Tangerang, lensafokus.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, melakukan kunjungan ke Posyandu Matahari 14, Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasarkemis, Rabu (29/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini diterapkan sebagai bentuk penguatan pelayanan masyarakat berbasis siklus kehidupan.
Rismawati menyampaikan, transformasi Posyandu 6 SPM merupakan implementasi dari semangat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, di mana Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan masyarakat yang melayani seluruh tahapan kehidupan.
“Sesuai semangat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu saat ini tidak lagi hanya melayani bidang kesehatan, tetapi melayani seluruh siklus kehidupan mulai dari bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia. Transformasi ini menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang semakin strategis di tingkat lingkungan,” ujar Ketua Tim Pembina Posyandu.
Ia mengungkapkan rasa bangganya atas kesiapan dan capaian Posyandu Matahari 14 yang dinilai telah mengintegrasikan pelayanan 6 Standar Pelayanan Minimal, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Saya sangat bangga melihat Posyandu Matahari 14 telah mengimplementasikan transformasi Posyandu 6 SPM dengan sangat baik. Ini menunjukkan bahwa Posyandu mampu bertransformasi menjadi pusat layanan masyarakat yang terpadu, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan warga,” tambahnya.
Pada momentum Hari Posyandu Nasional tersebut, Rismawati menegaskan bahwa peringatan Hari Posyandu Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran Posyandu dalam pembangunan bangsa.
“Hari Posyandu Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa Posyandu memiliki peran vital dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan untuk terus memberikan dukungan optimal terhadap penguatan Posyandu di wilayah masing-masing.
“Saya berpesan kepada desa, kelurahan, dan kecamatan untuk terus mendukung operasional Posyandu, memberikan pelatihan berkelanjutan bagi kader, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pelayanan Posyandu semakin optimal,” ujarnya.
Menutup kunjungannya, Rismawati menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar Posyandu Matahari 14 terus berkembang menjadi Posyandu yang unggul dan inovatif.
“Semoga Posyandu Matahari 14 semakin maju, aktif, dan inovatif dalam melayani masyarakat,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi sebagai bagian dari rangkaian Sustainable Aglo-City Summit 2026 di Hotel Novotel, BSD City, Rabu (29/4/2024).
Penunjukan tuan rumah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan kolaboratif antara wilayah penyangga dan DKI Jakarta serta daerah di Banten dan Jawa Barat, sebagai respons terhadap kebijakan aglomerasi pemerintah pusat.
Dalam kesempatannya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan antarwilayah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Pemkab Tangerang berkomitmen penuh dan siap bersinergi serta berkolaborasi untuk mengembangkan wilayah yang terpadu dan saling berhubungan.
"Kabupaten Tangerang sangat siap menjalankan peran strategis ini. Kita tidak bisa berjalan sendiri dalam mengelola wilayah yang sudah saling terhubung secara ekonomi dan sosial," ujar Bupati Maesyal
Lanjut dia, salah satu fokus utama dalam seminar nasional ini adalah integrasi transportasi dan infrastruktur, termasuk rencana pengembangan MRT yang menghubungkan Jakarta dan Tangerang guna meningkatkan mobilitas masyarakat.
"Integrasi sarana transportasi, khususnya pengembangan MRT Jakarta-Tangerang, adalah kebutuhan mendesak agar masyarakat memiliki pilihan mobilitas yang efisien, aman, dan terintegrasi," tandasnya
Selain itu, sektor lingkungan juga menjadi perhatian, khususnya rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Jatiwaringin yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah terkait infrastruktur dan logistik.
"Terkait pengolahan sampah di Jatiwaringin, kita merancang integrasi mulai dari akses jalan hingga teknologi pengolahan agar memberi nilai tambah berupa listrik," jelasnya.
Di sektor ekonomi, penguatan pertanian dan ekonomi kerakyatan juga dibahas melalui sinkronisasi program Asta Cita untuk mendorong pembangunan dari tingkat desa.
"Kita ingin aglomerasi tidak hanya dinikmati industri besar, tetapi juga memperkuat ekonomi desa agar petani dan UMKM tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri," tegasnya
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini merupakan respons atas dinamika pembangunan Kabupaten Tangerang yang semakin kompleks sebagai bagian dari kawasan aglomerasi Jabodetabekpunjur.
Perkembangan wilayah yang pesat, lanjutnya, membawa berbagai tantangan strategis seperti pengelolaan persampahan, konektivitas transportasi publik, serta ketahanan pangan di tengah meningkatnya tekanan urbanisasi.
"Dalam konteks tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang memandang perlu adanya ruang diskusi strategis yang mampu mempertemukan berbagai perspektif, baik dari pemerintah, akademisi, maupun praktisi, guna merumuskan solusi yang komprehensif, terintegrasi, dan implementatif," ujar Soma.
Ia menambahkan, seminar nasional ini bertujuan mengidentifikasi isu-isu strategis, mendorong lahirnya gagasan inovatif, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan daerah dalam menentukan arah pembangunan ke depan.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa konsep aglomerasi memiliki prospek masa depan yang cerah, selama tidak terjebak dalam birokrasi kelembagaan formal yang rumit.
"Pemerintah pusat berkomitmen menjadi jembatan bagi para kepala daerah dalam mengakses dukungan kebijakan maupun pendanaan. Fokus pada isu sektoral, petakan masalahnya, dan langsung eksekusi," ujar Bima Arya.
Ia menambahkan, melalui kerja sama erat antara Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, serta dukungan pemerintah pusat, kawasan aglomerasi ini diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern dan terintegrasi bagi masyarakat luas.
Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan Deklarasi Aglomerasi yang ditandai dengan permainan angklung secara bersama-sama oleh perwakilan sejumlah daerah di kawasan Jabodetabekpunjur. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Ustur Ubadi S.Pdi, menggelar kegiatan reses masa sidang ke-3 Tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Kantor DPC KWRI Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa malam (28/04/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, reses kali ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara legislatif dengan masyarakat serta insan pers. Ustur Ubadi menegaskan bahwa kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi yang nantinya akan dirumuskan menjadi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
“Kami siap menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen serta pengaduan masyarakat. Semua akan dihimpun, disusun menjadi Pokok Pikiran DPRD, dan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagai wakil rakyat, dirinya berkomitmen memperjuangkan setiap usulan agar dapat terakomodasi sesuai kebutuhan riil masyarakat di wilayah dapilnya. Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum strategis untuk memastikan suara masyarakat benar-benar tersampaikan.
“Kami akan berupaya agar setiap aspirasi yang masuk dapat diperjuangkan dan direalisasikan sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ustur Ubadi menekankan pentingnya reses sebagai sarana komunikasi dua arah antara legislatif dan konstituen. Ia berharap seluruh anggota DPRD dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal, tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
“Reses adalah kewajiban anggota DPRD. Ini menjadi jembatan komunikasi langsung dengan masyarakat yang harus dilakukan secara rutin dan sungguh-sungguh,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang, Heriyanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh anggota DPRD. Ia berharap sinergi antara legislatif dan insan pers dapat terus terjalin demi mendukung pembangunan daerah yang transparan dan berpihak pada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Visi Nusantara, Subandi Misbah, turut memberikan pandangan terkait pentingnya kode etik jurnalistik. Ia mengingatkan agar para wartawan dalam menjalankan tugasnya selalu berpegang pada prinsip profesionalitas dan tidak hanya mengedepankan opini semata.
“Jurnalis harus bekerja berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku, agar informasi yang disampaikan benar-benar dapat dipercaya dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. (War)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri dan meninjau langsung kegiatan bakti sosial (Baksos) yang digelar Satuan Radar (Satrad) 401 Tanjung Kait.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid sangat mengapresiasi bakti sosial yang dilakukan Satuan Radar (Satrad) 401 Tanjung Kait dalam rangka HUT ke-80 TNI AU di Markas Satrad 401 Tanjung Kait Kec. Mauk, Selasa (28/04/26).
"Kami sangat apresiasi Dansatradar 401 Tanjung kait beserta jajaran di sini. Bapak bukan hanya menjalankan tugas kenegaraan selaku TNI tapi juga ikut serta mensukseskan membantu program pemerintah daerah dari sisi kesehatan dan juga dari berbagai kegiatan yang dijalankan oleh Bapak ke masyarakat di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, baksos tersebut merupakan bentuk sinergi dan berkolaborasi bersama antara TNI, khususnya TNI AU, pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Ini adalah momentum sinergi dan kolaborasi nyata untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kepedulian sosial bagi masyarakat kita yang membutuhkan," tandasnya.
Ia juga meminta kepada jajaran RSUD Pakuhaji, Puskesmas dan pihak yang terlibat langsung untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati, sehingga masyarakat yang datang untuk memeriksakan kesehatannya merasa puas dan bahagia.
"Masyarakat cukup antusias dan ramai. Ada sekitar 500 orang yang datang memeriksa kesehatannya. Saya minta kepada pimpinan RSUD Pakuhaji dan Puskesmas melayani dengan optimal, kalau ada rujukan, langsung direspon. Kalau tidak ada obat yang belum tersedia saat ini, nanti bisa diantar langsung ke rumah-rumah," pintanya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Dansatrad 401 beserta jajarannya, RSUD Pakuhaji, Puskesmas, PLTU Lontar dan Walubi dengan dokter-dokternya yang telah bersama-sama kolaborasi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
"Kami sekali lagi sangat berterima kasih. Momentum hari ulang tahun TNI AU yang ke-80 ini diperingati tidak dengan glamor atau hiburan, tapi berbaur dengan masyarakat langsung dan menerima pasien-pasien tepatnya pemeriksaan kesehatan," pungkasnya
Sementara itu, Komandan Satuan Radar (Dansatrad) 401 Tanjung Kait, Letkol Lek Aris Budi Wicaksono menjelaskan peringatan HUT ke-80 TNI Angkatan Udara bukan hanya sekedar momentum untuk mengenang sejarah, namun juga menjadi sarana untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Salah satu wujud nyata pengabdian tersebut adalah melalui kegiatan bakti sosial yang secara langsung menyentuh elemen masyarakat. Harapannya, kami dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Tangerang guna meningkatkan level atau tingkat kesehatan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat," jelas Aris.
Lanjut dia, kegiatan bakti sosial tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat adanya sinergi yang erat antara TNI AU, pemerintah daerah, PLTU Lontar, Walubi dan pihak-pihak yang telah mendukung dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Semoga kegiatan ini dqpat meningkatkan semangat kebersamaan, gotong royong, kepedulian dan kebersamaan serta mempererat hubungan antara TNI Angkatan Udara dengan rakyat," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) resmi meluncurkan program Warteksi (Warung Tekan Inflasi) Gemilang 2026 triwulan pertama. Kegiatan ini dilaksanakan serentak selama tiga hari, mulai tanggal 28 hingga 30 April 2026, bertempat di dua titik strategis yaitu Gerai Tangerang Gemilang (GTG) dan Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug.
Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsing, menjelaskan bahwa Warteksi tahun ini hadir dengan konsep yang lebih fleksibel menyerupai warung pada umumnya, di mana masyarakat bebas memilih komoditas yang dibutuhkan tanpa sistem paket wajib.
"Ini merupakan upaya nyata Pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah melalui subsidi yang cukup besar," ujar Resmiyati saat meninjau pelaksanaan di Gerai Tangerang Gemilang, Selasa (28/04/2026).

Ia mengatakan bahwa Pemerintah menyediakan subsidi besar-besaran untuk delapan komoditas pokok dengan total 1.915 kilogram bahan pangan guna meringankan beban masyarakat. Subsidi ini membuat harga sejumlah bahan pokok turun jauh dari harga pasar.
Berikut rincian harga subsidi pada Warteksi Gemilang antara lain:
• Beras Premium (2kg): Hanya Rp7.000, dari harga pasar Rp30.200 (Subsidi Rp23.200).
• Minyak Goreng: Hanya Rp13.500, dari harga pasar Rp23.000 (Subsidi Rp9.500).
• Gula Pasir: Hanya Rp12.000, dari harga pasar Rp19.000 (Subsidi Rp7.000).
• Bawang putih: Hanya Rp15.000, dari harga pasar Rp35.000 (Subsidi Rp20.000).
• Bawang Merah: Hanya Rp25.000, dari harga pasar Rp45.000 (Subsidi Rp20.000).
• Cabai Merah Keriting: Hanya Rp30.000, dari harga pasar Rp50.000 (Subsidi Rp20.000).
• Cabai Rawit Merah: Hanya Rp35.000, dari harga pasar Rp55.000 (Subsidi Rp20.000).
• Cabai Rawit Hijau: Hanya Rp35.000, dari harga pasar Rp55.000 (Subsidi Rp20.000).

Pelaksanaan Warteksi di hari pertama terpantau padat, masyarakat pun terlihat antusias seperti Kurnia Rahma, seorang warga asal Sukanegara yang sudah mengantre sejak pukul 07.00 WIB, ia mengungkapkan dengan adanya kegiatan tersebut dirinya merasa terbatu terutama komoditas yang ditawarkan mendapat subsidi yang sangat besar.
"Sangat senang karena bisa mengurangi beban ibu-ibu. Tadi saya beli minyak dan cabai. Harapannya acara seperti ini lancar terus dan diadakan lagi untuk membantu rakyat," ungkap Kurnia.
Resmiyati menekankan bahwa target utama dari Warteksi Gemilang adalah menjaga stabilitas ekonomi makro di wilayah Kabupaten Tangerang. Program Warteksi ini terbuka bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang dan masyarakat diminta untuk datang lebih awal guna memastikan ketersediaan kuota komoditas yang ada.
"Harapan kami, daya beli masyarakat meningkat karena harga yang murah, dan yang terpenting adalah stabilitas ekonomi khususnya di Kabupaten Tangerang menjadi semakin kokoh dan inflasi tetap terkendali," tutupnya. (**)
Lebak, lensafokus.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak (Dindik) menyatakan komitmen untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas dunia pendidikan di daerah tersebut.
Komitmen itu mengemuka saat jajaran PWI Lebak melakukan kunjungan silaturahmi ke Kepala Dinas Pendidikan Lebak, Doddy Irawan, di ruang kerjanya pada Selasa (28/4/2026).
Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, mengatakan bahwa kolaborasi antara insan pers dan pemerintah, khususnya di sektor pendidikan, merupakan langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, peran media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk mendukung program-program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Lebak,” ujar Sudrajat yang akrab disapa Ajat.
Ia menambahkan, PWI Lebak akan terus mendorong pemberitaan yang konstruktif, edukatif, serta berimbang guna mendukung pembangunan di bidang pendidikan.
Sementara itu, Doddy Irawan menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai, sinergi dengan PWI dapat membantu menyebarluaskan informasi terkait program pendidikan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan PWI Lebak. Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi dan mengedukasi masyarakat terkait dunia pendidikan,” katanya.
Doddy berharap, kerja sama ini dapat memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendukung berbagai program pendidikan yang tengah dijalankan pemerintah daerah.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, serta diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Lebak. (Sumarna)