972 Peserta Ikuti TKA Paket C di Lebak, 31 PKBM dan 1 SKB Gelar Ujian Secara Mandiri

LEBAK, lensafokus.id – Sebanyak 31 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Negeri di Kabupaten Lebak secara serentak menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kesetaraan Paket C tahun 2026.

Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung dalam empat hari, yakni 31 Oktober, 1 November, 7 November, dan 8 November 2026. Pembagian waktu tersebut disesuaikan dengan kebutuhan sesi ujian di masing-masing lembaga penyelenggara.

Ketua Forum Komunikasi (FK) PKBM Kabupaten Lebak, Afuh Saepudin, mengatakan terdapat 32 lembaga pendidikan nonformal yang menyelenggarakan TKA Kesetaraan Paket C tahun ini, terdiri atas 31 PKBM dan satu SPNF SKB Negeri.

Adapun jumlah peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut diperkirakan mencapai 972 orang. Mereka tersebar di seluruh PKBM dan SKB yang berada di wilayah Kabupaten Lebak.

Menurut Afuh, pelaksanaan TKA memiliki sejumlah tujuan penting, antara lain menjamin kesetaraan hasil belajar, memperoleh informasi capaian akademik yang terstandar, menjadi bahan pertimbangan seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya, meningkatkan kredibilitas lulusan, serta mendukung pemetaan mutu dan evaluasi pembelajaran.

“Untuk diketahui, penyelenggaraan kegiatan TKA Kesetaraan Paket C di seluruh PKBM dan SKB yang ada di Kabupaten Lebak diselenggarakan secara online dan mandiri. Hal ini merupakan sebuah capaian yang sangat luar biasa dan perlu diapresiasi oleh semua, karena seluruh PKBM dan SKB di Kabupaten Lebak telah mampu melaksanakan kegiatan TKA sendiri di lembaganya masing-masing secara online,” kata Afuh, Sabtu (31/10/2026).

Di sisi lain, Afuh berharap PT PLN melalui seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di Kabupaten Lebak dapat mendukung kelancaran pelaksanaan TKA, khususnya dengan menjaga pasokan listrik agar tetap stabil selama ujian berlangsung.

Menurutnya, kelancaran pasokan listrik menjadi kebutuhan penting karena pelaksanaan TKA dilakukan secara daring dan harus mengikuti jadwal yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Ia berharap tidak terjadi gangguan listrik yang dapat menghambat pelaksanaan ujian, baik yang telah berlangsung maupun yang masih dijadwalkan pada 1, 7, dan 8 November 2026.

Afuh menambahkan, penyelenggaraan TKA secara daring dan mandiri menjadi bukti bahwa PKBM dan SKB tidak hanya berperan dalam membantu penuntasan anak tidak sekolah (ATS) akibat faktor sosial, ekonomi, dan budaya, tetapi juga mampu menyelenggarakan evaluasi akademik dengan sistem yang setara dengan jalur pendidikan formal.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Eti Suhartini, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA Kesetaraan Paket C yang diikuti satu SPNF SKB dan 31 PKBM merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan kesetaraan.

“TKA ini memastikan warga belajar memiliki kompetensi yang terukur serta terakui secara resmi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja,” tandas Eti. (C2P)

Rate this item
(0 votes)
Go to top