Banten

Banten (6636)

Tangerang, lensafokus.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak pelajar memanfaatkan internet secara bijak, aman, dan sehat melalui kegiatan Forum Sahabat Tunas bertema “Aman di Dunia Maya, Sehat di Dunia Nyata” di SMPN 25 Kota Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026).

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan generasi muda saat ini hidup di era digital yang hampir seluruh aktivitasnya terhubung dengan internet, mulai dari belajar hingga bersosialisasi.

Karena itu, menurutnya, anak-anak perlu memiliki kemampuan literasi digital agar mampu memanfaatkan internet secara positif dan terhindar dari dampak negatif ruang digital.

“Internet itu bagai sebuah jalan yang sangat besar. Jangan sampai kita tersesat atau mengambil jalan yang salah. Jadi bagaimana kita memanfaatkan internet secara bijak, mari kita sama-sama pelajari,” ujar Fifi.

Ia juga mengajak para siswa menjadi duta literasi digital dengan menyebarkan pemahaman penggunaan internet sehat kepada teman sebaya.

Dalam kesempatan itu, Fifi turut mengingatkan mengenai kebijakan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) atau “Tunggu Anak Siap” yang mengatur pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk pelindungan anak di ruang digital sekaligus mendorong tanggung jawab platform digital agar lebih memperhatikan keamanan anak-anak di internet.

“Jangan sampai anak-anak menjadi target komersialisasi dan jangan mudah mengunggah data pribadi ke media sosial,” katanya.

Forum Sahabat Tunas juga menghadirkan edukasi kesehatan anak dan literasi digital dari berbagai narasumber. Dokter Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Tuty Herawaty, mengingatkan dampak penggunaan gawai secara berlebihan terhadap kesehatan fisik, psikologis, hingga kemampuan belajar anak.

“Akibatnya fokus belajar terganggu, sulit memahami kalimat panjang, gampang bosan, dan prestasi belajar bisa menurun,” ujar Tuty.

Ia juga menyoroti risiko perundungan siber, penipuan digital, hingga paparan konten tidak sesuai usia akibat algoritma media sosial. Karena itu, ia mendorong anak-anak lebih banyak melakukan aktivitas fisik dan membatasi penggunaan gadget, terutama menjelang waktu tidur.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan pentingnya literasi digital untuk membantu anak-anak menghadapi tantangan perkembangan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

“Mulai dari kecanduan gawai, perundungan siber, paparan konten negatif, hingga menurunnya interaksi sosial. Oleh karena itu, literasi digital menjadi sangat penting agar anak-anak mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, sehat, dan bertanggung jawab,” kata Sachrudin.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat lingkungan ramah anak melalui pembangunan ruang terbuka hijau, taman publik, serta penguatan pusat pembelajaran keluarga sebagai ruang edukasi dan perlindungan anak, termasuk dalam menghadapi tantangan digital.

Ia juga mengajak para pelajar memanfaatkan internet untuk kegiatan positif seperti belajar, berkarya, dan meraih cita-cita.

“Jadilah generasi yang bijak bermedia sosial, berani berkata tidak pada konten negatif, tidak melakukan perundungan di dunia maya, serta tetap menjaga sopan santun dalam setiap interaksi digital,” tuturnya.

Forum Sahabat Tunas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak Indonesia. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Polemik dugaan persoalan legalitas dan lingkungan yang menyeret perusahaan galian pasir kuarsa PT Mitra Jaya Mining (MJM) di Desa Ciginggang, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Banten.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Banten, Ary James Faraddy menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan perusahaan tambang tersebut.

Namun demikian, Ary menjelaskan bahwa persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan ranah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten. Menurutnya, DESDM akan bergerak setelah adanya hasil kajian dari DLHK terkait dugaan pelanggaran di lapangan.

“Persoalan IPAL dapat ditanyakan langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup. Kami akan mengambil tindakan jika hasil kajian terjadi pelanggaran di lapangan,” ujar Ary James melalui sambungan telepon, Kamis (21/5/2026).

Ia juga memastikan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan DLHK Provinsi Banten guna menindaklanjuti persoalan yang kini menjadi perhatian masyarakat tersebut.

“Kita akan segera melakukan koordinasi dengan DLHK,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika mengaku persoalan pertambangan saat ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Meski begitu, pihaknya tetap akan menyampaikan keresahan masyarakat terkait aktivitas PT MJM.

“Urusan pertambangan merupakan kewenangan Provinsi, namun kami akan melaporkan adanya keresahan warga itu. Coba saya tanya ke para Kabid,” kata Irvan.

Sorotan terhadap PT MJM juga datang dari pemerhati lingkungan asal Kabupaten Lebak, Hasanudin. Ia mengaku geram atas dugaan sikap perusahaan yang dinilai mengabaikan keresahan masyarakat maupun pemerintah desa setempat.

Menurut Hasanudin, aparat penegak hukum harus turun tangan apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam aktivitas pertambangan perusahaan tersebut.

“Kami meminta aparat penegak hukum melakukan tindakan kepada PT MJM jika melakukan pelanggaran,” tegas Hasanudin. (Cecep)

Lebak, lensafokus.id – Sikap tertutup diduga ditunjukkan pihak manajemen perusahaan galian pasir kuarsa PT Mitra Jaya Minning (MJM) yang beroperasi di wilayah Desa Ciginggang, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak. Saat dimintai keterangan terkait legalitas dan dokumen perizinan, pihak perusahaan disebut tidak mampu memperlihatkan sejumlah dokumen penting kepada awak media.

Alih-alih menunjukkan dokumen resmi yang diminta, pihak perusahaan melalui seseorang yang mengaku bernama Koh Joni justru terkesan menyalahkan wartawan dan meminta agar awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Ciginggang.

“Jangan begitulah, coba aja tanya kepala desa, wartawan jangan begitu bikin berita,” ujar Koh Joni melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, saat ditanya terkait legalitas operasional perusahaan, Koh Joni hanya menyebut seluruh izin telah lengkap, namun tidak dapat membuktikan ataupun memperlihatkan dokumen yang dimaksud kepada wartawan.

IMG 20260522 WA0089

Adapun sejumlah dokumen yang dipertanyakan awak media kepada pihak PT MJM meliputi dokumen resmi IPAL dari Pemerintah Provinsi Banten dan izin galian dari Pemprov Banten, dokumen atau laporan RKAB tahun 2025–2026, serta dokumen penggunaan BBM industri.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum juga menunjukkan dokumen-dokumen tersebut secara terbuka.

Sementara itu, Kepala Desa Ciginggang mengaku pihak perusahaan tidak pernah melakukan koordinasi ataupun pengurusan terkait izin IPAL ke pemerintah desa. Bahkan, dirinya mengaku sempat diperlakukan layaknya tamu biasa saat mendatangi area perusahaan.

“Lah saya kan kepala desa di sini, mau masuk ke PT MJM juga harus memperlihatkan KTP. Untuk urusan perizinan IPAL pun mereka belum datang ke desa,” ungkap Kepala Desa Ciginggang kepada wartawan.

Ia juga menyoroti sikap perusahaan yang dinilai tertutup terhadap pemerintah desa, padahal aktivitas pertambangan yang dilakukan berada di wilayah administratif Desa Ciginggang.

IMG 20260522 WA0088

Informasi lain turut mencuat saat awak media kembali meminta dokumen BBM industri, laporan RDKK, serta dokumen izin IPAL. Pihak perusahaan diduga kembali tidak mampu menunjukkan dokumen resmi yang dimaksud.

Ironisnya, dokumen yang justru dikirim oleh pihak perusahaan hanya berupa surat rekomendasi dari pihak Desa Ciginggang yang diketahui merupakan dokumen lama tertanggal tahun 2021.

Kondisi tersebut semakin memunculkan dugaan adanya persoalan administrasi dan legalitas dalam operasional tambang pasir kuarsa PT MJM. Publik pun mempertanyakan transparansi perusahaan terkait kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, pertambangan, hingga penggunaan BBM industri.

Hingga saat ini, pihak PT MJM belum memberikan klarifikasi resmi maupun memperlihatkan dokumen legalitas yang diminta awak media sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik. (Cecep)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan ketegasannya terhadap maraknya aktivitas galian C yang diduga melanggar aturan dan merusak lingkungan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satpol PP Provinsi Banten, penertiban dilakukan terhadap aktivitas galian C di Kampung Pulo, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kamis (21/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan dari Pemprov Banten, Satpol PP, aparatur kecamatan, pemerintah desa hingga instansi terkait turun langsung ke lokasi guna melakukan pemeriksaan, penghentian sementara aktivitas operasional serta penyegelan area galian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sukadiri, Ahmad Saepul Anwar, Kepala Desa Gintung, Ansori, perwakilan Satpol PP Kabupaten Tangerang, H. Mojahidin, serta Ketua RW 04 Kampung Pulo bersama sejumlah warga.

IMG 20260521 WA0042

Penertiban dilakukan menyusul banyaknya aduan masyarakat terkait dampak aktivitas galian yang dinilai mengganggu lingkungan dan kenyamanan warga sekitar.

Warga mengeluhkan debu, kerusakan jalan hingga lalu lalang kendaraan besar yang dianggap membahayakan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala Desa Gintung, Ansori mengatakan pihaknya sejak awal menerima banyak laporan dari masyarakat terkait aktivitas galian tersebut.

“Kami menerima banyak aduan dari masyarakat terkait aktivitas galian ini, mulai dari jalan rusak sampai debu yang mengganggu warga. Karena itu kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan peninjauan langsung,” ujarnya.

Ia berharap pengelola galian dapat bersikap kooperatif dan mematuhi aturan yang berlaku, termasuk memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Sementara itu, perwakilan Satpol PP Provinsi Banten, Irlan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap setiap laporan masyarakat.

“Kami akan sigap turun ke lapangan apabila ada laporan dari masyarakat dan akan menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, perwakilan Dinas ESDM Provinsi Banten, Ibnu Buhori menyampaikan sejumlah poin hasil sidak yang dilakukan di area galian C tersebut.

Di antaranya yakni penghentian sementara seluruh aktivitas operasional, penyegelan lokasi, pemasangan pagar pengaman di sekitar lubang galian serta tindak lanjut hasil temuan kepada instansi terkait.

Selain itu, pihak pengelola juga diminta bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas galian, termasuk mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula.

“Kami meminta pengelola bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas operasional galian tersebut,” ungkap Ibnu Buhori.

Sementara itu, Ketua RW 04 Kampung Pulo, Sobari berharap langkah tegas yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten tidak hanya bersifat sementara, namun dilakukan secara berkelanjutan agar aktivitas usaha yang diduga melanggar aturan dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Sumarna/Mala)

Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, membuka kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) tentang bahaya judi online, pinjaman online ilegal, dan praktik rentenir di Gedung Serba Guna Kantor Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kamis (21/05/26).

Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menyampaikan apresiasi kepada PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) yang dinilai konsisten menghadirkan program edukatif bagi masyarakat. Menurut dia, literasi keuangan menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan finansial yang semakin canggih dan marak terjadi.

Ia menjelaskan, perkembangan layanan keuangan digital memang memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan berbagai risiko, seperti judi online, pinjaman online ilegal, hingga praktik rentenir yang dapat merusak kondisi ekonomi keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.

“Fenomena ini tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga bisa memicu persoalan sosial, kriminalitas, bahkan menghancurkan masa depan generasi muda,” ujarnya.

Ditegaskan pula oleh Soma, masyarakat perlu memiliki pemahaman dan kesadaran yang baik agar mampu memilih layanan keuangan yang aman, legal, dan bertanggung jawab.

Untuk itu, Soma mengajak para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha dengan memanfaatkan layanan keuangan resmi dan terpercaya.

"Akses terhadap layanan keuangan yang sehat, resmi dan terpercaya akan membantu pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan dan lebih mandiri secara ekonomi," katanya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Soma Atmaja juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman cepat tanpa memahami legalitas dan risikonya. Ia menilai kegiatan edukasi seperti ini menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk membangun kewaspadaan dan kesadaran bersama terhadap berbagai modus kejahatan finansial yang terus berkembang.

“Kita harus bersama-sama memperkuat pengawasan dan edukasi di lingkungan masing-masing. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Umum SDM dan Kepatuhan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Deni Setia Wahyudi, mengatakan kegiatan literasi tersebut difokuskan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya pinjaman online ilegal, khususnya bagi pelaku UMKM serta pengurus RT dan RW di wilayah Kecamatan Curug.

Menurut Deni, edukasi tersebut penting dilakukan karena masih banyak masyarakat yang terjebak pinjaman ilegal maupun praktik bank keliling atau “bank emok”. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak BPR dalam menyalurkan kredit produktif kepada masyarakat. Pasalnya, tidak sedikit calon nasabah yang telah memiliki tunggakan atau kredit macet akibat pinjaman online ilegal sehingga mempengaruhi kemampuan mereka untuk mendapatkan akses pembiayaan resmi dari perbankan.

“Kami ingin masyarakat lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan memastikan pinjaman yang diambil benar-benar digunakan untuk kebutuhan produktif, khususnya modal usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi keuangan terus diperkuat agar masyarakat juga semakin memahami risiko pinjaman ilegal dengan bunga tinggi yang dapat memberatkan kondisi ekonomi keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Uus Mustaudie, mengungkapkan pihaknya telah menghadirkan program “Kredit Mikro Raharja” sebagai solusi pembiayaan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang.

"Layanan ini menerapkan sistem jemput bola, mulai dari proses pengajuan hingga pembayaran angsuran yang dapat dipilih secara harian, mingguan, maupun bulanan dengan tenor maksimal satu tahun," ungkap Uus

Saat ini, program Kredit Mikro Raharja telah dimanfaatkan sekitar 600 pelaku UMKM dengan rata-rata pinjaman mencapai Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha mereka. Ia berharap kehadiran BPR Kerta Raharja sebagai bank milik Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat menjadi alternatif pembiayaan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat. (Red)

Tangerang, lensafikus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus meresmikan ruang kelas baru SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kecamatan Kresek, Kamis (21/05/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Riyadlul Jannah atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dunia pendidikan, khususnya pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter generasi muda.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami ucapkan selamat kepada SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kresek atas ruang kelas barunya dan apresiasi juga kepada pihak yayasan yang terus peduli menghadirkan ruang kelas yang aman dan nyaman bagi para siswa-siswinya,” ujar Wabup Intan

Menurut dia, peresmian ruang kelas baru tersebut bukan hanya acara seremonial semata, namun juga merupakan simbol semangat dan komitmen bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Sarana pendidikan yang memadahi merupakan salah satu pondasi penting untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif dan nyaman

“Peresmian ruang kelas baru ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol semangat bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang. Sarana pendidikan yang memadai merupakan salah satu fondasi penting untuk menciptakan proses belajar-mengajar yang nyaman, efektif, dan mampu melahirkan generasi unggul, berakhlakul karimah, serta berdaya saing,” jelasnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen meningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan dan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak lainnya untuk menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas baik formal maupun nonformal.

“Pemerintah daerah tidak mungkin berjalan sendiri, kami juga terus mendorong pihak lainnya untuk berkolaborasi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas, baik formal dan nonformal agar anak-anak Kabupaten Tangerang bisa menjadi generasi penerus yang tangguh, berkarakter dan mampu bersaing nantinya,” ungkapnya

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat menuntut ilmu, hormat kepada guru dan orang tua serta memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Gunakan kesempatan belajar ini dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, serta isi masa muda dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMP Riyadlul Jannah Boarding School, Abdul Rojak menyampaikan bahwa sekolah SMP Riyadlul Jannah Boarding School berdiri sejak tahun 2023 dan saat ini telah memiliki ratusan siswa. Pihaknya berharap ruang kelas yang baru bisa memberikan kelancaran dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar di sekolah

“Kehadiran ruang kelas baru diharapkan mampu menunjang kebutuhan belajar mengajar serta mendukung pengembangan pendidikan di lingkungan pesantren. Selain itu kualitas pendidikan di SMP Riyadlul Jannah Boarding School semakin meningkat dan mampu mencetak generasi muda yang unggul, religius, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya

Selain peresmian ruang kelas baru, kegiatan juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pendukung pendidikan sebagai simbol komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang. (Red)

Page 14 of 664
Go to top