Ubah Citra Bertani Jadi Keren, Kabupaten Tangerang Gencarkan Sistem Integrated Farming

TANGERANG, lensafokus.id - Upaya mencetak generasi baru petani modern terus diperkuat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang resmi menggelar Pelatihan Integrated Farming (Pertanian Terpadu) bagi para Petani Milenial di areal lahan Taruna Tani Al Prakarsa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (5/6/2026).

Pelatihan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendorong regenerasi sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui keterlibatan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi pertanian modern. 6

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Endang Setiawan menegaskan bahwa kegiatan yang berpusat di Desa Margasari ini bukan sekadar pelatihan musiman, melainkan sebuah proyek percontohan (pilot project) strategis yang dipersiapkan matang untuk masa depan agribisnis daerah.

"Pelatihan di Kantor Taruna Tani Milenial Kecamatan Tigaraksa ini adalah pilot project kita. Kami ingin membangun sebuah model pertanian modern yang sukses terlebih dahulu di sini. Ke depan, konsep ini akan menjadi percontohan dan kiblat yang siap direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Endang menambahkan, pemilihan konsep integrated farming dinilai sangat tepat bagi petani milenial karena menawarkan solusi keterbatasan lahan lewat efisiensi tinggi, di mana sektor pertanian, peternakan, dan perikanan saling menyokong dalam satu ekosistem zero waste (tanpa limbah).

Dalam arahannya, ia juga menyoroti tantangan besar sektor pertanian saat ini, yaitu penurunan jumlah petani usia produktif dan kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Kabupaten Tangerang.

"Kami optimistis, lewat tangan-tangan kreatif petani milenial yang dibekali ilmu integrated farming ini, citra pertanian akan naik kelas. bertani itu keren, canggih, dan sangat menjanjikan secara ekonomi. Dari Tigaraksa, kita bawa semangat baru ini ke seluruh pelosok Kabupaten Tangerang," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Taruna Tani Milenial Al-Prakasa, Satria Gusputra, membagikan kisah inspiratif di balik terbentuknya kelompok tani tersebut. Satria yang memiliki latar belakang sebagai pekerja korporat memilih untuk resign dan menenangkan diri (cooling down) sebelum akhirnya terjun total ke dunia pertanian.

"Awalnya orang-orang menganggap saya agak stres. Enak-enak kerja kantoran, tiba-tiba malah pergi ke kebun. Namun, saya melihat desa ini memiliki banyak potensi lahan tidur yang bisa digarap, terlebih pemerintah sedang gencar menggalakkan swasembada pangan," katanya.

Selain potensi lahan, Satria juga tergerak oleh keprihatinan sosial terhadap maraknya kasus pemuda yang terjerumus ke dalam lingkaran judi online hingga narkoba akibat dampak negatif media sosial. Ia pun bertekad merangkul mereka untuk produktif kembali lewat jalur pertanian.

Pada satu tahun pertama, Satria berjuang sendiri dengan mengajak dua orang pemuda setempat. Secara perlahan, ia berusaha mengubah pola pikir mereka tentang profesi petani. Langkahnya mendapat titik terang setelah berkonsultasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Pak Liswan.

"Respons dari Pak Liswan sangat positif. Beliau langsung datang membantu membentuk kelompok kami hingga akhirnya kami resmi terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan)," jelasnya.

Meski saat ini alat pertanian yang digunakan oleh kelompoknya sebagian besar masih manual, Satria sudah menatap masa depan pertanian desa dengan visi yang futuristik.

"Harapan ke depan, konsep pertanian modern yang kami rancang bisa berjalan sepenuhnya. Kami ingin menerapkan sistem pertanian berbasis digitalisasi dan serba otomatis, di mana teknologi internet (Internet of Things) yang akan bermain dan mengendalikan sistem di lahan kami," tutup Satria. (Red)

Jangan Panik, Ini Cara Cek PIN SPMB Kota Tangerang Jika Belum Masuk ke WhatsApp

Tangerang, lensafokus.id - Sejumlah calon peserta didik baru dan orang tua di Kota Tangerang mungkin masih menunggu PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang digunakan untuk melanjutkan proses pendaftaran sekolah.

Namun, jika PIN belum diterima melalui WhatsApp, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan terlebih dahulu melakukan pengecekan data yang telah didaftarkan.

“Salah satu penyebab PIN belum diterima adalah adanya perbedaan antara nomor WhatsApp yang digunakan saat ini dengan nomor yang didaftarkan ketika membuat akun SPMB,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar, Kamis (4/6/26).

“Karena itu, calon peserta didik maupun orang tua perlu memastikan kembali nomor telepon yang tercantum pada data pendaftaran,” tambahnya.

Ia menjelaskan, untuk mengetahui PIN SPMB, masyarakat dapat mengakses laman praspmb.tangerangkota.go.id dan memilih menu “Lihat Data”. Melalui fitur tersebut, informasi data pendaftaran termasuk PIN dapat dilihat secara mandiri tanpa harus menunggu pesan WhatsApp.

“Selain itu, layanan informasi juga tersedia melalui WhatsApp di nomor 0811-1342-488. Masyarakat cukup mengirimkan pesan dengan kata kunci ‘info pin spmb’ untuk mendapatkan informasi terkait PIN yang dibutuhkan,” tutur Wahyudi.

Dinas Pendidikan Kota Tangerang mengimbau para orang tua dan calon peserta didik untuk secara berkala memantau pesan WhatsApp yang terdaftar serta memastikan nomor yang digunakan masih aktif. Langkah ini penting agar seluruh informasi terkait proses SPMB dapat diterima dengan baik.

“Masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru membuat akun baru apabila PIN belum diterima. Sebaiknya lakukan pengecekan terlebih dahulu melalui fitur yang telah disediakan untuk menghindari kesalahan data dan kendala dalam proses pendaftaran,” atanya.

Dengan berbagai kemudahan layanan digital yang tersedia, proses SPMB Kota Tangerang diharapkan dapat berjalan lebih lancar, cepat dan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi yang dibutuhkan. (Red)

Wabup Intan Ajak Masyarakat Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah, sehat dan nyaman bagi para lanjut usia (Lansia)

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri acara Bakti Sosial (Baksos) yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) RI dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di LKS Husnul Khotimah Islamic Village Kec. Kelapa Dua, Kamis (04/06/26)

"Mari kita hadirkan lingkungan yang penuh kasih sayang, penghormatan dan perhatian bagi para lanjut usia, karena sesungguhnya cara kita memperlakukan orang tua hari ini adalah cerminan masa depan yang sedang kita bangun untuk generasi berikutnya," ujar Wabup Intan

Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI yang telah memilih Kabupaten Tangerang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan bakti sosial dalam rangka HLUN.

Dia menyebut bahwa kegiatan baksos tersebut merupakan bukti nyata bahwa kepedulian kepada para lanjut usia bukan hanya tanggung jawab keluarga tapi juga tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh elemen bangsa.

"Hari Lanjut Usia Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan kita semua bahwa para lansia adalah sumber kebijaksanaan pengalaman dan teladan kehidupan mereka telah memberikan kontribusi besar dalam membangun keluarga masyarakat hingga bangsa dan negara," ungkapnya

Dia menambahkan sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tangerang yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya menghadirkan berbagai program yang ramah lansia baik melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi maupun kegiatan sosial kemasyarakatan yang mendukung kualitas hidup para lanjut usia.

"Sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan perlindungan serta pelayanan terbaik agar para lansia dapat menjadi masa tuanya menjalani masa tuanya dengan sehat, mandiri, aktif dan bermartabat," imbuhnya

Pihaknya berharap kegiatan bakti sosial tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial, mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong, khususnya dalam rangka memberikan perhatian kepada para lansia

"Kepada para lansia yang hadir pada kesempatan hari ini, kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian serta perjuangan yang telah diberikan selama ini. Semoga bapak dan ibu senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan serta keberkahan dalam menjalani kehidupan," pungkasnya

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono yang juga hadir langsung menyampaikan bahwa kegiatan baksos tersebut merupakan rangkaian dari peringatan HLUN, yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan dan dipusatkan di Kupang dan Kabupaten Ende Provinsi NTT.

"Kegiatan hari ini adalah salah satu bagian kelanjutan dari peringatan Hari Lanjut Usia Nasional. Kemensos bekerjasama dengan para pihak menyelenggarakan bakti sosial di LKS Islamic Village," jelas Agus

Lanjut dia, bakti sosial tersebut merupakan upaya dari pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan sosial, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan hak dasar masyarakat. Pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung aktivitas sehari-hari termasuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan keluarga

"Kementerian Sosial terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih dekat, baik itu dalam bentuk bantuan sosial, atensi intervensi maupun penyelenggaraan sekolah rakyat sebagai wujud nyata kehadiran negara," tandasnya. (Red)

Inovasi Bank Air dan Tol Air Raih Dukungan Penuh STIK Polri, MoU Segera Ditandatangani

JAKARTA SELATAN, lensafokus.id – Sebuah terobosan inovatif di bidang pengelolaan sumber daya air nasional mendapat angin segar. Gagasan Bank Air dan Tol Air yang digagas inovator nasional Sudirman Indra menuai respons positif dari jajaran pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Kampus STIK, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong lahirnya kolaborasi antara dunia inovasi dan institusi negara guna menjawab tantangan ketahanan air nasional di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Sudirman Indra didampingi oleh Dr. Sofian Tjandra, Ph.D, yang turut memaparkan konsep, urgensi, serta potensi besar dari program Bank Air dan Tol Air sebagai solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sumber daya air di Indonesia.

Paparan tersebut disampaikan langsung di hadapan Rektor STIK Polri, Irjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., serta Komjen Pol Prof. Dr. Chryshanda Dwilaksana, M.Si.

IMG 20260603 235524

Dr. Sofian Tjandra menjelaskan bahwa konsep Bank Air dan Tol Air dirancang untuk menjadi instrumen strategis dalam menjaga ketersediaan air, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat ketahanan nasional di tengah ancaman krisis air yang semakin nyata.

“Inovasi ini bukan sekadar gagasan, tetapi sebuah solusi yang dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya air nasional secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Paparan tersebut mendapat sambutan hangat dari jajaran pimpinan STIK Polri. Baik Irjen Pol Eko Rudi Sudarto maupun Komjen Pol Chryshanda Dwilaksana menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap inovasi yang dinilai memiliki nilai strategis bagi kepentingan bangsa.

Dukungan tersebut bahkan akan ditindaklanjuti melalui kerja sama resmi antara STIK Polri dan tim inovator.

“Sebagai bentuk tindak lanjut, STIK dan tim inovator sepakat untuk segera melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam waktu dekat,” ungkap Dr. Sofian Tjandra.

Rencana penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal menuju sinergi yang lebih luas dalam pengembangan konsep Bank Air dan Tol Air, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset, kajian akademik, hingga implementasi program di berbagai daerah.

Kolaborasi antara inovator dan STIK Polri ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan solusi strategis untuk menjaga masa depan sumber daya air Indonesia. (Asp)

Wabup Perkuat POSBAKUM untuk Masyarakat Desa Kecamatan Tigaraksa

Tangerang, lensafokus.id – Kecamatan Tigaraksa menggelar penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi "Penguatan Pos Bantuan Hukum dalam Pelayanan Hukum Masyarakat Desa" Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, (03/06/2026) di Gedung Serba Guna Kecamatan Tigaraksa. Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah nyata untuk memperkuat pelaksanaan dan efektivitas Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang saat ini telah terbentuk di seluruh wilayah kerja Kecamatan Tigaraksa.

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, hadir langsung untuk membuka acara secara resmi sekaligus memberikan arahan strategis terkait pentingnya pemerataan akses hukum bagi segenap warga. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi keberadaan Posbakum tingkat desa yang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

"Mudah-mudahan Pos Bantuan Hukum ini bisa berguna untuk masyarakat, terutama yang ada di desa dan di Kecamatan Tigaraksa, supaya mereka bisa mendapatkan bantuan hukum dan juga tidak terjadi masalah-masalah yang krusial di desa maupun di kecamatan," ujarnya saat memberikan keterangan resmi di lokasi acara.

Sementara itu, Camat Tigaraksa, Bapak Cucu Abdurrosyied, menyampaikan rasa syukur atas komitmen seluruh desa dan kelurahan yang kini telah memiliki pos bantuan hukum masing-masing. Kehadiran Posbakum ini dinilai menjadi tonggak penting dalam mendekatkan pelayanan konsultasi hukum kepada masyarakat.

"Hari ini adalah penguatan pelaksanaan penyelenggaraan dari pendampingan hukum, termasuk dari konsultasi. Acara ini sangat bermanfaat, karena juga hadir narasumber baik dari Kanwil Kemenkumham, TNI, Polri, DPMPD, serta dari organisasi bantuan hukum yang merupakan kecamatan binaannya," ungkap Cucu Abdurrosyied.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut diikuti secara antusias oleh perwakilan dari 12 desa dan 2 kelurahan se-Kecamatan Tigaraksa. Masing-masing desa dan kelurahan mengirimkan 10 orang utusan yang terdiri dari unsur perangkat desa/kelurahan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para paralegal yang aktif mengabdi di wilayah Tigaraksa.

"Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, kegiatan menghadirkan lima narasumber ahli di bidangnya. Materi yang dipaparkan meliputi peran strategis Posbakum dalam mendukung ketahanan bangsa oleh Kasdim 0510/Tigaraksa Mayor Inf. Windra Sanur, peran paralegal oleh Kakanwil Kemenkumham Banten Dr. Pagar Butar Butar, perlindungan hukum oleh Kapolsek Tigaraksa AKP I Made Artana, mekanisme pendampingan oleh Ketua YLBHAS Abdul Khoir, serta tertib administrasi desa oleh Kabid Adpemdes DPMPD Ibu Desy Natalia," jelasnya.

Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied berharap melalui penguatan Posbakum dan pelaksanaan sosialisasi tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga bantuan hukum dapat terus berjalan beriringan. Serta upaya kolektif ini diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang melek hukum demi terwujudnya lingkungan desa yang aman, tertib, dan kondusif.

"Kami berharap pembekalan ini mampu menstimulus kesadaran hukum yang lebih masif pada masyarakat sehingga masyarakat Tigaraksa semakin mantap jasa dan Tangerang semakin gemilang," harapnya. (Red)

Bupati Tangerang Gerak Cepat, RTLH di Jayanti Langsung Dibangun

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau kondisi Rumah Tidak Layak hlHuni (RTLH) milik Herman, warga Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Selasa (2/6/26).

Kedatangan Bupati Measyal Rasyid tersebut didampingi Camat Jayanti, pemerintah desa, petugas kesehatan, serta sejumlah pihak yang turut membantu penanganan kondisi Herman yang hidup seorang diri tanpa istri dan anak. Saat melihat langsung kondisi tempat tinggal Herman yang berdiri di atas lahan milik perusahaan, Bupati menilai perlu adanya langkah cepat agar Herman memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat.

"Saya tadi pagi mendapat informasi bahwa ada warga yang memerlukan perhatian pemerintah daerah. Setelah kami lihat langsung, memang harus segera kita bangunkan rumah yang layak huni. Alhamdulillah, kakaknya, Ibu Ela, telah mengikhlaskan sebagian lahannya untuk dibangun rumah bagi Pak Herman," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, lahan seluas 4 x 6 meter yang disediakan keluarga menjadi solusi agar Herman bisa memiliki tempat tinggal permanen yang legal dan lebih layak. Rencananya pembangunan rumah tersebut akan dilakukan secara gotong royong berbagai pihak dengan dukungan material dan tenaga kerja yang telah disiapkan.

Bupati menegaskan bahwa proses pembangunan rumah tersebut tidak akan ditunda. Bahkan, di hari yang sama telah dilakukan persiapan pencarian tenaga tukang serta pemesanan material bangunan.

"Hari ini sudah dicari tukangnya dan material juga langsung dipesan. InsyaAllah besok pembangunan sudah dimulai. Kita ingin Pak Herman segera memiliki rumah yang layak huni dan sehat," tegasnya.

Selain memperhatikan kondisi tempat tinggal, Bupati juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan Herman yang diketahui mengalami keluhan pada bagian kaki dan pinggang.

Petugas dari Puskesmas setempat yang turut hadir diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Dan apabila diperlukan penanganan lanjutan, pihaknya akan memberikan rujukan ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih optimal.

"Kesehatannya juga harus diperhatikan. Tadi sudah ada petugas kesehatan yang hadir. Jika memang perlu pemeriksaan lebih lanjut atau rujukan, akan langsung kita fasilitasi ke rumah sakit agar beliau bisa sehat dan tinggal dengan nyaman," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama warga kurang mampu yang menghadapi persoalan tempat tinggal dan kesehatan.

"Kita ingin memastikan tidak ada warga yang luput dari perhatian. Pemerintah harus hadir, melihat langsung kondisi masyarakat, dan memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan," pungkasnya. (Red)

Bupati Tangerang Apresiasi Pembangunan Sarana Ibadah dan Asrama Pondok Pesantren oleh Danrem 052/Wijayakrama

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menghadiri acara peresmian rehab panti asuhan Pondok Pesantren Darussalamah Assalimah Kecamatan Legok yang dilakukan langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Faizal Rizal bersama jajaran Dandim dan Kasrem, Senin (01/06/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Korem 052/Wijayakrama dan seluruh jajarannya atas kepedulian dan partisipasi aktifnya dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang sarana ibadah

"Kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Danrem, Pak Jenderal, beserta Pak Dandim dan Pak Kasrem yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap sarana ibadah di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan jajaran TNI dan Polri dalam menyukseskan program pembangunan daerah, khususnya program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan sarana keagamaan.

"Ini adalah bentuk sinergi dan kolaborasi bersama. TNI tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga memberikan bantuan sosial berupa sembako dan perlengkapan asrama seperti kasur untuk para santri. lni juga bukti nyata bahwa TNI betul-betul hadir, memperhatikan masyarakat, dan menyentuh langsung kebutuhan pokok di wilayah kita," ungkapnya

Ia memandaskan bahwa langkah nyata Korem 052/Wijayakrama tersebut sangat sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang secara rutin setiap tahunnya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sanitasi pondok pesantren (Sanitren).

"Mulai tahun anggaran mendatang, Pemkab Tangerang akan menambah porsi bantuan tersebut. Tidak hanya berfokus pada sanitasi, pemerintah daerah juga akan menganggarkan pembangunan fisik asrama pondok pesantren bagi yang memiliki kesiapan lahan," jelasnya

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa kolaborasi dan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah tersebut merupakan bentuk penjabaran dan pelaksanaan nyata dari Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Perhatian dan kepedulian yang besar terhadap pondok pesantren dan sarana pendidikan merupakan pondasi utama dalam mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Bapak Presiden Prabowo terus konsisten memperhatikan masyarakat bawah. Melalui peningkatan sarana pesantren ini, kita sedang membangun SDM yang memiliki dua topangan utama yaitu pondasi pendidikan agama yang kuat dan pendidikan umum yang bermutu. Supaya barudak urang pada pinter engkena (supaya anak-anak kita pintar semua kedepannya)," tambahnya.

Ia juga menjabarkan bahwa program-program pusat lainnya seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, ketahanan pangan, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan terus dikawal secara bersama-sama melalui kolaborasi harmonis antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan unsur masyarakat.

Di akhir sambutannya, Moch. Maesyal Rasyid mengucapkan selamat kepada pimpinan Pondok Pesantren Darussalamah Asalim agar fasilitas asrama, sanitasi, yang telah disediakan oleh jajaran TNI ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya demi kenyamanan ibadah dan belajar para santri. (Red)

Bupati Tangerang Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Pancasila

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin (01/06/26).

Upacara tersebut diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen daerah lainnya.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, semangat kebangsaan harus terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Tangerang.

“Semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi energi bersama dalam memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Tangerang,” tegas Bupati Maesyal.

Lanjut dia, kehadiran jajaran Forkopimda, ASN, TNI, dan Polri dalam upacara tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan Menurutnya, kebersamaan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa Pancasila masih menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat tersebut harus terus dikumandangkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita semua menjalankan amanah dari Pemerintah Pusat dengan memastikan nilai-nilai dan norma-norma Pancasila terus dikumandangkan di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam menjalankan tugas dan kehidupan bermasyarakat. Karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila harus terus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.

“Sebagaimana kita tahu bahwa Pancasila adalah dasar negara dan pegangan hidup kita dalam menjalankan tugas sehari-hari. Upaya yang terus menerus dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, khususnya di Kabupaten Tangerang, sangat diperlukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberagaman yang ada di Kabupaten Tangerang harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan. Nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati perlu terus dijaga agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan kondusif.

“Dengan Pancasila, kita hidup, duduk, berdiri dan juga menjalankan tugas bersama-sama. Dengan nilai-nilai Pancasila, kita pelihara, kita abadikan. Nilai-nilai Pancasila untuk toleransi juga terus kita kedepankan,” tegasnya.

Bupati Maesyal juga menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam pelayanan publik yang semakin baik. Dia juga tidak menutup mata bahwa Pemkab Tangerang masih memiliki berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menjawab harapan masyarakat.

“Pastinya, banyak PR yang harus kita kerjakan sebagai implementasi atau penjabaran dari nilai-nilai Pancasila terhadap kepentingan harapan masyarakat Kabupaten Tangerang. Untuk itu, kita jalankan dan kita tingkatkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, serta kapasitas kita sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya. (Red)

PPSP Rayakan HUT Ke-19, Kebersamaan dan Kekompakan Ditegaskan sebagai Fondasi Utama Organisasi

JAKARTA, lensafokus.id – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Paguyuban Perantau Siantan Pontianak (PPSP) yang digelar di Jakarta, Minggu (31/5/2026). Ratusan anggota dan keluarga besar perantau asal Siantan, Pontianak, Kalimantan Barat, hadir dalam kegiatan yang berlangsung meriah dan sarat makna tersebut.

Mengusung tema “Kebersamaan dan Kekompakan Adalah Fondasi Utama PPSP”, perayaan HUT ke-19 menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam menjaga persatuan di antara para perantau.

Ketua Umum PPSP, Agus Musalim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh anggota serta tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

Menurutnya, perjalanan PPSP selama 19 tahun tidak terlepas dari peran aktif seluruh anggota yang senantiasa menjaga rasa kekeluargaan dan solidaritas.

“Kami berdiri kokoh selama 19 tahun bukan karena hebatnya pengurus, tetapi karena kebersamaan dan kekompakan seluruh keluarga besar PPSP. Inilah fondasi utama kami. Tanpa itu, PPSP tidak akan mampu bertahan dan berkembang hingga hari ini,” ujar Agus Musalim disambut tepuk tangan para hadirin.

Perayaan HUT ke-19 PPSP juga semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh dan pejabat pemerintah, di antaranya Prof. Darmadi Durianto dan Sumberanto Tjitra. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap eksistensi PPSP sebagai wadah pemersatu masyarakat perantau asal Kalimantan Barat yang berada di Jakarta dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, kedua tokoh tersebut mengapresiasi peran PPSP yang selama ini aktif membangun solidaritas, menjaga nilai-nilai budaya daerah, serta menjadi jembatan komunikasi bagi para perantau.

Selain rangkaian sambutan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan bernuansa budaya Pontianak, ramah tamah antaranggota, serta doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke-19 tahun.

Momentum perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekompakan dan rasa persaudaraan merupakan modal utama bagi PPSP dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Di usia yang ke-19, PPSP menegaskan komitmennya untuk terus menjadi rumah kedua bagi para perantau Siantan Pontianak, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi anggota dan masyarakat.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-19 PPSP. Semoga semakin solid, semakin maju, dan terus menjadi wadah pemersatu yang membawa manfaat bagi sesama. (Red)

Kolaborasi Kemensos-Pemkab Tangerang: 66 Warga Jalani Operasi Katarak Gratis dengan Teknik Modern

TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke 118 yang mengusung tema "IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera", Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Sentra Mulia Jaya Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Wilayah Banten menggelar aksi kemanusiaan.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Bakti Sosial Operasi Mata Katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang pada Minggu, 31/05/2026.

Kegiatan Baksos ini ditujukan bagi penderita katarak yang masuk dalam kriteria Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Desil 1 sampai 5. Pada pelaksanaan kali ini, tercatat sebanyak 66 pasien katarak hadir untuk mendapatkan tindakan medis.

Kepala Sentra Mulia Jaya Jakarta, Siti Indriasari Oktaviana, menjelaskan bahwa operasi katarak ini merupakan bagian dari wujud nyata kepedulian sosial pemerintah pusat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah demi menyejahterakan masyarakat.

"Kegiatan sosial ini sangat beragam, dan khusus operasi katarak, kami bekerja sama erat dengan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang untuk menyaring penerima manfaat yang tepat sasaran, dari Desil 1 hingga Desil 5, yang membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN," ujar Siti Indriasari.

Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, dr. Endang Widyastiwi, menyampaikan kesiapan penuh pihak rumah sakit dalam memfasilitasi bakti sosial ini. Pihak RSUD menyediakan empat kamar operasi dan mengerahkan tim dokter spesialis mata serta perawat mata dengan kapasitas ruangan sekitar 80 pasien.

RSUD Kabupaten Tangerang juga tetap membuka pelayanan pada hari libur untuk melakukan pemeriksaan pasca operasi (post operative care) guna memastikan kondisi pasien pasca-tindakan dalam keadaan baik dan sehat.

Sementara itu, Ketua Perdami Banten, Dr. Darmawan M Sophian, menyatakan bahwa bakti sosial ini merupakan komitmen berkelanjutan Perdami untuk memberantas kebutaan akibat katarak di wilayah Banten. Dalam operasi kali ini, tim medis menggunakan teknologi terbaru yang meminimalisir sayatan dan mempercepat proses penyembuhan pasien.

"Pada operasi kali ini, kami menggunakan teknik Phacoemulsification (fakoemulsifikasi). Teknik ini merupakan metode operasi modern dengan luka minimal, tanpa jahitan yang menyulitkan, proses tindakan yang cepat, serta masa penyembuhan yang jauh lebih singkat. Hal ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup para pasien secara signifikan agar mereka bisa kembali melihat dengan jelas dan mandiri," jelas Darmawan.

Ia juga menambahkan bahwa Perdami Banten menurunkan lebih dari 10 dokter spesialis mata untuk memastikan kelancaran bakti sosial ini. Seluruh pasien yang telah menjalani operasi akan mendapatkan pengawasan medis berkala, dimulai dari pemeriksaan H+1 pasca operasi di RSUD, hingga pemeriksaan H+7 yang akan diarahkan ke fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat dari domisili masing-masing pasien.

Sebagai bentuk perhatian lebih, Kemensos juga memberikan bingkisan bagi para pasien yang pulang setelah dinyatakan stabil oleh tim dokter.

Kesan mendalam turut dirasakan oleh para penerima manfaat. Sopian, salah satu pasien asal Kecamatan Cisoka, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas terselenggaranya program ini. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan operasi gratis ini.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali dengan adanya operasi katarak gratis ini. Selama ini penglihatan saya sudah sangat terganggu untuk beraktivitas. Alhamdulillah, pelayanannya cepat, dokternya ramah, dan semuanya gratis tanpa biaya. Program ini benar-benar membantu masyarakat kecil seperti kami," ungkap Sopian usai menjalani tindakan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, H. Aziz Gunawan, mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan koordinasi lintas sektor dan mengapresiasi kolaborasi ini. Kerja sama tersebut telah menggerakkan seluruh elemen mulai dari tingkat camat, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para pendamping, sehingga pelaksanaan bakti sosial ini berjalan sukses, aman, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan di 29 kecamatan se Kabupaten Tangerang. (Red)

Page 7 of 282
Go to top