TANGERANG, lensafokus.id – Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang, Dedi Ochen, angkat bicara mengenai rencana serah terima pengelolaan Pasar Anyar kepada Pemerintah Daerah melalui PD Pasar Kota Tangerang.
Dedi mengatakan, proses serah terima saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota Tangerang. Tim PD Pasar juga tengah menyelesaikan administrasi dan melakukan verifikasi aset sebelum proses serah terima dilakukan secara resmi.
“Kami berkomitmen agar penyerahan Pasar Anyar dapat dilakukan secepatnya kepada Pemerintah Daerah. Kami ingin pengelolaan Pasar Anyar berjalan dengan baik, tertib, transparan dan berpihak kepada pedagang serta masyarakat,” ujar Dedi kepada awak media, Jumat (14/8/2026).

Menurut Dedi, kelengkapan administrasi dan verifikasi aset menjadi bagian penting sebelum pengelolaan pasar resmi beralih. Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai prosedur.
“Kami mengharapkan serah terima dapat dilakukan secepatnya. Insyaallah akhir tahun ini sudah dapat dilakukan serah terimanya,” katanya.
Dedi menegaskan, setelah proses serah terima resmi dilakukan, PD Pasar Kota Tangerang akan langsung melakukan sejumlah pembenahan.
Langkah tersebut meliputi peningkatan pelayanan, penataan dan penertiban pasar, pembenahan infrastruktur dasar, pendataan pedagang hingga penguatan sistem keamanan.
“Kami akan langsung melakukan pembenahan infrastruktur dasar, pendataan pedagang, dan penguatan terhadap keamanan pasar,” tambahnya.
Ia berharap Pasar Anyar ke depan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjadi ikon pasar tradisional Kota Tangerang yang bersih, aman dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Dedi juga mengajak para pedagang dan masyarakat ikut mendukung proses transisi pengelolaan Pasar Anyar. Menurutnya, komunikasi dengan pedagang menjadi hal penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi selama proses peralihan berlangsung.
PD Pasar, kata dia, akan menyiapkan posko pengaduan dan melakukan sosialisasi kepada para pedagang serta masyarakat.
“Pasar adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Kami ingin Pasar Anyar menjadi contoh pasar yang dikelola secara profesional dan modern, tapi tetap menjaga nilai kekeluargaan antar pedagang,” tutup Dedi. (Sumarna)
TANGERANG, lemsafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengukuhkan sebanyak 54 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tangerang. Pengukuhan berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (13/8/26).
Ke-54 anggota Paskibraka tersebut akan mengemban tugas penting pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 2026, khususnya dalam prosesi pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih di tingkat Kabupaten Tangerang.
Dalam arahannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas negara tersebut dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan ketenangan
"Kami berharap saudara-saudara menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Rakyat, masyarakat Kabupaten Tangerang akan melihat tugas negara saudara-saudara pada tanggal 17 Agustus, baik pengibaran maupun penurunan bendera Sang Saka Merah Putih," ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, perhatian masyarakat akan tertuju kepada Paskibraka saat pelaksanaan upacara kemerdekaan, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan maupun desa.
Ia meyakini para anggota Paskibraka telah memiliki kesiapan dan bekal yang cukup setelah menjalani berbagai tahapan latihan, mulai dari kedisiplinan, kepatuhan hingga tata upacara.
"Saya yakin saudara-saudara sudah dilatih dan ditempa dengan baik, baik dari sisi disiplin, ketaatan, kepatuhan, termasuk peragaan sikap dan tata upacara. Pada akhirnya saudara-saudara akan melaksanakan pengibaran bendera sakral Sang Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 2026," katanya.
Bupati Maesyal menegaskan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan agenda tahunan, tetapi merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, darah, dan keringat demi kemerdekaan Indonesia.
"Ini adalah kebanggaan dan hari sejarah kita semua. Kita harus terus mengenang sejarah perjuangan dan para pahlawan yang telah berjuang sehingga kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 dapat terlaksana," tuturnya.
Ia juga mengingatkan para anggota Paskibraka untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan menjelang hari pelaksanaan upacara. Ia meminta agar waktu istirahat dimanfaatkan sebaik mungkin serta kondisi kesehatan terus dipantau.
"Mulai sekarang sampai malam hari H, silakan istirahat dengan baik. Kalau bisa Dinas Kesehatan mengontrol dan mengecek kesehatan, apakah sakit atau tidak. Malam hari sebelum tidur, istirahat pukul 21.00 atau 22.00," pesannya.
Bupati juga meminta agar tugas besar tersebut tidak dianggap sebagai beban. Menurutnya, rasa percaya diri dan ketenangan menjadi modal penting agar seluruh rangkaian tugas dapat dilaksanakan dengan maksimal.
"Tugas negara itu harus dijalankan penuh dengan seksama, tapi jangan menjadi beban. Jangan terlampau dipikirkan. Setiap tahun memang dijalankan dan senantiasa sukses. Saya yakin saudara-saudara bisa menjalankannya dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab dan rileks," ungkapnya.
Ia menilai secara fisik, postur dan penampilan para anggota Paskibraka tahun ini terlihat sangat baik dan merata. Hal tersebut, menjadi modal tambahan untuk menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang. Maesyal juga menitipkan pesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga nama baik diri sendiri, keluarga dan Kabupaten Tangerang.
"Kami percaya saudara-saudara dapat menjalankan tugas. Jaga nama baik pribadi, jaga nama baik keluarga, jaga nama baik daerah. Orang tua akan hadir menyaksikan tanggal 17 dengan penuh senyuman, penuh harapan dan doa supaya pengibaran dan penurunan bendera berjalan lancar," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjalankan tugas sebagai Paskibraka di tingkat Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda.
"Orang tua kita pasti bangga. Mudah-mudahan dengan menjalankan tugas negara ini, ke depan saudara-saudara bisa menjadi pemimpin di Negara Republik Indonesia," pungkasnya.
Pengukuhan 54 Paskibraka Kabupaten Tangerang tersebut menjadi salah satu tahapan penting menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Para anggota Paskibraka diharapkan mampu menjalankan amanah tersebut dengan disiplin, penuh tanggung jawab dan semangat nasionalisme. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bunda PAUD Kecamatan di dampingi Camat Cisoka berkesempatan menghadiri kegiatan Gebyar PAUD yang diselenggarakan pada Jum'at, 14/08/2026. Di halaman kantor TP PKK Desa Selapajang Kabupaten Tangerang.
Terlihat lengkap hadir Penilik Paud Kecamatan Cisoka Sarkani, Bunda Paud Rodiyah dan Kepala Desa Selapajang Nurfakih dalam kegiatan ini. Berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan, menampilkan berbagai kreativitas serta potensi Anak-anak usia dini sebagai wujud pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, dan bermakna juga kehadiran Bunda PAUD Kecamatan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan layanan Pendidikan Anak Usia Dini yang berkualitas.
Melalui Gebyar PAUD, terjalin sinergi yang semakin erat antara pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam sambutannya, Hani Bakri Sumartono menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kecerdasan generasi penerus bangsa.
"PAUD bukan sekadar tempat bermain dan belajar, tetapi merupakan ladang subur untuk menanamkan Nilai-nilai dasar kehidupan. Karena itu, sinergi antara orang tua, guru, dan pemerintah sangatlah penting," ujar Bunda PAUD Kecamatan Cisoka.
Semoga kegiatan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, mari kita wujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan yang gemilang. (Lingga)
LEBAK, lensafokus.id – Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi, S.H., S.I.K., M.Si., mendampingi Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., dalam menyambut kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Kamis (13/8/2026).
Kunjungan tersebut dalam rangka peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, sebagai bagian dari program pembangunan dan revitalisasi infrastruktur yang dilaksanakan jajaran TNI-Polri untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Peresmian tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang dilaksanakan secara hybrid dan diikuti sejumlah wilayah di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait perkembangan pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi.
Kapolri menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 874 jembatan telah dibangun dan direnovasi di berbagai wilayah jajaran Polda di Indonesia. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Kapolres Lebak AKBP Arninsi mengatakan, kehadiran Kapolri di Kabupaten Lebak menjadi sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi jajaran Polres Lebak untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Ya, hari ini kami mendampingi Bapak Kapolda Banten dalam menyambut kunjungan kerja Bapak Kapolri di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, dalam rangka peresmian Jembatan Merah Putih Presisi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergitas TNI-Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Arninsi.
Menurutnya, pembangunan dan revitalisasi jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat.
"Jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi, mempercepat mobilitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lebak," tuturnya.
Arninsi menambahkan, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, terutama bagi wilayah yang membutuhkan akses penghubung antarwilayah.
"Kami berharap keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat sehingga manfaat pembangunannya dapat dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya. (C2p)
TANGERANG, lensafokus.id – Penasehat Muslimat NU Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menghadiri dan membuka Pengajian Tiga Bulanan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Tangerang yang dirangkaikan dengan Santunan Yatim dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI, bertempat di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah sekaligus momentum untuk memperkokoh persatuan bangsa dalam mengisi kemerdekaan dengan amal saleh, khususnya bagi para kader Muslimat NU di Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia yang dinikmati hari ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan buah dari perjuangan para pahlawan, termasuk para ulama dan kiai NU melalui Resolusi Jihad.
“Tugas kita sekarang adalah menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa agar bangsa ini tetap kuat, damai, dan bermartabat. Ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah harus terus terjalin erat untuk menghindarkan kita dari perpecahan akibat perbedaan," ujarnya.
Menurutnya, peran ibu-ibu Muslimat NU sangat strategis di dalam keluarga maupun masyarakat. Sebagai garda terdepan pendidikan keluarga, Muslimat NU berperan besar dalam membentuk generasi yang berakhlak dan cinta tanah air. Di sisi lain, kiprahnya di masyarakat juga nyata melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata dan kontribusi positif demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang lebih maju dan berdaya.
“Mendidik anak-anak yang sholeh dan sholehah, membina keluarga yang sakinah, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan adalah bentuk amal saleh yang nyata dari ibu-ibu Muslimat NU dalam mengisi kemerdekaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momen pengajian tersebut sebagai sarana menyerap ilmu agama yang bermanfaat, memperbarui niat untuk senantiasa berbuat baik, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.
“Muslimat NU sebagai organisasi besar terus berkomitmen memperjuangkan harkat perempuan, menjadi pemersatu, dan terdepan dalam mensyiarkan agama Islam. Mari kita niatkan mencari ilmu dalam kebaikan, agar Muslimat NU maju dan semakin terdepan,” ucapnya.
Pihaknya juga berharap kegiatan santunan dan majelis ilmu semacam ini dapat terus membawa manfaat yang luas, memberikan keberkahan, rezeki, kesehatan, dan perlindungan dari Allah SWT bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
Kegiatan pengajian dan santunan yatim ini dihadiri oleh ratusan jamaah dan kader Muslimat NU dari tingkat kecamatan (PAC) hingga tingkat desa/kelurahan (Ranting) se-Kabupaten Tangerang yang memadati Masjid Al-Amjad dengan penuh kekhidmatan. Acara puncaknya diisi dengan tausiyah agama oleh Rois Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat, MA. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melepas 200 pelajar jenjang SMP dan SMA pada acara Sarasehan Bupati Tangerang dengan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula Diklat Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/8/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penguatan kepada calon siswa dan tenaga pendidik sebelum memasuki lingkungan pendidikan baru.
Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kehadiran program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Sekolah Rakyat menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan anak-anak Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak, berkualitas, dan mampu mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.
Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, Bupati Maesyal menilai persiapan MPLS menjadi tahapan penting dalam membangun kesan pertama yang positif bagi para siswa. Menurutnya, MPLS tidak boleh dipandang sekadar sebagai formalitas awal masuk sekolah, tetapi harus menjadi gerbang untuk menciptakan rasa nyaman, aman, dan semangat belajar bagi semua peserta didik.
“Saya minta seluruh panitia dan tenaga pendidik mempersiapkan MPLS dengan sebaik-baiknya. Pastikan anak-anak kita merasa nyaman, aman, gembira, dan antusias ketika pertama kali memasuki Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Ia juga menekankan agar pelaksanaan MPLS mengedepankan prinsip ramah anak dan inklusif, serta terbebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan maupun tindakan senioritas yang berlebihan.
Selain itu, MPLS diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan karakter dan nilai kebangsaan kepada peserta didik sejak hari pertama. Nilai religius, kedisiplinan, gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah air perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sekolah.
“Karakter harus dibangun sejak awal. Kita ingin anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, semangat gotong royong, dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” katanya.
Bupati Maesyal juga meminta tenaga pendidik mengoptimalkan masa persiapan MPLS untuk melakukan pemetaan terhadap bakat, minat, dan potensi masing-masing siswa. Dengan demikian, proses pendidikan di Sekolah Rakyat dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik nantinya
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kenali bakat, minat, dan kemampuan mereka sejak awal agar bisa dikembangkan secara optimal,” pintanya.
Di hadapan para calon siswa dan tenaga pendidik, Bupati Maesyal berharap pelaksanaan MPLS dapat menjadi awal yang baik dalam membangun kepercayaan diri dan semangat belajar para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat bertugas kepada seluruh tenaga pendidik dan guru yang telah mendapatkan amanah untuk mendidik para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
“Selamat bertugas kepada seluruh guru dan tenaga pendidik. Mari bersama-sama memberikan pendidikan terbaik dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu mengantarkan anak-anak kita meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan mengatakan, sebanyak 200 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 telah dilepas oleh Bupati Tangerang. Para siswa juga mendapat bingkisan berupa suvenir, mukena bagi perempuan, sarung bagi laki-laki, serta uang saku Rp500.000 per orang.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Insyaallah, Bapak Bupati akan hadir dalam acara MPLS di Poltek Curug. MPLS ini secara khusus metodenya langsung dari Kementerian Sosial dan akan dilaksanakan selama satu minggu,” ujarnya.
Aziz menjelaskan, pelaksanaan MPLS akan didampingi lima alumni Akademi Militer (Akmil) yang telah disiapkan. Pendampingan tersebut difokuskan pada pembentukan disiplin, kebersihan, sikap, dan tata krama siswa. Setelah MPLS, proses pembelajaran akan mengikuti teknis yang telah disiapkan pihak Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Sementara itu, salah satu calon siswi Sekolah Rakyat yang berasal dari Kecamatan Sindang Jaya, Siti Syahla Fauziyyah, mengaku senang dan bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Alumni Pesantren Darul Muttaqin 2 tersebut berharap kesempatan ini dapat menjadi jalan untuk membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya merasa senang bisa terpilih di antara murid-murid yang lain dan mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Siti mengatakan, dirinya ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih cita-cita menjadi seorang pilot. Ia berharap pendidikan di Sekolah Rakyat dapat membantunya mengembangkan kemampuan dan mencapai cita-cita yang selama ini diimpikannya.
"Terima kasih kepada Bupati Tangerang yang telah memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Saya berharap dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik dan mewujudkan cita-cita di masa depan," ucapnya. (Red)