KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengimbau seluruh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk segera mengirimkan karya terbaik dalam ajang Lomba KIM Kota Tangerang Tahun 2026. Batas akhir pengumpulan karya tinggal lima hari lagi, yakni Selasa (20/10/2026).
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengajak seluruh peserta memanfaatkan sisa waktu yang tersedia secara optimal dan tidak menunda pengiriman karya hingga mendekati batas akhir.
“Kami mengajak seluruh Sobat KIM untuk segera mengumpulkan karya-karya terbaiknya. Lomba ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta potensi wilayah masing-masing melalui konten yang informatif, edukatif dan inspiratif,” ujar Mugiya, Kamis (15/10/2026).
Menurut Mugiya, keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi yang bermanfaat sekaligus membangun narasi positif di tengah masyarakat.
Melalui kompetisi tersebut, Diskominfo Kota Tangerang berharap informasi mengenai pembangunan daerah, potensi lokal, serta berbagai kegiatan masyarakat dapat dikemas secara kreatif sehingga menjangkau khalayak yang lebih luas.
“Melalui Lomba KIM ini, kami ingin mendorong kolaborasi aktif masyarakat dalam mengemas informasi secara kreatif agar pesan-pesan pembangunan dan edukasi bisa tersampaikan dengan menyenangkan,” tutupnya. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, sekaligus Pembina Wushu Kabupaten Tangerang, secara resmi membuka Tangerang Wushu Open Championship (TWOC) 2026 yang diikuti 442 atlet dari lima provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Tangerang Raya, Kamis (15/10/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Cabang Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang dan seluruh panitia yang telah menginisiasi kejuaraan tersebut. Menurutnya, TWOC 2026 menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan sekaligus memberikan ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan prestasi.
“Wushu bukan sekadar olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik dan ketangkasan, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, konsentrasi, pengendalian diri, sportivitas, serta penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas,” ujar Wabup Intan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen terus mendorong kemajuan olahraga melalui pembinaan atlet, penguatan organisasi olahraga, serta penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan.
"Prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, latihan yang konsisten, pendampingan pelatih, serta dukungan keluarga dan berbagai pihak," imbuhnya
Pihaknya berharap TWOC 2026 dapat berlangsung lancar dan sukses serta melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, hingga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Wabup Intan juga berpesan kepada seluruh atlet yang bertanding agar tetap semangat, menjaga kesehatan dan keselamatan, menghormati keputusan wasit dan juri, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Dr. Nana Supiana, yang hadir mewakili Gubernur Banten, mengapresiasi penyelenggaraan TWOC 2026 sebagai wadah untuk menguji hasil latihan, membangun mental bertanding, dan menjaring potensi atlet.
"Pembinaan olahraga perlu dilakukan secara berjenjang melalui sinergi pemerintah daerah, KONI, organisasi cabang olahraga, sekolah, perguruan tinggi, pelatih, dan orang tua atlet. Prestasi tim wushu Indonesia cukup membanggakan bisa meraih 5 medali emas, 3 perak, dan satu perunggu pada SEA Games 2025 di Thailand," ungkapnya
Ketua Pengcab Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang, Iyon Aritonang menyampaikan bahwa TWOC 2026 diikuti 442 atlet yang berasal dari 29 kontingen kategori Taolu dan 16 tim kategori Sanda.
"Jumlah peserta dan keterlibatan atlet dari lima provinsi ininmenjadikan kejuaraan ini sebagai ajang kompetisi yang strategis untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan berikutnya," ujarnya
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, KONI, Dispora, Universitas Tangerang Raya, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan secara simbolis perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet sebagai bagian dari dukungan terhadap keamanan dan perlindungan selama mengikuti kegiatan olahraga. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Masyarakat Kabupaten Tangerang kini punya akses pelayanan publik yang lebih dekat dan praktis. Mal Pelayanan Publik (MPP) Suvarna Sutera disiapkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan secara terpadu, baik dari unsur pemerintahan dan instansi lainnya dalam satu lokasi.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPMPTSP Kabupaten Tangerang dengan calon tenant dan instansi pengisi MPP Suvarna Sutera, di Hotel Lemo, Kamis (15/10/26).
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir langsung pada acara tersebut mengatakan, MPP Suvarna merupakan bagian dari upaya Pemkab Tangerang menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, aman, nyaman dan transparan.
“Masyarakat tidak perlu lagi mengurus layanan ke tempat yang berbeda-beda. Cukup datang ke satu tempat, berbagai urusan pelayanan bisa diakses. Ini konsep one stop service,” ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, MPP Suvarna tidak hanya mendekatkan layanan administrasi kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kemudahan perizinan dan pelayanan bagi dunia usaha. Karena itu, Maesyal meminta seluruh petugas senantiasa mengedepankan keramahan, kecepatan dan profesionalitas dalam melayani masyarakat.
“Keberhasilan MPP bukan diukur dari megahnya gedung, tetapi dari bagaimana masyarakat dilayani dengan baik. Berikan pelayanan dengan prinsip SIP: Senyum, Integrasi dan Profesional,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi Pemkab Tangerang dengan instansi vertikal, pengelola kawasan dan seluruh tenant dapat menjadikan MPP Suvarna sebagai pusat pelayanan publik yang benar-benar memberi kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang mengurus dokumennya
“Pemerintah harus hadir, pelayanan harus mudah, dan masyarakat harus merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
MPP Suvarna Sutera nantinya akan melayani masyarakat mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pajak daerah, perizinan, BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan, pertanahan, urusan keagamaan sesuai dengan kewenangan dan berbagai layanan lainnya. Total ada sekitar 40 tenan yang siap mengisi MPP Suvarna Sutera. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) menggelar Penganugerahan Duta Anak Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Aula Kantor DPPPA Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10/2026).
Acara yang mengusung tema “Bergerak Bersama Melestarikan Budaya dan Permainan Tradisional” ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah.
Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh anak yang telah berani mengambil peran, menunjukkan potensi terbaik, serta berpartisipasi aktif dalam pemilihan Duta Anak Kabupaten Tangerang.
“Ajang Pemilihan Duta Anak ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah pembentukan karakter, pengembangan potensi, serta sarana untuk meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap isu-isu pemenuhan hak dan perlindungan anak,” ujarnya.
Wabup Intan menegaskan, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, pendidikan yang layak, jaminan kesehatan, kesempatan berpartisipasi, serta lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang mereka. Untuk itu, Pemkab Tangerang berkomitmen memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui kolaborasi lintas sektor dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga berpesan agar Duta Anak terpilih mampu menjadi representasi suara anak-anak di Kabupaten Tangerang, sekaligus berperan sebagai pelopor kegiatan positif, mengedukasi teman sebaya tentang pencegahan perundungan dan kekerasan, serta mengajak anak-anak menggunakan media sosial secara bijak.
“Saya berharap Duta Anak yang terpilih dapat menjadi teladan bagi teman sebaya, menyuarakan aspirasi anak secara positif dan bertanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Data Gender dan Pemenuhan Hak Anak pada DPPPA Kabupaten Tangerang, M. Farid Ma'aruf, menjelaskan bahwa pemilihan Duta Anak Kabupaten Tangerang 2026 diikuti 97 peserta dari 29 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 finalis terpilih untuk mengikuti seleksi lanjutan hingga ditetapkan enam besar Duta Anak serta perwakilan klaster pemenuhan hak anak.
Ia mengatakan, penilaian dilakukan berdasarkan berbagai aspek, mulai dari bakat seni, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), penampilan bakat (talent), hingga kemampuan peserta menjalankan peran sebagai pelopor dan pelapor pemenuhan hak anak di Kabupaten Tangerang.
“Harapan kami, Duta Anak tidak hanya menjadi ikon Kabupaten Tangerang, tetapi juga aktif menyuarakan pemenuhan hak anak. Nantinya, Duta Anak terpilih akan berkolaborasi langsung dengan perangkat daerah sesuai klaster masing-masing agar pemenuhan hak anak di Kabupaten Tangerang dapat berjalan secara menyeluruh,” ujarnya.
Sementara itu, Sofiyatul Zannah dari Kecamatan Cisauk mengaku senang dan terharu setelah terpilih sebagai Duta Anak Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Ia mengatakan, keikutsertaannya dalam ajang tersebut dilatarbelakangi pengalaman pribadi yang menginspirasinya untuk menggagas program Naraya (Nafas Baru Anak Berdaya).
“Melalui Naraya, saya ingin menyampaikan kepada teman-teman bahwa masalah keluarga, ekonomi, maupun kesehatan bukan menjadi penghalang untuk berkembang dan meraih cita-cita. Anak-anak di Kabupaten Tangerang tetap memiliki kesempatan untuk menggapai masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sofiyatul menambahkan, selama persiapan mengikuti pemilihan Duta Anak, ia turut mempelajari berbagai informasi dan isu terkait anak untuk memperkuat pemahamannya mengenai peran yang akan dijalankan. Ke depan ia berencana mengembangkan program Naraya melalui platform digital sekaligus mendorong pelestarian budaya dan permainan tradisional.
“Saya ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional dan dunia digital bisa berjalan beriringan. Melalui Naraya, saya berharap dapat berbagi informasi dan membantu anak-anak mempersiapkan diri menghadapi masa depan, termasuk perkembanganq kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri kegiatan panen padi sawah sekaligus pemberian bantuan sarana pertanian di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang Tahun 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dalam rangkaian HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, kita mengusung semangat ‘Mari Kita Terus Bergerak, Semakin Berdampak’. Semangat ini harus kita wujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Bupati Maesyal.
Ia menjelaskan, hamparan sawah di wilayah Kelompok Tani Cibentek memiliki luas kurang lebih 275 hektare yang dikelola oleh delapan kelompok tani. Dengan menggunakan varietas padi Inpari 32 dan perkiraan produktivitas sebesar 6,2 ton perhektare, hamparan tersebut memiliki potensi produksi sekitar 1.705 ton gabah. Potensi ini dinilai menjadi modal penting bagi Kabupaten Tangerang dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat.
Bupati Maesyal menambahkan, pemanfaatan teknologi pertanian juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses panen. Dalam wawancara seusai kegiatan, ia menjelaskan bahwa penggunaan mesin pemanen padi atau combine harvester dapat memangkas waktu panen secara signifikan. Jika secara manual panen satu hektare lahan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, penggunaan mesin tersebut dapat menyelesaikannya dalam waktu sekitar dua jam.
Menurutnya, modernisasi pertanian perlu diikuti dengan pengelolaan lahan yang baik, pemenuhan kebutuhan air, penggunaan benih bermutu, dan pemupukan yang tepat. Setelah panen, petani juga didorong segera mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya. Maesyal menyebut kelompok tani dan petani setempat telah menyepakati penanaman kembali dengan batas waktu maksimal 14 hari setelah panen agar keberlanjutan produksi tetap terjaga.
“Jangan terlalu lama dibiarkan setelah panen. Maksimal 14 hari ya,” tegas
Sebagai bentuk dukungan konkret kepada petani, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan sarana pertanian yang meliputi dua unit traktor tipe crawler, 25 unit pompa air berukuran empat inci, benih padi varietas Inpari 32 sebanyak 1,5 ton, pestisida nabati untuk luasan 500 hektare, serta alat pemotong rumput. "Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pengolahan lahan, memenuhi kebutuhan air tanaman, memperlancar kegiatan budi daya, serta membantu mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan dan memelihara lahan pertanian," ujarnya.
Bupati Maesyal menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan oleh kelompok tani maupun penerima. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga modernisasi alat dan mesin pertanian.
“Jadi ini kolaborasi APBN, APBD Provinsi Banten dan APBD Kabupaten Tangerang. Membantu para petani untuk lebih lagi sejahtera. Lebih berkah lagi panen padinya supaya bisa bermanfaat bagi masyarakatnya. Termasuk di dalamnya adalah bisa dia menghasilkan pendapatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi juga dari peningkatan pendapatan petani, lebih terbukanya akses pemasaran, dan membaiknya taraf hidup keluarga petani. Bupati Maesyal pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi, menjaga lahan pertanian produktif, dan mengoptimalkan luas tambah tanam agar Kabupaten Tangerang mampu mempertahankan kapasitas produksi pangan di tengah perkembangan kawasan permukiman dan industri.
Perwakilan penerima bantuan dari Kelompok Tani (Poktan) Cibentek, Idep Bustomi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas perhatian berkelanjutan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Banten, serta Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Bantuan ini sangat berarti untuk mempermudah kerja kami di lapangan dan meningkatkan hasil panen,” ungkap Idep.
Idep menceritakan, sebelum adanya bantuan sarana modern dan bantuan benih ini, para petani menghadapi tantangan cukup besar, terutama terkait proses pengolahan lahan yang memakan waktu lama serta keterbatasan akses air pada musim-musim tertentu. Kondisi tersebut sangat berdampak pada produktivitas dan biaya operasional yang membengkak.
“Sebelum ada bantuan ini, hasil panen dan proses pengerjaan sawah membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Kendala seperti pengolahan tanah manual dan ketersediaan air sering kali menghambat efisiensi tanam. Dengan hadirnya bantuan traktor, pompa air, hingga benih unggul ini, kami sangat terbantu untuk mempercepat masa tanam dan menjaga kualitas hasil panen,” terangnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung meriah di halaman Gedung Usaha Daerah (GUD) Tigaraksa, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini juga masih dalam rangkaian Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus menyambut Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Melalui program GPM ini, Pemkab Tangerang hadir langsung di tengah masyarakat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta membantu meringankan beban ekonomi warga.
Dalam kegiatan GPM tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas bahan pokok di bawah harga pasar. Komoditas yang disediakan antara lain beras, gula pasir, telur ayam, minyak goreng, cabai rawit merah, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, hingga sayuran segar.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan pada Sekertariat Daerah Kabupaten Tangerang, Syaifullah, dalam sambutannya saat membuka kegiatan secara resmi menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian nyata Pemkab Tangerang di tengah gejolak ekonomi global yang memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
"Hari ini Pemerintah Kabupaten Tangerang hadir memberikan bantuan bersubsidi langsung dalam bentuk barang yang harganya dimurahkan. Sebagai contoh, beras kemasan 5 kilogram yang di pasaran seharga Rp70.000, hari ini dijual hanya Rp24.500. Selisih kekurangannya ditutupi oleh pemerintah daerah. Ini adalah bukti nyata bahwa Pemkab Tangerang selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat," ujar Syaifullah.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan GPM tidak hanya terpusat di Tigaraksa, tetapi juga dilaksanakan serentak di beberapa kecamatan lain di wilayah Kabupaten Tangerang agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Sekretaris DPKP Kabupaten Tangerang, Febya Satyaningsih, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM melibatkan kerja sama dengan berbagai mitra penyedia pangan serta pihak Kecamatan Tigaraksa.
"Tujuan utama kegiatan GPM ini adalah menyediakan komoditas pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Selain bermitra dengan penyedia pangan, kami juga menyiapkan 400 kupon beras premium bersubsidi kemasan 5 kg. Penerima kupon telah dikoordinasikan dengan Kecamatan Tigaraksa, menyasar warga yang bermukim di sekitar Gedung Usaha Daerah ini," jelas Febya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelontorkan bonus prestasi senilai Rp12 miliar bagi para atlet peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten 2026.
Penyerahan bonus dilakukan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Jalan Satria–Sudirman, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kamis (15/10/2026).
Sachrudin mengatakan, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas perjuangan dan prestasi para atlet yang telah mengharumkan nama Kota Tangerang di ajang olahraga tingkat Provinsi Banten.
Penghargaan tersebut tidak hanya diberikan kepada atlet, tetapi juga kepada pelatih, manajer, dan ofisial yang turut berperan dalam proses pembinaan serta mendukung kontingen Kota Tangerang selama mengikuti kompetisi.
“Kami sudah membagikan bonus penghargaan kepada para patriot olahraga yang telah membanggakan Kota Tangerang. Bonusnya langsung diterima atlet, manajer, sampai para ofisial,” ujar Sachrudin di Puspem Kota Tangerang, Kamis (15/10/2026).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, menambahkan bahwa besaran bonus prestasi tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Untuk kategori perorangan, Pemkot Tangerang menetapkan bonus sebesar Rp25 juta bagi peraih medali emas, Rp10 juta untuk peraih medali perak, dan Rp7,5 juta bagi peraih medali perunggu.
Sementara itu, besaran bonus untuk kategori beregu disesuaikan dengan jumlah atlet dan ofisial pada masing-masing cabang olahraga.
Kaonang menegaskan, Pemkot Tangerang menerapkan besaran bonus yang sama bagi atlet POPDA maupun PEPARPEDA sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan seluruh atlet, termasuk atlet pelajar penyandang disabilitas.
“Kami tidak membedakan bonus prestasi bagi para atlet, mau POPDA atau PEPARPEDA nilainya sama karena sama-sama telah mengharumkan nama Kota Tangerang di ajang olahraga bergengsi di Provinsi Banten. Tidak berhenti di sini, kami berharap bonus ini bisa menjadi motivasi bagi datangnya prestasi lagi, khususnya di ajang PORPROV VII Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan mendatang,” tambah Kaonang.
Pemberian bonus tersebut disambut gembira oleh para atlet penerima penghargaan. Selain menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan mereka, bonus itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan serta mendukung pengembangan karier olahraga pada masa mendatang.
Salah seorang penerima bonus, Fachry Hermawan, atlet taekwondo dari SMA Yuppentek 1 Kota Tangerang, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Fachry berhasil meraih medali emas pada kategori 60 kilogram dalam ajang POPDA XII Banten 2026.
“Alhamdulillah, saya sendiri sangat senang bisa menerima bonus yang sudah lama ditunggu-tunggu ini. Bonus ini sangat berguna untuk mendukung pendidikan ke depan, apalagi saya sekarang sudah kelas XII jadi akan digunakan untuk persiapan kuliah,” ungkap Fachry. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan SMA Negeri 25 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan. Menyikapi persoalan tersebut, massa yang tergabung dalam Peduli Generasi Pelajar Bangsa menggelar aksi damai di lingkungan sekolah pada Kamis (15/10/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan agar dugaan kasus yang menyangkut perlindungan peserta didik itu ditangani secara serius, transparan, dan menyeluruh. Mereka meminta pihak sekolah, instansi pendidikan terkait, serta aparat penegak hukum memberikan perhatian khusus agar persoalan tersebut memperoleh penanganan yang jelas sesuai ketentuan yang berlaku.
Aktivis Peduli Generasi Pelajar Bangsa, Jon Pera, dalam orasinya menegaskan bahwa dugaan kasus tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan. Ia mendesak agar pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan secara objektif dan memastikan seluruh fakta terungkap.
Menurutnya, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan pelanggaran, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diberikan sanksi tegas sesuai aturan, termasuk pemberhentian apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Dugaan kasus ini harus ditangani secara serius. Kami meminta pihak terkait tidak tinggal diam dan memastikan proses pemeriksaan berjalan secara transparan serta adil,” tegas Jon Pera saat berorasi.
Ia juga menekankan pentingnya keseriusan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan pendidikan agar tetap aman, nyaman, dan terbebas dari segala bentuk tindakan yang dapat mengancam keselamatan serta masa depan peserta didik.
Sementara itu, Catur turut menyampaikan desakan agar dugaan pelecehan seksual tersebut diusut tuntas. Ia menilai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan perlindungan pelajar harus menjadi perhatian bersama, bukan sekadar polemik yang berakhir tanpa kejelasan.
Catur meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait, serta mengambil langkah sesuai ketentuan hukum apabila dugaan pelanggaran terbukti.
“Kasus ini harus diusut tuntas. Jika terbukti bersalah, oknum guru tersebut harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Dunia pendidikan harus menjadi tempat yang aman bagi para siswa dan siswi,” ujar Catur.
Menurutnya, perlindungan terhadap peserta didik merupakan hal mendasar yang harus dijamin oleh setiap lembaga pendidikan. Penanganan yang tepat juga diperlukan agar masyarakat memperoleh kejelasan dan kepercayaan terhadap mekanisme pengawasan di lingkungan sekolah tetap terjaga.
Aksi damai tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi masyarakat agar pihak sekolah, Dinas Pendidikan terkait, dan aparat penegak hukum tidak mengabaikan dugaan kasus tersebut.
Massa berharap adanya tindak lanjut yang konkret, mulai dari pemeriksaan terhadap informasi yang beredar hingga penetapan langkah penanganan berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penanganan perkara semacam ini perlu dilakukan secara profesional, objektif, dan berkeadilan. Setiap pihak harus diberikan kesempatan menyampaikan keterangan, sementara proses pemeriksaan harus berjalan tanpa tekanan maupun intervensi yang dapat memengaruhi objektivitas.
Di sisi lain, perlindungan terhadap korban dan saksi harus menjadi prioritas. Identitas korban, terutama apabila melibatkan anak di bawah umur, perlu dijaga secara ketat. Informasi yang dapat mengarah pada identitas korban juga tidak semestinya disebarluaskan demi mencegah dampak lanjutan terhadap privasi, kondisi psikologis, dan masa depan yang bersangkutan.
Hingga terdapat keterangan dan hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang, dugaan tersebut tetap harus ditempatkan sebagai perkara yang memerlukan verifikasi. Setiap kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan bukti yang sah.
Masyarakat berharap persoalan ini memperoleh penanganan yang jelas dan bertanggung jawab. Upaya mengungkap fakta, memberikan perlindungan kepada peserta didik, serta menegakkan aturan secara adil menjadi bagian penting dalam menjaga marwah dunia pendidikan. (Mala)