Bupati Tangerang Raih Penghargaan Economic Growth Ajang National Governance Awards 2026

Jakarta, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyud meraih penghargaan Economic Growth pada ajang National Governance Awards 2026 yang digelar Metro TV bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Hotel The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jum'at malam (24/04/26)

National Governance Awards 2026 merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Metro TV bekerja sama dengan Kemendagri dan kementerian terkait lainnya untuk mengapresiasi kepala daerah (provinsi, kota, kabupaten) di Indonesia yang berhasil melakukan inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta transformasi digital yang inspiratif

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang menerima langsung penghargaan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para kepala daerah, yang dinilai telah melakukan inovasi dan mampu menginspirasi pada sektor tata kelola pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan kesehatan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

"Penghargaan ini diberikan kepada para kepala daerah yang mampu meningkatkan atau memaksimalkan tugas-tugasnya untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemrintah daerah, khususnya terkait dengan tata kelola pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan kesehatan," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, penghargaan yang diraih tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh OPD dan para mitra Pemkab Tangerang yang terus melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Apa yang kita terima hari ini adalah berkat kerja bersama, berkat sinergi dan kolaborasi seluruh OPD dan mitra pemerintah. Yang jelas memotivasi kami untuk terus berinovasi bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang," tandasnya

Dia menandaskan Pemkab Tangerang akan melaksanakan dan menyelaraskan program-program pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan sesuai dengan kebijakan dari pemerintah pusat sehingga berdampak langsung kepada masyarakat

"Kami akan terus menguatkan program pembangunan yang selaras dengan arah dan kebijakan pemerintah pusat, salah satunya percepatan dan transparansi pelayanan perizinan. Perizinan yang lebih mudah berarti membuka peluang investasi dan juga membuka lapangan pekerjaan," imbuhnya

Selain itu, Pemkab Tangerang juga akan terus mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, keagamaan, kesehatan dan peningkatan kualitas SDM.

"InsyaAllah ke depan, kita akan terus membangun sarana pembelajaran dari sisi agama antara lainnya adalah Asrama Pondok Pesantren dan sanitasi pondok pesantren. Sekolah gratis untuk SD-SMP swasta secara bertahap, akan kita tambah porsi jumlahnya, serta beasiswa bagi mahasiswa yang orang tuanya ekonominya terbatas ekonominya juga akan kita tambah porsinya," imbuhnya

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Metro TV dan Kemendagri yang telah memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan pelayanan dan inovasi yang telah pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat

"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih atas inisiatif dari Metro TV bersama Pak Menteri Dalam Negeri yang telah melaksanakan agenda memberikan penghargaan kepada kepala daerah seluruh Indonesia baik gubernur, bupati maupun Walikota," pungkasnya. (Red)

Posyandu Bertransformasi, Pemkab Tangerang Dorong Layanan Sosial Terpadu hingga Tingkat Desa

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang, Jumat (24/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menuturkan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar Posyandu kepada masyarakat, bukan hanya kesehatan ibu dan anak, namun juga pada bidang lainnya

“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis. Posyandu yang dahulu kita kenal sebagai layanan kesehatan dasar, kini bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Sosial Dasar, yang tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup enam bidang pelayanan yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta sosial,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan bahwa transformasi tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), sekaligus menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat desa dan kelurahan. Untuk itu, dia meminta para kepala desa dan lurah berperan aktif mendukung dan menyukseskan implementasi Posyandu 6 SPM tersebut

“Peran Kepala Desa dan Lurah sangat krusial sebagai pembina, fasilitator, dan penanggung jawab dalam implementasi Posyandu 6 SPM. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada komitmen dan sinergi kita bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, Posyandu 6 SPM menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan visi Kabupaten Tangerang, yaitu terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing, khususnya melalui peningkatan kualitas kesehatan.

"Melalui kegiatan ini, saya berharap akan terbangun pemahaman yang sama tentang konsep dan implementasi Posyandu 6 SPM, meningkatnya kapasitas aparatur desa/kelurahan dan kader Posyandu, serta terwujudnya pelayanan yang terpadu, efektif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Bupati Maesyal juga mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi mampu mengimplementasikannya secara nyata di lapangan dengan penuh tanggung jawab.

“Ke depan, tantangan pembangunan semakin kompleks. Oleh karena itu, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, serta inovasi dalam pelayanan publik,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, ia berpesan agar kegiatan sosialisasi ini dapat dijadikan momentum semua stakeholder untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Laksanakan tugas dengan penuh integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian. Karena sejatinya, keberhasilan pembangunan daerah dimulai dari pelayanan yang baik di tingkat desa dan kelurahan,” pungkasnya. (Red)

Gali Jati Diri Daerah, Pemkab Tangerang Gelar FGD Sejarah untuk Penyusunan Konten Diorama

Tangerang , lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) menyelenggarakan Forum Diskusi Sejarah (FGD) Kabupaten Tangerang di hotel lemol, Kamis, (23/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menggali, menyusun, dan meluruskan narasi sejarah daerah secara komprehensif sebagai fondasi membangun masa depan.

Dalam FGD ini, Disperpusip Kabupaten Tangerang menghadirkan tiga narasumber berpengalaman. Mereka adalah Dr. M. Taufik, M.Si. selaku praktisi kearsipan, Prof. Mufti Ali, S.Ag., Ph.D. selaku sejarawan, serta Mushab Abdu Asy Syahid, S.Ars., M.Ars. selaku akademisi sejarah. Kehadiran ketiganya kian memperkaya substansi dan menjamin akurasi narasi sejarah yang dihasilkan.

Asisten Bidang Administrasi Umum (Asda III), Firzada Mahalli, yang membuka secara resmi acara tersebut menekankan bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan pengikat identitas daerah. Ia menyatakan bahwa di tengah arus globalisasi, pelestarian arsip statis dan sejarah lokal menjadi sangat krusial agar masyarakat tidak kehilangan arah.

"Sejarah tidak boleh ditulis dari satu sudut pandang saja. Seperti arsip, sejarah harus dirangkai dari berbagai perspektif agar menjadi utuh dan tidak bias," ujar Firzada.

Salah satu target utama dari FGD ini adalah pemanfaatan hasilnya sebagai dasar penyusunan konten diorama sejarah Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang berupaya menghadirkan sejarah dalam bentuk visual dan ruang edukasi yang lebih hidup, melampaui sekadar teks dalam buku.

Diharapkan, dengan adanya format visual yang menarik seperti diorama, generasi muda akan lebih mudah memahami makna dan nilai sejarah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, rasa memiliki, serta tanggung jawab untuk membangun daerah.

"Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat identitas dan budaya Kabupaten Tangerang," pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Disperpusip Kabupaten Tangerang, Nurul Hayati, menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan kaya, yang mencerminkan dinamika sosial, budaya, serta perjuangan masyarakatnya dari masa ke masa.

Namun demikian, kata dia, penyusunan sejarah daerah yang komprehensif dan terstruktur dinilai masih memerlukan penguatan, baik dari sisi data, sumber arsip, maupun kajian ilmiah.

"Salah satu manfaat FGD ini adalah meningkatkan kesadaran pentingnya arsip sejarah sebagai memori kolektif daerah sekaligus menjadi media pembelajaran dan edukasi yang lebih menarik," pungkasnya. (Red)

Monitoring Perayaan Paskah BKSG di Pasar Kemis, Bupati Tangerang Tekankan Pentingnya Kerukunan Antarumat Beragama

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan monitoring pelaksanaan perayaan Paskah bersama yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Gereja-Gereja (BKSG) Kabupaten Tangerang di Kecamatan Pasar Kemis, Jumat (24/4/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan pesan agar seluruh umat beragama di Kabupaten Tangerang terus menjaga persatuan dan mempererat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami pemerintah berharap umat Kristiani terus bergandengan tangan dengan umat lainnya, termasuk umat Islam, Hindu, Buddha, dan seluruh elemen masyarakat. Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi kerukunan di Kabupaten Tangerang tetap terjaga, harmonis, dan kondusif,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dinilai mampu merangkul dan menjadi fasilitator semua pihak untuk bersama-sama menjaga toleransi dan memperkuat komunikasi antarumat beragama di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan sekitarnya

Menurutnya, perayaan Paskah nersma tersebut, tidak hanya menjadi momentum spiritual keagamaan, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman.

“Ini adalah wujud nyata kebersamaan kita. Seluruh umat dan keyakinan di Kabupaten Tangerang tetap saling menghormati, menghargai, dan menjaga kerukunan dalam bingkai Pancasila,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuhnmenjamin kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama tanpa adanya pembatasan. Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut oleh informasi yang menyesatkan dan menimbulkan perpecahan

“Tidak ada larangan ataupun pembatasan dalam beribadah di Kabupaten Tangerang. Jika ada informasi yang beredar terkait hal tersebut, saya pastikan itu tidak benar. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan klarifikasi kepada pihak berwenang seperti FKUB, camat, lurah, maupun aparat setempat apabila menemukan informasi yang meragukan dan berpotensi menimbulkan perpecahan

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan umat Kristiani yang telah menyelenggarakan perayaan Paskah dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

“Kami turut berbahagia dan mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga kebersamaan, keharmonisan, dan persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang terus terjaga dan semakin kuat,” pungkasnya. (Red)

Terima Visitasi PKN Tingkat II Kemendagri, Pemkab Tangerang Jadi Lokus Studi Ketahanan Pangan dan Ekonomi

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan lapangan atau visitasi kepemimpinan nasional dari para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri. Kunjungan yang berlangsung pada 23-24 April 2026 ini bertujuan untuk melakukan studi mendalam mengenai tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi melalui koperasi.

Rombongan peserta PKN tersebut terdiri dari 40 pejabat yang berasal dari berbagai instansi lintas kementerian dan pemerintah daerah di Indonesia, termasuk perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan RI, hingga perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi.

Kegiatan visitasi ini mengangkat tema utama "Pengembangan Kepemimpinan Adaptif dan Transformatif dalam Mewujudkan Resiliensi Tata Kelola Pemerintahan Daerah". Kabupaten Tangerang dipilih menjadi lokus kunjungan (Visi Kepemimpinan Nasional/VKN) karena dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam implementasi kebijakan di dua sektor utama:

1. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan: Terkait pengembangan kepemimpinan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang ketahanan pangan.

2. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro: Terkait strategi pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan melalui penguatan sektor koperasi dan UMKM.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang menerima langsung kunjungan tersebut bersama jajaran pejabat BKP-SDM, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Kabupaten Tangerang sebagai tempat berbagi ilmu bagi para calon pemimpin nasional.

"Hari ini kami menerima kunjungan visitasi dari peserta PKN Kemendagri Angkatan I Tahun 2026. Fokus diskusi kami hari ini mencakup kepemimpinan dengan sub-tema ketahanan pangan dan koperasi," ujar Sekda Soma.

Beliau menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan momentum kolaborasi yang saling menguntungkan.

"Mudah-mudahan para peserta bisa belajar banyak mengenai kondisi Kabupaten Tangerang saat ini. Sebaliknya, bagi kami di Pemerintah Kabupaten Tangerang, kunjungan ini sangat bermanfaat karena kami mengharapkan adanya masukan, kritik, dan saran perbaikan dalam menata kelola ketahanan pangan serta memajukan koperasi dan UMKM yang sedang kami kembangkan," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah dijalankan di Kabupaten Tangerang untuk kemudian dapat diadaptasi atau diberikan rekomendasi peningkatan kualitas layanannya.

Visitasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pengembangan kompetensi manajerial aparatur sipil negara di tingkat nasional, sekaligus menjadi sarana evaluasi eksternal untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat. (Red)

Kegiatan Rutin Korve, Wujud Kepedulian Pegawai terhadap Kebersihan Lingkungan

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan melalui kegiatan rutin Korve (kerja bakti) yang dilaksanakan setiap hari Kamis oleh seluruh pegawai di lingkup pemerintahan.

Sebanyak 32 perangkat daerah turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pelaksanaan Korve dimulai jam 07.30 s.d 09.00. Memulai kegiatan dari Pos Bitung hingga area Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang menempuh jarak 9.200 meter. Para pegawai secara gotong royong membersihkan jalan, saluran air, serta lingkungan sekitar perkantoran guna menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan tertata.

Kegiatan Korve ini tidak hanya menjadi rutinitas semata, tetapi juga memiliki tujuan penting, di antaranya:

● Meningkatkan kesadaran dan kepedulian pegawai terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

●Mewujudkan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan produktif.

●Mempererat kebersamaan serta semangat gotong royong antar pegawai.

●Menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, diharapkan tercipta budaya hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi aktif seluruh elemen dalam menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah yang bersih, indah, dan berkelanjutan. (Red)

Gelar Expo Beasiswa, Pemkab Tangerang Pertemukan Ribuan Pendaftar dengan 33 Universitas

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menggelar pertemuan besar antara para pendaftar beasiswa dengan 33 universitas mitra. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari program Beasiswa Gemilang ini dilaksanakan pada Kamis, (23/04/2026) bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menjelaskan bahwa program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan ide besar dari Bupati dan Wakil Bupati untuk memastikan anak-anak Tangerang tetap bisa bersekolah guna mengentaskan kemiskinan di tingkat keluarga.

"Pemerintah harus hadir tidak hanya di level TK, SD, dan SMP, tapi kita melangkah lebih jauh lagi bagaimana menciptakan sarjana-sarjana baru di keluarga miskin. Tidak ada cara instan untuk menghapus kemiskinan selain dengan pendidikan, itu kuncinya," tegas Soma Atmaja.

Soma memaparkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, pemerintah daerah menggelontorkan dana sebesar Rp25,5 Miliar. Anggaran tersebut mengalami peningkatan signifikan guna mengakomodasi 679 kuota penerima manfaat, dimana jumpah tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 235 kuota.

"Tujuan kami melalui expo beasiswa ini adalah untuk memberikan informasi komprehensif serta memfasilitasi interaksi langsung antara calon penerima beasiswa dengan 33 perguruan tinggi mitra yang aka mereka pilihan," tambah Soma.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Bagian Kesra, Chaidir merinci bahwa Beasiswa Gemilang ditujukan bagi putra-putri daerah Kabupaten Tangerang yang memiliki potensi akademik maupun non-akademik tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Program ini juga terbuka bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi mitra yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, sehingga penerima dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala biaya.

"Cakupan beasiswa ini dirancang secara menyeluruh untuk mendukung mahasiswa di berbagai tahap pendidikan. Mulai dari calon mahasiswa baru, baik yang melanjutkan studi di dalam negeri maupun luar negeri, hingga mahasiswa aktif yang sedang menjalani perkuliahan dan mahasiswa tingkat akhir yang membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan studi," jelasnya.

Ia memaparkan bahwa hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 2.200 pendaftar yang mengakses situs resmi pendaftaran, dengan sekitar 200 pemohon yang telah menyelesaikan unggah dokumen persyaratan. Pendaftaran sendiri masih dibuka secara daring melalui laman beasiswa.tangerangkab.go.id hingga 30 April 2026.

"Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak muda di Kabupaten Tangerang yang putus kuliah hanya karena kendala biaya. Pemerintah hadir untuk mencetak SDM yang kompetitif melalui kerja sama dengan 33 perguruan tinggi, termasuk untuk program pendidikan Pilot dan Kedokteran," tutup Chaidir. (Red)

Bupati Tangerang Hadiri Musrenbang RKPD Provinsi Banten Tahun 2027

Serang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Banten Tahun 2027 yang digelar di Aula Pendopo Gubernur Banten, Kamis (23/4/26).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, para kepala daerah se-Provinsi Banten, unsur DPRD, Forkopimda, serta pemangku kepentingan lainnya dalam rangka menyusun arah kebijakan pembangunan daerah Provinsi Banten tahun 2027.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Provinsi Banten. Musrenbang RKPD tersebut merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan program-program prioritas pemerintah pusat dengan Provinsi Banten maupun dengan kabupaten-kota di Banten

“Musrenbang ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program prioritas antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Kami, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan publik, maupun pengembangan sumber daya manusia,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang siap mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Banten dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah, khususnya melalui penguatan konektivitas, peningkatan investasi, serta pengembangan kawasan-kawasan strategis.

“Kami menyambut baik arah kebijakan Provinsi Banten yang memfokuskan pembangunan pada wilayah yang masih membutuhkan percepatan. Kabupaten Tangerang siap bersinergi dan berbagi praktik baik guna mendorong pertumbuhan yang inklusif di seluruh wilayah Banten,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah atas kontribusi kinerja yang telah mendorong capaian indikator makro pembangunan Provinsi Banten. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Provinsi Banten merupakan hasil kerja kolektif seluruh bupati dan wali kota.

“Terima kasih kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Banten. Berkat kerja keras yang dilaksanakan, berbagai indikator makro menunjukkan hasil yang positif. Ini bukan semata kerja Gubernur, melainkan hasil kerja bersama bupati dan wali kota,” ujar Gubernur.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi dengan DPRD dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, serta menyampaikan bahwa pembangunan ke depan akan difokuskan pada wilayah yang masih memiliki keterbatasan fiskal guna mengurangi disparitas antar daerah.

Selain itu, ia memaparkan sejumlah capaian indikator makro Provinsi Banten tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,25 poin, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen (year-on-year), serta tren penurunan angka kemiskinan.

Pihaknya berharap melalui Musrenbang RKPD ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan demi kemajuan Provinsi Banten ke depannya. (Red)

128 Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang I 2026 di BLK Jayanti

TANGERANG, lensafokus.id – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Jayanti, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang kembali menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang I Tahun 2026. Program ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan diikuti oleh 128 peserta yang telah lolos seleksi psikotes dan wawancara.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia industri. Pada pelaksanaannya, para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi dan praktik yang diberikan.

Salah satu peserta, Putri, warga Kecamatan Jayanti yang mengambil jurusan Barista, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai metode pembelajaran yang diberikan sangat menarik dan mudah dipahami.

“Saya senang bisa ikut pelatihan di BLK ini. Materi di kelas sangat menyenangkan, cara penyampaiannya juga mudah dipahami, dan peserta lainnya juga seru,” ungkap Putri.

Ia menambahkan, selain mendapatkan materi pelatihan, para peserta juga dibekali pembinaan disiplin dan penguatan mental sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Selain itu terdapat fasilitas yang diberikan pun dinilai sangat mendukung proses pelatihan.

“Di sini kami juga diajarkan disiplin dan penguatan mental. Sekaligus peserta mendapatkan fasilitas tempat tinggal (mes), seragam pelatihan, dan makan siang dan Uang saku,” tambahnya.

Putri berharap ilmu yang diperoleh di pelatihan ini dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha mandiri di bidang kopi.

“Ilmu ini sangat berguna, bisa jadi modal untuk melamar kerja atau membuka coffee shop sendiri,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BLK Jayanti, Bambang Dwi Purwanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan kegiatan rutin yang bertujuan meningkatkan keterampilan para pencari kerja, khususnya masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, pada Gelombang I Tahun 2026 ini terdapat 128 peserta yang mengikuti pelatihan berbasis kompetensi setelah melalui tahapan seleksi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pada gelombang pertama ini tersedia tujuh bidang pelatihan, yaitu Barista, Bahasa Korea, Practical Office Advance, Operator Forklift, Las Listrik, Desainer Multimedia Muda, dan Bahasa Jepang.

Sebelum mengikuti pelatihan inti, para peserta juga mendapatkan pembinaan fisik dan mental (FDM) yang bekerja sama dengan TNI. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter peserta agar lebih disiplin, solid, dan memiliki loyalitas tinggi.

“Kami bekerja sama dengan TNI untuk memberikan pembinaan mental dan fisik guna menumbuhkan sikap disiplin, solidaritas, dan loyalitas peserta,” jelasnya.

Bambang berharap, melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, dapat lahir tenaga kerja yang kompeten, siap kerja, dan memiliki daya saing tinggi di Kabupaten Tangerang.

“Semoga program ini mampu mencetak tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing, serta dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (Red)

Buka Acara Penanaman 1000 Pohon di Situ Cihuni, Wabup Intan Harap RTH Semakin Meningkat

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka acara Penanaman 1000 Pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi Tahun 2026 di Situ Cihuni Kec. Pagedangan, Rabu (22/04/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan bahwa kegiatan penanaman 1.000 pohon tersebut merupakan wujud kepedulian bersama akan masa depan bumi dan ekosistemnya. Dia berharap melalui acara tersebut dapat mendorong semakin meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Tangerang, baik kuantitas maupun kualitasnya.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kita terhadap masa depan bumi yang kita tempati bersama. Mudah-mudahan ke depan RTH di Kabupaten Tangerang ini paling tidak bisa mencapai sekitar 20 sampai 25%, supaya kualitas udara di Kabupaten Tangerang ini tetap segar dan nyaman untuk ditinggali,” ujar Wabup Intan

Lanjut dia, Hari Bumi yang rutin diperingati setiap tahunnya menjadi momentum penting untuk mengingatkan semua pihak bahwa bumi bukan warisan dari nenek moyang semata melainkan hanya titipan untuk generasi yang akan datang. Oleh karena itu, dia juga meminta semua pihak untuk semakin menguatkan komitmen dan bersinergi bersama dalam menjaga, merawat dan melestarikannya

“Menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat dan melestarikan bumi. Bukan cuma konsen sama penanaman pohon tapi juga sampah. Sekarang program presiden kita, Pak Prabowo Subianto ada namanya Indonesia Asri, jadi Kabupaten Tangerang tiap hari Kamis pagi dan Jumat melakukan Korvey atau bersih-bersih,” ungkapnya

Dia juga menyoroti kawasan Situ Cihuni yang cukup ramai dikunjungi sebagai lokasi untuk berolahraga maupun rekreasi. Masyarakat yang berkunjung dan memanfaatkan kawasan Situ Cihuni masih banyak yang belum sadar akan budaya bersih dan peduli sampah serta masih minimnya tempat sampah yang tersedia.

“Kebetulan ini kemarin saya coba jogging track ya di sini ternyata banyak pengunjung yang buang sampahnya sembarangan. Sambil jalan, saya Korvey mungutin sampah. Kalau bisa pengelola yang ada di sini, bisa menyediakan tempat sampah di beberapa titik lokasi supaya orang-orang yang berkunjung bisa membuang sampah di tempatnya,” ujarnya

Dia mengapresiasi kegiatan tanam pohon yang diinisasi Yayasan Banksasuci Foundation. Pihaknya juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung program-program pelestarian lingkungan termasuk penghijauan, pengelolaan sampah serta edukasi lingkungan kepada masyarakat yang dilakukan oleh organisasi, komunitas dan pihak swasta lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Banksasuci foundation atas inisiatif dan konsistensinya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kami percaya bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas dan juga masyarakat bisa menjadi kunci utama menghadapi persoalan sampah dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Yayasan Banksasuci Foundation, Ade Yunus mengungkapkan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut diharapkan dapat menggugah kesadaran kolektif bersama dalam rangka mewujudkan visi Banten Teduh, Tangerang Sejuk.

“Menanam pohon bukan lagi sekedar himbauan kewajiban tapi menanam pohon adalah sebuah kebutuhan. Kami optimis melalui kolaborasi Penta Helix dengan seluruh stakeholder, Banten Teduh, Tangerang Sejuk dapat terwujud,” ungkap Ade

Selain di Situ Cihuni, pihaknya juga telah melakukan hal serupa di Kecamatan Mauk, Kosambi, Pakuhaji serta penanaman pohon di bantaran Sungai Cimanceri, Cileles dan bantaran sungai lainnya.

“Kami sudah menanam kurang lebih 211.000 pohon. Seribu pohon yang secara simbolis ditanam bersama, berarti kita telah melaksanakan kegiatan penanaman pohon lebih kurang 212.000 selama 3 tahun terakhir ini,” jelasnya. (Red)

Page 19 of 282
Go to top