Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Sekretariat dan Gedung Olahraga (GOR) KONI Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Sabtu (10/01/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa peresmian Gedung Sekretariat dan GOR KONI tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam upaya mendorong pengembangan olahraga secara berkelanjutan.
“Dengan fasilitas yang lebih representatif ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet daerah, mempermudah koordinasi organisasi olahraga, serta menjadi wadah kegiatan keolahragaan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia juga menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana olahraga merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mendorong gaya hidup sehat di masyarakat.
“Saya berharap gedung ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dijadikan sebagai pusat pembinaan atlet dan terbuka bagi masyarakat yang ingin berolahraga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu mengatakan hadirnya Gedung Sekretariat dan GOR KONI tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kinerja organisasi dan pembinaan atlet.
“Gedung ini akan memudahkan koordinasi antar cabang olahraga, menyediakan ruang administrasi dan pelatihan yang memadai, serta menjadi pusat kegiatan latihan dan kompetisi tingkat daerah,” jelasnya.
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas dukungan fasilitas yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menyediakan fasilitas ini. Tentunya akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan olahraga di Kabupaten Tangerang,” katanya.
Lebih lanjut, Eka Wibayu juga mengungkapkan agenda terdekat KONI Kabupaten Tangerang, yaitu mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang akan diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan.
“Melihat kekuatan dan potensi yang kita miliki, Kabupaten Tangerang ditargetkan dapat meraih juara umum,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, Hendri Hermawan, melaporkan bahwa pembangunan Gedung Sekretariat KONI Kabupaten Tangerang memiliki luas bangunan sekitar 576 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Dan untuk bangunan GOR memiliki luas sekitar 875 meter persegi yang juga terdiri dari dua lantai.
“Total luas lahan pembangunan mencapai 4.150 meter persegi dengan masa pengerjaan kurang lebih 240 hari kalender,” jelasnya.
Acara peresmian Gedung Sekretariat dan GOR KONI Kabupaten Tangerang yang juga dihadiri segenap jajaran pengurus KONI, para Kepala OPD, unsur Forkopimcam, pengurus cabang olahraga, serta para pelaku tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 60 anak yatim sebagai bentuk rasa syukur dan penyerahan penghargaan kepada para atlet berprestasi. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mendorong mahasiwa khususnya yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA)–Malang untuk berperan aktif dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri peringatan Dies Natalis ke-26 Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA)–Malang yang digelar di Aula Gedung Dharma Wanita, Sabtu (10/01/25)
"HIMATA-Malang adalah wadah strategis bagi mahasiswa asal Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan untuk berhimpun, berproses, dan berkarya. Peran aktif dan kontribusi aktifnya sangat dibutuhkan bagi pembangunan daerah," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, mahasiswa merupakan agen perubahan dan calon pemimpin masa depan. Dukungan keterlibatan dan peran aktif mahasiswa sangat penting, baik sebagai mitra pembangunan maupun sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.
“Dies Natalis ini diharapkan bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momentum evaluasi dan konsolidasi. Mahasiswa HIMATA-Malang adalah agen perubahan dan calon-calon pemimpin di masa depan yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi daerah dan bangsa,” ujarnya
Dia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan para mahasiswa dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami, pemerintah daerah senantiasa terbuka untuk kolaborasi dan melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan, mulai dari program sosial hingga pembangunan. Ini menjadi sarana pembelajaran langsung agar ilmu yang diperoleh di kampus dapat diterapkan di lapangan,” imbuhnya.
Dirinya pun mengucapkan selamat atas dies natalis ke-26 HIMATA-Malang dan berharap HIMATA-Malang semakin matang dan mampu menguatkan kiprahnya dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat
"selamat dan apresiasi atas eksistensi HIMATA-Malang yang telah berkiprah selama 26 tahun. Semoga momen ini bisa menjadikan HIMATA-Malang semakin matang dan menguatkan eksistansinya dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat," pungkasnya
Sementara itu, Ketua Umum HIMATA-Malang Rafi Khairan, mengajak seluruh anggota dan alumni untuk menjadikan usia 26 tahun sebagai titik refleksi perjalanan organisasi serta memperkuat visi ke depan.
"Dengan jargon baru HIMATA-Malang, “Dari Kebersamaan Lahir Kekuatan”, sebagai simbol persatuan dan soliditas organisasi, mari kita kuatkan identitas Tangerang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) dan menyerahkan bantuan keagamaan di Masjid Jami Nurul Amal, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Jumat (9/1/25).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Jami Nurul Amal. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan serta operasional masjid.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap sarana ibadah dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa program Jumat Keliling merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya dengan para tokoh agama dan jamaah masjid serta menjadi salah satu sarana bagi pemerintah daerah untuk bisa bertatap muka dan hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat.
“Program Jumat Keliling ini rutin kami laksanakan agar pemerintah bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Selain bersilaturahmi dengan warga dan tokoh agama setempat, kami juga ingin melihat secara langsung kondisi dan situasi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, melalui kegiatan tersebut pemerintah dapat mendengar secara langsung berbagai harapan, keluhan, saran, masukan, hingga kritik dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke depan.
Bupati Tangerang juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Panongan yang telah menyambut dengan baik pelaksanaan Jumat Keliling di Masjid Jami Nurul Amal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan warga Desa Panongan yang telah menerima kami untuk melaksanakan Jumat Keliling di masjid ini. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang resmi memasuki hari pertama, setelah dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang pada Kamis malam. Kegiatan MTQ tahun 2026 ini digelar di Kecamatan Pagedangan di 14 arena yang tersebar di beberapa lokasi.
Salah satu arena yang menarik perhatian adalah Arena 2 Bidang Tilawah Remaja yang berlangsung di Aula Taman Makam Pahlawan Raden Arya Wangsakara, Jalan Lengkong Klai, Desa Lengkong Kulon. Arena ini diikuti oleh 16 peserta terbaik dari berbagai kecamatan yang menampilkan kemampuan tilawah dengan performa maksimal.
Penampilan para peserta Tilawah Remaja menunjukkan kualitas bacaan Al-Qur’an yang sangat baik, baik dari segi makharijul huruf, tajwid, maupun penghayatan lagu, sehingga mampu memukau para dewan hakim dan masyarakat yang hadir.
Salah satu peserta, Khairul Bariyah, perwakilan dari Kafilah Kecamatan Rajeg, menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan persiapan intensif selama tiga bulan sebelum pelaksanaan MTQ ke-56. Ia mengungkapkan bahwa latihan dilakukan secara konsisten, bahkan dengan treatment khusus, yakni menghafal satu juz Al-Qur’an setiap selesai melaksanakan sholat wajib.
“Persiapan ini tidak lepas dari dukungan besar orang tua, guru, serta saudara-saudara saya. Support tersebut menjadi motivasi dan keyakinan bagi saya untuk tampil maksimal,” ujar Khairul Bariyah, Jumat (09/01/26).
Ia juga berharap melalui pelaksanaan MTQ ke-56 ini, syiar Islam dapat semakin meluas di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
“Semoga MTQ bisa membuat generasi muda semakin mencintai Al-Qur’an dan termotivasi untuk ikut ambil bagian dalam MTQ di masa mendatang,” tutupnya.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan masyarakat, MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi ajang pembinaan sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman yang berkelanjutan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang di Kampung Bugel Kelurahan Tigaraksa, Jum’at, (09/01/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatkan bahwa gedung PCNU tersebut diharapkan bukan hanya rumah keluarga besar PCNU, namun juga bisa menjadi menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan dan toleransi di Kabupaten Tangerang.
"Gedung ini bukan hanya rumah bagi warga NU Kabupaten Tangerang, tapi juga diharapkan menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan, dan toleransi di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Tangerang senantiasa mendukung dan mengapresiasi program-program NU yang telah dijalankan, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami, pemerintah daerah terus menguatkan bersinergi dan kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama. Terima kasih dan apresiasi atas program-program NU yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, baik di bidang kesehatan, sosial, maupun ekonomi umat, akan terus kami dukung,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan pentingnya menjaga identitas Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada budaya lokal, sekaligus menjadi benteng persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Nahdlatul Ulama selama ini telah berkontribusi besar dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan stabilitas daerah. Identitas NU harus tetap dijaga, dengan dakwah yang sejuk, santun, dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama,” imbuhnya.
Pihaknya pun mengucapkan selamat atas selesainya pembangunan Gedung PCNU yang dibangun di atas tanah wakaf dan diperuntukkan bagi kemaslahatan umat.
“Selamat atas Gedung Nahdlatul Ulama ini. Siapa pun yang memiliki kepentingan untuk kemaslahatan masyarakat, silakan memanfaatkan gedung ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tangerang, KH Mahmud Jumhur menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung PCNU.
"Gedung ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan dan pelayanan umat nantinya," jelasnya
Peresmian Gedung PCNU Kab. Tangerang juga dihadiri perwakilan unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, segenap pengurus PWNU Banten dan PCNU Kab. Tangerang, Muslimat NU, Fatayat NU, tokoh NU se-Kabupaten Tangerang, para pemuka agama lintas iman, anggota DPRD, unsur Forkopimda, Camat Tigaraksa, Lurah Kaduagung. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melantik 149 Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kab. Tangerang, di Hotel Sapphire Gading Serpong, Kamis (08/01/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa 149 Dewan Hakim MTQ ke-56 Tingkat Kab. Tangerang tersebut telah mengikuti Bimtek dan orientasi serta diberikan arahan dari pengawas Dewan Hakim sebagai bekal dalam menjalankan tugas nantinya
"Sejak pagi para dewan hakim telah melaksanakan orientasi sekaligus pengarahan-pengarahan dari pengawas Dewan Hakim. Dan alhamdulillah di penghujung acara hari, baru saja dilantik sebanyak 149 menjadi dewan Hakim MTQ yang ke-56 Kabupaten Tangerang," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia berharap para dewan hakim yang dilantik bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik pada pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang selama 5 hari pelaksanaan.
"Kami mohon para dewan hakim bisa bekerja dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Sehingga keputusannya nanti benar-benar transparan dan berkualitas," tandasnya
Menurut dia, peran dewan hakim sangat menentukan sejauhmana kualitas duta-duta Kabupaten Tangerang yang akan berlaga di MTQ Provinsi Banten nantinya
"Peran dewan hakim ini sangat penting dan menentukan untuk memilih duta-duta yang akan mewakili Kabupaten Tangerang pada MTQ Provinsi Banten nanti," tegasnya
Pihaknya juga memohon dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat agar pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang dapat berjalan lancar dan sukses
"Mohon doanya kepada semuanya supaya dalam penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Tangerang ini bisa berjalan dengan lancar, baik pembukaan sampai dengan penutupannya juga bisa berjalan dengan lancar dan sukses," ujarnya
Sementara itu, Ketua Umum LPTQ yang juga Sekretaris Daerah, Soma Atmaja mengungkapkan bahwa kegiatan Bimtek dan orientasi dewan hakim ini merupakan langkah awal persiapan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang.
"Bimtek dan orientasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi metode penilaian antardewan hakim guna melahirkan qori-qoriah yang berkualitas serta meningkatkan profesionalisme dalam perhakiman sesuai kaidah terbaru," jelas Soma
Lanjut dia, total peserta yang hadir 170 orang yang terdiri dari 21 orang pengurus LPTQ Kabupaten Tangerang dan 149 orang Dewan Hakim MTQ ke-56.
"Kami menekankan penggunaan teknologi digital dalam seluruh tahapan MTQ tahun ini untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi yang meliputi : E-MTQ untuk pendaftaran peserta secara online, E-Maqro dan E-Penilaian untuk penilaian secara digital," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau lokasi tanah longsor di sempadan Sungai Cidurian yang berada di Kampung Salapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kamis, (8/1/26).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Dan jajaran Dinas, Camat Cisoka, Kapolsek Cisoka, Kepala Desa setempat, serta unsur terkait lainnya. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanah di bantaran sungai yang berisiko longsor dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan terdapat enam rumah warga yang berada dalam kondisi rawan akibat kontur tanah yang tidak stabil di pinggiran Sungai Cidurian, menyusul tingginya curah hujan beberapa waktu yang lalu.
“Di musim penghujan ini, saya bersama Kepala Dinas Bina Marga, Pak Camat, dan Kapolsek datang ke Kampung Salapajang, Desa Carenang, khususnya di lokasi yang berbatasan langsung dengan Sungai Cidurian. Ada enam rumah yang berisiko karena kondisi tanah di sempadan sungai ini tidak stabil,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia menegaskan bahwa saat ini keselamatan warga menjadi prioritas utama penanganan mengingat potensi kenaikan debit air Sungai Cidurian sewaktu-waktu semakin tinggi dan deras alirannya sehingga dapat menggerus tanah di sekitarnya.
“Tidak memungkinkan lagi masyarakat tinggal di sini karena hujan terus turun dan dikhawatirkan debit Sungai Cidurian meningkat sewaktu-waktu dan menggerus tanah tempat tinggal enam kepala keluarga. Kita harus segera mencarikan solusi terbaik,” tegasnya.
Dia menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait akan segera melakukan koordinasi lintas sektor dengan Balai Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3), aparat keamanan, serta pemerintah wilayah setempat guna mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar sempadan Sungai Cidurian.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan teknis di kawasan Sungai Cidurian merupakan bagian dari kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3) Kementerian PU
“Untuk penanganan teknis di Sungai Cidurian ini merupakan kewenangan Balai C3. Kami dari Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dan sudah menyampaikan surat kepada Balai beberapa waktu lalu. Saat ini kami masih menunggu langkah-langkah teknis yang akan dilakukan oleh Balai,” jelas Iwan.
Pihaknya menambahkan, sembari menunggu tindak lanjut dari Balai, Pemkab Tangerang bersama kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menyiapkan langkah antisipatif.
“Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah kemungkinan melakukan relokasi bagi warga yang terdampak dan berada di zona paling rawan, tentu dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesiapan lahan,” tambahnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali mengunjungi Perumahan Villa Permata 2, Kecamatan Balaraja, untuk meninjau secara langsung progres penanganan banjir yang selama ini kerap terjadi setiap tahun. Rabu, (7/1/25).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kunjungannya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memberikan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan banjir yang dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini saya kembali datang ke Villa Permata 2 Balaraja untuk melihat langsung upaya-upaya yang sudah kita lakukan bersama. Sebelumnya kami bersama Pak Gubernur, Pak Camat, Pak Lurah, dan para RW sudah datang ke sini untuk mencari solusi atas banjir yang rutin terjadi setiap tahun,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menjelaskan, pascakunjungannya beberapa waktu lalu, pemerintah daerah bersama masyarakat langsung melakukan langkah konkret, di antaranya pembangunan tandon air serta pelebaran saluran drainase yang dilakukan secara gotong royong.
“Alhamdulillah, tandon sudah dibangun, saluran air juga sudah dilebarkan. Saya juga tanyakan langsung kepada masyarakat dan RW, sekarang sudah tidak banjir lagi. Ini bagian dari tugas kita bersama agar beban masyarakat bisa diringankan,” ujarnya.
Menurut dia, banjir kerap menyebabkan warga tidak bisa beristirahat karena harus membersihkan rumah yang kemasukan air. Oleh karena itu, solusi yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi jangka panjang.
“Fungsi tandon ini untuk meminimalisir banjir sekaligus sebagai area resapan air. Ke depan, tandon ini juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan akan dilengkapi paving bloc sehingga bisa digunakan sebagai jogging track bagi masyarakat,” jelasnya.
Dia juga menanggapi usulan warga terkait pembangunan gedung serbaguna di sekitar tandon dan berjanji akan menindaklanjuti secara bertahap, sesuai dengan kesiapan anggaran.
“Mudah-mudahan ini semua untuk kepentingan masyarakat. Nantinya bisa ditanyakan langsung kepada warga apakah solusi ini benar-benar bermanfaat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua RW Perumahan Villa Permata 2, Subianto, menyampaikan bahwa pascakunjungan Gubernur Banten bersama Bupati Tangerang dan jajarannya, penanganan banjir langsung dilaksanakan di lapangan.
“Setelah kunjungan Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Sekda, dan Muspika Kecamatan Balaraja, langsung dilakukan pembangunan tandon dengan kedalaman sekitar dua meter dan luas kurang lebih 1.000 meter persegi oleh Dinas Bina Marga,” ungkap Subianto.
Ia menambahkan, selain pembangunan tandon, dilakukan pula pengerukan dan pelebaran aliran sungai menuju Sungai Cimanceuri serta normalisasi aliran sungai sepanjang kurang lebih dua kilometer. Pihaknya pun mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat yang telah terlibat dalam penanganan banjir di Perum Villa Permata Balaraja
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Gubernur, Bupati, Muspika Kecamatan Balaraja, serta seluruh warga yang telah membantu baik secara pikiran maupun material. InsyaAllah pada tahun 2026 akan dilanjutkan dengan penyempurnaan seperti paving, turap tandon, dan saluran irigasi,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Tangerang untuk menguatkan kolaborasi dalam membangun pendidikan anak usia dini yang berkualitas
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2026 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kab. Tangerang di Sekretariat IGRA Kec. Cikupa, Rabu (07/01/26)
“Rakerda ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal pengabdian dan tanggung jawab besar untuk menguatkan kolaborasi bersama dalam membangun kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya melalui Raudhatul Athfal sebagai fondasi awal pembentukan karakter,” ujar Wabup Intan.
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa para guru Raudhatul Athfal (RA) memiliki posisi yang sangat mulia dan strategis. Para guru RA merupakan salah satu pihak yang pertama kali mengenalkan adab, akhlak, doa, serta nilai-nilai keislaman kepada anak-anak.
“Guru RA adalah penjaga fondasi peradaban, karena dari tangan para guru inilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tandasnya.
Menurut dia, mendidik anak usia dini bukanlah pekerjaan yang mudah, melainkan membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang yang luar biasa. Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh guru RA Kab. Tangerang atas pengabdian dan sumbangsihnya kepada pendidikan dan masa depan generasi penerus bangsa.
"Saya ucapan selamat dan apresiasi kepada segenap pengurus yang baru dilantik dan keluarga besar IGRA Kabupaten Tangerang yang telah melaksanakan amanah besar, tanggung jawab moral, sosial, dan organisatoris, tidak hanya kepada masyarakat luas dan masa depan generasi penerus bangsa," ucapnya
Dia juga memberikan pesan agar para pengurus dan anggota IGRA terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, penguatan kelembagaan RA, serta konsistensi dalam menanamkan nilai keislaman, kebangsaan, dan karakter mulia sejak usia dini.
"Melalui pelaksanaan Rakerda IGRA Kabupaten Tangerang ini, saya berharap dapat menghasilkan rumusan program kerja yang terarah, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri pendidikan Islam," pungkasnya
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para Ketua Pimpinan Daerah (PD) IGRA Provinsi Banten, PD IGRA Kota Tangerang, PD IGRA Kota Tangerang Selatan, serta para Ketua dan pengurus IGRA tingkat kecamatan se-Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menguatkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui pelaksanaan imunisasi balita, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan gizi ibu hamil. Upaya tersebut ditandai dengan Launching Gerebek Posyandu 2026 yang digelar di Perum Villa Permata Balaraja, Kecamatan Balaraja, Selasa (7/1/26).
Mengusung pesan “Pantau Berat Badan dan Tinggi Badan Balita serta Gizi Ibu Hamil Secara Teratur dan Imunisasi lengkap Untuk Cegah Stunting” menjadi langkah strategis Pemkab Tangerang dalam mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Gerebek Posyandu merupakan penguatan dari aktivitas Posyandu yang sejatinya sudah berjalan rutin sejak 2 Januari 2026, namun pencanangan besarnya dilaksanakan secara terpusat di Balaraja.
“Alhamdulillah, hari ini kita hadir di Villa Permata Balaraja untuk memulai pencanangan Gerebek Posyandu se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan Posyandu sebenarnya sudah berjalan, namun hari ini kita canangkan secara resmi sebagai gerakan bersama,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menjelaskan, pelayanan Posyandu meliputi imunisasi balita, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Posyandu juga berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan gratis yang mudah diakses masyarakat.
“Posyandu ini berada dekat dengan lingkungan masyarakat. Warga tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas atau rumah sakit. Imunisasi balita, PMT, hingga pemeriksaan ibu hamil semuanya bisa dilayani di Posyandu,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini memiliki enam bidang layanan, yakni kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Posyandu bukan hanya tempat kegiatan kesehatan, tetapi pusat pelayanan masyarakat dengan enam komponen. Model ini akan terus kita sosialisasikan ke desa-desa agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmidzi menjelaskan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil bersumber dari berbagai pendanaan, baik Dana Desa, APBD Kabupaten Tangerang, maupun APBN dari Kementerian Kesehatan.
“PMT penyuluhan bertujuan mendorong masyarakat datang ke Posyandu dan bersumber dari Dana Desa. Sedangkan PMT pemulihan diberikan kepada balita dengan berat badan menurun, berisiko stunting, atau gizi buruk, yang dananya berasal dari APBD dan APBN,” jelas dr. Hendra.
Dia menyebutkan, pada tahun 2026 Pemkab Tangerang menargetkan PMT pemulihan untuk sekitar 12.000 balita bermasalah gizi dan sekitar 5.000 ibu hamil berisiko. Seluruh sasaran akan melalui proses skrining di Posyandu untuk menentukan bentuk intervensi yang tepat.
“Intervensinya bisa berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet tambah darah, PMT, hingga rujukan ke dokter spesialis di rumah sakit bila diperlukan,” ungkapnya.
Menurutnya, Gerebek Posyandu merupakan inovasi lintas sektor yang dimulai sejak 2024 untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya di wilayah perkampungan yang selama ini sulit menjangkau layanan kesehatan.
“Dengan dukungan camat dan kepala desa, kita ingin memetakan secara akurat balita dan ibu hamil berisiko. Alhamdulillah, angka balita berisiko stunting sudah menurun signifikan dari sekitar 17 ribu menjadi 9 ribuan, terutama di wilayah Pantura, dan beberapa kecamatan lainnya,” pungkasnya.
Pohaknya berharap melalui Gerebek Posyandu 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat terus menurunkan angka stunting serta menekan angka kematian ibu dan bayi demi mewujudkan masyarakat Tangerang yang sehat dan berkualitas. (Red)