Index Berita Lensa Fokus

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri dan menyerahkan secara simbolis pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bersama Baznas Kabupaten Tangerang di MIN Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Rabu (4/3/26).

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas kinerja Baznas Kabupaten Tangerang yang dipimpin oleh Ketua Baznas H. M. Nawawi dalam mengelola dan mendistribusikan dana umat secara transparan dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah, pemasukan dari UPZ Kecamatan Pagedangan sebesar Rp200 juta dan hari ini, tahap pertama dikembalikan sebesar Rp126 juta kepada masyarakat. Nanti akan ada tahap kedua melalui program bedah rumah, santunan, bantuan UMKM, dan lainnya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan bahwa dana yang disetorkan melalui UPZ baik zakat, infak maupun sedekah, semuanya dikembalikan lagi kepada masyarakat di masing-masing kecamatan. Pola distribusinya pun sama di seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang.

"Dana, baik zakat, infak mauoun sedekah yang disetorkan melalui UPZ, semuanya dikembalikan lagi kepada masyarakat di masing-masing kecamatan," tandasnya

Ia menambahkan para penerima manfaat terdiri dari fakir miskin, guru ngaji, TPQ, petugas pemulasaraan jenazah, serta mualaf. Ia berharap bantuan yang diberikan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya

“Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mudah-mudahan penerimaan Baznas ke depan semakin besar sehingga manfaat yang dikembalikan kepada masyarakat juga semakin luas,” tambahnya.

Ia pun terus mendorong peran aktif UPZ-UPZ di tingkat kecamatan, desa, maupun kabupaten untuk terus menyosialisasikan kewajiban zakat fitrah, zakat mal, infak dan sedekah melalui jalur resmi Baznas yang legalitas dan akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Tangerang H. M. Nawawi menjelaskan bahwa pendistribusian tahap pertama ini merupakan bagian dari program Gema Ramadan 1447 H/2026 yang menyasar delapan asnaf, dengan fokus bantuan kepada fakir miskin dan sejumlah kategori penerima manfaat lainnya.

“Total tahap pertama sebesar Rp126 juta untuk 252 penerima manfaat, masing-masing Rp500 ribu. Ini adalah wujud komitmen Baznas dalam memastikan dana umat kembali kepada yang berhak secara tepat sasaran,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini, semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui Baznas serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan umat di Kabupaten Tangerang, khususnya Kecamatan Pagedangan. (Red)

Published in Banten

Tiangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi membuka kegiatan Studi Tiru Santri Kenduri Ramadan Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Akbar Initiative di Ruang Rapat Wareng Gedung Kantor Bupati, Rabu (04/03/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menandaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, gedung, dan kawasan industri, tetapi juga pada pembangunan kualitas sumber daya manusia. Generasi penerus yang tangguh, berkarakter dan berdaya saing sangat dibutuhkan peran dan kontribusinya

“Pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan manusianya. Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga gemar membaca, berpikir kritis, dan berdiskusi serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan,” ujar Wabup Intan.

Ia juga menekankan pentingnya untuk terus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda, termasuk para santri. Melalui kegiatan Kenduri Ramadan, para santri diharapkan tidak hanya mempelajari ilmu agama seperti hadis, tafsir, dan kitab kuning, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kemampuan menulis, berpikir kritis, serta memahami dinamika pembangunan daerah.

"Literasi yang kuat akan melahirkan perspektif yang luas serta keputusan yang lebih bijak dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan," ungkapnya

Ia berharap program Kenduri Ramadan tersebut semakin memperkuat literasi, pemahaman keagamaan, serta wawasan pembangunan daerah bagi para santri dan generasi muda di Kabupaten Tangerang.

"Terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Kenduri Ramadan ini. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi awal bagi adik-adik semua untuk terus menuntut ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Tangerang," pungkasnya.

Penggas program Kenduri Ramadan, Subandi Musbah, menjelaskan bahwa program Kenduri Ramadan tahun ini diikuti puluhan santri dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang

“Selama 27 hari para santri mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, mulai dari kajian keislaman, literasi, hingga studi tiru ke sejumlah lembaga. Harapannya kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda Kabupaten Tangerang yang berilmu, berakhlak, dan memiliki wawasan luas,” ujar Subandi.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Rafiuddin Akbar menjelaskan bahwa Kenduri Ramadan tidak hanya fokus pada pembelajaran keagamaan, tetapi juga membekali para santri dengan berbagai keterampilan literasi dan kreativitas.

“Kami ingin menyiapkan generasi terbaik Kabupaten Tangerang. Karena itu para santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dilatih menulis, berpikir kritis, hingga memahami bagaimana proses pembangunan daerah,” ungkapnya.

Kegiatan Studi Tiru ini juga bisa menjadi sarana bagi para santri untuk mengenal lebih dekat proses pemerintahan dan pembangunan daerah. Para peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan berbagai narasumber dari pemerintah daerah serta mengunjungi beberapa institusi untuk memperluas wawasan mereka mengenai tata kelola pemerintahan dan pembangunan. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Sekolah Gender Angkatan III di Ruang Berlian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kab. Tangerang, Rabu (04/03/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga mental dan ekonomi. Untuk itu, ia mendorong kaum perempuan untuk terus belajar meningkatkan kapasitas dan kemampuannya untuk membangun pondasi keluarga yang kuat

"Perempuan perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan keluarga, memahami kondisi ekonomi rumah tangga, serta membangun komunikasi yang sehat agar ketahanan keluarga tetap terjaga," ujar Wabup Intan.

Ia juga menyoroti meningkatnya persoalan rumah tangga akibat tekanan ekonomi, gaya hidup, hingga dampak negatif penyalahgunaan teknologi. Pemerintah daerah juga terus mendorong kaum perempuan yang juga merupakan kelompok rentan untuk lebih berani, tidak hanya lantang bersuara tapi bisa menjadi penggerak memulai aksi perubahan mengatasi dan menanggulangi tindaka kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum perempuan dan anak, salah satunya melalui program Sekolah Gender

“Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari seberapa baik kita melindungi dan memberdayakan perempuan serta anak-anak,” tandasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini. Pendidikan karakter, menurutnya, harus dimulai dari keluarga dan terus diperkuat sejak usia 3 hingga 5 tahun, karena masa tersebut merupakan fondasi utama pembentukan sikap dan kepribadian anak.

"Sekolah Gender merupakan ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas perempuan yang harus dimanfaatkan secara serius. Kegiatan ini bukan forum politik, melainkan wadah pendidikan dan peningkatan wawasan untuk membangun kesadaran akan pentingnya kesetaraan dan perlindungan perempuan serta anak, ungkapnya

Pihaknya berharap melalui Sekolah Gender ini akan melahirkan dan membentuk perempuan-perempuan tangguh yang berdaya, mampu memperkuat ketahanan keluarga, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman mengatakan bahwa Sekolah Gender ini bukan sekadar ruang pelatihan, tetapi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berani menyuarakan keadilan dan melindungi hak-hak perempuan serta anak.

“Sekolah Gender ini bukan sekadar ruang pelatihan, tetapi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berani menyuarakan keadilan dan melindungi hak-hak perempuan serta anak,” ujarnya.

Lanjut dia, masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kekerasan dalam rumah tangga kerap dipicu persoalan ekonomi, kurangnya komunikasi, hingga penyalahgunaan teknologi. Untuk itu, penguatan literasi sosial dan ketahanan keluarga menjadi langkah strategis dalam menekan angka kekerasan tersebut.

“Melalui Sekolah Gender, kami ingin membangun ekosistem sosial yang lebih adil dan setara, serta melahirkan perempuan-perempuan penggerak yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,” tambahnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendampingi Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma dalam kegiatan Safari Ramadhan Provinsi Banten 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Raya Baitul Mukhtar, Kecamatan Pagedangan, Rabu (4/3/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasinya kepada Wakil Gubernur Banten beserta rombongan Safari Ramadhan Provinsi Banten di Kecamatan Pagedangan. Safari Ramadan Provinsi Banten menjadi momentum bersama untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara pemerintah Provinsi Banten, Pemkab Tangerang dan masyarakat.

“Di bulan suci Ramadhan ini kita duduk bersama tanpa sekat. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Forkopimda, ulama dan masyarakat menyatu dalam suasana ukhuwah. Inilah kekuatan Banten dan Kabupaten Tangerang, yaitu kebersamaan dan persatuan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas bantuan Provinsi Banten yang diberikan kepada masjid, pondok pesantren, guru ngaji, marbot, dan masyarakat Kab. Tangerang sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masyarakatnya

"Terima kasih kepada Propinsi Banten yang dalam hal ini diwakili oleh Pak Wagub Dimyati atas kepeduliannya kepada kami. Semoga bantuin ini bermanfaat untuk umat dan masyarakat, khususnya di Kecamatan Pagedangan ini," ujarnya

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma dalam sambutannya menekankan bahwa Safari Ramadan merupakan sarana memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

“Safari Ramadan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi wadah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta memastikan bahwa program pembangunan yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Dimyati

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang untuk terus menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadan, serta memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.

“Ramadan adalah bulan berbagi dan bulan memperbaiki diri. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan iman dan takwa, mempererat persaudaraan, serta menjaga persatuan demi Banten yang maju, adil, merata, dan tidak korupsi,” tegasnya.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut dirangkaikan dengan simbolis penyerahan bantuan dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah bersama masyarakat. (Red)

Published in Banten
Wednesday, 04 March 2026 16:25

Sekda Buka Bazar Ramadan 1447 H di GTG

Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja membuka Bazar Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang di Gerai Tangerang Gemilang, Kec. Cikupa (04/03/26)

Dalam sambutannya, Sekda Soma mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhannya saat Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri

"Bazar ini sangat positif. Selain sebagai wadah bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produknya kepada masyarakat, meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan berbuka puasa maupun produk fashion muslim dengan harga yang terjangkau," ungkap Sekda Soma

Lanjut dia, selain sebagai media promosi produk-produk lokal para pelaku usaha, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadikan Gerai Tangerang Gemilang sebagai salah satu pusat promosi dan pemasaran produk-produk unggulan daerah yang dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung serta berbelanja produk lokal hasil karya masyarakat Kabupaten Tangerang.

"Saya berharap kegiatan ini tidak hanya untuk memperkuat promosi produk lokal Kabupaten Tangerang, namun juga bisa menjadikan GTG ini sebagai salah satu pusat promosi dan pemasaran produk-produk unggulan daerah," ujarnya

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang serta seluruh panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Dan berharap semoga Bazar Ramadhan tersebut dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

"Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, saya mengajak untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan mengunjungi bazar ini serta mendukung produk-produk UMKM lokal kita. Mari kita bersama-sama mendorong kemajuan ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan," pungkasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Resmiyati Marningsih melaporkan bahwa Bazar Ramadhan 1447 H dilaksanakan mulai tanggal 4-6 Maret 2026 di Gerai Tangerang Gemilang.

"Kegiatan bazar ini diikuti oleh 21 pelaku usaha yang terdiri dari UMKM, IKM, dan pelaku ritel di Kabupaten Tangerang yang menghadirkan berbagai produk seperti kebutuhan bahan pokok, makanan dan minuman, serta produk fashion dan alas kaki," jelasnya.

Pihaknya berharap kehadiran para pelaku usaha tersebut juga dapat memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadan.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi semata tetapi diharapkan mampu memperkuat penggunaan produk dalam negeri. Semakin banyak masyarakat yang mengenal dan membeli produk lokal, secara tidak langsung juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kecil dan menengah," ungkapnya. (Red)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Camat Kalanganyar, Bayu Hadiyana, angkat bicara terkait keluhan sejumlah nasabah PNM Mekaar di wilayahnya. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Bayu menegaskan bahwa pihak kecamatan dalam waktu dekat akan melakukan klarifikasi kepada Unit PNM Mekaar atas laporan yang beredar di masyarakat.

Menurut Bayu, kewajiban membayar pinjaman merupakan komitmen antara nasabah dan pihak PNM. Namun demikian, ia mengingatkan agar proses penagihan tetap dilakukan secara profesional dan tidak melanggar aturan.

“Kewajiban nasabah membayar hutang adalah komitmen nasabah dengan PNM. Namun demikian, harapannya dalam proses penagihan tidak boleh dilakukan dengan cara-cara intimidatif, melanggar privasi, atau bahkan mengabaikan norma kesopanan di masyarakat,” ujar Bayu. Rabu (4/3/2026).

Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri sembari menunggu hasil klarifikasi.

“Kami minta semua pihak untuk tenang. Untuk itu kami akan mengklarifikasi terhadap temuan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat sosial Asep Ruzmin, menegaskan bahwa proses penagihan kredit kepada nasabah harus mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia merujuk pada Otoritas Jasa Keuangan melalui regulasi POJK No. 22 Tahun 2023, yang menekankan pentingnya etika profesional dalam penagihan kredit. Salah satu poin utama adalah penagihan hanya boleh dilakukan kepada debitur yang bersangkutan, bukan kepada pihak lain yang tidak memiliki hubungan hukum dengan pinjaman tersebut.

“Petugas PNM Mekaar yang menagih hutang kepada nasabah dengan melanggar SOP sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 22 Tahun 2023 dapat dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis,” jelas Asep.

Ia menambahkan, sanksi tersebut dapat dijatuhkan dengan atau tanpa didahului peringatan tertulis. Bahkan, dalam ketentuan tersebut juga diatur kemungkinan denda administratif dengan nilai maksimal mencapai Rp15 miliar.

“Jika ada nasabah yang ditagih oleh kreditur dengan cara melanggar SOP, maka dapat mengajukan pengaduan resmi ke OJK,” tegasnya. (Cecep)

Published in Banten
Go to top