam membangun daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang inklusif. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Bank Sampah Unit Pusat Pemerintah (Pupem) Kabupaten Tangerang. Acara tersebut digelar di GSG Puspemkab Tangerang, Rabu (06/05/26)
Dalam sambutannya Wabup Intan mengatakan peresmian Bank Sampah Unit Puspem tersebut merupakan langkah nyata dan konkret dari komitmen bersama, bukan hanya sekedar membentuk kelembagaan namun juga membangun kesadaran dan perubahan perilaku penanganan sampah
"Ini bukan sekadar membentuk dan mengukuhkan kelembagaan, tetapi membangun kesadaran dan perubahan perilaku, dari yang sebelumnya membuang sampah, menjadi mengelola sampah," jelas Wabup Intan
Menurut dia, permasalahan sampah saat ini bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, tetapi telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, bahkan masa depan generasi kita. Bank sampah ini diharapkan menjadi role model perubahan perilaku yang dimulai dari lingkungan sendiri
"Melalui bank sampah, kita belajar bahwa sampah memiliki nilai. Tidak hanya nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial dan lingkungan. Dan yang lebih penting, bank sampah ini harus menjadi role model bagi masyarakat luas, bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri," ujarnya
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan terus mendorong implementasi Program KURASAKAN (Kurangi Sampah Kantor) sebagai upaya membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah di lingkungan perkantoran. Ia juga menandaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan sistem angkut dan buang, tetapi harus dimulai dari sumbernya.
"Saya berharap keberadaan Bank Sampah Unit Puspem ini dapat mengurangi volume sampah secara signifikan, mendorong terciptanya budaya memilah sampah di lingkungan ASN dan masyarakat, serta mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan," tandasnya
Dia mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang beserta jajaran, khususnya bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, yang terus mendorong inovasi dan implementasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan
"Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal yang berkelanjutan. Karena keberhasilan bank sampah tidak diukur dari peresmiannya, tetapi dari konsistensi dan dampak nyata yang dihasilkan," ajaknya
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ujat Sudrajat mengungkapkan bahwa unit bank sampah merupakan salah satu upaya pengelolaan sampah yang komprehensif berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Dia menyebut keberadaan bank sampah ini telah memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi timbunan sampah
"Jumlah bank sampah di Kabupaten Tangerang tahun 2025 mencapai sekitar 187 bank sampah, tetapi kalau yang sudah berdiri, akhir-akhir ini lebih dari 200 yang akan terus kita tambah legalitasnya," ungkapnya
Lanjut dia, ada 7 unit bank sampah di lingkungan pusat pemerintahan yang diresmikan, yaitu Bank Sampah Bersahaja, Bank Sampah Resik Asik, Bank Sampah Saber, Bank Sampah Sagude, Bank Sampah Sikat Bersih dan Bank Sampah Solid
"Tujuh (7) unit bank sampah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang ini diharapkan menjadi contoh dalam pengolahan sampah di lingkungan perkantoran. Kita ingin mendorong perubahan perilaku khususnya bagi ASN untuk mulai memilah sampah dan berpartisipasi aktif sebagai nasabah bank sampah," jelas Ujat
Pada acara tersebut juga dilakukan ikrar bersama segenap pengurus Bank Sampah Unit Puspem Kab. Tangerang yang berkomitmen melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sebagai upaya pengelolaan sampah yang transparan, partisipatif dan berkelanjutan. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Job Fair Edufair kembali hadir bagi seluruh alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Tangerang. Job Fair Edufair akan berlangsung besok, Rabu, 6 Mei 2026 di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Assyakirin Pinang, Kota Tangerang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan menuturkan, Pemkot Tangerang bekerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Global Mandiri menyelenggarakan Job Fair Edufair sebagai kesempatan para pencari kerja khususnya dari kalangan alumni SMA/SMK dan sederajat mencari lowongan pekerjaan bahkan melakukan wawancara (walk in interview) secara langsung.
“Kami mengajak semua lulusan SMA/SMK dan sederajat se-Kota Tangerang yang sedang mencari lowongan pekerjaan bisa hadir untuk meramaikan Job Fair Edufair besok. Apalagi Job Fair Edufair ini dibuka dengan tanpa pungutan biaya apapun atau gratis,” ujar Ujang, Selasa (5/5/26).
Berdasarkan informasi terkini, Job Fair Edufair tersebut akan menghadirkan sejumlah perusahaan ternama di berbagai sektor pekerjaan seperti FIF Group, SIM Group, Cantik Group, Indomart, Alfamart, Permodalan Nasional Madani (PNM), Rapid Teknologi, Eternal Kreasi, dan sebagainya dengan lebih dari 300 lowongan pekerjaan.
“Tidak hanya informasi lowongan pekerjaan dari sejumlah perusahaan yang disediakan, Job Fair Edufair kali ini membuka stand layanan dari sejumlah kampus seperti Universitas Mercu Buana, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) dan masih banyak yang lainnya untuk menyediakan informasi beasiswa dan jalur masuk yang bisa dimanfaatkan para lulusan SMA/SMK di Kota Tangerang,” tambahnya.
Selain itu, informasi selengkapnya bisa dilihat melalui laman media sosial Instagram @tangerangkota dan @disnaker_kotatangerang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyerahkan secara simbolis peralatan usaha kepada para Wira Usaha Baru (WUB) sekaligus membuka kegiatan pembekalan kewirausahaan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang di Balai Latihan Kerja (BLK) Jayanti, Selasa (5/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam membuka akses pelatihan kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Di BLK Jayanti ini ada sekitar 142 peserta yang sedang mengikuti pelatihan. Kami juga telah bekerja sama dengan pihak perusahaan untuk membuka kesempatan pemagangan. Selama satu bulan, peserta bisa belajar langsung di perusahaan dengan jaminan transport dan uang saku,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Ia menambahkan, program pemagangan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi peserta untuk bisa direkrut sebagai karyawan tetap, apabila mampu menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kinerja yang baik selama masa magang.
Bupati menegaskan bahwa keberadaan BLK, baik di Jayanti maupun di Jati Mulya, Kosambi, menjadi sarana strategis dalam menyiapkan tenaga kerja, sesuai dengan kebutuhan industri yang dibutuhkan. Berbagai jenis pelatihan disediakan, mulai dari servis AC, otomotif (motor dan mobil), forklift, tata boga, menjahit, hingga barista.
“Tidak semua bisa terserap di perusahaan karena keterbatasan kapasitas. Oleh karena itu, kami juga dorong lahirnya wirausaha baru. Setelah pelatihan, mereka langsung kami fasilitasi dengan peralatan usaha agar bisa segera berproduksi dan memperoleh penghasilan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Tenaga Kerja menargetkan sebanyak 1.700 peserta mengikuti program pelatihan, dengan 608 orang di antaranya merupakan Wira Usaha Baru (WUB). Jumlah tersebut direncanakan akan terus ditingkatkan pada tahun mendatang.
“Program ini juga bertujuan menekan angka pengangguran dan kemiskinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ini bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, dalam laporannya menyampaikan bahwa program WUB merupakan bagian dari strategi perluasan kesempatan kerja yang berfokus pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Lanjut dia, pada tahun 2026, telah dibentuk sekitar 608 WUB yang terbagi dalam 38 angkatan dengan berbagai bidang usaha, seperti menjahit garmen, bengkel otomotif, las listrik, instalasi listrik, servis AC, tata rias, barista, serta sektor kuliner seperti bakery, tempe, dan sate bandeng.
“Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pelatihan teknis dan kewirausahaan di BLK, pembekalan dan motivasi usaha, serta pemberian bantuan peralatan usaha,” terang Rudi.
Pihaknya berharap melalui program ini, para peserta mampu mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan pendapatan, serta menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan masing-masing.
Pada kegiatan tersebut, pembekalan kewirausahaan diikuti oleh 144 peserta. Selain membuka kegiatan, Bupati juga menyerahkan bantuan peralatan usaha secara simbolis kepada 12 kelompok WUB yang berasal dari enam kecamatan, yaitu Balaraja, Sukamulya, Gunung Kaler, Kronjo, Kresek, dan Sindang Jaya. (Red)