Banten

Banten (6636)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, ‎Moch. Maesyal Rasyid membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Tahap IV Kafilah Kabupaten Tangerang dalam rangka persiapan menghadapi MTQ Ke-23 Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Acara tersebut yang dilaksanakan di Lemo Hotel Kec. Kelapa Dua, Jum'at malam (15/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa persiapan menuju MTQ tingkat provinsi dilakukan secara bertahap, matang, konsisten dan berkesinambungan. Pembinaan yang saat ini memasuki tahap keempat akan kembali dilanjutkan pada Juni mendatang dengan melibatkan pembina dari tingkat provinsi.

‎“InsyaAllah persiapannya tidak instan. Ini sudah pembinaan yang keempat dan bulan Juni nanti akan kembali kita lakukan pembinaan bersama para pembina dari Provinsi Banten,” ujar Maesyal Rasyid.

‎Ia meminta kepada panitia penyelenggara agar jumlah pembina terus ditambah agar seluruh cabang lomba mendapatkan perhatian dan pembinaan maksimal.

‎“Kalau bisa jumlah pembina jangan hanya 50 orang, lebih banyak lebih bagus karena cabang lomba juga banyak. Para pembina harus mampu mentransformasikan ilmu kepada para kafilah dengan baik dan maksimal,” tandasnya.

Lamjut dia, prestasi yang diraih Kabupaten Tangerang yang berhasil meraih juara umum MTQ selama 4 tahun berturut-turut di tingkat Provinsi Banten harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Meskipun demikian, ia juga menegaskan bahwa tujuan utama MTQ bukan semata-mata mengejar gelar juara, tetapi juga memperkuat syiar Islam dan membangun sinergi antara ulama dan umaro.

"Predikat juara memang tujuan, tetapi yang paling utama adalah bagaimana syiar Islam dapat terus dikumandangkan mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja yang juga Sekretaris Daerah melaporkan bahwa pembinaan kafilah Kabupaten Tangerang mengusung tema “Melalui Pembinaan Kita Pertahankan Prestasi Terbaik Kafilah Kabupaten Tangerang pada MTQ Ke-23 Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026.”

‎“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas peserta sekaligus mempertahankan prestasi terbaik Kafilah Kabupaten Tangerang pada MTQ Ke-23 Tingkat Provinsi Banten yang akan dilaksanakan pada 6 sampai 10 Juli 2026 di KP3B Provinsi Banten,” ujar Soma

Lanjut dia, pembinaan kafilah tersebut merupakan tindak lanjut hasil pelaksanaan MTQ Ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang yang telah berlangsung pada 8–13 Januari 2026 yang lalu.

"‎Pembinaan ini dilaksanakan selama dua hari, 15–16 Mei 2026, dan diikuti sebanyak 183 peserta yang terdiri atas peserta kafilah Kabupaten Tangerang sebanyak 68 orang, pembina tingkat Provinsi Banten sebanyak 50 orang, pembina dari Kabupaten Tangerang sebanyak 35 orang, serta panitia pelaksana," ungkapnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengunjungi seorang bayi yang diberi nama Moch. Maesyal Rasyid di wilayah Kec. Sepatan. Bayi tersebut merupakan putra dari pasangan Boyirin Jamaludin dan Nabila Fauziah Kurniawati yang lahir pada Selasa (12/5/26) lalu di Puskesmas Sepatan.

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengaku merasa bahagia dan terharu dapat bertemu langsung dengan bayi yang memiliki nama serupa dengannya. Dia juga mengucapkan syukur bisa memenuhi janjinya yang akan datang langsung ke rumah keluarga tersebut setelah sang bayi lahir.

“Saya bersama Pak Camat Sepatan hari ini berkunjung langsung melihat bayi bernama Moch. Maesyal Rasyid asal sarakan Sepatan. Beberapa waktu lalu saya sudah berjanji akan hadir langsung apabila bayinya sudah lahir,” ujar Bupati Maesyal di kediaman Boyirin Jamaludin dan Nabila Fauziah Kurniawati, Kamis, (14/5/26).

Ia menambahkan, pemberian nama tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama keluarga besar dan orang tua bayi.

“Nama tersebut tentu hasil rundingan dan kesepakatan orang tua serta keluarga yang bersangkutan. Saya turut merasa bangga dan mendoakan semoga anak ini menjadi anak yang sehat, sholeh, serta bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga memberikan doa dan motivasi kepada kedua orang tua bayi agar terus memberikan pendidikan dan kasih sayang terbaik bagi sang anak.

Sementara itu, ibu bayi bernama Moch. Maesyal Rasyid, Nabila Fauziah mengungkapkan alasan dirinya bersama keluarga memberikan nama yang mirip dengan nama Bupati Tangerang.

“Saya beserta suami dan orang tua kami sudah sepakat untuk menamai anak kami Moch. Maesyal Rasyid, sama seperti nama Bupati Tangerang, dengan harapan anak kami kelak menjadi orang besar, menjadi pemimpin seperti Bupati Tangerang, menjadi pribadi yang baik berbudi, dan juga menjadi anak yang sholeh,” ujar Nabila bahagia. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi melakukan prosesi peletakan batu pertama renovasi dan pembangunan Masjid At-Ta’awun yang berlokasi di Perumahan Green Savana, RW 05, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Jumat (15/05/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi yang sangat strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.

“Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, tempat tumbuhnya nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan pendidikan akhlak bagi generasi muda kita,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan warga Green Savana dalam mendukung pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan kekuatan penting dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang dan religius.

"Atas nama pribadi dan pemerintah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan dan partisipasi aktif masyarakat yang begitu kuat untuk menjadikan masjid ini lebih nyaman dan aman serta bermanfaat lebih luas," ucapnya

Ia berharap pembangunan Masjid At-Ta’awun dapat semakin mempererat ukhuwah antarwarga serta menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid At-Ta’awun, Awaludin, menjelaskan bahwa renovasi dan pembangunan masjid dilakukan karena kapasitas bangunan sebelumnya sudah tidak mampu menampung jumlah jemaah yang semakin meningkat, terutama saat pelaksanaan Salat Jumat dan perayaan peringatan hari besar Islam lainnya

“Pada momentum tertentu, jemaah bahkan meluber hingga ke jalan. Karena itu, perluasan masjid menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan dilakukan dengan konsep bangunan vertikal sehingga luas masjid dapat meningkat dari yang awalnya sekitar 328 meter persegi menjadi 422 meter persegi. Kapasitas jemaah pun bertambah dari sekitar 217 orang menjadi 327 orang.

"Setelah dibangun, masjid ini nantinya akan lebih luas lagi menjadi sekitar 422 meter persegi yang dapat menampung sekitar 327 orang yang tadinya hanya sekitar 217 orang saja," imbuhnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang yang terus menggencarkan pembenahan lingkungan melalui kegiatan kurve bersama TNI dan Polri, aksi meresahkan justru terjadi di wilayah Kecamatan Sukadiri. Sebuah lahan di kawasan Gang Rahwana, Desa Gintung, diduga disulap menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal yang beroperasi tanpa pengawasan dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (14/05/2026), tumpukan sampah rumah tangga hingga limbah plastik terlihat menggunung di area terbuka. Lokasi pembuangan tersebut berada sangat dekat dengan pemukiman warga, sumber perairan, serta lahan produktif milik masyarakat.

Keberadaan TPA liar itu pun mulai menimbulkan keresahan. Bau menyengat yang ditimbulkan dari gunungan sampah serta banyaknya lalat yang beterbangan dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan warga dan memicu munculnya berbagai penyakit.

Salah seorang warga berinisial N mengaku aktivitas pembuangan sampah ilegal tersebut terjadi hampir setiap hari menggunakan armada truk berpelat hitam.

“Warga mulai resah karena tumpukan sampah terus bertambah. Bau tidak sedap yang ditimbulkan bikin sesak napas. Sangat disayangkan sampai sekarang belum ada tindakan serius dan tegas dari pemerintah,” ujar N kepada awak media.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sampah-sampah tersebut diduga berasal dari sejumlah wilayah di luar Kecamatan Sukadiri, seperti kawasan PIK 2 dan Kelapa Dua. Dugaan itu diperkuat dari pengakuan salah satu sopir truk pengangkut sampah yang ditemui di lokasi.

“Dari PIK 2 ada, Kelapa Dua juga ada. Kita cuma ngangkut,” ucap sopir tersebut singkat.

Informasi lain yang berkembang menyebutkan bahwa lahan pembuangan sampah liar itu diduga dikelola oleh seorang pria berinisial MN. Warga pun menduga adanya keterlibatan oknum tertentu yang diduga ikut bermain di balik operasional TPA ilegal tersebut, sehingga aktivitas pembuangan sampah dapat berlangsung secara terbuka tanpa hambatan.

Menanggapi persoalan tersebut, Camat Sukadiri, Ahmad Saipul Anwar, mengaku pihak kecamatan telah mengambil langkah administratif.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (15/05/2026), ia menyebut pihaknya telah memberikan teguran dan melaporkan persoalan tersebut kepada instansi terkait.

“Terima kasih informasinya. Terkait TPA di kawasan Gang Rahwana Desa Gintung, kami sudah memberikan teguran serta melakukan pendataan. Bahkan kami juga sudah melaporkan dan bersurat resmi ke DLHK dan Satpol PP Kabupaten Tangerang,” ujar Ahmad Saipul Anwar.

Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah tidak hanya sebatas melakukan pendataan dan teguran administratif, tetapi juga segera mengambil langkah konkret berupa penertiban dan penegakan hukum terhadap aktivitas pembuangan sampah ilegal tersebut.

Warga khawatir apabila dibiarkan terus beroperasi, keberadaan TPA liar itu dapat menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah Sukadiri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak DLHK maupun Satpol PP Kabupaten Tangerang terkait langkah penertiban di lokasi tersebut. (Mala)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan penanaman pohon mangrove dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak 2570 TB/2026 yang digelar di Balai Konservasi Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kamis (14/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan hidup melalui aksi nyata penanaman mangrove di wilayah pesisir Desa Ketapang.

“Hari ini, kami bersama dengan umat Buddha, juga bersama dengan para Jatradar dan beberapa Kepala Dinas, Camat, termasuk ada Bhante kita dari Cilacap hadir di sini dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak tahun 2026 dengan melaksanakan tugas yang sangat mulia yaitu menanam mangrove di Desa Ketapang,” ujar Bupati Maesyal

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian lintas agama terhadap keberlanjutan lingkungan yang harus terus ditingkatkan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut juga menjadi simbol kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, umat Buddha, para Bhante serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Kabupaten Tangerang.

“Menanam mangrove ini memang bagian daripada kepedulian umat Buddha untuk terus meningkatkan atensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Baik itu lingkungan di desa, di kecamatan, dan seterusnya,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki manfaat besar, tidak hanya untuk menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara arif dan kreatif.

“Mudah-mudahan pohon mangrove itu ke depan akan besar dan manfaatnya sangat banyak sekali. Di antaranya adalah memberikan oksigen yang bagus, menahan abrasi, dan juga tanaman mangrove itu bisa diolah menjadi berbagai produk lokal, baik untuk minuman, makanan, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada seluruh umat Buddha dan para Bhante yang telah memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan pesisir Kabupaten Tangerang.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada umat Buddha dan para Bhante yang telah hadir di Desa Ketapang dan memberikan kontribusi terbaik untuk lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bhante Abdi Seno selaku panitia kegiatan menyampaikan bahwa peringatan Waisak tahun ini menjadi momentum memperkuat kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan lintas agama di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah multikultural dan penuh toleransi.

"Peringatan Waisak tahun ini menjadi momemtum bagi kami, umat Budha untuk terus memperkuat sinergi multikultural dan kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya

Pihaknya juga mengapresiasi kehadiran Bupati Tangerang beserta jajaran pemerintah daerah yang dinilai menunjukkan dukungan nyata terhadap kegiatan sosial dan lingkungan yang dilakukan umat Buddha. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kapolesta Tangerang dan Dandum 0510 Tigaraksa melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi tempat hiburan malam yang diduga tidak memiliki izin operasional.

Dalam sidak tersebut, Bupati turut memanggil pengelola usaha dan menggelar musyawarah bersama unsur Forkopimda, aparat wilayah, serta perwakilan warga setempat di Kantor Kelurahan Kadu Agung Tigaraksa. Rabu, (13/5/26)

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Tangerang, Dandim, camat, lurah, hingga perwakilan RT/RW, juga pengelola tempat hiburan guna memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada pemilik usaha hiburan malam terkait aktivitas yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Kita melaksanakan musyawarah dengan Forkopimda, Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Camat, Pak Lurah, ada perwakilan RT/RW juga, ada juga si pemilik usaha hiburan tadi. Jadi sudah kita sampaikan terhadap situasi kondisi di wilayah kita, Kabupaten Tangerang, ini harus betul-betul aman, kondusif,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, para pengelola tempat hiburan malam tersebut telah membuat surat pernyataan resmi untuk menghentikan seluruh aktivitas usaha hiburan di lokasi tersebut.

“Yang bersangkutan sudah menyatakan, tidak akan melaksanakan aktivitas usaha hiburan lagi, Sekarang sudah ditandatangani semuanya, pernyataan di atas segel, disaksikan oleh Pak RT, Pak RW, juga Pak Lurah dengan Pak Camatnya,” katanya.

Pihaknya berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menjaga ketertiban lingkungan di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi hal yang positif bagi seluruh warga dan juga para aktivitas usahanya di situ tidak lagi melaksanakan usaha hiburan yang meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait sanksi apabila pengelola kembali membuka usaha hiburan malam tersebut, Bupati menegaskan bahwa pengelola siap menerima konsekuensi hukum sesuai pernyataan yang telah dibuat.

“Mereka sudah menyatakan apabila dia melaksanakan lagi, dia siap untuk diproses secara hukum,” tegasnya.

Dia juga menyebut bahwa tempat hiburan malam yang disidak tersebut tidak memiliki izin operasional. Terkait dugaan tempat hiburan itu telah beroperasi selama bertahun-tahun, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah telah meminta agar seluruh aktivitas hiburan di lokasi tersebut dihentikan.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga akan melakukan pengawasan lebih luas terhadap tempat-tempat hiburan yang tidak berizin di wilayah lainnya.

“InsyaAllah. Termasuk tadi Satpol PP sudah saya perintahkan juga untuk lebih ketat mengawasi, termasuk di tempat yang lain,” tandasnya. (Red)

Page 17 of 664
Go to top