Items filtered by date: Tuesday, 04 August 2026

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengajak masyarakat memanfaatkan Program Pesta Diskon Kemerdekaan yang berlangsung mulai 3 hingga 31 Agustus 2026.

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, program ini menghadirkan berbagai keringanan pajak daerah yang membuat pembayaran pajak menjadi lebih ringan dan menguntungkan.

Program ini menjadi kesempatan bagi wajib pajak untuk menyelesaikan kewajibannya sekaligus menghemat pengeluaran. Tak hanya memberikan potongan pajak, Pesta Diskon Kemerdekaan juga menjadi bentuk apresiasi Pemkot Tangerang kepada masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pembayaran pajak.

Berikut empat keuntungan yang bisa dinikmati masyarakat selama Program Pesta Diskon Kemerdekaan:

1. Diskon Pokok PBB-P2 hingga 17 Persen
Masyarakat yang masih memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga Tahun Pajak 2014 dapat menikmati potongan pokok pajak sebesar 17 persen. Sementara itu, tunggakan PBB-P2 Tahun Pajak 2015 hingga 2020 mendapatkan diskon sebesar 8 persen. Kesempatan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melunasi tunggakan dengan nilai pembayaran yang lebih ringan.

2. Diskon BPHTB hingga 45 Persen
Pemkot Tangerang juga memberikan diskon 45 persen Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat yang memperoleh hak atas tanah melalui program pemerintah, seperti PRONA, PTSL dan PTKL. Keringanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan administrasi kepemilikan tanah dengan biaya yang lebih terjangkau.

3. Bebas Sanksi Administrasi
Selain potongan pokok pajak, masyarakat juga mendapatkan penghapusan sanksi administrasi atau denda atas tunggakan PBB-P2 hingga Tahun Pajak 2025. Dengan demikian, wajib pajak cukup melunasi pokok pajak tanpa dibebani denda selama periode program berlangsung.

4. Pembayaran Semakin Mudah
Pemkot Tangerang juga memberikan kemudahan pembayaran melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital. Pembayaran dapat dilakukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang, bank bjb, Alfamart, dan Pos Indonesia. Sementara itu, pembayaran secara nontunai tersedia melalui Aplikasi Tangerang LIVE, Tokopedia, OVO, LinkAja, Shopee, GoPay, bjb DIGI, QRIS, PosPay, serta kanal pembayaran elektronik lainnya.

Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan jalan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, ruang terbuka hijau, hingga berbagai pelayanan publik lainnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, apel kesiapsiagaan dilaksanakan sebagai langkah awal menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang.

"Alhamdulillah hari ini kami didampingi Pak Kapolres, Pak Dandim, Dan Satradar, Lanud, Pak Kajari, dan Danpom melaksanakan apel kesiapsiagaan tanggap darurat. Musim kemarau tahun ini diprediksi cukup panjang sehingga seluruh Forkopimda dan unsur terkait harus siap melakukan pengawasan, monitoring, sekaligus merespons setiap kejadian yang terjadi di masyarakat," ujar Bupati Maesyal.

Menurut dia, kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada antisipasi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berbagai potensi bencana lain seperti kebakaran permukiman, kekeringan, hingga kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Seluruh unsur pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus bergerak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di area yang berpotensi menimbulkan api. Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan melalui jajaran Polsek, Koramil, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.

"Kita semua terus merespons harapan masyarakat, terutama terkait kekeringan dan kebutuhan air bersih. Alhamdulillah, TNI, Polri, Dan Satradar, Kejaksaan, Lanud, dan seluruh unsur lainnya telah bergerak memberikan bantuan air bersih serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tangerang," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan seluruh pihak dalam menangani kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Berkat sinergi pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Pemerintah Provinsi Banten, BNPB, dan seluruh elemen terkait, proses pemadaman api dan asap berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar sepuluh hari.

"Alhamdulillah berkat sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB, Pemerintah Provinsi Banten, dan semua pihak, api dan asap di TPA Jatiwaringin dapat dipadamkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan semua pihak yang telah bekerja keras," katanya.

Meski demikian, Bupati Maesyal juga meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait untuk tetap meningkatkan pengawasan terhadap kondisi TPA Jatiwaringin maupun titik-titik rawan kebakaran lainnya. Pemantauan secara berkelanjutan dinilai penting mengingat musim kemarau masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

"Kami berharap seluruh dinas terkait terus melakukan monitoring dan pemeliharaan kondisi TPA Jatiwaringin serta wilayah lainnya di setiap kecamatan dan kelurahan agar tidak terjadi kejadian yang tidak kita inginkan. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kabupaten Tangerang," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada menuturkan, apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mempersiapkan seluruh personel dan pemangku kepentingan menghadapi potensi kebakaran lahan selama musim kemarau.

Menurutnya, sinergi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran. Karena itu, seluruh instansi terkait diharapkan terus memperkuat kolaborasi agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat dan efektif.

"Ini bukanlah kegiatan seremonial, tetapi bentuk persiapan kita dalam menghadapi potensi kebakaran lahan. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan personel, khususnya di titik-titik yang rawan kebakaran selama menghadapi musim kemarau," ujar Kapolresta.

Ia berharap, melalui kesiapsiagaan yang didukung koordinasi yang solid, potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Tangerang dapat diminimalkan sehingga keamanan, keselamatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. (Red)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Sebanyak 24 titik pekerjaan jaringan irigasi yang dikelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, resmi menyelesaikan tahapan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara yang dilaksanakan oleh Tim Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Selasa (4/8/2026).

Pelaksanaan PHO dilakukan sebagai tahap akhir pemeriksaan untuk memastikan seluruh pekerjaan telah diselesaikan sesuai spesifikasi teknis, mutu konstruksi, serta ketentuan yang telah ditetapkan. Tim BBWSC3 turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan pada setiap titik pekerjaan sebelum dinyatakan layak untuk diserahterimakan.

Rampungnya 24 titik jaringan irigasi tersebut menjadi kabar baik bagi para petani di Kecamatan Cikulur. Infrastruktur irigasi yang telah diperbaiki dan dibangun diharapkan mampu memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, sehingga produktivitas hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.

Perwakilan Tim BBWSC3, Farid, mengatakan bahwa proses PHO merupakan bentuk komitmen untuk memastikan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai standar teknis dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di setiap titik pekerjaan. Alhamdulillah, secara umum hasil pekerjaan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami berharap seluruh jaringan irigasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dipelihara bersama agar usia layanannya panjang serta mampu mendukung peningkatan produksi pertanian," ujar Farid.

Sementara itu, H. Nani menilai keberhasilan pembangunan jaringan irigasi tersebut tidak terlepas dari sinergi antara BBWSC3, pengurus P3A, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Kami mengapresiasi pengurus P3A yang aktif mengawal pekerjaan hingga selesai. Semoga fasilitas irigasi yang telah dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi para petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ungkap H. Nani.

Hal senada disampaikan Deden, yang mengajak seluruh masyarakat dan pengurus P3A untuk menjaga serta merawat jaringan irigasi agar tetap berfungsi secara optimal.

"Pembangunan sudah selesai, sekarang tugas kita bersama adalah menjaga dan merawatnya. Dengan pemeliharaan yang baik, jaringan irigasi ini akan terus memberikan manfaat bagi sektor pertanian dalam jangka panjang," tuturnya.

Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP), H. Eli Sahroni, turut memberikan apresiasi atas rampungnya pelaksanaan PHO di 24 titik jaringan irigasi tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur irigasi merupakan langkah strategis dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami mengapresiasi Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), seluruh pengurus P3A, serta semua pihak yang telah bekerja keras hingga pembangunan ini dapat diselesaikan dengan baik. Irigasi merupakan urat nadi pertanian. Ketika pengairan berjalan lancar, produktivitas pertanian akan meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," ujar H. Eli Sahroni.

Ia juga berharap masyarakat, khususnya para petani dan pengurus P3A, memiliki kepedulian untuk menjaga serta merawat jaringan irigasi yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Dengan semangat gotong royong dan rasa memiliki, saya yakin jaringan irigasi ini akan terus berfungsi secara optimal. Mari kita jaga bersama aset pembangunan ini sebagai investasi untuk masa depan pertanian Kabupaten Lebak yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan," pungkasnya. (C2p)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id - Wali Kota Tangerang H Sachrudin, Menyerahkan Sejumlah Peralatan Kelurahan Tangguh Bencana di Kantor BPBD Kota Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat upaya mitigasi dan Penanggulangan bencana melalui peningkatan sarana dan prasarana.

Hari ini Selasa Wali Kota Tangerang H Sachrudin menyerahkan 16 unit Motor Operasional, 440 alat pemadam api Ringan (APAR), serta 20 paket perlengkapan Kelurahan Siaga Bencana kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diberikan kepada empat UPT Damkar dan empat Pos Damkar.

Wali Kota Tangerang H Sachrudin mengatakan, penambahan sarana operasional tersebut merupakan upaya memperkuat sistem mitigasi bencana yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,"ujar Sachrudin.

Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, akantetapi membutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.

"Mitigasi bencana tidak bisa kita lakukan sendirian. Harus ada keterlibatan semua pihak.karena itu, kami terus meningkatkan kepasitas dan kualitas pelayanan melalui pelatihan dagi personel BPBD, Damkar, dan UPT, sehingga masyarakat melalui program Kelurahan Siaga Bencana," ujar Sachrudin, Selasa (4/08/2026).

IMG 20260804 WA0009

Sementara itu, Kepala Pelaksana Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar menjelaskan, keberadaan 16 motor operasional akan mempercepat waktu respon petugas, khususnya dalam menjangkau lokasi yang sulit diakses oleh kendaraan besar seperti gang-gang sempit di pemukiman,"ujar Mahdiar.

Kehadiran armada tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan awal sebelum unit pemadam utama tiba di lokasi kejadian. " Respons time menjadi salah satu indikator penting dalam pelayanan kami.dengan motor operasional ini, petugas dapat lebih cepat mencapai lokasi, melakukan asesmen kondisi, sekaligus memberikan penanganan awal sehingga risiko kejadian dapat diminimalkan," jelas Mahdiar.

Selain motor operasional, Pemerintah Kota Tangerang juga menyerahkan 440 APAR yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis di lingkungan padat penduduk serta 20 paket perlengkapan Kelurahan Siaga Bencana yang berisi perlengkapan dasar seperti pelampung, helm keselamatan, sepatu boots, jas hujan dan peralatan pendukung lainnya.

" Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan sebaik- baiknya," jelasnya.

Ia juga mengajak mediamassa untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya budaya siaga bencana sebagai bagian dari kolaborasi pentahelix dalam mewujudkan Kota Tangerang yang aman, yaman, tangguh, dan berkelanjutan. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top