Banten

Banten (6636)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Kota Tangerang bukan hanya kota industri modern. Kota ini berdiri di atas fondasi sejarah yang sangat panjang dan penuh akulturasi.

Dalam buku "Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang" karya Burhanudin, mengungkap fakta-fakta menarik mengenai transformasi wilayah Sukasari, Kali Pasir, hingga kawasan Pecinan yang menjadi saksi bisu perkembangan peradaban di timur Sungai Cisadane.

Buku tersebut menuliskan, nama Sukasari sebenarnya merupakan identitas baru yang lahir di era pascakemerdekaan. Nama ini diberikan oleh Bupati Tangerang, Amin Abdullah, pada periode 1952-1955.

Sebelum era tersebut, Sukasari merupakan pusat kota bagi warga Belanda di zaman kolonial, sementara wilayah sekitarnya seperti Sukabakti dulunya merupakan area perkebunan singkong.

"Tangerang bukan sekadar kota industri, ia adalah fondasi yang menyokong pembangunan Batavia di masa lalu. Jalur kereta api di Jalan Kisamaun dan pusat niaga di bantaran Cisadane adalah bukti nyata bahwa kota ini telah menjadi hub logistik dan akulturasi budaya sejak berabad-abad silam," ujar Burhanudin.

Ia juga menambahkan, warisan ini harus terus dirawat sebagai jati diri masyarakat.

"Pasar Lama dan tepian Sungai Cisadane adalah bukti nyata akulturasi yang hidup. Sejak pendaratan rombongan Halung di abad ke-15 hingga terbentuknya pusat niaga Cina Peranakan, kawasan ini telah menjadi hub niaga yang tidak hanya mempertukarkan komoditas, tetapi juga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas khas Tangerang hingga hari ini," tutupnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut langsung kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) tingkat Provinsi Banten di Kampung KB Mawar, Desa Situ Gadung, Kecamatan Pagedangan, Kamis (07/05/26). Kehadiran tim ini merupakan tahap krusial setelah Desa Situ Gadung berhasil masuk dalam nominasi dua besar terbaik se-Provinsi Banten.

Soma menegaskan bahwa pencapaian Desa Situ Gadung merupakan representasi dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penguatan fungsi keluarga secara komprehensif.

"Hari ini kami mendampingi tim verifikasi dari Provinsi Banten. Kita patut berbangga karena Desa Situ Gadung terpilih menjadi salah satu kandidat unggulan dari dua desa yang mewakili Banten. Ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat desa berjalan dengan sangat baik," ujarnya.

Sekda juga memberikan apresiasi khusus terhadap inovasi pemberdayaan masyarakat yang diterapkan di lokasi tersebut, terutama program yang menyentuh sektor lansia produktif. Menurutnya, indikator keberhasilan sebuah Kampung KB terletak pada kemandirian dan keaktifan seluruh elemen warganya.

"Saya sangat terkesan dengan program Luna Maya (Lanjut Usia Masih Berkarya). Hal ini menunjukkan bahwa di Kampung KB Mawar ini, para lansia tetap memiliki ruang untuk berkarya dan produktif. Inovasi-inovasi seperti inilah yang menjadi nilai tambah bagi kesiapan desa kita di mata tim penilai," tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda Soma menyatakan bahwa meskipun indikator penilaian mencakup aspek teknis yang cukup luas, Desa Situ Gadung telah menunjukkan kesiapan yang matang dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan. Ia berharap momentum ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi menjadi standarisasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tangerang.

"Rasanya desa ini sudah sangat siap dengan segala kesiapan yang ada. Kita doakan bersama agar Desa Situ Gadung mendapatkan hasil yang terbaik di tingkat Provinsi Banten, sehingga program Keluarga Berkualitas ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Sekda, antara lain Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Risma Maesyal Rasyid juga dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, jajaran Forkopimcam Pagedangan, serta tokoh masyarakat setempat. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Sorotan terhadap legalitas Tempat Hiburan Malam (THM) Kafe 126 dikawasan Citraraya Panongan jadi polemik dan dikeluhkan oleh warga dan sejumlah tokoh agama karena tergangu akan dampak kegaduhan dan kebisingan.

Ketua komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Bimo Mahfudz Furdianto atau akrab panggilan Kang Bimo, menangapi serius aduan dari Masyarakat dan Tokoh Agama polemik THM 126.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) digedung DPRD Kabupaten Tangerang yang juga dihadirkan pihak pengusaha kafe 126 dan instansi terkait hadir diruangan, Kasat Pol PP Ana Supriyatna, Kabid PPUD Tubagus, Kadis DPMPTSP Drs H Hendar Herawan, Disperindag, Owner 126, Lurah, Warga dan Tokoh Agama Rabu. 06/05/2026.

Kang Bimo menyampaikan kepada semua pihak pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan dan mengingatkan jajaran Intansi Pemerintahan Kabupaten Tangerang agar dapat melakukan pengawasan dan jika perlu penindakan tegas terkait THM yang dianggap mengganggu dan jeresahan masyarakat." Ucapnya.

Sesuai yang diatur Pasal 207 UU No 23 Tahun 2014 Kepala Daerah dengan DPRD Mitra yang sejajar." Tambahnya.

Sementara itu (Kepala Bidang Penegakan Perundang Undang Daerah) Kabid PPUD Tubagus menjelaskan" semula ada salah satu pemberitaan dan saya hanya beriktiar merespon yang memang semenjak saya jadi ASN diminta untuk tetap merespek terhadap keluhan Masyarakat juga informasi dari rekan Media lewat Pemberitaan, maka saya langsung memanggil pihak Pengelolah 126 di tanggal 6 April 2026 akan tetapi perwakilan Pak Riki dari pengelolah hadir ditanggal 7 nya. Dan kamipun sudah memberikan teguran dan mental pihak kafe 126 segera melengkapi semua perijinannya." Ucap Tubagus.

Sementara pihak Kafe 126 Riki mengakui bahwasanya benar terkait perizinan belum lengkap dan menyampaikan akan segera mengurud kelengkapan ijin." Ucapnya.

Ketua Komisi I Bimo Mahfudz Fudianto sebelum menutup RDP berpesan," Kami Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang mendukung dan memberikan apresiasi pengawasan ketat namun jangan sampai kebijakan atau penindakan yang dilakukan justru menuai citra buruk bahwa Investasi di Kabupaten Tangerang itu sulit dan ribet. Kita ciptakan iklim Investasi yang kondusif tanpa melabrak peraturan dan meresahkan masyarakat." Tutup Kang Bimo. (Mala)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi meluncurkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Tanah Wakaf (GEMAPATAS TAWAF) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Yayasan Yabika Islamic School Kecamatan Jambe, Rabu (6/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa tanah wakaf memiliki peran penting, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tanah wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan umat. Wakaf tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi pilar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” ujar Bupati Maesyal

Ia juga menyoroti masih adanya tantangan dalam pengelolaan tanah wakaf, khususnya terkait batas fisik yang belum jelas dan administrasi yang belum tertata dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan konflik.

“Masih terdapat tanah wakaf yang belum memiliki batas fisik yang jelas dan belum terdokumentasi secara baik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik, sengketa, serta menghambat optimalisasi pemanfaatan aset wakaf,” jelasnya.

Bupati Maesyal mengapresiasi sinergi lintas instansi yang terlibat dalam pelaksanaan GEMAPATAS TAWAF. Gerakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan aset wakaf yang dimiliki dan memberikan kepastian hukum terhadap tanah wakaf di Kabupaten Tangerang.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, ATR/BPN, serta Badan Wakaf Indonesia yang telah menginisiasi gerakan ini sebagai langkah konkret,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan dengan tema “Wakaf Terpatok, Pahala Terpetik” ini sangat relevan dan mencerminkan pentingnya kejelasan batas serta legalitas tanah wakaf agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Ketika tanah wakaf telah memiliki batas yang jelas dan legalitas yang kuat, maka manfaatnya akan lebih terjaga dan dapat dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing melalui tata kelola aset wakaf yang profesional.

“Melalui penataan dan sertifikasi tanah wakaf yang baik akan mendorong kepastian hukum, memperkuat peran wakaf dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan, serta meningkatkan kontribusi wakaf dalam pembangunan daerah berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk nazhir, tokoh masyarakat, serta aparat wilayah untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program ini, termasuk dalam proses penetapan batas tanah.

“Penetapan batas harus melibatkan RT dan RW. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat diharapkan dapat membantu penentuan batas saat pengukuran oleh BPN guna mempercepat proses dan memastikan batas wilayah dengan tanah milik adat lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten Harison Mocodompis menegaskan bahwa percepatan sertifikasi tanah wakaf terus didorong melalui koordinasi lintas instansi yang intensif bersama BPN dan Kementerian Agama.

“Melalui koordinasi yang intensif ini, proses pensertifikatan tanah wakaf yang semula ditargetkan selesai dalam tiga tahun, kini diupayakan dapat dipercepat menjadi hanya satu tahun melalui pembuatan peta bidang tanah oleh BPN,” ujarnya.

Lanjutnya, ada sekitar 1.634 aset wakaf di Kabupaten Tangerang yang menjadi target sertifikasi. Untuk itu, para Kepala KUA dan para nazir juga mempunyai peran penting dalam pendaftaran serta penetapan Akta Ikrar Wakaf.

Diketahui, Kabupaten Tangerang menjadi role model pertama dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten dalam pelaksanaan program ini, dan diharapkan program ini dapat segera direplikasi dan disebarluaskan ke wilayah lain demi percepatan legalitas aset umat. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Naskah Sambutan/Pidato dan Pendokumentasian Kegiatan Pimpinan di VEGA Hotel Gading Serpong, Rabu (06/05/26).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung kelancaran tugas pimpinan daerah.

Asisten Administrasi Umum, Firzada Mahalli, yang membuka acara tersebut menyatakan bahwa naskah sambutan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan representasi kebijakan dan wajah komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Demikian pula dengan pendokumentasian kegiatan pimpinan. Dokumentasi yang baik bukan hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi bagian dari akuntabilitas, transparansi, serta bahan evaluasi dan pembelajaran ke depan.

"Kualitas naskah sambutan dan dokumentasi sangat ditentukan oleh sinergi. Setiap perangkat daerah berperan penting dalam menyediakan data akurat dan informasi yang lengkap," tegas Firzada Mahalli dalam arahannya.

Ia mengatakan bahwa melalui forum ini, setiap peserta diharapkan mampu mengevaluasi alur kerja yang selama ini berjalan, mengidentifikasi hambatan, dan menemukan solusi yang lebih efektif. Dengan semangat belajar dan kolaborasi, diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih tertib, responsif, dan berorientasi pada hasil sehingga pelayanan publik menjadi semakin optimal.

"Mari kita gunakan kesempatan ini untuk menghadirkan komunikasi publik yang lebih berkualitas, jelas, dan berdampak. Penyampaian informasi yang tepat, lugas, dan mudah dipahami akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," tegasnya

Dia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh institusi dan masyarakat luas.

Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ahmad Hapid,

melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas, Badan, Bagian, RSUD, serta staf internal Bagian Prokopim.

"Bimtek ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Ayi Tejaningrum, yang membahas teknik penyusunan naskah dan diksi resmi pemerintahan, serta videografer Putra Ausa yang memberikan materi dokumentasi visual kegiatan pimpinan," jelasnya

Dia berharap dengan menghadirkan 2 narasumber tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun narasi yang baku dan mendokumentasikan kegiatan secara profesional

Ia juga mengatakan bahwa maksud kegiatan ini adalah memberikan pembekalan teknis agar peserta mampu menyusun naskah dan melakukan dokumentasi secara efektif, sistematis, dan profesional sesuai dengan regulasi keprotokolan yang berlaku.

"Melalui pelatihan satu hari ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dalam memproduksi naskah sambutan yang sesuai dengan karakteristik pimpinan serta menghasilkan dokumentasi yang akurat untuk kepentingan publikasi dan pelaporan pemerintah," tutupnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Prima Saras Puspa secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (6/5/2026).

Dengan tema "Sinergitas Gabungan Organisasi Wanita sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045", Prima menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya raker ini sebagai forum strategis untuk memperkuat harmonisasi, sinergitas, dan kiprah organisasi wanita.

"Peran perempuan, khususnya yang tergabung dalam GOW, sangat strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Perempuan tidak hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter," ujarnya.

Pemkab Tangerang memandang GOW sebagai mitra esensial dalam mendukung program prioritas daerah, termasuk peningkatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penurunan angka stunting, serta penguatan ekonomi keluarga dan UMKM berbasis perempuan.

Oleh karena itu, Prima mendorong agar hasil raker ini menghasilkan program kerja yang selaras dengan kebijakan pembangunan daerah, adaptif terhadap perkembangan zaman, berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, serta mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas organisasi, baik dari sisi manajemen, kepemimpinan, maupun pemanfaatan teknologi digital.

"Sinergi adalah kunci utama keberhasilan. Saya mengajak seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga kekompakan, serta membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan, ia yakin GOW Kabupaten Tangerang akan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Pelindung GOW Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa GOW harus menjadi wadah pemersatu yang mandiri, inovatif, dan berjiwa sosial.

"GOW hadir untuk meningkatkan kualitas sumber daya wanita agar mampu berkontribusi aktif bagi bangsa. Program-program kita diselaraskan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta visi-misi Bupati Tangerang dalam mempercepat pencapaian target pembangunan nasional," jelas Rismawati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan panitia penyelenggara Raker 2026. Rismawati berharap GOW dapat terus menjadi motor penggerak yang memperkokoh persatuan organisasi wanita di Kabupaten Tangerang.

"Semoga GOW Kabupaten Tangerang semakin bersinar, maju, dan kreatif, serta senantiasa menjadi organisasi wanita terdepan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera," pungkasnya.

Rapat kerja ini dihadiri oleh jajaran pengurus GOW dari berbagai organisasi wanita se-Kabupaten Tangerang, menandai komitmen bersama dalam membangun daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang inklusif. (Red)

Page 20 of 664
Go to top