Sekda Optimis Desa Situ Gadung Raih Predikat Kampung KB Terbaik Tingkat Provinsi Banten

Tangerang, lensafokus.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut langsung kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) tingkat Provinsi Banten di Kampung KB Mawar, Desa Situ Gadung, Kecamatan Pagedangan, Kamis (07/05/26). Kehadiran tim ini merupakan tahap krusial setelah Desa Situ Gadung berhasil masuk dalam nominasi dua besar terbaik se-Provinsi Banten.

Soma menegaskan bahwa pencapaian Desa Situ Gadung merupakan representasi dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penguatan fungsi keluarga secara komprehensif.

"Hari ini kami mendampingi tim verifikasi dari Provinsi Banten. Kita patut berbangga karena Desa Situ Gadung terpilih menjadi salah satu kandidat unggulan dari dua desa yang mewakili Banten. Ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat desa berjalan dengan sangat baik," ujarnya.

Sekda juga memberikan apresiasi khusus terhadap inovasi pemberdayaan masyarakat yang diterapkan di lokasi tersebut, terutama program yang menyentuh sektor lansia produktif. Menurutnya, indikator keberhasilan sebuah Kampung KB terletak pada kemandirian dan keaktifan seluruh elemen warganya.

"Saya sangat terkesan dengan program Luna Maya (Lanjut Usia Masih Berkarya). Hal ini menunjukkan bahwa di Kampung KB Mawar ini, para lansia tetap memiliki ruang untuk berkarya dan produktif. Inovasi-inovasi seperti inilah yang menjadi nilai tambah bagi kesiapan desa kita di mata tim penilai," tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda Soma menyatakan bahwa meskipun indikator penilaian mencakup aspek teknis yang cukup luas, Desa Situ Gadung telah menunjukkan kesiapan yang matang dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan. Ia berharap momentum ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi menjadi standarisasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tangerang.

"Rasanya desa ini sudah sangat siap dengan segala kesiapan yang ada. Kita doakan bersama agar Desa Situ Gadung mendapatkan hasil yang terbaik di tingkat Provinsi Banten, sehingga program Keluarga Berkualitas ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Sekda, antara lain Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Risma Maesyal Rasyid juga dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, jajaran Forkopimcam Pagedangan, serta tokoh masyarakat setempat. (Red)

Luncurkan GEMAPATAS TAWAF 2026, Bupati Tangerang Dorong Kepastian Hukum Tanah Wakaf

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi meluncurkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Tanah Wakaf (GEMAPATAS TAWAF) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Yayasan Yabika Islamic School Kecamatan Jambe, Rabu (6/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa tanah wakaf memiliki peran penting, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tanah wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan umat. Wakaf tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi pilar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” ujar Bupati Maesyal

Ia juga menyoroti masih adanya tantangan dalam pengelolaan tanah wakaf, khususnya terkait batas fisik yang belum jelas dan administrasi yang belum tertata dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan konflik.

“Masih terdapat tanah wakaf yang belum memiliki batas fisik yang jelas dan belum terdokumentasi secara baik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik, sengketa, serta menghambat optimalisasi pemanfaatan aset wakaf,” jelasnya.

Bupati Maesyal mengapresiasi sinergi lintas instansi yang terlibat dalam pelaksanaan GEMAPATAS TAWAF. Gerakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan aset wakaf yang dimiliki dan memberikan kepastian hukum terhadap tanah wakaf di Kabupaten Tangerang.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, ATR/BPN, serta Badan Wakaf Indonesia yang telah menginisiasi gerakan ini sebagai langkah konkret,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan dengan tema “Wakaf Terpatok, Pahala Terpetik” ini sangat relevan dan mencerminkan pentingnya kejelasan batas serta legalitas tanah wakaf agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Ketika tanah wakaf telah memiliki batas yang jelas dan legalitas yang kuat, maka manfaatnya akan lebih terjaga dan dapat dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing melalui tata kelola aset wakaf yang profesional.

“Melalui penataan dan sertifikasi tanah wakaf yang baik akan mendorong kepastian hukum, memperkuat peran wakaf dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan, serta meningkatkan kontribusi wakaf dalam pembangunan daerah berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk nazhir, tokoh masyarakat, serta aparat wilayah untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program ini, termasuk dalam proses penetapan batas tanah.

“Penetapan batas harus melibatkan RT dan RW. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat diharapkan dapat membantu penentuan batas saat pengukuran oleh BPN guna mempercepat proses dan memastikan batas wilayah dengan tanah milik adat lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten Harison Mocodompis menegaskan bahwa percepatan sertifikasi tanah wakaf terus didorong melalui koordinasi lintas instansi yang intensif bersama BPN dan Kementerian Agama.

“Melalui koordinasi yang intensif ini, proses pensertifikatan tanah wakaf yang semula ditargetkan selesai dalam tiga tahun, kini diupayakan dapat dipercepat menjadi hanya satu tahun melalui pembuatan peta bidang tanah oleh BPN,” ujarnya.

Lanjutnya, ada sekitar 1.634 aset wakaf di Kabupaten Tangerang yang menjadi target sertifikasi. Untuk itu, para Kepala KUA dan para nazir juga mempunyai peran penting dalam pendaftaran serta penetapan Akta Ikrar Wakaf.

Diketahui, Kabupaten Tangerang menjadi role model pertama dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten dalam pelaksanaan program ini, dan diharapkan program ini dapat segera direplikasi dan disebarluaskan ke wilayah lain demi percepatan legalitas aset umat. (Red)

Perkuat Komunikasi Publik, Pemkab Tangerang Tingkatkan Kapasitas Aparatur dalam Penyusunan Naskah dan Dokumentasi Pimpinan

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Naskah Sambutan/Pidato dan Pendokumentasian Kegiatan Pimpinan di VEGA Hotel Gading Serpong, Rabu (06/05/26).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung kelancaran tugas pimpinan daerah.

Asisten Administrasi Umum, Firzada Mahalli, yang membuka acara tersebut menyatakan bahwa naskah sambutan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan representasi kebijakan dan wajah komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Demikian pula dengan pendokumentasian kegiatan pimpinan. Dokumentasi yang baik bukan hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi bagian dari akuntabilitas, transparansi, serta bahan evaluasi dan pembelajaran ke depan.

"Kualitas naskah sambutan dan dokumentasi sangat ditentukan oleh sinergi. Setiap perangkat daerah berperan penting dalam menyediakan data akurat dan informasi yang lengkap," tegas Firzada Mahalli dalam arahannya.

Ia mengatakan bahwa melalui forum ini, setiap peserta diharapkan mampu mengevaluasi alur kerja yang selama ini berjalan, mengidentifikasi hambatan, dan menemukan solusi yang lebih efektif. Dengan semangat belajar dan kolaborasi, diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih tertib, responsif, dan berorientasi pada hasil sehingga pelayanan publik menjadi semakin optimal.

"Mari kita gunakan kesempatan ini untuk menghadirkan komunikasi publik yang lebih berkualitas, jelas, dan berdampak. Penyampaian informasi yang tepat, lugas, dan mudah dipahami akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," tegasnya

Dia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh institusi dan masyarakat luas.

Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ahmad Hapid,

melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas, Badan, Bagian, RSUD, serta staf internal Bagian Prokopim.

"Bimtek ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Ayi Tejaningrum, yang membahas teknik penyusunan naskah dan diksi resmi pemerintahan, serta videografer Putra Ausa yang memberikan materi dokumentasi visual kegiatan pimpinan," jelasnya

Dia berharap dengan menghadirkan 2 narasumber tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun narasi yang baku dan mendokumentasikan kegiatan secara profesional

Ia juga mengatakan bahwa maksud kegiatan ini adalah memberikan pembekalan teknis agar peserta mampu menyusun naskah dan melakukan dokumentasi secara efektif, sistematis, dan profesional sesuai dengan regulasi keprotokolan yang berlaku.

"Melalui pelatihan satu hari ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dalam memproduksi naskah sambutan yang sesuai dengan karakteristik pimpinan serta menghasilkan dokumentasi yang akurat untuk kepentingan publikasi dan pelaporan pemerintah," tutupnya. (Red)

Wujudkan Indonesia Emas 2045, Pemkab Tangerang Dorong GOW Jadi Mitra Strategis Pembangunan

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Prima Saras Puspa secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (6/5/2026).

Dengan tema "Sinergitas Gabungan Organisasi Wanita sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045", Prima menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya raker ini sebagai forum strategis untuk memperkuat harmonisasi, sinergitas, dan kiprah organisasi wanita.

"Peran perempuan, khususnya yang tergabung dalam GOW, sangat strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Perempuan tidak hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter," ujarnya.

Pemkab Tangerang memandang GOW sebagai mitra esensial dalam mendukung program prioritas daerah, termasuk peningkatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penurunan angka stunting, serta penguatan ekonomi keluarga dan UMKM berbasis perempuan.

Oleh karena itu, Prima mendorong agar hasil raker ini menghasilkan program kerja yang selaras dengan kebijakan pembangunan daerah, adaptif terhadap perkembangan zaman, berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, serta mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas organisasi, baik dari sisi manajemen, kepemimpinan, maupun pemanfaatan teknologi digital.

"Sinergi adalah kunci utama keberhasilan. Saya mengajak seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga kekompakan, serta membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan, ia yakin GOW Kabupaten Tangerang akan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Pelindung GOW Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa GOW harus menjadi wadah pemersatu yang mandiri, inovatif, dan berjiwa sosial.

"GOW hadir untuk meningkatkan kualitas sumber daya wanita agar mampu berkontribusi aktif bagi bangsa. Program-program kita diselaraskan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta visi-misi Bupati Tangerang dalam mempercepat pencapaian target pembangunan nasional," jelas Rismawati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan panitia penyelenggara Raker 2026. Rismawati berharap GOW dapat terus menjadi motor penggerak yang memperkokoh persatuan organisasi wanita di Kabupaten Tangerang.

"Semoga GOW Kabupaten Tangerang semakin bersinar, maju, dan kreatif, serta senantiasa menjadi organisasi wanita terdepan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera," pungkasnya.

Rapat kerja ini dihadiri oleh jajaran pengurus GOW dari berbagai organisasi wanita se-Kabupaten Tangerang, menandai komitmen bersama dalam membangun daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang inklusif. (Red)

Wabup Intan Resmikan Bank Sampah Unit Puspem Kabupaten Tangerang

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Bank Sampah Unit Pusat Pemerintah (Pupem) Kabupaten Tangerang. Acara tersebut digelar di GSG Puspemkab Tangerang, Rabu (06/05/26)

Dalam sambutannya Wabup Intan mengatakan peresmian Bank Sampah Unit Puspem tersebut merupakan langkah nyata dan konkret dari komitmen bersama, bukan hanya sekedar membentuk kelembagaan namun juga membangun kesadaran dan perubahan perilaku penanganan sampah

"Ini bukan sekadar membentuk dan mengukuhkan kelembagaan, tetapi membangun kesadaran dan perubahan perilaku, dari yang sebelumnya membuang sampah, menjadi mengelola sampah," jelas Wabup Intan

Menurut dia, permasalahan sampah saat ini bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, tetapi telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, bahkan masa depan generasi kita. Bank sampah ini diharapkan menjadi role model perubahan perilaku yang dimulai dari lingkungan sendiri

"Melalui bank sampah, kita belajar bahwa sampah memiliki nilai. Tidak hanya nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial dan lingkungan. Dan yang lebih penting, bank sampah ini harus menjadi role model bagi masyarakat luas, bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri," ujarnya

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan terus mendorong implementasi Program KURASAKAN (Kurangi Sampah Kantor) sebagai upaya membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah di lingkungan perkantoran. Ia juga menandaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan sistem angkut dan buang, tetapi harus dimulai dari sumbernya.

"Saya berharap keberadaan Bank Sampah Unit Puspem ini dapat mengurangi volume sampah secara signifikan, mendorong terciptanya budaya memilah sampah di lingkungan ASN dan masyarakat, serta mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan," tandasnya

Dia mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang beserta jajaran, khususnya bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, yang terus mendorong inovasi dan implementasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan

"Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal yang berkelanjutan. Karena keberhasilan bank sampah tidak diukur dari peresmiannya, tetapi dari konsistensi dan dampak nyata yang dihasilkan," ajaknya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ujat Sudrajat mengungkapkan bahwa unit bank sampah merupakan salah satu upaya pengelolaan sampah yang komprehensif berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Dia menyebut keberadaan bank sampah ini telah memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi timbunan sampah

"Jumlah bank sampah di Kabupaten Tangerang tahun 2025 mencapai sekitar 187 bank sampah, tetapi kalau yang sudah berdiri, akhir-akhir ini lebih dari 200 yang akan terus kita tambah legalitasnya," ungkapnya

Lanjut dia, ada 7 unit bank sampah di lingkungan pusat pemerintahan yang diresmikan, yaitu Bank Sampah Bersahaja, Bank Sampah Resik Asik, Bank Sampah Saber, Bank Sampah Sagude, Bank Sampah Sikat Bersih dan Bank Sampah Solid

"Tujuh (7) unit bank sampah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang ini diharapkan menjadi contoh dalam pengolahan sampah di lingkungan perkantoran. Kita ingin mendorong perubahan perilaku khususnya bagi ASN untuk mulai memilah sampah dan berpartisipasi aktif sebagai nasabah bank sampah," jelas Ujat

Pada acara tersebut juga dilakukan ikrar bersama segenap pengurus Bank Sampah Unit Puspem Kab. Tangerang yang berkomitmen melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sebagai upaya pengelolaan sampah yang transparan, partisipatif dan berkelanjutan. (Red)

Jangan Lewatkan Besok, Job Fair Edufair Kota Tangerang di YPI Assyakirin Pinang Dibuka Gratis

Kota Tangerang, lensafokus.id - Job Fair Edufair kembali hadir bagi seluruh alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Tangerang. Job Fair Edufair akan berlangsung besok, Rabu, 6 Mei 2026 di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Assyakirin Pinang, Kota Tangerang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan menuturkan, Pemkot Tangerang bekerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Global Mandiri menyelenggarakan Job Fair Edufair sebagai kesempatan para pencari kerja khususnya dari kalangan alumni SMA/SMK dan sederajat mencari lowongan pekerjaan bahkan melakukan wawancara (walk in interview) secara langsung.

“Kami mengajak semua lulusan SMA/SMK dan sederajat se-Kota Tangerang yang sedang mencari lowongan pekerjaan bisa hadir untuk meramaikan Job Fair Edufair besok. Apalagi Job Fair Edufair ini dibuka dengan tanpa pungutan biaya apapun atau gratis,” ujar Ujang, Selasa (5/5/26).

Berdasarkan informasi terkini, Job Fair Edufair tersebut akan menghadirkan sejumlah perusahaan ternama di berbagai sektor pekerjaan seperti FIF Group, SIM Group, Cantik Group, Indomart, Alfamart, Permodalan Nasional Madani (PNM), Rapid Teknologi, Eternal Kreasi, dan sebagainya dengan lebih dari 300 lowongan pekerjaan.

“Tidak hanya informasi lowongan pekerjaan dari sejumlah perusahaan yang disediakan, Job Fair Edufair kali ini membuka stand layanan dari sejumlah kampus seperti Universitas Mercu Buana, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) dan masih banyak yang lainnya untuk menyediakan informasi beasiswa dan jalur masuk yang bisa dimanfaatkan para lulusan SMA/SMK di Kota Tangerang,” tambahnya.

Selain itu, informasi selengkapnya bisa dilihat melalui laman media sosial Instagram @tangerangkota dan @disnaker_kotatangerang. (Red)

Bupati Tangerang Serahkan Peralatan Usaha WUB, Dorong Kemandirian dan Penyerapan Tenaga Kerja

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyerahkan secara simbolis peralatan usaha kepada para Wira Usaha Baru (WUB) sekaligus membuka kegiatan pembekalan kewirausahaan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang di Balai Latihan Kerja (BLK) Jayanti, Selasa (5/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam membuka akses pelatihan kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Di BLK Jayanti ini ada sekitar 142 peserta yang sedang mengikuti pelatihan. Kami juga telah bekerja sama dengan pihak perusahaan untuk membuka kesempatan pemagangan. Selama satu bulan, peserta bisa belajar langsung di perusahaan dengan jaminan transport dan uang saku,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, program pemagangan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi peserta untuk bisa direkrut sebagai karyawan tetap, apabila mampu menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kinerja yang baik selama masa magang.

Bupati menegaskan bahwa keberadaan BLK, baik di Jayanti maupun di Jati Mulya, Kosambi, menjadi sarana strategis dalam menyiapkan tenaga kerja, sesuai dengan kebutuhan industri yang dibutuhkan. Berbagai jenis pelatihan disediakan, mulai dari servis AC, otomotif (motor dan mobil), forklift, tata boga, menjahit, hingga barista.

“Tidak semua bisa terserap di perusahaan karena keterbatasan kapasitas. Oleh karena itu, kami juga dorong lahirnya wirausaha baru. Setelah pelatihan, mereka langsung kami fasilitasi dengan peralatan usaha agar bisa segera berproduksi dan memperoleh penghasilan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Tenaga Kerja menargetkan sebanyak 1.700 peserta mengikuti program pelatihan, dengan 608 orang di antaranya merupakan Wira Usaha Baru (WUB). Jumlah tersebut direncanakan akan terus ditingkatkan pada tahun mendatang.

“Program ini juga bertujuan menekan angka pengangguran dan kemiskinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ini bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, dalam laporannya menyampaikan bahwa program WUB merupakan bagian dari strategi perluasan kesempatan kerja yang berfokus pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Lanjut dia, pada tahun 2026, telah dibentuk sekitar 608 WUB yang terbagi dalam 38 angkatan dengan berbagai bidang usaha, seperti menjahit garmen, bengkel otomotif, las listrik, instalasi listrik, servis AC, tata rias, barista, serta sektor kuliner seperti bakery, tempe, dan sate bandeng.

“Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pelatihan teknis dan kewirausahaan di BLK, pembekalan dan motivasi usaha, serta pemberian bantuan peralatan usaha,” terang Rudi.

Pihaknya berharap melalui program ini, para peserta mampu mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan pendapatan, serta menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan masing-masing.

Pada kegiatan tersebut, pembekalan kewirausahaan diikuti oleh 144 peserta. Selain membuka kegiatan, Bupati juga menyerahkan bantuan peralatan usaha secara simbolis kepada 12 kelompok WUB yang berasal dari enam kecamatan, yaitu Balaraja, Sukamulya, Gunung Kaler, Kronjo, Kresek, dan Sindang Jaya. (Red)

Hadiri HUT ke-62 RSUD Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang Tekankan Tingkatkan Inovasi Layanan Kesehatan Gemilang

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 RSUD Kabupaten Tangerang yang digelar di Aula RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (5/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan kepada seluruh jajaran RSUD Kab. Tangerang untuk terus meningkatkan inovasi layanan kesehatan gemilang Kabupaten Tangerang

“HUT ke-62 tahun ini hendaknya menjadi momentum bagi RSUD Kabupaten Tangerang untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pelayanan, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien demi terwujudnya layanan kesehatan gemilang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menyampaikan apresiasinya atas perjalanan panjang RSUD Kabupaten Tangerang yang telah memberikan kontribusi besar dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama lebih dari enam dekade.

“Selama 62 tahun, RSUD Kabupaten Tangerang tentunya telah banyak menyelamatkan, menyembuhkan, dan melayani masyarakat. Ini adalah bagian dari tugas mulia para tenaga medis yang telah disumpah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya

Ia menegaskan bahwa keberhasilan dan kemajuan yang diraih RSUD Kabupaten Tangerang juga tidak lepas dari peran dan dedikasi para pendahulu, serta seluruh tenaga medis dan non-medis yang terus menjaga kualitas pelayanan.

Menurutnya, atas dedikasi dan inovasi layanan yang terus meningkat, RSUD Kabupaten Tangerang kini telah menjadi rumah sakit rujukan yang tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Tangerang, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Lebak, Pandeglang, hingga Kota Tangerang.

“Dengan berbagai inovasi layanan dan fasilitas yang terus berkembang, termasuk layanan bedah jantung, RSUD Kabupaten Tangerang telah mendapatkan kepercayaan tinggi dari masyarakat. Pelayanan yang ramah, profesional, serta didukung peralatan yang memadai menjadi kunci tumbuhnya kepercayaan tersebut,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh jaajran dan keluarga besar RSUD Kabupaten dan mejadikan HUT ke-62 tersebut untuk menguatkan komitmen bersama melayani masyarakat secara optimal

“Selamat ulang tahun ke-62. Semoga seluruh pegawai semakin sejahtera dan terus mendapatkan pengakuan positif dari masyarakat. Tingkatkan pelayanan dengan penuh keramahan, senyuman, dan tanggung jawab terhadap keselamatan pasien,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Tangerang dr. Endang Widyastiwi menyampaikan bahwa usia 62 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan dan transformasi. Pihaknya pun terus meningkatkan layanan, akses dan menghadirkan berbagai inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat

“RSUD Kabupaten Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan mencakup pengembangan layanan berbasis digital dan terintegrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.

“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berkeadilan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam pembangunan kesehatan,” jelas dr. Endang.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-62, RSUD Kabupaten Tangerang juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan internal, antara lain vaksinasi kanker serviks gratis, donor darah, santunan anak yatim, pembagian makanan gratis (food share) bagi pasien dan keluarga, RSUD Award, serta berbagai lomba kreativitas seperti master chef, vocal group, tari, dan desain logo.

Pihak RSUD juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, DPRD, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat atas dukungan yang diberikan selama ini.

“Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para direktur sebelumnya yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi besar, menjadi inspirasi bagi kami untuk terus melanjutkan pembangunan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” pungkasnya. (Red)

Wabup Intan Dorong ASN Berani Speak Up Cegah Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka seminar bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Lingkungan ASN”, dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026. Acara tersebut digelar di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Senin (04/05/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan bahwa isu pelecehan seksual di lingkungan kerja bukan lagi persoalan individu semata, melainkan persoalan serius yang berkaitan dengan relasi kuasa, budaya organisasi, serta kualitas tata kelola kelembagaan. Untuk itu, dia mendorong ASN untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai profesionalitas, integritas, dan rasa aman di lingkungan kerja.

“Lingkungan kerja yang aman adalah prasyarat utama bagi terwujudnya birokrasi yang profesional. Jika rasa aman tidak terpenuhi, maka bukan hanya individu yang terdampak, tetapi juga kinerja organisasi dan kepercayaan publik,” ujar Wabup Intan.

Dia menyampaikan keprihatinannya terhadap adanya potensi terjadinya pelecehan seksual di lingkungan internal pemerintahan. Ia secara tegas menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, baik secara verbal maupun non-verbal.

“Saya tidak ingin mendengar ada ASN yang menjadi korban pelecehan. Sekecil apapun bentuknya, baik ucapan, candaan yang merendahkan, maupun tindakan lainnya, itu tetap tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Ia pun meminta seluruh ASN, khususnya perempuan, untuk berani berbicara dan melaporkan jika mengalami atau mengetahui adanya tindakan pelecehan seksual.

“Jangan takut untuk speak up. Saat ini salah satu pimpinan di Kabupaten Tangerang adalah perempuan. Saya pastikan akan berdiri membela korban jika itu benar terjadi,” tandasnya.

Menurut dia, dampak kekerasan dan pelecehan seksual tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis yang bisa membekas secara jangka panjang. Pemerintah daerah berkomitmen mengatasi dan menangani persoalan kekerasan seksual, salah satunya dengan membangun fasilitas pendukung berupa layanan trauma healing bagi para korban kekerasan sosial.

"Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga tengah menyiapkan fasilitas pendukung seperti layanan trauma healing bagi korban," ungkapnya

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman mengatakan bahwa pencegahan dan penanganan pelecehan seksual harus dilakukan secara komprehensif, melalui penguatan sistem, peningkatan kesadaran, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum dan tenaga profesional.

"Seminar ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat reformasi birokrasi yang berorientasi pada perlindungan, profesionalitas, dan kemanusiaan," ungkapnya

Lanjut dia, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang dapat memperkaya wawasan peserta, mulai dari perspektif hukum terkait sanksi dan mekanisme pelaporan, hingga pendekatan psikologis dalam penanganan korban.

"Kami berharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif serta komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja ASN yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual, serta menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan gender," ujarnya

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Polresta Tangerang dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dan para peserta dari perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. (Red)

Bupati Tangerang Minta Para Kepala Sekolah SD SMP Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan arahan dan motivasi kepada para kepala sekolah SD dan SMP negeri yang baru terpilih maupun hasil rotasi. Kegiatan tersebut digelar di Aula Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Senin (4/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati meninta para kepala sekolah SD dan SMP negeri tersebut untuk terus meningkatkan kompetensi dan berinovasi untuk kemajuan SD dan SMP masing-masing

"Tingkatkan terus kompetensi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas sekolah dan proses belajar mengajar demi terwujudnya kemajuan pendidikan yang unggul dan berkualitas di Kabupaten Tangerang," pinta Bupati Maesyal Rasyid

Ia mengungkapkan bahwa proses seleksi kepala sekolah dilakukan secara detail dan menyeluruh, dengan mempertimbangkan rekam jejak, loyalitas, kapasitas, serta kesiapan mental para calon kepala sekolah. Proses penetapan kepala sekolah juga telah dilakukan secara objektif melalui pembahasan yang mendalam bersama jajaran terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan BKPSDM.

“Pengisian kepala sekolah bukan berdasarkan faktor lain, tetapi murni berdasarkan kompetensi. Semua dibahas secara matang, tidak asal tanda tangan. Satu posisi bahkan bisa ada tiga calon yang dikaji secara menyeluruh,” ungkapnya

Dia menyebut para kepala sekolah yang terpilih merupakan sosok pilihan di antara ribuan guru di Kabupaten Tangerang. Dari ribuan guru yang ada, para kepala sekolah ini dipercaya menjadi pemimpin dan teladan di lingkungan pendidikan.

“Ini adalah amanah besar. Dari ribuan guru, Bapak/Ibu terpilih menjadi kepala sekolah, patut disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Dalam arahannya, Bupati menitipkan beberapa hal penting yang harus segera dilakukan oleh para kepala sekolah di lingkungan masing-masing. Pertama, menjaga kerapihan dan kebersihan lingkungan sekolah, termasuk memastikan tidak ada sampah dan saluran air yang tersumbat.

Kedua, mengoptimalkan program sanitasi sekolah (Sanisek) serta memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif dengan menanam berbagai tanaman seperti cabai dan tomat sebagai bentuk inovasi dan edukasi bagi siswa.

Ketiga, melakukan perbaikan sarana dan prasarana ringan secara mandiri tanpa harus menunggu anggaran dari pemerintah daerah, dengan memanfaatkan dana yang tersedia.

“Jangan menunggu, sepanjang bisa dilakukan oleh kepala sekolah, segera lakukan. Sekolah yang bersih, rapi, aman dan nyaman akan mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas,” pesannya.

Dia juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dalam proses seleksi tersebut, serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk masukan dari organisasi profesi seperti PGRI dan organisasi profesi lainnya. (Red)

Page 15 of 282
Go to top