Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) secara resmi membuka kegiatan Pelatihan dan Edukasi Gizi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) tahun 2026. Acara yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengejar target Indonesia Emas 2045 melalui percepatan penurunan angka stunting.
Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekertariat Daerah Prima Saras Puspa menekankan bahwa intervensi stunting harus dilakukan secara konvergensi, baik spesifik maupun sensitif. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan komitmen lokal melalui Peraturan Bupati Nomor 103 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tangerang.
“Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan bermakna jika anak-anak kita tumbuh dengan kondisi stunting. Melalui DASHAT, kita tidak hanya sekadar masak-memasak, tetapi memberdayakan masyarakat di tingkat Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) untuk memahami gizi keluarga dengan memanfaatkan pangan lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan bawa Kegiatan DASHAT tahun 2026 ini menunjukkan peningkatan jangkauan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tercatat, DPPKB Kabupaten Tangerang berhasil mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk menyelenggarakan pelatihan di 265 desa/kelurahan dengan sasaran mencapai 13.250 Keluarga Berisiko Stunting (KRS).
"Selain dukungan dana pusat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga dialokasikan khusus untuk 10 Desa Lokus, yang mencakup pemberian bahan natura kepada 1.240 KRS. Upaya ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berjalan konsisten sejak 2023 hingga 2025 dengan total sasaran mencapai puluhan ribu keluarga," ungkapnya.
Pelatihan ini memfokuskan pada tiga pilar utama yaitu, pemberdayaan ekonomi, edukasi gizi, dan pemanfaatan pangan lokal. Para kader didorong untuk memaksimalkan potensi bahan pangan yang ada di sekitar rumah, seperti ikan lele atau hasil kebun, agar tidak ada lagi alasan kendala biaya dalam memenuhi gizi anak.
“Sering kali masalah gizi bukan karena tidak ada makanan, tapi karena kurangnya pemahaman mengolah bahan pangan yang tepat. Ibu-ibu kader adalah ujung tombak kita untuk menularkan ilmu ini kepada tetangga dan ibu hamil di lingkungannya. Selain program DASHAT, pemerintah juga mensosialisasikan berbagai program prioritas lainnya seperti TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG)," jelasnya.
Ia mengharapkan pentingnya gotong-royong antara kader dan keluarga dalam upaya pemenuhan gizi dan pendidikan anak. Kerja sama di semua tingkat masyarakat menjadi kunci karena pembangunan sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan aktif, bukan hanya kebijakan pemerintah.
"Investasi utama bangsa terletak pada kualitas manusia, bukan infrastruktur fisik. Gizi dan pendidikan anak menjadi fondasi keberlanjutan pembangunan, karena generasi yang sehat dan cerdas adalah modal utama untuk masa depan yang tangguh dan mandiri," tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah akan mencanangkan Gerakan Kolaborasi Pengendalian Bahan Pokok dan Inflasi (GASPOL) untuk mengantisipasi dan mengendalikan ketersediaan bahan pokok dan laju inflasi di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka acara High Level Meeting TPID Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan di Hotel Lemo, Kec. Kelapa Dua, Rabu (22/04/26)
“Seluruh upaya yang telah kita laksanakan merupakan bagian dari komitmen bersama dalam pengendalian inflasi daerah. Oleh karena itu pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Tangerang mencanangkan GASPOL, yaitu Gerakan Kolaborasi Pengendalian Bahan Pokok dan Inflasi,” ujar Wabup Intan
Menurut dia, pengendalian inflasi dan ketersediaan bahan pokok berkaitan langsung dengan stabilitas harga, daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik perkembangan inflasi di wilayah KabupatenTangerang dan Provinsi Banten sepanjang tahun 2025 secara umum masih relatif terkendali, inflasi tahunan tercatat berada pada kisaran 2,3% - 2,7%.
“Pengendalian stok bahan pokok dan inflasi tidak hanya memerlukan langkah jangka pendek tapi juga langkah-langkah strategi yang berkelanjutan, termasuk penguatan ketahanan pangan, pemanfaatan teknologi informasi serta peningkatan kualitas data sebagai dasar pengambilan kebijakan,” tandasnya
Dia berharap melalui pelaksanaan High Level Meeting tersebut, seluruh stakeholder dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh sekaligus memperkuat sinergi dan komitmen bersama untuk menghadapi tantangan global yang komplek dan tidak menentu.
“Semoga berbagai upaya yang telah kita laksanakan bersama-sama ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat maupun menjaga daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan komoditas strategis serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tangerang secara berkelanjutan sekaligus memperkuat inovasi daerah dalam pengendalian inflasi,” harapnya
Dia juga menyebut berkembangnya dapur SPPG saat ini bisa mempengaruhi fluktuatif harga dan ketersediaan barang dan bahan-bahan pokok seperti telur ayam, cabai, beras dan komiditas holtikultura lainnya. Untuk itu pihaknya minta kepada perangkat daerah terkait untuk melakukan terobosan-terobosan untuk menguatkan sektor peternakan dan pertanian yang bisa lebih produktif dan inovatif
“Dari dinas pertanian dan ketahan pangan, mudah-mudahan bisa melakukan terobosan-terobosan baru pada sektor peternakan dan pertanian yang bisa dihidupkan dan dikembangkan di Kabupaten Tangerang untuk mensuplai kekurangan pada stok bahan pangan yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujarnya
Menurut arahannya, Wabup Intan memintan TPID selaku kepanjangan dari pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi secara terpadu, baik melalui intervensi pasar, menjaga kelancaran distribusi maupun pengawasan di lapangan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Syaifullah menjelaskan bahwa kegiatan TPID selalu berpedoman pada empat (4) pilar utama pengendalian inflasi, yaitu: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi yang efektif.
“Pelaksanaan High Level Meeting TPID hari ini sangat memiliki arti yang penting sebagai forum strategis untuk melakukan evaluasi dan juga memperkuat koordinasi serta merumuskan langkah-langkah konkrit dalam menjaga stabilisasi harga dan daya beli masyarakat di Kabupaten Tangerang,” jelasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan meresmikan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Tigaraksa, yang berlokasi Kawasan Bizpoint Kec. Cikupa, Rabu (22/4/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan selamat kepada BPJS Kesehatan atas gedung baru yang lebih representatif dan diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat
“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur Utama BPJS Kesehatan yang telah membangun gedung ini. Kehadiran kantor yang lebih baik ini tentu menjadi solusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menambahkan, pembangunan kantor cabang ini sangat relevan dengan tingginya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tangerang yang kini telah mencapai sekitar 3,5 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang cukup besar tersebut, kebutuhan pelayanan kesehatan yang optimal menjadi semakin penting dan mendasar.
“Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan. Alhamdulillah, BPJS merespons dengan menghadirkan fasilitas yang lebih representatif agar masyarakat dapat terlayani dengan lebih baik,” jelasnya.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung program jaminan kesehatan nasional melalui alokasi anggaran yang signifikan.
“Pada tahun 2026, kami mengalokasikan sekitar Rp359 miliar dari APBD untuk BPJS Kesehatan, serta sekitar Rp88 miliar untuk BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan bentuk perhatian kami agar masyarakat tetap sehat dan produktif,” ungkapnya.
Menurutnya, kesehatan masyarakat menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan daerah. “Jika masyarakat sehat, maka aktivitas berjalan dengan baik, dan pada akhirnya daerah kita akan semakin maju,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjend TNI Purnawirawan Dr. dr. Prihati Pujowaskito menyampaikan bahwa kantor cabang Tigaraksa merupakan kantor pertama yang diresmikan pada tahun 2026, dari target pembangunan tiga kantor cabang sepanjang tahun ini.
“Kantor ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan layanan kami. Saat ini kami memiliki 126 kantor cabang dan tinggal lima lagi yang akan diselesaikan. Kehadiran kantor ini akan mempermudah pelayanan kepesertaan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.
Dia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pihaknya berharap dengan dukungan dan sinergi yang semakin kuat, program layanan BPJS Kesehatan akan semakin berkualitas dan lebih banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh Forkopimda serta masyarakat peserta JKN. Dengan semangat gotong royong, kita harapkan program ini dapat terus memberikan layanan kesehatan yang berkualitas, serta mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya berobat,” tutupnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Kabar baik bagi masyarakat Kota Tangerang. PT Tangerang Nusantara Global (TNG) resmi menghadirkan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di SPBU yang dikelolanya mulai 1 Mei 2026.
Direktur PT TNG Muhamad Rijal menyampaikan, sejak memulai operasional SPBU pada Desember 2022, pihaknya terus melakukan pengembangan layanan.
"Awalnya, SPBU PT TNG hanya menyediakan empat jenis BBM, yakni Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, dan Dexlite. Kini, dengan hadirnya biosolar, pilihan BBM bagi masyarakat menjadi semakin lengkap," papar Rijal, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/26).
“Permintaan terhadap biosolar cukup tinggi, baik dari masyarakat umum maupun dari kebutuhan operasional Pemerintah Kota Tangerang. Karena itu, mulai 1 Mei 2026 kami siap menyediakan biosolar di SPBU PT TNG,” tambahnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan biosolar tidak hanya datang dari pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga dari sektor layanan publik.
Sejumlah armada seperti Bus Tayo dan truk pengangkut sampah yang beroperasi di Kota Tangerang turut memanfaatkan BBM jenis ini untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Secara bisnis, perkembangan SPBU kami sangat baik. Setiap tahun mengalami peningkatan, baik dari sisi penjualan maupun pendapatan bersih. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” katanya.
Dengan penambahan layanan biosolar, PT TNG optimis dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang.
Hal ini sejalan dengan peran PT TNG sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali meninjau langsung progres pembongkaran bangunan liar dan normalisasi Kali Cirarab yang berada di wilayah Kecamatan Sepatan dan Pasar Kemis, Selasa (21/4/26)
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kapolresta Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, serta para camat setempat.
Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kehadiran jajaran lintas instansi bertujuan memastikan proses penertiban dan normalisasi berjalan sesuai rencana. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan perusahaan yang berada di bantaran sungai, salah satunya PT. Intek, terkait penggunaan lahan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS).
“Kami sudah sampaikan dan alhamdulillah pihak PT. Intek bersedia mematuhi ketentuan GSS dan akan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini bentuk kepedulian dan kesadaran terhadap kepentingan umum,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan normalisasi Kali Cirarab dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keselamatan masyarakat, para pekerja dan warga di sekitar bantaran sungai. Setelah proses pembongkaran, akan segera dilakukan pengerukan sungai serta penurapan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Setelah dinormalisasi dan dilakukan penurapan, insyaAllah wilayah ini diharapkan tidak lagi terdampak banjir. Ini adalah langkah jangka panjang untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Bupati juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dan pelaku usaha di dua wilayah tersebut yang secara mandiri melakukan pembongkaran bangunan. Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi pihak lainnya
“Di wilayah Sepatan, ada tiga perusahaan yang akan membongkar secara mandiri. Di Pasar Kemis juga masyarakat, termasuk pelaku usaha dan tempat ibadah, sudah mulai melakukan pembongkaran,” ungkapnya.
Lanjut dia, untuk panjang normalisasi Kali Cirarab, diperkirakan mencapai sekitar 700 meter, mulai dari wilayah Gelam hingga lokasi peninjauan di PT. Intek
Terkait penanganan banjir di wilayah lain, dia menyebut bahwa akan dilakukan pembangunan turap dan infrastruktur pengendali banjir lainnya, seperti di wilayah Jayanti dan Kresek yang saat ini sedang dalam proses tender oleh BBWS.
“Penanganan banjir menjadi perhatian bersama antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan BBWS. Semua dilakukan secara bertahap untuk mengurangi tingkat kebanjiran di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id — Keluarga besar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Daerah (BPD) Provinsi Banten menggelar acara Halal Bihalal bersama delapan Badan Pimpinan Cabang (BPC) kabupaten/kota se-Banten, Senin (20/4/2026). Kegiatan berlangsung hangat di Pakons Prime Hotel, Kota Tangerang.
Mengusung tema “Kembali Fitri Bersatu Untuk Hospitality Industry”, acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi di sektor perhotelan dan restoran di Banten.
Ketua Panitia, Andra Basra Utama yang juga Wakil Ketua Umum (WKU) PHRI Banten serta owner Pakons Prime Hotel, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan, pengurus, anggota PHRI, hingga para vendor yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyajian maupun pelayanan selama kegiatan berlangsung.
“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara ini masih terdapat kekurangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PHRI BPD Banten, G. S. Ashok Kumar, membuka sambutannya dengan pantun yang mengundang keakraban seluruh peserta. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para ketua BPC kabupaten/kota, jajaran pengurus, hingga perwakilan vendor seperti Telkom Indonesia dan Bank Banten, serta pelaku UMKM Tangerang Raya, diberikan kesempatan naik ke panggung untuk menyampaikan pesan singkat.
Momen tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan dan sinergi lintas sektor dalam mendukung kemajuan industri hospitality di Banten.
Ashok Kumar menegaskan bahwa PHRI merupakan salah satu kontributor besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya di sektor pariwisata. Meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran akibat pemangkasan APBD dan APBN yang berdampak pada kegiatan MICE di perhotelan, PHRI Banten tetap optimistis.
“PHRI harus tetap solid, cepat, dan cerdas dalam beradaptasi serta menjalin kolaborasi dengan berbagai segmen,” tegasnya.
Di penghujung acara, pendiri konsep “Bank Air”, Sudirman Indra, turut menyampaikan gagasannya terkait pengelolaan air. Ia menyoroti bahwa sekitar 70 persen air hujan di Indonesia masih terbuang ke laut, sementara di negara Timur Tengah air laut justru dimanfaatkan melalui teknologi untuk kebutuhan pertanian dan air minum.
“Setiap warga sebenarnya bisa ikut serta menabung air hujan sebagai langkah sederhana menjaga keberlanjutan sumber daya air,” ungkapnya. (Asp)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah bersama jajaran perangkat Desa Sentul meninjau langsung kondisi rumah milik Ibu Sumirah, warga Kampung Pos Sentul, RT. 005/003, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja (20/4/26).
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa peninjauannya bersama jajaran perangkat Desa Sentul merupakan bentuk respon cepat pemerintah daerah terhadap laporan adanya rumah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan penghuninya.
"Hari ini, saya bersama Kasi Trantib, Pak Sekdes beserta perangkat Desa Sentul melihat dan menindaklanjuti langsung laporan adanya rumah yang sangat tidak layak dan membahayakan penghuninya," ungkap Wabup Intan
Dia menegaskan bahwa hunian yang layak merupakan fondasi utama bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Untuk itu, Pemkab Tangerang serius dan berkomitmen penuh melaksanakan program bedah RTLH secara berkelanjutan dengan target sekitar 1000 rumah setiap tahunnya
"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa bantuan program bedah rumah ini tepat sasaran. Kondisi rumah Ibu Sumirah ini memang memerlukan penanganan segera agar beliau bisa tinggal dengan rasa aman dan nyaman," ujarnya.
Dia juga memberikan dorongan semangat dan berjanji membantu percepatan pelaksanaan rovasi agar rumah kepada Ibu Sumirah segera diperbaiki
"Nanti kita perbaiki ya bu, insyaAllah bulan ini, paling cepat dimulai minggu depan," katanya
Pihaknya pun mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sentul yang telah merespon cepat adanya laporan rumah tidak layak huni dan melakukan langkah-langkah untuk mempercepat proses renovasi RTLH
Sementara itu, Sekretaris Desa Sentul, Asep, menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Sentul telah memasukkan program perbaikan rumah Ibu Sumirah ke dalam perencanaan prioritas desa. Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh aspek pendukung, termasuk tempat tinggal sementara bagi pemilik rumah, telah dipersiapkan dengan matang.
"Renovasi akan dimulai bulan ini, dan sudah masuk dalam anggaran desa. Nanti Ibu Sumirah sementara tinggal di tempat saudaranya selama proses pembangunan berlangsung," jelas Asep.
Sementara Ibu Sumirah, selaku pemilik rumah, menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas kunjungan langsung Wakil Bupati Tangerang bersama aparat desa. Ia berharap perbaikan rumahnya dapat segera dilaksanakan mengingat kondisi atap yang sudah bocor dan dinding yang mulai rapuh.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak bu bantuannya. Rumah saya kalau hujan selalu bocor dan dindingnya sudah rapuh, takut ambruk," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafikus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Tangerang, Soma Atmaja membuka acara Sosialisasi Penguatan Budaya Hukum Dalam Kehidupan Masyarakat Desa di wilayah Kec. Tigaraksa, Senin (20/04/26)
Dalam sambutannya Sekda Soma yang hadir mewakili Bupati Tangerang sangat mengapresiasi inisiatif Kecamatan Tigaraksa yang telah memfasilitasi acara tersebut sebagai salah satu upaya menguatkan budaya hukum kepada para kades, sekdes perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan desa lainnya.
"Atas nama pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih kepada Camat Tigaraksa yang telah memfasilitasi kegiatan ini sebagai fondasi penting dalam mewujudkan tata kehidupan yang tertib, aman, dan berkeadilan," ujar Soma
Lanjut dia, desa sebagai garda terdepan pemerintahan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran hukum masyarakat, sehingga setiap kebijakan, program, dan aktivitas dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dia berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan pemahaman hukum para kades, sekdes dan lembaga kemasyarakatan desa serta mampu menerapkannya dalam tata pengelolaan pemerintahan desa dengan baik.
"Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat meningkatkan pemahaman hukum, sekaligus mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tata kelola pemerintahan desa," harapnya
Soma juga menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemangku kepentingan dan masyarakat yang harus terus diperkuat.
"Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mencegah terjadinya pelanggaran hukum, meningkatkan transparansi, serta menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan akuntabel serta pembangunan desa yang berjalan lebih optimal," tandasnya
Menurut dia, kesadaran dan kepatuhan hukum dari penyelenggaran pemerintahan dan masyarakat juga harus terus ditingkatkan agar mampu menciptakan lingkungan desa yang tertib, aman dan berkeadilan. Pihaknya pun meminta seluruh aparatur desa, anggota lembaga kemasyarakatan dan masyarakat mampu menjadi teladan bagi lainnya.
"Saya minta setiap aparatur desa, anggota lembaga kemasyarakatan dan masyarakat mampu menjadi teladan bagi yang lainnya. Sadar dan patuh terhadap segala peraturan yang berlaku sebagai bentuk kontribusi bagi terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan berkeadilan," pintanya
Sementara itu, Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied melaporkan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum di tengah masyarakat desa khususnya di wilayah kecamatan Tigaraksa
"Kegiatan ini diikuti oleh para kepala desa, perangkat desa, ketua BPD, lembaga desa serta tokoh masyarakat desa dengan tujuan satu meningkatkan sejarah hukum bagi masyarakat, mencegah terjadinya pelanggaran hukum di tingkat desa hingga tata kelola Pemerintah desa yang taat aturan, transparan dan akuntabel," jelasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menegaskan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan saat apel Senin pagi di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (20/04/26)
"Kedisiplinan merupakan cerminan keseriusan ASN sebagai pelayan masyarakat yang harus dimulai dari hal-hal mendasar, seperti kehadiran tepat waktu, kepatuhan terhadap aturan berpakaian, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Jika hal-hal dasar ini dijaga, maka kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan meningkat," tandasnya
Menyoroti pelaksanaan sistem kerja fleksibel atau Work From Home (WFH), dia meminta kepada seluruh perangkat daerah untuk memonitor pelaksanaan WFH dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal meskipun terdapat penyesuaian pola kerja.
"Saya minta kepada seluruh perangkat daerah benar-benar memantau pelaksanaan WFH secara optimal dan tidak mengurangi produktivitas. Pastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal," pintanya
Menjelang peringatan Hari Kartini, Wabup Intan juga Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah. Semangat Kartini harus terus dihidupkan dan mendorong penguatan kesetaraan bagi kaum perempuan di bidang pendidikan, pekerjaan serta pengambilan keputusan
"Hari Kartini pada 21 April menjadi momentum pengingat pentingnya kesetaraan dan peran perempuan dalam pembangunan. Kita ingin Kabupaten Tangerang menjadi daerah yang semakin ramah dan adil bagi perempuan, dengan memberikan kesempatan yang luas serta perlindungan yang nyata,” ungkapnya.
Selain itu, Wakil Bupati turut mengapresiasi konsistensi ASN dalam melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan yang rutin dilakukan setiap hari Kamis. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan menjadi contoh bagi masyarakat.
“Budaya hidup bersih harus terus dijaga dan ditingkatkan, termasuk dengan memilah sampah di masing-masing perangkat daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Pada apel Senin pagi tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis SK Kenaikan Pangkat TMT 1 Mei 2026 kepada 71 orang PNS dan SK pensiun kepada 66 PNS yang akan memasuki pensiun TMT 1 Mei 2026. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang digelar di Yasmin Hotel, pada Minggu (19/4/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Alumni PMII Kabupaten Tangerang atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat kebersamaan antar elemen masyarakat.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan membangun kebersamaan yang lebih kokoh,” ujar Bupati Maesyal
Ia menegaskan bahwa PMII sebagai organisasi kader memiliki peran besar dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Untuk itu kontribusi dan partisipasi aktif seluruh kader serta alumni PMII sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar PMII, untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang agar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.
Dia juga menandaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu program prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD
“Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program, di antaranya pemberian beasiswa pendidikan, pelatihan keterampilan, serta penguatan kapasitas generasi muda. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda Kabupaten Tangerang memiliki akses pendidikan yang baik dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan kualitas manusia.
“Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang berakhlakul karimah, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin dalam suasana Halal Bihalal serta berharap momentum tersebut dapat semakin memperkuat persatuan dan kesatuan.
“Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga. Perbedaan jangan menjadi pemecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” pungkasnya.
Acara yang penuh kebersamaan tersebut dihadiri juga oleh unsur Forkopimda, pengurus dan alumni PMII, serta tokoh masyarakat. (Red)