TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama petugas gabungan TNI-Polri menertibkan sejumlah bangunan liar yang berdiri di sepanjang Jalan Arya Kemuning, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Jumat (6/11/2026).
Penertiban tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi fasilitas umum, khususnya trotoar, agar dapat digunakan kembali sebagaimana mestinya sebagai jalur bagi pejalan kaki.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, mengatakan bahwa langkah penertiban dilakukan karena sejumlah bangunan telah memanfaatkan trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.
“Kami mengambil langkah tegas menertibkan sejumlah bangunan liar yang selama ini menyalahgunakan trotoar. Kemarin, kami juga menerjunkan alat berat untuk membongkar langsung bangunan liar tersebut,” ujar Teguh, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, penertiban tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.
Menurut Teguh, sebelum pembongkaran dilakukan, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi secara berkala serta menyampaikan imbauan kepada pemilik bangunan agar melakukan pembongkaran secara mandiri.
Namun, karena masih terdapat sejumlah bangunan yang belum dibongkar, petugas akhirnya melakukan penertiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sebelum dibongkar, kami sudah melakukan sosialisasi berkala, namun karena ada sejumlah bangunan yang belum dibongkar, kami terpaksa membongkarnya saat itu juga sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tambahnya.
Pemkot Tangerang berharap penertiban tersebut dapat mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki sehingga tercipta lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk ikut menjaga dan memanfaatkan fasilitas umum sesuai peruntukannya demi menciptakan ketenteraman serta ketertiban di lingkungan masing-masing. (Sumarna)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah melepas Kontingen Festival Olahraga Masyarakat (FORPROV) II Banten Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Gedung Graha Pemuda, Jumat (06/11/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan yang juga Ketua KORMI Kab. Tangerang menekankan kepada seluruh anggota kontingen FORPROV agar terus menjaga semangat kebersamaan, keberanian dan mental dalam setiap pertandingan serta tidak menyia-nyiakan pengorbanan yang telah dilakukan
"Bukan piala biasa yang akan kita bawa pulang, tapi bukti nyata dari keringat, latihan keras, dan mental baja anak-anak kita. Ini membuktikan bahwa tradisi bangsa, semangat kebersamaan, dan daya juang orang Kabupaten Tangerang itu tidak ada tandingannya," tegas Wabup Intan
Menurut dia, olahraga rekreasi dan olahraga tradisional ini punya kekuatan magis yang bisa menyatukan masyarakat tanpa sekat. Tua, muda, anak-anak, semua lebur jadi satu, ketawa bersama, bergerak bersama, sehat bersama. Peran KORMI bersama pemerintah daerah terus memastikan masyarakat bukan hanya hidup, tapi benar-benar menikmati hidup dengan sehat dan gembira.
"Daerah yang maju itu bukan hanya dilihat dari gedung-gedungnya yang tinggi, atau jalan-jalannya yang lebar. Tapi dilihat dari seberapa ceria warganya, seberapa bugar tubuhnya, dan seberapa kuat jiwa sportivitasnya," tandasnya
Wabup Intan juga berpesar agar para atlet, pelatih dan ofisial untuk berani berjuang dan menjunjung tinggi sportivitas serta mampu bersikap ksatria dalam setiap pertandingan
"Berikan yang terbaik. Tunjukkan kalau latihan berbulan-bulan itu tidak ada yang sia-sia. Kedua, junjung tinggi sportivitas. Menang itu bonus, tapi kehormatan dan sikap saling menghargai antar sesama itu adalah segalanya," serunya
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk para pelatih, orang tua, panitia, dan seluruh pihak yang tidak pernah lelah mendukung dunia olahraga rekreasi di Kabupaten Tangerang.
Ketua Kontingen FORPROV II Banten Kabupaten Tangerang, Untung Saputra melaporkan bahwa FORPROV II Banten tahun 2026 akan dilaksanakan di Kota Tangerang, pada tanggal 7-10 November 2026. Kabupaten Tangerang mengirimkan total sebanyak 448 orang pada ajang tersebut
"Kontingen Kabupaten Tangerang total berjumlah 448 orang, dengan rincian: 356 orang atlet dari 31 cabang olahraga, pelatih 62 orang, kemudian pengurus dan panitia monitoring dan evaluasi sebanyak 30 orang," ungkap Untung
Lanjut dia, kontingen Kabupaten Tangerang telah siap berjuang maksimal dan bertekad mempersembahkan yang terbaik untuk
Seluruh atlet dan pengurus yang tergabung dalam kontingen Kabupaten Tangerang telah melalui proses persiapan yang matang, penuh disiplin, serta kerja keras tanpa batas.
"Dengan moto, datang, bertanding dan menang. Kami bertekad untuk tidak sekadar hadir melawan tetapi membawa pulang medali emas sebanyak-banyaknya," ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid berdasa Gubernur Banten, Andra Soni mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meninjau langsung progres pembangunan Underpass Bitung di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/26).
Peninjauan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPR RI dan DPRD, serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan infrastruktur yang diharapkan menjadi solusi dalam mengurai kemacetan di kawasan Bitung yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas di Kabupaten Tangerang.
Dalam keterangannya, AHY menyampaikan bahwa progres pembangunan Underpass Bitung saat ini telah mencapai sekitar 70,7 persen dan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Proyek tersebut ditargetkan selesai dan memasuki tahap serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO)
"Intinya, hari ini kita melihat secara langsung proyek Underpass Bitung yang sudah dikerjakan. Sejauh ini progresnya kurang lebih 70,7 persen, sesuai dengan target atau timeline-nya. Insyaallah akan terus dikejar hingga tahun depan, Februari akan ada handover atau PHO," ujar AHY.
Dia menjelaskan, pembangunan Underpass Bitung merupakan proyek strategis dengan nilai anggaran sekitar Rp87 miliar. Panjang penanganan Underpass Bitung kurang lebih 350 meter, termasuk penataan jalan pendukung menuju underpass.
Menurut AHY, keberadaan underpass tersebut diharapkan mampu mengurai kemacetan secara signifikan. Bahkan, tingkat kemacetan yang selama ini berada pada angka mendekati 1 atau kategori macet parah ditargetkan dapat ditekan hingga angka 0,5.
"Ini penting sekali, sangat strategis, karena sudah terlalu lama masyarakat dan aktivitas ekonomi yang melewati jalur Bitung ini sangat terdampak akibat kemacetan. Perlu kita carikan solusi yang lebih permanen, salah satunya melalui pembangunan underpass," ungkapnya.
AHY menambahkan, kelancaran arus lalu lintas tidak hanya berdampak pada kenyamanan perjalanan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Dengan kelancaran lalu lintas, distribusi barang dan logistik diharapkan menjadi lebih cepat, waktu tempuh perjalanan berkurang, serta aktivitas masyarakat, termasuk pekerja dan pelajar, semakin terbantu.
"Konektivitas merupakan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat. Ketika perjalanan yang sebelumnya satu jam bisa menjadi setengah jam, tentu akan ada peningkatan kapasitas perjalanan dan efek berganda bagi perekonomian," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dan siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya Underpass Bitung.
Menurut dia, pembangunan tersebut sangat penting bagi Kabupaten Tangerang karena berkaitan langsung dengan kelancaran konektivitas masyarakat, mobilitas kendaraan, serta aktivitas perekonomian di kawasan Bitung dan sekitarnya.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang siap berkoordinasi dan berkolaborasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya Underpass Bitung ini. Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar, selesai sesuai target, dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kelancaran konektivitas dan mengurangi kemacetan," ujar Maesyal Rasyid.
Pihaknya berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh pihak yang terlibat dapat terus diperkuat agar proses pembangunan berjalan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan keselamatan para pekerja. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian, khususnya lahan baku sawah (LBS) eksisting dan lahan non rawa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melaksanakan kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa yang menyasar enam kelompok tani (Poktan) penerima manfaat.
Lahan non rawa merupakan hamparan lahan pertanian yang tidak selalu tergenang air sepanjang tahun. Lahan ini dapat berupa lahan basah non rawa maupun lahan kering.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa merupakan program yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
“Bentuk kegiatannya meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), perbaikan sistem tata air dan pintu air, pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, pembangunan jalan usaha tani, serta konservasi air,” ujar Ujang saat menghadiri acara lepas sambut dan serah terima jabatan di lingkungan DPKP Kabupaten Tangerang, Kamis (5/11).
Ia menambahkan, kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa memiliki sejumlah manfaat, di antaranya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), meningkatkan hasil produksi pertanian, serta memperbaiki infrastruktur pengairan dan kondisi lahan. Dengan demikian, ketersediaan air untuk lahan pertanian dapat lebih terjaga sehingga risiko kekeringan maupun genangan air dapat diminimalkan.
Berdasarkan petunjuk teknis Kementerian Pertanian RI, pelaksanaan kegiatan optimalisasi lahan dilakukan oleh kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), maupun Brigade Pangan yang telah ditetapkan.
“Dalam program ini, seluruh kegiatan dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK). Dana ditransfer langsung ke rekening kelompok melalui UPKK untuk selanjutnya dikelola dan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Adapun luas lahan yang menjadi sasaran kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa di Kabupaten Tangerang mencapai 245 hektare. Lahan tersebut tersebar di enam kelompok tani yang berada di Kecamatan Sindang Jaya, Rajeg, Kronjo, Kresek, dan Sukamulya
Berikut enam kelompok tani penerima manfaat kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa di Kabupaten Tangerang:
Kelompok Tani Silih Asuh, Desa Sindang Asih, Kecamatan Sindang Jaya, dengan ketua kelompok H. Aca. Kegiatan yang dilaksanakan berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).
Kelompok Tani Sabrang Mandiri, Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, dengan ketua kelompok Warnoto. Kegiatan yang dilaksanakan berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).
Kelompok Tani Bunga Mekar, Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, dengan ketua kelompok Kartono. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan sumur bor.
Kelompok Tani Mandiri Tani, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, dengan ketua kelompok Maksudi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan sumur bor.
Kelompok Tani Pribumi III, Desa Lembangsari, Kecamatan Rajeg, dengan ketua kelompok Rusdi Wijaya. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan irigasi perpipaan.
Kelompok Tani Blukbuk Luwung, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, dengan ketua kelompok Supiadi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan irigasi perpompaan.
Melalui program Optimalisasi Lahan Non Rawa ini, Pemkab Tangerang berharap produktivitas lahan pertanian semakin meningkat, infrastruktur pengairan semakin baik, serta ketersediaan air bagi petani dapat lebih terjamin guna mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Dalam upaya memperkenalkan potensi dan peluang sektor perikanan kepada generasi muda, Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang melaksanakan program Dinas Perikanan Goes to School yang menyasar 70 sekolah tingkat SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Tangerang.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan sektor perikanan, sekaligus membuka wawasan para pelajar mengenai potensi ekonomi, peluang kerja, dan kewirausahaan di bidang perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyosialisasikan sektor perikanan, tetapi juga membangun motivasi dan minat generasi muda agar melihat perikanan sebagai sektor yang menjanjikan, inovatif, dan memiliki prospek ekonomi yang luas.
Menurutnya, terdapat dua fokus utama yang diperkenalkan dalam program ini, yaitu Perikanan Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan.
Pada bidang perikanan budidaya, para siswa diperkenalkan dengan berbagai peluang usaha, mulai dari budidaya ikan air tawar, teknologi budidaya modern, hingga pengembangan usaha perikanan yang produktif dan berkelanjutan. Sementara itu, pada bidang pengolahan hasil perikanan, siswa dikenalkan dengan peluang meningkatkan nilai tambah produk ikan melalui inovasi, diversifikasi, pengemasan, dan pemasaran produk olahan.
"Melalui Dinas Perikanan Goes to School, kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa sektor perikanan bukan hanya tentang menangkap dan membudidayakan ikan. Lebih dari itu, perikanan memiliki rantai ekonomi yang panjang, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga peluang membangun usaha atau menjadi entrepreneur muda di bidang perikanan," ungkap Rudi Hartono.
Khusus pada pelaksanaan hari ini di SMKN 12 Kabupaten Tangerang, kegiatan diarahkan pada pengenalan dan praktik diversifikasi produk olahan hasil perikanan. Para siswa mendapatkan pembelajaran melalui penyampaian teori sekaligus praktik langsung membuat produk olahan ikan, yaitu pempek dan ekado.
Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang berkualitas, tetapi juga mampu melihat bahwa ikan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang menarik, bernilai ekonomi, dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan erat dengan upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tangerang, khususnya melalui peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat. Peningkatan konsumsi ikan menjadi salah satu pendekatan penting dalam mendukung pemenuhan protein, omega-3, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan serta perkembangan generasi muda.
Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang berharap program Goes to School dapat menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi para pelajar untuk lebih mencintai produk perikanan lokal, meningkatkan budaya makan ikan, serta menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Melalui generasi muda yang gemar makan ikan, kreatif mengolah hasil perikanan, dan berani berwirausaha, Kabupaten Tangerang diharapkan mampu membangun sektor perikanan yang semakin maju, produktif, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan tahapan lanjutan kegiatan demonstrasi plot (demplot) budi daya padi sawah di kawasan Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekarjaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Kamis (5/11/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan inovasi teknologi pertanian melalui kolaborasi dengan BRIN.
Ia mengatakan, tahapan kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengukuran lahan dan pemetaan petakan sebagai dasar pelaksanaan Demplot Super Impose. Kegiatan tersebut juga mencakup pemetaan dosis pemupukan spesifik lokasi menggunakan drone berdasarkan hasil analisis citra digital.
"Selain itu, dilakukan pemasangan alat AWD (Alternate Wetting and Drying) sebagai instrumen untuk memantau kondisi air pada lahan sawah. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan air irigasi yang lebih efektif dan efisien," jelasnya.
Menurutnya, tim BRIN juga melakukan aplikasi pupuk organik pada lahan demplot padi sawah sebagai bagian dari tahapan persiapan dan perlakuan budi daya.
Lebih lanjut, DPKP Kabupaten Tangerang turut melakukan koordinasi dengan UPT SDA V terkait ketersediaan dan kelancaran aliran air irigasi untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan demplot.
"Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, ditemukan sedikit kendala pada aliran air yang disebabkan oleh pendangkalan saluran irigasi tersier. Oleh karena itu, kami berharap kondisi tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar kebutuhan air untuk lahan demplot seluas 1 hektare dapat terpenuhi dengan baik," ungkapnya.
Ia menambahkan, kelancaran jaringan irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan demplot budi daya padi sawah. Melalui sinergi dan koordinasi lintas instansi, diharapkan berbagai kendala teknis di lapangan dapat segera diatasi sehingga kegiatan percontohan ini berjalan optimal dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Tangerang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang mengusung tema "Sehat Untuk Semua", Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Lomba Kreasi Menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Acara ini berlangsung meriah di Gedung Serba Guna Kabupaten Tangerang pada Rabu, 4 November 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ny. Hj. Rismawati Moch. Maesyal Rasyid beserta jajaran, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. H. Hendra Tarmizi, MARS, serta jajaran Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. H. Hendra Tarmizi, MARS, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa tujuan umum dari acara ini adalah untuk mendorong pengembangan kreasi menu PMT berbasis pangan lokal. Hal ini dilakukan sebagai upaya nyata mendukung pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita di wilayah Kabupaten Tangerang.
"PMT berbasis pangan lokal menjadi salah satu intervensi gizi spesifik yang efektif untuk melengkapi kebutuhan energi dan zat gizi yang belum tercukupi dari makanan utama. Melalui PMT lokal yang bergizi, mudah diperoleh, dan sesuai cita rasa setempat, ibu hamil dapat mendukung pertumbuhan janinnya, sementara balita mendapatkan asupan energi dan protein tambahan untuk pertumbuhan optimal sekaligus mencegah munculnya kasus baru stunting," ujar dr. Hendra.

Perlombaan ini diikuti oleh 116 peserta yang merupakan perwakilan dari TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tangerang, di mana masing-masing kecamatan mengirimkan 4 orang utusan. Penilaian produk kreasi menu dilakukan secara objektif oleh dewan juri berkompeten yang terdiri dari 2 orang pengurus TP PKK Kabupaten Tangerang dan 2 orang ahli gizi dari DPD Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Banten.
Selain kompetisi memasak, acara ini juga menghadirkan edukasi mendalam melalui sesi pemaparan oleh narasumber kenamaan sekaligus praktisi Gizi Masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum.
Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ny. Hj. Rismawati Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Beliau berharap menu pangan lokal yang dikreasikan dalam lomba ini dapat segera diterapkan dan didistribusikan di Posyandu-Posyandu.
"Makanan tambahan pangan lokal ini dapat diberikan di Posyandu sebagai sarana edukasi penyediaan PMT yang berkualitas tinggi. Posyandu memiliki peran penting sebagai pemberi informasi dan penggerak masyarakat untuk perbaikan pola makan gizi sejak dini. Kader PKK sebagai penggerak dan pelaksana di masyarakat diharapkan mampu menyuluhkan makanan berbahan pangan lokal ini, yang tentunya murah, mudah didapat, namun sangat bergizi untuk keluarga," tutur Ny. Hj. Rismawati.
Melalui sinergi kuat antara Dinas Kesehatan dan TP-PKK sebagai ujung tombak di masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kolaborasi nyata dalam menekan angka stunting dan menciptakan generasi Kabupaten Tangerang yang lebih sehat dan unggul. (Mala)
BANTEN, lensafokus.id – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Banten, GS Ashok Kumar, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian kebijakan tersebut dilakukan secara bijak sehingga tidak menimbulkan stigma negatif terhadap industri perhotelan, khususnya terkait aktivitas rapat dan kegiatan pemerintahan di hotel.
Menurut Ashok, efisiensi anggaran merupakan langkah positif dalam memperkuat pengelolaan keuangan negara. Ia mendukung upaya pemerintah melakukan penataan internal dan penghematan anggaran melalui optimalisasi pemanfaatan fasilitas kantor kementerian maupun pemerintah daerah.
“Kami sangat mendukung komitmen pemerintah dalam melakukan penataan internal dan penghematan Anggaran Negara melalui optimalisasi fasilitas kantor kementerian maupun pemerintah daerah,” ujar Ashok, Jumat (6/11/2026).
Meski demikian, Ashok berharap seluruh pihak, khususnya regulator, dapat lebih berhati-hati dalam memilih istilah ketika menyampaikan kebijakan efisiensi. Menurutnya, penggunaan bahasa yang kurang tepat berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap sektor akomodasi formal yang selama ini menjalankan kegiatan usaha secara legal.
“Kami hanya berharap, bahasa yang digunakan bisa lebih bijak dan berkeadilan, agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap sektor akomodasi formal industri jasa perhotelan,” katanya.
Ashok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pusat Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Perkumpulan Urang Banten, Ketua Dewan Pembina Utama IKEI Pusat, serta Koordinator Wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat PHRI tersebut menilai penyebutan industri perhotelan secara spesifik sebagai simbol pemborosan anggaran kurang mencerminkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian.
“Industri perhotelan saat ini telah bertransformasi secara masif demi mendukung program-program strategis nasional. Ini bukan sektor komoditas yang negatif,” tegasnya.
Ia mencontohkan, salah satu bentuk transformasi industri perhotelan adalah penerapan sertifikasi halal resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada berbagai lini usaha, mulai dari fasilitas dapur, restoran, hingga manajemen pelayanan.
“Ini bukti komitmen kami untuk menyediakan ekosistem jasa yang bersih, aman, dan patuh terhadap syariat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ashok mengingatkan bahwa industri perhotelan memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Sektor ini tidak hanya melibatkan karyawan hotel, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok kebutuhan operasional, hingga petani lokal yang memasok bahan pangan.
Menurutnya, aktivitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di hotel juga memberikan dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung. Selain menggerakkan rantai pasok, kegiatan tersebut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak daerah dan berbagai aktivitas usaha pendukung.
“Kegiatan MICE di hotel itu perputarannya langsung terasa. Dari MICE, ada kontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah melalui pajak hotel dan restoran. Belum lagi pajak-pajak lainnya, seperti pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak hiburan, dan seterusnya,” jelasnya.
Ashok menambahkan, operasional satu hotel melibatkan banyak komponen usaha yang saling berkaitan. Mulai dari pemasok gula, teh, kopi, perlengkapan kebersihan, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya. Karena itu, dampak ekonomi dari aktivitas perhotelan tidak hanya dirasakan oleh pengelola hotel, tetapi juga berbagai sektor pendukung.
“Satu hotel saja ada lebih dari 125 komponen multiplier effect. Dari pemasok gula, teh, kopi, sabun, sampo, odol, masih panjang lagi seterusnya,” pungkas Ashok, yang juga merupakan Founder 7P dan 5C Sustainable Hospitality Management.
Ia berharap evaluasi internal pemerintah terhadap penggunaan anggaran dapat tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan pengawasan, tanpa mengabaikan kontribusi industri perhotelan terhadap perekonomian dan lapangan kerja.
Menutup pernyataannya, Ashok menyampaikan pesan kepada seluruh pelaku industri perhotelan agar tetap menjaga optimisme dan memberikan pelayanan terbaik.
“And do it with smile. As always, we are at your service.” (C2P)