Banten

Banten (6636)

TANGERANG, lensafokus.id – Di sela acara Dialog Interaktif yang digelar di Gedung GSG Pemda Tigaraksa,Kabupaten Tangerang.
CEO Badak Perkasa Group, Bapak Sudirman Indra, memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep Bank Air kepada para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman Indra menjelaskan bahwa Bank Air merupakan sistem konservasi air yang berfungsi layaknya tabungan. Air hujan yang melimpah saat musim penghujan ditampung dan dikelola, untuk kemudian digunakan kembali saat musim kemarau atau ketika kebutuhan air meningkat.

“Bank Air adalah solusi nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem air. Selain mengurangi risiko banjir, sistem ini memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat dan industri,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan penerapan Bank Air sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, Badak Perkasa Group berkomitmen mendukung program ini sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan perusahaan.

Acara Dialog Interaktif yang dihadiri jajaran Pemda Kabupaten Tangerang, dinas terkait, serta perwakilan masyarakat dan dunia usaha berlangsung dinamis. Banyak peserta yang aktif bertanya terkait teknis pelaksanaan, manfaat ekonomi, dan skema kerja sama dalam penerapan Bank Air.

Pihak Pemda Kabupaten Tangerang menyambut positif inisiatif ini. Diharapkan, pemahaman yang disampaikan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program pengelolaan air yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim di wilayah Tangerang.

Dengan paparan ini, Badak Perkasa Group menegaskan perannya tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mendorong solusi lingkungan yang berkelanjutan.

LEBAK, lensafokus.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Lebak.

Ajakan tersebut disampaikan dalam agenda membangun kolaborasi bersama DLH Kabupaten Lebak yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas peduli lingkungan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga instansi terkait.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan penanganan persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Permasalahan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Perlu adanya dukungan dan kerja sama dari semua elemen masyarakat agar program-program lingkungan dapat berjalan maksimal,” ujar Irvan saat menerima kunjungan pengurus PWI Lebak, Selasa (19/05/2026).

Menurutnya, sejumlah persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian antara lain pengelolaan sampah, pencemaran lingkungan, hingga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

DLH Kabupaten Lebak berharap sinergi lintas sektor yang dibangun dapat memperkuat efektivitas program-program lingkungan sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami ingin kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan Kabupaten Lebak yang lebih bersih, hijau, dan sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi bersama DLH Kabupaten Lebak dalam mendukung program pelestarian lingkungan melalui peran media dan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak yang menilai sinergi antara pemerintah, lembaga, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Lebak. (Red)

LEBAK, lensafokus.id – Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Anggalan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, berlangsung lancar dan sukses, Selasa (19/05/2026). Dalam pemilihan tersebut, Iik Apandi berhasil unggul telak dengan perolehan 49 suara.

Ketua Panitia Pilkades PAW Desa Anggalan, Muchtar, mengatakan pelaksanaan pemilihan telah berjalan sesuai tahapan yang diatur dalam Peraturan Bupati Lebak Nomor 27 Tahun 2021 tentang tata cara pemilihan kepala desa antar waktu.

“Alhamdulillah pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu Desa Anggalan berjalan lancar sesuai tahapan yang telah diatur,” kata Muchtar usai pelaksanaan musyawarah desa.

Ia menjelaskan, mekanisme Pilkades PAW berbeda dengan pilkades reguler. Jika pilkades reguler melibatkan seluruh warga yang memiliki hak pilih, maka Pilkades PAW dilaksanakan melalui musyawarah desa yang melibatkan unsur pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga.

Pada pemilihan tersebut terdapat tiga calon kepala desa PAW, yakni Hendri Wiguna nomor urut 1, Iik Apandi nomor urut 2, dan Rapiudin nomor urut 3.

Dari total 80 peserta musyawarah desa yang memiliki hak suara, Hendri Wiguna memperoleh 1 suara, Iik Apandi meraih 49 suara, sedangkan Rapiudin mendapatkan 30 suara.

“Berdasarkan hasil musyawarah desa, saudara Iik Apandi memperoleh suara terbanyak dan dinyatakan terpilih,” ujarnya.

Muchtar menambahkan, panitia selanjutnya akan segera melaporkan hasil pemilihan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk diteruskan kepada Bupati Lebak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Terkait jadwal pelantikan kepala desa PAW terpilih, menurutnya, pelaksanaan akan dilakukan setelah Surat Keputusan Bupati Lebak diterbitkan.

“Yang terpenting sekarang, hasil pemilihan segera dilaporkan agar proses administrasi pelantikan bisa segera berjalan,” katanya.

Pelaksanaan musyawarah desa tersebut turut dihadiri unsur kecamatan, BPD, penjabat kepala desa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Sementara itu, Iik Apandi mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan masyarakat Desa Anggalan. Ia berkomitmen membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi dengan warga setelah terpilih sebagai kepala desa PAW.

“Insyaallah ini amanah. Semoga ke depan Desa Anggalan bisa lebih baik dan berkembang lagi. Tentunya semua itu tidak terlepas dari dukungan masyarakat,” ujar Iik Apandi. (Cecep)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melepas 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Pelepasan ini dilakukan dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (18/5/2026).

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menyatakan tim ini merupakan kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II. Petugas tersebut akan disebar untuk memonitor ketersediaan dan kelayakan hewan kurban di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Mereka bertugas mengecek apakah hewan sehat, tidak cacat, dan memenuhi syariat Islam. Kami ingin masyarakat tenang dan aman saat membeli hewan kurban," ujar Ujang.

Pemeriksaan di lapak pedagang dimulai pada tanggal 19-26 Mei 2026, sedangkan pemeriksaan hewan setelah dipotong akan dilakukan pada 27-31 Mei 2026. Secara total, DPKP menerapkan tiga tahapan pengawasan, yang diawali dengan pembekalan petugas dan peternak sejak awal Mei lalu.

Pada tahap kedua (saat pemotongan), DPKP bekerja sama dengan MUI dan IPB. Kolaborasi ini bertujuan mengedukasi tata cara penyembelihan yang higienis dan sesuai syariat Islam agar kualitas daging terjamin.

Tahap ketiga dilakukan pasca-pemotongan hingga tiga hari tasyrik. Tim khusus akan memeriksa daging dan jeroan untuk mendeteksi dini adanya cacing atau penyakit lainnya.

"Jika ditemukan organ yang mengandung cacing, petugas akan langsung melokalisirnya sesuai aturan. Langkah ini diambil demi menjamin masyarakat menerima daging kurban yang aman dan berkualitas tinggi," pungkasnya.

DPKP juga mengantisipasi penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) melalui pemeriksaan rutin dan vaksinasi yang sudah digencarkan jauh-jauh hari.

Titik penjualan diprediksi melonjak dari tahun lalu yang mencapai 600 titik. Ujang mengimbau masyarakat agar selektif dan membeli hewan di lapak resmi yang telah diperiksa petugas.

Sementara itu, salah satu petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban perwakilan PDHI Banten II, drh. Reni Sulistyaningsih, menjelaskan pemeriksaan fokus pada dua tahap yaitu pre-mortem (sebelum disembelih) dan post-mortem (setelah disembelih).

"Sebelum disembelih, kita cek kelayakan fisik dan syariatnya. Setelah disembelih, organ dalam diperiksa agar bebas dari parasit seperti cacing hati," jelas drh. Reni.

Tahun ini, perhatian khusus diberikan pada Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan memeriksa mulut dan kaki hewan. Jika PMK parah, pemotongan ditunda. Namun, sesuai Fatwa MUI, hewan bergejala ringan yang tetap aktif dinilai sah untuk berkurban. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (18/5/26).

Dalam amanatnya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kualitas generasi muda, serta meningkatkan semangat kolaborasi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan Harkitnas tahun ini dinilai memiliki makna strategis untuk menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis.

“Generasi muda hari ini adalah penentu arah masa depan Indonesia. Karena itu, mereka harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Lanjut dia, semangat kebangkitan dan pantang menyerah harus terus dijaga dan diperkuat dalam menyukseskan pembangunan daerah, pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat

"Kita terus menumbuhkan semangat kebangkitan, inovasi, disiplin, dan pantang menyerah dalam setiap langkah pengabdian demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang sejahtera dan berdaya saing," tandasnya

Dalam rangka, memperingati Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 yang mengambil tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan menuju Indonesia Emas 2045”, Bupati Maesyal Rasyid mendorong semua OPD untuk terus meningkatkan pengelolaan arsip yang baik dan modern.

Dia menyebut bahwa arsip bukan hanya kumpulan bukti semata namun juga merupakan kumpulan catatan sejarah perjalanan perkembangan daerah dari masa ke masa yang harus dijaga dan dirawat dengan baik

“Arsip bukan sekadar kumpulan dokumen, tetapi menjadi bukti akuntabilitas negara, merekam jejak kebijakan dan pembangunan, menghimpun pengetahuan kolektif, sekaligus menjaga identitas bangsa dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga komunitas untuk bersama-sama membangun budaya tertib arsip dan tata kelola informasi yang baik demi memperkuat pelayanan publik dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Pada upacara tersebut, Bupati Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati, Intan Nurul Hikmah melakukan pelepasan secara simbolis petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban Tahun 2026 sebanyak 66 petugas yang akan diterjunkan mulai 19 hingga 29 Mei 2026 dan bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

"Ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan hewan kurban dan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), sekaligus mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular seperti PMK, Antraks, dan LSD," jelasnya

Pada kesempatan yang sama, Bupati Maesyal Rasyid juga menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan Kenaikan Pangkat kepada 67 PNS dan melepas 52 ASN yang memasuki masa pensiun terhitung mulai 1 Juni 2026.

"Terima kasih dan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi para ASN yang telah mengabdi untuk Pemerintah Kabupaten Tangerang. Selamat juga atas kenaikan pangkat yang diterima, semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Aktivitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah ilegal di Kawasan Rahwana, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, semakin meresahkan warga. Selain menimbulkan bau menyengat dan mencemari lingkungan, lokasi tersebut juga diduga menjadi area aktivitas galian C tanpa izin resmi.

Seorang warga setempat berinisial SN mengungkapkan, dampak keberadaan TPA liar itu sudah sangat mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.

“Di sana bukan cuma dijadikan tempat pembuangan sampah dari PIK 2, tetapi juga ada aktivitas keluar masuk mobil angkutan tanah dan alat berat bego (ekskavator) yang beroperasi,” ujar SN kepada awak media.

SN menegaskan, warga Kawasan Rahwana mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera turun tangan menghentikan seluruh aktivitas penumpukan sampah dan galian C di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan upaya penertiban terhadap aktivitas di lokasi tersebut.

“Sebenarnya sudah beberapa kali kami tertibkan. Bahkan sudah pernah kami laporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan ada beberapa yang sempat diproses. Kami juga telah bekerja sama dengan pihak Kejaksaan melalui penegakan peraturan daerah,” jelas Ujat saat dikonfirmasi.

Meski demikian, Ujat mengakui terdapat sejumlah kendala sosial dan teknis yang membuat TPA ilegal tersebut belum dapat ditutup secara permanen.

“Mengenai keluhan warga, tentu ada kendala-kendala di lapangan yang tidak mudah untuk ditertibkan. Beberapa TPA sudah kami tertibkan dan pemiliknya langsung kami tegur agar tidak lagi mengelola sampah. Sampah yang kami lihat masih banyak residunya dan lebih merusak lingkungan dibanding manfaatnya,” lanjutnya.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, DLHK Kabupaten Tangerang berencana meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP dan pihak kecamatan.

“Untuk tindak lanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP serta Camat Sukadiri,” tegas Ujat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar turut aktif melakukan pengawasan demi mencegah munculnya titik-titik pembuangan sampah baru yang berpotensi merusak lingkungan.

“Agar tidak lagi ada lokasi pembuangan sampah baru, kami meminta peran aktif masyarakat untuk melakukan pengawasan dan segera melaporkannya ke DLHK. Karena pola pengelolaan seperti itu, walaupun ada nilai ekonomisnya, tidak akan sebanding dengan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan,” pungkasnya. (Mala)

Page 16 of 664
Go to top