Banten

Banten (6282)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan meresmikan Masjid Jami’ Nurul Iman dan menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bertempat di Kampung Pabuaran, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Jumat malam (23/1/26).

Pada kegiatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, jajaran Forkopimcam Curug, tokoh masyarakat, pengurus DKM, serta para jamaah. Acara juga dihadiri penceramah asal Cilongok, KH. Abuya Entoh Tohari Romli, yang menyampaikan tausiyah kepada jamaah.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas berdirinya Masjid Jami’ Nurul Iman yang bukan hanya megah dan nyaman secara fisik, namun juga merupakan simbol kebangkitan spiritual dan kebersamaan masyarakat.

“Peresmian Masjid Jami’ Nurul Iman ini bukan hanya peristiwa seremonial, tetapi merupakan tonggak sejarah dan simbol kebangkitan spiritual masyarakat, khususnya di wilayah Curug Kulon,” ujar Bupati Maesyal

Dia juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada para wakif dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut. Secara khusus, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada H. Ilyas dan Aceng Sukardi yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid.

Lebih lanjut, dia menegaskan peran strategis masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, serta pembinaan sosial kemasyarakatan. Untuk itu, dia berharap Masjid Jami’ Nurul Iman dapat dimakmurkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Masjid harus menjadi ruang yang ramah, sejuk, dan terbuka, serta mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial,” tandasnya.

Pada momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Bupati Maesyal Rasyid juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

"Mari kita jadikan peringatan Isra Mi’raj ini untuk lebih memedomani dan mengimplementasikan nilai-nilai Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita, keluarga, masyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing," pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maeayal Rasyid mengapresiasi inovasi pelayanan administrasi yang dilakukan Kecamatan Curug dengan membuka layanan hingga malam hari. Apresiasi tersebut disampaikan saat Bupati meninjau langsung pelayanan administrasi kependudukan yang digelar pada Jumat malam, (23/1/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maeayal Rasyid menyampaikan bahwa penambahan jam pelayanan tersebut merupakan langkah responsif terhadap kebutuhan masyarakat Curug yang mayoritas bekerja di kawasan industri dan pabrik pada jam kerja normal.

“Malam ini saya sengaja datang untuk melihat langsung pelayanan kepada masyarakat. Sesuai ketentuan, pelayanan memang dimulai pukul 07.30 sampai 16.00 WIB. Namun khusus di Kecamatan Curug, karena wilayah industri dan perekonomian, masyarakatnya pagi sampai sore bekerja, sehingga perlu waktu pelayanan tambahan,” ujar Bupati Maeayal Rasyid.

Dia mengungkapkan, atas inisiatif Camat Curug, pelayanan administrasi dibuka khusus pada hari Jumat hingga pukul 21.00 WIB. Dia juga sangat terkesan melihat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi serta respons positif terhadap kebijakan tersebut.

“Tadi saya tanya langsung ke masyarakat, mereka menyampaikan terima kasih karena sangat terbantu. Mereka bekerja di pabrik dari pagi sampai sore, sehingga malam hari menjadi waktu yang tepat untuk mengurus administrasi,” nya.

Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh layanan yang diberikan tidak dipungut biaya. Bahkan, ia meminta agar apabila pelayanan belum dapat diselesaikan pada hari yang sama, dokumen dapat diantarkan ke rumah warga sesuai dengan SOP yang berlaku.

“Saya tanya langsung, ada pungutan atau tidak, dan semuanya gratis. Saya juga minta kepada Pak Camat, jika pelayanan belum selesai hari ini, dalam dua atau tiga hari ke depan bisa diantarkan ke rumah warga. Ini bentuk pelayanan prima,” tegasnya.

Lanjut dia, pelayanan yang diberikan meliputi administrasi kependudukan seperti KTP, KK, surat keterangan tidak mampu, serta pelayanan administrasi lainnya. Menurut dia, inovasi ini patut menjadi contoh bagi kecamatan lain yang memiliki karakteristik wilayah serupa.

“Ini inovasi yang sangat bagus dan akan kita kaji untuk diterapkan di kecamatan lain. Nanti akan kita bicarakan bersama para camat, tentu dengan melihat situasi dan kondisi masing-masing wilayah. Kecamatan Curug ini layak menjadi percontohan,” imbuhnya.

Salah satu warga Kecamatan Curug, Silvi, mengungkapkan apresiasi dan terima kasihnya terhadap pelayanan malam hari yang dilakukan Kecamatan Curug. Dirinya dan masyarakat yang tidak memiliki waktu di pagi hingga sore hari sangat terbantu.

“Kami sangat mengapresiasi Kecamatan Curug yang mengakomodir masyarakat seperti kami yang pagi sampai sore bekerja. Dengan adanya pelayanan malam hari ini, kami bisa tetap mengurus administrasi kependudukan. Ini inovasi yang sangat baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Silvi. (Red)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menegaskan bahwa bunyi sirine sebanyak 10 kali di Pintu Air 10 Sungai Cisadane merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dijalankan saat terjadi kenaikan debit air.

Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiyar, menjelaskan bahwa aktivasi sirine tersebut menandakan adanya peningkatan debit air yang cukup signifikan. Namun demikian, kondisi Pintu Air 10 saat ini masih berada pada status Siaga 3.

“Bunyi sirine itu merupakan SOP ketika debit air meningkat. Saat ini kondisi Pintu Air 10 masih dalam status siaga 3,” ujar Mahdiyar, Jumat (23 Januari 2026).
Ia menambahkan, pihak BPBD telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi Pintu Air 10 di wilayah Koang Jaya untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan sesuai prosedur.

“Kami memastikan aktivasi sirine dilakukan sesuai SOP. Saat ini tahapan pengamanan berjalan dengan baik karena statusnya masih siaga 3,” jelasnya.

Menurut Mahdiyar, hingga saat ini Pintu Air 10 telah dibuka sebanyak tiga pintu guna mengendalikan aliran air. Meski begitu, terdapat potensi kenaikan debit air yang lebih tinggi, terutama dari wilayah hulu, khususnya di daerah hulu Cisadane seperti wilayah Bogor dan sekitarnya, yang diperkirakan dapat berdampak ke wilayah hilir pada malam hari.

BPBD Kota Tangerang pun mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar Koang Jaya dan bantaran Sungai Cisadane, agar tetap tenang dan tidak panik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta petugas di lapangan. Bunyi sirine ini adalah peringatan kesiapsiagaan, bukan tanda kondisi darurat ekstrem,” imbuhnya.

Dalam upaya penanganan, BPBD Kota Tangerang terus mengerahkan relawan dan petugas untuk melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah evakuasi bagi warga di wilayah rawan terdampak. Penanganan difokuskan pada antisipasi curah hujan yang masih berpotensi tinggi dan dapat menyebabkan banjir. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung yang terjadi di Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Jumat (23/1/26).

Pada kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid memastikan percepatan penanganan dan langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara, bencana angin puting beliung yang terjadi pada Kamis sore (22/1/26) tersebut mengakibatkan sekitar 103 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.

“Kami hadir langsung bersama jajaran untuk melihat kondisi di lapangan pascakejadian angin puting beliung yang terjadi kemarin sore. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 103 rumah warga yang terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melakukan langkah penanganan secara cepat dan terkoordinasi. Penanganan dilakukan melalui perbaikan langsung oleh pemerintah daerah maupun pemberian bantuan kepada warga agar dapat melakukan perbaikan rumah secara mandiri.

“Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti kerusakan rumah warga. Ada yang ditangani langsung oleh Pemda, dan ada pula yang dibantu agar dapat diperbaiki secara mandiri oleh pemilik rumah. Hal ini harus segera dilakukan mengingat saat ini masih dalam musim hujan,” jelasnya.

Selain kerusakan rumah, Bupati juga menyebut ada sejumlah infrastruktur lingkungan yang turut terdampak dan akan segera ditangani oleh OPD terkait.

“Kami juga mencatat adanya kerusakan pada beberapa ruas jalan dan fasilitas lingkungan. Seluruhnya akan ditindaklanjuti agar aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Ina Damayanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas respons cepat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung Bapak Bupati serta jajaran. Penanganannya sangat cepat, sejak kejadian kemarin hingga hari ini sudah dilakukan pembersihan dan pendataan. Harapannya perbaikan bisa segera dilakukan agar kami bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan penanganan pascabencana angin puting beliung di Perumahan Taman Adiyasa akan terus dilakukan hingga kondisi permukiman warga kembali aman dan layak huni.

Kunjungan Bupati Tangerang tersebut didampingi oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Wakapolres Tangerang, Camat Solear, Kepala Desa Cikuya, serta jajaran kepala OPD terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, yang mengakibatkan akses warga terputus karena jembatan penghubung terendam luapan anak Sungai Cidurian, Jum'at (23/1/26).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Plh. Sekretaris Daerah Iwan Firmansyah, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Camat dan Kepala Desa setempat. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Bupati Tangerang menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit Sungai Cidurian meluap hingga menenggelamkan jembatan yang telah berusia belasan tahun tersebut.

“Hujan ini sejak beberapa hari terakhir intens dan durasinya lama, sehingga menimbulkan luapan air dari Sungai Cidurian. Akibatnya jembatan di Kampung Nyompok Girang ini kondisinya berada di bawah air, sehingga akses masyarakat terputus” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemkab menyalurkan bantuan kebutuhan pokok karena aktivitas warga lumpuh akibat terputusnya akses dan posko kesehatan

“Tadi saya tanya, masyarakat tidak bisa beraktivitas karena jembatannya terendam air, mau belanja susah. Maka kami bersama BPBD membawa logistik untuk kebutuhan sehari-hari dan posko kesehatan,” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk jangka panjang, Pemkab Tangerang berencana membangun kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi dan sejajar dengan jalan pemukiman agar lebih aman dilalui saat banjir.

“InsyaAllah jangka panjangnya, jembatan akan kita bangun dengan ketinggian yang sama dengan jalan pemukiman. Supaya walaupun terjadi luapan air, jembatan tetap bisa dilalui. Mudah-mudahan tahun 2026 ini segera kita bangun,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan akan memberikan bantuan bagi petani yang terdampak banjir, khususnya lahan sawah yang terendam hingga mengalami puso

“Dinas Pertanian juga akan membantu masyarakat atau kelompok tani yang sawahnya tertutup air dan mengalami puso,” tambahnya.

Menanggapi kondisi cuaca ekstrem saat ini, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas, terutama melintasi jembatan yang terendam banjir.

“Saya minta masyarakat lebih hati-hati. Untuk sementara perahu akan kita siagakan, dan saya sarankan aktivitas dilakukan pagi sampai sore saja, jangan malam hari,” pungkasnya.

Pemkab Tangerang melalui OPD terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Sementara itu, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menegaskan bahwa kondisi jembatan tidak mengalami kerusakan struktural, melainkan akses terputus karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat terjadi luapan.

“Perlu kami luruskan bahwa yang terputus itu bukan jembatannya, tetapi akses masyarakat karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air ketika terjadi luapan sungai. Jadi jembatannya masih ada, hanya terendam,” ungkap Iwan.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk pembangunan kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Di tahun 2026 ini sudah kita anggarkan untuk pembangunan jembatan dan akan ditinggikan. Dengan begitu, ketika air kembali meluap, jembatan tidak lagi terendam dan aksesnya aman, tetap bisa dilalui masyarakat,” jelasnya. (Red)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah. Sejak Kamis (22/1/2026), Dinsos telah membuka dapur umum hingga tingkat kelurahan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Pada penyaluran yang dilakukan Jumat (23/1/2026), Dinsos Kota Tangerang mendistribusikan sebanyak 2.720 paket nasi bungkus ke berbagai titik pengungsian dan lokasi terdampak banjir. Sebelumnya, pada tahap awal penanganan, sebanyak 800 paket makanan juga telah disalurkan kepada warga.

“Kami berupaya memastikan kebutuhan pangan warga terdampak dapat terpenuhi dengan cepat. Hari ini kami salurkan 2.720 paket nasi bungkus, dan sebelumnya 800 paket sudah didistribusikan untuk kebutuhan darurat awal,” ujar Asep, perwakilan Dinas Sosial Kota Tangerang.

Tidak hanya bantuan makanan, Dinsos juga menyalurkan berbagai logistik pendukung, seperti selimut, tenda darurat, serta perlengkapan kebersihan pribadi. Untuk menjaga ketersediaan makanan secara berkelanjutan, dapur umum dioperasikan hingga tingkat kelurahan di wilayah terdampak dan akan terus memproduksi makanan sampai kondisi kembali normal.

“Dapur umum ini kami operasikan secara berkelanjutan agar pasokan makanan tetap tersedia bagi warga selama masa tanggap darurat,” tambah Asep.

IMG 20260123 WA0029

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan dukungan maksimal kepada masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, bantuan akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan warga, mulai dari bantuan darurat hingga tahap pemulihan awal,” ujarnya.

Penyaluran bantuan difokuskan pada wilayah yang terdampak paling parah, dengan koordinasi intensif bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. (Sumarn)

Page 26 of 629
Go to top