Banten

Banten (6055)

Lebak, lensafokus.id — Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak memaparkan capaian kinerja sepanjang Tahun 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kualitas penegakan hukum dan pelayanan publik. Paparan tersebut disampaikan kepada publik pada Selasa (31/12/2025) di Rangkasbitung.

Sepanjang tahun 2025, seluruh bidang di lingkungan Kejari Lebak menunjukkan kinerja yang progresif dan berdampak langsung bagi masyarakat serta pembangunan daerah. Salah satu capaian signifikan tercatat pada pengelolaan barang bukti dan aset rampasan negara.

Melalui Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, Kejari Lebak berhasil menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp3.360.909.700. PNBP tersebut berasal dari penjualan langsung, lelang online, denda perkara, serta uang rampasan negara, yang dilaksanakan secara profesional melalui mekanisme pengelolaan barang bukti, pengembalian, hingga pemusnahan.

Di bidang pembinaan, Kejari Lebak fokus pada penguatan sumber daya manusia dan tata kelola internal yang adaptif. Hingga Desember 2025, peningkatan kapasitas aparatur dilakukan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan, antara lain Diklat Restorative Justice, Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), narkotika, serta pemetaan talenta berbasis kecerdasan buatan (Talent DNA).

Dalam pengelolaan anggaran, Kejari Lebak mencatat realisasi penyerapan sebesar 97,88 persen dari total pagu anggaran Tahun 2025 sebesar Rp13,59 miliar, yang mencerminkan perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang efektif serta akuntabel.

Sementara itu dikatakan, Seksi Intelijen Kejari Lebak Puguh SH.MH sepanjang 2025 melaksanakan berbagai kegiatan intelijen yustisial, baik secara preventif maupun represif, guna mendukung keamanan dan ketertiban umum.

Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan dan penerangan hukum, program Jaksa Masuk Sekolah, Jaksa Menyapa, kegiatan LID/PAM/GAL, PAKEM, serta operasi intelijen sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan stabilitas di Kabupaten Lebak.

Seksi Intelijen juga turut mengawal program strategis nasional melalui Program Jaksa Mandiri Pangan di Desa Lebak Asih dengan pengembangan lahan ketahanan pangan seluas 13 hektare. Selain itu, Kejari Lebak meraih peringkat ke-3 nasional pada aplikasi SIACC (Sistem Informasi Adhyaksa Command Center) serta mencatat progres penginputan Aplikasi Jaga Desa di Kabupaten Lebak mencapai 93,41 persen.

Pada bidang Tindak Pidana Umum (Pidum), Kejari Lebak menangani 276 perkara pada tahap pra-penuntutan, 237 perkara pada tahap penuntutan, serta 218 perkara pada tahap eksekusi.

Kejari Lebak juga mengedepankan pendekatan keadilan restoratif dengan menyelesaikan empat perkara melalui mekanisme tersebut. Sepanjang tahun 2025, perkara pencurian menjadi tindak pidana yang paling dominan dengan total 69 perkara.

Di bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Lebak melaksanakan tiga kegiatan penyelidikan, empat penyidikan, sembilan penuntutan, dan empat eksekusi. Dalam proses tersebut, Kejari Lebak berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp559.712.000 dalam perkara tindak pidana korupsi terkait perbaikan pompa PDAM Tahun 2020. Selain itu, Kejari Lebak juga mencatat perolehan uang rampasan negara sebesar Rp1.331.594.313 dari perkara tindak pidana cukai.

Adapun Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) berperan aktif sebagai Jaksa Pengacara Negara melalui pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta pelayanan hukum. Sepanjang 2025, Seksi Datun berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp467.311.201, melaksanakan 13 nota kesepahaman (MoU), 47 kegiatan pendampingan hukum, dan 12 pelayanan hukum.

Kejaksaan Negeri Lebak menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, serta menghadirkan pelayanan hukum yang profesional, berintegritas, humanis bagi masyarakat Kabupaten Lebak. (Cecep)

TANGERANG, lensafokus.id - Kabupaten Tangerang menutup akhir 2025 dengan cara yang berbeda. Dalam mewarnai malam pergantian tahun, Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan doa bersama dan galang donasi sebagai bentuk kepedulian untuk masyarakat Sumatra yang tengah tertimpa bencana di Taman Baca Baleraja (Kolong Fly Over Balaraja), Rabu (31/12/25).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan, malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 hendaknya dijadikan momentum empati. Di Kecamatan Balaraja, masyarakat berkumpul secara sederhana, menikmati hiburan musik tanpa hingar-bingar, sembari memanjatkan doa untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Barat, hingga Sumatra Utara.

“Ini menjadi simbol bahwa kita, khususnya Kabupaten Tangerang dan Balaraja, berempati terhadap keluarga kita di Sumatra. Kita hadir bukan untuk berpesta, tapi untuk peduli,” tutur Bupati Maesyal di lokasi.

Yang tak kalah mencuri perhatian, perayaan tahun baru di Balaraja berlangsung tanpa petasan dan kembang api. Kesepakatan itu disebut sebagai bagian dari empati kepada korban bencana, sekaligus wujud perayaan yang lebih bermakna.

“Tidak ada petasan, tidak ada kembang api. Ini bagian dari empati kita kepada saudara-saudara di Sumatra,” imbuhnya

Menurutnya, kegiatan kumpul bersama sejak siang hingga malam bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk solidaritas nyata. Doa dipanjatkan agar para korban diberi ketabahan, segera pulih, dan mampu bangkit kembali. Empati itu tak berhenti pada kata-kata, namun juga aksi nyata penggalangan dana masyarakat Balaraja.

"Jadi kita hadir di sini ikut serta berpartisipasi, peduli, dan mengumpulkan menggalang dana," ungkapnya.

Lebih jauh, Bupati Maesyal mengungkapkan Pemkab Tangerang telah dua tahap mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak di Sumatra. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp2,7 miliar, terdiri dari Rp1,5 miliar hasil penghimpunan ASN, PKK, dan kepala desa se-Kabupaten Tangerang, serta Rp1,2 miliar dari APBD.

Bantuan tahap awal disalurkan melalui PMI Pusat dan diterima langsung oleh Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla. “Ini uang masyarakat Kabupaten Tangerang, hanya dihimpun melalui pemerintah daerah. Kami mengucapkan terima kasih atas empati warga yang luar biasa,” kata dia.

Menjelang detik-detik pergantian tahun, Bupati Tangerang berharap tahun 2026 membawa kesehatan, kemajuan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat. Pihaknya juga mengajak warga menjadikan solidaritas dan kepedulian sebagai semangat bersama dalam menatap tahun baru.

“Selamat tahun baru, selamat Natal. Semoga masyarakat Kabupaten Tangerang selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT,” tutupnya. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id – Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota H. Maryono Hasan serta Ketua DPRD Kota Tangerang turut mengawal langsung kesiapan pengamanan malam pergantian Tahun Baru 2026. Hal tersebut ditandai dengan keikutsertaan mereka dalam Apel Gelar Kesiapan Pengamanan Malam Tahun Baru 2026 yang digelar Polres Metro Tangerang Kota di halaman Mapolres, Rabu (31/12/2025).

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Metro Tangerang Kota beserta seluruh petugas gabungan atas kesiapsiagaan dan dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Tangerang.

Apel yang diawali dengan penyampaian rilis akhir tahun 2025 oleh Kapolres Metro Tangerang Kota tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara Pemerintah Kota Tangerang dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat pada momentum pergantian tahun.

“Saya sangat mengapresiasi Kapolres dan seluruh petugas gabungan kepolisian yang telah mempersiapkan pengamanan malam Tahun Baru 2026. Menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Tangerang merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah Kota Tangerang dan Forkopimda,” ujar Sachrudin di hadapan awak media.

IMG 20260101 WA0038

Sebagai upaya menjaga ketertiban sekaligus bentuk tanggung jawab dan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa, Pemerintah Kota Tangerang juga telah menerbitkan Surat Edaran kepada masyarakat. Surat edaran tersebut mengimbau agar perayaan Tahun Baru 2026 dilakukan secara sederhana serta melarang penggunaan petasan dan kembang api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan maupun kembang api di malam Tahun Baru. Ini merupakan bentuk empati kita kepada saudara-saudara sebangsa yang saat ini tengah dilanda musibah bencana,” tambahnya.

Usai apel, rangkaian pengamanan malam Tahun Baru 2026 dilanjutkan dengan partisipasi Wali Kota Tangerang dalam kegiatan Video Conference Kapolri terkait pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang pergantian tahun. Kegiatan tersebut berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom dari Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru 2026 di Mall TangCity pada malam hari, dan diikuti oleh jajaran pengamanan di berbagai daerah secara nasional dan real time.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kriminalitas, khususnya dengan memberantas peredaran narkoba, minuman keras, serta obat-obatan terlarang seperti tramadol dan eximer yang kerap menjadi pemicu gangguan keamanan menjelang malam Tahun Baru.

“Kami berkomitmen untuk menjaga Kota Tangerang tetap aman dan kondusif, terutama dari peredaran narkoba dan minuman keras yang dapat memicu gangguan kamtibmas,” tegas Kapolres. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang di wilayah Sumatera. Bantuan tahap kedua ini disalurkan dengan total nilai sebesar Rp1,2 miliar. Selasa, (30/12/25).

Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada pemerintah daerah di tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat (Padang), Sumatera Utara (Medan), dan Aceh. Masing-masing daerah menerima bantuan sebesar Rp400 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2025.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, yang ditemui di Pendopo Bupati Tangerang, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap saudara-saudara di Sumatera yang tengah mengalami musibah dan sedang bangkit kembali dari dampak bencana yang menimpa.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mentransfer bantuan sebesar Rp1,2 miliar kepada daerah-daerah di Sumatera yang terdampak bencana, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Masing-masing daerah kami salurkan Rp400 juta. Bantuan ini seluruhnya bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan tahap kedua yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Sebelumnya, Pemkab Tangerang juga telah menyalurkan bantuan tahap pertama melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat sebesar Rp1,5 miliar beberapa waktu yang lampau

“Bantuan kali ini merupakan tahap kedua, dan disalurkan langsung kepada pemerintah daerah terkait. Ke depan, kami juga akan terus berupaya menggalang dana untuk bantuan tahap ketiga,” jelasnya.

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap daerah lain yang sedang mengalami bencana. Pihaknya juga akan terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk membantu menormalkan kembali situasi dan kondisi di wilayah terdampak

“Ini adalah bagian dari rasa empati dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita di Sumatera. Kita berdoa semoga masyarakat di sana dapat segera bangkit dan kondisi kembali normal.,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid melantik dan mengambil sumpah Direktur Operasional (Dirops) Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) yang dilaksanakan di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jl. Kisamaun Kota Tangerang, Selasa (30/12/25)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh jajaran Perumda Pasar NKR agar Perumda Pasar NKR semakin baik dan dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya

"Program yang sudah dicanangkan harus dijalankan bersama sesuai dengan agenda yaitu penataan pasar-pasar, pembangunan pasar-pasar yang menjadi kewenangannya harus dijalankan bersama harus kolaborasi antara direktur utama direktur operasional direktur keuangan harus bergandeng tangan," tandas Bupati Maesyal Rasyid

Dia juga memberikan pesan kepada Dirops yang baru dilantik segera cepat menyesuaikan dengan direksi-direaksi lainnya untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan tupoksinya serta dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

"Jadikanlah organisasi ini dikelola secara positif bersinergi dan harus menjadi tanggung jawab bersama, pelihara lembaga PD pasar ini sebagai sebuah lembaga yang bisa membantu masyarakat, membantu pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah. Laksanakan tugas-tugas dengan kemandirian dan pendewasaan," tegasnya

Pihaknya berharap dengan dilantiknya Dirops yang baru dapat meningkatkan kinerja Perumda Pasar NKR dengan lebih baik dan memberikan dampak nyata untuk kepentingan masyarakat

Sementara itu, Dirops Pasar NKR yang dilantik, Abdul Haer mengatakan akan segera memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan para direktur Perumda Pasar NKR lainnya untuk mewujudkan visi dan misi pasar sesuai dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang

"Kita harus memperkuat tim. Diantara 3 direktur ini harus jadi satu menciptakan pasar di seluruh Kabupaten Tangerang bisa berjalan dengan baik sesuai dengan visi misi Pak Bupati," ujarnya

Dia juga akan terus mendorong penggunaan digitalisasi, baik untuk menghimpun data pedagang, jenis usaha dan data-data pendukung lainnya agar bisa dilihat secara real time dan menyeluruh.

"Harapan saya itu digitalisasi yang penting kita bisa lihat data pedagang seluruh kabupaten, data-data usaha pedagang bisa kita lihat secara menyeluruh dan selanjutnya itu meningkatkan PAD. Kita harus bisa mengejar itu walaupun memang tidak instan prosesnya," pungkasnya. (red)

Lebak, lensafokus.id – Puluhan warga bersama Organisasi Masyarakat Badak Banten Perjuangan (BBP) menggeruduk Kantor Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Selasa (30/12/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas sejumlah keluhan warga terhadap aktivitas PT Bocah Gunung yang berlokasi di Kampung Bunyut RT 02/03, Desa Kujangsari, Kecamatan Cileles.

Massa aksi menyuarakan delapan poin tuntutan yang dinilai krusial bagi kepentingan masyarakat sekitar perusahaan. Salah satu tuntutan utama adalah transparansi penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR). Warga menilai penyaluran CSR belum dirasakan secara merata dan menuntut keterbukaan agar manfaatnya tepat sasaran.

Selain itu, massa mendesak perusahaan memberikan kompensasi yang layak bagi warga yang terdampak langsung aktivitas operasional. Mereka juga meminta adanya audit terhadap penggunaan bahan bakar perusahaan, serta menegaskan larangan penggunaan BBM bersubsidi dan kewajiban beralih sepenuhnya ke BBM industri sesuai ketentuan yang berlaku.

Tuntutan lainnya mencakup kewajiban perusahaan mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, penyesuaian upah pekerja sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta pengelolaan limbah yang sesuai standar lingkungan hidup guna mencegah pencemaran.

Dalam aksinya, massa juga menyoroti pentingnya penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), termasuk penggunaan alat pelindung diri bagi para pekerja. Tak kalah penting, mereka menuntut transparansi dokumen perizinan perusahaan, mulai dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Pantauan di lokasi, massa aksi tiba menggunakan sekitar 10 unit mobil dan sejumlah sepeda motor. Secara bergantian, para orator menyampaikan aspirasi melalui pengeras suara di halaman Kantor Kecamatan Cileles.

“Unjuk rasa ini kami lakukan di Kantor Kecamatan Cileles, namun hingga kini belum ada langkah konkret dan jawaban yang memuaskan dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah,” ujar salah satu orator aksi, Ade.

Ade menegaskan bahwa aksi tersebut murni dilakukan demi kepentingan masyarakat luas. Ia juga memperingatkan, apabila tuntutan tersebut terus diabaikan, pihaknya bersama warga akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar.

Aksi unjuk rasa berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan berjalan tertib. Hingga berita ini diturunkan, belum ada perwakilan manajemen PT Bocah Gunung yang menemui massa aksi untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi. (Cecep)

Page 13 of 606
Go to top