Banten

Banten (7128)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Melalui sinergi lintas sektor, Kabupaten Tangerang terus menggenjot cakupan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, termasuk pelaksanaan screening Tuberkulosis (TBC) terintegrasi di Gedung Serba Guna Tigaraksa, Senin, (20/08/26).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, didampingi oleh Gubernur Banten, Andra Soni, serta Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung implementasi program prioritas kesehatan nasional di lapangan.

Wamenkes RI, Benjamin memberikan apresiasi tinggi atas capaian Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan CKG secara nasional.

"Kedatangan kami kesini untuk meninjau langsung program prioritas Presiden Prabowo bagaimana supaya masyarakat sehat dengan melakukan cek kesehatangratis. Provinsi Banten adalah provinsi yang CKG-nya yang tertinggi secara presentase di Indonesia. Demikian juga CKG dengan X-ray untuk deteksi TB.Angkanya yang tertinggi se-Indonesia menjadi contoh," ungkap Wamenkes.

Lebih lanjut, Wamenkes menekankan bahwa pemeriksaan ini sangat krusial untuk mendeteksi dini penyakit katastropik seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, yang sering kali tidak dirasakan gejalanya oleh penderita. Selain itu, program ini juga berfokus pada eliminasi TBC melalui screening terintegrasi.

Terkait teknis pelaksanaan, screening dilakukan melalui prosedur yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, dilanjutkan dengan rontgen bagi masyarakat yang terindikasi. Apabila hasil menunjukkan positif TBC, maka pasien akan langsung diberikan obat TB Sensitif Obat (SO) dan dilakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk penanganan lebih lanjut.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pemerintah provinsi Bersama pemerintah kabupaten/kota terus bahu-membahu menyukseskan program ini sebagai standar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Alhamdulillah provinsi Banten telah melampaui target, tapi kami masih punya target sendiri bahwa kami ingin lebih dari separuh warga Banten itu mengikuti cek kesehatan gratis. Kabupaten Tangerang juga telah melampaui 46%, hampir 6 juta warga Banten telah mengecek kesehatanya," ujar Gubernur Andra Soni.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyambut baik kehadiran Wamenkes dan Gubernur Banten yang memberikan dorongan moral bagi jajaran Pemkab Tangerang dalam melayani masyarakat.

"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Pak Wamenkes dan Pak Gubernur yang telah hadir. Ini memotivasi kami bersama seluruh jajaran OPD, PKK, hingga tingkat kecamatan untuk terus meningkatkan jumlah masyarakat yang diperiksa, agar derajat kesehatan kita meningkat," pungkas Bupati Maesyal.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Tangerang untuk terus memperkuatlayanan kesehatan dasar yang aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat, selaras denganvisi Indonesia Sehat yang dicanangkan pemerintah pusat. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi menyambut kedatangan Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Provinsi Banten. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, pada Kamis (20/08/2026).

Verifikasi lapangan ini merupakan tahapan krusial bagi Kabupaten Tangerang untuk memastikan kelayakan daerah berdasarkan sembilan indikator tatanan sehat. Tujuan utama dari penilaian dan evaluasi ini adalah mempersiapkan Kabupaten Tangerang agar dapat kembali merebut penghargaan tertinggi di bidang kesehatan lingkungan, yakni Swasti Saba Padapa tingkat nasional.

Bupati Tangerang, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Yudiana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai dari tingkat provinsi maupun pusat. Dalam sambutannya, ia berharap kehadiran tim verifikasi dapat memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan pencapaian Kabupaten Tangerang Sehat yang selama ini telah diupayakan secara maksimal oleh berbagai pihak.

"Kami sangat berterima kasih karena evaluasi ini memberikan pandangan yang lebih objektif terkait kelemahan dan kelebihan kinerja kita selama ini. Catatan kekurangan yang ditemukan akan segera kami perbaiki, dan kami sangat percaya tim pembina KKS kita dapat bekerja sesuai dengan amanat untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi KKS, Siti Maryam, menjelaskan bahwa metode penilaian lapangan tahun ini dilaksanakan dengan skema yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tim verifikasi tidak langsung turun meninjau setiap lokus secara satu per satu, melainkan berfokus pada evaluasi pemaparan kelembagaan serta verifikasi kelengkapan dokumen dari kesembilan tatanan. Ia mengungkapkan kabar baik bahwa Kabupaten Tangerang telah sukses melampaui prasyarat utama untuk mengikuti tahapan bergengsi tingkat nasional ini.

"Syarat prasarana dasar Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan minimal 80 persen sudah terpenuhi, di mana pengakuan dari pusat mencatat Kabupaten Tangerang secara memuaskan sudah mencapai 86 persen," paparnya.

Lebih lanjut, Ketua Tim Verifikasi merinci sejumlah capaian luar biasa yang berhasil diraih Pemkab Tangerang berdasarkan pemeriksaan dokumen sejauh ini. Kinerja Tim Pembina dan Forum KKS mencatat skor sempurna yakni 100%, disusul oleh nilai sangat tinggi pada Tatanan Penanggulangan Bencana (91,07%), Perlindungan Sosial (90,39%), serta Tatanan Sehat Mandiri (88,79%).

"Terdapat catatan eskalasi pada beberapa sektor yang nilainya masih memerlukan pendalaman. Tatanan Pasar yang masih di angka 50%, Tatanan Perkantoran (68,18%), Tatanan Pariwisata (64,58%), dan Pokja (50%) diinstruksikan untuk segera melengkapi data bukti lapangan paling lambat pada tanggal 26 Agustus 2026," ungkapnya.

Menanggapi hasil evaluasi yang komprehensif tersebut, Ketua Tim Tangerang Sehat, Yani Sutisna, secara singkat dan lugas menegaskan kesiapan timnya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi. Ia memastikan bahwa seluruh Kelompok Kerja dan instansi terkait akan langsung bergerak maraton untuk merampungkan kekurangan kelengkapan dokumen sebelum batas waktu akhir penyerahan.

"Melalui sinergi yang terus berlanjut antara pemerintah daerah, forum KKS, dan masyarakat, Pemkab Tangerang sangat optimis mampu menuntaskan seluruh perbaikan prasyarat. Terpenuhinya seluruh indikator KKS ini diharapkan tidak sekadar menjadi pijakan untuk mengembalikan piala Swasti Saba Padapa, melainkan pembuktian nyata akan hadirnya lingkungan yang bersih, aman, dan sehat bagi seluruh warga," tutupnya. (Red)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Peningkatan Pendidikan Politik di halaman Kantor Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 112 peserta yang berasal dari berbagai unsur dan instansi. Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Junadi, Ketua KPU Kota Tangerang Qori Ayatulloh, Camat Karawaci Dr. H. Achmad Zuldin Syafii, A.P., M.Si., serta Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Wawan Fauzi, S.E., S.Kom., M.M.

Kegiatan pendidikan politik tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai politik, demokrasi, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua KPU Kota Tangerang, Qori Ayatulloh, mengatakan pendidikan politik memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar dapat menggunakan hak politik secara bijak dan bertanggung jawab.

«“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai politik, demokrasi, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Qori.»

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak politik secara bijak, menjaga persatuan, serta berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi.

Menurut Qori, pemahaman politik yang baik diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi pemilih yang cerdas sekaligus mampu menjaga suasana demokrasi yang sehat dan kondusif.

Sementara itu, Camat Karawaci Dr. H. Achmad Zuldin Syafii, A.P., M.Si., menyampaikan bahwa pendidikan politik kepada masyarakat sangat penting untuk membangun kesadaran dan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Ia juga menilai kehadiran unsur DPRD dan KPU dalam kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai peran lembaga negara serta proses penyelenggaraan pemilu.

«“Pendidikan politik kepada masyarakat sangat penting untuk membangun kesadaran dan kedewasaan dalam berdemokrasi. Kehadiran unsur DPRD dan KPU juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat,” tutur Zuldin.»

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat antusiasme dari para peserta. Pemerintah Kecamatan Karawaci berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pendidikan politik dan partisipasi masyarakat.

«“Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kualitas pendidikan politik dan partisipasi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Karawaci,” ujarnya.»

Kepala Dinas Kesbangpol Kota Tangerang, Wawan Fauzi, S.E., S.Kom., M.M., sekaligus membuka kegiatan Peningkatan Pendidikan Politik tersebut.

Dalam sambutannya, Wawan memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan Karawaci yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan rasa senangnya dapat kembali hadir di wilayah Kecamatan Karawaci.

«“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Camat Karawaci atas terselenggaranya acara ini. Alhamdulillah, saya menghadiri acara ini di Kecamatan Karawaci. Dari jam 07.00 WIB saya sudah sampai, karena saya merasa seperti pulang lagi. Dulu saya pernah berada di Kecamatan Karawaci,” ujar Wawan.»

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah hadir serta mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Tanggal 18/8/2026 Kabar kejadian kebakaran terjadi di lokasi usaha PT Panca Paper yang beralamat di Jalan Sanggego Raya No.8, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang, pada hari Selasa, 18 Agustus 2026. Kebakaran ini melanda tumpukan kardus, yang diduga kuat terjadi akibat suhu udara yang sangat panas saat itu.

Berdasarkan laporan yang diterima pada pukul 13.13 WIB dari Mako dengan pelapor Ibu Rosiana, peristiwa ini pertama kali disadari oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap perlahan keluar dari area pabrik. Warga segera melaporkan hal tersebut ke pos satpam terdekat. Satpam pun langsung menghubungi Tim K3 perusahaan untuk berupaya memadamkan api menggunakan air hidran, namun usaha tersebut belum cukup karena api semakin membesar. Karena tidak sanggup menanganinya sendiri, pihak perusahaan melalui Ibu Rosiana segera menghubungi tim pemadam kebakaran Kota Tangerang untuk meminta bantuan.

Tim pemadam pun berangkat menuju lokasi pada pukul 13.15 WIB, dan tiba di tempat kejadian pada pukul 13.25 WIB. Setelah bekerja keras berjuang meredakan si jago merah, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.30 WIB.

Untuk penanganan kejadian ini, telah dikerahkan:Priuk beserta 15 orang personil
- 1 Unit Tangki Blendung beserta 2 orang personil
- 4 Unit Kendaraan Mako beserta 4 orang personil

Turut hadir membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi adalah pihak Polsek Karawaci, serta Babinsa dan Binamas.

Syukurlah, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp100 Juta. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id — Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengajak Jami’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubaligoh (JPPPM) untuk terus membawa ilmu, nilai-nilai keagamaan, serta manfaat pesantren ke tengah masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan keteladanan.

Hal tersebut disampaikan Sachrudin saat menghadiri Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diinisiasi JPPPM Kota Tangerang di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sachrudin hadir bersama Hj. Masturoh Sachrudin, selaku Pembina JPPPM Kota Tangerang, serta ratusan anggota JPPPM se-Provinsi Banten.

IMG 20260819 WA0007

Menurut Sachrudin, JPPPM memiliki peran strategis karena menjadi wadah bagi para perempuan pengasuh pesantren dan mubaligoh yang memiliki kedekatan dengan dunia pendidikan serta pembinaan generasi.

Karena itu, ia berharap nilai-nilai ilmu dan kebaikan yang tumbuh di lingkungan pesantren tidak hanya berhenti di dalam pondok, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga dan masyarakat.

“Para pengasuh pesantren dan mubaligoh tidak hanya mendidik di lingkungan pondok, tetapi juga menjadi sumber ilmu dan keteladanan bagi masyarakat. Mari kita bawa ilmu dan nilai-nilai kebaikan dari pesantren agar manfaatnya semakin luas,” ujar Sachrudin.

Ia menilai peran pengasuh pesantren, mubaligoh, ulama, dan orang tua semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

Kemudahan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memperoleh berbagai informasi perlu diimbangi dengan pendampingan agar mereka mampu menyaring informasi sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama.

“Informasi begitu mudah didapatkan, tetapi tidak semuanya memberikan tuntunan yang baik. Di sinilah peran pengasuh pesantren, mubaligoh, ulama, dan orang tua untuk tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak dan memberikan keteladanan,” katanya.

Sachrudin juga mengapresiasi keberadaan JPPPM sebagai ruang silaturahmi sekaligus majelis ilmu bagi para perempuan pengasuh pesantren dan mubaligoh.

Ia berharap forum tersebut dapat terus menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan pengetahuan dalam mengembangkan pendidikan serta dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Terus hidupkan majelis ilmu dan saling berbagi. Jadikan JPPPM sebagai wadah yang membawa manfaat, sehingga ilmu dari pesantren terus tumbuh dan dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sachrudin berharap kolaborasi antara pemerintah, pesantren, ulama, tokoh agama, orang tua, dan masyarakat terus diperkuat dalam membangun generasi yang cerdas, adaptif, serta tetap kokoh memegang nilai-nilai keagamaan.

“Mari kita jadikan ilmu, keteladanan, dan kepedulian sebagai bekal membangun generasi. Dengan kolaborasi yang terus terjaga, insya Allah anak-anak kita tumbuh cerdas sekaligus berakhlak,” tutup Sachrudin. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi Puskesmas Binong dan Puskesmas Kelapa Dua, sekaligus mengecek langsung layanan kesehatan yang dilakukan, Rabu (19/08/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi layanan kesehatan yang dilakukan kedua Puskesmas tersebut, mulai dari aspek kebersihan sampai dengan kecakapan petugas dalam melayani masyarakat

"Hari ini saya datang ke Puskesmas Binong dan dilanjut ke Puskesmas Kelapa Dua. Selama saya cek, alhamdulillah gedungnya, ruangannya bersih-bersih terus para perawat, petugasnya juga responnya cepat sekali untuk melayani pasien-pasien yang datang," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan bahwa Puskesmas Binong dalam 1 hari bisa melayani sekitar 300 pasien dan Puskesmas Kelapa Dua mencapai sekitar 250 pasien sehari. Dia menandaskan semua yang datang dan membutuhkan pelayan harus dilayani dengan optimal.

"Pasien yang datang ke sini cepat harus dilayani dengan baik oleh teman-teman petugas yang ada di sini, baik dokternya, perawatnya, bidannya dan petugas yang lainnya," tegasnya

Menurut dia, layanan kesehatan yang baik, humanis dan cepat oleh Puskesmas merupakan bukti kepedulian dan kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan optimal

"Ini membuktikan bahwa kita selalu peduli dan perhatian kepada masyarakat, khususnya kepada pasien yang datang ke sini. Mereka bisa ditangani dan dilayani dengan baik. Kalau ada pasien yang perlu rujukan, langsung dirujuk oleh pimpinan Puskesmas dan bersama perawat dihantarkan langsung pakai ambulan ke rumah sakit yang telah ditunjuk dan tidak dipungut bayaran apa-apa," ungkapnya

Bupati Tangerang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai Puskesmas tersebut atas pengabdian, dedikasi dan kesabarannya dalam melayani masyarakat yang datang untuk memeriksakan kesehatannya.

"Kami terima kasih kepada seluruh pegawai yang ada di Puskesmas Binong dan Puskesmas Kelapa Dua serta Puskesmas-Puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Tangerang. Terus semangat untuk kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

Page 17 of 713
Go to top