Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Jamiatul Khoer Kp. Ranca Malang Desa Kadusirung Kec. Pagedangan, Jum'at (03/07/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa kegiatan Jumling yang dilakukan bersama Baznas dan DMI Kab. Tangerang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk lebih mendekatkan diri, hadir langsung ke masyarakat. Selain dalam rangka silahturahmi dan salat Jum'at berjamah bersama warga, juga untuk melihat pembangunan yang dilaksanakan serta mendengar aspirasi dan keinginan masyarakat, khususnya warga Ranca Malang Kadusirung dalam hal pembangunan, pemberdayaan dan pelayanan.
"Kami, pemerintah daerah bersama Baznas, dan DMI melaksanakan silaturahmi ke masjid-masjid setiap Jumat. Kami bersama tim hadir di sini juga dalam rangka saling sapa, tidak ada pemisah antara pemerintah dengan masyarakat terkait pembangunan dan pelayanan," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Pihaknya pun berjanji akan merespon aspirasi yang disampaikan dan akan berupaya merealisasikannya sesuai dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah.
"Insya Allah nanti akan kita respon apa yang diinginkan masyarakat, tentunya juga dengan pemerintah provinsi yang menjembataninya melalui Pak Muhammad Bahri sebagai dewan provinsi.
Selain itu, dia juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin bisa segera tertangani. Dia menyebut penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin tidak hanya dilakukan oleh Pemkab Tangerang saja, dukungan dan bantuan juga datang dari Kota Tangerang, BNPB, pemerintah pusat dan banyak pihak lainnya
"Kami mohon juga doanya, bencana di TPA Jatiwaringin bisa tertangani dengan cepat. Penanganannya bukan dari kabupaten saja, dari kota, dari pusat sudah membantu, jadi kita sama-sama berdoa agar api cepat padam," ungkapnya
Lanjut dia, bantuan personil dari Makasar dan Bandung yang ahli dalam hal penanganan kebakaran di berbagai daerah juga terus berdatangan untuk membantu proses penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin
"Jadi semalam kita mendapat bantuan dari ahlinya yang sudah menangani bencana di daerah lain, dari Bandung dan Makassar yang biasa menangani kebakaran gambut dan sebagainya, baru semalam datang, separuh hari ini datang lagi ," jelasnya
Dia juga mengaskan Pemkab Tangerang berkomitemen penuh untuk melakukan penanganan maksimal termasuk untuk masyarakat yang terdampak. Tenaga medis, Puskesmas, kepala desa, lurah, camat dan TNI, Polri terus disiagakan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan, baik medis maupun evakuasi ke tempat yang lebih aman
"Sekali lagi mohon doanya supaya cepat selesai, supaya cepat padam apinya. Yang sakit kita bawa ke Puskemas, tim medis juga selalu standby. Kita tetap tanggung jawab apapun hasilnya dan hari ini di beberapa masjid juga melakuka salat istisqa untuk mendoakan supaya dapat hujan," ungkapnya
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bahu membahu menangani kebakaran TPA Jatiwaringin
"Mudah-mudahan Allah segera menyelesaikan atau mematikan api yang berkobar. Terima kasih kepada para kyai, pak ustad, DKM, lurah, camat, aparat TNI, Polri dan semuanya yang telah membantu," pungkasnya
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang secara simbolis menyerahkan bantuan untuk DKM Masjid Jamiatul Khoer. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia menggelar Festival Jagung Nusantara yang terpusat di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Provinsi Banten, pada Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang bagi insan pertanian dan generasi muda petani untuk merayakan sekaligus merawat momentum swasembada pangan nasional, dengan menghadirkan peresmian Pusat Riset, Pelatihan, dan Bisnis Jagung, gerai Pemuda Tani Mart, penanaman jagung serentak, hingga peluncuran kampanye Gerakan Satu Desa Satu Hektar Jagung.
Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan ikhtiar nyata untuk melipatgandakan capaian swasembada yang telah diraih pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
“Tanam Jagung Serentak yang kita lakukan hari ini bukan seremoni belaka, melainkan komitmen bahwa generasi muda siap turun ke sawah dan ladang, bukan hanya sekadar bicara,” ujarnya.

Budi memaparkan empat agenda utama yang menjadi wujud konkret keterlibatan generasi muda dalam rantai produksi pangan nasional.
“Pertama, Peresmian Pusat Riset, Pelatihan, dan Bisnis Jagung ditujukan untuk membangun fondasi inovasi agar produktivitas jagung terus meningkat berbasis riset, bukan hanya mengandalkan perluasan lahan dan tanam”, tuturnya.
Kedua, Peluncuran Pemuda Tani Mart. Program ini akan memperpendek rantai pasok jagung agar nilai tambah kembali kepada petani, bukan berhenti di tengah rantai distribusi.
Ketiga, Penanaman Jagung Serentak, yang menjadi aksi nyata dan menegaskan kesiapan generasi muda terjun langsung ke sawah dan ladang. Kemudian keempat, Kampanye Gerakan Satu Desa Satu Hektar Jagung. Seruan yang mengajak setiap desa dan komunitas mengambil peran konkret menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
Menurut Budi, Festival Jagung patut disyukuri karena digelar di tengah sejumlah capaian positif sektor pertanian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi jagung pipilan kering nasional dengan kadar air 14% sepanjang 2025 mencapai 16,16 juta ton, naik 6,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan kebutuhan nasional sebesar 15,64 juta ton, Indonesia mencatatkan surplus jagung lebih dari 500 ribu ton.
“Capaian juga terjadi pada beras. Produksi beras nasional tahun 2025 tercatat sebesar 34,69 juta ton, naik 13,29 persen atau setara 4,09 juta ton dibandingkan 2024. Dengan kebutuhan konsumsi nasional sekitar 31,1 juta ton per tahun, Indonesia membukukan surplus sekitar 3,5 juta ton beras, tanpa melakukan impor beras konsumsi sama sekali sepanjang 2025. Cadangan Beras Pemerintah di Bulog turut tercatat aman, mencapai sekitar 5,3 juta ton pada Juni 2026”, pungkas Budi.
Pada waktu yang sama, Suroyo, Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Tani Indonesia mengungkapkan pemerintah telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% secara nasional sejak 22 Oktober 2025, dan mempercepat akses petani terhadap pupuk bersubsidi mulai 1 Januari.
“Pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung pipilan melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2026, yakni Rp5.500 per kilogram untuk kadar air 18-20% dan Rp6.400 per kilogram untuk kadar air 14%, serta menugaskan Perum Bulog menyerap jagung petani dengan target 1 juta ton pada 2026”, pungkas Suroyo.
Suroyo menambahkan, fokus pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto tidak berhenti pada peningkatan produksi semata, tetapi juga kesejahteraan petani.
Hal ini tecermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 yang mencapai 127,73. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatan NTP nasional.
Melalui Festival Jagung Nusantara, Pemuda Tani Indonesia menegaskan bahwa pertanian saat ini bukan lagi sektor pinggiran, melainkan sektor strategis yang membentang dari hulu produksi hingga hilirisasi, dan bisnis pangan modern.
Karena itu, jangan biarkan predikat swasembada menjadi hanya milik generasi sebelumnya. Jadikan lah ia sebagai pijakan bagi generasi muda kita saat ini untuk turut melangkah.
Kegiatan dihadiri peserta sekitar lima ratus orang yang sebagian besar merupakan perwakilan kelompok tani, para penyuluh pertanian, kader Pemuda Tani Indonesia, anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dan pengurus Karang Taruna.
Turut juga memeriahkan acara antara lain, Anggota DPR-RI, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Presiden Direktur Syngenta, Perwakilan Petrokimia Kayaku, dan Pimpinan YKB Merah Putih. +Mala)
Tangerang, lensafokus.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menghadiri kegiatan CEO Gathering & Economic Outlook 2026 bersama Gubernur Banten yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP Apindo Banten. Acara strategis yang mempertemukan para pemangku kebijakan dan pelaku usaha ini diselenggarakan di PT Adis Dimension Footwear, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (02/07/26).
Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Banten Andra Soni, Ketua Umum DPN Apindo Shinta Widjaja Kamdani, Ketua DPP Apindo Banten Tomy Rachmatullah, Owner PT Adis Dimension Footwear Haryanto, serta jajaran unsur Forkopimda Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang.
Mengawali sambutannya, Sekda Soma menyampaikan salam hormat sekaligus permohonan maaf yang mendalam dari Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang tidak bisa hadir secara langsung karena harus memimpin langsung penanganan darurat di lapangan.
"Bapak Gubernur dan Bapak-Ibu sekalian, salam hormat dan permohonan maaf dari Bupati Tangerang, Bapak Moch. Maesyal Rasyid. Saat ini beliau tengah berjuang dan berjibaku memimpin langsung proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Ini merupakan sebuah bencana ekologis yang sangat kita sayangkan terjadi, dan tentu tidak ada satu pun dari kita yang menginginkannya. Kami memohon doa dan dukungan dari Bapak-Ibu sekalian agar bencana ekologis ini bisa segera kita atasi bersama dengan cepat dan tuntas," ujar Sekda Soma.
Sekda Soma menekankan bahwa Kabupaten Tangerang merupakan salah satu motor penggerak ekonomi utama di Provinsi Banten. Pertumbuhan masif di sektor industri, perdagangan, dan jasa di wilayah ini tidak terlepas dari kontribusi besar dan peran nyata dari para investor serta dunia usaha.
Ia menjabarkan bahwa porsi belanja pemerintah daerah memiliki keterbatasan, sehingga ruang pembangunan terbesar diserahkan kepada para pelaku usaha untuk bersama-sama membangun bangsa. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan kepastian hukum, pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan guna menjaga iklim investasi yang kondusif.
Namun, Sekda Soma mengingatkan bahwa kesuksesan investasi tidak boleh hanya diukur dari angka modal yang masuk atau megahnya pabrik yang berdiri. Hal yang jauh lebih esensial adalah bagaimana investasi tersebut mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
"Manfaat nyata dari investasi itu diwujudkan melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru, meningkatnya kesempatan berusaha bagi sektor UMKM, tumbuhnya ekonomi lokal, serta yang tidak kalah pentingnya adalah semakin meningkatnya kesejahteraan para pekerja dan buruh. Pekerja dan buruh adalah bagian tidak terpisahkan yang setiap hari menggerakkan roda produksi serta menentukan daya saing daerah kita," tegas Sekda Soma.
Lebih lanjut, ia meyakini bahwa hubungan industrial yang harmonis hanya akan tercipta apabila pemerintah, pengusaha, dan pekerja dapat saling memahami peran masing-masing dengan mengedepankan dialog yang sehat.
"Melalui regulasi dan pelayanan yang baik dari pemerintah, dunia usaha akan terus terstimulasi untuk berinovasi dan berkembang. Di sisi lain, para pekerja kita akan memperoleh kesempatan kerja yang lebih layak, perlindungan yang optimal, serta kesejahteraan yang terus meningkat. Forum tanpa sekat seperti ini sangat penting untuk meruntuhkan ego sektoral, memperkuat silaturahmi, dan membangun kepercayaan (trust) yang melahirkan kolaborasi kuat," tambahnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Banten, Andra Soni, memberikan apresiasi tinggi atas daya tahan para pengusaha di Banten, salah satunya PT Adis Dimension Footwear yang tetap konsisten melakukan ekspor di tengah dinamika ekonomi. Gubernur Andra Soni menyebutkan bahwa kontribusi belanja APBD provinsi maupun kabupaten memang kecil terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten yang tahun ini ditargetkan mampu menembus angka Rp1.000 triliun. Angka fantastis tersebut didominasi oleh pergerakan dunia usaha.
Gubernur Andra Soni juga secara resmi membuka Rakerkonprov Apindo Banten 2026 dan menegaskan komitmennya melalui semangat "Banten Melayani dan Banten Ramah" guna menurunkan angka pengangguran terbuka melalui revitalisasi kurikulum vokasi SMK serta program digitalisasi anak muda yang disinergikan bersama Apindo.
Sementara itu, Ketua DPP Apindo Banten, Tomy Rachmatullah mengakui bahwa tekanan geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar mata uang menjadi tantangan nyata yang dihadapi industri saat ini. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pengusaha Banten adalah para 'nahkoda tangguh' yang tidak akan menyerah pada badai ketidakpastian. Apindo berkomitmen untuk berjalan beriringan bersama pemerintah, pekerja, dan investor demi ketahanan ekonomi nasional. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -Dugaan skandal tender kembali mengguncang dunia pengadaan di Kota Tangerang. Proyek yang dimenangkan PT. Sultan Sukses Mandiri melalui Pokja Kota Tangerang kini disorot tajam karena memunculkan skema KSO "kamuflase" yang tidak terdeteksi sejak awal proses lelang.
Koordinator Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) Tangerang Raya, Hadi Isron, angkat bicara dengan nada geram. Ia menyoroti keganjilan data dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). "Di sistem SPSE, PT. Sultan Sukses Mandiri terdaftar sebagai entitas tunggal. Namun, tiba-tiba di tengah jalan, mereka membawa PT. Nurfita Karya Mandiri sebagai mitra KSO. Ini adalah manipulasi informasi publik yang terang-terangan," tegas Hadi Isron.
Hadi memaparkan bahwa tindakan Pokja meloloskan pemenang dengan skema KSO yang tidak transparan di sistem merupakan pelanggaran nyata terhadap Pasal 6 Perpres Nomor 16 Tahun 2018 (beserta perubahannya melalui Perpres Nomor 46 Tahun 2025). Regulasi tersebut mewajibkan pengadaan barang/jasa dilakukan berdasarkan asas transparansi, keterbukaan, dan akuntabilitas.
Lebih jauh, Hadi menyoroti kewajiban kualifikasi yang diatur dalam Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021. "Setiap anggota KSO harus memenuhi syarat kualifikasi dalam dokumen pemilihan. Jika di SPSE tidak terbaca KSO, maka kualifikasi tersebut tidak valid. Pokja jangan pura-pura tidak tahu dengan melakukan 'tambal sulam' kualifikasi di tahap pembuktian," lanjutnya.
Menurut Hadi, tindakan tersebut membuka celah lebar bagi praktik pinjam bendera (fronting). Berdasarkan Pasal 38 ayat 8 Perpres Nomor 46 Tahun 2025, penggunaan aplikasi SPSE dengan fitur transaksional bersifat wajib. Jika status KSO disembunyikan dari sistem, maka terjadi penyesatan informasi yang mencederai keadilan bagi peserta lain.
"Sistem SPSE itu dibuat agar transparan, bukan untuk menutupi profil pemenang. Kalau di sistem terdaftar perusahaan tunggal tapi kenyataannya KSO, ini sudah cacat prosedur di lingkup Pokja Kota Tangerang," sentil Hadi pedas.
Hadi menilai, dengan meloloskan peserta yang tidak memenuhi syarat secara sistemik, Pokja telah mencederai iklim kompetisi yang sehat. Peserta lain yang taat aturan justru menjadi korban ketidakadilan sistem akibat persekongkolan yang diduga melibatkan oknum internal Pokja.
Menindaklanjuti hal tersebut, Hadi menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. "Masalah ini sudah kami laporkan secara resmi ke Kejati Banten. Kami serahkan semuanya kepada Kejati Banten untuk mengusut tuntas, kami percaya sepenuhnya pada proses hukum yang mereka jalankan," ujar Hadi.
Terkait dugaan tersebut, Hadi mendesak agar Kejati Banten segera mengambil langkah tegas. Ia menuntut pembatalan tender karena prosesnya sejak awal sudah cacat administratif dan sarat kepentingan. "Kami minta Kejati Banten segera turun tangan melakukan audit investigasi. Jangan biarkan uang rakyat dikelola dengan cara-cara kotor," ancamnya.
Hadi Isron menegaskan, GMAKS Tangerang Raya akan terus mengawal kasus ini. Pihaknya siap memberikan bukti-bukti pelanggaran tambahan untuk membantu aparat penegak hukum membongkar praktik manipulasi tender yang mencederai integritas di Kota Tangerang. (Sumarna)
Tangerang, lensafokus.id – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, kobaran api yang sempat membesar telah berangsur berkurang, meskipun masih terdapat beberapa titik api yang tersebar di bagian atas tumpukan sampah. Kamis, (2/7/26)
Untuk mempercepat proses pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan dua unit helikopter guna melakukan pemadaman dari udara (water bombing) pada area yang sulit dijangkau oleh petugas di darat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid l terus memantau dan hadir langsung di lapangan memonitoring proses penanganan kebakaran. Bahkan, sejak awal kejadian hingga saat ini, dirinya terus melakukan koordinasi intensif dengan BNPB Pusat, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta berbagai instansi terkait lainnya.
"Alhamdulillah kondisi kebakaran mulai berangsur terkendali. Namun kami tidak ingin lengah karena masih ada beberapa titik api yang harus terus dipadamkan. Seluruh kekuatan dan sumber daya kami kerahkan agar penanganan dapat berjalan maksimal," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Selain mengerahkan seluruh armada dan personel pemadam kebakaran yang dimiliki Kabupaten Tangerang, Bupati juga bergerak cepat meminta dukungan lintas daerah. Ia telah berkomunikasi langsung dengan jajaran Pemerintah Kota Tangerang, meminta bantuan armada pemadam kebakaran tambahan untuk memperkuat personil dan armada yang ada saat ini
Tidak hanya itu, Bupati Maesyal Rasyid juga menghubungi langsung Wakil Wali Kota Tangerang guna meminta dukungan personel dan peralatan dari BPBD Kota Tangerang sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan di lokasi kebakaran.
"Penanganan kebakaran ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami bersyukur mendapat dukungan dari BNPB, Pemerintah Kota Tangerang dan seluruh unsur terkait yang bergerak bersama untuk mempercepat pemadaman," ungkapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terus melakukan pemantauan kesehatan warga, terutama bagi masyarakat yang terdampak paparan asap akibat kebakaran.
"Tim kesehatan sudah disiagakan untuk memberikan pelayanan medis, pemeriksaan kesehatan serta langkah-langkah antisipasi guna memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga selama proses penanganan kebakaran berlangsung," imbuhnya
Bupati menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Oleh karena itu, selain fokus pada pemadaman api, pemerintah juga memastikan kebutuhan serta kesehatan warga terdampak serta kondisi kesehatannya
"Kami tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memastikan masyarakat tetap aman dan sehat. Seluruh perangkat daerah bergerak sesuai tugasnya masing-masing agar dampak kebakaran ini dapat diminimalkan," tandasnya.
Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur darat dan udara. Petugas gabungan tetap bersiaga selama 24 jam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali. (Red)
LEBAK, lensafokus.id – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari Kementerian Pekerjaan Umum terus memberikan manfaat nyata bagi para petani. Salah satunya melalui pembangunan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Cinangrang, Desa Cidahu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten.
Program yang dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) Senang Air ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung visi Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan infrastruktur irigasi yang memadai.
Pembangunan tersebut didanai melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Provinsi Banten dengan alokasi anggaran sebesar Rp195 juta.
Ketua Kelompok P3A DI Cinangrang, Adhari, mengatakan pembangunan saluran irigasi dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok demi memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan lebih efektif dan merata.
"Tujuan utama pembangunan ini agar pembagian air berlangsung adil dari hulu hingga hilir, sehingga seluruh petani memperoleh pasokan air sesuai kebutuhan tanpa harus berebut," ujar Adhari.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BBWSC3 Provinsi Banten yang telah memberikan kepercayaan dan bantuan kepada kelompok P3A Senang Air dalam merealisasikan program tersebut.
Sementara itu, salah seorang petani sekaligus pemilik lahan sawah, Amirin, mengaku merasakan langsung manfaat pembangunan saluran irigasi tersebut.
"Alhamdulillah, berkat adanya program P3-TGAI aliran air ke sawah kini lebih merata dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani. Kami mengucapkan terima kasih kepada BBWSC3 Provinsi Banten dan berharap program seperti ini terus berlanjut," ungkap Amirin, Kamis (2/7/2026).
Program P3-TGAI dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan air irigasi sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Dengan distribusi air yang lebih baik, petani memiliki peluang meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun. (C2p)