Items filtered by date: Wednesday, 06 May 2026

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi meluncurkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Tanah Wakaf (GEMAPATAS TAWAF) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Yayasan Yabika Islamic School Kecamatan Jambe, Rabu (6/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa tanah wakaf memiliki peran penting, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tanah wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan umat. Wakaf tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi pilar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” ujar Bupati Maesyal

Ia juga menyoroti masih adanya tantangan dalam pengelolaan tanah wakaf, khususnya terkait batas fisik yang belum jelas dan administrasi yang belum tertata dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan konflik.

“Masih terdapat tanah wakaf yang belum memiliki batas fisik yang jelas dan belum terdokumentasi secara baik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik, sengketa, serta menghambat optimalisasi pemanfaatan aset wakaf,” jelasnya.

Bupati Maesyal mengapresiasi sinergi lintas instansi yang terlibat dalam pelaksanaan GEMAPATAS TAWAF. Gerakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan aset wakaf yang dimiliki dan memberikan kepastian hukum terhadap tanah wakaf di Kabupaten Tangerang.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, ATR/BPN, serta Badan Wakaf Indonesia yang telah menginisiasi gerakan ini sebagai langkah konkret,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan dengan tema “Wakaf Terpatok, Pahala Terpetik” ini sangat relevan dan mencerminkan pentingnya kejelasan batas serta legalitas tanah wakaf agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Ketika tanah wakaf telah memiliki batas yang jelas dan legalitas yang kuat, maka manfaatnya akan lebih terjaga dan dapat dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing melalui tata kelola aset wakaf yang profesional.

“Melalui penataan dan sertifikasi tanah wakaf yang baik akan mendorong kepastian hukum, memperkuat peran wakaf dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan, serta meningkatkan kontribusi wakaf dalam pembangunan daerah berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk nazhir, tokoh masyarakat, serta aparat wilayah untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program ini, termasuk dalam proses penetapan batas tanah.

“Penetapan batas harus melibatkan RT dan RW. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat diharapkan dapat membantu penentuan batas saat pengukuran oleh BPN guna mempercepat proses dan memastikan batas wilayah dengan tanah milik adat lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten Harison Mocodompis menegaskan bahwa percepatan sertifikasi tanah wakaf terus didorong melalui koordinasi lintas instansi yang intensif bersama BPN dan Kementerian Agama.

“Melalui koordinasi yang intensif ini, proses pensertifikatan tanah wakaf yang semula ditargetkan selesai dalam tiga tahun, kini diupayakan dapat dipercepat menjadi hanya satu tahun melalui pembuatan peta bidang tanah oleh BPN,” ujarnya.

Lanjutnya, ada sekitar 1.634 aset wakaf di Kabupaten Tangerang yang menjadi target sertifikasi. Untuk itu, para Kepala KUA dan para nazir juga mempunyai peran penting dalam pendaftaran serta penetapan Akta Ikrar Wakaf.

Diketahui, Kabupaten Tangerang menjadi role model pertama dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten dalam pelaksanaan program ini, dan diharapkan program ini dapat segera direplikasi dan disebarluaskan ke wilayah lain demi percepatan legalitas aset umat. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Naskah Sambutan/Pidato dan Pendokumentasian Kegiatan Pimpinan di VEGA Hotel Gading Serpong, Rabu (06/05/26).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung kelancaran tugas pimpinan daerah.

Asisten Administrasi Umum, Firzada Mahalli, yang membuka acara tersebut menyatakan bahwa naskah sambutan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan representasi kebijakan dan wajah komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Demikian pula dengan pendokumentasian kegiatan pimpinan. Dokumentasi yang baik bukan hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi bagian dari akuntabilitas, transparansi, serta bahan evaluasi dan pembelajaran ke depan.

"Kualitas naskah sambutan dan dokumentasi sangat ditentukan oleh sinergi. Setiap perangkat daerah berperan penting dalam menyediakan data akurat dan informasi yang lengkap," tegas Firzada Mahalli dalam arahannya.

Ia mengatakan bahwa melalui forum ini, setiap peserta diharapkan mampu mengevaluasi alur kerja yang selama ini berjalan, mengidentifikasi hambatan, dan menemukan solusi yang lebih efektif. Dengan semangat belajar dan kolaborasi, diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih tertib, responsif, dan berorientasi pada hasil sehingga pelayanan publik menjadi semakin optimal.

"Mari kita gunakan kesempatan ini untuk menghadirkan komunikasi publik yang lebih berkualitas, jelas, dan berdampak. Penyampaian informasi yang tepat, lugas, dan mudah dipahami akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," tegasnya

Dia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh institusi dan masyarakat luas.

Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ahmad Hapid,

melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas, Badan, Bagian, RSUD, serta staf internal Bagian Prokopim.

"Bimtek ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Ayi Tejaningrum, yang membahas teknik penyusunan naskah dan diksi resmi pemerintahan, serta videografer Putra Ausa yang memberikan materi dokumentasi visual kegiatan pimpinan," jelasnya

Dia berharap dengan menghadirkan 2 narasumber tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun narasi yang baku dan mendokumentasikan kegiatan secara profesional

Ia juga mengatakan bahwa maksud kegiatan ini adalah memberikan pembekalan teknis agar peserta mampu menyusun naskah dan melakukan dokumentasi secara efektif, sistematis, dan profesional sesuai dengan regulasi keprotokolan yang berlaku.

"Melalui pelatihan satu hari ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dalam memproduksi naskah sambutan yang sesuai dengan karakteristik pimpinan serta menghasilkan dokumentasi yang akurat untuk kepentingan publikasi dan pelaporan pemerintah," tutupnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Prima Saras Puspa secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (6/5/2026).

Dengan tema "Sinergitas Gabungan Organisasi Wanita sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045", Prima menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya raker ini sebagai forum strategis untuk memperkuat harmonisasi, sinergitas, dan kiprah organisasi wanita.

"Peran perempuan, khususnya yang tergabung dalam GOW, sangat strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Perempuan tidak hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter," ujarnya.

Pemkab Tangerang memandang GOW sebagai mitra esensial dalam mendukung program prioritas daerah, termasuk peningkatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penurunan angka stunting, serta penguatan ekonomi keluarga dan UMKM berbasis perempuan.

Oleh karena itu, Prima mendorong agar hasil raker ini menghasilkan program kerja yang selaras dengan kebijakan pembangunan daerah, adaptif terhadap perkembangan zaman, berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, serta mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas organisasi, baik dari sisi manajemen, kepemimpinan, maupun pemanfaatan teknologi digital.

"Sinergi adalah kunci utama keberhasilan. Saya mengajak seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga kekompakan, serta membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan, ia yakin GOW Kabupaten Tangerang akan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Pelindung GOW Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa GOW harus menjadi wadah pemersatu yang mandiri, inovatif, dan berjiwa sosial.

"GOW hadir untuk meningkatkan kualitas sumber daya wanita agar mampu berkontribusi aktif bagi bangsa. Program-program kita diselaraskan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta visi-misi Bupati Tangerang dalam mempercepat pencapaian target pembangunan nasional," jelas Rismawati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan panitia penyelenggara Raker 2026. Rismawati berharap GOW dapat terus menjadi motor penggerak yang memperkokoh persatuan organisasi wanita di Kabupaten Tangerang.

"Semoga GOW Kabupaten Tangerang semakin bersinar, maju, dan kreatif, serta senantiasa menjadi organisasi wanita terdepan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera," pungkasnya.

Rapat kerja ini dihadiri oleh jajaran pengurus GOW dari berbagai organisasi wanita se-Kabupaten Tangerang, menandai komitmen bersama dalam membangun daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang inklusif. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Bank Sampah Unit Pusat Pemerintah (Pupem) Kabupaten Tangerang. Acara tersebut digelar di GSG Puspemkab Tangerang, Rabu (06/05/26)

Dalam sambutannya Wabup Intan mengatakan peresmian Bank Sampah Unit Puspem tersebut merupakan langkah nyata dan konkret dari komitmen bersama, bukan hanya sekedar membentuk kelembagaan namun juga membangun kesadaran dan perubahan perilaku penanganan sampah

"Ini bukan sekadar membentuk dan mengukuhkan kelembagaan, tetapi membangun kesadaran dan perubahan perilaku, dari yang sebelumnya membuang sampah, menjadi mengelola sampah," jelas Wabup Intan

Menurut dia, permasalahan sampah saat ini bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, tetapi telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, bahkan masa depan generasi kita. Bank sampah ini diharapkan menjadi role model perubahan perilaku yang dimulai dari lingkungan sendiri

"Melalui bank sampah, kita belajar bahwa sampah memiliki nilai. Tidak hanya nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial dan lingkungan. Dan yang lebih penting, bank sampah ini harus menjadi role model bagi masyarakat luas, bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri," ujarnya

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan terus mendorong implementasi Program KURASAKAN (Kurangi Sampah Kantor) sebagai upaya membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah di lingkungan perkantoran. Ia juga menandaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan sistem angkut dan buang, tetapi harus dimulai dari sumbernya.

"Saya berharap keberadaan Bank Sampah Unit Puspem ini dapat mengurangi volume sampah secara signifikan, mendorong terciptanya budaya memilah sampah di lingkungan ASN dan masyarakat, serta mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan," tandasnya

Dia mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang beserta jajaran, khususnya bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, yang terus mendorong inovasi dan implementasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan

"Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal yang berkelanjutan. Karena keberhasilan bank sampah tidak diukur dari peresmiannya, tetapi dari konsistensi dan dampak nyata yang dihasilkan," ajaknya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ujat Sudrajat mengungkapkan bahwa unit bank sampah merupakan salah satu upaya pengelolaan sampah yang komprehensif berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Dia menyebut keberadaan bank sampah ini telah memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi timbunan sampah

"Jumlah bank sampah di Kabupaten Tangerang tahun 2025 mencapai sekitar 187 bank sampah, tetapi kalau yang sudah berdiri, akhir-akhir ini lebih dari 200 yang akan terus kita tambah legalitasnya," ungkapnya

Lanjut dia, ada 7 unit bank sampah di lingkungan pusat pemerintahan yang diresmikan, yaitu Bank Sampah Bersahaja, Bank Sampah Resik Asik, Bank Sampah Saber, Bank Sampah Sagude, Bank Sampah Sikat Bersih dan Bank Sampah Solid

"Tujuh (7) unit bank sampah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang ini diharapkan menjadi contoh dalam pengolahan sampah di lingkungan perkantoran. Kita ingin mendorong perubahan perilaku khususnya bagi ASN untuk mulai memilah sampah dan berpartisipasi aktif sebagai nasabah bank sampah," jelas Ujat

Pada acara tersebut juga dilakukan ikrar bersama segenap pengurus Bank Sampah Unit Puspem Kab. Tangerang yang berkomitmen melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sebagai upaya pengelolaan sampah yang transparan, partisipatif dan berkelanjutan. (Red)

Published in Banten

Lebak, lensafokus.id — Eksistensi PT Rizki Bangun Beton di Kabupaten Lebak kian dikenal luas oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat umum. Perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan beton ini tidak hanya berperan sebagai pemasok material konstruksi, tetapi juga aktif hadir di tengah-tengah masyarakat melalui berbagai aksi sosial.

Sosok pemilik perusahaan tersebut dikenal sebagai pribadi dermawan yang kerap membantu masyarakat kurang mampu, khususnya anak yatim piatu. Hal ini diungkapkan oleh Agus Djaelani, yang menyebut bahwa kepedulian sang owner sudah lama dirasakan warga.

“Pemilik usaha PT Rizki Bangun Beton merupakan sosok yang dermawan. Beliau sering membantu masyarakat kurang mampu, terutama anak-anak yatim. Tidak heran jika usaha yang dijalankannya penuh berkah,” ujar Agus, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, dampak kedermawanan tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga di sekitar lokasi perusahaan yang berada di Cihara, tetapi juga menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah lain seperti Rangkasbitung, Warunggunung, Kalanganyar, hingga Cibadak.

Selain aktif dalam kegiatan sosial, perusahaan ini juga menunjukkan kepeduliannya di bidang olahraga. Pemilik PT Rizki Bangun Beton kerap hadir langsung dalam berbagai turnamen untuk memberikan dukungan moral demi terciptanya kompetisi yang aman, lancar, dan kondusif.

“Owner tidak pernah memilih-milih, semua dirangkul,” tambah Agus.

Dari sisi bisnis, PT Rizki Bangun Beton juga dikenal konsisten menghadirkan produk berkualitas tinggi. Berbagai jenis beton yang diproduksi meliputi beton BO (Lean Concrete), beton struktural K-125 hingga K-500, serta floor sealer atau finishing surface FS-45.

Produk-produk tersebut dinilai memiliki kualitas kuat dan tahan lama, sehingga cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi seperti lantai kerja, struktur bangunan, jalan, hingga jembatan dan gedung. (Cecep)

Published in Banten
Go to top